Orang Sukses Mengendalikan Stres

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana kebiasaan orang sukses dalam mengendalikan stres.

Setiap orang bisa mengalami stres, entah sebab tekanan pekerjaan, ekonomi, atau permasalahan hidup.

Orang sukses juga mampu merasakan hal yang sama, tetapi mereka mempunyai kebiasaan eksklusif dalam mengendalikan stres.

Stres perlu dikendalikan supaya mood atau suasana hati tetap terjaga, tidak memengaruhi kualitas tidur, dan kondisi kesehatan.

Jika stres tidak diatasi, kondisi ini mampu berujung pada depresi atau hilangnya minat pada suatu hal yang disenangi.

Orang Sukses Mengendalikan Stres

Bagaimana Orang Sukses Mengendalikan Stres

Belajar dari sejumlah orang sukses, berikut beberapa kebiasaan yang mereka lakukan buat mengelola stres.

Warren Buffett

Pengusaha Warren Buffett melalui berderma merupakan salah satu caranya untuk mengendalikan stres. Beliau mempunyai hobi yang membantunya terhindar dari stres, yaitu bermain ukulele.

Berdasarkan studi dari University of California, melakukan kegiatan yang merangsang mental seperti indera musik berguna untuk membantu mengurangi stres.

Bill Gates

Pendiri Microsoft Bill Gates punya kebiasaan untuk mengelola stres dengan cara membaca selama sekitar satu jam.

Selain itu, Gates jua juga belajar dari Warren Buffett mengenai cara menyederhanakan banyak hal. Kemampuannya untuk meringkas segala sesuatunya, hanya mengerjakan hal-hal yang benar-benar penting, memikirkan hal-hal yang mendasar.

Sungguh luar biasa dia dapat melakukan hal itu. Ini artinya bentuk kejeniusan yang spesial.

Belajar dari norma Gates dan Buffett, maka dapat belajar untuk menyingkirkan kekacauan pada sekitar dengan lebih mudah fokus pada hal yang sedang dikerjakan.

Tim Cook

Tim Cook merupakan CEO perusahaan Apple yang membuat banyak penemuan. Pada setiap penemuannya, Cook memiliki cara tersendiri agar tidak mengalami stres.

Setelah mendapatkan gelar kehormatan dari The University of Glasgow, ia memberi saran pada mahasiswa agar menghiraukan keriuhan yang terjadi dalam hidup.

Bagi Cook, mendengarkan pendapat semua orang setiap waktu bisa membuat diri sendiri mengalami stres.

Pada kondisi saat ini, dunia penuh dengan orang-orang yang sinis dan wajib mengabaikan mereka.

Sebab apabila tidak, maka akan menjadi ‘kanker’ dalam pikiran, dan mulai berpikir bahwa tidak bisa atau bahwa hidup itu negatif.

Elon Musk

Pemilik X yang sebelumnya bernama Twitter, Elon Musk, memilih untuk menghadapi rasa stres jika ingin mengelola keriuhan hidup.

ia berkata bahwa rasa takut merupakan hal yang terbatas, sementara asa adalah hal yang tidak terbatas.

Orang-orang wajib mengabaikan rasa takut apabila itu tidak rasional. Bahkan apabila itu rasional dan taruhannya sepadan, masih layak untuk dilanjutkan.

Musk mengaku bahwa beliau didorong oleh cita-cita yang bertenaga untuk membuat masa depan lebih baik.

Kami melakukan apa yang kami mampu supaya masa depan menjadi sebaik mungkin, terinspirasi oleh apa yang mungkin terjadi serta menantikan hari berikutnya.

Jack Dorsey

Pendiri Twitter yang sekarang mendirikan BlueSky menyarankan supaya seluruh orang membuat jadwal dan mematuhi rencana yang telah dirancang apabila harus mengerjakan banyak hal.

Dorsey mengaku, dirinya kerap mengelompokan tugas sehari-hari eksklusif dalam seminggu, misalnya hari Senin untuk kedap atau hari Selasa untuk berbagi produk, dilanjut hari Rabu untuk mengurusi pemasaran.

Biasanya stres tiba berasal dari hal-hal yang tidak terduga. Semakin mampu mengatur ritme seputar apa yang dilakukan serta semakin banyak ritual dan konsistensi yang mampu dibangun dalam jadwal, semakin sedikit stres yang dialami.