Kesadaran Self Esteem Rendah

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana orang yang memiliki kesadaran bahwa self esteem yang rendah. Rendahnya self-esteem yang dimiliki seseorang akan berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

Kesadaran Self Esteem Rendah

Akan selalu merasa tidak puas serta tidak bahagia menggunakan apa yg dijalani. Bahkan, hal ini juga akan membuat kehilangan kepercayaan diri serta selalu melihat kelemahan diri sebagai sesuatu yang wajib disingkirkan.

Seseorang yg mempunyai self-esteem yg rendah akan cenderung melihat dirinya rendah serta bisa membuat seseorang depresi.

Mempunyai self-esteem yg baik, tidak hanya berdampak baik buat diri sendiri, tetapi dapat mempengaruhimu untuk mengejar sesuatu yang kamu inginkan dalam hidup.

Itulah sebabnya mengapa self-esteem yg rendah bisa menjadi persoalan yang cukup berfokus. Berikut beberapa indikasi bahwa memiliki kesadaran self esteem yang rendah.

  • Takut Merasa Gagal dan mencurigai Diri Sendiri
    Kegagalan adalah suatu hal yang wajar. jika kegagalan menimpamu, maka hal ini bisa kamu jadikan acuan buat membuatmu lebih semangat pada mencapai tujuan.
    Umumnya, seseorang yg memiliki self-esteem yang rendah tak jarang merasa meragukan kemampuan yg dimilikinya serta akhirnya cenderung untuk menghindari tantangan atau cepat menyerah sebelum berusaha.
    Hal tadi akan berdampak pada pengambilan keputusan yg akan diambil. Tidak hanya itu, akan susah bersosialisasi dan cenderung menghindari perkumpulan karena merasa kurang percaya diri dengan kemampuan.
  • Kepercayaan Diri Kurang
    Seorang yang mempunyai kepercayaan diri yang rendah cenderung akan memiliki harga diri atau self-esteem yang rendah jua serta begitu pula sebaliknya.
    Self-esteem yang rendah dapat mengakibatkan kurangnya kepercayaan diri, tetapi agama diri yang jelek juga dapat berkontribusi atau memperburuk self-esteem yang jelek.
    Memiliki agama diri yang tinggi bisa menaikkan kesejahteraan serta tentunya dapat mengurangi perasaan cemas yg muncul.
  • Memandang Negatif Diri Sendiri

    Seseorang yang memiliki self esteem yang rendah cenderung tidak dapat melihat sisi positif yang dimilikinya, sebagai akibatnya pemikiran jelek akan membuat minder dan takut buat mencoba hal baru.
    Bahkan hal ini akan membentuk diri menjadi lemah dalam segala hal dan akan terus menerus mengkritik diri sendiri.

  • Kurang memutuskan Batas
    Jika mempunyai self-esteem yang rendah, maka akan merasa susah untuk memutuskan batas dengan orang lain.
    Akan merasa bersalah atau takut jika orang akan berhenti menyukai bila mencoba membangun atau mempertahankan batasan.
    Kurangnya menetapkan batasan justru akan mengakibatkan dilema bila orang lain tidak menghargai ruang serta saat seorang. Bahkan hal ini akan membuat merasa tidak dihargai dan bisa membuat stres.
  • Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain
    Indikasi selanjutnya yaitu selalu berusaha menyenangkan orang lain tanpa memikirkan kebahagiaan sendiri. Indikasi ini juga biasa disebut menjadi people pleaser.
    Seringkali merasa tidak bisa bersikap apa adanya di hadapan orang lain karena tidak ingin disebut buruk.
    Padahal seringkali merasa lelah selalu berusaha menjadi yang terbaik, bahkan hingga lupa untuk mendengarkan apa yang engkau ingin dan rasakan.

Menyenangkan orang lain sering berarti kamu mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Orang yang memiliki self-esteem yang rendah pada akhirnya akan berusaha untuk berkata ‘ya’ pada hal yang seharusnya tidak ingin dilakukan dan akan merasa bersalah jika mengatakan tidak.

Memahami Pengertian Self Acceptance

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami pengertian self acceptance. Secara sederhana, self acceptance adalah penerimaan diri. Menurut Dictionary of Psychology, self acceptance berarti mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun keterbatasan diri. Self acceptance disebut juga sebagai komponen utama kesehatan mental.

Memahami Pengertian Self Acceptance Menurut Para Ahli

Jersild mengatakan bahwa self acceptance adalah kesediaan untuk menerima diri sendiri, termasuk keadaan fisik, psikologis, sosial, dan prestasi seseorang, serta kekuatan dan kelemahannya.

Menurut Cronbach (1963), self acceptance  adalah sikap menilai diri sendiri dan keadaan diri secara objektif dan menerima segala sesuatu tentang diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Paramita & Margaretha menjelaskan self acceptance artinya disertai dengan keinginan dan kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan menerima diri sendiri apa adanya, serta terus menerus mengembangkan diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik secara bertanggung jawab.

Memahami Pengertian Self Acceptance

Ryff  menyatakan bahwa self acceptance adalah sikap positif terhadap diri sendiri, mengakui dan menerima aspek-aspek yang berbeda dari diri sendiri, termasuk sisi baik dan buruk, dan sikap positif terhadap kehidupan yang dijalani.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa self acceptance merupakan suatu kemampuan diri untuk bisa menerima segala keadaan diri dengan sebaik-baiknya tanpa merasa kurang dan bisa mengembangkan diri dengan keadaan yang dimiliki.

Proses Self acceptance

Self acceptance merupakan salah satu proses pembelajaran dalam mencintai diri sendiri, yang di mana sebagai individu, kamu sadar akan kelebihan dan kekuranganmu, dan secara realistis dapat menilai bakat, kemampuan, dan harga diri, serta mempunyai kepuasan terhadap diri sendiri, terlepas dari kekurangan dan pilihan masa lalu.

Saat mempraktikkan self acceptance, maka akan bisa menerima diri sendiri sepenuhnya, baik itu sisi baik maupun buruk, tanpa syarat, tanpa pertanyaan berlebihan, dan tanpa pengecualian.

Selama ini, mungkin banyak orang menekankan bahwa kita harus percaya dengan kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Tentu hal tersebut tidaklah salah. Namun, menerima segala kekurangan diri sendiri juga tidak kalah pentingnya.

Kita harus menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Justru dengan menerima kekurangan diri sendiri, kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan untuk masa depan yang lebih baik.

Perbedaan Self acceptance dengan Self Esteem

Self acceptance adalah bisa menerima diri sendiri apa adanya

Self acceptance seringkali digunakan bergantian dengan istilah self esteem. Namun, keduanya sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

  • Self Esteem

Self-esteem adalah kemampuan untuk menghargai dan menilai kemampuan diri sendiri. Orang yang memiliki self esteem yang baik, akan menganggap bahwa dirinya bermanfaat dan patut untuk melakukan suatu hal, karena memiliki kemampuan.

  • Self Acceptance

Sementara self acceptance, memiliki cakupan yang lebih luas. Seseorang yang bisa mempraktikkan self acceptance, tidak hanya akan punya self esteem yang baik, tapi juga bisa menerima kekurangan sebagai bagian dari dirinya.

Saat sudah bisa mempraktikkan penerimaan diri, maka Anda bisa mencintai diri sendiri apa adanya. Meski begitu, bukan berarti hal ini akan membuat diri berhenti berkembang.

Justru dengan menyadari kelemahan dan kekurangan diri, Anda bisa mulai mengevaluasi diri dan mengetahui hal-hal yang bisa diperbaiki.