Solo Hiking dan Manfaatnya

Artikel kali ini akan membahas mengenai solo hiking dan apa saja manfaatnya bagi wanita. Mendaki gunung atau hiking sebagai aktivitas yang relatif terkenal. Tidak hanya digemari oleh laki-laki, hiking juga sangat digandrungi oleh perempuan yang menyukai tantangan.

Solo Hiking dan Manfaatnya

Solo Hiking

Solo Hiking (pendakian sendirian) ialah cara yang tepat bagi perempuan buat menikmati keindahan alam dan manfaatnya yang melampaui sekadar melakukan berolahraga. Umumnya hiking dilakukan secara berkelompok, tetapi dapat dilakukan secara sendiri.

Solo Hiking dapat mengajarkan wanita ihwal pengambilan keputusan, cara menangani situasi yang terjadi tidak diperkirakan, komitmen bahwa mereka bisa melayani dirinya sendiri, dan tentang bagaimana perempuan bisa menikmati waktu kenyamanan.

Saat seorang wanita mendaki sendirian, mereka mempunyai kesempatan buat menyusun jarak waktu yang berguna dimana mereka dapat benar-benar hilang serta bersantai.

Dalam prosesnya, mereka belajar bagaimana melibatkan diri dengan lingkungan alam, melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, bahkan merasakan sensasi tidak umum dengan menjadi seorang pencari petualangan.

Solo Hiking dan Manfaatnya

Solo hiking bisa memberi wanita kesempatan untuk mendengarkan dirinya sendiri, berpegang di nilai-nilai sendiri, serta melangkah maju tanpa ketakutan. Alasan untuk melakukan solo hiking tidaklah kurang untuk orang-orang yang berani.

Bagaimana dengan manfaat solo hiking? Berikut ini terdapat beberapa manfaat dari solo hiking bagi wanita, diantaranya yaitu :

  • Menaikkan Percaya Diri
    Sehabis melalui banyak sekali kesulitan dan tantangan seorang diri, maka akan mencicipi pencapaian langsung yang mungkin belum pernah didapat. Rasa ini dapat menaikkan harga diri dan semakin percaya pada kemampuan diri sendiri.
  • Merasakan Ketenangan
    Dengan solo hiking bisa merilekskan pikiran dengan tenang tanpa terganggu eksistensi orang lain. Dapat lebih leluasa menikmati keindahan alam bebas dan merasakan udara sejuk yang menerpa tubuh. Sungguh menyegarkan dan menenangkan.
  • Lebih Mengenal Diri Sendiri
    Bila mendaki dengan kelompok, waktumu tetap akan lebih banyak dipakai untuk bersosialisasi dengan sahabat sekelompok. Tetapi berbeda ketika solo hiking, sebagian besar bahkan seluruh waktu untuk diri sendiri.
    Jadi punya banyak waktu untuk lebih mengenal diri sendiri. Mampu mengetahui respon tubuh saat kelelahan mendaki, juga bisa mengenali sifat serta kepribadian saat mengatasi banyak sekali masalah yang ditemui.
  • Menambah Kemandirian
    Melakukan solo hiking bagi wanita bisa melatih kemandirian. Jika selama ini mendaki secara berkelompok, apabila terdapat beberapa kesulitan yang dialami saat mendaki, teman sekelompok akan sigap membantu.
    Namun, tidak berlaku ketika solo hiking. seluruh perjuangan dan kesulitan yang ditemui wajib di atasi sendiri. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mempersiapkan baik fisik, mental, serta peralatan ketika akan solo hiking.
    Mempelajari ketrampilan dasar mendaki seperti tau jalur dan ilmu navigasi, dan juga mengerti dasar-dasar pertolongan pertama.
  • Melatih Keberanian

    Ketika mendaki sendiri tentu akan sendirian waktu di jalur pendakian, kecuali waktu berpapasan dengan pendaki lain. Berada di jalur pendakian seorang diri bukan hal yang praktis, apalagi untuk perempuan.
    Terkadang ada ketakutan akan satwa liar yang berbahaya, khawatir tersesat dan bertemu dengan orang dursila, atau tak percaya mampu merampungkan pendakian.
    Ketakutan tersebut memang membuat cemas dan menambah beban pikiran, tapi ketika mendaki sendiri harus berani dan selalu siap menghadapi apa saja yang ditakuti. Oleh karena itu, selalu berpikiran positif dapat melatih keberanian.

Solo hiking mempunyai banyak manfaat, namun tidak disarankan untuk yang baru saja memulai ativitas mendaki atau hiking. Berbagai resiko yang wajib dipikirkan dan persiapkan sebelum memulai solo hiking.

Sebaiknya bekali diri dengan ilmu dasar mendaki dan peralatan yang paling aman. Pastikan mengetahui jalur dengan baik, dan penting untuk perempuan selalu membawa alat proteksi diri seperti semprotan merica, pisau dan peluit untuk memberi pemahaman tanda bahaya.

Konsep Mindfulness dalam Hidup

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami konsep mindfulness dalam hidup.

Pernahkah merasa risih terhadap masa depan yang belum terlewati? Atau berfikir terlalu banyak terhadap hal-hal yang telah terjadi? Belum lagi, banyaknya sasaran kerja yang belum tercapai bisa menjadi pemicu overthinking.

Konsep Mindfulness dalam Hidup

Berdasarkan penelitian, kecemasan (overthinking) terhadap suatu keadaan akan memengaruhi kinerja otak, sistem pencernaan, menghambat kesehatan, hingga menurunkan fungsi jantung dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Nah, penyelesaian masalah tersebut menerapkan perilaku mindfulness didalam diri. Menurut Jon Kabat-Zinn, mindfulness berarti kesadaran yang timbul mulai dari memperhatikan dengan sengaja pada saat ini.

Kunci Konsep Mindfulness dalam Hidup

Kunci dari mindfulness yaitu menyampaikan perhatian (atensi) dengan cara tertentu. Perhatian ialah pintu menuju kesadaran. Kita tidak menyadari apa yang terjadi tanpa menyampaikan perhatian kepadanya.

Tetapi, perhatian yang kita berikan perlu dilakukan dengan cara tertentu yaitu on purpose (secara sengaja; diniatkan), in the present moment (pada saat ini), non-judgmentally (tanpa menghakimi).

On Purpose (Menyampaikan perhatian secara sengaja)

Mindfulness merupakan penyampaikan perhatian secara sengaja. Sebagian besar pikiran, perasaan, dan sikap terjadi secara otomatis, sehingga lupa memperhatikannya.

Dengan menerapkan mindfulness artinya memperhatikan diri sendiri secara sengaja, mendengarkan apa yang dikatakan orang lain secara penuh perhatian, serta mencermati perilaku sendiri secara sadar.

In the Present Moment (memberikan perhatian saat ini)

Mindfulness merupakan wacana menyampaikan perhatian pada apa yang ada, bukan apa yang belum ada atau bahkan tak ada. Tidak memikirkan masa depan yang masih rahasia maupun masa lalu.

Hadir dan ada secara utuh dan nyata disini pada saat ini. Melakukan aktivitas secara sadar, baik aktivitas yang besar maupun sekedar memperhatikan lawan bicara.

Berdasarkan riset, kemampuan untuk menyampaikan perhatian pada setiap momen yang sedang dijalani merupakan kunci kebahagiaan.

Non-judgmentally (tidak menghakimi)

Mindfulness berarti mengamati bukan menghakimi. Tidak perlu melabeli apapun yang kita alami saat ini, baik-jelek atau benar-keliru. Cukup memperhatikan dan mengalami secara penuh sadar.

Membiarkan diri bekerja dengan seluruh indranya untuk merasakan apa yang terjadi dan memberikan perhatian penuh pada diri  dan pada seseorang atau sesuatu di hadapan kita.

Mellihat, mendengar, serta merasakan apa adanya tanpa berusaha menilai dan menghakiminya. Mungkin terasa mudah untuk dipelajari namun susah untuk diterapkan, sebab rasa sedih dan kecewa kadang hadir tanpa dikehendaki.

Lalu, bagaimana hubungan mindfulness dengan cara kerja otak ?

Otak manusia merupakan organ yang sangat kompleks dan ajaib, terdapat 100 miliar neuron yang tersusun secara kompleks dengan berbagai korelasi yang terlibat dengan neural sehingga menjadi luar biasa dan sulit dipahami.

Sebesar 90 persen dari kegiatan terjadi pada alam bawah sadar. Walaupun kita merasa memiliki kontrol terhadap bagaimana berpikir, mencicipi, dan berperilaku, sains modern menunjukkan tidak sesederhana itu.

Konsep neuroplastisitas adalah bidang ilmu baru dan menarik yang menyoroti bahwa otak terus menerus dibentuk kembali sepanjang hidup seseorang oleh  pengalaman dan pikiran.

Konsep ini menjelaskan bahwa fokus kesadaran akan menentukan jaringan otak mana yang diperkuat dan mana yang melemah bahkan hilang apabila  tidak memperkuatnya.

Apabila berlatih untuk tenang dan fokus, otak akan memperkuat jaringan otak dengan baik sehingga bisa membantu mengelola emosi dan merespon dengan fleksibel bahkan waktu kita merasa kewalahan sekalipun.

Penerapan mindfulness dapat membantu mengelola proses ini secara lebih efektif dengan membentuk keterampilan konsentrasi dan perhatian untuk mengarahkan kesadaran terhadap suatu duduk perkara.

Ketika pikiran menjadi tenang, sistem saraf dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dalam mengakses kreativitas, fleksibilitas dan pemikiran yang digunakan untuk mengelola diri menghadapi situasi yang menantang.

Ketika menerapkan sikap mindfulness, tentu masih mengalami perasaan negatif seperti frustasi, kekecewaan atau ketakutan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa akan pulih lebih cepat.

Hal ini juga menunjukkan bahwa berperan aktif dalam memperbaharui struktur otak untuk berkembang pada lebih banyak hal.