Strategi Konsep Frugal Living

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana strategi konsep frugal living.

Frugal living ialah praktik menghemat uang dengan hidup secara irit namun tetap mendapatkan kualitas hidup yang baik. Memprioritaskan kebutuhan dan pengeluaran keuangan untuk hal-hal yang dibutuhkkan.

Tren frugal living menjadi pilihan karena sangat relate dengan kehidupan saat ini. Menjadi anak muda yang ingin menerapkan hidup ala frugal living sebenarnya sangat mudah serta efisien.

Strategi Konsep Frugal Living

Frugal living bukan hanya hidup secara ekonomis, melainkan lebih menghargai dan mengelola uang untuk hal-hal yang lebih diharapkan untuk memenuhi dan menjalani rutinitas kehidupan.

Beberapa strategi untuk menerapkan konsep frugal living dalam kehidupan, diantaranya yaitu :

  • Membuat Anggaran
    Pantau pengeluaran dengan cermat dan identifikasi pos yang bisa dihemat. Alokasikan dana untuk kebutuhan penting dan kurangi pengeluaran untuk barang yang tidak perlu.
    Membuat aturan secara rinci yang mencakup semua pendapatan serta pengeluaran. Ini membantu melihat di mana uang sebenarnya dan memungkinkan untuk menghasilkan keputusan yang lebih bijak.
    Hal ini akan membuat tidak konsumtif dan boros.
  • Bersikap Positif
    Fokus pada hal yang dimiliki daripada hal yang tidak dimiliki. Frugal living wajib menjadi perjalanan yang memberdayakan dan memuaskan, bukan pengorbanan atau kekurangan.
  • Memprioritaskan Kebutuhan
    Bedakan antara kebutuhan dan cita-cita. Fokuskan pengeluaran pada kebutuhan utama seperti tempat tinggal, kuliner, kesehatan, serta pendidikan, sembari meminimalkan pengeluaran untuk barang-barang yang tidak perlu.
  • Membudayakan Kesederhanaan
    Kurangi hasrat untuk memiliki barang mewah yang hiperbola. Pertimbangkan untuk menggunakan barang yang benar diperlukan dan rasakan kebahagiaan dari hal sederhana.
    Dengan menjalani hidup yang lebih sederhana, akan merasa lebih puas serta bisa berhemat uang.
  • Minimalisir Pengeluaran Utilitas

    Kurangi konsumsi tenaga dengan mematikan alat-alat listrik yang tidak digunakan. Matikan lampu sewaktu tidak dipergunakan, cabut peralatan ketika tidak digunakan
    Pertimbangkan untuk beralih ke penyedia layanan yang lebih murah, atau menggunakan energi terbarukan.

  • Menabung Secara Rutin
    Jadikan menabung sebagai norma bulanan. Simpan sebagian pendapatan menjadi dana darurat dan tabungan untuk keperluan masa depan serta keperluan tidak terduga.
  • Belanja dengan Bijak
    Bandingkan harga pada beberapa toko, gunakan kupon, dan manfaatkan bonus. Pertimbangkan membeli barang bekas atau refurbished untuk menghemat biaya.
  • Makan makanan rumahan
    Rencanakan kuliner dengan bijak, mengolah pada tempat tinggal, dan hindari makan di luar sesering mungkin. Tidak hanya menghemat uang, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat.
    Masak makanan sendiri untuk berhemat banyak uang, sembari tetap makan sehat.
  • Menggunakan Kembali dan Perbaiki
    Manfaatkan sumber daya yang dimiliki. Diperbaiki atau digunakan kembali barang-barang bisa menghemat uang pada jangka panjang.
    Perbaiki sandang daripada membuangnya, serta pakai kembali wadah untuk menyimpan isi ulang.
    Perbaiki barang-barang yang rusak, pertimbangkan untuk membeli barang bekas, dan mempelajari keterampilan DIY (Do It Yourself) untuk menghemat biaya jasa.
  • Mengurangi Consuming

    Prioritaskan pengalaman serta layanan daripada hal-hal material. Pertimbangkan dengan cermat sebelum melakukan pembelian besar.
    Tanyakan pada diri sendiri apakah barang atau layanan tersebut benar-benar diharapkan serta memberikan nilai tambah yang sebanding dengan harganya.
    Pertimbangkan konsumsi secara bertanggung jawab. Belanjalah hanya untuk kebutuhan sebenarnya, hindari pemborosan, serta pertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari pembelian tersebut.

  • Mencari Penghasilan Tambahan
    Dapatkan pekerjaan sampingan, jual barang yang tidak diperlukan, atau mulai bisnis kecil. Penghasilan tambahan bisa membantu melunasi utang lebih cepat serta menabung untuk masa depan.

Frugal Living VS Pelit

Setelah membahas mengenai konsep frugal living, pada artikel kali ini akan membahas mengenai frugal living VS pelit. Gaya hidup frugal sedang ramai jadi buah bibir masyarakat. Tapi tak sedikit juga yang menyamakan gaya hidup frugal dengan pelit.

Frugal living adalah konsep hidup yang fokus pada prioritas keuangan dan mampu mengatur pengeluaran. Seseorang yang ingin menerapkan gaya hidup frugal harus paham apa tujuan keuangan mereka dan bagaimana mencapai tujuan tersebut.

Jadi dalam menjalani gaya hidup ini harus ada visi dan misi hidup, ada daftar impian dan tujuan hidup untuk masa depan. Konsep ini secara sederhana sering dimaknai sebagai gaya hidup hemat atau irit terhadap pengeluaran agar dapat menabung lebih banyak.

Frugal Living

Frugal living diartikan sebagai konsep dimana seseorang mengalokasikan dana yang dimiliki dengan kesadaran penuh (mindfull), dengan pertimbangan dan analisis yang baik disertai dengan strategi pencapaian tujuan keuangan masa depan yang jelas.

Seseorang yang mengadopsi frugal living akan memilih memasak makanan sehat daripada membeli makanan di luar, membeli produk lokal berkualitas tanpa harus maniak merek, tidak memusingkan fashion atau gadget yang terus menerus up to date.

Namun para penganut frugal living akan terus menikmati hidup berkualitas dengan standar yang mereka tetapkan tanpa harus goyah dengan pendapat orang lain, demi tercapainya tujuan keuangan jangka panjang yang telah ditetapkan.

Jumlah penduduk dunia yang terus meningkat, sumber daya yang semakin terbatas, tidak menghambur-hamburkan sumber daya dengan percuma, tidak makan dengan berlebihan, dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang merusak bumi.

Konsep hidup frugal living secara langsung dapat berhubungan dengan upaya-upaya menyelematkan bumi dari pencemaran lingkungan.

Frugal living ini yang menjadi strategi untuk mencapai visi keuangan tersebut. Gaya hidup ini tidak serta merta membuat seseorang dari makan 3 hari sekali menjadi 1 hari saja. Atau secara ekstrim berhemat seperti memotong anggaran bulanan misalnya Rp10 juta menjadi hanya Rp1 juta per bulan.

Ada langkah-langkah yang harus diterapkan dalam menjalani gaya hidup ini. Misalnya saja evaluasi pengeluaran selama ini, membuat prioritas dalam pengeluaran, bahkan dalam frugal living yang hemat kamu juga perlu investasi.

Frugal Living VS Pelit

Menjalani gaya hidup iniĀ akan membuat kamu menghilangkan “keinginan yang lain” dalam anggaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Contohnya saja misalnya kamu bisa menghabiskan anggaran untuk kopi Rp50.000 saat hari kerja. Sehingga dalam sebulan kamu bisa menghabiskan Rp1.000.000 untuk segelas kopi setiap hari.

Padahal kamu bisa membeli mesin kopi yang saat ini sudah didapatkan dengan harga Rp900.000 – Rp1.000.000 yang bisa digunakan beberapa tahun. Lalu kopi bubuk seharga Rp 100 ribuan bisa untuk konsumsi 4-5 hari kerja. Sehingga bisa jauh lebih hemat ketimbang beli di toko.

Makna Pelit

Pelit sebenarnya adalah sikap serakah, yang dipikirkan hanyalah keuntungan diri sendiri.

Pelit akan tetap serakah tapi untuk dirinya sendiri, agar uangnya tetap terjaga untuk sifat keserakahan itu, mereka akan malas untuk mengeluarkan dana untuk keperluan yang dianggap bisa mengancam uangnya.

Frugal Living VS Pelit

Jadi perbedaannya adalah tetap ada pemborosan di pribadinya, tidak ada mengukur pengeluaran apalagi menata tujuan keuangan.

Memang sekilas tampak sama karena frugal pada akhirnya memotong pengeluaran yang sebenarnya bisa dicari alternatif demi tujuannya. Begitupun hidup pelit yang lebih selektif untuk pengeluarannya, tapi untuk tujuan ‘happy-happy’.