Mencoba Pendekatan Neuro Parenting

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mencoba Pendekatan Neuro Parenting untuk memahami anak lelaki.

Mencoba Pendekatan Neuro Parenting

Secara kodrat, anak lelaki dan perempuan memang tidak sinkron. Tentunya hal ini jua berpengaruh pada bagaimana pembentukan karakter pada pola asuh dari anak-anak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Terdapat sebuah pendekatan parenting yang saat ini cukup populer yaitu neuro parenting, dengan menerapkan pola asuh sesuai disparitas struktur otak yang dimiliki oleh anak lelaki serta wanita.

Neuro parenting atau brain-based parenting merupakan pendekatan dalam parenting yang didasari oleh pemahaman cara kerja otak. Pendekatan ini mengkombinasikan ilmu neurosains serta prinsip psikologi.

Pendekatan parenting ini bermanfaat untuk membantu orang tua untuk mengetahui bagaimana cara kerja otak pada anak dan bagaimana interaksi lingkungan bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Perbedaan Otak Anak Lelaki dan Wanita

Perkembangan otak anak lelaki tidak sinkron dengan anak wanita, mulai dari bahasa, pemrosesan ingatan, visual spasial, aktualisasi diri emosi, sosialisasi paras, pemecahan problem hingga pembuatan keputusan.

Mencoba Pendekatan Neuro Parenting

Disparitas perkembangan otak anak lelaki dan wanita nantinya bisa menghipnotis bagaimana pola belajar dan kerja otak mulai dari masa kanak-kanak. Masing-masing memakai dominasi bagian otak yang tidak sama.

Wajar jika anak perempuan umumnya akan lebih cepat dalam hal kemampuan linguistik atau bahasa, sedangkan anak lelaki lebih baik dalam kemampuan visual.

Secara anatomi, biochemical dan fungsional otak anak lelaki dan wanita berbeda :

  • Anatomi
    Otak anak lelaki berbeda pada volume dan berat dibanding dengan anak perempuan.
  • Biochemical
    Otak anak wanita lebih banyak mengandung hormon serotonin sebagai akibatnya anak perempuan biasanya bisa lebih hening daripada anak lelaki.
  • Fungsional
    Perkembangan otak bagian kanan anak lelaki tumbuh serta berkembang lebih cepat dibandingkan otak kirinya karena adanya hormon testosteron yang menghambat pertumbuhan otak kiri.

Menjadikan anak lelaki akan lebih baik pada kemampuan spasial. Maka bisa dipahami bahwa di masa kanak-kanak mereka akan lebih dikuasai dengan otak kanan.

Penguasaan penggunaan otak kanan pada usia anak lelaki hingga kurang lebih usia 18 tahun, maka orang tua jangan heran jika pada usia kanak-kanak sampai remaja anak lelaki masih ingin bermain dan cenderung keras kepala.

Dampak penggunaan dominasi otak kanan akan terlihat pada anak lelaki. Biasanya mereka lebih hebat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Manfaat Mengetahui Pendekatan Neuro Parenting

Setelah mengetahui bagaimana pendekatan neuro parenting dan bagaimana perbedaan otak anak lelaki dan wanita, berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh dari pendekatan neuro parenting, diantaranya yaitu :

  1. Berdiskusi mengenai minat dan keinginan
    Anak lelaki diajak berdiskusi mengenai tentang minat dan keinginan mereka. Berkolaborasi dalam memutuskan tujuan serta mendukung minat mereka bisa membantu perkembangan diri.
    Jangan sampai memaksakan kemampuan akademik padahal anak lebih senang berolahraga, robotika, atau bermain game.
  2. Stimulasi Aktivitas yang sesuai
    Dengan memahami perkembangan otak anak, orang tua dapat menyusun stimulasi aktivitas serta interaksi yang sesuai.
    Anak lelaki akan lebih senang dengan stimulasi aktivitas belajar sembari bermain yang butuh kemampuan spasial, penalaran, dan pemecahan duduk perkara.
  3. Membacakan Buku
    Orang tua bisa membacakan buku dan berkomunikasi dengan anak untuk memperluas kosa istilah serta mempertinggi kemampuan bahasa mereka, karena biasanya anak lelaki cenderung kurang dalam kemampuan bahasa.
  4. Respon Positif
    Orang tua dapat lebih merespons anak lelaki dengan cara yang positif, lebih memahami serta empatik supaya dapat membuat dasar agama diri dan interaksi sosial yang sehat.

Tips Meluangkan Waktu Membaca

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai beberapa tips yang efektif untuk dapat meluangkan waktu membaca. Merencanakan waktu untuk membaca merupakan hal yang sangat gampang, tetapi jika tanpa motivasi yang kuat maka rencana tersebut akan sia-sia.

Tips Meluangkan Waktu untuk membaca

Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meluangkan waktu membaca. Dengan mengikuti beberapa tips dibawah ini, dipercaya akan mendapatkan motivasi lebih untuk meluangkan waktu sedikit untuk membaca buku, tips tersebut diantaranya yaitu :

Tips Meluangkan Waktu Membaca

  • Membaca jenis buku yang paling disukai
    Salah satu motivasi seseorang untuk membaca adalah membaca jenis buku yang paling disenangi, menjadi tertarik terhadap suatu buku sehingga muncul rasa senang terhadap sebuah buku.
    Nah, bagi pembaca pemula dapat mencoba untuk menbaca buku dengan topik yang disenangi, sehingga memiliki kebiasaan membaca yang tidak terasa memberatkan.
  • Membawa buku bacaan kemanapun pergi
    Ketika akan berpergian, dapat secara sengaja membawa buku yang ingin dibaca. Dengan adanya kebiasaan ini, maka akan lebih mudah tertarik untuk membaca buku.
    Terkadang terdapat situasi yang menjadikan seharusnya bisa membaca buku, misalnya sedang berada di perjalanan menuju suatu kota, maka dapat mengisi waktu dengan membaca buku, meskipun hanya sebentar.
  • Mempunyai buku digital pada ponsel
    Pada era digital sekarang ini, banyak penerbit yang menerbitkan karyanya melalui jalur digital, begitu juga dengan buku, buku ini disebut buku elektronik atau e-book yang tersedia pada ponsel.
    Membaca buku secara digital pada zaman modern ini lebih diminati daripada harus membawa-bawa buku. Buku digital juga biasanya memiliki harga yang lebih murah dibanding dengan buku cetak.
    E-book sangat cocok untuk pembaca yang membawa barang bawaan secukupnya, tetapi tetap ingin meluangkan waktu untuk membaca. Secara tidak langsung, e-book membantu mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan.
  • Membaca buku saat pagi atau malam hari

    Seseorang dapat membaca buku ketika pagi hari ketika belum mulai beraktifitas seperti bekerja atau pergi ke sekolah, dan ketika malam hari ketika selesai beraktifitas diluar rumah.
    Pada kedua waktu tersebut, biasanya orang-orang tidak terlalu banyak melakukan kegiatan, sehingga waktu dapat digunakan untuk membaca buku. Cukup membaca selama 15 menit hingga setengah jam, karena membaca membutuhkan konsistensi.

  • Mengesampingkan hal-hal yang menghambat membaca buku
    Salah satu tips untuk meluangkan membaca buku yaitu mengesampingkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang dapat menghambat untuk membaca buku, misalnya bermain media sosial dan game.
    Hal-hal tersebut dapat mengubah fokus yang awalnya untuk membaca buku, malah bermain ponsel. Oleh karena itu, ketika ingin fokus membaca buku, sebaiknya jauhkan terlebih dahulu ponsel yang mengganggu fokus.
  • Tentukan target bacaan

    Ketika sudah dapat meluangkan waktu untuk membaca, sebaiknya tentukan target yang ingin dicapai pada sebuah buku. Hal ini dapat memicu konsistensi meluangkan waktu untuk mencapai target untuk sebuah buku.

  • Bergaul dengan komunitas membaca
    Dengan bergaul dengan sekelompok orang yang memiliki hobi yang sama, maka akan ikut termotivasi untuk meluangkan waktu untuk membaca seperti yang dilakukan oleh teman-teman komunitas.
    Komunitas membaca biasanya dikenal sebagai penggiat literasi. Ada banyak komunitas penggiat literasi, tetapi belum terlalu menarik minat masyarakat yang berada di wilayah yang berbeda.
    Bersama dengan komunitas, mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai buku, mengenai mengisi waktu luang dengan membaca buku, sehingga akan lebih tertarik dan lebih semangat dalam menghabiskan waktu untuk membaca.

Memilih Waktu Untuk Membaca

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memilih waktu yang nikmat untuk membaca buku. Buku merupakan jendela dunia, hal ini sudah menjadi rahasia umum para penikmat buku.

Bagi beberapa orang, membaca buku merupakan salah satu langkah untuk healing atau bersantai sejenak dari padatnya aktifitas. Memilih waktu yang tepat untuk membaca buku bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Memilih Waktu Untuk Membaca

Tetapi setiap orang memiliki pendapat masing-masing mengenai kapan waktu untuk membaca buku yang tepat. Ada yang suka membaca buku sebelum melakukan aktifitas, ada yang setelah bekerja seharian, bahkan menjelang tidur.

Memilih Waktu yang Tepat untuk Membaca Buku

Biasanya orang-orang memilih beberapa waktu dibawah ini untuk membaca buku, hal ini tergantung kesenangan dan kebutuhan masing-masing pembaca, diantaranya yaitu :

  • Dini Hari

Beberapa orang memilih membaca buku ketika dini hari atau sebelum tidur malam. Apabila ingin tidur tetapi mata masih terjaga, dapat mencoba untuk membaca buku, karena terdapat rasa nyaman ketika membaca buku di malam hari.

Waktu ini juga dipercaya untuk menaikkan kualitas tidur. Waktu dini hari memiliki kesunyian dan keheningan yang bagus, sehingga dipercaya dapat memimbulkan suasana yang baik untuk tidur maupun istirahat.

Untuk mempermudah tidur, bisa mencoba membaca buku yang sifatnya ringan, seperti novel atau buku mengenai kesadaran diri sendiri (mindfullness).

  • Pagi hari ketika mentari terbit

Membaca buku ketika akan terbit mentari menjadikan seseorang lebih fokus untuk mengetahui sesuatu hal, karena pada waktu ini suasana masih sangat tenang. Hanya ada suara ayam berkokok dan udara yang masing segar, belum adanya suara kendaaran dijalanan, dan belum adanya suara orang berlalu-lalang.

Waktu ini sangat baik untuk pelatihan fokus dan menimba ilmu. Membaca buku dapat menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan sebelum beraktifitas. Ketika pagi hari juga waktu yang tepat bagi otak untuk lebih cepat memahami bacaan, karena kondisi pikiran masih segar.

  • Ketika Bangun Tidur

Ketika bangun tidur, otak akan berfikir kegiatan apa yang akan dilakukan setelahnya, maka dapat membaca buku. Hal yang wajib dihindari saat bangun tidur yaitu mengoperasikan ponsel, karena dapat memicu rasa malas untuk bangun dari tempat tidur.

Saat bangun tidur merupakan waktu yang paling produktif bagi seseorang, baik bangun tidur pada pagi, siang, sore, maupun malam hari. Kepuasan setelah bangun tidur menjadikan lebih mudah fokus, sehingga baik digunakan untuk membaca buku.

  • Saat Turun Hujan

Banyak orang yang menyukai suasana ketika hujan turun karena bisa memberikan perasaan hangat dan syahdu untuk membaca. Hujan bisa dikatakan obat untuk menenangkan jiwa dan pikiran.

Hujan dapat mengakibatkan suasana sebagai lebih dingin dan damai. Hal ini tentu cocok untuk orang yang suka menghayal dan mencari wangsit saat sela-sela aktivitas kesehariannya. Hujan dapat menjadikan seseorang menjadi lebih sensitif.

Daya pikir otak yang tercipta pada saat hujan turun akan mengalami peningkatan 3 kali lipat karena suasana yg nyaman. Maka dari itu, teman yang cocok ketika hujan adalah buku dan secangkir minuman hangat.

  • Setelah Mandi

Pada waktu engkau bangun di pagi hari, apabila masih merasa ngantuk dan susah untuk diajak beraktivitas, mandi dapat menjadi obat yang mujarab untuk menghilangkan rasa kantuk sekaligus membuat pikiran lebih segar.

Bagi orang yang tidak terlalu menyukai kegiatan membaca buku memiliki anggapan bahwa goresan pena yang mungil dan banyak akan sangat cepat memunculkan rasa kantuk.

Maka dari itu, mandi bisa dipergunakan menjadi obat atau solusi untuk menghilangkan rasa kantuk dan rasa bosan. Beberapa orang juga mengaku bisa mengatasi beraneka macam kendala, sebagai akibatnya lebih fokus untuk memulai baca buku.

Cara Membaca Watak Seseorang

Pada artikel kali ini akan membahas tentang cara membaca watak seseorang. Dengan adanya aneka macam watak manusia yang kita temui, tentunya kita ingin memahami bagaimana cara agar kita bisa membaca watak seseorang, agar kita mudah bersosialisasi dan berteman dengan sekitar dan dengan banyak orang.

Cara Membaca Watak Seseorang

Berikut terdapat beberapa cara membaca watak seorang yang perlu kamu ketahui :

Cara Membaca Watak Seseorang

Cara Bersalaman

Secara refleks biasanya seorang akan bersalaman atau berjabat tangan sebagai indikasi perkenalan. Jika waktu berjabat tangan terasa kuat, maka itu menandakan rasa percaya diri yang tinggi pada seorang, serta sebaliknya, bila terasa lemah, menunjukkan kurangnya rasa percaya diri orang tersebut. Jabatan tangan seseorang yang kuat atau erat juga menunjukkan orang tersebut ekspresif, ekstrovert, dan tidak pemalu.

Cara Menghargai waktu

Orang yang aktif biasanya sangat menghargai waktu, dan tidak suka mengulur-ulur saat, dan sebaliknya, seseorang yang tak jarang tidak tepat waktu umumnya dikenal dengan image yang negatif. Namun, dalam kondisi tertentu, seseorang yang sering datang terlambat bukan berarti orang yang tidak mampu menghargai orang lain, hanya saja, mungkin ia memiliki karakter yang kalem, sehingga cara memanage waktunya kurang sempurna.

Cara Memperlakukan Orang Lain

Membaca watak asli seseorang juga bisa kita lihat dari cara ia memperlakukan orang lain, khususnya yg posisinya lebih rendah berasal dirinya. contohnya, cara memperlakukan pelayan toko, pedagang pinggir jalan, tukang parkir, dan lain sebagainya. Perlakuan yg jelek kepada orang-orang yang lebih rendah darinya akan memberi kesan kepada seorang ihwal watak aslinya.

Cara Makan dan Minum

Konon, seorang yang sedang minum serta melihat ke dalam cangkirnya, mengindikasikan orang tersebut orang yg sadar diri, mawas diri, serta orang yg penekanan. saat sedang makan, amatilah beberapa hal berikut :

  • Orang yang makan dengan pelan/lambat, umumnya dikenal orang yang mudah dikontrol dan dapat menghargai hidup.
  • Dengan cara makan pilih-pilih, umumnya ialah tipe orang yang berani mengambil resiko, serta menyukai tantangan.
  • Orang yang cenderung menentukan makanan yang di sukai saja, umumnya orang yang simpel cemas dan mudah emosi.
  • Senang memisahkan makanan pada piring sesuai jenisnya, umumnya ia tipe orang yang detail pada segala hal dan sangat berhati-hati saat melakukan apapun.

Melihat Tulisan Tangan

Umumnya tulisan sebagai ciri khas seseorang untuk mudah dikenali. Dalam ilmu analisa tulisan disebut grafologi. Berikuti terdapat beberapa makna melihat tulisan tangan :

  • Memakai huruf kapital, mengindikasikan bahwa orang tersebut terbuka serta memiliki orientasi, dan menggunakan huruf mungil biasanya mengindikasikan orang tersebut tertutup.
  • Tulisan tangan yg miring kanan atau kiri, menandakan sifat ramah kepada siapa saja.
  • Tulisan tangan yang tegak memberikan sifat yg kaku.

Cara Kontak Mata

Membaca watak seorang juga mampu kita lihat dari cara pandang seseorang saat sedang berbicara dengan lawan bicaranya. Orang yang tak memandang atau kontak mata dengan lawan bicaranya, umumnya orang yang kurang percaya diri dan pemalu. Sebaliknya, orang yang melakukan kontak mata dengan benar ketika sedang berbicara dengan lawan bicaranya, umumnya menunjukkan seseorang yang mempunyai percaya diri yang tinggi serta mudah bersosialisasi.

Cara seorang Berjalan

Gaya seseorang saat berjalan berbeda-beda dan mempunyai makna tersendiri, diantaranya yaitu :

  • Berjalan cepat, mengindikasikan orang yang produktif, senang berpikir dengan logika, namun umumnya orang seperti ini senang bersaing serta cenderung dingin.
  • Jalan dengan berjinjit, menandakan seorang dengan sifat yang introvert, tetapi sopan.
  • Berjalan dengan lambat, mengindikasikan sifat seorang yang lebih tertarik pada orang lain ketimbang pekerjaannya, lebih tertarik urusan pribadi daripada berkarir.
  • Jjalan dengan dada mengarah ke depan, menandakan seseorang yang supel, praktis berteman, serta orang yg menyenangkan.

Reaksi Saat Marah 

Orang yang mudah terpancing emosinya pasti akan mudah marah, bahkan dengan hal-hal yang sepele. Berbeda dengan orang yang penyabar, maka akan cenderung berpikir panjang sebelum bertindak dan lebih bisa mengontrol emosi saat dirinya sedang marah.

Cara Menghadapi Masalah

Tidak berbeda jauh dengan reaksi ketika marah, watak seseorang juga mampu ditinjau ketika ia sedang menghadapi dilema. Apabila ia mempunyai sifat yang sabar, tentunya akan tetap hening serta mencoba mencari solusinya.
Sebaliknya, apabila tidak sabaran, maka akan mudah stres serta selalu mengeluh, yang memungkinkan seseorang salah dalam mengambil keputusan.

Cara Menanggapi Candaan

Orang yang kalem akan menanggapi candaan dengan terbuka serta mudah akrab. Berbeda dengan seseorang yang mudah tersinggung, otomatis akan sulit untuk diajak bercanda, umumnya orang seperti ini merupakan pribadi yang tertutup dan tidak mudah bergaul.

Raut Wajah

Emosi wajah akan gampang terlihat saat kita berbicara, dan ini bisa sebagai ciri khas karakter seorang. Misalnya, banyaknya kerutan di dahi menunjukkan seorang yang banyak berpikir atau rasa khawatir yang berlebihan, garis di sudut mata mengindikasikan dia acapkali tersenyum, atau bila seseorang cemberut mengindikasikan ia sedang merasa kesal, marah atau terdapat hal yang ia tak sukai.

Demikian pembahasan tentang cara membaca watak seseorang, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sedang menggali informasi mengenai kepribadian seseorang.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial untuk mendukung pola berfikir dan pandangan bagi generasi milenial. Dampak positif dari membaca buku yang paling dasar adalah menambah pengetahuan. ‘Buku adalah jendela dunia’ merupakan suatu frasa yang sering kita dengar karena dengan membaca buku, imajinasi menjadi terbuka, pikiran menjadi berkelana, dan hal tersebut tentu saja memberikan hasil yang positif untuk meningkatkan kreativitas.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Jika kamu tertarik untuk mencoba mengisi waktu luang dengan membaca buku, kamu bisa membaca buku tentang generasi milenial untuk mencari inspirasi dalam menjalani hidup. Dilansir dari Kompas, dalam hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 disebutkan bahwa generasi Z dan milenial mendominasi komposisi penduduk Indonesia pada saat ini. Buat kamu yang termasuk ke dalam generasi milenial tentunya saat ini sedang dalam masa produktif. Jadi, kamu setiap hari pasti disibukkan dengan bekerja dan menghadapi berbagai permasalahan orang dewasa lainnya.

Dalam artikel kali ini akan merekomendasikan beberapa buku tentang generasi milenial yang bisa kamu jadikan bacaan untuk mencari inspirasi.

Generasi Langgas : Millennials Indonesia (2016, Yoris Sebastian)

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Buku ini bercerita tentang generasi muda Indonesia yang lahir di antara tahun 1980-2000, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan generasi millennials. Generasi inilah yang menentukan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya.

Pola perilaku millennials yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, baik di lingkup pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, sering kali diberi cap kurang baik, seperti generasi instan, generasi copas, hingga generasi nggak mau susah.

Buku ini mencoba untuk memberikan pandangan berbeda bahwa generasi millennials bisa menjadi generasi terbaik yang dimiliki Indonesia jika mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman sesama millennials.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (2016, Mark Manson)

Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson melalui blog nya yang sangat populer telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren di dalam buku hebat ini.Argumennya, : tidak semua orang bisa menjadi luar biasa–ada para pemenang dan pecundang di masyarakat dan beberapa diantaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda.

Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya. Inilah sumber kekuatan yang paling nyata. Tepat saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan dan ketidakpastian – tepat saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan, saat itulah kita mulai menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang selama ini kita cari dengan sekuat tenaga.

Filosofi Teras (2018, Henry Manampiring)

Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, atau filosofi teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, filosofi teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan generasi milenial dan gen-z masa kini.

Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life (2016, Francesc Miralles dan Hector Garcia)

Buku tentang generasi milenial yang satu ini memuat tentang filosofi Jepang yang disebut dengan Ikigai. Secara harfiah Ikigai berarti nilai kehidupan. Memang dalam buku ini pembaca akan diajak untuk mencari tahu rahasia yang dimiliki oleh orang Jepang yang selalu bahagia dan berumur panjang. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang Jepang untuk menjalani kehidupan yang bisa membuat mereka berumur panjang. Misalnya dari memilih makanan, olahraga, serta gaya hidup sehat lainnya.

Selain itu, dalam Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life juga dijelaskan bahwa setiap orang memiliki nilai kehidupan yang berbeda-beda. Jadi, buku ini bisa membantumu mengetahui seperti makna kehidupanmu. Kemudian, kamu juga lebih paham seperti apa cara menjalani kehidupan yang sebaik-baiknya demi hidup yang lebih bahagia.

Generasi Eksplorasi (2019, IDN Times)

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah isinya disusun berdasarkan survei yang langsung dilakukan oleh tim IDN Times.
Generasi millennial adalah generasi yang sedang dalam fase eksplorasi mencari jati diri. Dikenal boros, namun mereka rela bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Merekalah pelukis wajah Indonesia 20-30 tahun ke depan. Apa yang mereka sukai? Nilai apa yang mereka percayai? Bagaimana sikap mereka terhadap politik? Apa yang mereka lakukan ketika sedang online? Buku ini, yang diangkat dari survei, menjawab semua itu. Juga pertanyaan-pertanyaan lain seputar generasi millennial Indonesia.

Demikian beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial, semoga rekomendasi buku di atas bisa membantu para generasi milenial untuk mendapatkan inspirasi sehingga bisa menjadi manusia yang lebih semangat dan lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Artikel kali ini akan membahas mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca merupakan jendela dunia, karena dengan membaca akan  mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan.

Jika melihat dari kehidupan sehari-hari—dan melihat informasi di internet—memang sudah kita ketahui bahwa generasi milenial ini merupakan generasi yang banyak berinteraksi dengan media elektronik. Sehingga mungkin akan terkesan aneh apabila ada generasi milenial yang membaca menggunakan media cetak—entah itu buku, majalah, ataupun koran.

Bagi yang suka membaca buku, pasti pernah mendapat komentar dari teman atau saudara “ih rajin banget”. Padahal buku yang kita baca bisa saja hanya buku hiburan semata.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Ada beberapa keseruan membaca buku cetak, diantaranya :

Tidak membuat mata pedas, atau perih dan sejenisnya.

Pada zaman serba digital ini, kita semua tentunya sudah akrab sekali dengan gawai (smartphone), mulai dari bangun tidur, aktifitas harian, sampai menjelang tidur lagi kita sudah pasti susah lepas dari gawai. Sehingga memicu terjadinya mata pedas atau perih. Hal ini dapat dihindari dengan membaca buku, karena dengan membaca buku tidak terdapat radiasi layar seperti pada gawai sehingga lebih ramah bagi mata, baik mata yang sudah lelah ataupun yang masih segar.

Tidak ada notifikasi masuk yang mengganggu dan bisa langsung dilirik.

Ketika kita membaca e-book pada ponsel, umumnya ditengah-tengah aktivitas membaca, ada notifikasi yang masuk. Notifikasi ini sebenarnya cukup mengganggu aktifitas membaca karena selain muncul dorongan untuk segera membukanya, juga mengganggu konsentrasi saat sedang membaca. Sedangkan pada media cetak, tentu tidak akan ada notifikasi seperti itu yang dapat mengganggu aktivitas membaca, kecuali panggilan “alam”.

Merasa puas karena berhasil mengoleksi buku yang diinginkan.

Melihat tumpukan buku tentunya akan terasa bahagia karena perlu waktu lama untuk mengumpulkannya. Selain itu, ketika sedang hari libur dan ketika merasa bosan, kita bisa bersih-bersih koleksi buku yang terkena debu supaya bersih kembali dan bisa lebih tahan lama. Ya, anggap saja bersih-bersih ini sebagi hobi baru

Memiliki perpustakaan pribadi.

Ketika kita butuh hiburan dan sedang merasa bosan, maka bisa melihat koleksi buku-buku, kemudian pilih dan baca salah satu sebagai sarana hiburan selain gawai.

Proses membelinya.

Sebenarnya proses membeli buku cetak bisa dengan 2 macam, yaitu online atau offline dengan datang ke toko. Bagi penggemar buku, akan lebih seru jika membeli dengan cara datang ke toko, sudah pasti disuguhi berbagai macam buku yang dijual.  Langkah pertama sudah pasti adalah mencari buku yang akan dibeli terlebih dahulu. Proses ini menurut cukup seru karena bisa sebagai sarana hiburan (keliling toko). Saat mencaripun jarang sekali langsung menemukan buku yang sedang dicari. Sudah pasti akan menjelajah banyak rak terlebih dahulu untuk mencarinya.

Alih-alih menemukan buku yang sedang dicari, biasanya malah berhenti di salah satu buku yang judulnya terkesan menarik, kemudian mengambil buku tersebut untuk dibaca sekilas. Saat membaca buku yang awalnya tidak diniatkan untuk membelinya, tak jarang malah merasa tertarik karena isinya bagus.

Alih-alih membeli buku yang sedang dicari, karena sudah terlanjur membaca buku yang ternyata isinya menarik, malah bingung sendiri untuk membeli yang mana—yang sejak awal ingin dibeli tapi belum ketemu, atau yang baru saja dibaca.

 

Keseruan inilah yang tidak didapat ketika membeli buku secara online, apalagi e-book. Karena dengan membeli secara online atau membeli e-book, umumnya kita hanya melihat ulasan, harga, dan stok buku, dan tidak merasakan adanya kebimbangan memilih karena telah membaca sekilas dari isinya.

Demikian pembahasan artikel mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat dan keseruan yang tentunya dapat berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Manfaat Membaca Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas mengenai manfaat membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan. Tidak jarang orang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia.

Manfaat Membaca Buku bagi Generasi Milenial

Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang akan sangat membantu dan menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan pada zaman sekarang ini, bahkan jarang sekali kita temukan generasi muda yang senang membaca.

Selain dikarenakan menjamurnya perkembangan zaman dengan teknologi yang serba canggih, memanjakan orang dalam mengakses sesuatu di internet. Sehingga mereka lebih sering membaca tulisan di sosial media dibanding membaca tulisan di buku buku. Tak jarang perpustakaan di kampus atau di sekolahan terdapat banyak debu.

Dari sekian pesatnya perubahan konvensional mereka bermigrasi ke sistem online, tetapi masih ada juga sebagian dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.

Bagi seorang kutu buku, mungkin mereka beranggapan bahwa ia termasuk spesies langka saat ini. Mereka di luar sana yang masih dalam zona nyamannya, terlena dengan waktu yang sia sia harusnya mulai berani membuka buku dengan niat menghilangkan kebodohan, sebab apabila orang tersebut tidak mau membaca maka seumur hidup dia tidak akan membaca.

Lalu, apa saja manfaat membaca buku bagi generasi milenial?

Membaca membuat kita berpikir kritis dan berwawasan

Salah satu manfaatnya yaitu mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Saat membaca, kita tidak sekedar mengeja kata demi kata, tetapi memikirkan secara mendalam. Untuk mengingat perkembangan informasi yang cepat, ada baiknya kita membandingkan informasi yang kita terima dengan informasi serupa dari sumber-sumber lain yang terpercaya. Jika kita terbiasa untuk membaca dengan teliti dari berbagai sumber, kita juga melatih diri untuk menyikapi berita secara kritis.

Membaca membuat kita lebih selektif dalam menanggapi sesuatu

Penyebaran informasi sudah banyak dilakukan para pengguna media sosial karena biasanya mereka tidak membaca berulang kali informasi yang mereka dapat. Mereka dengan kepolosannya menyebarkan suatu berita atau peristiwa secara langsung tanpa meyakinkan apakah itu memang benar nyatanya atau kebohongan semata. Ini menjadi penyebab beredar berita yang diragukan kebenarannya (hoax). Iklim provokasi pun tercipta bahkan bisa merusak persepsi seseorang terhadap suatu hal atau peristiwa.Dengan membaca berulang kali, seharusnya informasi yang diterima kita cerna terlebih dahulu. Sebagai pembaca, kita harus terbiasa cermat dan teliti kembali untuk menguji kebenaran informasi tersebut agar informasi yang kita bagikan lebih bermanfaat jika dapat dipercaya kebenarannya

Membaca membuat kita pintar berwawasan berbagai pengetahuan

Ketika kita membaca, informasi yang dibaca mata akan ditransfer ke otak menjadi amunisi, yakni pengetahuan dan wawasan. Semakin banyak yang kita baca, semakin banyak pula pengetahuan dan wawasan kita. Kaya pengetahuan dan wawasan menjadikan kita bijaksana dalam bersikap dan berlaku. Kaya pengetahuan dan wawasan menjadikan kita tidak mudah menghakimi orang lain karena kita memiliki sudut pandang yang luas. Ada banyak manfaat ketika kita kaya pengetahuan dan wawasan yang tentunya lebih berharga dari pada segalanya.

Membaca dapat menambah literasi

Ketika kita membaca buku, kita akan menemui kosakata-kosakata baru; baik teratur, tidak teratur, tertata dan tidak tertata. Kosakata-kosakata yang kita jumpai tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan mutu literasi berbicara kita. Karena sesuai paparan di atas bahwa kegiatan ini bekerja dengan cara mentransfer informasi yang dibaca mata ke otak, kemudian di otak menjadi amunisi, yakni pengetahuan dan wawasan. Otomatis ketika seseorang hendak berbicara, ia akan berbicara sesuai dengan pengetahuan dan wawasannya. Orang yang banyak membaca akan terdidik karena kaya pengetahuan dan wawasan. Sehingga bicaranya pun juga terdidik, tentunya lebih bermutu.

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat yang tentunya berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Demikian pembahasan mengenai manfaat membaca buku bagi generasi milenial yang terlihat sepele tetapi memiliki dampak yang luar biasa jika digemari.