Pada artikel kali ini akan membahas mengenai olahraga apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup seseorang. Olahraga merupakan salah satu aktifitas yang seru untuk dilakukan, selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
Dalam faktanya, rutin berolahraga dapat mencegah penyakit kronis, hingga dapat memperpanjang usia. Bahkan beberapa tipe olahraga dapat membantu fisik dan hidup menjadi lebih kuat dan berhasil untuk mengulur waktu hidup yang lebih panjang.
Jenis Olahraga Meningkatkan Harapan Hidup
Berdasarkan penelitian, olahraga dipercaya dapat berperan untuk meningkatkan harapan hidup seseorang. Orang-orang yang hampir tidak pernah berolahraga lebih mungkin untuk meninggal lebih cepat dibandingkan dengan orang yang rutin berolahraga.
Olahraga dapat dilakukan dimanapun, mulai dari rumah, lingkungan sekitar tempat tinggal, hingga di fasilitas olahraga yang disediakan. Berikut ini beberapa jenis olahraga yang dipercaya dapat meningkatkan harapan hidup, diantaranya yaitu :
- Badminton (bulu tangkis)
Badminton (bulu tangkis atau tepuk bulu) merupakan olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya serta memiliki gagang, yang disebut dengan raket.
Olahraga ini dimainkan oleh 2 orang maupun 2 pasangan yang saling berlawanan. Berdasarkan studi, olahraga badminton dapat memperpanjang harapan hidup seseorang yang rutin melakukannya. - Bersepeda
Bersepeda merupakan kegiatan rekreasi sekaligus olahraga dan menjadi salah satu moda transportasi darat. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya perbukitan, medan yang terjal maupun hanya sekadar dipedesaan dan perkotaan saja.
Berdasarkan penelitian, partisipan yang bersepeda selama empat jam atau lebih setiap minggunya dapat menambah rata-rata 3,7 tahun usia mereka . -
Berenang
Berenang merupakan kegiatan yang menuntut untuk aktif bergerak didalam air. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk olahraga maupun rekreasi. Berenang berguna sebagai alat pendidikan, rekreasi yang sehat, menanamkan keberanian, percaya diri, dan sebagai terapi yang direkomendasikan dokter.
Olahraga ini memiliki segudang manfaat, salah satunya menambah umur. Menurut Guardian, atlet pria yang melakukan olahraga di air, berpotensi memiliki umur yang lebih panjang sebesar 22 persen, attau 3,9 tahun hidup lebih lama daripada mereka yang tidak bergerak. - Jogging (jalan santai)
Joging atau berlari kecil juga bisa meningkatkan kemungkinan umur panjang hingga 3,2 tahun daripada mereka yang tidak berolahraga. Masih dari sumber yang sama, studi yang didanai Bayes Business School menemukan, pelari jarak jauh memiliki kemungkinan sedikit berumur panjang dibanding mereka yang berlari jarak pendek. - Senam
Dikutip dari Eating Well, olahraga aerobik berupa senam juga bisa meningkatkan harapan hidup seseorang hingga 3,1 tahun dibanding mereka yang tidak. - Tenis Lapangan
Studi menunjukkan bahwa olahraga tenis lapangan bisa memperpanjang umur hingga 9,7 tahun dibanding mereka yang tidak berolahraga. Meskipun begitu, penelitian belum menemukan hubungan antara olahraga tenis dengan kemungkinan umur panjang. - Sepak Bola
Olahraga yang melibatkan kelompok ini terbukti bisa meningkatkan angka harapan hidup hingga 4,7 tahun dibandingkan mereka yang tidak bergerak. Olahraga satu ini menuntut pelaku untuk bergerak lebih aktif.
Durasi Terbaik untuk Olahraga
WHO menyarankan olahraga intensitas sedang sebaiknya dilakukan selama 150-300 menit per minggu. Sementara itu, olahraga dengan intensitas berat pada orang dewasa dianjurkan dilakukan selama 75-150 menit per minggu.
Kendati demikian, yang berolahraga lebih dari anjuran itu justru mampu melampaui level hidup lebih lama. Penelitian itu dilakukan dengan menganalisis lebih dari 116.000 orang dewasa selama 30 tahun dan diterbitkan dalam jurnal American Heart Association Circulation.
Hasilnya, risiko kematian dini menurun pada mereka yang melaporkan berolahraga dengan intensitas berat selama 150-300 menit selaman seminggu. Risiko penurunan kematian dini juga terjadi pada mereka yang memiliki aktivitas sedang selama 300-600 menit per minggu.