Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Pada artikel kali ini akan  membahas mengenai pengertian karakter dan kepribadia, bagaimana perbedaan karakter dan kepribadian, dan sifat-sifat dari karakter dan kepribadian.

Pengertian Karakter

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Lance Morrow menyebutkan bahwa karakter menyebarkan nilai dan merupakan karya peradaban. Di sisi lain, Ralph Waldo Emerson menegaskan bahwa karakter lebih tinggi dari kecerdasan. Karakter yang memungkinkan orang untuk bertahan hidup, bertahan dan mengatasi kesedihan mereka dalam dunia yang tepat. Steven Covey menyebut bahwa untuk melakukannya dengan baik, kita harus berbuat baik dan untuk berbuat baik, kita harus menjadi baik lebih dahulu.

Karakter menentukan cara kita bertindak saat kita berpikir bahwa orang lain tak melihat kita. Seperti pepatah lama yang berbunyi, “Karakter adalah apa yang Anda lakukan ketika tidak ada orang yang melihat.” Kebaikan menjadi isi karakter yang baik. Kebaikan terdiri dari : kejujuran, keberanian, keadilan, sampai kasih sayang, menjadi disposisi untuk kita berperilaku secara bermoral. Atas kualitas manusia, karakter ialah objektivitas yang baik.

Pengertian Kepribadian

Kepribadian merupakan suatu tatanan tak kasat mata yang bisa mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Sebuah proses yang terus menerus dan konsisten sepanjang hidup membentuk kepribadian. Ini juga bisa memberi pengaruh terhadap cara pengambilan keputusan.

Sebelum mempertimbangkan kemampuan bekerja, kita cenderung mempertimbangkan kepribadian seseorang terlebih dahulu. Ini sering terlihat dalam dunia kerja, ketika banyak pemimpin yang menempatkan seseorang berdasarkan rasa suka-tak suka, bukan kemampuannya.

Rumus Kepribadian

Karakter dasar sudah mulai dibentuk sejak usia di bawah lima tahun. Menunjukkan bahwa pendidikan dan pola asuh dalam keluarga membentuk karakter dasar yang akan terbawa sampai kita dewasa.

Selanjutnya, karakter dasar biasanya akan mulai mendapat pengaruh eksternal dari berbagai sumber setelah kita melewati usia 5 tahun. Misalnya, dari pengalaman, pendidikan, nilai-nilai, sampai kepercayaan. Meski begitu, karakter dasar akan tetap ada dan tak bisa hilang, sebesar apa pun pengaruh lingkungan kita. Kalaupun tak terlihat lagi, itu karena karakter dasar hanya tertutup oleh pengaruh lingkungan, tak sungguhan hilang.

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Dalam dunia psikologi, ketika kita berpikir tentang Diri, kepribadian kita adalah segalanya. Itu adalah “kita” dari atas ke bawah: semua perilaku, minat, pemikiran, keyakinan, pengalaman, dan sifat yang membuat kita unik di dunia ini. Sebagian besar model kepribadian modern setuju bahwa fondasi kepribadian adalah kehidupan kita. Pengalaman dan lingkungan membantu kita mengembangkan aspek lain dari kepribadian sejak saat itu.

Dengan kata lain, kita tidak dilahirkan dengan kepribadian tertentu. Ini dapat berubah dan beradaptasi terus-menerus, terutama selama 2 dekade pertama kehidupan. Setelah itu, perubahan kecil kemungkinannya atau tidak begitu signifikan.

Teori kepribadian modern menyarankan kepribadian dimulai dengan temperamen bawaan. Seiring waktu, kita mengembangkan karakter saat terlibat dalam pengalaman sehari-hari, dan begitulah kepribadian kita berkembang. Karakter dan temperamen berbaur dan berkontribusi pada sifat kepribadian kita, tetapi tidak semuanya.

Lebih Penting Karakter atau Kepribadian?

Karakter merupakan salah satu aspek dari kepribadian. Itu dapat mempengaruhi bagian utama kehidupan, seperti pekerjaan, lingkaran sosial, aktivisme, dan kriminalitas. Itu mungkin menentukan banyak pilihan hidup kita. Ini juga penting dalam menentukan hasil dari tujuan dan hubungan pribadi.

Karakter dapat dilihat sebagai esensi, sedangkan kepribadian adalah bagaimana kita mengekspresikan esensi tersebut. Dalam hal ini, mereka saling berpengaruh. Kepribadian memiliki pengaruh yang lebih kuat pada kesehatan secara keseluruhan, tetapi karakter dapat mempengaruhi keputusan hidup sehari-hari dan bersifat sangat krusial.

Sifat-Sifat Karakter dan Kepribadian

Karakter dan kepribadian digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang, keduanya memeriksa aspek yang berbeda dari individu tersebut. Kepribadian seseorang lebih terlihat, sedangkan karakter seseorang terungkap dari waktu ke waktu, melalui berbagai situasi.

Kepribadian lebih mudah dikenali, sebagian besar bersifat statis dan lambat berkembang. Sebaliknya, karakter membutuhkan waktu lebih lama untuk dilihat tetapi lebih mudah untuk diubah. Karena karakter dibentuk oleh keyakinan, dengan usaha dan motivasi yang cukup, mengubah cara pandang dan pandangan seseorang terhadap dunia dapat menyebabkan perubahan karakter seseorang.

Jika seseorang menganggap perubahan di lingkungannya signifikan, maka keyakinannya akan berubah untuk mengakomodasi perubahan tersebut. Misalnya, seseorang yang mungkin memiliki kepribadian pemalu dapat belajar untuk mengubah sikapnya ketika berbicara di depan umum saat berperan sebagai seorang guru. Tuntutan sosial dan eksternal baru menyebabkan pergeseran internal yang mengubah sikap mereka.

Dengan cara ini, meskipun preferensi bawaan individu adalah menjauh dari publik, kepercayaan dan nilai yang membentuk perilaku mereka dapat berevolusi untuk mencerminkan nilai kelompok dan komunitas terdekat mereka. Kesadaran dan kemampuan beradaptasi seperti itu membantu kelangsungan hidup (Kurtus, 2011).

Intinya adalah, terlepas dari pentingnya ciri-ciri kepribadian bawaan, kita dapat mengatasinya seperti yang diminta oleh tuntutan pribadi atau budaya.

Kunci Sukses Adalah Jujur

Kunci dari sukses adalah jujur, selain kerja keras, usaha, dan nasib baik. Dengan demikian, kita wajib meyakini bahwa kejujuran sangatlah krusial pada kehidupan kita. Kejujuran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semua aktifitas yang dijalani, karena intinya ia ialah sumber segala kebaikan.

Kunci Sukses Adalah Jujur

Pengertian Jujur

Jujur atau amanah merupakan perilaku yang menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi fakta, mampu bermakna kesesuaian antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang. Sifat jujur sangat krusial dan wajib dimiliki setiap individu. Wajib hukumnya untuk selalu berusaha jujur pada hal apapun baik lisan juga perbuatan. Sifat ini ialah dasar dan sebuah patokan sebuah agama. Bila kita sekali bisa dipercaya, orang lain akan mempercayai kita serta menilai kita seterusnya baik.

Ada ungkapan yang berkata bahwa “kejujuran itu mahal”. Kejujuran memang sangat mahal, itulah mengapa berkata jujur terkadang terasa sangat berat. Kejujuran bisa membuat orang lain damai dan suka , walaupun kadang ada pula yang merasa sakit. Ada juga kejujuran yang membuat kita dibenci karena merasa terganggu oleh sesuatu yang salah yang sudah dilakukannya.

Keuntungan sifat Jujur

Pada dasarnya, tak terdapat alasan bagi kita untuk berbohong, jika kita bisa meyakini arti kejujuran. Sebenarnya sangat mudah buat berbuat jujur, apabila kita salah maka kita seharusnya mengakui kesalahan tersebut. Apabila sesuatu hal tertentu merugikan orang lain lebih baik kita jujur dengan apa yang sudah terjadi. Dengan demikian, setidaknya tindakan jujur akan meringankan sebuah persoalan dan tak timbul duduk perkara baru.

Satu kebohongan akan mendorong kebohongan lainnya. Jadi, lebih baik kita berperilaku jujur karena dengan kejujuran akan membentuk kita damai, nyaman, mendekatkan dengan kebenaran. Orang yg bertakwa akan melandasi seluruh ucapan serta perbuatannya menggunakan kejujuran.

-Seseorang yang bersifat jujur akan mudah menerima agama orang lain. Hal ini dikarenakan mereka akan merasa aman ketika memberi kepercayaan pada orang jujur. Agama itu sangat mahal karena kita tidak mampu memaksa orang lain untuk mempercayai kita, sebab kepercayaan terlahir berasal kejujuran yang kita tunjukkan.

Bila kita memang jujur orang lain akan percaya pada kita. Kepercayaan juga tak bisa dibeli dengan uang. kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya apabila ada kejujuran. Apabila seorang dipercaya oleh orang lain, niscaya hal tersebut akan mempermudah jalan mencari rejeki.

Sifat Jujur dalam Agama

Setiap agama pasti menekankan bahwa kejujuran itu perilaku mulia. Ibaratnya, jujur itu seperti bernafas, oleh karena itu jujur tidak membutuhkan upaya belajar terlebih dahulu buat memulainya. Sangat sederhana, seluruh mampu melakukannya. Sayangnya, karena sangat sederhana itulah semua orang mudah melupakannya.

Kita memahami bahwa perilaku jujur adalah sumber keutamaan, sebaliknya sikap dusta merupakan sumber kehinaan. Sikap bohong membuahkan bangunan hubungan manusia menjadi retak, perjalanan kehidupan jadi tidak stabil, dan orang-orang dekat menjauh dari pandangan mata. Mereka tidak lagi membenarkan ucapan kita yang berdusta dan tidak betah saat dekat denga kita.Kejujuran akan membimbing pada kebaikan, serta kebaikan akan membimbing ke surga.

Demikian pembahasan mengenai kunci sukses adalah jujur. Mari kita memegang teguh prinsip kejujuran. Ucapan yang baik serta niat tulus akan menjadi semakin indah pada kenyataannya. Pada dasarnya kejujuran dapat menyampaikan banyak manfaat bagi manusia. Kejujuran yang telah kita perbuat akan mengantarkan kita pada kesuksesan serta kebahagiaan. Kesuksesan dan kebahagiaan yang dimaksud bukan hanya didapatkan di dunia, melainkan juga di akhirat kelak nanti.

Nilai Nilai pada Karakter

Melanjutkan pembahasan mengenai apa itu karakter, apa saja unsur karakter hingga bagaimana proses pembentukan karakter, artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja nilai-nilai pada karakter, dimulai dari nilai karakter yang berhubungan dengan Tuhan, hingga nilai karakter yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.

Berdasarkan pada pembahasan nilai kepercayaan, adat, peraturan, etika dan akademik, prinsip HAM, sudah teridentifikasi butir dari nilai yang kemudian dikelompokan sebagai 5 nilai utama dari karakter. Kelima nilai karakter tersebut merupakan nilai perilaku manusia pada hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia serta lingkungan kebangsaannya. Berikut penjelasan mengenai kelima nilai tersebut :

Nilai Nilai pada Karakter

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Tuhan

    Karakter ini mempunyai hubungan dengan tuhan yang Maha Esa, nilai-nilai tersebut artinya religius, perkataan serta tindakan yang berasal dari seorang individu yang diupayakan berdasarkan pada nilai ketuhanan dan ajaran agamanya.

  • Nilai Karakter berafiliasi menggunakan Diri Sendiri (Personal)

    Terdapat beberapa bentuk nilai karakter yang memiliki korelasi dengan diri seorang, diantaranya yaitu :
    – Jujur artinya sikap yang berdasarkan pada suatu upaya yang menjadikan diri seseorang menjadi individu yang dapat dianggap pada tindakan, perkataan, pekerjaan pada diri sendiri atau pihak lain.
    – Bertanggung jawab ialah perilaku seorang individu untuk melaksanakan suatu tugas dan kewajiban seperti yang seharusnya ia lakukan pada diri sendiri, rakyat, lingkungan, negara serta Tuhan.
    – Disiplin adalah suatu tindakan yang dapat mengambarkan sikap tertib serta patuh pada banyak sekali macam ketentuan serta peraturan.
    – Kerja keras merupakan suatu sikap yang menerangkan suatu upaya bersungguh-sungguh dalam mengatasi aneka macam hambatan untuk bisa menuntaskan tugas dengan baik.
    – Percaya diri adalah suatu sikap keyakinan diri akan kemampuan pada pemenuhan untuk tercapainya setiap keinginan dan harapan.
    – Berpikir secara logis, kritis dan inovatif. Karakter ini artinya berpikir dan melakukan tindakan secara konkret ataupun dengan memakai nalar untuk dapat menghasilkan cara maupun hasil paling terbaru dari apa yang telah dimiliki.
    – Mandiri merupakan suatu perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain untuk merampungkan tugas.
    – Mempunyai rasa ingin tahu, sehingga seseorang individu selalu berusaha untuk mengetahui lebih dalam serta luas dari apa saja yang sudah ia pelajari, ia lihat serta dengar.
    – Mencintai ilmu adalah cara berpikir, bersikap dan cara berbuat dari seorang individu yang menunjukan perilaku kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang paling tinggi pada pengetahuan.

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Sesama

    Terdapat beberapa nilai karakter yang berafiliasi dengan sesama, diantaranya yaitu :
    – Sadar akan hak juga kewajiban yang dimiliki oleh diri sendiri maupun orang lain.
    – Patuh pada setiap peraturan sosial.
    – Menghargai karya serta prestasi yang berhasil diraih oleh orang lain, terutama      perilaku dan prestasi seseorang yang berguna bagi yang lainnya.
    – Bersikap santun yaitu perbuatan halus serta baik dari sudut pandang tata       ,      bahasa atau tata sikap pada semua orang.
    – Demokratis ialah sikap seseorang yang menilai sama hak maupun kewajiban        dirinya serta orang lain.

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Lingkungan

    Terdapat beberapa nilai karakter yang berkaitan dengan lingkungan, diantaranya yaitu :
    – Peduli pada sosial dan lingkungan, perilaku seorang yang selalu berusaha untuk mencegah kerusakan yang terjadi di lingkungan alam maupun lingkungan sekitarnya, dan selalu memberikan bantuan bagi orang lain yang membutuhkannya.
    – Nilai kebangsaan ialah cara berpikir, bertindak serta suatu wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri sendiri atau kelompoknya.
    – Memiliki jiwa nasionalis, berupa cara berpikir seseorang, bersikap dan berbuat hal yang dapat menandakan kesetiaan, kepedulian maupun penghargaan yang tinggi pada bahasa, lingkungan, sosial, fisik, budaya, ekonomi dan kondisi politik dari bangsanya.
    – Menghargai adanya keberagaman, dengan menghargai adanya keberagaman bisa menyampaikan perasaan hormat pada berbagai macam hal baik itu yg memiliki bentuk fisik, sifat, norma, budaya, agama juga suku seseorang.

Pengertian karakter yaitu seperangkat sifat yang selalu dikagumi menjadi suatu pertanda asal kebajikan, kebaikan dan kematangan moral yang dimiliki oleh seseorang.

Demikian seluruh pembahasan artikel mengenai apa itu karakter, apa saja unsur karakter, bagaimana proses pembentukan karakter dan nilai-nilai apa saja yang berhubungan atau berafiliasi dengan karakter. Semoga dapat menambah pengetahuan, dan bermanfaat.

Unsur & Proses Pembentukan Karakter

Setelah membahas pengertian dari karakter, pada artikel kali ini akan membahas unsur dan proses dari pembentukan karakter.

Unsur & Proses Pembentukan Karakter

Dari pengertian karakter yang telah dijelaskan oleh para ahli, maka bisa disimpulkan bahwa karakter seseorang dipengaruhi oleh sikap seseorang. Apakah itu baik atau jelek, maka akan ikut berpengaruh pada karakternya.Menurut para ahli, karakter seseorang bukanlah suatu bawaan dari lahir, akan tetapi dibentuk secara perlahan dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, maupun keluarga.

Unsur yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter

Selain keluarga dan lingkungan sekitar, ada beberapa unsur yang saling mempengaruhi sehingga membentuk karakter seseorang. Berikut ini unsur-unsur tersebut.

  1. Emosi

    Pada umumnya, definisi dari emosi adalah suatu perasaan atau suatu gejolak jiwa yang muncul dari dalam diri seseorang sebagai dampak dari adanya rangsangan, baik itu dari dalam diri seseorang ataupun dari luar. Emosi identik dengan suatu perasaan yang kuat.

  2. Sikap

    Sikap seorang individu ialah bagian dari karakter dirinya, bahkan sikap seseorang bisa dianggap sebagai cerminan karakter orang tersebut. Dalam hal ini, sikap seorang individu pada sesuatu yang ada dihadapannya, akan menerangkan bagaimana bentuk atau wujud karakter yang dimiliki oleh orang tersebut. Jadi, jika ada seseorang yang memiliki sikap baik pada orang lain, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut juga memiliki karakter yang baik pula. Begitu pula sebaliknya, ketika seseorang memiliki sikap buruk, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang buruk pula.

  3. Kepercayaan

    Kepercayaan bahwa ada suatu hal yang benar ataupun salah atas dasar sugesti otoritas, bukti, pengalaman serta intuisi sangat krusial dalam pembangunan karakter seorang individu. Sehingga, kepercayaan yang dimiliki oleh seorang individu akan memperkukuh individu tersebut dalam hal eksistensi diri dan memperkukuh relasi dirinya dengan orang lain.

  4. Kebiasaan dan Kemauan

    Kebiasaan adalah perilaku manusia yang menetap, berlangsung dengan otomatis untuk waktu yang lama, biasanya tidak terencana dan diulangi terus menerus, berkali-kali. Sementara itu, kemauan adalah suatu kondisi yang sangat mencerminkan karakter seseorang dikarenakan kemauan tersebut berkaitan erat dengan tindakan yang dapat mencerminkan perilaku dari orang tersebut.

  5. Konsepsi Diri atau Self Conception

    Konsepsi diri merupakan proses totalitas yang dilakukan baik secara sadar atau tidak sadar mengenai bagaimana karakter serta diri seorang individu dibentuk. Sehingga, konsepsi diri merupakan bagaimana cara seorang individu membangun diri serta apa yang diinginkan oleh individu tersebut dan bagaimana individu tersebut menempatkan dirinya dalam kehidupan. Secara sederhananya, konsepsi diri atau konsep diri adalah cara pandang atau sikap seorang individu pada dirinya sendiri. Konsep diri ini memiliki hubungan eat dengan dimensi fisik, motivasi diri serta karakter individu.

Proses Pembentukan Karakter

Telah dijelaskan pada awal artikel, bahwa karakter seseorang tidak lahir dengan orang tersebut, melainkan terbentuk oleh beberapa faktor. Pembentukan karakter seorang individu perlu melalui suatu proses pembelajaran yang panjang.

Karakter seseorang akan mulai terbentuk melalui lingkungannya, keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar. Beberapa pihak memiliki peranan krusial dalam pembentukan karakter seorang individu, diantaranya yaitu orang tua, saudara, teman sebaya, guru dan orang lainnya yang berada di sekitar individu tersebut.

Menurut Lickona, bahwa pembentukan karakter seseorang terbentuk karena suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus bertahan dari kecil hingga masa remaja. Orang tua memiliki pengaruh baik serta buruk yang akhirnya akan membentuk kebiasaan dari anak-anaknya.

Setiap individu tentunya memiliki pengalaman hidup yang bersumber dari lingkungan sekitar, keluarga, sekolah. Pengalaman hidup seseorang juga bisa diperoleh melalui buku, televisi, internet dan sumber lainnya yang memiliki potensi untuk dapat menambah pengetahuan seseorang.

Dalam proses mendapatkan pengalaman hidup tersebut, peran dari pikiran sadar seseorang sangatlah dominan. Sehingga pikiran akan melakukan proses penyaringan pada informasi yang masuk dalam diri melalui panca indera manusia.

Pola pikir dan sistem kepercayaan yang ada pada diri seseorang yang semakin matang, maka akan membentuk tindakan-tindakan, kebiasaan serta karakter unik yang dimiliki oleh setiap individu. Hal ini berarti, setiap individu memiliki suatu sistem kepercayaan atau belief system, citra diri atau self image serta kebiasaan atau habit unik.

Mengapa karakter seseorang harus dibentuk?

Tujuan dari pembentukan karakter pada dasarnya adalah untuk mendorong kembali lahirnya anak-anak dengan sifat atau karakter yang baik. Dengan tumbuh kembang karakter baik, maka akan mendorong anak-anak untuk tumbuh dengan kapasitas komitmen agar mampu melakukan berbagai macam hal yang terbaik bagi dirinya serta dapat melakukan segala sesuai dengan benar.

Demikian pembahasan mengenai unsur dan proses pembentukan karakter pada anak. Diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan lingkungan yang baik dan terus mengawasi tindakan maupun perilaku anak.

Mengetahui Apa Itu Karakter

Pada artikel kali ini membahas mengetahui apa itu karakter, secara etimologi dan menurut beberapa ahli. Istilah karakter tentunya sudah sering didengar. Anda mungkin acapkali mendengar bahwa si A memiliki karakter pendiam, sedangkan B memiliki karakter cerewet.

Mengetahui Apa Itu Karakter

Setiap orang tentunya memiliki karakter masing-masing. Penyebab karakter setiap orang berbeda pun ditimbulkan oleh beberapa faktor tertentu yang menjadi pembentuk dari karakter seseorang.

Pengertian Karakter

Secara awam, pengertian karakter ialah seperangkat sifat yang selalu dikagumi menjadi suatu indikasi dari kebajikan, kebaikan serta kematangan moral yang dimiliki oleh seseorang.

Secara etimologi, istilah dari karakter berasal dari bahasa latin yaitu character yang berarti tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, kepribadian, budi pekerti dan akhlak.

Pengertian karakter lainnya ialah akumulasi dari kepribadian, watak dan sifat yang dimiliki oleh seorang individu serta mengarahkan pada kebiasaan maupun keyakinan individu tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Pembentukan karakter pada diri seseorang akan terjadi melalui proses pembelajaran sepanjang hidupnya. Maka dengan kata lain, karakter seseorang bukanlah bawaan sejak ia lahir, akan tetapi terbentuk karena suatu proses pembelajaran dari lingkungan keluarga dan orang-orang sekitar.

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami pengertian karakter, berikut terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai pengertian karakter.

  1. W.B Saunders

Pengertian karakter menurut W.B Saunders merupakan suatu sifat nyata serta berbeda yang ditunjukan oleh seorang individu. Karakter dari seorang individu dapat terlihat dari berbagai macam atribut dalam tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Alwisol

Alwisol berpendapat bahwa karakter merupakan suatu penggambaran dari tingkah laku yang dilakukan dengan cara memperlihatkan serta menonjolkan nilai benar-salah, baik atau buruk secara implisit atau eksplisit.

  1. John Maxwell

Karakter menurut John Maxwell lebih baik dibandingkan sekedar dari perkataan. Lebih lanjut Maxwell kemudian menerangkan bahwa karakter merupakan suatu pilihan yang akan menentukan tingkat kesuksesan dari seorang individu.

  1. Kamisa

Definisi karakter menurut Kamisa adalah suatu sifat kejiwaan, budi pekerti dan akhlak yang dimiliki oleh seseorang, sehingga membuatnya berbeda dengan orang lainnya.

  1. Soemarno Soedarsono

Menurut Soemarno Soedarsono, karakter merupakan suatu nilai yang terpatri pada diri seseorang yang diperoleh dari pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan dan pengaruh dari lingkungan yang kemudian dipadu-padankan dengan nilai yang ada pada diri seorang individu dan kemudian menjadi suatu nilai intrinsik yang terwujud dalam sistem daya juang dan kemudian melandai sikap, pemikiran seseorang dan perilakunya.

  1. Poerwadarminta

Poerwadarminta mengemukakan pendapat bahwa karakter adalah watak, sifat kejiwaan, akhlak dan tabiat atau budi pekerti seseorang yang membedakan orang tersebut dengan orang lainnya.

  1. Simon Philips

Pengertian karakter menurut Simon Philips adalah suatu kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem dan melandasi sikap, pemikiran serta perilaku yang ditampilkan oleh seorang individu.

  1. Coon

Coon menjelaskan bahwa pengertian dari karakter adalah suatu penilaian subjektif pada kepribadian seorang individu dan berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat ataupun tidak dapat diterima oleh masyarakat luas.

  1. Mansur Muslich

Muslich mengemukakan pendapat bahwa karakter adalah suatu cara berpikir serta cara berperilaku seorang individu yang menjadi ciri khas dari setiap individu untuk dapat hidup dan bekerjasama, baik di dalam keluarga, masyarakat maupun negara.

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakter merupakan sifat kejiwaan, tabiat, akhlak atau budi pekerti seseorang yang membedakan seorang individu dengan individu lainnya.

  1. Wyne

Karakter menurut Wyne adalah penanda dari cara seseorang dalam memfokuskan bagaimana cara mengaplikasikan suatu nilai kebaikan dalam bentuk tindakan maupun tingkah laku.

Seorang individu yang memiliki perilaku tidak amanah, kejam ataupun rakus dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki karakter buruk, sedangkan seseorang yang memiliki perilaku jujur, gemar menolong sesama dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki karakter baik. Jadi, istilah dari karakter erat kaitannya dengan kepribadian seseorang.

Demikian pembahasan mengenai mengetahui apa itu karakter dan bagaimana pandangan para ahli mengenai pengertian karakter. Semoga bermanfaat.