Penggunaan Genteng Tanah Liat

Sebuah rumah tidak lengkap jika tanpa kehadiran tutup atau atapnya, baik berbentuk genteng maupun seng. Penutup ini berfungsi untuk melindungi penghuni rumah tersebut dari hujan maupun sinar matahari. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai genteng, mulai dari bahan pembuatan genteng, proses pembuatannya, hingga mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penggunaan genteng tanah liat untuk rumah tinggal.

Genteng tanah liat mempunyai massa termal yang bagus. Massa termal merupakan kemampuan material untuk menyerap, menyimpan, serta menyalurkan panas.

Bahan Baku dan Proses Pembuatan Genteng

Genteng tanah liat terbuat dari tanah liat. Pembuatan genteng hampir sama dengan cara pembuatan batu bata. Mulai dari tanah liat yang diadon hingga sedemikian rupa, kemudian dibentuk sesuai cetakan genteng, setelah terbentuk seperti cetakan, lalu dibakar menggunakan tungku gerabah.

Setelah dibakar, dapat dijemur dibawah panas sinar matahari hingga kering dan layak untuk dijual. Pembuatan genteng seperti ini termasuk cara manual.

Dikarenakan suhu sinar matahari yang berbeda-beda sehingga menjadikan warna genteng yang berbeda-beda pula, seperti warna jingga yang memiliki perbedaan tingkatan warna.

Penggunaan Genteng Tanah Liat

Kelebihan Penggunaan Genteng Tanah Liat

Penggunaan genteng tanah liat masih menjadi primadona di beberapa daerah di Indonesia, hal ini karena genteng ini memiliki kelebihan yang memberikan dampak baik bagi penghuni rumah. Berikut ini beberapa kelebihan dari penggunaan genteng, diantaranya yaitu :

  • Mampu meredam panas
    Genteng jenis ini mampu meredam udara panas yang diterima dari sinar matahari dengan sangat baik, karena panas yang didapatkan tidak akan diteruskan oleh genteng ini ke bagian bawahnya, melainkan diredam dengan tepat.
  • Aman bagi kesehatan
    Bahan baku pembuatan genteng tanah liat ini sama sekali tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia, sehingga dijamin aman untuk digunakan menjadi material penyusun atap bangunan
  • Harga yang ekonomis
    Harga genteng tanah liat yang ekonomis menjadi salah satu alasan penggunaan genteng menjadi primadona. Hal ini didukung oleh banyaknya pengrajin yang memproduksi genteng, dan bahan baku yang, murah dan mudah di dapat.
  • Dapat Meredam suara
    Genteng ini mampu meredam bunyi-bunyi yang diterimanya, jadi suasana didalam rumah tidak terlalu terdengar suara dari luar rumah. Penghuni rumah akan tetap merasa tenang, hening dan nyaman berada didalam rumah, walau diluar sedang hujan yang sangat deras.
  • Menjaga kelembaban tempat tinggal
    Jenis atap ini cocok dipergunakan pada iklim tropis seperti Indonesia, disebabkan oleh kemampuannya dalam menyerap panas matahari. Pada siang hari, rumah akan terasa lebih sejuk, sebaliknya di malam hari, suasana dalam rumah  menjadi lebih hangat sebab genteng tanah liat ini masih menyimpan panas yang diterimanya ketika siang hari.
  • Tahan lama
    Genteng tanah liat relatif awet jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Jenis atap ini tidak busuk serta tidak mudah dirusak oleh serangga. Ditambah, atap memiliki ketahanan terhadap api.
  • Bersifat Ramah Lingkungan
    Genteng tanah liat merupakan genteng yang bersifat ramah terhadap lingkungan. Karena dalam pembuatannya hanya menggunakan tanah liatdan tidak terdapat kandungan bahan berbahaya dan beracun.

Manfaat Penggunaan Panel Surya

Setelah membahas mengenai pengertian dan sistem kerja panel surya, pada artikel kali ini akan membahas mengenai manfaat penggunaan panel surya, ketentuan pemasangan panel surya, dan harga panel surya.

Panel surya mungkin masih sangat jarang diterapkan, mengingat banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh pemilik rumah, mulai dari budget yang besar hingga lingkungan sekitar rumah. Namun, manfaat yang ditawarkan sangat besar seperti menghemat tagihan listrik hingga 50%, ramah lingkungan, dan mudah di terapkan di Indonesia yang merupakan Negara tropis.

Manfaat Penggunaan Panel Surya

Pemasangan panel surya untuk rumah tentu memiliki banyak manfaat besar yang sebanding dengan budget yang harus dikeluarkan. Berikut beberapa diantara manfaat penggunaan Panel Surya

Manfaat Penggunaan Panel Surya

  • Hemat Listrik
    Memasang panel surya artinya memiliki cadangan energi lain selain PLN. Artinya, kemampuan panel surya menyerap cahaya dan membuat energi pengganti PLN dapat mengurangi setengah dari penggunaan listrik. Tentu ini akan menghemat keuangan dan energi listrik di bumi pula.
  • Ramah Lingkungan
    Penggunaan panel surya secara langsung dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini artinya panel surya dapat melawan iklim global dan membantu mengurnagi pemansan global.
  • Pelindung Atap Rumah
    Tanpa disadari, panel surya mampu menjadi pelindung atap yang baik. Setiap komponen panel surya didesain untuk penggunaan outdoor, sehingga tidak perlu khawatir akan hujan air maupun es. Perawatan panel surya pun sangat mudah dan dapat digunakan dalam jangka waktu sangat panjang

Ketentuan Pemasangan Panel Surya

Meski cara kerja panel surya sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses pemasangan panel surya. Diantaranya yaitu :

  1. Lokasi pemasangan
    Untuk mendapatkan energy matahari yang maksimal, harus memperhatikan lokasi rumah. Semakin dekat dengan garis khatulistiwa, maka semakin besar pula sinar matahari yang didapat.
    Perhatikan pula ke arah mana atap rumah menghadap, lokasi lahan untuk memasang sistem panel, dan jarak antar panel solar yang berhadapan di atap dengan panel utama listrik. Hal ini harus dilakukan oleh ahlinya agar dapat bekerja dengan maksimal.
  2. Memastikan bahwa komponen panel surya yang dibeli berkualitas
    Pastikan bahwa membeli pada penjual yang kompeten dan memiliki garansi produk. Penjual perlu memberikan servis berkaitan dengan instalasi listrik, agar tidak terjadi kerusakan atau bahaya pada sistem. Pemasangan panel surya di lahan yang luas dan terkena matahari bebas tentu perlu dipertimbangkan.

Harga Panel Surya

Umumnya, terdapat 4 jenis panel surya yang ada di pasaran, yakni monokristalin, polikristalin, amorphous, dan compound. Namun, yang cocok dan sering digunakan oleh masyarakat adalah jenis mono dan poli yang sesuai dengan iklim tropis di Indonesia.

Sementara itu, harga panel surya sangat beragam menyesuaikan budget, merk, dan energy yang dibutuhkan dalam satu rumah. Untuk panel surya mini dengan ukuran tak sampai 1 meter dan kapasitas di bawah 500 watt, dibanderol mulai harga belasan ribu hingga puluhan ribu. Jenis ini cocok untuk rumah dengan luas yang tak terlalu besar.

Untuk kapasitas besar seperti 900 watt membutuhkan budget yang cukup besar kisaran harga belasan juta. Namun, akan sebanding dengan penggunaan listrik yang sangat hemat dan mengurangi pengeluaran di masa depan.

Semakin besar kapasitas yang dibutuhkan, semakin besar pula harganya ya. jika kamu ingin mendapat pasokan daya hingga 1300 watt, kocek yang dikeluarkan pun cukup besar mencapai 50 juta. Tapi, bagi kamu yang ingin mencoba dengan model kecil dan murah, kamu bisa mendapatkan 1 meter persegi untuk 100 watt dengan harga 2 jutaan saja.

Apakah pembaca tertarik untuk menerapkan sistem panel surya di rumah ? Jika memang lokasinya sudah memenuhi syarat dan memiliki cukup budget, tidak ada salahnya mengaplikasikan sistem ini. Tentu banyak sekali manfaat baik untuk mencegah pembengkakan listrik dan juga untuk menghemat energi di bumi.

Memperoleh Vendor yang Berkualitas

Memperoleh Vendor yang Berkualitas

Cara Memperoleh Vendor yang Berkualitas

Saat ini sudah terdapat aneka macam vendor yang dapat kita temukan dengan mudah dimana saja. Setiap vendor akan berupaya untuk memberikan barang dan jasa yang menarik untuk menarik perhatian perusahaan atau konsumen. Hal tersebut tentu akan sangat menyulitkan pihak perusahaan dalam memperoleh vendor yang berkualitas baik. Oleh karena itu, berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan ketika mencari vendor yang berkualitas baik.

  1. Cek Variasi Produk yang Disediakan
    Semakin banyak variasi produk yang ditawarkan oleh pihak vendor, maka semakin mengagumkan juga kualitas vendor tersebut. Sehingga kita tidak perlu mencari vendor yang lain lagi. Sebab, vendor tersebut sudah menyediakan seluruh keperluan yang diharapkan oleh perusahaan.
  2. Harga sesuai standar
    Dengan memberikan harga yang sesuai dengan standar bahan produknya. Bila menemukan vendor yang menawarkan harga terlalu murah, maka pihak perusahaan wajib waspada dan hati-hati. Karena bisa saja kualitas yang dimiliki dibawah rata-rata atau dibawah standar.
  3. Kapasitas Pelayanan
    Hal selanjutnya yang wajib diperhatikan ketika menentukan vendor adalah dengan memastikan kapasitas pelayanan dalam proses menentukan harga. Semakin bagus pelayanan yang diberikan oleh pihak vendor, maka harga yang ditawarkan juga akan lebih tinggi. Berlaku juga untuk sebaliknya.
  4. Cek referensi
    Kita dapat meminta pihak vendor untuk memberikan beberapa referensi yang dibutuhkan. Bila vendor tersebut terlihat ragu serta enggan memberikan referensi tersebut, maka lebih baik memilih perusahaan vendor lain.
  5. Rekomendasi dari Pihak Lain
    Untuk bisa memperoleh vendor yang tepat, pihak perusahaan bisa meminta rekomendasi dari pihak yang pernah bekerjasama dengan vendor tertentu. Pihak perusahaan bisa menanyakan beberapa hal terkait vendor tersebut dari kolega atau pihak lain. Umumnya mereka akan menyampaikan beberapa pendapat dengan jujur terkait hal tersebut.

Perbedaan Vendor dan Supplier

Istilah tersebut kerap kali dipergunakan didalam rantai pasokan. Vendor dan supplier digunakan untuk menunjukkan pihak tertentu guna menyediakan suatu produk. Perlu dipahami bahwa ternyata keduanya mempunyai perbedaan. Berikut ini beberapa penjelasan perbedaan vendor dan supplier.

Vendor bisa menjadi Supplier dan sebaliknya

Vendor umumnya menjual suatu produk yang berasa dari distributor dari waktu ke waktu kepada pelanggan dalam jumlah kecil. Sedangkan supplier umumnya memasok jenis layanan atau barang tertentu ke Produsen dalam jumlah yang besar. Istilah tersebut memang tak jarang membingungkan, karena tidak sedikit dari pemilik usaha yg memainkan peran ganda, yaitu menjadi supplier dan juga menjadi vendor.

Namun agar tidak terlalu resah, penting untuk tau bahwa vendor adalah pihak yang menjual barang maupun jasa kepada pihak lain yang bukan konsumen tingkat akhir serta memiliki tujuan untuk menjual kembali barang tersebut. Jika seperti itu, maka vendor tersebut mampu dianggap sebagai supplier. Begitu pun sebaliknya, Bila supplier menyediakan barang ataupun jasa pada konsumen taraf akhir, maka supplier tersebut mampu disebut vendor.

Perbedaan sesuai fungsinya

Jika berdasar pada fungsi keduanya, vendor mempunyai peran menjadi penyedia barang serta jasa dan memiliki tugas utama yaitu memenuhi semua kebutuhan barang ataupun jasa untuk perusahaan tertentu. Sedangkan supplier artinya pihak yang menyediakan sumber utama dari rantai pasokan.

Mereka umumnya menyediakan barang dan jasa kepada para produsen. Namun terkait rekanan usaha, vendor akan bekerjasama langsung dengan para pengguna jasa maupun produk. Sementara supplier akan melakukan hubungan bisnis yang terhubung dari satu bisnis ke bisnis lain. Vendor sendiri mempunyai tujuan yaitu menjual atau menyediakan barang ataupun jasa kepada konsumen tingkat akhir. Sedangkan supplier memiliki tujuan untuk menyediakan barang maupun jasa kepada para produsen yang memerlukannya.