Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial untuk mendukung pola berfikir dan pandangan bagi generasi milenial. Dampak positif dari membaca buku yang paling dasar adalah menambah pengetahuan. ‘Buku adalah jendela dunia’ merupakan suatu frasa yang sering kita dengar karena dengan membaca buku, imajinasi menjadi terbuka, pikiran menjadi berkelana, dan hal tersebut tentu saja memberikan hasil yang positif untuk meningkatkan kreativitas.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Jika kamu tertarik untuk mencoba mengisi waktu luang dengan membaca buku, kamu bisa membaca buku tentang generasi milenial untuk mencari inspirasi dalam menjalani hidup. Dilansir dari Kompas, dalam hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 disebutkan bahwa generasi Z dan milenial mendominasi komposisi penduduk Indonesia pada saat ini. Buat kamu yang termasuk ke dalam generasi milenial tentunya saat ini sedang dalam masa produktif. Jadi, kamu setiap hari pasti disibukkan dengan bekerja dan menghadapi berbagai permasalahan orang dewasa lainnya.

Dalam artikel kali ini akan merekomendasikan beberapa buku tentang generasi milenial yang bisa kamu jadikan bacaan untuk mencari inspirasi.

Generasi Langgas : Millennials Indonesia (2016, Yoris Sebastian)

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Buku ini bercerita tentang generasi muda Indonesia yang lahir di antara tahun 1980-2000, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan generasi millennials. Generasi inilah yang menentukan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya.

Pola perilaku millennials yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, baik di lingkup pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, sering kali diberi cap kurang baik, seperti generasi instan, generasi copas, hingga generasi nggak mau susah.

Buku ini mencoba untuk memberikan pandangan berbeda bahwa generasi millennials bisa menjadi generasi terbaik yang dimiliki Indonesia jika mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman sesama millennials.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (2016, Mark Manson)

Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson melalui blog nya yang sangat populer telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren di dalam buku hebat ini.Argumennya, : tidak semua orang bisa menjadi luar biasa–ada para pemenang dan pecundang di masyarakat dan beberapa diantaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda.

Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya. Inilah sumber kekuatan yang paling nyata. Tepat saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan dan ketidakpastian – tepat saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan, saat itulah kita mulai menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang selama ini kita cari dengan sekuat tenaga.

Filosofi Teras (2018, Henry Manampiring)

Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, atau filosofi teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, filosofi teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan generasi milenial dan gen-z masa kini.

Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life (2016, Francesc Miralles dan Hector Garcia)

Buku tentang generasi milenial yang satu ini memuat tentang filosofi Jepang yang disebut dengan Ikigai. Secara harfiah Ikigai berarti nilai kehidupan. Memang dalam buku ini pembaca akan diajak untuk mencari tahu rahasia yang dimiliki oleh orang Jepang yang selalu bahagia dan berumur panjang. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang Jepang untuk menjalani kehidupan yang bisa membuat mereka berumur panjang. Misalnya dari memilih makanan, olahraga, serta gaya hidup sehat lainnya.

Selain itu, dalam Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life juga dijelaskan bahwa setiap orang memiliki nilai kehidupan yang berbeda-beda. Jadi, buku ini bisa membantumu mengetahui seperti makna kehidupanmu. Kemudian, kamu juga lebih paham seperti apa cara menjalani kehidupan yang sebaik-baiknya demi hidup yang lebih bahagia.

Generasi Eksplorasi (2019, IDN Times)

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah isinya disusun berdasarkan survei yang langsung dilakukan oleh tim IDN Times.
Generasi millennial adalah generasi yang sedang dalam fase eksplorasi mencari jati diri. Dikenal boros, namun mereka rela bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Merekalah pelukis wajah Indonesia 20-30 tahun ke depan. Apa yang mereka sukai? Nilai apa yang mereka percayai? Bagaimana sikap mereka terhadap politik? Apa yang mereka lakukan ketika sedang online? Buku ini, yang diangkat dari survei, menjawab semua itu. Juga pertanyaan-pertanyaan lain seputar generasi millennial Indonesia.

Demikian beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial, semoga rekomendasi buku di atas bisa membantu para generasi milenial untuk mendapatkan inspirasi sehingga bisa menjadi manusia yang lebih semangat dan lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Manfaat Membaca Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas mengenai manfaat membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan. Tidak jarang orang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia.

Manfaat Membaca Buku bagi Generasi Milenial

Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang akan sangat membantu dan menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan pada zaman sekarang ini, bahkan jarang sekali kita temukan generasi muda yang senang membaca.

Selain dikarenakan menjamurnya perkembangan zaman dengan teknologi yang serba canggih, memanjakan orang dalam mengakses sesuatu di internet. Sehingga mereka lebih sering membaca tulisan di sosial media dibanding membaca tulisan di buku buku. Tak jarang perpustakaan di kampus atau di sekolahan terdapat banyak debu.

Dari sekian pesatnya perubahan konvensional mereka bermigrasi ke sistem online, tetapi masih ada juga sebagian dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.

Bagi seorang kutu buku, mungkin mereka beranggapan bahwa ia termasuk spesies langka saat ini. Mereka di luar sana yang masih dalam zona nyamannya, terlena dengan waktu yang sia sia harusnya mulai berani membuka buku dengan niat menghilangkan kebodohan, sebab apabila orang tersebut tidak mau membaca maka seumur hidup dia tidak akan membaca.

Lalu, apa saja manfaat membaca buku bagi generasi milenial?

Membaca membuat kita berpikir kritis dan berwawasan

Salah satu manfaatnya yaitu mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Saat membaca, kita tidak sekedar mengeja kata demi kata, tetapi memikirkan secara mendalam. Untuk mengingat perkembangan informasi yang cepat, ada baiknya kita membandingkan informasi yang kita terima dengan informasi serupa dari sumber-sumber lain yang terpercaya. Jika kita terbiasa untuk membaca dengan teliti dari berbagai sumber, kita juga melatih diri untuk menyikapi berita secara kritis.

Membaca membuat kita lebih selektif dalam menanggapi sesuatu

Penyebaran informasi sudah banyak dilakukan para pengguna media sosial karena biasanya mereka tidak membaca berulang kali informasi yang mereka dapat. Mereka dengan kepolosannya menyebarkan suatu berita atau peristiwa secara langsung tanpa meyakinkan apakah itu memang benar nyatanya atau kebohongan semata. Ini menjadi penyebab beredar berita yang diragukan kebenarannya (hoax). Iklim provokasi pun tercipta bahkan bisa merusak persepsi seseorang terhadap suatu hal atau peristiwa.Dengan membaca berulang kali, seharusnya informasi yang diterima kita cerna terlebih dahulu. Sebagai pembaca, kita harus terbiasa cermat dan teliti kembali untuk menguji kebenaran informasi tersebut agar informasi yang kita bagikan lebih bermanfaat jika dapat dipercaya kebenarannya

Membaca membuat kita pintar berwawasan berbagai pengetahuan

Ketika kita membaca, informasi yang dibaca mata akan ditransfer ke otak menjadi amunisi, yakni pengetahuan dan wawasan. Semakin banyak yang kita baca, semakin banyak pula pengetahuan dan wawasan kita. Kaya pengetahuan dan wawasan menjadikan kita bijaksana dalam bersikap dan berlaku. Kaya pengetahuan dan wawasan menjadikan kita tidak mudah menghakimi orang lain karena kita memiliki sudut pandang yang luas. Ada banyak manfaat ketika kita kaya pengetahuan dan wawasan yang tentunya lebih berharga dari pada segalanya.

Membaca dapat menambah literasi

Ketika kita membaca buku, kita akan menemui kosakata-kosakata baru; baik teratur, tidak teratur, tertata dan tidak tertata. Kosakata-kosakata yang kita jumpai tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan mutu literasi berbicara kita. Karena sesuai paparan di atas bahwa kegiatan ini bekerja dengan cara mentransfer informasi yang dibaca mata ke otak, kemudian di otak menjadi amunisi, yakni pengetahuan dan wawasan. Otomatis ketika seseorang hendak berbicara, ia akan berbicara sesuai dengan pengetahuan dan wawasannya. Orang yang banyak membaca akan terdidik karena kaya pengetahuan dan wawasan. Sehingga bicaranya pun juga terdidik, tentunya lebih bermutu.

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat yang tentunya berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Demikian pembahasan mengenai manfaat membaca buku bagi generasi milenial yang terlihat sepele tetapi memiliki dampak yang luar biasa jika digemari.