Keseruan Membaca Buku Cetak

Artikel kali ini akan membahas mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca merupakan jendela dunia, karena dengan membaca akan  mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan.

Jika melihat dari kehidupan sehari-hari—dan melihat informasi di internet—memang sudah kita ketahui bahwa generasi milenial ini merupakan generasi yang banyak berinteraksi dengan media elektronik. Sehingga mungkin akan terkesan aneh apabila ada generasi milenial yang membaca menggunakan media cetak—entah itu buku, majalah, ataupun koran.

Bagi yang suka membaca buku, pasti pernah mendapat komentar dari teman atau saudara “ih rajin banget”. Padahal buku yang kita baca bisa saja hanya buku hiburan semata.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Ada beberapa keseruan membaca buku cetak, diantaranya :

Tidak membuat mata pedas, atau perih dan sejenisnya.

Pada zaman serba digital ini, kita semua tentunya sudah akrab sekali dengan gawai (smartphone), mulai dari bangun tidur, aktifitas harian, sampai menjelang tidur lagi kita sudah pasti susah lepas dari gawai. Sehingga memicu terjadinya mata pedas atau perih. Hal ini dapat dihindari dengan membaca buku, karena dengan membaca buku tidak terdapat radiasi layar seperti pada gawai sehingga lebih ramah bagi mata, baik mata yang sudah lelah ataupun yang masih segar.

Tidak ada notifikasi masuk yang mengganggu dan bisa langsung dilirik.

Ketika kita membaca e-book pada ponsel, umumnya ditengah-tengah aktivitas membaca, ada notifikasi yang masuk. Notifikasi ini sebenarnya cukup mengganggu aktifitas membaca karena selain muncul dorongan untuk segera membukanya, juga mengganggu konsentrasi saat sedang membaca. Sedangkan pada media cetak, tentu tidak akan ada notifikasi seperti itu yang dapat mengganggu aktivitas membaca, kecuali panggilan “alam”.

Merasa puas karena berhasil mengoleksi buku yang diinginkan.

Melihat tumpukan buku tentunya akan terasa bahagia karena perlu waktu lama untuk mengumpulkannya. Selain itu, ketika sedang hari libur dan ketika merasa bosan, kita bisa bersih-bersih koleksi buku yang terkena debu supaya bersih kembali dan bisa lebih tahan lama. Ya, anggap saja bersih-bersih ini sebagi hobi baru

Memiliki perpustakaan pribadi.

Ketika kita butuh hiburan dan sedang merasa bosan, maka bisa melihat koleksi buku-buku, kemudian pilih dan baca salah satu sebagai sarana hiburan selain gawai.

Proses membelinya.

Sebenarnya proses membeli buku cetak bisa dengan 2 macam, yaitu online atau offline dengan datang ke toko. Bagi penggemar buku, akan lebih seru jika membeli dengan cara datang ke toko, sudah pasti disuguhi berbagai macam buku yang dijual.  Langkah pertama sudah pasti adalah mencari buku yang akan dibeli terlebih dahulu. Proses ini menurut cukup seru karena bisa sebagai sarana hiburan (keliling toko). Saat mencaripun jarang sekali langsung menemukan buku yang sedang dicari. Sudah pasti akan menjelajah banyak rak terlebih dahulu untuk mencarinya.

Alih-alih menemukan buku yang sedang dicari, biasanya malah berhenti di salah satu buku yang judulnya terkesan menarik, kemudian mengambil buku tersebut untuk dibaca sekilas. Saat membaca buku yang awalnya tidak diniatkan untuk membelinya, tak jarang malah merasa tertarik karena isinya bagus.

Alih-alih membeli buku yang sedang dicari, karena sudah terlanjur membaca buku yang ternyata isinya menarik, malah bingung sendiri untuk membeli yang mana—yang sejak awal ingin dibeli tapi belum ketemu, atau yang baru saja dibaca.

 

Keseruan inilah yang tidak didapat ketika membeli buku secara online, apalagi e-book. Karena dengan membeli secara online atau membeli e-book, umumnya kita hanya melihat ulasan, harga, dan stok buku, dan tidak merasakan adanya kebimbangan memilih karena telah membaca sekilas dari isinya.

Demikian pembahasan artikel mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat dan keseruan yang tentunya dapat berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *