Bentuk Bentuk Akulturasi Budaya

Masyarakat sosiologi mengenal konsep bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang abadi. Hal itu membuktikan bahwa sesuatu yang berhubungan dengan manusia dan budaya tidak akan pernah berhenti bergerak. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian akulturasi, memahami proses akulturasi, hingga bentuk-bentuk akulturasi budaya.

Bentuk Bentuk Akulturasi Budaya

Pengertian Akulturasi

Secara etimologi, akulturasi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yakni acculturate yang berarti “berkembang dan tumbuh bersama”. Akulturasi dapat dimakan sebagai usaha untuk perkembang dan tumbuh bersama. Berawal perubahan dari individu, kemudian bergerak mempengaruhi kelompok.

Koentjaraningrat mengatakan bahwa akulturasi budaya dapat terjadi apabila tercipta interaksi sosial antara budaya asli dengan budaya pendatang untuk kemudian melebur menjadi budaya yang baru tanpa menghilangkan ciri khas atau karakteristi kebudayaan lamanya. Singkatnya, akulturasi yakni percampuran antara kebudayaan luar atau kebudayaan asli berhasil menjadi kebudayaan yang baru.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akulturasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Kesimpulannya, akulturasi lahir dari hasil interaksi manusia berupa pertemuan antar kebudayaan yang bersinggungan secara perlahan menjadi bentuk budaya baru.

Perubahan teknologi dan informasi yang sangat cepat menyumbang pengaruh besar pada perubahan yang terjadi di masyarakat. Informasi yang dimuat di media sosial, media massa, podcast, televisi, radio dan sebagainya turut mempercepat perubahan bagi orang-orang yang mengonsumsi konten tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa informasi yang tersaji di media sosial dan konten-konten dari gawai membawa unsur kebudayaan tertentu. Ketika informasi itu diterima dan dipahami oleh seseorang, secara tidak langsung unsur kebudayaannya dapat mempengaruhi individu atau kelompok.

Perubahan budaya pada suatu masyarakat dapat menjadi hal positif dan juga bisa menjadi hal yang negatif. Hal tersebut yang perlu diperhatikan oleh setiap anggota masyarakat untuk bijak dalam menghadapi budaya yang datang.

Memahami Proses Akulturasi

Akulturasi terjadi dikarenakan pencampuran budaya asing dengan budaya sendiri. Beberapa bidang yang paling sering terjadi akulturasi yakni kuliner, gaya berpakaian, arsitektur sebuah gedung, dan lain-lain. Seperti yang sudah disampaikan di atas, proses akulturasi sangat pelan. Akulturasi membutuhkan waktu bertahun-tahun supaya dapat menghasilkan budaya baru di masyarakat.

Kita tahu sendiri apabila proses akulturasi tidak bisa dilepaskan dari budaya asing atau budaya dari luar masyarakat. Budaya asing yang masuk ke lingkungan masyarakat tidak bisa langsung diterima.

Faktor masyarakat sangat mempengaruhi diterima atau tidak sebuah budaya di lingkungan masyarakat. Alhasil, tidak semua pencampuran budaya dapat menjadi perubahan sosial. Hal itulah yang membuat proses akulturasi memerlukan waktu dan proses.

Bentuk-bentuk Akulturasi Budaya

Proses akulturasi budaya juga terjadi dalam beberapa bentuk. Akulturasi yang terjadi pada suatu masyarakat tidak mesti sama. Akulturasi melahirkan keunikan tersendiri untuk setiap budaya. Alhasil, akulturasi untuk setiap masyarakat belum tentu sama dengan masyarakat lainnya. Bentuk-bentuk akulturasi budaya yang terjadi adalah:

  1. Substitusi
    Substitusi adalah proses akulturasi unsur budaya lama digantikan unsur kebudayaan baru atau pendatang, selama masyarakat mendapatkan nilai tambah dan manfaat dari budaya itu.
  2. Sinkretisme
    Sinkretisme adalah proses terwujudnya kebudayaan yang baru karena adanya percampuran unsur budaya asli dan budaya asing.
  3. Addition
    Addition adalah proses akulturasi budaya yang ditujukan untuk menambah nilai dan manfaat dalam budaya yang baru sebagai hasil dari kombinasi budaya asli dengan budaya pendatang.
  4. Deculturation
    Deculturation yang berarti penggantian memiliki makna di mana budaya lama digantikan sepenuhnya dengan budaya baru.
  5. Originasi
    Proses akulturasi di mana budaya pendatang masuk dan membawa perubahan terhadap budaya asli masyarakat secara signifikan

Tanggung Jawab & Tugas Vendor

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian vendor, fungsi, tanggung jawab & tugas vendor, hingga jenis-jenis vendor. Istilah vendor tentu sudah tidak asing lagi untuk orang-orang yang sudah lama bergelut di dunia bisnis. Tapi juga tidak jarang sebagian besar orang masih belum memahami arti dari vendor. Jika dijelaskan secara umum, vendor adalah pihak yang berasal dari lembaga maupun perorangan dan mempunyai tugas untuk menyediakan dan menjual suatu bahan.

Pengertian Vendor

Vendor merupakan suatu pihak yang berperan untuk menyediakan bahan baku atau bahan mentah guna memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan lain. Bahan baku yang disediakan oleh vendor akan digunakan untuk aktivitas produksi. Beberapa orang juga seringkali mengganti istilah vendor dengan sebutan supplier atau distributor.

Tanggung Jawab & Tugas Vendor

Jadi, pihak vendor atau distributor juga kerap memasok barang atau produk setengah jadi. Bahkan, terdapat beberapa pihak vendor yang menyediakan layanan atau jasa yang dapat dipesan kapanpun sesuai kebutuhan.

Fungsi Vendor

Fungsi dari vendor yaitu suatu pihak yang bertugas untuk memastikan bahwa barang atau jasa yang diharapkan oleh perusahaan lain bisa dipenuhi dengan baik dan maksimal. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebuah perusahaan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan bahan bakunya sendiri untuk proses produksi, maka mereka memerlukan vendor untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan tadi.

Vendor berperan sebagai penyedia banyak sekali bahan yang nantinya akan digunakan untuk menunjang proses produksi. Jadi, eksistensi vendor sangat krusial untuk mencapai kelancaran proses produksi dan operasional suatu perusahaan atau usaha.

Bila terjadi konflik pada pihak vendor, maka hal tersebut bisa memberikan dampak buruk bagi perusahaan yang menggunakannya, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Oleh karena itu, supaya proses produksi bisa berjalan dengan lancar. Pastikan untuk memilih distributor atau vendor yang tepat, agar distribusi bahan baku yang diperlukan bisa terjamin kualitas dan ketersediaannya.

Tanggung Jawab dan Tugas Vendor

Pada dasarnya, tugas yang harus dilakukan oleh pihak vendor yaitu memastikan semua kebutuhan barang dan jasa sesuai dengan yang akan terjadi kesepakatan. Namun jika berdasar pada arti dari vendor itu sendiri, maka tugas mereka adalah memenuhi permintaan dan kebutuhan perusahaan yang berafiliasi menggunakan mereka. Pihak vendor juga harus memastikan bahwa produk yang diberikan kepada konsumen adalah produk yang berkualitas tinggi, kemudian memastikan bahwa produk dikirim secara tepat waktu, dan menyampaikan pelayanan terbaik dengan harga bersaing.

Jenis-jenis Vendor

Vendor umumnya dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu jenis vendor yang menyediakan produk atau barang dan menyediakan jasa. Adapun vendor khusus yang hanya menyediakan produk dalam bentuk bahan mentah atau bahan baku, bahan setengah jadi, dan bahan pendukung. Terdapat vendor yang khusus menyediakan produk berupa jasa. Berikut ini beberapa jenis vendor, yaitu diantaranya :

  1. Vendor Penyedia Barang
    Vendor yang bergerak di bidang penyedia barang merupakan forum maupun perorangan yang menyediakan atau menjual produk barang untuk sebuah perusahaan guna mendukung aktivitas produksi perusahaan. Misalnya, saat sebuah pabrik kain membutuhkan mesin yang bisa menghasilkan sebuah kain, maka otomatis pabrik tersebut akan mencari vendor atau perusahaan yang bisa menyediakan mesin tersebut.
  2. Vendor Penyedia Jasa
    Vendor khusus yang menyediakan produk berupa jasa adalah suatu bentuk forum ataupun perorangan yang menyediakan jasa keahlian pada perusahaan lain yang sedang memerlukan. Misalnya, apabila terdapat perusahaan yang membutuhkan jasa ekspedisi untuk bertugas mengirimkan barang hasil produksi perusahaan tersebut kepada perusahaan retail yang sudah bekerjasama dengan mereka. Maka secara otomatis perusahaan tersebut akan membutuhkan perusahaan vendor yang bergerak di bidang pengiriman barang atau ekspedisi.

Demikian pembahasan mengenai tanggung jawab & tugas dari vendor, semoga dapat menambah informasi bagi teman-teman pembaca.

Memahami Pengertian Self Acceptance

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami pengertian self acceptance. Secara sederhana, self acceptance adalah penerimaan diri. Menurut Dictionary of Psychology, self acceptance berarti mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun keterbatasan diri. Self acceptance disebut juga sebagai komponen utama kesehatan mental.

Memahami Pengertian Self Acceptance Menurut Para Ahli

Jersild mengatakan bahwa self acceptance adalah kesediaan untuk menerima diri sendiri, termasuk keadaan fisik, psikologis, sosial, dan prestasi seseorang, serta kekuatan dan kelemahannya.

Menurut Cronbach (1963), self acceptance  adalah sikap menilai diri sendiri dan keadaan diri secara objektif dan menerima segala sesuatu tentang diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Paramita & Margaretha menjelaskan self acceptance artinya disertai dengan keinginan dan kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan menerima diri sendiri apa adanya, serta terus menerus mengembangkan diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik secara bertanggung jawab.

Memahami Pengertian Self Acceptance

Ryff  menyatakan bahwa self acceptance adalah sikap positif terhadap diri sendiri, mengakui dan menerima aspek-aspek yang berbeda dari diri sendiri, termasuk sisi baik dan buruk, dan sikap positif terhadap kehidupan yang dijalani.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa self acceptance merupakan suatu kemampuan diri untuk bisa menerima segala keadaan diri dengan sebaik-baiknya tanpa merasa kurang dan bisa mengembangkan diri dengan keadaan yang dimiliki.

Proses Self acceptance

Self acceptance merupakan salah satu proses pembelajaran dalam mencintai diri sendiri, yang di mana sebagai individu, kamu sadar akan kelebihan dan kekuranganmu, dan secara realistis dapat menilai bakat, kemampuan, dan harga diri, serta mempunyai kepuasan terhadap diri sendiri, terlepas dari kekurangan dan pilihan masa lalu.

Saat mempraktikkan self acceptance, maka akan bisa menerima diri sendiri sepenuhnya, baik itu sisi baik maupun buruk, tanpa syarat, tanpa pertanyaan berlebihan, dan tanpa pengecualian.

Selama ini, mungkin banyak orang menekankan bahwa kita harus percaya dengan kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Tentu hal tersebut tidaklah salah. Namun, menerima segala kekurangan diri sendiri juga tidak kalah pentingnya.

Kita harus menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Justru dengan menerima kekurangan diri sendiri, kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan untuk masa depan yang lebih baik.

Perbedaan Self acceptance dengan Self Esteem

Self acceptance adalah bisa menerima diri sendiri apa adanya

Self acceptance seringkali digunakan bergantian dengan istilah self esteem. Namun, keduanya sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

  • Self Esteem

Self-esteem adalah kemampuan untuk menghargai dan menilai kemampuan diri sendiri. Orang yang memiliki self esteem yang baik, akan menganggap bahwa dirinya bermanfaat dan patut untuk melakukan suatu hal, karena memiliki kemampuan.

  • Self Acceptance

Sementara self acceptance, memiliki cakupan yang lebih luas. Seseorang yang bisa mempraktikkan self acceptance, tidak hanya akan punya self esteem yang baik, tapi juga bisa menerima kekurangan sebagai bagian dari dirinya.

Saat sudah bisa mempraktikkan penerimaan diri, maka Anda bisa mencintai diri sendiri apa adanya. Meski begitu, bukan berarti hal ini akan membuat diri berhenti berkembang.

Justru dengan menyadari kelemahan dan kekurangan diri, Anda bisa mulai mengevaluasi diri dan mengetahui hal-hal yang bisa diperbaiki.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu pekerja outsourcing, bagaimana sejarahnya, bagaimana sistem kerja outsourcing, hingga jenis pekerjaan apa saja yang mampu dilakukan oleh outsourcing. Berikut pembahasannya.

Pada era modern ini, outsourcing merupakan jalan keluar bagi banyak perusahaan terkait masalah kurangnya sumber daya manusia di kantor mereka. Tenaga kerja outsource diharapkan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang terdapat pada sebuah perusahaan.

Tak hanya itu, merekrut pekerja outsourcing juga dapat menjadi seni manajemen perusahaan untuk mengurangi biaya operasional mereka. Meski demikian, ada sistem kerja yang sedikit berbeda dalam merekrut tenaga kerja outsource. Bahkan, bukan hanya pekerja full-time yang bisa perusahaan jadikan karyawan dari pihak outsourcing.

Apa Itu Outsourcing?

Menurut Investopedia, outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu pada sebuah perusahaan. Outsourcing merupakan sebuah inisiatif yang umumnya dilakukan oleh perusahaan untuk memangkas biaya operasional mereka. Dengan demikian, karyawan yang direkrut dari outsource harus bisa melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari customer service, pekerja manufaktur, sampai administrasi perkantoran.

Para karyawan outsourcing tidak mendapat tunjangan dari pekerjaan yang dilakukannya seperti karyawan pada umumnya, serta waktu kerja tidak pasti sebab tergantung kesepakatan kontrak. Karyawan outsourcing berstatus menjadi pekerja dari perusahaan penyalur tenaga kerja. Dengan kata lain, perusahaan tempat bekerja atau perusahaan pemakai jasa outsourcing, tidak memiliki kewajiban terhadap kesejahteraan karyawan yang bersangkutan.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing

Sejarah Outsourcing

Outsourcing pertama kali dikenal sebagai strategi bisnis di tahun 1989 dan menjadi bagian integral dari ekonomi bisnis sepanjang tahun 1990-an. Seni manajemen outsourcing kian berkembang tiap tahunnya. Karena, para pakar ekonomi berpendapat bahwa outsourcing menciptakan insentif bagi bisnis serta memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya manusia pada tempat yang paling efektif.

Outsourcing juga digadang-gadang bisa membantu menjaga ekonomi pasar bebas pada skala global. waktu merekrut pekerja outsource, perusahaan bisa bekerja sama dengan perusahaan yg menyediakan asal daya manusia tadi. Perusahaan ini dianggap jua sebagai outsource, ialah sebuah institusi penyedia jasa dan energi kerja menggunakan keahlian tertentu buat perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak seterkenal sistem kerja yang kita umumnya kenal, outsourcing terus diminati pada pasar global.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing?

Definisi serta hukum pekerjaan outsourcing tidak disebutkan secara khusus pada UU Ketenagakerjaan. Tetapi, pasal 64 UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa “Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.”

Perekrutan karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan outsource. Nantinya, karyawan outsourcing bekerja untuk perusahaan melalui sistem kontrak yang dibagi menjadi 2, yaitu Perjanjian Kerja waktu tertentu (PKWT) serta Perjanjian Kerja saat tidak tertentu (PKWTT).

Jenis Pekerjaan Outsourcing

Pasal 65 ayat (2) Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan beberapa poin jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pekerja outsourcing, diantaranya yaitu:

  • Dilakukan secara terpisah dari kegiatan primer
  • Dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan
  • Merupakan aktivitas penunjang perusahaan secara keseluruhan
  • Tidak merusak proses produksi secara langsung

Pada dasarnya, karyawan outsourcing hanya mampu direkrut untuk mengerjakan pekerjaan di luar pekerjaan inti perusahaan pengguna jasa.

Menurut Nearshore Technology, beberapa contoh pekerjaan yang mampu dilakukan oleh karyawan outsourcing adalah :

  • Tim Keamanan (Security)
  • Petugas Kebersihan (Cleaning Service)
  • Penyedia makanan (catering)
  • Petugas Call Center
  • Pekerja Manufaktur
  • Kurir atau pengemudi
  • Petugas Manajemen Fasilitas (facility management)

Mengenal Pengertian & Penyebab Stunting

Pada artikel kali ini akan mengenal lebih jauh pengertian dan penyebab stunting. Pertumbuhan anak bisa dipandang dari berat badan serta tingginya. Normalnya, ke 2 faktor ini berkembang bersama-sama seiring bertambahnya usia anak. Bila tidak, maka akan menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya yaitu stunting.

Mengenal Pengertian & Penyebab Stunting

Belakangan ini tak jarang mendengar ibu-ibu yang mempunyai anak balita membicarakan stunting atau dari pembahasan para praktisi kesehatan pada media sosial. Hal ini lumrah, karena stunting pada anak wajib menjadi perhatian dan diwaspadai oleh orang tua.

Pengertian Stunting

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 72 Tahun 2021, Stunting ialah gangguan tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang. Gangguan ini ditandai  dengan tinggi badan yang berada dibawah standar yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, stunting dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

  1. Stunted yaitu anak balita dengan nilai z-score kurang berasal -2.00 baku Deviasi.

  2. Severely stunted atau anak yang z-score-nya kurang asal -3.00 standar Deviasi.

Dengan kata lain, stunting ialah gangguan pertumbuhan pada balita sehingga perkembangan anak tidak sesuai (lebih pendek) dari standar serta dapat menimbulkan akibat dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Faktor utama yang dapat menyebabkan stunting adalah kurangnya nutrisi. Jadi mampu disimpulkan bahwa tubuh yang pendek merupakan ciri-ciri dari anak kekurangan gizi kronis. Namun perlu diingat, tidak semua anak yang pendek bisa diklaim stunting sedangkan anak stunting sudah pasti pendek.

Salah satu indikatornya ialah standar deviasi yang disebutkan sebelumnya. Ketika tinggi badannya kurang dari -2.00 standar deviasi, maka masuk kategori anak stunting. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua, terutama bila kondisi ini terjadi pada anak yang usianya kurang dari dua tahun.

Penyebab Stunting Pada Anak

Stunting bisa diakibatkan oleh banyak faktor yang terjadi pada masa pertumbuhan balita. Namun, penyebab utamanya dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan

WHO mengatakan bahwa 20% syarat stunting terjadi saat bayi masih berada didalam kandungan, penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan, sebagai akibatnya pertumbuhan janin didalam kandungan menjadi terhambat sampai setelah kelahiran. Maka dari itu, ibu hamil harus memastikan dirinya menerima asupan gizi serta nutrisi yang baik.

2. Kebutuhan gizi anak yang tak tercukupi

Penyebab ini bisa terjadi karena asupan gizi anak saat masih berusia kurang dari dua tahun tidak tercukupi. Asupan gizi ini meliputi makanan pendamping ASI (MPASI) yang kurang berkualitas, anak tidak diberikan ASI, hingga posisi menyusui yang kurang sempurna. Tidak hanya itu, banyak teori menyatakan bahwa asupan makanan yang kurang juga bisa sebagai salah satu faktor penyebab stunting. Terutama asupan makanan yang mengandung protein, mineral zinc, dan zat besi saat anak masih balita.

Stunting biasanya dimulai ketika anak masih berusia 3 bulan. Proses perkembangan ini lalu mulai melambat saat anak menginjak usia 3 tahun. Setelah itu, tinggi badan anak terus bertambah tetapi berada pada bawah standar penilaian tinggi badan sesuai umur (TB/U).Perlu anda ketahui bahwa ada sedikit perbedaan kondisi stunting pada anak usia 2 sampai 3 tahun dengan anak yang usianya lebih dari 3 tahun. Anak-anak berusia 2 hingga 3 tahun yang tinggi badannya dibawah standar mampu mendeskripsikan proses stunting yang sedang berlangsung.

Sedangkan pada anak yang usianya lebih dari 3 tahun, kondisi ini menunjukkan bahwa anak memang telah mengalami kegagalan pertumbuhan atau stunted.

3. Faktor penyebab lainnya

Selain 2 faktor diatas, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan stunting pada anak, diantaranya yaitu :

  • Ibu kurang memiliki pengetahuan mengenai gizi sebelum hamil, ketika hamil, dan sehabis melahirkan
  • Akses pelayanan kesehatan yang terbatas, seperti layanan kehamilan serta setelahmelahirkan.
  • Akses air bersih dan sanitasi yang tidak merata
  • Makanan bergizi masih tergolong mahal sehingga tidak bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat

Demikian pembahasan mengenal pengertian dan penyebab stunting, semoga  pembahasan diatas dapat menambah wawasan mengenai stunting, dan bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi.

Pengertian & Sejarah Western Union

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian dan sejarah dari western union. Western Union merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pengiriman uang secara global. Perusahaan ini memiliki jaringan agen yang tersebar di lebih dari 200 negara, yang memungkinkan orang-orang di semua dunia untuk mengirim sekaligus menerima uang dengan lebih mudah.

Pengertian Western Union

Western Union ialah sebuah perusahaan yg menyediakan layanan pengiriman uang ke seluruh dunia, termasuk kedalam negeri. Pengguna tidak perlu membuka rekening bank untuk menggunakan layanan Western Union, cukup dengan menunjukkan kartu identitas. Kantor Western Union berpusat di Colorado, Amerika Serikat dan telah beroperasi di lebih dari 200 negara serta wilayah di semua dunia, termasuk Indonesia. Western Union mempunyai lebih dari 500.000 agen yang beredar di seluruh dunia.

Pengertian & Sejarah Western Union

Sejarah Western Union

Pada tahun 1851, New York and Mississippi Valley Printing Telegraph Company didirikan di Rochester, New York oleh Hiram Sibley serta lainnya, dengan tujuan untuk menghasilkan sistem telegraf yang baik dengan operasi yang efisien serta terintegrasi.

Sementara itu, Ezra Cornell membeli kembali perusahaannya yang hampir bangkrut dan menamainya dengan “New York & Western Union Telegraph Company”. Ke 2 perusahaan ini awalnya merupakan pesaing yang sangat ketat, tetapi pada tahun 1856 kedua perusahaan tersebut setuju bahwa bergabung adalah satu-satunya cara untuk tetap tumbuh.

Penggabungan Dua Perusahaan

Hasil dari penggabungan kedua perusahaan ini dinamai “Western Union Telegraph Company”, atas prakarsa asal Cornell. Western Union lalu membeli banyak perusahaan kecil. Hingga pada tahun 1860, jaringan Western Union sudah meliputi sepanjang Pesisir Timur Amerika Serikat sampai Sungai Mississippi, dan dari Great Lakes sampai Sungai Ohio.

Memperkenalkan Layanan Pengiriman Uang

Pda tahun 1871, Western Union memperkenalkan layanan pengiriman uang yang didasarkan pada sistem telegrafnya yang handal. Pada tahun 1879, Western Union meninggalkan bisnis telepon setelah kalah dalam sengketa paten dengan Bell Telephone Company. Karena semakin berkembangnya sistem telepon, telegraf mulai ditinggalkan. Sebagai akibatnya Western Union memfokuskan bisnisnya pada layanan pengiriman uang.

Pada tahun 1900, Western Union telah berhasil mengoperasikan kurang lebih 1,6 juta kilometer jaringan telegraf dan 2 jaringan kabel bawah tanah secara internasional. Pada abad ke-20, Western Union terus tumbuh dengan mengakuisisi lebih dari 500 perusahaan lain serta hampir memonopoli pasar dengan merampungkan pembelian kompetitor utamanya, Postal Telegraph, Inc. pada tahun 1943.

Peran Western Union pada Perang Dunia II

Selama Perang dunia II, keluarga dari tentara yang ikut berperang tak jarang merasa sedih ketika menerima pengantar surat Western Union yang mengantarkan telegram dari Departemen Perang AS yang memberitahukan bahwa tentara tersebut gugur atau hilang di medan perang. pada tahun 1974, Western Union menjadi perusahaan telekomunikasi Amerika serikat pertama yg memiliki satelit komunikasi yg dinamakan Westar. Western Union memakai satelit tadi buat layanan telegram dan teleks ke seluruh agen pada Amerika serikat. Westar pula disewakan ke perusahaan lain buat mengirimkan video, suara, data, dan faksimile.

Pada tahun 1963, Western Union memisahkan divisi sistem kabel serta telegrafnya menjadi perusahaan tersendiri yang dinamakan Western Union International (WUI), yang dijual ke American Securities di tahun yang sama. American Securities lalu menjual WUI ke MCI Communications di tahun 1986 serta dinamakan MCI International, dengan kantor pusat yang dipindah dari New York City ke Rye Brook, New York.

Fokus pada Layanan Pengiriman Uang

Western Union mulai fokus pada layanan pengiriman uang ke luar negeri, dan mengklaim menjadi “layanan tercepat untuk mengirim uang ke seluruh global”. Pada tahun 1987, Investor Bennett S. LeBow mengambil alih kepemilikan Western Union. LeBow lalu menunjuk Robert J. Amman sebagai direktur Western Union.

Pada Mei 2009, Western Union mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Custom House dari Peter Gustavson, dan diselesaikan pada bulan September 2009, Western Union membeli Custom House dengan harga $370 juta. Akibat akuisisi ini, Custom House berganti nama menjadi Western Union Business Solutions. Pada Januari 2011, Western Union mengakuisisi 100% saham di Angelo Costa, sebuah perusahaan pengiriman uang. Angelo Costa sudah mempunyai 7,500 agen di beberapa negara di Eropa.

Pada Juli 2011, Western Union mengakuisisi divisi Pembayaran bisnis dunia milik Travelex dengan harga £606 juta. Pada Oktober 2011, Western Union merampungkan proses akuisisi atas Finint S.r.l., salah satu mitra bisnis pengiriman uang Western Union di Eropa, yg mempunyai 10,000 agen di Italia, Spanyol, serta Inggris.

Demikian pembahasan mengenai pengertian dan sejarah western union. Semoga bermanfaat.