Tips Meluangkan Waktu Membaca

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai beberapa tips yang efektif untuk dapat meluangkan waktu membaca. Merencanakan waktu untuk membaca merupakan hal yang sangat gampang, tetapi jika tanpa motivasi yang kuat maka rencana tersebut akan sia-sia.

Tips Meluangkan Waktu untuk membaca

Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meluangkan waktu membaca. Dengan mengikuti beberapa tips dibawah ini, dipercaya akan mendapatkan motivasi lebih untuk meluangkan waktu sedikit untuk membaca buku, tips tersebut diantaranya yaitu :

Tips Meluangkan Waktu Membaca

  • Membaca jenis buku yang paling disukai
    Salah satu motivasi seseorang untuk membaca adalah membaca jenis buku yang paling disenangi, menjadi tertarik terhadap suatu buku sehingga muncul rasa senang terhadap sebuah buku.
    Nah, bagi pembaca pemula dapat mencoba untuk menbaca buku dengan topik yang disenangi, sehingga memiliki kebiasaan membaca yang tidak terasa memberatkan.
  • Membawa buku bacaan kemanapun pergi
    Ketika akan berpergian, dapat secara sengaja membawa buku yang ingin dibaca. Dengan adanya kebiasaan ini, maka akan lebih mudah tertarik untuk membaca buku.
    Terkadang terdapat situasi yang menjadikan seharusnya bisa membaca buku, misalnya sedang berada di perjalanan menuju suatu kota, maka dapat mengisi waktu dengan membaca buku, meskipun hanya sebentar.
  • Mempunyai buku digital pada ponsel
    Pada era digital sekarang ini, banyak penerbit yang menerbitkan karyanya melalui jalur digital, begitu juga dengan buku, buku ini disebut buku elektronik atau e-book yang tersedia pada ponsel.
    Membaca buku secara digital pada zaman modern ini lebih diminati daripada harus membawa-bawa buku. Buku digital juga biasanya memiliki harga yang lebih murah dibanding dengan buku cetak.
    E-book sangat cocok untuk pembaca yang membawa barang bawaan secukupnya, tetapi tetap ingin meluangkan waktu untuk membaca. Secara tidak langsung, e-book membantu mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan.
  • Membaca buku saat pagi atau malam hari

    Seseorang dapat membaca buku ketika pagi hari ketika belum mulai beraktifitas seperti bekerja atau pergi ke sekolah, dan ketika malam hari ketika selesai beraktifitas diluar rumah.
    Pada kedua waktu tersebut, biasanya orang-orang tidak terlalu banyak melakukan kegiatan, sehingga waktu dapat digunakan untuk membaca buku. Cukup membaca selama 15 menit hingga setengah jam, karena membaca membutuhkan konsistensi.

  • Mengesampingkan hal-hal yang menghambat membaca buku
    Salah satu tips untuk meluangkan membaca buku yaitu mengesampingkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang dapat menghambat untuk membaca buku, misalnya bermain media sosial dan game.
    Hal-hal tersebut dapat mengubah fokus yang awalnya untuk membaca buku, malah bermain ponsel. Oleh karena itu, ketika ingin fokus membaca buku, sebaiknya jauhkan terlebih dahulu ponsel yang mengganggu fokus.
  • Tentukan target bacaan

    Ketika sudah dapat meluangkan waktu untuk membaca, sebaiknya tentukan target yang ingin dicapai pada sebuah buku. Hal ini dapat memicu konsistensi meluangkan waktu untuk mencapai target untuk sebuah buku.

  • Bergaul dengan komunitas membaca
    Dengan bergaul dengan sekelompok orang yang memiliki hobi yang sama, maka akan ikut termotivasi untuk meluangkan waktu untuk membaca seperti yang dilakukan oleh teman-teman komunitas.
    Komunitas membaca biasanya dikenal sebagai penggiat literasi. Ada banyak komunitas penggiat literasi, tetapi belum terlalu menarik minat masyarakat yang berada di wilayah yang berbeda.
    Bersama dengan komunitas, mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai buku, mengenai mengisi waktu luang dengan membaca buku, sehingga akan lebih tertarik dan lebih semangat dalam menghabiskan waktu untuk membaca.

Netizen merupakan Identitas Bangsa

Pada artikel kali ini akan membahas netizen merupakan identitas bangsa, bagaimana identitas bangsa Indonesia yang seharusnya, dan bagaimana menyikapinya dalam dunia maya.

Netizen merupakan Identitas Bangsa

Pada zaman yang semakin modern serta terdigitalisasi, hampir semua sektor kehidupan menyampaikan kemudahan rakyat untuk dapat berekspresi serta menyuarakan pemikiran mereka pada ruang digital, atau yang biasa disebut “dunia Maya”. Kemudahan inilah yang membentuk beberapa oknum seringkali menyalahgunakan hak kebebasan berpendapatnya. Tidak jarang kita menemukan ujaran-ujaran kebencian, cyber bullying, serta berita bohong bertebaran pada media sosial.

Apakah kalian masih inget dengan survey yang dilakukan oleh Microsoft ?

Di tahun 2021, Microsoft pernah melakukan sebuah berita awam buat mengukur taraf kesopanan netizen berasal aneka macam negara, serta hasilnya pun cukup mengejutkan. Dimana netizen Republik Indonesia lah yang menempati peringkat sebagai netizen paling tidak sopan. Kejadian ini diperparah dengan netizen Indonesia yang tidak terima dengan hasil survey serta melakukan penyerangan ke akun media sosial Microsoft, hal ini pula tidak luput dari ujaran kebencian serta istilah kotor yang dilayangkan ke Microsoft. Dari insiden tadi, kita bisa mengetahui bahwa hasil survey Microsoft ada benarnya, bahkan netizen Indonesia sendiri yang menyampaikan bukti nyatanya ke Microsoft secara eksklusif.

Mundur ke beberapa tahun yang lalu, dimana ruang digital belum eksis bahkan belum ada.

Indonesia atau yang dikenal dengan Nusantara di zaman dahulu, adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari banyak sekali bahasa, suku, serta rasnya. Sebuah bangsa yang dikenal akan keramahtamahannya sejak era kolonialisme. Budaya ramah tamah ini permanen terus mengalir berasal generasi ke generasi pada darah bangsa Indonesia. Sampai tiba pada 17 Agustus 1945 Indonesia mendeklarasikan kemerdekannya melalui perjuangan para pahlawan seperti Ir.Soekarno serta Mohammad Hatta.

Tepat pada hari itu secara tidak pribadi Indonesia telah lahir dan mempunyai identitasnya tersendiri, salah satu identitas bangsa kita ialah kesopanan. Kesopanan inilah yang menghasilkan ciri khas tersendiri, sekaligus merupakan prestise serta kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Sehabis para pahlawan kita mengukir jasanya untuk menggapai kemerdekaan, maka panji perjuangan untuk menjaga nasionalisme, martabat, dan harga diri bangsa diserahkan ke generasi generasi selanjutnya.

Generasi generasi penerus panji perjuangan itu kita, tidak wajib mengabdi ke militer atau polisi, atau bahkan terjun ke dalam medan perang untuk menunjukan sifat nasionalisme. Dengan menjaga budaya kesopanan serta harga diri bangsa itu sudah sekedar dari cukup untuk menunjukan nasionalisme kita.

Hal ini berlaku juga pada dunia maya, menjadi netizen yang mempunyai sifat nasionalisme yang baik harus bisa menjaga budaya serta harga diri bangsa untuk tidak melukai budaya kesopanan bangsa Indonesia. Andaikan netizen Indonesia melakukan intropeksi diri saat insiden survey Microsoft dibandingkan dengan melakukan penyerangan massal ke akun media sosial Microsoft, maka terjagalah budaya kesopanan serta keramahtamahan yg dimiliki Indonesia.

Mulutmu Harimaumu

Ada pepatah berkata “Mulutmu Harimaumu”. Pepatah ini mempunyai makna untuk selalu menjaga tiap lisan yang keluar dari lisan, sebab mungkin saja mulut yang keluar dari aktualisasi diri kita dapat mencelekai diri kita pada suatu saat nanti. Akan tetapi, apabila pepatah tadi diubah konteksnya ke dunia maya, maka akan berbunyi “Jempolmu Harimaumu”. Jempol yang digunakan untuk mengetik pada sosial media bila digunakan untuk tujuan yang buruk, dapat membuat celaka di masa yang akan datang. Atas dasar hal inilah kita harus menjaga budaya kesopanan kita untuk terhindar dari banyak sekali masalah.

Demikian pembahasan mengenai netizen merupakan identitas bangsa. Menjaga kesopanan dimanapun kita berada merupakan hal yang wajib bahkan di dunia maya. Dengan kita menjaga kesopanan, secara tidak langsung sudah menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kita pada para pahlawan terdahulu dengan menjaga martabat serta harga diri bangsa Indonesia yang mereka usahakan.

 

Kampus Digital dan Infrastrukturnya

Kampus Digital

Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai kampus digital.

Kampus digital adalah segala perjuangan untuk mengubah sumber daya kampus yang berbentuk nyata ke dalam bentuk digital berbasis internet.

Melalui alat dan teknologi yang canggih yang sedemikian rupa sehingga kehidupan perguruan tinggi dapat ditingkatkan.

kampus digital dan infrastrukturnya

Pertama, sumber daya kampus mencakup seluruh informasi yang ada pada lingkungan kampus (jadwal perkuliahan dan organisasi, keuangan). Kedua, terdapat sumber daya material (buku maupun materi/modul pembelajaran) hingga aktivitas kampus (proses belajar mengajar dan pelayanan administrasi).

Pada konteks ini, sumber daya tersebut diwujudkan dalam bentuk sistem informasi, seperti sistem informasi akademik, kepegawaian, aset, administrasi akademik, keuangan, kemahasiswaan, perpustakaan, alumni, serta sistem informasi lain yang perlu dikembangkan untuk kepentingan seluruh pihak.

Selain itu, semua sistem informasi tadi diintegrasikan pada bentuk data base. Menggunakan integrasi sistem yang di dukung oleh ICT serta segala infrastrukturnya, sumber daya pada manajemen perguruan tinggi bisa diwujudkan dalam bentuk digital sehingga dapat diakses dan bertransaksi secara on line dimana saja selama 24 jam.

Contohnya, perpustakaan dapat diakses malam hari langsung dari tempat tinggal, tugas dikumpulkan melalui email, pengumuman kampus diakses tanpa harus ke kampus, dan lain sebagainya.

Infrastruktur Kampus Digital

Pandemi COVID-19 membuat semua aktivitas dilakukan dengan bantuan teknologi. beragam aktivitas dilakukan secara daring, tidak terkecuali aktivitas belajar mengajar pada perkuliahan. Selain civitas akademika, kampus pun perlu mempersiapkan diri untuk membentuk universitas dengan basis digital. Untuk menciptakan kampus digital, berikut beberapa infrastruktur yang perlu dipersiapkan oleh universitas.

5 Infrastruktur Kampus Digital

  1. Perangkat digital
    Sistem dan teknologi merupakan 2 hal utama dalam digitalisasi kampus. Forum pendidikan harus menyediakan perangkat teknologi yang lengkap untuk Sivitas Akademika. misalnya, laptop, printer, serta alat teknologi pendukung lainnya.
  1. Sistem akademik kampus
    Digitalisasi pendidikan tinggi sebagai hal utama sebelum forum pendidikan berkiprah ke arah digital. Kampus perlu menyiapkan sistem akademik kampus yang memudahkan pengelolaan data akademik dan  non-akademik. Sistem ini juga dapat membantu kampus ketika melaporkan data akademik ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
  1. Kurikulum berbasis digital
    Semua sistem akan berjalan lancar Jika sudah terdapat kurikulum digital. Pemerintah sudah mencetuskan kurikulum pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan  Mathematics).
  1. Platform e-Learning 
    Salah satu infrastruktur kampus digital yang perlu disiapkan forum pendidikan ialah platform belajar online atau e-learning. Pembelajaran daring bisa dilakukan saat yang tidak tentu. Sehingga kampus perlu menyediakan platform e-learning agar mahasiswa tetap dapat belajar meskipun waktu perkuliahan telah berakhir. Platform e-learning ini juga bermanfaat untuk mengasah skill mahasiswa dan sebagai bekal untuk masa depan.
  1. Artificial Intelligence dan machine learning
    Untuk membentuk aktivitas perkuliahan secara digital, forum pendidikan perlu menyampaikan pemahaman perihal Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning yang akan menjadi teknologi masa depan.

Kesimpulannya bahwa kampus digital ialah segala perjuangan yang terstruktur untuk memperbarui sumber daya perguruan tinggi yang terintegrasi berbasis web yang memungkinkan pengguna (dosen, pegawai maupun mahasiswa) untuk bisa berinteraksi serta bertransaksi secara elektronik.