Mengenal Tanda Emotional Abuse

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mengenal tanda seseorang memiliki emotional abuse. Emotional abuse artinya perlakukan menghina seseorang, mempermalukan, serta mengakibatkan rasa takut orang lain.

Emotional Abuse

Pelecehan emosional (Emotional Abuse) ialah jenis pelecehan yang seringkali kali tidak terlihat serta tidak terdeteksi. Tidak sama dengan kekerasan fisik, kekerasan ini tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat.

Sebagai akibatnya sulit untuk dikenali serta diatasi. Pelecehan emosional bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti meremehkan, memanipulasi, mengucilkan, dan mengancam.

Ini adalah tindakan mengendalikan seseorang melalui manipulasi emosional dan dapat terjadi dalam semua jenis korelasi, termasuk hubungan kekeluargaan, atau profesional. Konsekuensi dari pelecehan emosional sama buruknya dengan kekerasan fisik, sebab dapat menyebabkan rendahnya harga diri, depresi, bahkan pikiran untuk bunuh diri.

Sangat penting untuk mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang tanda pelecehan emosional, guna menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung bagi mereka yang mungkin mengalaminya.

Pelaku kekerasan sering kali memakai kalimat yang mengikis rasa percaya diri korban serta membentuk mereka mewaspadai nilai diri mereka. Hal ini bisa mengakibatkan korban merasa galau serta terisolasi.

Pelecehan emosional bisa melibatkan perilaku pengendalian, dimana pelaku membatasi akses korban terhadap sahabat, famili, atau aktivitas yang mereka sukai. Hal ini dapat mengakibatkan rasa ketergantungan pada pelaku serta perasaan terputus dari orang lain.

Mengenal Tanda Emotional Abuse

Pelecehan jenis ini bisa dimulai dengan perilaku kecil seperti menggoda atau bercanda, namun dapat semakin tinggi sebagai bentuk manipulasi dan kontrol yang lebih parah seiring berjalannya waktu.

Korban pelecehan emosional mungkin merasa terjebak dalam hubungan tersebut, karena pelaku mungkin menggunakan rasa bersalah atau ancaman untuk mencegah mereka pergi.

Mengenal Tanda Emotional Abuse

Meski demikian, ternyata tidak banyak orang menyadari bahwa mereka menjadi korban emotional abuse. Berikut ini beberapa tanda seseoran menjadi korban emotional abuse, diantaranya yaitu :

  1. Kerap menyampaikan reaksi yang hiperbola
    Menyampaikan pendapat sebuah kejelasan kepada seseorang dan berakhir dengan disalahkan. Seseorang yang melakukan emotional abuse tidak akan pernah bersedia menyampaikan validasi atas perasaan korbannya.
    Pelaku selalu bersikap bahwa korban selalu keliru, sehingga akan terus menurutinya.
  2. Selalu membuat korban merasa bersalah
    Setiap orang memiliki batasan masing-masing. Tetapi, pelaku emotional abuse akan melanggar batasan tadi serta membuat korbannya tunduk. Hingga dirancang merasa bersalah bila tidak mengikuti kemauannya.
    Tujuan dari pelaku pelecehan ini adalah menghasilkan orang tadi berpikir bahwa korban bertanggung jawab atas kesulitannya, meskipun itu bukan kesalahan.
  3. Berusaha mengancam
    Apabila memiliki pasangan yang selalu mengancam jika keinginannya tidak dituruti, hal itu merupakan indikasi emotional abuse yang kerap sulit dikenali. Sebab, tidak sedikit orang berpikir bahwa ancaman ialah salah satu perilaku tegas.
  4. Selalu berusaha mengendalikan segala hal
    Mulai dari apa yang dilakukan, dikatakan, hingga dikenakan. Segalanya berusaha untuk dikendalikan. Tanda ini merupakan satu karakteristik khas emotional abuse.
    Pelaku memang tak mengandalkan kekerasan fisik, tapi justru memainkan strategi psikologis untuk memanipulasi dan mengintimidasi korbannya.
    Pelaku mencoba mengendalikan segalanya hingga membuatmu merasa bergantung. Jika dibiarkan, akan menjadi toxic. Wajib bisa membedakan antara memberi saran dengan mengendalikan.
  5. Membuat lelucon yang meremehkan

    Tidak ada yang keliru jika bercanda dengan seseorang, tetapi, apabila sampai meremehkan, maka perlu untuk menyadarinya.
    Jangan berikan toleransi pada orang yang menyampaikan lelucon meremehkan dengan alasan “hanya bercanda”. Sebab, dengan begitu artinya tidak menghormati diri sendiri.
    Perasaan diremehkan tidak hanya bisa muncul lewat lelucon, akan tetapi saat menerima kritikan. Jika dikritik atau dimarahi didepan awam dengan kalimat meremehkan, maka dapat dikatakan sebagai indikasi emotional abuse.

Bila ada orang yang dikenal mengalami pelecehan emosional, penting untuk mencari bantuan. Berbicara dengan sahabat atau anggota famili yang tepercaya, atau mencari konseling profesional agar dapat menyampaikan dukungan dan bimbingan ketika menghadapi situasi tertentu.

Krusial untuk diingat bahwa pelecehan emosional bukanlah kesalahan diri, dan berhak memutuskan batasan dan memprioritaskan kesejahteraan Anda sendiri.

Dengan membuatkan kesadaran serta pemahaman perihal pelecehan emosional, kita dapat membentuk lingkungan yang lebih safety dan mendukung bagi mereka yang mungkin mengalaminya.

Penting untuk dipahami bahwa pelecehan emosional bukanlah kejadian yang terjadi satu kali saja, melainkan suatu pola sikap yang dapat berdampak jangka panjang pada kesejahteraan mental serta emosional korban.

Empat Karakter Manusia & Pekerjaannya

Setelah mengetahui pembahasan mengenali karakter sebagai manusia, pada artikel kali ini akan membahas empat karakter manusia & jenis pekerjaannya sesuai karakter manusia tersebut.

Empat Karakter Manusia & Pekerjaannya

Empat Karakter Manusia & Pekerjaannya

Sanguinis

Darah sebagai cairan dan tubuh astral menyimbolkan tipe sanguinis. Tubuh astral tergambarkan pada sistem saraf agar sistem tersebut memegang kendali. Sistem saraf mampu menyerap ide-ide, visualisasi atau gambar, dan sensasi. Kegiatan sistem saraf ini tertahan oleh sirkulasi darah. Bila tidak tertahan oleh peredaran darah, mental image akan menjadi liar yang membawa pada halusinasi dan delusi. Inilah yang menjadi batasan untuk para sanguinis.

Orang-orang dengan karakter sanguinis ini biasanya selalu optimis, riang, antusias dan mempunyai semangat hidup yang tinggi. Seseorang dengan kepribadian sanguinis umumnya selalu menarik perhatian atau butuh orang-orang memperhatikannya. Mereka juga gemar mengambil risiko. Beberapa profesi yang cocok untuk manusia dengan karakter sanguinis yaitu :

  • Marketing
  • Penjelajah
  • Koki
  • Olahragawan
  • Tata Busana

Tidak heran iika karakter sanguinis ini menjadi orang-orang yang suka sekali melakukan petualangan karena tipe ini senang sekali mencari kesenangan. Saking sukanya dengan tantangan serta hal-hal baru, mereka jadi mudah bosan. Sanguinis artinya tipe yang tidak bisa menopang ketertarikannya relatif lama. Ia selalu menginginkan pengalaman-pengalaman baru sehingga mudah terkesan, tetapi mudah juga hilang minat. Ini yang membuat mereka mudah berubah-ubah pikirannya.

Plegmatis

Lendir dan tubuh eterik sebagai simbol cairan dari karakter ini. Orang tipe plegmatis lebih fokus pada apa yang terjadi dalam dirinya. Ia membiarkan apa yang terdapat diluar terjadi sebagaimana mestinya. Tidak heran orang-orang dengan tipe ini menyukai kedamaian. Mereka mencari keharmonisan serta keakraban berasal sebuah korelasi. Mereka selalu berusaha untuk menghindari perseteruan, membentuk mereka menjadi pasangan yang penuh cinta serta setia.

Terlibat dalam aktivitas charity artinya aktivitas yang menyenangkan untuk mereka. Seseorang dengan kepribadian plegmatis umumnya penuh cinta serta selalu menolong sesama. Namun, terkadang beliau merasa tidak terhubung dengan sekitarnya karena fokus aktivitasnya ada pada tubuh eteriknya. Ini membuatnya pada kehidupan sosial cenderung sebagai pendiam. Mengingat ia membiarkan hal yang di luar tubuh eteriknya berjalan begitu saja, ini membuatnya menjadi kurang berorientasi di tujuan.

Tetapi, manusia dengan karakter plegmatis cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal sosial, mirip :

  • Pengajar
  • Perawat
  • Psikolog atau konselor

Ini juga sebab mereka mencari koneksi yang ‘intim’ dari sebuah hubungan, mirip ia terhubung dengan dirinya sendiri.

Koleris

Ego mendominasi di tipe koleris sehingga orang menggunakan karakter ini sangat agresif dan wajib selalu menerima apa yg ia inginkan dengan caranya. Orang menggunakan tipe koleris sangat berorientasi di target, analitis, serta logis, mirip tipe-tipe seseorang pemimpin. Karakter koleris ini juga tidak menyukai basa-basi, dia lebih senang menghabiskan ketika dengan hal berguna. Jadi beliau akan lebih menyukai percakapan yg kentara tujuan dan pada dasarnya. sang karena itu, mereka lebih senang berkumpul dengan orang-orang yang memiliki profesi serta kegemaran yang sama.

Umumnya pekerjaan yang cocok buat manusia dengan karakter koleris yaitu :

  • Bidang manajemen
  • Teknologi
  • Statistik
  • Teknik
  • Bisnis
  • Programming.

Mereka dapat bertahan Jika wajib bekerja sendirian serta sangat berorientasi pada target.

Melankolis

Setiap orang memiliki cairan tubuh yg mayoritas. Untuk manusia dengan karakter melankolis, kesedihan, serta tubuh fisik sangat mendominasi. Tipe melankolis seringkali berkorban buat orang lain, cenderung sensitif, penyayang, senang berada pada kembali layar, namun juga seorang yg pemikir. Manusia dengan karakter ini relatif kreatif sebab dapat berpikir dari berbagai sudut pandang, mulai dari logika hingga perasaan. Orang menggunakan karakter melankolis ingin seluruh bagian puas, sehingga cenderung perfeksionis dan rendah diri. tidak jarang, sulit melupakan rasa sakit yang terjadi di masa lalu.

Pekerjaan yg cocok buat melankolis yaitu :

  • Bidang administrasi
  • Manajemen
  • Akuntansi
  • Pekerja sosial

Berpikir dari berbagai sudut pandang bisa menghasilkan seseorang melankolis memperhitungkan keakuratan dengan baik.

Mengenali Karakter sebagai Manusia

Apakah Anda mengenali karakter sendiri sebagai manusia? Mengenal karakter seseorang berguna dalam hubungan. Bahkan, untuk mendapat pekerjaan, perusahaan biasanya melakukan tes psikologi dan wawancara agar bisa melihat kepribadian orang tersebut.

Mengenali Karakter Sebagai Manusia

Dalam dunia psikologi, terdapat banyak teori yang membahas tentang karakter seseorang. Salah satu teori yang paling populer saat ini ialah teori 16 kepribadian dari Carl Jung. Mengutip dari Center for Application of Psychological Type (Capt), bentuk penilaian yang lebih mudah dimengerti dari teori Carl Jung ialah MBTI. Inti dari teori tersebut adalah terdapat banyak variasi perilaku manusia yang acak tetapi konsisten dan teratur.

Mengenali Karakter sebagai Manusia

Tetapi, jauh sebelum teori kepribadian ini berkembang, ada teori empat temperamen yang membedakan manusia satu serta lainnya dari zaman dahulu kala. Inovasi ini berawal dari tokoh Yunani, Hippocrates, yang menggabungkan empat temperamen menjadi bagian dari teori pengobatannya. Menurutnya, empat cairan didalam tubuh dapat membedakan karakter dan kebiasaan manusia. Teori ini merupakan bagian dari konsep medis kuno bernama humorism yang mengacu pada cairan tubuh. Setiap orang memiliki cairan tubuh yang berbeda. Perbedaan ini yang paling dominan mempengaruhi temperamen dan psikologi seseorang.

Selain itu, terdapat beberapa orang yang memiliki karakter campuran. Jadi, seseorang tidak bisa direpresentasikan hanya dengan satu karakter yang terdapat di teori psikologi. Temperamen sebagai dasar warna karakter manusia dan berperan sebagai perwujudan atau representasi dari setiap individu pada menjalani kehidupannya. Umumnya, ketika kita bertemu dengan orang lain, kita dapat merasakan suasana hati yang timbul.

Menurut empat temperamen, karakter seseorang terbagi menjadi empat grup, yaitu :

  1. Sanguinis
  2. Koleris
  3. Melankolis
  4. Plegmatis

Sementara itu, pada karakter campuran, seseorang bisa mempunyai 2 temperamen berbeda, yaitu sanguinis serta melankolis.

Empat karakter manusia

Menurut Rudolf Steiner Archive, manusia terbagi menjadi empat bagian.

Pertama adalah tubuh fisik dan kedua terdapat tubuh eterik atau mungkin kita mengenalnya menjadi jiwa. Semasa hidupnya, jiwa menyatu dengan fisik seorang dan saat tewas akan terpisah dari fisiknya.

Ketiga, yakni tubuh astral. Bagian inilah yang menjadi tempat hadirnya insting, gairah, hasrat, dan perubahan pada pikiran kita.

Keempat, merupakan yang paling tinggi daripada yang lain, merupakan the bearer of the human ego alias pembawa ego manusia. Ini yang menghasilkan kita mempunyai rasa penasaran dan kuasa atas kesadaran diri, perasaan, bahkan motivasi yang kita miliki.

Salah satu dari empat bagian tersebut ada yang paling dominan, dan inilah yang akan merepresentasikan karakter manusia.

Seberapa akuratnya karakter tersebut?

Ada berbagai jenis tes psikologi untuk mengetahui karakter dan mengukur seberapa dekatnya pendekatan suatu teori terhadap karakter Anda.

Seperti penjelasan awal, Anda tidak bisa menelannya mentah-mentah begitu saja dalam menilai seseorang.

Namun, empat temperamen ini dapat mengatasi kekurangan yang Anda miliki, sehingga membentuk kepribadian yang lebih baik lagi.

Ambil contoh, anak dengan tipe melankolis dan plegmatis, mereka harus melatih untuk lebih percaya diri dan selalu aktif mengikuti kegiatan.

Lalu anak tipe koleris, mereka bisa latihan untuk menghormati pendapat orang lain. Begitu juga dengan tipe sanguinis, ia bisa melatih lebih mengenali dirinya sendiri.

Apapun tipe temperamennya, penting untuk selalu memperbaiki diri jika memang ada yang salah dari karakter Anda.

Apa Saja Jenis-jenis Barcode

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja jenis-jenis barcode yang ada di dunia. Seperti kita ketahui, barcode merupakan sistem identifikasi unik yang terdiri dari garis-garis horizontal dan spasi yang memiliki panjang dan jarak yang berbeda-berbeda, yang dapat dibaca oleh mesin scanner atau kamera, dan digunakan untuk mengidentifikasi suatu data dengan tepat dan cepat.

Apa Saja Jenis-jenis Barcode

Barcode pertama kali diciptakan oleh Bernard Silver dan Norman Woodland pada tahun 1948. Mereka berhasil menemukan cara untuk mengubah informasi yang berupa teks menjadi garis-garis dan spasi yang dapat dibaca oleh mesin. Pada awalnya, barcode hanya digunakan untuk mengidentifikasi produk-produk di toko-toko kelontong, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, barcode mulai digunakan untuk mengidentifikasi produk-produk di berbagai bidang.

Jenis-Jenis Barcode

1. Barcode EAN-13
Barcode EAN-13 (European Article Number) adalah jenis barcode yang paling awam digunakan di dunia. Jenis ini dapat menampung sampai 13 karakter alfanumerik. Umumnya digunakan untuk mengidentifikasi produk-produk yang mempunyai informasi yang lengkap.

Barcode EAN-13 memakai simbol-simbol yg dapat dibaca oleh mesin scanner atau kamera yang terdiri dari garis-garis horizontal, vertikal, dan diagonal yang mempunyai panjang serta spasi yang berbeda-beda. Setiap simbol memiliki arti yang berbeda, sehingga dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi suatu data dengan tepat.

Barcode EAN-13 bisa dibuat dengan memakai software spesifik yang tersedia di internet atau dapat dibeli di toko-toko yang menjual peralatan komputer. Setelah dibuat, barcode EAN-13 dapat dicetak dan ditempelkan pada produk yang akan dijual. Saat produk tersebut diperiksa di kasir, mesin scanner akan membaca barcode EAN-13 yang ada serta menampilkan informasi yang terkait dengan produk tersebut, seperti harga, deskripsi, dan lain-lain.

2. Barcode UPC-A
Barcode UPC-A adalah jenis barcode yang serupa dengan barcode EAN-13, hanya saja barcode ini terdiri berasal 12 digit. Jenis UPC-A ini umumnya dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk di Amerika serikat.

3. Barcode Code 39
Barcode Code 39 merupakan jenis barcode yg bisa menampung hingga 39 karakter alfanumerik. Jenis ini umumnya dipergunakan buat mengidentifikasi produk-produk yg mempunyai nama yang panjang.

4. Barcode QR Code

Barcode QR Code artinya jenis barcode yang bisa menampung sampai 4000 karakter alfanumerik. Jenis ini umumnya dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk yang mempunyai informasi yang lebih lengkap.

5. Barcode Code 128
Barcode Code 128 merupakan jenis barcode yang dapat menampung hingga 107 karakter alfanumerik. Jenis ini umumnya dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk yang memiliki informasi yang lebih rinci.

6. Barcode Datamatrix
Barcode Datamatrix ialah jenis barcode yang bisa menampung sampai 2.335 karakter alfanumerik. Jenis ini umumnya dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk yg mempunyai informasi yang sangat lengkap.

7. Barcode PDF417
Barcode PDF417 merupakan jenis barcode yang bisa menampung sampai 1.890 karakter alfanumerik. Jenis ini umumnya dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk yang mempunyai informasi yang sangat penting dan relatif banyak.

8. Barcode MaxiCode

Barcode MaxiCode merupakan jenis barcode yang dapat menampung sampai 93 karakter alfanumerik. Jenis ini umumnya digunakan untuk mengidentifikasi produk-produk yang berisi informasi yang bersifat yang sangat rahasia.

Demikian pembahasan mengenai apa itu barcode, bagaimana sejarah dan siapa tokoh penemunya, dan apa saja jenis-jenis barcode yang ada di dunia. Semoga bermanfaat.

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Pada artikel kali ini akan  membahas mengenai pengertian karakter dan kepribadia, bagaimana perbedaan karakter dan kepribadian, dan sifat-sifat dari karakter dan kepribadian.

Pengertian Karakter

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Lance Morrow menyebutkan bahwa karakter menyebarkan nilai dan merupakan karya peradaban. Di sisi lain, Ralph Waldo Emerson menegaskan bahwa karakter lebih tinggi dari kecerdasan. Karakter yang memungkinkan orang untuk bertahan hidup, bertahan dan mengatasi kesedihan mereka dalam dunia yang tepat. Steven Covey menyebut bahwa untuk melakukannya dengan baik, kita harus berbuat baik dan untuk berbuat baik, kita harus menjadi baik lebih dahulu.

Karakter menentukan cara kita bertindak saat kita berpikir bahwa orang lain tak melihat kita. Seperti pepatah lama yang berbunyi, “Karakter adalah apa yang Anda lakukan ketika tidak ada orang yang melihat.” Kebaikan menjadi isi karakter yang baik. Kebaikan terdiri dari : kejujuran, keberanian, keadilan, sampai kasih sayang, menjadi disposisi untuk kita berperilaku secara bermoral. Atas kualitas manusia, karakter ialah objektivitas yang baik.

Pengertian Kepribadian

Kepribadian merupakan suatu tatanan tak kasat mata yang bisa mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Sebuah proses yang terus menerus dan konsisten sepanjang hidup membentuk kepribadian. Ini juga bisa memberi pengaruh terhadap cara pengambilan keputusan.

Sebelum mempertimbangkan kemampuan bekerja, kita cenderung mempertimbangkan kepribadian seseorang terlebih dahulu. Ini sering terlihat dalam dunia kerja, ketika banyak pemimpin yang menempatkan seseorang berdasarkan rasa suka-tak suka, bukan kemampuannya.

Rumus Kepribadian

Karakter dasar sudah mulai dibentuk sejak usia di bawah lima tahun. Menunjukkan bahwa pendidikan dan pola asuh dalam keluarga membentuk karakter dasar yang akan terbawa sampai kita dewasa.

Selanjutnya, karakter dasar biasanya akan mulai mendapat pengaruh eksternal dari berbagai sumber setelah kita melewati usia 5 tahun. Misalnya, dari pengalaman, pendidikan, nilai-nilai, sampai kepercayaan. Meski begitu, karakter dasar akan tetap ada dan tak bisa hilang, sebesar apa pun pengaruh lingkungan kita. Kalaupun tak terlihat lagi, itu karena karakter dasar hanya tertutup oleh pengaruh lingkungan, tak sungguhan hilang.

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Dalam dunia psikologi, ketika kita berpikir tentang Diri, kepribadian kita adalah segalanya. Itu adalah “kita” dari atas ke bawah: semua perilaku, minat, pemikiran, keyakinan, pengalaman, dan sifat yang membuat kita unik di dunia ini. Sebagian besar model kepribadian modern setuju bahwa fondasi kepribadian adalah kehidupan kita. Pengalaman dan lingkungan membantu kita mengembangkan aspek lain dari kepribadian sejak saat itu.

Dengan kata lain, kita tidak dilahirkan dengan kepribadian tertentu. Ini dapat berubah dan beradaptasi terus-menerus, terutama selama 2 dekade pertama kehidupan. Setelah itu, perubahan kecil kemungkinannya atau tidak begitu signifikan.

Teori kepribadian modern menyarankan kepribadian dimulai dengan temperamen bawaan. Seiring waktu, kita mengembangkan karakter saat terlibat dalam pengalaman sehari-hari, dan begitulah kepribadian kita berkembang. Karakter dan temperamen berbaur dan berkontribusi pada sifat kepribadian kita, tetapi tidak semuanya.

Lebih Penting Karakter atau Kepribadian?

Karakter merupakan salah satu aspek dari kepribadian. Itu dapat mempengaruhi bagian utama kehidupan, seperti pekerjaan, lingkaran sosial, aktivisme, dan kriminalitas. Itu mungkin menentukan banyak pilihan hidup kita. Ini juga penting dalam menentukan hasil dari tujuan dan hubungan pribadi.

Karakter dapat dilihat sebagai esensi, sedangkan kepribadian adalah bagaimana kita mengekspresikan esensi tersebut. Dalam hal ini, mereka saling berpengaruh. Kepribadian memiliki pengaruh yang lebih kuat pada kesehatan secara keseluruhan, tetapi karakter dapat mempengaruhi keputusan hidup sehari-hari dan bersifat sangat krusial.

Sifat-Sifat Karakter dan Kepribadian

Karakter dan kepribadian digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang, keduanya memeriksa aspek yang berbeda dari individu tersebut. Kepribadian seseorang lebih terlihat, sedangkan karakter seseorang terungkap dari waktu ke waktu, melalui berbagai situasi.

Kepribadian lebih mudah dikenali, sebagian besar bersifat statis dan lambat berkembang. Sebaliknya, karakter membutuhkan waktu lebih lama untuk dilihat tetapi lebih mudah untuk diubah. Karena karakter dibentuk oleh keyakinan, dengan usaha dan motivasi yang cukup, mengubah cara pandang dan pandangan seseorang terhadap dunia dapat menyebabkan perubahan karakter seseorang.

Jika seseorang menganggap perubahan di lingkungannya signifikan, maka keyakinannya akan berubah untuk mengakomodasi perubahan tersebut. Misalnya, seseorang yang mungkin memiliki kepribadian pemalu dapat belajar untuk mengubah sikapnya ketika berbicara di depan umum saat berperan sebagai seorang guru. Tuntutan sosial dan eksternal baru menyebabkan pergeseran internal yang mengubah sikap mereka.

Dengan cara ini, meskipun preferensi bawaan individu adalah menjauh dari publik, kepercayaan dan nilai yang membentuk perilaku mereka dapat berevolusi untuk mencerminkan nilai kelompok dan komunitas terdekat mereka. Kesadaran dan kemampuan beradaptasi seperti itu membantu kelangsungan hidup (Kurtus, 2011).

Intinya adalah, terlepas dari pentingnya ciri-ciri kepribadian bawaan, kita dapat mengatasinya seperti yang diminta oleh tuntutan pribadi atau budaya.

Pendidikan Karakter Era Milenial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pendidikan karakter yang efektif pada era milenial. Pendidikan Karakter sangat penting ditanamkan pada anak-anak khususnya generasi milenial, karena di era ini banyak anak yang berkarakter baik dan buruk karena faktor lingkungan, gadget, dan lain sebagainya.

Pendidikan karakter akan menumbuhkan sifat peduli kepada sesama dan menjadikan seorang mempunyai kepribadian yg unggul serta pandai bersosial.

Menurut J. Kilber, A. Barclay & D. Ohmer (2014), menyatakan bahwa salah satu ciri yang terbentuk di generasi milenial ialah sebab kecanduan internet.

Karakter generasi milenial timbul dengan ciri yang unik serta tidak sama dengan generasi yang lain. Sebab, generasi milenial terlahir dengan fasilitas teknologi dan kecanggihan yang memanjakan. Namun, akan ada akibat negatif yang timbul, khususnya untuk para remaja yang baru mengenal teknologi, yaitu kecanduan sosial media.

Tanda-tanda Kecanduan Media Sosial

Pendidikan Karakter Era Milenial

Berdasarkan Ivan Goldberg, tanda-tanda kecanduan media sosial diantaranya yaitu :

  • Acapkali lupa waktu, yaitu mengabaikan hal-hal mendasar saat mengakses sosial media terlalu lama.
  • Menarik diri, seperti merasa cepat marah atau tersinggung, depresi ketika internet tidak bisa diakses, merasa kesal jika tidak ada sinyal, smartphone tertinggal.
  • Munculnya kebutuhan konstan, untuk menaikkan waktu yang dihabiskan
  • Kebutuhan peralatan komputer yang ingin dimiliki, dan software yang lebih banyak untuk di akses.
  • Umumnya akan sering berkomentar serta berbohong, acapkali merasa lelah, dan sering menutup diri.

Hal ini adalah dampak negatif yang berasal dari penggunaan internet atau sosial media yang berkepanjangan. Tanda-tanda ini sama halnya dengan seseorang yang kecanduan narkoba.

Manfaat Milenial Menggunakan Teknologi

Tetapi, terdapat beberapa manfaat yang mengakibatkan remaja banyak menggunakan teknologi sebagai gaya hidup milenialnya, manfaat tersebut yaitu :

  • Keberadaan, yaitu setiap manusia ingin diakui keberadaanya, apalagi remaja yang sedang mencari jati diri, dengan media sosial remaja mudah mencari jati dirinya dan diakui keberadaanya.
  • Perhatian, setiap manusia pula membutuhkan perhatian, baik secara pribadi juga tidak pribadi, dan ini akan dihasilkan remaja yg sedang tumbuh menjadi dewasa buat mendapatkan perhatian melalui media sosial.
  • Pendapat, yaitu mengenai sesuatu yang ada dipikiran seseorang tentang suatu hal. serta hal ini membantu para remaja buat saling bertukar pikiran atau pendapat buat mengambil keputusan.
  • Menumbuhkan citra, setiap orang ingin terlihat baik atau memiliki citra yang baik, apalagi remaja yg masih labil, sehingga beliau mudah mendapatkan pencitraan yg instan.
  • Komunikasi serta pengenalan, setiap manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lainnya, baik secara verbal juga non verbal, dan ini bisa dihasilkan melalui media sosial.
  • Ajang buat berprestasi, yaitu bisa juga menjadi wahana perlombaan online, sehingga para remaja bisa menunjukkan kebolehannya melalui media sosial.
  • Menambah wawasan, karena dunia sosial media pastinya berbagai isu yang jarang diketahui banyak orang, tetapi remaja mampu mencari taunya melalui media sosial.
  • Mengeluarkan apa yang dirasakan, kadang seseorang hanya ingin berpendapat tanpa menerima komentar-komentar yang negatif, apalagi masa remaja yang masih sensitif serta mudah tersinggung.

Itulah beberapa dampak positif yang juga dapat ditemukan oleh remaja melalui media sosial. Jadi, gunakanlah kemajuan teknologi tetap pada jalur yang benar.

Cara Membaca Watak Seseorang

Pada artikel kali ini akan membahas tentang cara membaca watak seseorang. Dengan adanya aneka macam watak manusia yang kita temui, tentunya kita ingin memahami bagaimana cara agar kita bisa membaca watak seseorang, agar kita mudah bersosialisasi dan berteman dengan sekitar dan dengan banyak orang.

Cara Membaca Watak Seseorang

Berikut terdapat beberapa cara membaca watak seorang yang perlu kamu ketahui :

Cara Membaca Watak Seseorang

Cara Bersalaman

Secara refleks biasanya seorang akan bersalaman atau berjabat tangan sebagai indikasi perkenalan. Jika waktu berjabat tangan terasa kuat, maka itu menandakan rasa percaya diri yang tinggi pada seorang, serta sebaliknya, bila terasa lemah, menunjukkan kurangnya rasa percaya diri orang tersebut. Jabatan tangan seseorang yang kuat atau erat juga menunjukkan orang tersebut ekspresif, ekstrovert, dan tidak pemalu.

Cara Menghargai waktu

Orang yang aktif biasanya sangat menghargai waktu, dan tidak suka mengulur-ulur saat, dan sebaliknya, seseorang yang tak jarang tidak tepat waktu umumnya dikenal dengan image yang negatif. Namun, dalam kondisi tertentu, seseorang yang sering datang terlambat bukan berarti orang yang tidak mampu menghargai orang lain, hanya saja, mungkin ia memiliki karakter yang kalem, sehingga cara memanage waktunya kurang sempurna.

Cara Memperlakukan Orang Lain

Membaca watak asli seseorang juga bisa kita lihat dari cara ia memperlakukan orang lain, khususnya yg posisinya lebih rendah berasal dirinya. contohnya, cara memperlakukan pelayan toko, pedagang pinggir jalan, tukang parkir, dan lain sebagainya. Perlakuan yg jelek kepada orang-orang yang lebih rendah darinya akan memberi kesan kepada seorang ihwal watak aslinya.

Cara Makan dan Minum

Konon, seorang yang sedang minum serta melihat ke dalam cangkirnya, mengindikasikan orang tersebut orang yg sadar diri, mawas diri, serta orang yg penekanan. saat sedang makan, amatilah beberapa hal berikut :

  • Orang yang makan dengan pelan/lambat, umumnya dikenal orang yang mudah dikontrol dan dapat menghargai hidup.
  • Dengan cara makan pilih-pilih, umumnya ialah tipe orang yang berani mengambil resiko, serta menyukai tantangan.
  • Orang yang cenderung menentukan makanan yang di sukai saja, umumnya orang yang simpel cemas dan mudah emosi.
  • Senang memisahkan makanan pada piring sesuai jenisnya, umumnya ia tipe orang yang detail pada segala hal dan sangat berhati-hati saat melakukan apapun.

Melihat Tulisan Tangan

Umumnya tulisan sebagai ciri khas seseorang untuk mudah dikenali. Dalam ilmu analisa tulisan disebut grafologi. Berikuti terdapat beberapa makna melihat tulisan tangan :

  • Memakai huruf kapital, mengindikasikan bahwa orang tersebut terbuka serta memiliki orientasi, dan menggunakan huruf mungil biasanya mengindikasikan orang tersebut tertutup.
  • Tulisan tangan yg miring kanan atau kiri, menandakan sifat ramah kepada siapa saja.
  • Tulisan tangan yang tegak memberikan sifat yg kaku.

Cara Kontak Mata

Membaca watak seorang juga mampu kita lihat dari cara pandang seseorang saat sedang berbicara dengan lawan bicaranya. Orang yang tak memandang atau kontak mata dengan lawan bicaranya, umumnya orang yang kurang percaya diri dan pemalu. Sebaliknya, orang yang melakukan kontak mata dengan benar ketika sedang berbicara dengan lawan bicaranya, umumnya menunjukkan seseorang yang mempunyai percaya diri yang tinggi serta mudah bersosialisasi.

Cara seorang Berjalan

Gaya seseorang saat berjalan berbeda-beda dan mempunyai makna tersendiri, diantaranya yaitu :

  • Berjalan cepat, mengindikasikan orang yang produktif, senang berpikir dengan logika, namun umumnya orang seperti ini senang bersaing serta cenderung dingin.
  • Jalan dengan berjinjit, menandakan seorang dengan sifat yang introvert, tetapi sopan.
  • Berjalan dengan lambat, mengindikasikan sifat seorang yang lebih tertarik pada orang lain ketimbang pekerjaannya, lebih tertarik urusan pribadi daripada berkarir.
  • Jjalan dengan dada mengarah ke depan, menandakan seseorang yang supel, praktis berteman, serta orang yg menyenangkan.

Reaksi Saat Marah 

Orang yang mudah terpancing emosinya pasti akan mudah marah, bahkan dengan hal-hal yang sepele. Berbeda dengan orang yang penyabar, maka akan cenderung berpikir panjang sebelum bertindak dan lebih bisa mengontrol emosi saat dirinya sedang marah.

Cara Menghadapi Masalah

Tidak berbeda jauh dengan reaksi ketika marah, watak seseorang juga mampu ditinjau ketika ia sedang menghadapi dilema. Apabila ia mempunyai sifat yang sabar, tentunya akan tetap hening serta mencoba mencari solusinya.
Sebaliknya, apabila tidak sabaran, maka akan mudah stres serta selalu mengeluh, yang memungkinkan seseorang salah dalam mengambil keputusan.

Cara Menanggapi Candaan

Orang yang kalem akan menanggapi candaan dengan terbuka serta mudah akrab. Berbeda dengan seseorang yang mudah tersinggung, otomatis akan sulit untuk diajak bercanda, umumnya orang seperti ini merupakan pribadi yang tertutup dan tidak mudah bergaul.

Raut Wajah

Emosi wajah akan gampang terlihat saat kita berbicara, dan ini bisa sebagai ciri khas karakter seorang. Misalnya, banyaknya kerutan di dahi menunjukkan seorang yang banyak berpikir atau rasa khawatir yang berlebihan, garis di sudut mata mengindikasikan dia acapkali tersenyum, atau bila seseorang cemberut mengindikasikan ia sedang merasa kesal, marah atau terdapat hal yang ia tak sukai.

Demikian pembahasan tentang cara membaca watak seseorang, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sedang menggali informasi mengenai kepribadian seseorang.

Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Pada artikel kali ini akan mengenal apa pengertian watak dan apa saja sifat-sifat watak. Pada kehidupan sehari-hari, pastinya kita akan bertemu dengan banyak orang. Pastinya, setiap orang mempunyai watak yg beraneka macam. Watak yang terdapat pada seseorang menjadi karakteristik tersendiri yang membuatnya tidak sama berasal orang lain.

Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Karakteristik dari watak acapkali digambarkan pada sebuah film, novel, atau drama, bahkan sinetron yang tayang di televisi. Watak atau karakter tokoh yang diperankan begitu realistis, sebagai akibatnya penonton pun ikut larut terbawa suasana.

Mungkin untuk sebagian orang, istilah watak sudah tidak asing untuk mereka, dan mereka bisa menganalisa dengan baik karakter setiap orang. Namun terdapat juga orang yang masih belum memahami apa arti watak, sehingga terkadang dalam pergaulan sehari-hari, tak jarang ada persoalan seperti tersinggung dan anti simpatik, disebabkan kita belum mengenali watak yang sesungguhnya.

Untuk itu, perlu sekali seseorang memahami watak orang lain dengan baik, agar bisa menjalin korelasi baik pertemanan, urusan usaha, dan lain sebagainya.

Pengertian Watak

Sederhananya, orang mengatakan watak itu sifat atau diartikan menjadi karakter seseorang. Pengertian watak secara umum adalah sifat, sikap, dan karakter seseorang yang sudah ada sejak orang tersebut lahir, dan mempengaruhi pikiran serta tingkah laku seseorang.

Selain itu, watak juga mampu diartikan sebagai sifat atau karakter bawaan yang membedakan seseorang dengan orang lain. Watak bisa dilihat dari ucapan dan tindakan yang dilakukan seseorang, seperti apakah benar dia seseorang yang penyabar, arogan, licik, baik hati, serta lain sebagainya.

Watak juga bagian fundamental terbentuknya akhlak dan moral seseorang. Setiap orang berakhlak pasti memiliki karakter, dan orang yang berkarakter memiliki filosofi atau semboyan dalam hidupnya. mirip yang diungkapkan oleh Al Mubarak’, bahwa :
“hidup itu sebuah pilihan, Pilihan itu sebuah usaha, dan usaha itu sebuah keindahan”.

Watak atau karakter yang baik juga harus diterapkan mulai sejak dini, anak yag belum paham akan tekanan lingkungan, maka wajib dibekali karakter, akhlak dan moral yang baik.

Menurut Borba (2001), ada tujuh hal utama yang merupakan sifat baik dasar dari moral yang dapat membantu anak bersikap sesuai moral untuk menghadapi tekanan lingkungan. Sifat-sifat tersebut diantaranya yaitu :

  • Empati (Emphaty), yaitu emosi dasar yang memungkinkan anak tahu bagaimana perasaan orang lain.
  • Hati Nurani (Conscince), yaitu suara hati yang membantu anak menetapkan mana yang benar dan mana yang salah.
  • Kontrol Diri (Self-control), yaitu membantu anak mengendalikan dorongannya untuk berpikir sebelum bertindak.
  • Menghargai (Respect), yaitu mendorong anak untuk memperlakukan dan menganggap orang lain itu berharga.
  • Kebaikan (Kindness), yaitu membuat anak lebih memperhatikan kesejahteraan dan perasaan orang lain.
  • Tenggang Rasa (Tolerance), yaitu mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan kualitas tiap individu, seperti perbedaan ras, gender, budaya, suku, dan lain sebagainya.
  • Keadilan (Fairness), yaitu mengarahkan anak untuk memperlakukan orang lain secara layak, adil, serta tidak memihak, sehingga melatih watak anak sebagai orang yang adil dikemudian hari.

Sifat-Sifat Watak

Karakter atau watak juga memiliki sifat-sifat, Ibnu Qayyim (2005) berkata bahwa sifat karakter terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Karakter SDM Unggul
    Mempunyai karakter kuat
    Menguasai ilmu serta teknologi yang berguna
    Memiliki kinerja yang akuntabel
    Memiliki kecerdasan (pintar, cerdik)
    Berkompeten (berilmu)
    Mempunyai prinsip
    Pemberani (maju, progresif)
    Memiliki kesederhanaan
    Tak tergesa-gesa (terjadwal)
    Kinerja yang tepat atau cermat (berhati-hati)
    Waspada
  • Karakter Baik
    Mempunyai kesabaran
    Menjaga kehormatan diri
    Mempunyai keberanian
    Adil
  • Karakter buruk
    Kebodohan
    Kedzaliman
    Syahwat
    Marah
  • Karakter lemah, kuat, buruk dan Baik
    Lemah, contohnya penakut, pemalas, mudah menyerah, cepat kalah, tidak berani mengambil keputusan atau resiko, serta lain sebagainya.
    Karakter kuat, misalnya teguh, ulet , pantang menyerah, memiliki keberanian, dan lainnya.
    Buruk, contohnya licik, egois, serakah, sombong, suka pamer, serta sebagainya.
    Karakter baik, seperti amanah, dapat dianggap, baik hati, rendah hati, serta lain sebagainya.

Demikian pembahasan mengenal pengertian watak & apa saja sifat-sifat dari watak. Semoga semakin menambah pengetahuan dan bermafaat bagi pembaca.

Pendidikan Karakter dan Fungsinya

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu pendidikan karakter dan fungsinya, serta apa saja tujuan dan nilai-nilai pembentuk karakter.

Apa yang dimaksud menggunakan pendidikan karakter? Pengertian pendidikan karakter artinya suatu usaha insan secara sadar serta bersiklus untuk mendidik serta memberdayakan potensi peserta didik guna menciptakan karakter pribadinya sehingga bisa menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Pendidikan karakter ialah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter eksklusif pada peserta didik yang didalamnya terdapat komponen pengetahuan, pencerahan atau kemauan, dan tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara teratur guna penyempurnaan diri ke arah hidup yang lebih baik.

"<yoastmark

Pengertian Pendidikan Karakter dari Para ahli

Agar lebih memahami apa arti character education, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut :

  • T. Ramli

    Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter ialah pendidikan yang mengedepankan esensi serta makna terhadap moral serta akhlak sehingga hal tersebut akan bisa menghasilkan langsung peserta didik yg baik.

  • Thomas Lickona

    Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter merupakan suatu perjuangan yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga beliau bisa tahu, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yg inti.

  • John W. Santrock

    Menurut John W. Santrock, character education ialah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan pribadi pada siswa untuk menanamkan nilai moral dan memberikan pelajaran kepada siswa tentang pengetahuan moral dalam upaya mencegah sikap yang dilarang.

  • Elkind

    Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter merupakan suatu metode pendidikan yg dilakukan oleh tenaga pendidik buat mempengaruhi karakter anak didik. pada hal ini terlihat bahwa pengajar bukan hanya mengajarkan materi pelajaran namun jua mampu menjadi seseorang teladan.

Fungsi Pendidikan Karakter

Secara umum fungsi pendidikan ini artinya untuk membentuk karakter seorang peserta didik sebagai akibatnya menjadi langsung yg bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, serta berperilaku baik.

Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter, diantaranya yaitu :

  • Mengembangkan potensi dasar pada diri manusia sebagai akibatnya sebagai individu yg berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
  • Untuk Membentuk serta memperkuat perilaku rakyat yg multikultur.
  • Menciptakan serta mempertinggi peradaban bangsa yg kompetitif pada korelasi internasional.

Character education seharusnya dilakukan semenjak dini, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan, dan memanfaatkan berbagai media belajar.

Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter merupakan proses untuk membentuk bangsa yg andal, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pada diri siswa wajib ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari agama, Pancasila, dan Budaya. Berikut ini terdapat nilai-nilai pembentuk karakter, diantaranya :

  • Kejujuran
  • Perilaku toleransi
  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Kreatif
  • Kemandirian
  • Sikap demokratis
  • Rasa ingin tau
  • Semangat kebangsaan
  • Cinta tanah air
  • Menghargai prestasi
  • Sikap bersahabat
  • Cinta damai
  • Senang membaca
  • Peduli terhadap lingkungan
  • Peduli sosial
  • Rasa tanggungjawab
  • Religius

Demikian pembahasan mengenai apa itu pendidikan karakter dan fungsinya, serta apa saja tujuan dan nilai-nilai yang menjadi tolak ukur pembentukan karakter. Semoga bermanfaat.

Nilai Nilai pada Karakter

Melanjutkan pembahasan mengenai apa itu karakter, apa saja unsur karakter hingga bagaimana proses pembentukan karakter, artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja nilai-nilai pada karakter, dimulai dari nilai karakter yang berhubungan dengan Tuhan, hingga nilai karakter yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.

Berdasarkan pada pembahasan nilai kepercayaan, adat, peraturan, etika dan akademik, prinsip HAM, sudah teridentifikasi butir dari nilai yang kemudian dikelompokan sebagai 5 nilai utama dari karakter. Kelima nilai karakter tersebut merupakan nilai perilaku manusia pada hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia serta lingkungan kebangsaannya. Berikut penjelasan mengenai kelima nilai tersebut :

Nilai Nilai pada Karakter

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Tuhan

    Karakter ini mempunyai hubungan dengan tuhan yang Maha Esa, nilai-nilai tersebut artinya religius, perkataan serta tindakan yang berasal dari seorang individu yang diupayakan berdasarkan pada nilai ketuhanan dan ajaran agamanya.

  • Nilai Karakter berafiliasi menggunakan Diri Sendiri (Personal)

    Terdapat beberapa bentuk nilai karakter yang memiliki korelasi dengan diri seorang, diantaranya yaitu :
    – Jujur artinya sikap yang berdasarkan pada suatu upaya yang menjadikan diri seseorang menjadi individu yang dapat dianggap pada tindakan, perkataan, pekerjaan pada diri sendiri atau pihak lain.
    – Bertanggung jawab ialah perilaku seorang individu untuk melaksanakan suatu tugas dan kewajiban seperti yang seharusnya ia lakukan pada diri sendiri, rakyat, lingkungan, negara serta Tuhan.
    – Disiplin adalah suatu tindakan yang dapat mengambarkan sikap tertib serta patuh pada banyak sekali macam ketentuan serta peraturan.
    – Kerja keras merupakan suatu sikap yang menerangkan suatu upaya bersungguh-sungguh dalam mengatasi aneka macam hambatan untuk bisa menuntaskan tugas dengan baik.
    – Percaya diri adalah suatu sikap keyakinan diri akan kemampuan pada pemenuhan untuk tercapainya setiap keinginan dan harapan.
    – Berpikir secara logis, kritis dan inovatif. Karakter ini artinya berpikir dan melakukan tindakan secara konkret ataupun dengan memakai nalar untuk dapat menghasilkan cara maupun hasil paling terbaru dari apa yang telah dimiliki.
    – Mandiri merupakan suatu perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain untuk merampungkan tugas.
    – Mempunyai rasa ingin tahu, sehingga seseorang individu selalu berusaha untuk mengetahui lebih dalam serta luas dari apa saja yang sudah ia pelajari, ia lihat serta dengar.
    – Mencintai ilmu adalah cara berpikir, bersikap dan cara berbuat dari seorang individu yang menunjukan perilaku kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang paling tinggi pada pengetahuan.

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Sesama

    Terdapat beberapa nilai karakter yang berafiliasi dengan sesama, diantaranya yaitu :
    – Sadar akan hak juga kewajiban yang dimiliki oleh diri sendiri maupun orang lain.
    – Patuh pada setiap peraturan sosial.
    – Menghargai karya serta prestasi yang berhasil diraih oleh orang lain, terutama      perilaku dan prestasi seseorang yang berguna bagi yang lainnya.
    – Bersikap santun yaitu perbuatan halus serta baik dari sudut pandang tata       ,      bahasa atau tata sikap pada semua orang.
    – Demokratis ialah sikap seseorang yang menilai sama hak maupun kewajiban        dirinya serta orang lain.

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Lingkungan

    Terdapat beberapa nilai karakter yang berkaitan dengan lingkungan, diantaranya yaitu :
    – Peduli pada sosial dan lingkungan, perilaku seorang yang selalu berusaha untuk mencegah kerusakan yang terjadi di lingkungan alam maupun lingkungan sekitarnya, dan selalu memberikan bantuan bagi orang lain yang membutuhkannya.
    – Nilai kebangsaan ialah cara berpikir, bertindak serta suatu wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri sendiri atau kelompoknya.
    – Memiliki jiwa nasionalis, berupa cara berpikir seseorang, bersikap dan berbuat hal yang dapat menandakan kesetiaan, kepedulian maupun penghargaan yang tinggi pada bahasa, lingkungan, sosial, fisik, budaya, ekonomi dan kondisi politik dari bangsanya.
    – Menghargai adanya keberagaman, dengan menghargai adanya keberagaman bisa menyampaikan perasaan hormat pada berbagai macam hal baik itu yg memiliki bentuk fisik, sifat, norma, budaya, agama juga suku seseorang.

Pengertian karakter yaitu seperangkat sifat yang selalu dikagumi menjadi suatu pertanda asal kebajikan, kebaikan dan kematangan moral yang dimiliki oleh seseorang.

Demikian seluruh pembahasan artikel mengenai apa itu karakter, apa saja unsur karakter, bagaimana proses pembentukan karakter dan nilai-nilai apa saja yang berhubungan atau berafiliasi dengan karakter. Semoga dapat menambah pengetahuan, dan bermanfaat.