Heartburn Bukan Serangan Jantung

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai heartburn bukan serangan jantung, kemudian mengenali jenis makanan dan minuman yang dapat memicu heartburn. Heartburn dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderitanya yang terkadang, disertai dengan rasa asam dan pahit di mulut. Dalam beberapa kondisi, seperti saat berbaring atau setelah makan besar, gejala heartburn bisa jadi lebih parah lagi.

Heartburn Bukan Serangan Jantung

Rasa nyeri di dada biasanya dikategorikan sebagai indikasi munculnya serangan jantung dan heartburn. Oleh karena itu, banyak orang yang kesulitan membedakan mana rasa nyeri yang menandakan heartburn dan mana rasa nyeri yang mengindikasikan serangan jantung.

Heartburn Bukan Serangan Jantung

Apalagi, kondisi ini seringkali mempunyai tanda-tanda yang relatif mirip. Begitu juga penderitanya yang sama-sama berasal dari kalangan orang dewasa atau penderita berat badan berlebih.

Meski begitu, bisa membedakan apakah rasa nyeri yang dirasakan termasuk heartburn atau serangan jantung dengan mencari tahu bagian tubuh yang terasa sakit. Jika rasa nyeri hanya timbul pada permukaan perut serta bagian bawah tulang rusuk, maka ini artinya heartburn.

Bila rasa nyeri pada dada menjalar ke bagian leher, bahu, atau punggung serta disertai dengan keringat dingin, pusing, sesak napas, kemungkinan besar berhubungan dengan serangan jantung.

Terlepas dari perbedaan keduanya, rasa nyeri pada dada perlu diwaspadai dan sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Jenis Makanan dan Minuman yang dapat Memicu Heartburn

Makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari bisa mempengaruhi kondisi kesehatan. Maka dari itu, wajib mengetahui apa saja jenis makanan dan minuman yang bisa memicu heartburn atau sensasi seperti terbakar pada dada.

  • Makanan Pedas
    Di dalam makanan pedas ada kandungan capsaicin yang bisa memperlambat proses pencernaan makanan serta menaikkan resiko heartburn. Di samping itu, makanan pedas juga berpotensi melukai esofagus yang akan semakin memperburuk rasa nyeri di dada.
  • Makanan berlemak
    Kandungan lemak dalam makanan yang berlebihan dapat membuat otot di bawah esofagus melemah dengan cara menstimulasi pelepasan hormon kolesistokinin (CCK). Ketika ini terjadi, asam lambung jadi lebih mudah naik ke esofagus.
  • Mint
    Banyak yang mengira peppermint dan spearmint efektif untuk meredakan masalah pencernaan. Tetapi ternyata, terdapat penelitian yang menunjukan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi mint justru bisa melukai saluran esofagus serta memperburuk heartburn.

Selain itu, terdapat beberapa lagi jenis makanan serta minuman yang bisa memicu heartburn, diantaranya yaitu :

  • Minuman bersoda, karena soda terbukti mampu meningkatkan kadar asam lambung sekaligus melemahkan otot esofagus.
  • Kopi, kandungan kafein pada kopi bisa memicu asam lambung naik dan heartburn
  • Cokelat, kandungan serotonin, kafein, dan theobromine pada coklat bisa melemahkan otot pada bawah esofagus
  • Bawang bombay, bahan makanan yang satu ini memiliki kandungan serat yang berpengaruh pada pencernaan tubuh, termasuk memicu asam lambung naik ke esofagus
  • Alkohol, terutama minuman beralkohol dan wine dapat meningkatkan kadar asam lambung serta juga melukai saluran esofagus

Hal-hal yang Dapat Meningkatkan Resiko Serangan Heartburn

Heartburn ialah gangguan kesehatan yang bisa dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari gaya hidup, jenis makanan yang dikonsumsi, sampai dengan kondisi kesehatan tubuh. Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa memicu munculnya heartburn, diantaranya yaitu :

  • Mengonsumsi makanan yang berlemak serta pedas
  • Kebiasaan merokok, minum alkohol, serta minum kopi
  • Sedang hamil
  • Obesitas
  • GERD
  • Diabetes
  • Jenis olahraga yang bisa menekan perut seperti sit up atau yang lainnya
  • Memakai celana yang terlalu ketat

Komplikasi yang Acapkali Diakibatkan oleh Heartburn

Heartburn yang dibiarkan pada waktu lama dan tidak segera menerima penanganan yang tepat dapat berujung pada munculnya banyak sekali komplikasi, seperti :

  • Dinding esofagus rusak atau terluka
  • Susah menelan makanan dampak dinding esofagus yg menyempit
  • Muntah darah atau keluar darah ketika buang air akbar
  • Asma
  • Radang tenggorokan
  • Gigi rusak

Kebiasaan Memicu Asam Lambung

Banyak hal yang harus diketahui oleh para pengidap asam lambung perihal penyakit yang diidapnya. Pasalnya, terdapat banyak sekali kebiasaan yang bisa memicu keluarnya asam lambung bahkan memperparahnya, sebagai akibatnya perut terasa perih serta nyeri. Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) mampu menjadikan pengidapnya mengalami rasa nyeri di bagian ulu hati. Seseorang yang mengidap GERD juga bisa mengalami rasa sakit, panas, serta sensasi terbakar di dada yang dapat menjalar hingga ke leher.

Lalu, apa saja kebiasaan yang mampu memicu munculnya penyakit asam lambung?

1. Tak jarang Mengonsumsi buah dan Sayur yang Asam

Buah serta sayuran yang dimaksud adalah jenis yang dapat menyebabkan asam lambung. Maka dari itu, cobalah untuk menghindari jeruk, lemon, anggur, serta buah apapun yang mempunyai sifat asam. Selain itu, hindari juga tomat dan salad yang ditambah dengan cuka. Jangan lupa, buah serta sayuran jenis ini mampu memicu penyakit asam lambung, terutama dikonsumsi saat perut sedang kosong.

2. Senang dengan Makanan dan Minuman Mengandung Gas

Sederhananya anda perlu menghindari makanan yang dapat menyebabkan maupun memperberat tanda-tanda sakit maag. Salah satunya, hindari mengonsumsi berbagai macam makanan dan minuman yang mengandung gas dan terlalu banyak serat. Contohnya, sayuran sawi, nangka, pisang ambon, kol, kedondong, dan buah yang sudah dikeringkan.

3. Porsi yang berlebihan

Bagi anda yang kerap makan dengan porsi berlebih, rasanya perlu lebih waspada. Sebab saat lambung sudah terisi hingga penuh, maka mungkin saja makanan di lambung tersebut akan menekan diafragma. Kondisi ini pada akhirnya bisa membuat orang tersebut mengalami sesak napas. Tidak hanya itu, lambung yang sudah terisi penuh juga dapat memicu makanan kembali naik ke kerongkongan, makan pada jumlah yang berlebih dapat memicu masalah pada sistem pencernaan. Nah, kondisi inilah yang bisa memunculkan gejala kembung, rasa begah, mual, bahkan nyeri perut.

4. Kebiasaan Ngopi

Meminum kopi ialah istiadat umum yang kerap dilakukan oleh banyak orang, namun harus tetap di waspadai sebab minuman ini dapat merangsang pengeluaran asam lambung. Sebenarnya tidak hanya kopi yang harus dihindari oleh para pengidap maag, minuman, mirip sari buah, dan susu full cream juga perlu untuk dihindari.

5. Makanan Bercuka serta Pedas

Makanan pedas ini harus diwaspadai bagi para pengidap maag sebab mampu mengiritasi lapisan di kerongkongan dan mengakibatkan rasa nyeri di ulu hati.
Disamping itu, ada pula makanan yang menjadi sumber karbohidrat dan sebaiknya dihindari oleh para penderita maag yaitu mie, bihun, beras ketan, jagung, ubi, talas, dan dodol.

6. Berbaring setelah Makan

Memiliki istiadat berbaring sehabis makan? Awas kebiasaan ini bisa menjadikan asam lambung naik ke kerongkongan. Saat berbaring tubuh tidak lagi memiliki gravitasi untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di perut. Saat berbaring, makanan yang dikonsumsi justru akan berisiko bocor dan melewati sfingter esofagus. Maka dari itu, hindarilah langsung berbaring seusai makan untuk mencegah naiknya asam lambung.

7. Sering Mengonsumsi makanan Berlemak

Makanan dengan jenis ini bisa memicu peningkatan tekanan asam lambung. Cobalah untuk menghindari kuliner berlemak mirip daging sapi, kentang goreng, keripik kentang, susu, es krim, keju, serta makanan-makanan yang mengandung minyak lainnya.

Kebiasaan Memicu Asam Lambung

Risiko bagi Penderita Asam Lambung

Berbagai faktor risiko yang juga mampu menaikkan risiko seseorang mengalami asam lambung, diantaranya :

  • Kegemukan (obesitas).
  • Mengalami hiatus hernia, yaitu kondisi waktu bagian atas lambung masuk ke rongga dada.
  • Gangguan jaringan ikat, seperti scleroderma.
  • Penundaan pengosongan perut.

Sedangkan faktor-faktor yang mampu memperburuk kondisi asam lambung, yaitu :

  • Makan terlalu malam.
  • Minum minuman yang bisa memicu asam lambung seperti alkohol.
  • Obat-obatan tertentu, mirip aspirin.

Bahaya Penyakit Asam Lambung

Jika penyakit asam lambung tidak segera ditangani hingga tuntas, komplikasi berupa peradangan di saluran esofagus atau kerongkongan dapat terjadi. Seiring dengan berjalannya waktu, peradangan kronis bisa berkembang serta menyebabkan komplikasi seperti berikut ini :

1. Penyempitan kerongkongan (striktur esofagus)

Peradangan yang terjadi di kerongkongan mampu menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Kemudian, jaringan parut tersebut akan mempersempit jalur makanan yang mengakibatkan penderita akan mengalami kesulitan menelan.

2. Luka terbuka pada kerongkongan (borok esofagus)

Asam lambung bisa menghilangkan jaringan di kerongkongan dan mengakibatkan luka menjadi terbuka. Ulkus esofagus bisa berdarah yang nantinya akan mengakibatkan rasa sakit, sehingga pengidap akan merasa kesulitan saat menelan makanan.

3. Perubahan prakanker di esofagus (Barrett’s esophagus)

Kerusakan kerongkongan akibat refluks asam lambung mampu mengakibatkan perubahan jaringan yang melapisi esofagus pada bagian bawah. Perubahan-perubahan ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Melihat bahaya dari penyakit asam lambung yang relatif serius, anda dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter bila mengalami tanda-tanda asam lambung, supaya bisa memperoleh penanganan yang tepat. Penyakit asam lambung sebenarnya mampu diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan generik yang dijual bebas. Meski demikian, beberapa orang yang mengidap GERD parah mungkin membutuhkan obat-obatan yang lebih kuat atau bahkan operasi untuk meringankan tanda-tanda tersebut.