Mengenal dan Menerima Diri

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mengenal dan menerima diri sendiri. Belajar untuk bisa mendapatkan diri sendiri merupakan upaya untuk menerima.

Memahami seluruh aspek yang ada dalam diri, menerima apa yang dimiliki dan tidak miliki, apa yang bisa dan tidak bisa, apa yang diyakini atau tak diyakini ihwal diri sendiri.

Mengenal dan Menerima Diri

Mengenal diri merupakan proses mendalam untuk memahami sifat-sifat, nilai, motivasi, serta tujuan yang mendefinisikan diri sendiri.

Melibatkan refleksi mendalam ihwal pikiran, perasaan, dan pengalaman untuk memperoleh pemahaman wacana jati diri.

Mengenal diri sangat krusial untuk kesejahteraan emosional, pertumbuhan, dan pencapaian tujuan.

Hal ini memungkinkan untuk membuat keputusan selaras dengan nilai-nilai inti, memetakan jalur yang bermakna, dan membangun korelasi otentik.

Mengenal diri sendiri merupakan sebuah proses panjang dan tidak selalu mudah dilakukan, dimana seseorang berani menatap serta menganalisa diri sendiri dari segala sisi.

Menganalisa diri sendiri untuk belajar tahu apapun emosi yang sedang dirasakan dan membuat seseorang lebih mampu menanggapi situasi yang sulit dengan cara yang lebih hening dan bijak.

Seseorang yang tidak bisa mengenal dirinya sendiri umumnya tidak berdaya di hadapan publik, bahkan mereka merasa sangat tergantung validasi orang lain

Sulit bagi seseorang untuk menjadi pribadi yang kreatif dan otentik, karena mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan, dan memberi arti dalam hidupnya.

Penerimaan Diri

Hal ini merupakan dasar untuk kehidupan yang memuaskan serta bebas dari stres serta kecemasan.

Penerimaan diri berarti mengakui seluruh aspek yang ada didalam diri, baik yang positif maupun yang negatif, tanpa menghakimi.

Mendapatkan diri memungkinkan untuk melepaskan harapan yang tidak realistis serta mengubah rasa malu dan keraguan diri dengan rasa percaya diri dan cinta diri.

Untuk menerima diri sendiri tentunya seseorang harus bisa mengenal diri sendiri, perlu menyadari dan mengenali diri terlebih dahulu baik kekurangan maupun kelebihan.

Kemampuan seseorang untuk mengikuti keadaan dengan apa yang sedang dirasakan, dan apa yang dipikirkan, serta berakhir pada apa yang dilakukan.

Belajar menerima diri sendiri jgua berarti belajar menghargai diri sendiri apa adanya, saat seseorang bisa mendapatkan dengan sebaik-baiknya maka tentu akan merasa damai dengan siapapun.

Mendapatkan diri sendiri diartikan sebagai suatu perilaku memandang diri sendiri apa adanya dan memperlakukan secara baik disertai dengan rasa senang serta bangga sambil terus mengusahakan kemajuan.

Mendapatkan diri sendiri juga berarti perilaku seorang individu yang membagikan perasaan mampu menerima serta bahagia atas segala kelebihan serta kekurangan yang ada dalam dirinya.

Bersedia untuk hidup dengan segala karakteristik yang ada pada dirinya, tanpa mencicipi ketidaknyamanan terhadap dirinya sendiri.

Tips Mengenal dan Menerima Diri

Mengenal serta menerima diri dapat menjadi proses yang menantang namun sangat berguna. Terdapat berbagai macam teknik yang bisa membantu, diantaranya yaitu :

  • Terapi
    Berkonsultasi dengan terapis bisa menyampaikan dukungan, panduan, dan teknik untuk mengenal serta menerima diri.
  • Jurnal
    Menuliskan pandangan baru, emosi, dan pengalaman untuk menjadi refleksi serta wawasan.
  • Observasi Diri
    Perhatikan pikiran, perasaan, serta perilaku dengan cara yang tak menghakimi.
  • Feedback yang ikhlas
    Meminta feedback yang jujur dan membangun dari orang yang dipercaya untuk perspektif lain ihwal diri.
  • Perenungan
    Ambil waktu untuk merenung serta introspeksi, memikirkan ciri-ciri, nilai, dan tujuan.

Dengan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk menjelajahi diri yang terdalam, dapat memperoleh pemahaman dan penerimaan yang menaikkan kualitas hidup secara signifikan.

Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bisa membuat seseorang lupa melihat diri sendiri lebih dalam, yang membuahkan rasa kurang percaya terhadap diri sendiri.

Setiap orang tentu memiliki cara masing-masing untuk menerima dirinya sendiri seperti mencoba untuk sadar diri.

Belajar menerima serta mengenal diri sendiri adalah bentuk kepedulian seseorang terhadap dirinya sendiri.

Slow Living dan Menikmatinya

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai slow living dan cara menikmatinya. Hidup di zaman serba cepat serta instan ini membuat kehilangan dalam memaknai setiap langkah yang dilakukan.

Slow Living dan Menikmatinya

Memaknai kehidupan bahwa hidup pada hari ini merupakan rasa syukur yang diberikan oleh ilahi. Apresiasi atas apa yang telah dilalui, kerjakan, serta hadapi merupakan wujud dalam memaknai hidup sendiri.

Diluar sana, ada kata baru yang berkaitan dengan menghargai momen-momen kecil yang ada pada hidup, mengejar ekuilibrium, dan menikmati proses yang sedang dilewati daripada penekanan di tujuan akhir yaitu slow living.

Slow Living dan Menikmatinya

Slow living merupakan suatu pendekatan hidup yang menekankan di pengalaman yang lebih lambat, sadar, dan bermakna.

Tipe ini mengedepankan pada pengurangan kecepatan dalam aktivitas sehari-hari contohnya menyadari lingkungan sekitar, berinteraksi sosial dengan mereka, dan menikmati apapun yang terjadi pada hari ini.

Slow living mengedepankan kualitas daripada kuantitas, sebagai akibatnya seseorang dapat mencapai kebahagiaan yang berkelanjutan serta menciptakan korelasi yang lebih mendalam dengan orang lain dan dunia sekitarnya.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan agar menjadi generasi yang tidak praktis stress, murung , dan sedih ketika menghadapi hidup, berikut ini tips yang dapat dilakukan dalam slow living dan menikmatinya, diantaranya yaitu :

  • Membatasi Ketergantungan Teknologi
    Memang faktanya gadget menjadikan seseorang merasa kecanduan sebab global seakan-akan terdapat dalam genggaman.
    Ketidak-mauan tertinggal dalam mengikuti perkembangan isu terbaru yang akhirnya menjadi akibat seseorang susah mengalihkan pikirannya berasal apa yang dia lihat pada gadget atau komputer.
    Salah satu hal yang membentuk slow living menjadi berhasil adalah dengan mengurangi pemakaian berbau teknologi serta mengedepankan interaksi secara pribadi dengan orang-orang sekitar.
    Momen terpenting merupakan apa yang ada pada sekitar, bukan apa yang dilihat melalui dunia maya.
  • Menghargai Proses

    Proses mempunyai peranan penting untuk dihargai kehadirannya. Bagaimana jalan dalam meraih sesuatu, apa yang wajib di lalui didepan, serta lain sebagainya.
    Kalau-pun gagal pada akhir, tidak lantas menyalahkan proses tadi, tetapi bisa dijadikan bahan refleksi apa-apa saja yang perlu diperbaiki serta dirubah supaya sebagai lebih baik lagi.

  • Mindfulness
    Mindfulness ialah suatu praktik pada bentuk kehadiran penuh pencerahan atau perhatian yang diarahkan pada momen-momen tanpa reaksi yang hiperbola.
    Mindfulness ialah praktik mental yang berasal dari tradisi meditasi Buddha serta sudah sebagai populer di kalangan ilmu psikologi modern.
    Dalam konteks mindfulness, seseorang belajar untuk menyadari serta mendapatkan pikiran, perasaan, serta sensasi yang terdapat dalam tubuh tanpa terjebak pada pemikiran yang berlebihan.
    Manfaat dari mindfulness adalah mengurangi fokus, meningkatkan konsentrasi serta menjaga kestabilan emosi dan pengelolaan terhadap kemampuan apabila dihadapkan di situasi atau reaksi yang tidak stabil.
  • Merasakan Momen Sederhana
    Fokuslah momen-momen mungil yang terjadi pada hidup, seperti meminum secangkir kopi dengan perlahan, menikmati surya terbenam, atau mendengarkan bunyi hujan.
    Hal-hal mungil yang sering di abaikan namun kadangkala tidak bernilai harganya.
  • Berkeliling di Alam
    Berjalan-jalan di alam bisa membantu menciptakan kenyamanan dan kebahagiaan. Alam yang diciptakan ini patut di rasakan, hidup berdampingan akan menjadi nilai kebahagiaan tersendiri sebagai insan sejati.
  • Bersyukur

    Meluangkan waktu setiap hari untuk merenung serta me-refleksikan diri atas wacana yang telah dilakukan pada hari ini. Ambil momen tadi untuk bersyukur atas nikmat tuhan yang diberikan.
    Berhenti sejenak dan tarik nafas, hal yang simple namun membuat menjadi lebih lega.

Slow living artinya menghargai perjalanan hidup serta mencari keseimbangan, bukan perihal menolak mencapai sesuatu. Keseimbangan hidup ini bisa ditemukan sesuai nilai serta prioritas hidup yang dipilih.

Tabungan Atau Investasi Emas

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai lebih baik memilih tabungan atau investasi emas. Seluruh orang pasti ingin kondisi keuangannya lebih baik dan terus tumbuh seiring berjalannya waktu.

Pada dasarnya, ada banyak cara yang mampu dilakukan supaya hal tadi bisa diwujudkan. Beberapa di antaranya adalah dengan investasi emas dan jua menabung di bank.

Tabungan Atau Investasi Emas

Investasi emas atau menabung sebenarnya sah saja menjadi cara untuk membentuk keuangan. Keduanya bisa menjaga finansial agar terhindar dari risiko pengeluaran yang tidak krusial dan menyisihkan dana untuk dipergunakan di masa depan.

Tabungan Atau Investasi Emas

Akan tetapi, antara investasi emas atau menabung masing-masing mempunyai keunggulan serta kelemahan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara tabungan atau investasi emas.

  1. Mencari Tahu Seberapa Laju Inflasi
    Inflasi adalah kondisi dimana harga barang ataupun jasa masyarakat mengalami kenaikan. Laju inflasi ini biasanya akan terus terjadi selama kurun waktu tertentu dengan nilai yang tidak menentu setiap tahunnya.
    Di Indonesia, tingkat inflasi yang terjadi setiap tahunnya berada pada kisaran 2 hingga 4 %. Sebab adanya inflasi, nilai uang saat ini akan terus tergerus serta merosot di tahun-tahun berikutnya
    Contohnya, bila sekarang memiliki uang sebesar 1 juta, nominal yang sama akan memiliki nilai yang lebih rendah dalam 1 atau 2 tahun ke depan.
    Sementara jikalau memilih untuk investasi emas, harganya cenderung akan terus meningkat seiring waktu. Taraf kenaikan harga emas sendiri setiap tahunnya mampu melampaui laju inflasi.
    Sehingga, jika ingin meraih tujuan keuangan dan memperkuat finansial sekaligus melindungi nilai aset dari efek inflasi, investasi emas mampu menjadi solusi terbaik untuk pilih.
  2. Memperhatikan Risiko Kehilangan

    Saat ini investasi emas mampu dilakukan secara online yang lebih praktis serta mudah. Meski begitu, di zaman kini risiko kehilangan dari menyimpan emas dalam bentuk fisik juga digital sama-sama tidak bisa sepenuhnya dihindari.
    Jika dibandingkan antara emas fisik serta emas digital, investasi emas pada platform online cenderung lebih safety karena penyimpanannya dijamin oleh pihak penyedia layanan.
    Krusial untuk memilih layanan investasi emas online yang legal dan andal supaya terhindar berasal risiko penipuan. Sementara untuk tabungan, sering kali risiko kehilangan mendadak dari masalah skimming dan kesalahan pihak nasabah sendiri.
    Bahkan, nilai kerugian karena skimming ATM ini mampu mencapai nominal yang mengkhawatirkan serta perlu sebisa mungkin diantisipasi oleh nasabah agar tidak menjadi korban.

  3. Memahami Proses Pencairan Investasi Emas atau Tabungan
    Uang yang ditabung di bank mempunyai cara yang sangat praktis untuk dicairkan. Hanya perlu melakukan penarikan uang melalui ATM, atau langsung mendatangi bank dan melalui teller.
    Investasi emas pun sejatinya memiliki proses pencairan yang tidak terlalu sulit. Mencairkan emas menjadi uang tunai memang tidak sepraktis tabungan karena wajib terlebih dulu menjual dan menemukan pembeli ataupun menggadaikannya.
    Oleh karena itu, menabung di bank idealnya ditujukan supaya lebih praktis untuk dicairkan sewaktu-saat diharapkan.
  4. Mengetahui Tujuan Finansial yang Ingin Dicapai
    Antara investasi emas atau tabungan, keduanya bisa sebagai pilihan terbaik asal diadaptasi dengan tujuan finansial yang ingin dicapai.
    Pasalnya, setiap tujuan keuangan mempunyai taktik khusus supaya bisa dicapai dengan lebih optimal, termasuk menentukan pilihan untuk investasi emas atau menabung di bank.
  5. Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Kondisi Keuangan

    Perlu memahami apabila memilih antara keduanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan syarat keuangan supaya mampu memberi dampak yang optimal. Apabila dilakukan untuk kebutuhan jangka pendek, menabung ialah pilihan yg lebih pas buat diambil.
    Contohnya, tabungan cocok dipilih untuk memenuhi kebutuhan bulanan dan tujuan finansial maksimal 6 bulan ke depan.
    Jika menabung untuk kebutuhan jangka panjang, nilai uang tidak hanya akan tergerus inflasi, akan tetapi juga biaya administrasi yang nominalnya tidak boleh diklaim remeh.
    Sementara untuk kebutuhan jangka panjang atau diatas lima tahun, investasi emas sebagai opsi yang lebih tepat. Pasalnya, seiring waktu nilai emas mampu terus bertambah serta menjauhkanmu dari impak buruk inflasi.
    Sebagai akibatnya, menggunakan investasi emas nilai aset tersebut akan tetap terjaga serta bertumbuh untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang sekalipun.

Bentuk Bentuk Akulturasi Budaya

Masyarakat sosiologi mengenal konsep bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang abadi. Hal itu membuktikan bahwa sesuatu yang berhubungan dengan manusia dan budaya tidak akan pernah berhenti bergerak. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian akulturasi, memahami proses akulturasi, hingga bentuk-bentuk akulturasi budaya.

Bentuk Bentuk Akulturasi Budaya

Pengertian Akulturasi

Secara etimologi, akulturasi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yakni acculturate yang berarti “berkembang dan tumbuh bersama”. Akulturasi dapat dimakan sebagai usaha untuk perkembang dan tumbuh bersama. Berawal perubahan dari individu, kemudian bergerak mempengaruhi kelompok.

Koentjaraningrat mengatakan bahwa akulturasi budaya dapat terjadi apabila tercipta interaksi sosial antara budaya asli dengan budaya pendatang untuk kemudian melebur menjadi budaya yang baru tanpa menghilangkan ciri khas atau karakteristi kebudayaan lamanya. Singkatnya, akulturasi yakni percampuran antara kebudayaan luar atau kebudayaan asli berhasil menjadi kebudayaan yang baru.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akulturasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Kesimpulannya, akulturasi lahir dari hasil interaksi manusia berupa pertemuan antar kebudayaan yang bersinggungan secara perlahan menjadi bentuk budaya baru.

Perubahan teknologi dan informasi yang sangat cepat menyumbang pengaruh besar pada perubahan yang terjadi di masyarakat. Informasi yang dimuat di media sosial, media massa, podcast, televisi, radio dan sebagainya turut mempercepat perubahan bagi orang-orang yang mengonsumsi konten tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa informasi yang tersaji di media sosial dan konten-konten dari gawai membawa unsur kebudayaan tertentu. Ketika informasi itu diterima dan dipahami oleh seseorang, secara tidak langsung unsur kebudayaannya dapat mempengaruhi individu atau kelompok.

Perubahan budaya pada suatu masyarakat dapat menjadi hal positif dan juga bisa menjadi hal yang negatif. Hal tersebut yang perlu diperhatikan oleh setiap anggota masyarakat untuk bijak dalam menghadapi budaya yang datang.

Memahami Proses Akulturasi

Akulturasi terjadi dikarenakan pencampuran budaya asing dengan budaya sendiri. Beberapa bidang yang paling sering terjadi akulturasi yakni kuliner, gaya berpakaian, arsitektur sebuah gedung, dan lain-lain. Seperti yang sudah disampaikan di atas, proses akulturasi sangat pelan. Akulturasi membutuhkan waktu bertahun-tahun supaya dapat menghasilkan budaya baru di masyarakat.

Kita tahu sendiri apabila proses akulturasi tidak bisa dilepaskan dari budaya asing atau budaya dari luar masyarakat. Budaya asing yang masuk ke lingkungan masyarakat tidak bisa langsung diterima.

Faktor masyarakat sangat mempengaruhi diterima atau tidak sebuah budaya di lingkungan masyarakat. Alhasil, tidak semua pencampuran budaya dapat menjadi perubahan sosial. Hal itulah yang membuat proses akulturasi memerlukan waktu dan proses.

Bentuk-bentuk Akulturasi Budaya

Proses akulturasi budaya juga terjadi dalam beberapa bentuk. Akulturasi yang terjadi pada suatu masyarakat tidak mesti sama. Akulturasi melahirkan keunikan tersendiri untuk setiap budaya. Alhasil, akulturasi untuk setiap masyarakat belum tentu sama dengan masyarakat lainnya. Bentuk-bentuk akulturasi budaya yang terjadi adalah:

  1. Substitusi
    Substitusi adalah proses akulturasi unsur budaya lama digantikan unsur kebudayaan baru atau pendatang, selama masyarakat mendapatkan nilai tambah dan manfaat dari budaya itu.
  2. Sinkretisme
    Sinkretisme adalah proses terwujudnya kebudayaan yang baru karena adanya percampuran unsur budaya asli dan budaya asing.
  3. Addition
    Addition adalah proses akulturasi budaya yang ditujukan untuk menambah nilai dan manfaat dalam budaya yang baru sebagai hasil dari kombinasi budaya asli dengan budaya pendatang.
  4. Deculturation
    Deculturation yang berarti penggantian memiliki makna di mana budaya lama digantikan sepenuhnya dengan budaya baru.
  5. Originasi
    Proses akulturasi di mana budaya pendatang masuk dan membawa perubahan terhadap budaya asli masyarakat secara signifikan

Pemilihan Vendor yang Baik

 

Setelah membahas mengenai tanggung jawab dan tugas vendor, pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana pemilihan vendor yang baik dan tepat. – Vendor merupakan pihak yang berasal dari lembaga maupun perorangan yang mempunyai tugas untuk menyediakan serta menjual suatu bahan. Pihak vendor  umumnya akan menjual bahan dukungan untuk produk, jasa maupun produk yang telah diolah. Lalu nantinya produk tersebut akan dijual kembali oleh perusahaan untuk menunjang performa perusahaan.

Cara Kerja Perusahaan dengan Vendor

Pemilihan Vendor yang Baik

Vendor merupakan mata rantai yang mempunyai peran krusial dalam hal pasar, keuntungan, serta pula kelangsungan usaha bagi sebagian besar perusahaan. Untuk sekarang ini, beberapa perusahaan yang memiliki mindset yang lebih maju sudah mengajak vendor menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

Beberapa perusahaan berskala besar sudah berhasil dan menyadari bahwa keterlibatan sebuah vendor memang sangat diharapkan didalam sebuah organisasi atau perusahaan. Bahkan banyak perusahaan besar yang menyertakan seluruh pemasok dan sub pemasok ikut serta dalam jajaran petinggi perusahaan.

Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan tersebut memang membutuhkan hubungan timbal balik dengan para vendor guna memenuhi kebutuhan dan mengembangkan langkah yang lebih baik lagi dan inovatif dalam memenuhi keperluan perusahaan.

Pihak perusahaan sangat sadar bahwa kualitas dari produk serta layanan mereka berhubungan langsung dengan kualitas produk serta jasa yang diberikan oleh pihak vendor.

Proses Pemilihan Vendor yang Baik

Dalam proses pemilihan vendor, tentu pihak perusahaan akan memilih vendor yang bisa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratan tersebut umumnya berbentuk biaya yang ditawarkan oleh pihak vendor, kualitas produk ataupun layanan yang disediakan, dan kriteria pengiriman barang tersebut.

Secara awam, kualitas pengiriman yang disediakan oleh pihak vendor adalah kesesuaian produk dengan spesifikasi yang sudah ditentukan sebelumnya didalam dokumen pengadaan barang.

Dalam kriteria pengiriman, umumnya akan berhubungan dengan waktu pengiriman serta kriteria biaya atau harga yang harus diberikan oleh pihak perusahaan dalam melakukan kerjasama dengan vendornya.

Tahapan seleksi dilakukan untuk menentukan vendor yang tepat serta mampu diajak berhubungan dengan baik oleh perusahaan. Dari banyaknya daftar vendor, nantinya perusahaan akan melakukan seleksi sampai jumlah pemilihan vendornya mengecil.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara melakukan survey untuk menggali informasi yang berhubungan dengan kondisi vendor tersebut. Informasi dan data yang wajib dicari tahu lebih dalam yang berkaitan dengan segi teknis bisa diperoleh dari tersedianya aneka macam alat produksi dan tenaga ahli.

Tujuan Penilaian Vendor

Dalam proses pemilihan vendor, umumnya bagian divisi pengadaan barang akan memilih pilihan dengan berdasar pada harga yang ditawarkan oleh pihak vendornya. Terdapat banyak kriteria lain yang wajib dimiliki oleh pihak vendor bila perusahaan tersebut ingin mencapai kesuksesan dengan lancar.

Jadi bukan hanya berfokus di harga yang ditawarkan saja, aneka macam kriteria yang harus dipenuhi oleh pihak vendor diantaranya, konsep pengirimannya, korelasi manajemen, dukungan pihak vendor juga proyek perusahaan serta ekspansi yang mungkin saja terjadi di masa mendatang.

Berikut ini terdapat beberapa tujuan dari penilaian vendor, diantaranya yaitu :

  • Membantu membentuk evaluasi yang seimbang terhadap kinerja vendor dalam memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan
  • Mengidentifikasi hal-hal yang bermasalah, jadi tindakan yang bersifat korektif mampu dilakukan
  • Menghasilkan pengukuran yang bersifat objektif serta kuantitatif terhadap kinerja vendor
  • Menyediakan kebutuhan informasi yang faktual mengenai kinerja keseluruhan, entah untuk pelanggan atau pihak vendornya

Memahami Pengertian Self Acceptance

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami pengertian self acceptance. Secara sederhana, self acceptance adalah penerimaan diri. Menurut Dictionary of Psychology, self acceptance berarti mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun keterbatasan diri. Self acceptance disebut juga sebagai komponen utama kesehatan mental.

Memahami Pengertian Self Acceptance Menurut Para Ahli

Jersild mengatakan bahwa self acceptance adalah kesediaan untuk menerima diri sendiri, termasuk keadaan fisik, psikologis, sosial, dan prestasi seseorang, serta kekuatan dan kelemahannya.

Menurut Cronbach (1963), self acceptance  adalah sikap menilai diri sendiri dan keadaan diri secara objektif dan menerima segala sesuatu tentang diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Paramita & Margaretha menjelaskan self acceptance artinya disertai dengan keinginan dan kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan menerima diri sendiri apa adanya, serta terus menerus mengembangkan diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik secara bertanggung jawab.

Memahami Pengertian Self Acceptance

Ryff  menyatakan bahwa self acceptance adalah sikap positif terhadap diri sendiri, mengakui dan menerima aspek-aspek yang berbeda dari diri sendiri, termasuk sisi baik dan buruk, dan sikap positif terhadap kehidupan yang dijalani.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa self acceptance merupakan suatu kemampuan diri untuk bisa menerima segala keadaan diri dengan sebaik-baiknya tanpa merasa kurang dan bisa mengembangkan diri dengan keadaan yang dimiliki.

Proses Self acceptance

Self acceptance merupakan salah satu proses pembelajaran dalam mencintai diri sendiri, yang di mana sebagai individu, kamu sadar akan kelebihan dan kekuranganmu, dan secara realistis dapat menilai bakat, kemampuan, dan harga diri, serta mempunyai kepuasan terhadap diri sendiri, terlepas dari kekurangan dan pilihan masa lalu.

Saat mempraktikkan self acceptance, maka akan bisa menerima diri sendiri sepenuhnya, baik itu sisi baik maupun buruk, tanpa syarat, tanpa pertanyaan berlebihan, dan tanpa pengecualian.

Selama ini, mungkin banyak orang menekankan bahwa kita harus percaya dengan kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Tentu hal tersebut tidaklah salah. Namun, menerima segala kekurangan diri sendiri juga tidak kalah pentingnya.

Kita harus menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Justru dengan menerima kekurangan diri sendiri, kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan untuk masa depan yang lebih baik.

Perbedaan Self acceptance dengan Self Esteem

Self acceptance adalah bisa menerima diri sendiri apa adanya

Self acceptance seringkali digunakan bergantian dengan istilah self esteem. Namun, keduanya sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

  • Self Esteem

Self-esteem adalah kemampuan untuk menghargai dan menilai kemampuan diri sendiri. Orang yang memiliki self esteem yang baik, akan menganggap bahwa dirinya bermanfaat dan patut untuk melakukan suatu hal, karena memiliki kemampuan.

  • Self Acceptance

Sementara self acceptance, memiliki cakupan yang lebih luas. Seseorang yang bisa mempraktikkan self acceptance, tidak hanya akan punya self esteem yang baik, tapi juga bisa menerima kekurangan sebagai bagian dari dirinya.

Saat sudah bisa mempraktikkan penerimaan diri, maka Anda bisa mencintai diri sendiri apa adanya. Meski begitu, bukan berarti hal ini akan membuat diri berhenti berkembang.

Justru dengan menyadari kelemahan dan kekurangan diri, Anda bisa mulai mengevaluasi diri dan mengetahui hal-hal yang bisa diperbaiki.

Unsur & Proses Pembentukan Karakter

Setelah membahas pengertian dari karakter, pada artikel kali ini akan membahas unsur dan proses dari pembentukan karakter.

Unsur & Proses Pembentukan Karakter

Dari pengertian karakter yang telah dijelaskan oleh para ahli, maka bisa disimpulkan bahwa karakter seseorang dipengaruhi oleh sikap seseorang. Apakah itu baik atau jelek, maka akan ikut berpengaruh pada karakternya.Menurut para ahli, karakter seseorang bukanlah suatu bawaan dari lahir, akan tetapi dibentuk secara perlahan dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, maupun keluarga.

Unsur yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter

Selain keluarga dan lingkungan sekitar, ada beberapa unsur yang saling mempengaruhi sehingga membentuk karakter seseorang. Berikut ini unsur-unsur tersebut.

  1. Emosi

    Pada umumnya, definisi dari emosi adalah suatu perasaan atau suatu gejolak jiwa yang muncul dari dalam diri seseorang sebagai dampak dari adanya rangsangan, baik itu dari dalam diri seseorang ataupun dari luar. Emosi identik dengan suatu perasaan yang kuat.

  2. Sikap

    Sikap seorang individu ialah bagian dari karakter dirinya, bahkan sikap seseorang bisa dianggap sebagai cerminan karakter orang tersebut. Dalam hal ini, sikap seorang individu pada sesuatu yang ada dihadapannya, akan menerangkan bagaimana bentuk atau wujud karakter yang dimiliki oleh orang tersebut. Jadi, jika ada seseorang yang memiliki sikap baik pada orang lain, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut juga memiliki karakter yang baik pula. Begitu pula sebaliknya, ketika seseorang memiliki sikap buruk, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang buruk pula.

  3. Kepercayaan

    Kepercayaan bahwa ada suatu hal yang benar ataupun salah atas dasar sugesti otoritas, bukti, pengalaman serta intuisi sangat krusial dalam pembangunan karakter seorang individu. Sehingga, kepercayaan yang dimiliki oleh seorang individu akan memperkukuh individu tersebut dalam hal eksistensi diri dan memperkukuh relasi dirinya dengan orang lain.

  4. Kebiasaan dan Kemauan

    Kebiasaan adalah perilaku manusia yang menetap, berlangsung dengan otomatis untuk waktu yang lama, biasanya tidak terencana dan diulangi terus menerus, berkali-kali. Sementara itu, kemauan adalah suatu kondisi yang sangat mencerminkan karakter seseorang dikarenakan kemauan tersebut berkaitan erat dengan tindakan yang dapat mencerminkan perilaku dari orang tersebut.

  5. Konsepsi Diri atau Self Conception

    Konsepsi diri merupakan proses totalitas yang dilakukan baik secara sadar atau tidak sadar mengenai bagaimana karakter serta diri seorang individu dibentuk. Sehingga, konsepsi diri merupakan bagaimana cara seorang individu membangun diri serta apa yang diinginkan oleh individu tersebut dan bagaimana individu tersebut menempatkan dirinya dalam kehidupan. Secara sederhananya, konsepsi diri atau konsep diri adalah cara pandang atau sikap seorang individu pada dirinya sendiri. Konsep diri ini memiliki hubungan eat dengan dimensi fisik, motivasi diri serta karakter individu.

Proses Pembentukan Karakter

Telah dijelaskan pada awal artikel, bahwa karakter seseorang tidak lahir dengan orang tersebut, melainkan terbentuk oleh beberapa faktor. Pembentukan karakter seorang individu perlu melalui suatu proses pembelajaran yang panjang.

Karakter seseorang akan mulai terbentuk melalui lingkungannya, keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar. Beberapa pihak memiliki peranan krusial dalam pembentukan karakter seorang individu, diantaranya yaitu orang tua, saudara, teman sebaya, guru dan orang lainnya yang berada di sekitar individu tersebut.

Menurut Lickona, bahwa pembentukan karakter seseorang terbentuk karena suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus bertahan dari kecil hingga masa remaja. Orang tua memiliki pengaruh baik serta buruk yang akhirnya akan membentuk kebiasaan dari anak-anaknya.

Setiap individu tentunya memiliki pengalaman hidup yang bersumber dari lingkungan sekitar, keluarga, sekolah. Pengalaman hidup seseorang juga bisa diperoleh melalui buku, televisi, internet dan sumber lainnya yang memiliki potensi untuk dapat menambah pengetahuan seseorang.

Dalam proses mendapatkan pengalaman hidup tersebut, peran dari pikiran sadar seseorang sangatlah dominan. Sehingga pikiran akan melakukan proses penyaringan pada informasi yang masuk dalam diri melalui panca indera manusia.

Pola pikir dan sistem kepercayaan yang ada pada diri seseorang yang semakin matang, maka akan membentuk tindakan-tindakan, kebiasaan serta karakter unik yang dimiliki oleh setiap individu. Hal ini berarti, setiap individu memiliki suatu sistem kepercayaan atau belief system, citra diri atau self image serta kebiasaan atau habit unik.

Mengapa karakter seseorang harus dibentuk?

Tujuan dari pembentukan karakter pada dasarnya adalah untuk mendorong kembali lahirnya anak-anak dengan sifat atau karakter yang baik. Dengan tumbuh kembang karakter baik, maka akan mendorong anak-anak untuk tumbuh dengan kapasitas komitmen agar mampu melakukan berbagai macam hal yang terbaik bagi dirinya serta dapat melakukan segala sesuai dengan benar.

Demikian pembahasan mengenai unsur dan proses pembentukan karakter pada anak. Diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan lingkungan yang baik dan terus mengawasi tindakan maupun perilaku anak.