Belajar Menulis bagi Pemula

Artikel kali ini akan membahas mengenai tips belajar menulis bagi pemula. Jadi, bagi teman-teman yang sedang semangat-semangatnya untuk menulis, semoga bisa menginspirasi ya.

Menulis merupakan suatu kegiatan yang diklaim membosankan bagi sebagian orang. Akan tetapi saat sudah terjun pada dunia menulis ini, kamu akan merasakan betapa asyiknya menuangkan ide dan pengalamanmu pada tulisan. Dengan menulis, juga mampu memperkaya pengetahuan dan menyampaikan informasi pada banyak orang. Nah, bagi yang tertarik dan ingin belajar menulis, bisa mengikuti tips-tips pada bawah ini :

Belajar Menulis bagi Pemula

1. Memilih topik

Kunci saat kita belajar menulis untuk pertama kalinya adalah pilih topik yang kita kuasai. Contohnya senang memasak, bisa menulis tips dan resep yang pernah dicoba di rumah. Bagi yang senang membaca, bisa menuliskan resensi buku teranyar yang menarik dan berguna. Jika senang bersepeda atau hiking, bisa merekomendasikan lokasi hiking pilihanmu melalui tulisan. Ya, menuliskan hal-hal yang disukai atau kuasai akan membentuk kita semakin menikmati proses tulis menulis.

2. Membuat kerangka tulisan

Setelah memilih topik, bisa menuliskan kerangka tulisan. Kerangka tulisan artinya inti dari perencanaan untuk mengeksekusi tulisan nantinya. Catat kira-kira apa saja yang ingin ditulis. Contohnya, jika ingin menulis tentang kawasan wisata pada Banyuwangi, pada paragraf pertama membahas tentang lokasi Banyuwangi dan berapa jumlah wisatawan yg berkunjung ke sana. kemudian pada paragraf kedua, kamu ingin membahas ihwal pantai A. Lakukan seterusnya sampai paragraf terakhir. Menulis kerangka tulisan akan banyak membantu dalam mengingat apa saja yang ingin di tuangkan.

3. Mencari data

Tulisan tanpa data mirip dengan sayur tanpa garam. Tanpa data, kita tak akan mampu membentuk tulisan yang bagus. Padahal, informasi yang kita berikan nantinya bakal dibaca banyak orang. Oleh sebab itu, data sebagai salah satu unsur terpenting pada tulisan.

Ada 2 jenis data yang mampu kamu temukan buat melengkapi tulisanmu, diantaranya :

  1. Data primer.
    Data primer diperoleh dari narasumber secara langsung. Untuk memperoleh data utama, tentunya harus melalui proses wawancara dengan narasumber.
  2. Data sekunder.
    Data sekunder dapat berasal dari literatur seperti buku, jurnal online, surat kabar, majalah atau media online.

Jangan lupa tuliskan body note dan bibliograf jika mengambil data sekunder serta mencantumkannya dalam tulisan. Jika data sekunder berbentuk gambar atau foto, cantumkan asal dokumentasi gambar tersebut bersama nama situsnya.

4. Mulailah menulis

Sesudah semua data terkumpul, sekarang saatnya mulai menulis! Tentukan tempat yang tenang di mana kamu mampu menggali inspirasi dengan maksimal. Manfaatkan kerangka tulisan yang telah dibuat. Jangan terburu-buru. Jika sedang kehilangan ide, berhentilah sejenak dan lakukan kegiatan ringan (seperti ngemil, atau jalan keluar ruangan sebentar) setelah rileks, bisa kembali melanjutkan tulisan.

5. Menjadi editor

Setelah selesai menulis, baca ulang hasil tulisanmu dari awal hingga akhir. Perhatikan penempatan tanda baca, Eejaan yang Disempurnakan (EYD), margin, penggunaan kalimat majemuk, penulisan body note, footnote, daftar pustaka serta penulisan kata-kata asing yang harus dimiringkan (italic). Bisa juga menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk membantu mengecek EYD dalam tulisanmu.

Perhatikan pula kesinambungan antar kalimat. Jangan sampai tulisan justru membuat pembaca kebingungan dengan apa yang ingin di sampaikan. Nah, dengan mengecek semua hal diatas, maka akan semakin paham tata cara penulisan sesuai EYD dan bagaimana cara menulis yang baik dan sistematis.

6. Pilihlah media yang tepat

Menjadi penulis membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, manfaatkan media-media di sekitarmu untuk membantu menyebarluaskan tulisan yang sudah dibuat. Kamu mampu memanfaatkan blog media nasional khusus citizen journalism atau membuat blog sendiri. Kamu juga bisa memanfaatkan situs-situs yang membuka kesempatan bagi para penulis buat memasukkan karya-karyanya. Yang terpenting adalah tetap tekun, rajin serta selalu berusaha memberikan tulisan terbaik.

7. Bagikan tulisan melalui media sosial

Tips terakhir setelah menuangkan tulisan melalui media yang dipilih yaitu membagikan tulisan melalui media sosial. Kamu bisa memanfaatkan Facebook, Line, Instagram, Twitter atau bahkan Path untuk membuat orang lain ingin membaca tulisan. Membagikan tulisan lewat media sosial juga dapat membuka saran dan kritik dari para pembaca sehingga dapat belajar lebih jauh mengenai kekuranganmu pada proses tulis menulis.

 

Demikian tips-tips belajar menulis bagi para pemula, dapat diterapkan setiap kali ingin kembali menulis. Tentu saja tips-tips  diatas wajib terus didukung dengan kemauan kita untuk menulis dan tekun berlatih. Semakin tak jarang kita berlatih, kita akan semakin terdorong untuk membuat tulisan terbaik dan terus belajar dari kekurangan kita menjadi penulis. Semoga bermanfaat!

Mengenali Ciri Kepribadian Introvert

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu kepribadian introvert, dan bagaimana mengenali ciri kepribadian introvert.

Pandangan seseorang terhadap pemilik sifat introvert acapkali dianggap egois, arogan, antisosial, pemalu. Padahal tidak seluruh introvert bersifat seperti yang anda pikirkan. Terdapat beberapa orang yang sebenarnya dia bukan pemalu, pandai berbicara tetapi di momen tertentu ia merasa mirip berkepribadian introvert tanpa sadar serta baru memahami seiring berjalannya waktu. Adapun seseorang yang berada diantara banyak orang, ia akan merasa dirinya terlihat lelah. Jadi introvert itu seperti apa?

Penelitian eksplorasi ini berawal dari Carl Jung yang mendefinisikan introvert sebagai “energi psikis yg terarah dari dalam diri”. Banyak orang menduga introvert menjadi introspektif (refleksi diri / merenung), sifat tadi lebih berkaitan menggunakan daya khayalan yang tinggi. Kepekaan seseorang juga tidak terkait dengan bagaimana penilaian mereka pada seseorang  yang introvert ataupun ekstrovert.

Mengenali Ciri Kepribadian Introvert

Apa itu Introvert

Introvert intinya ialah seseorang yang suka berada di lingkungan yang tidak begitu ramai, beliau membutuhkan waktu sendiri untuk merasa recharge (mendapatkan energi) kembali. Kebalikannya dengan ekstrovert saat dia merasa bosan, cara untuk me-recharge umumnya dia menyibukkan diri dengan mencari keramaian atau bersosialisasi.

Seorang dilahirkan memiliki sifat yg berbeda-beda, umumnya kepribadian ini dipengaruhi oleh faktor keturunan sifat kedua orang tua, lingkungan serta pola asuh. Tetapi bila orang tua, pengajar dan orang lain mendukung kebaikannya maka dia akan tumbuh dengan rasa percaya diri.

Tetapi saat merasa diejek, intimidasi atau hal negatif lainnya mungkin seorang introvert ini akan merasa cemas, terkadang merasa berpura-pura sebagai bukan dirinya sendiri.

Mengenali Ciri Kepribadian Introvert

Untuk mengenal kepribadian introvert secara mendalam, terdapat beberapa karakteristik yang tak jarang menunjukkan seseorang dikatakan introvert, yaitu :

  1. Sibuk sendiri dengan waktunya

    Hal primer yang paling terasa seseorang introvert ialah lebih sering menyendiri, sebab disaat sendiri dia merasa lebih bersemangat mengerjakan sesuatu dan fokus dengan apa yang dikerjakannya.Selain itu introvert acapkali menikmati dan fokus ketika dia membaca, menulis, melukis, mendengarkan dan fokus pada imajinasi. Mungkin saja kita tidak bayangkan sebelumnya beliau melakukan aktivitas melukis dengan ilustrasi indah . Terkadang pada kegiatan lain dia melakukan pekerjaan secara indvidual agar tidak membuat repot orang lain.

  2. Menghargai Privasi

    Privasi ialah masalah eksklusif yang wajib dihormati sebaik mungkin. Apapun yang bersifat “privasi” itu memang sangat sensitif, apalagi saat seseorang bercerita kepadamu mungkin saja kamu merupakan bagian yang ia percayai sebagai pendengar baik. Umumnya orang yang memiliki sifat introvert lebih menjaga privasinya, maka dari itu beruntunglah jika menjadi pendengar dari seorang introvert.

  3. Lingkar Pertemanan Sedikit

    Introvert tidak selalu ingin sendirian melewati hari-harinya. Mereka lebih suka pertemanan mungil dan intim dengan orang-orang yang mereka kenal untuk bersosialisasi. Pertemanan seorang introvert bukan karena dia tidak ingin memiliki banyak sahabat, tetapi dia lebih menentukan teman yang sepemikiran dan menjaga agar hubungan pertemanan berkualitas.

  4. Sensitif, Intropeksi serta Rasa Ingin memahami

    Introvert memiliki proses pemikiran batin yang sangat aktif dan begitu peka. Itu pun menuntun mereka menuju intropeksi diri dan menyelidiki hal-hal yang kurang pas. Selain itu, rasa ingin tau yang tinggi membuat seorang introvert sering banyak mencari informasi melalui membaca, mendengarkan dengan seksama yang menghasilkan dirinya lebih merasa tenang jika menerima jawaban yg puas.

  5. Suka mengungkapkan dengan Cara Menulis Daripada Berbicara

    Pikiran yang ada di kepala seorang introvert tak jarang merasa tidak terstruktur saat akan diucapkan, bisa saja introvert mengungkapkan dengan bicara jika memang sangat penting dikatakan saat itu, akan tetapi salah satu cara meluruskan isi pikirannya ialah dengan menulis. Introvert lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan pikiran serta diksi, sehingga dia lebih merasa yakin dengan apa yang ada dipikirannya setelah dicurahkan pada tulisan.

  6. Bekerja Sendiri

    Dalam hal melakukan pekerjaan, dia lebih suka bekerja sendiri daripada berkelompok. Bukannya tidak ingin bekerja sama, hanya saja ketika melakukan sendiri lebih terfokus dan mendetail. Karena ketika menyendiri, seorang introvert lebih produktif, yang dia sukai dengan cara mengolah pikirannya semaksimal mungkin serta merasa tenang jika melakukannya sendiri. Meskipun bekerja sendirian, seorang introvert selalu menerima pendapat yang sekiranya lebih baik.

 

Demikian artikel mengenai mengenali ciri kepribadian introvert. Berbahagialah jika didalam diri anda terdapat ciri kepribadian introvert, karena masing-masing individu harus hidup dengan caranya sendiri. Dengan dukungan dari orang-orang terdekat, dapat membuat hidup menjadi lebih baik setiap harinya.