Dampak Masif Perubahan Iklim

Dampak masif dari perubahan iklim terjadi sangat cepat dan nyata. Ada yang peduli terhadap perubahan iklim ini, ada juga yang tidak peduli dan terus melakukan hal-hal yang mendukung perubahan iklim tersebut. Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai bagaimana dampak masif perubahan iklim.

Dampak Masif Perubahan Iklim

Dampak Masif Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi secara terus menerus, dapat menimbulkan dampak buruk yang sangat masif bagi kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan kita bisa merasakan secara langsung beberapa dampak tersebut, diantaranya yaitu :
– Curah hujan tinggi yang tidak terkendali
– Musim kemarau yang berkepanjangan
– Peningkatan volume air yang signifikan, sebagai akibat dari mencairnya es di kutub
– Bertambahnya kuantitas bencana alam, seperti angin puting beliung
– Berkurangnya sumber air bersih

Cara Mengatasi Perubahan Iklim

Terdapat banyak cara untuk mengatasi dan mengurangi dampak masif perubahan iklim. Salah satu cara termudah yang bisa kita lakukan untuk membantu memperlambat dampak perubahan iklim yaitu dengan mengelola sampah rumah tangga secara bertanggung jawab. Karena, sampah yang tidak terpilah dan berakhir di TPA (tempat pembuangan akhir) akan mengeluarkan gas rumah kaca seperti metana.

Oleh karena itu, dengan mengurangi secara manual jumlah sampah dari sumbernya, memilah sampah sesuai kategorinya, serta mengompos sampah organik, kita bisa membantu membatasi jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan dari sisi kita pribadi.

Berikut beberapa cara singkat dan mudah mengelola sampah yang bisa dicoba langsung di rumah, diantaranya :

  1. Siapkan tempat sampah terpisah untuk sampah organik & anorganik

    Kamu bisa menyiapkan dua tempat sampah dengan warna yang berbeda untuk membedakan sampah organik dan anorganik, sertakan simbol atau tanda untuk menandakan bahwa tempat sampah tersebut tergolong sampah organik atau anorganik.

  2. Ganti alas sampah berbahan plastik menjadi kardus, koran atau cassava bag

    Masukkan sampah ke dalam alas atau kantong sampah berbahan koran, kardus, dan juga cassava bag. Alternatif ini merupakan bahan alas alternatif terbaik, karena dapat terurai dan dikonsumsi oleh mikro organisme dalam tanah dengan cukup cepat.

  3. Mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos

    Kamu dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk berkebun. Ini merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan, dibandingkan dengan hanya dibuang begitu saja. Jika kamu tidak memiliki tanaman atau tidak suka berkebun, kamu dapat menyumbangkan sampah organik maupun kompos ini ke tetangga yang memerlukan, maupun organisasi yang bergerak di bidang perkebunan.

  4. Mendaur ulang sampah anorganik kering

    Untuk sampah anorganik kering, seperti botol, kaleng, dan sebagainya, kamu bisa membuat barang-barang D.I.Y. (Do It Your self) seperti botol bekas menjadi pot tanaman, kaleng menjadi tempat alat tulis dan bumbu. Selain itu, kamu bisa membuat biji plastik, hasil dari botol pastik yang sudah dihancurkan. Kemudian, sampah tersebut dapat diberikan ke bank sampah, karena dapat membantu menambah penghasilan.

  5. Meminimalkan penggunaan plastik

    Kamu bisa mendukung kegiatan ini dengan membawa tas sendiri ketika berbelanja, menggunakan alat bekal makan dan tempat minum sendiri yang bisa digunakan berulang kali. Hal kecil ini sangat dapat mengurangi produksi sampah dalam jumlah besar.

Demikian pembahasan mengenai dampak masif perubahan iklim. Pemanasan global tidak dapat berkurang dengan sendirinya. Kontribusi manusia terhadap kelestarian lingkungan, dapat dimulai dari rumah kita sendiri. Belajar mengolah sampah-sampah rumah, tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga mengasah kreativitas , dan kejelian terhadap setiap barang yang kita beli.
Semoga bermanfaat.

Perubahan Iklim : Pengertian dan Faktor Penyebabnya

Perubahan iklim merupakan suatu perubahan jangka panjang dalam pola cuaca tertentu di suatu wilayah. Perubahan iklim ini sendiri sering dikaitkan dengan pemanasan global. Pemanasan global adalah kenaikan pada suhu Bumi yang kemudian berlangsung selama satu dekade atau lebih dimana salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim.

Pengertian Perubahan Iklim

Iklim merupakan rata-rata cuaca yang juga menjadi penanda keadaan atmosfer dalam suatu kurun waktu tertentu. Iklim sendiri berubah secara terus menerus karena adanya interaksi antara suatu komponen dan faktor eksternal misalnya saja pada erupsi vulkanik, serta faktor-faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti perubahan penggunaan lahan.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung hingga kemudian mengubah perubahan iklim alami dan struktur dari atmosfer global pada suatu periode waktu yang dapat diperbandingkan. Struktur atmosfer global ini diantaranya struktur material atmosfer bumi berupa gas rumah kaca yang terdiri dari atas nitrogen, karbon dioksida, metana, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, gas rumah kaca sendiri dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap dalam keadaan stabil. Meski demikian, konsentrasi gas rumah kaca sendiri kemudian kian meningkat dan membuat lapisan atmosfer menjadi semakin tebal. Penebalan pada lapisan atmosfer ini kemudian menyebabkan sejumlah panas bumi menjadi terperangkap di atmosfer dan menumpuk.

Faktor Penyebab

1. Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca berasal dari gas-gas rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi sendiri turut berperan, misalnya pada kaca di rumah yang memerangkap panas matahari kemudian menghentikannya agar tidak bocor kembali ke angkasa.

perubahan iklim

2. Peningkatan Emisi
Peningkatan emisi diakibatkan oleh ulah manusia, misalnya pada pembakaran minyak, batu bara, dan gas yang akan menghasilkan dinitrogen oksida dan karbon dioksida. Hal ini juga disebabkan oleh penebangan hutan. Pohon sendiri membantu mengatur iklim dengan menyerap CO2 dari atmosfer. Oleh karena itu, saat terjadi penebangan, efek menguntungkan kemudian hilang dan karbon yang tersimpan di pohon akan dilepaskan ke atmosfer, dan menambah efek rumah kaca di bumi.

3. Pemanasan Global
Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya ialah penghasil CO2 utama. Suhu rata-rata global saat ini sendiri adalah 0,85ºC lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir abad ke-19. Para ilmuwan iklim terkemuka mengemukakan pendapatnya mengenai penyebab pemanasan global adalah aktivitas manusia. Peningkatan 2°C dibanding suhu pada masa pra-industri ini dinilai para ilmuwan sebagai ambang batas. Kemudian, terdapat risiko yang jauh lebih tinggi bahwa perubahan yang berbahaya serta berbagai bencana di lingkungan global kemungkinan akan terjadi. Karenanya hingga saat ini banyak diantara negara lain telah menanamkan kepada warganya tentang pentingnya menjaga pemanasan dibawah 2°C.

4. Perubahan Orbit Bumi
Penyebab terjadinya perubahan iklim selanjutnya berasal dari orbit bumi yang mengalami perubahan. Orbit bumi yang berada di sekitar matahari adalah lingkaran bukannya elips. Kadang ia hampir melingkar dimana jarak Bumi berada kira-kira sama dari Matahari saat ia bergerak mengelilingi orbitnya. Pada waktu lainnya elips lebih menonjol hingga Bumi bergerak lebih dekat dan jauh dari matahari saat mengorbit. Saat Bumi lebih dekat ke matahari sendiri, iklim kemudian akan menjadi lebih hangat.