Wilayah Nyaman Untuk Pensiunan

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai wilayah yang nyaman ditinggali untuk pensiunan. Kenyamanan merupakan hal utama yang wajib menjadi prioritas apabila sudah memasuki usia pensiun.

Wilayah Nyaman Untuk Pensiunan

Bagi sebagian orang menyiapkan masa pensiun itu sangatlah krusial. Tidak hanya soal keuangan, tetapi juga kenyamanan di masa tua.

Wilayah atau kota besar seperti Jakarta, Surabaya, maupun Medan mungkin bukan pilihan tempat tinggal yang ideal setelah pensiun karena hiruk-pikuknya.

Biasanya orang-orang memilih wilayah yang hening dengan udara yang bersih, dan jauh dari hiruk-pikuk orang maupun kendaraan.

Berikut ini beberapa wilayah atau kota di Indonesia yang dirasa cocok untuk menjadi tempat tinggal setelah memasuki usia pensiun, diantaranya yaitu :

Malang

Kota yang terletak di provinsi Jawa Timur ini mampu terbilang mungil namun memiliki infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang sangat memadai. Wilayah ini acapkali dikunjungi dengan tujuan wisata dan pendidikan.

Kabupaten Malang merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah banyuwangi. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk.

Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur.

Bersama dengan Kota Batu dan Kota Malang, Kabupaten Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya (Wilayah Metropolitan Malang).

Salatiga

Kota Salatiga berada di provinsi Jawa Tengah. Wilayah ini terletak secara strategis diantara Semarang dan Solo dengan ketinggian 450m sampai dengan 850m diatas permukaan laut.

Wilayah salatiga merupakan salah satu tempat yang cocok untuk beristirahat dan hidup bagi pensiunan, karena memiliki cuaca yang sejuk dan segar.

Salatiga dikelilingi oleh pemandangan Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Gajah Mungkur yang memanjakan mata.

Salatiga dikenal dengan masyarakatnya yang mempunyai toleransi tinggi. Meski terbilang kota kecil, Salatiga memiliki akses yang bagus ke kota besar sebab terhubung dengan jalur Semarang-Solo.

Yogyakarta

Wilayah Nyaman Untuk Pensiunan

Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudra Hindia.

Wilayah ini merupakan tempat tujuan wisata andalan setelah provinsi Bali. Kota ini dievaluasi cocok menjadi rumah untuk menikmati masa pensiunan.

Selain hening, kota ini memiliki banyak kawasan wisata dan budaya yang masih kental dengan adat istiadat masyarakatnya.

Kota Yogyakarta juga terkenal dengan tingkat biaya hidup yang lebih terjangkau dan perilaku ramah penduduknya.

Solo

Solo dikenal sebagai sentra pengembangan dan pelestarian kebudayaan Jawa, misalnya batik dan gamelan. Penduduk Solo dikenal ramah serta bertutur istilah halus, membuat perasaan lebih hening.

Saat waktu luang, banyak kegiatan yang mampu dilakukan seperti menikmati beberapa makanan di Solo, belajar membatik, hingga menikmati objek wisata yang ada pada Solo.

Ubud, Bali

Wilayah selanjutnya yang dinilai sangat cocok untuk masa pensiun adalah Ubud, Bali. Suasana alam yang ada di Ubud mampu menghasilkan tenang bagi siapa pun yang berniat menghabiskan masa tua.

Ubud juga identik dengan persawahan yang hijau dan udaranya yang masih sejuk. Meski menjadi tujuan wisata internasional, di Ubud biaya hidup tergolong murah.

Purwokerto

Orang yg pernah ke Purwokerto akan jatuh cinta pada kesederhanaan, kenyamanan, dan kenyamanannya. Kota yang masuk ke daerah Kabupaten Banyumas ini pula mempunyai poly kawasan wisata. porto hayati pun terbilang lebih rendah, mirip kebanyakan kota lain pada Jawa Tengah.

Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Karakteristik tanaman bakau yang unik ternyata memiliki fungsi penting bagi kehidupan. Untuk itu perlu menjaga kelestarian tanaman bakau. Jangan sampai Indonesia kehilangan predikat bergengsi sebagai pemilik hutan mangrove terluas di dunia.

Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Pentingnya Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Berikut ini beberapa alasan mengapa sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan bakau.

  • Habitat Makhluk hidup
    Dikutip dari Encyclopedia Britannica, tumbuhan bakau secara ekologis menyediakan habitat bagi organisme darat dan laut. Kawasan hutan bakau sebagai kawasan untuk beberapa jenis makhluk hidup dan organisme, seperti ikan, udang, kepiting, serta penyu.
  • Katalis Tanah dari Air laut
    Tanaman bakau yang kerap ditemui di wilayah berpasir bisa sebagai solusi yang sangat jelas untuk melindungi tanah di sekitar laut. Sebab tanah bersentuhan langsung dengan air laut serta dapat masuk ke dalam air secara terus menerus. Dengan adanya tanaman bakau, lapisan tanah akan menjadi lebih padat. Kondisi tersebut bisa menyelamatkan tanah dari gerusan air laut.
  • Membantu Pembentukan Pulau
    Tumbuhan bakau menjadi tumbuhan dikotil yang hidup di air dapat membuat daratan dengan endapan serta tanah yang ditahannya, sehingga dinilai mampu menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Tumbuhan bakau yang tumbuh subur dapat memperluas batas pantai.
  • Menjaga Garis Pantai dari Abrasi
    Kelestarian tumbuhan bakau krusial untuk dijaga sebab bisa mencegah terjadinya abrasi air laut atau pengikisan akibat ombak. Akar dari tumbuhan bakau bisa mengumpulkan sedimen serta lumpur yang dibawa oleh pasang surut ombak. Oleh sebab itu, tanaman bakau bisa menahan tanah tetap pada tempatnya untuk menghindari abrasi. Bila tumbuhan bakau hilang, maka gelombang laut akan mengikis tanah pantai.
  • Menjaga Iklim dan Cuaca
    Tanaman bakau diharapkan untuk menjaga ekosistem perairan pantai, laut, serta darat. Kemudian tanaman bakau bisa membantu manusia memperoleh iklim serta cuaca yang nyaman.
  • Mencegah Intrusi Air laut

    Intrusi air laut diartikan sebagai peristiwa masuknya air laut melalui pori-pori batuan. Peristiwa tersebut bisa sebagai penyebab tercemarnya tanah. Akar tanaman bakau berfungsi untuk menghalau terjadinya intrusi air laut.

  • Menjaga Kualitas Air
    Tumbuhan bakau bisa menyerap nutrisi limpasan untuk menaikkan kualitas air. Tanaman bakau yang tumbuh di sekitar tepian pantai bisa membuat air menjadi jernih.
  • Menyerap Karbon Dioksida
    Tanaman bakau dinilai mampu mengurangi karbon dioksida pada emisi kendaraan bermotor. Tanaman bakau memiliki peran yang krusial dalam mengurangi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Mengembangkan kawasan hutan bakau sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencegah dan mengurangi dampak pemanasan global. Tanaman bakau sebagai ekosistem muara sungai menjadi salah satu penopang pemanasan dari perairan laut.
  • Menahan Kekuatan Ombak
    Akar tanaman bakau dipercaya bisa menahan kekuatan ombak. Tanaman bakau bisa meredam gelombang sehingga ombak menjadi jauh lebih tenang. Kondisi tersebut berakibat tumbuhan bakau menjadi zona peredam badai atau tsunami yang menerpa pantai. Badai siklon yang kerap menerpa pantai akan diredam oleh tanaman bakau untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
  • Mencegah Terjadinya Erosi
    Tumbuhan bakau mempunyai batang silindris bisa melindungi daratan dari hempasan ombak secara langsung. Kawasan darat dan laut dapat dibatasi oleh hutan bakau. Selain mencegah terjadinya pengikisan, kelestarian tumbuhan bakau krusial untuk dijaga demi mencegah terjadinya erosi.
  • Pengembangan Ilmu Pengetahuan

    Hutan bakau dapat difungsikan sebagai daerah pengembangan ilmu pengetahuan bidang perikanan, kelautan, serta kimia. Tanaman bakau kerap dipergunakan menjadi sumber penelitian. Tanaman bakau bisa menaikkan berbagai inovasi ke seluruh dunia.

  • Penyaring Limbah Alami
    Tanaman bakau dapat menjaga kualitas air laut dengan menjadi penyaring limbah alami, karena akar tumbuhan bakau yang tumbuh pada ujung sungai besar dapat meningkatkan kecepatan penguraian limbah organik yang terbawa ke pantai. Ekosistem tumbuhan bakau dengan produktivitas tinggi dapat mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut, seperti minyak, detergen, dan sabun
  • Sumber Daya bagi manusia
    Tumbuhan bakau sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Hutan bakau di tepi pantai merupakan tempat asli sejumlah hewan wilayah perairan, misalnya ikan, kepiting dan binatang lain menjadi sumber daya alam untuk mata pencaharian masyarakat sekitar.
  • Sumber Pakan Ternak
    Tumbuhan bakau yang hidup pada wilayah endapan lumpur bisa sebagai alternatif pengganti makanan ternak. Tanaman bakau yang sudah dihancurkan atau digiling akan menjadi bubuk pakan ternak kaya akan nutrisi. Kandungan nutrisi, seperti mineral, protein, dan kalori dapat menaikkan perkembangan serta pertumbuhan ternak.
  • Sebagai Tujuan Wisata
    Hutan bakau dapat menaikkan standar ekonomi wilayah menjadi objek wisata dan diolah menjadi kerajinan. Hutan bakau dinilai dapat menjadi tujuan wisata bagi banyak sekali wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu, tumbuhan bakau atau mangrove yg termasuk ke dalam famili Rhizophoraceae menyampaikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup serta berkembang di daratan. lalu tempat asli baru tadi dalam kurun waktu yang panjang bisa meluas menjadi pulau sendiri.

Dampak Masif Perubahan Iklim

Dampak masif dari perubahan iklim terjadi sangat cepat dan nyata. Ada yang peduli terhadap perubahan iklim ini, ada juga yang tidak peduli dan terus melakukan hal-hal yang mendukung perubahan iklim tersebut. Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai bagaimana dampak masif perubahan iklim.

Dampak Masif Perubahan Iklim

Dampak Masif Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi secara terus menerus, dapat menimbulkan dampak buruk yang sangat masif bagi kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan kita bisa merasakan secara langsung beberapa dampak tersebut, diantaranya yaitu :
– Curah hujan tinggi yang tidak terkendali
– Musim kemarau yang berkepanjangan
– Peningkatan volume air yang signifikan, sebagai akibat dari mencairnya es di kutub
– Bertambahnya kuantitas bencana alam, seperti angin puting beliung
– Berkurangnya sumber air bersih

Cara Mengatasi Perubahan Iklim

Terdapat banyak cara untuk mengatasi dan mengurangi dampak masif perubahan iklim. Salah satu cara termudah yang bisa kita lakukan untuk membantu memperlambat dampak perubahan iklim yaitu dengan mengelola sampah rumah tangga secara bertanggung jawab. Karena, sampah yang tidak terpilah dan berakhir di TPA (tempat pembuangan akhir) akan mengeluarkan gas rumah kaca seperti metana.

Oleh karena itu, dengan mengurangi secara manual jumlah sampah dari sumbernya, memilah sampah sesuai kategorinya, serta mengompos sampah organik, kita bisa membantu membatasi jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan dari sisi kita pribadi.

Berikut beberapa cara singkat dan mudah mengelola sampah yang bisa dicoba langsung di rumah, diantaranya :

  1. Siapkan tempat sampah terpisah untuk sampah organik & anorganik

    Kamu bisa menyiapkan dua tempat sampah dengan warna yang berbeda untuk membedakan sampah organik dan anorganik, sertakan simbol atau tanda untuk menandakan bahwa tempat sampah tersebut tergolong sampah organik atau anorganik.

  2. Ganti alas sampah berbahan plastik menjadi kardus, koran atau cassava bag

    Masukkan sampah ke dalam alas atau kantong sampah berbahan koran, kardus, dan juga cassava bag. Alternatif ini merupakan bahan alas alternatif terbaik, karena dapat terurai dan dikonsumsi oleh mikro organisme dalam tanah dengan cukup cepat.

  3. Mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos

    Kamu dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk berkebun. Ini merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan, dibandingkan dengan hanya dibuang begitu saja. Jika kamu tidak memiliki tanaman atau tidak suka berkebun, kamu dapat menyumbangkan sampah organik maupun kompos ini ke tetangga yang memerlukan, maupun organisasi yang bergerak di bidang perkebunan.

  4. Mendaur ulang sampah anorganik kering

    Untuk sampah anorganik kering, seperti botol, kaleng, dan sebagainya, kamu bisa membuat barang-barang D.I.Y. (Do It Your self) seperti botol bekas menjadi pot tanaman, kaleng menjadi tempat alat tulis dan bumbu. Selain itu, kamu bisa membuat biji plastik, hasil dari botol pastik yang sudah dihancurkan. Kemudian, sampah tersebut dapat diberikan ke bank sampah, karena dapat membantu menambah penghasilan.

  5. Meminimalkan penggunaan plastik

    Kamu bisa mendukung kegiatan ini dengan membawa tas sendiri ketika berbelanja, menggunakan alat bekal makan dan tempat minum sendiri yang bisa digunakan berulang kali. Hal kecil ini sangat dapat mengurangi produksi sampah dalam jumlah besar.

Demikian pembahasan mengenai dampak masif perubahan iklim. Pemanasan global tidak dapat berkurang dengan sendirinya. Kontribusi manusia terhadap kelestarian lingkungan, dapat dimulai dari rumah kita sendiri. Belajar mengolah sampah-sampah rumah, tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga mengasah kreativitas , dan kejelian terhadap setiap barang yang kita beli.
Semoga bermanfaat.

Masalah Serius yang Sering Disepelekan!

Salah satu masalah serius yang sering disepelekan yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan permasalahan yang masih menjadi ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun pada umumnya, orang-orang masih sering menyamakan istilah “cuaca” dan “iklim”. Padahal kedua istilah tersebut berbeda. Bahkan, istilah ilmu yang mempelajari kedua hal tersebut juga berbeda. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Sebelum membahas lebih jauh tentang perubahan iklim, mari kita pahami terlebih dahulu perbedaan antara “cuaca” dan “iklim”.

Masalah Serius yang Sering Disepelekan!

Definisi Cuaca

Terdapat beberapa definisi cuaca dari para ahli:

  • Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu waktu, termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979)
  • Keadaan variabel atmosfer secara keseluruhan di suatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980)
  • Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain; suhu, tekanan angin, kelembaban dan fenomena hujan. Keadaan atmosfer ini harus berada di suatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang relatif pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1087)

Berdasarkan definisi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa cuaca adalah sebuah keadaan atmosfer yang terjadi di suatu wilayah dalam kurun waktu relatif pendek dan memiliki parameter suhu, tekanan angin, kelembaban, dan fenomena hujan.

Definisi Iklim

Terdapat beberapa definisi iklim dari para ahli:

  • Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang. Secara statistik, kejadian ini cukup dapat menunjukan nilai berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979)
  • Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gleen T. Trewartha, 1980)
  • Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain; suhu, tekanan, angin, kelembaban, yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu yang panjang (Gibbs, 1987)

Berdasarkan definisi diatas, bahwa iklim adalah sebuah kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer seperti suhu, tekanan, angin, dan kelembaban yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu yang panjang.

Dari penjabaran kedua definisi tersebut, dapat kita lihat bahwa “cuaca” dan “iklim” merupakan dua hal yang berbeda: Cuaca merujuk kepada keadaan atmosfer di suatu wilayah dalam kurun waktu pendek. Iklim lebih merujuk kepada kebiasaan cuaca dan unsur atmosfer lain yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu relatif panjang.

Apa Itu Perubahan Iklim?

Perubahan iklim merupakan perubahan kondisi fisik atmosfer bumi yaitu perubahan suhu, dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai lapisan kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik yang terjadi tidak hanya terjadi secara sesaat, tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. IPCC (Intergovernmental Panel in Climate Change) (2001), menjelaskan bahwa perubahan kondisi fisik atmosfer pada bumi terjadi karena proses alam internal, dan kekuatan eksternal seperti ulah manusia yang terus menerus mengubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.

Pemanasan Global merupakan Perubahan Iklim Terburuk Saat Ini

Istilah perubahan iklim (climate change) sering disamakan dengan pemanasan global,  padahal pemanasan global merupakan bagian dari perubahan iklim. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi (troposfer), yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim secara global.

Pemanasan global diakibatkan oleh meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (Karbon Dioksida, Karbon Monoksida, Metana, dan Freon), yang merupakan jenis gas yang dapat menangkap sinar matahari dan mengurungnya di atmosfer bumi.

Gas Rumah Kaca kebanyakan berasal dari ‘sampah’ yang dihasilkan oleh manusia, tepatnya aktivitas memproduksi, mengelola, dan membuang ‘sampah’. Aktivitas tersebut misalnya pembabatan hutan, penggunaan bahan bakar fosil (bensin), asap kendaraan, sampah yang tidak terolah dengan baik dan membusuk di tempat pembuangan sampah dan air limbah.

Meskipun pemanasan global hanyalah satu bagian dari perubahan iklim, saat ini pemanasan global menjadi fenomena perubahan iklim yang harus kita tanggapi dengan cepat dan konsisten. Hal tersebut karena perubahan temperatur yang drastis dan tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak sangat buruk yang signifikan terhadap aktivitas manusia itu sendiri.

Demikian pembahasan mengenai masalah serius yang sering disepelekan banyak orang, padahal setiap perubahan iklim tanpa disadari sangat berdampak pada kehidupan manusia.

Perubahan Iklim : Pengertian dan Faktor Penyebabnya

Perubahan iklim merupakan suatu perubahan jangka panjang dalam pola cuaca tertentu di suatu wilayah. Perubahan iklim ini sendiri sering dikaitkan dengan pemanasan global. Pemanasan global adalah kenaikan pada suhu Bumi yang kemudian berlangsung selama satu dekade atau lebih dimana salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim.

Pengertian Perubahan Iklim

Iklim merupakan rata-rata cuaca yang juga menjadi penanda keadaan atmosfer dalam suatu kurun waktu tertentu. Iklim sendiri berubah secara terus menerus karena adanya interaksi antara suatu komponen dan faktor eksternal misalnya saja pada erupsi vulkanik, serta faktor-faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti perubahan penggunaan lahan.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung hingga kemudian mengubah perubahan iklim alami dan struktur dari atmosfer global pada suatu periode waktu yang dapat diperbandingkan. Struktur atmosfer global ini diantaranya struktur material atmosfer bumi berupa gas rumah kaca yang terdiri dari atas nitrogen, karbon dioksida, metana, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, gas rumah kaca sendiri dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap dalam keadaan stabil. Meski demikian, konsentrasi gas rumah kaca sendiri kemudian kian meningkat dan membuat lapisan atmosfer menjadi semakin tebal. Penebalan pada lapisan atmosfer ini kemudian menyebabkan sejumlah panas bumi menjadi terperangkap di atmosfer dan menumpuk.

Faktor Penyebab

1. Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca berasal dari gas-gas rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi sendiri turut berperan, misalnya pada kaca di rumah yang memerangkap panas matahari kemudian menghentikannya agar tidak bocor kembali ke angkasa.

perubahan iklim

2. Peningkatan Emisi
Peningkatan emisi diakibatkan oleh ulah manusia, misalnya pada pembakaran minyak, batu bara, dan gas yang akan menghasilkan dinitrogen oksida dan karbon dioksida. Hal ini juga disebabkan oleh penebangan hutan. Pohon sendiri membantu mengatur iklim dengan menyerap CO2 dari atmosfer. Oleh karena itu, saat terjadi penebangan, efek menguntungkan kemudian hilang dan karbon yang tersimpan di pohon akan dilepaskan ke atmosfer, dan menambah efek rumah kaca di bumi.

3. Pemanasan Global
Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya ialah penghasil CO2 utama. Suhu rata-rata global saat ini sendiri adalah 0,85ºC lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir abad ke-19. Para ilmuwan iklim terkemuka mengemukakan pendapatnya mengenai penyebab pemanasan global adalah aktivitas manusia. Peningkatan 2°C dibanding suhu pada masa pra-industri ini dinilai para ilmuwan sebagai ambang batas. Kemudian, terdapat risiko yang jauh lebih tinggi bahwa perubahan yang berbahaya serta berbagai bencana di lingkungan global kemungkinan akan terjadi. Karenanya hingga saat ini banyak diantara negara lain telah menanamkan kepada warganya tentang pentingnya menjaga pemanasan dibawah 2°C.

4. Perubahan Orbit Bumi
Penyebab terjadinya perubahan iklim selanjutnya berasal dari orbit bumi yang mengalami perubahan. Orbit bumi yang berada di sekitar matahari adalah lingkaran bukannya elips. Kadang ia hampir melingkar dimana jarak Bumi berada kira-kira sama dari Matahari saat ia bergerak mengelilingi orbitnya. Pada waktu lainnya elips lebih menonjol hingga Bumi bergerak lebih dekat dan jauh dari matahari saat mengorbit. Saat Bumi lebih dekat ke matahari sendiri, iklim kemudian akan menjadi lebih hangat.