Perjalanan Sekolah Ternyata Berdampak

Artikel kali ini akan membahas mengenai perjalanan pergi dan pulang sekolah anak-anak ternyata berdampak pada kesejahteraan mental dan psikologis anak tersebut.

Perjalanan Sekolah

Bersekolah bukan hanya penting buat mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki efek yang positif bagi kesejahteraan psikologis.

Sewaktu bersekolah, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk membangun hubungan yang menguntungkan dengan guru dan sahabat sekelas.

Ternyata, transportasi yang dipakai berpengaruh besar terhadap well-being psikologis sesorang. Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak memiliki jaringan sosial yang lebih luas dan kaya di sekolah dibandingkan dengan lingkungan tempat tinggal.

Dengan berinteraksi dengan orang lain, anak-anak mendapat kesempatan untuk berbagi dan mengekspresikan diri mereka, sehingga dapat mempertinggi kesejahteraan psikologis.

Anak-anak belajar menjadi bagian dari tim yang produktif, bagaimana bertindak dan belajar dari orang lain, karena dapat membantu membuat keterampilan sosial dan pencerahan diri.

Interaksi di sekolah membantu membangun rasa safety dan diterima di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun di sekolah.

Pilihan moda transportasi pelajar menjadi pengaruh terhadap dinamika transportasi. Pilihan transportasi yang saat ini biasa digunakan pelajar biasanya adalah angkutan pribadi, angkutan umum, angkutan online, berjalan kaki,  hingga menggunakan sepeda.

Perjalanan Sekolah Ternyata Berdampak

Pelajar yang pergi ke sekolah mempunyai jumlah yang relatif banyak. Pelajar lebih  memilih angkutan pribadi menjadi moda transportasi. Sementara itu, sisanya  menggunakan angkutan umum, jalan kaki, serta bus sekolah.

Jika diasumsikan, waktu semua pelajar perjalanan 2 kali sehari buat sekolah (pergi dan pulang), perjalanan pelajar ini menyumbang sekitar 20% dari total perjalanan.

Perjalanan Sekolah Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mental

Terdapat korelasi antara kesejahteraan mental dengan cara pelajar pulang dari sekolah. Ternyata, pelajar yang menggunakan angkutan umum mempunyai kesejahteraan psikologis lebih rendah dibandingkan dengan cara lain (berjalan kaki, bersepeda, serta transportasi aktif lainnya).

Olahraga serta aktivitas fisik itu penting untuk kesehatan mental maupun fisik. Cara pelajar pergi ke sekolah dengan aktif (berjalan kaki atau naik sepeda) ini bisa sebagai aktivitas fisik yang baik.

WHO memberi petunjuk bahwa pelajar perlu 60 menit aktivitas fisik setiap harinya dapat dipenuhi dengan cara tersebut. Pelajar yang memilih cara pergi ke sekolah dengan aktif ini cenderung kurang mengalami tanda-tanda depresi.

Selain itu, pelajar akan memperoleh kesehatan fisik, seperti komposisi tubuh yang lebih baik, berat badan lebih sehat, dan kondisi kardiovaskular lebih baik. Durasi berpergian ke sekolah dapat menghipnotis kesejahteraan psikologis dan fisik.

Pelajar yang mempunyai durasi perjalanan ke sekolah lebih singkat cenderung mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kegiatan fisik, olahraga, dan istirahat.

Hal ini berbanding terbalik dengan pelajar yang menghabiskan durasi bepergian yang lebih lama, dimana mereka mempunyai waktu yang lebih terbatas untuk melakukan aktivitas fisik serta olahraga.

Kondisi lingkungan pada transportasi awam juga berpengaruh. Tak jarang ada masalah yang memberi akibat negatif berlangsung pada transportasi umum. Misalnya kerusuhan antar penumpang pada transportasi umum.

Kejadian ini membangun lingkungan yang tidak aman dan menegangkan bagi pelajar. Hal ini berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis pelajar, meningkatkan stres dan kecemasan, serta mereduksi penekanan dan kinerja akademis.

Pilihan moda transportasi ke sekolah mampu mempengaruhi ketika belajar. Perjalanan menggunakan sepeda atau berjalan kaki tak jarang menjadi pilihan ideal untuk mendukung kesejahteraan psikologis.

Krusial untuk mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi sosial, lingkungan, serta aspek tidak terduga yang dapat berpengaruh pada keputusan pelajar dalam memilih metode transportasi ke sekolah.

Beragam Dampak Dari Procrastination

Setelah mengetahui definisi dari procrastination, pada artikel kali ini akan membahas mengenai beragam dampak dari procrastination dan bagaimana cara mengatasinya. Procrastination atau prokrastinasi merupakan kegiatan menunda-nunda dalam menyelesaikan suatu perintah atau tugas.

Beragam Dampak Dari Procrastination

Jenis – Jenis Procrastination

Terdapat dua jenis procrastination yaitu pasif serta aktif, berikut ini penjelasannya :

  1. Procrastination Pasif
    Jenis ini merupakan norma yang dilakukan seseorang untuk menahan tugas karena mereka merasa kesulitan dalam menghasilkan keputusan serta mengerjakannya.
  2. Procrastination Aktif
    Jenis ini merupakan kebiasaan suntuk menahan tugas dengan sengaja, karena merasa bisa bekerja pada bawah tekanan.

Beragam Dampak Dari Procrastination

Seringkali menunda-nunda pekerjaan akan memberikan beragam dampak negatif. Berikut beberapa dampak dari procrastination, diantaranya yaitu :

  1. Stres dan tidak fokus
    Procrastination akan menjadikan seseorang menjadi tidak fokus dan stres. Stres dapat muncul karena tekanan yang datang pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dekat dengan tenggat waktunya.
    Hal ini dapat membuat seseorang menjadi tidak fokus karena mempunyai kecemasan mengenai banyak sekali kemungkinan lain.
  2. Menurunnya kualitas pekerjaan
    Seseorang yang bekerja pada saat dekat dengan tenggat waktu cenderung akan terburu-buru, sehingga tidak maksimal ketika bekerja dan menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan.
  3. Merasa cemas
    Seseorang yang seringkali menahan-nunda pekerjaan mungkin akan dilanda kecemasan. umumnya, mereka akan mengerjakan pekerjaan yang dekat menggunakan tenggat waktunya. Perasaan cemas mirip bisa merampungkan atau tidaknya pekerjaan, kualitas pekerjaan, menjadi banyak sekali ekspektasi.
  4. Dampak pada rekanan dan profesionalitas
    Pada dunia kerja, procrastination bisa memberikan dampak pada rekan kerja lainnya. Seseorang yang menunda pekerjaan akan mempunyai pengaruh terhadap semua tim yang terlibat.

Cara Mengatasi Procrastination

Berikut artinya beberapa tips dan cara agar dapat mengatasi masalah procrastination, yaitu menjadi berikut :

  • Mengubah Suasana Kerja
    Lingkungan yang tidak sesuai mempunyai dampak pada produktivitas serta kualitas pekerjaan. Contohnya, Jika tak dapat bekerja di tempat umum sebab kebisingan dan pergerakan yang sangat kontinu, disarankan untuk mencari kawasan yg tenang buat bisa penekanan bekerja.
  • Beri hadian pada diri sendiri
    Dengan memberi hadiah pada diri sendiri sangatlah krusial, karena tentu saja  akan mendorong menjadi lebih bersemangat.
  • Beri waktu Istirahat untuk diri sendiri
    Faktanya, istirahat bisa membantu serta menunjang produktivitas, oleh karena itu saat sedang lelah atau mempunyai motivasi yg rendah, maka lebih baik untuk beristirahat.
  • Mengingat Tujuan yang Ingin Dicapai
    Jika terjebak dalam procrastination, cobalah buat mengingat kembali tujuan hidup yang ingin dicapai, kemudian merenungkan sejenak untuk memikirkan langkah apa yang wajib dilakukan agar dapat mencapainya.
  • Menentukan target pekerjaan Setiap Harinya
    Memberikan target pada diri sendiri dan memaksa diri untuk menghabiskan waktu menyelesaikan tugas yang ada. Jikalau mampu menjauhkan diri dari banyak sekali hal yang dapat mengalihkan atau merusak konsentrasi.
  • Membagi Pekerjaan menjadi Langkah-Langkah kecil
    Cobalah untuk membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil pada satu waktu.
  • Hentikan kebiasaan Bekerja Dekat Deadline

    Banyak orang yang meyakini bahwa kinerja terbaik bisa dipandang di waktu dibawah tekanan. Tetapi, jika sebagai kebiasaan procrastination ini justru bisa membentuk stres dan hasil kerja menjadi kurang optimal hingga buruk.

  • Jangan membuat Sesuatu menjadi Rumit
    Procrastination sering terjadi karena menunggu ketika atau momen yang sempurna untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Sebaiknya melakukan apa saja yang dapat dikerjakan, tanpa berpikir berlebihan, sebab tidak ada hal yang memang benar-benar sempurna.
  • Bergaul dengan Orang yang Menginspirasi
    Ini bisa sebagai seni manajemen yg efektif untuk menghentikan procrastination dan dapat menaikkan motivasi supaya lebih produktif. Cobalah cari kerabat, teman, atau kolega yang bisa menginspirasi.
  • Membuat Pengingat sebagai Penentu Prioritas Pekerjaan
    Membuat pengingat yang mempunyai fungsi menjadi penentu prioritas pekerjaan, bisa memakai pesan yang ditempel maupun aplikasi pengingat pada ponsel.

Bila menduga remeh pekerjaan yg kelihatan ringan dan menundanya, itu hanya akan menjadi pekerjaan yg menumpuk. Jika terus menunda-nunda pekerjaan bisa menyebabkan perasaan cemas karena tak jarang dihantui oleh kewajiban yang terbengkalai.

Menjaga Kesehatan Selama Pancaroba

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu musim pancaroba, apa saja tanda-tandanya, dan bagaimana dampaknya bagi manusia, serta tips bagaimana menjaga kesehatan selama musim pancaroba.

Menjaga Kesehatan Selama Pancaroba

Pancaroba

Pancaroba merupakan peralihan atau pertukaran antara musim kemarau dengan musim hujan (atau sebaliknya) yang terjadi pada wilayah yang memiliki iklim tropis. Indonesia termasuk negara dengan iklim tropis, sehingga selalu merasakan musim kemarau, pancaroba, dan musim hujan. Peralihan musim hujan ke musim kemarau ini biasanya terjadi mulai akhir bulan Maret.

Memasuki masa pancaroba, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada orang-orang yang bekerja diluar ruangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peralihan cuaca ini.

Mengenal Tanda-tanda Musim Pancaroba

Alangkah baiknya kita mengenali tanda-tanda musim menuju pancaroba, agar dapat mewaspadai hal-hal yang akan terjadi. Terdapat beberapa tanda untuk mengenali musim pancaroba, diantaranya yaitu adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat, dimana pada pagi hingga siang hari biasanya cerah-berawan dengan kondisi panas yang cukup terik.

Kemudian disusul hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang biasanya terjadi pada siang atau sore hingga malam hari. Hujan dengan intensitas lebat yang didahulukan dengan hembusan angin yang cukup kencang.

Mewaspadai Dampak Ketika Musim Pancaroba

Dengan adanya perubahan cuaca, otomatis mengakibatkan perubahan suhu dan kelembaban udara yang cukup signifikan sehingga dapat memunculkan penyakit-penyakit. Biasanya bakteri dan virus lebih leluasa berkembang biak dan hidup lebih lama dalam lingkungan yang lembab. Apalagi jika didukung oleh kondisi kesehatan dan badan yang tidak optimal, sehingga rentan untuk terjangkit penyakit saat musim pancaroba.

Waspada dan kehati-hatian terhadap potensi cuaca buruk sangat perlu ditingkatkan oleh masyarakat, mengingat dampak peralihan musim ke pancaroba bisa menyebabkan jalan licin, adanya genangan air, banjir bandang, angin kencang hingga pohon tumbang, hingga tanah longsor.

Selain mawas diri selama peralihan musim, kita juga harus mewaspadai beberapa gejala penyakit yang rentan dialami oleh masyarakat, misalnya penyakit flu (influenza), demam, nyeri sendi, gangguan pencernaan, chikungunya, asma, hingga demam berdarah dengue (DBD).

Tips Menjaga Kesehatan Selama Pancaroba

Saat ini Indonesia mulai memasuki musim pancaroba, terjadi ketidaktentuan kondisi cuaca yang mengharuskan kita untuk terus menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit pada musim pancaroba seperti saat ini.

Saat musim pancaroba, tubuh manusia dipaksa untuk terus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga mengakibatkan seseorang yang sedang berada dalam kondisi tubuh yang tidak optimal akan mudah terserang penyakit.

Berikut ini terdapat beberapa tips menjaga kesehatan selama musim pancaroba, diantaranya yaitu :

  1. Membersihkan diri sebelum mulai makan, termasuk mencuci tangan dengan sabun baik sebelum maupun setelah makan, rutin mandi 2 kali dalam sehari.
  2. Rutin untuk memperbanyak minum air putih, setidaknya 1,5 liter setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan dan meningkatkan fokus dalam bekerja
  3. Menetapkan pola makan sehat dan makan tepat waktu secara teratur, dengan memperhatikan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin untuk menghindari makanan cepat saji dan makanan yang tidak higenis serta mengandung banyak minyak.
  4. Mengkonsumsi vitamin C maupun multivitamin.
  5. Olahraga secara teratur, minimal 30 menit setiap hari untuk tetap menjaga kebugaran tubuh.
  6. Istirahat yang cukup, berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengatur suasana hati, agar tetap memiliki kondisi tubuh yang optimal selama musim pancaroba.

Disiplin dalam melakukan perilaku hidup sehat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami tanda-tanda penyakit, agar mendapatkan penanganan sedini dan semaksimal mungkin.

Dengan mengetahui apa itu musim pancaroba dan apa saja tanda serta dampaknya, diharapkan dengan menerapkan tips menjaga kesehatan selama musim pancaroba diatas dapat meminimalkan potensi terserang penyakit selama musim pancaroba, agar aktivitas tetap berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Teori Mengenai Cultural Lag

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai definisi cultural lag, bagaimana teori mengenai cultural lag, dan bagaimana dampak yang ditimbulkan dari cultural lag.

Teori Mengenai Cultural Lag

Definisi Cultural Lag

Cultural lag dalam bahasa Indonesia disebut dengan ketertinggalan budaya. Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Kewarganegaraan Demokratis, ketidakcocokan budaya adalah elemen lain dari budaya yang berubah.

Ketertinggalan budaya ini terjadi karena tidak aktifnya salah satu faktor budaya. Cultural lag juga dikenal sebagai ketidakseimbangan satu faktor budaya untuk mengakomodasi faktor budaya lain yang telah berubah. Sementara itu, William F. Ogburn menjelaskan teori pergeseran budaya dari perspektif sosiologis. Teori tersebut menjelaskan bahwa budidaya dan pertumbuhan pasti akan selalu berbeda. Secara keseluruhan teori, ketertinggalan budaya menjelaskan perbedaan tingkat kemajuan budaya yang berbeda. Dimana budaya tumbuh cepat, sedang budaya yang lain berjalan lambat.

Perbedaan tingkat kemajuan adalah bagian dari mobilitas budaya. Konsep ketertinggalan memiliki beberapa arti tersendiri, seperti periode waktu munculnya penemuan baru dan penerimaan penemuan tersebut.

Ketertinggalan budaya tersebut merupakan bagian dari fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat. Perubahan budaya menggambarkan apa yang terjadi dalam suatu sistem sosial ketika mengalami perubahan dan pengaruhnya tidak seimbang. Seringkali, cultural lag merupakan akibat dari gesekan antara penemuan baru dengan adat istiadat masyarakat sekitar yang ada.

Menurut kamus sosiologi, cultural lag adalah periode antara masuknya perkembangan teknologi baru (budaya material) ke dalam suatu budaya atau suatu masyarakat. Cultural lag dapat didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan suatu budaya untuk mengejar inovasi teknologi. Ketertinggalan budaya juga bisa disebut ketidaksesuaian budaya.

Teori Mengenai Cultural Lag

Istilah cultural lag diciptakan oleh William F. Ogburn pada tahun 1992 dalam bukunya “Changing Society with Respect for Culture and Primitive Nature”. Cultural lag atau ketertinggalan budaya adalah tahap yang terjadi sesaat setelah budaya non-material berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi material yang baru.

Ogburn menemukan bahwa budaya material cenderung berkembang dan maju lebih cepat daripada budaya non-material. Kebudayaan mengacu pada gagasan, kebiasaan, pemikiran, perilaku dan segala sesuatu yang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya memiliki dua sisi, dengan material dan tanpa material.

Aspek material mengacu pada elemen budaya yang lebih nyata, seperti teknologi, pakaian, mobil, telepon, dan apa pun yang dapat dilihat dan disentuh daripada diamati. Aspek tidak berwujud mengacu pada bagian budaya yang tidak berwujud, seperti bahasa, ideologi, norma, nilai, gerak tubuh, budaya modern dll.

Ogburn percaya bahwa budaya material cenderung berkembang pesat, sedangkan norma-norma sosial cenderung menolak perubahan dan berkembang jauh lebih lambat.

Dampak yang Timbul dari Cultural Lag

Perubahan dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan budaya, seringkali membawa dampak. Dampak dari pergeseran budaya adalah menimbulkan goncangan sosial dengan cara berpikir baru, tindakan baru atau aktivitas baru.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai jenis konflik, terutama yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisional. Misalnya, masyarakat dengan cara pandang yang lebih konservatif yang menginginkan budaya lamanya cenderung tetap sama dengan leluhurnya. Sementara itu, kelompok lain dengan visi yang lebih progresif menginginkan budaya mereka berubah seiring waktu.

Ketertinggalan budaya menciptakan masalah bagi masyarakat dengan cara yang berbeda. Perbedaan yang diciptakan oleh budaya lag menimbulkan masalah sosial dan konflik. Efek pergeseran budaya biasanya terjadi ketika ada ilmu atau teknologi baru.

Ketertinggalan budaya dianggap sebagai masalah etika yang penting karena kegagalan untuk mengembangkan konsensus sosial yang luas tentang penggunaan teknologi modern yang tepat dapat menyebabkan runtuhnya solidaritas sosial, dan konflik sosial muncul.

Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Karakteristik tanaman bakau yang unik ternyata memiliki fungsi penting bagi kehidupan. Untuk itu perlu menjaga kelestarian tanaman bakau. Jangan sampai Indonesia kehilangan predikat bergengsi sebagai pemilik hutan mangrove terluas di dunia.

Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Pentingnya Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Berikut ini beberapa alasan mengapa sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan bakau.

  • Habitat Makhluk hidup
    Dikutip dari Encyclopedia Britannica, tumbuhan bakau secara ekologis menyediakan habitat bagi organisme darat dan laut. Kawasan hutan bakau sebagai kawasan untuk beberapa jenis makhluk hidup dan organisme, seperti ikan, udang, kepiting, serta penyu.
  • Katalis Tanah dari Air laut
    Tanaman bakau yang kerap ditemui di wilayah berpasir bisa sebagai solusi yang sangat jelas untuk melindungi tanah di sekitar laut. Sebab tanah bersentuhan langsung dengan air laut serta dapat masuk ke dalam air secara terus menerus. Dengan adanya tanaman bakau, lapisan tanah akan menjadi lebih padat. Kondisi tersebut bisa menyelamatkan tanah dari gerusan air laut.
  • Membantu Pembentukan Pulau
    Tumbuhan bakau menjadi tumbuhan dikotil yang hidup di air dapat membuat daratan dengan endapan serta tanah yang ditahannya, sehingga dinilai mampu menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Tumbuhan bakau yang tumbuh subur dapat memperluas batas pantai.
  • Menjaga Garis Pantai dari Abrasi
    Kelestarian tumbuhan bakau krusial untuk dijaga sebab bisa mencegah terjadinya abrasi air laut atau pengikisan akibat ombak. Akar dari tumbuhan bakau bisa mengumpulkan sedimen serta lumpur yang dibawa oleh pasang surut ombak. Oleh sebab itu, tanaman bakau bisa menahan tanah tetap pada tempatnya untuk menghindari abrasi. Bila tumbuhan bakau hilang, maka gelombang laut akan mengikis tanah pantai.
  • Menjaga Iklim dan Cuaca
    Tanaman bakau diharapkan untuk menjaga ekosistem perairan pantai, laut, serta darat. Kemudian tanaman bakau bisa membantu manusia memperoleh iklim serta cuaca yang nyaman.
  • Mencegah Intrusi Air laut

    Intrusi air laut diartikan sebagai peristiwa masuknya air laut melalui pori-pori batuan. Peristiwa tersebut bisa sebagai penyebab tercemarnya tanah. Akar tanaman bakau berfungsi untuk menghalau terjadinya intrusi air laut.

  • Menjaga Kualitas Air
    Tumbuhan bakau bisa menyerap nutrisi limpasan untuk menaikkan kualitas air. Tanaman bakau yang tumbuh di sekitar tepian pantai bisa membuat air menjadi jernih.
  • Menyerap Karbon Dioksida
    Tanaman bakau dinilai mampu mengurangi karbon dioksida pada emisi kendaraan bermotor. Tanaman bakau memiliki peran yang krusial dalam mengurangi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Mengembangkan kawasan hutan bakau sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencegah dan mengurangi dampak pemanasan global. Tanaman bakau sebagai ekosistem muara sungai menjadi salah satu penopang pemanasan dari perairan laut.
  • Menahan Kekuatan Ombak
    Akar tanaman bakau dipercaya bisa menahan kekuatan ombak. Tanaman bakau bisa meredam gelombang sehingga ombak menjadi jauh lebih tenang. Kondisi tersebut berakibat tumbuhan bakau menjadi zona peredam badai atau tsunami yang menerpa pantai. Badai siklon yang kerap menerpa pantai akan diredam oleh tanaman bakau untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
  • Mencegah Terjadinya Erosi
    Tumbuhan bakau mempunyai batang silindris bisa melindungi daratan dari hempasan ombak secara langsung. Kawasan darat dan laut dapat dibatasi oleh hutan bakau. Selain mencegah terjadinya pengikisan, kelestarian tumbuhan bakau krusial untuk dijaga demi mencegah terjadinya erosi.
  • Pengembangan Ilmu Pengetahuan

    Hutan bakau dapat difungsikan sebagai daerah pengembangan ilmu pengetahuan bidang perikanan, kelautan, serta kimia. Tanaman bakau kerap dipergunakan menjadi sumber penelitian. Tanaman bakau bisa menaikkan berbagai inovasi ke seluruh dunia.

  • Penyaring Limbah Alami
    Tanaman bakau dapat menjaga kualitas air laut dengan menjadi penyaring limbah alami, karena akar tumbuhan bakau yang tumbuh pada ujung sungai besar dapat meningkatkan kecepatan penguraian limbah organik yang terbawa ke pantai. Ekosistem tumbuhan bakau dengan produktivitas tinggi dapat mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut, seperti minyak, detergen, dan sabun
  • Sumber Daya bagi manusia
    Tumbuhan bakau sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Hutan bakau di tepi pantai merupakan tempat asli sejumlah hewan wilayah perairan, misalnya ikan, kepiting dan binatang lain menjadi sumber daya alam untuk mata pencaharian masyarakat sekitar.
  • Sumber Pakan Ternak
    Tumbuhan bakau yang hidup pada wilayah endapan lumpur bisa sebagai alternatif pengganti makanan ternak. Tanaman bakau yang sudah dihancurkan atau digiling akan menjadi bubuk pakan ternak kaya akan nutrisi. Kandungan nutrisi, seperti mineral, protein, dan kalori dapat menaikkan perkembangan serta pertumbuhan ternak.
  • Sebagai Tujuan Wisata
    Hutan bakau dapat menaikkan standar ekonomi wilayah menjadi objek wisata dan diolah menjadi kerajinan. Hutan bakau dinilai dapat menjadi tujuan wisata bagi banyak sekali wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu, tumbuhan bakau atau mangrove yg termasuk ke dalam famili Rhizophoraceae menyampaikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup serta berkembang di daratan. lalu tempat asli baru tadi dalam kurun waktu yang panjang bisa meluas menjadi pulau sendiri.

Bagaimana Tanda & Dampak Bullying

Setelah mengetahui apa pengertian bullying, penyebab bullying serta jenis-jenisnya, pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tanda & dampak dari perilaku bullying.

Tanda-tanda Anak Terkena Bullying

Sebagai orang tua atau guru wajib peka terhadap tanda-tanda bullying yang terjadi pada anak. Apabila terlambat menyadari, tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami depresi berat. Berikut ini terdapat beberapa tanda seorang anak terkena bullying :

  • Sering tidur larut malam, bahkan tidak tidur sama sekali
  • Nilai mata pelajaran perlahan menurun
  • Tak berminat makan, pendiam, dan mudah tersinggung
  • Menarik diri berasal pergaulan serta muncul ketakutan terhadap lawan jenis
  • Tidak pernah membicarakan soal pertemanannya di sekolah atau murka saat ditanya hal tersebut
  • Sangat protektif terhadap alat-alat elektronik yang dimilikinya, seperti HP atau komputer
  • Krisis percaya diri dan gaya berpakaian berubah
  • Acapkali meminta uang untuk alasan yang mungkin kurang jelas atau mencurigakan
  • Ada luka memar di wajah, tangan, punggung, dan bagian tubuh lainnya secara tiba-tiba.

Bagaimana Tanda & Dampak Bullying

Dampak dari Perilaku Bullying

Terdapat beberapa imbas atau dampak dari perilaku bullying yang mampu berbahaya untuk kesehatan mental seseorang, yaitu :

  1. Masalah Psikologis
    Korban bully tak jarang menunjukkan adanya gejala masalah psikologis, bahkan setelah perundungan berlangsung. Kondisi yang acapkali muncul ialah depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, korban bully juga mampu mengalami tandagejala psikosomatis, yg membuat problem psikologis memicu gangguan di kesehatan fisik.
  2. Gangguan tidur
    Dampak bullying yang bisa terlihat jelas ialah gangguan tidur. Para korban bullying acapkali kesulitan buat tidur yg nyenyak. Sekalipun bisa tidur, enggak jarang saat tersebut justru dihiasi menggunakan mimpi buruk .
  3. Tidak bisa menyatu dengan orang-orang di sekitar
    Anak dan orang dewasa yang mengalami bullying secara tidak langsung ditempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya. Hal ini membuat korban bully jadi tak jarang merasa kesepian, terabaikan, serta berujung pada turunnya rasa percaya diri.
  4. Gangguan prestasi
    Anak-anak korban bullying cenderung akan mengalami kesulitan pada mencapai prestasi belajar. Mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, acapkali tidak masuk sekolah, dan tidak diikutsertakan pada kegiatan yang terdapat di sekolah.
  5. Dampak jangka panjang
    Dampak bullying sering masih dirasakan korban, meski belasan bahkan puluhan tahun setelah insiden tersebut berlangsung. Akibat bullying dalam jangka panjang ini jarang terlihat, akan tetapi justru inilah yang paling membuat korban merasa lebih tersiksa.

Apabila menjadi salah satu korban bullying, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya yaitu :

  • Temui seseorang yang kamu percaya dan beri tahu pada mereka apa yang terjadi padamu.
  • Jikalau bullying terjadi di sekolah, beri tahu seorang pengajar atau penasihat sekolah dan tanyakan apa yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu. Bisa jadi sekolah memiliki kebijakan tentang bullying dan terdapat langkah-langkah untuk menanganinya.
  • Jangan takut untuk melaporkan tindakan bullying pada pihak berwewenang. Jikalau kamu berani, tandanya kamu menyelamatkan dirimu sendiri dan korban bullying lainnya.
  • Kalau bisa, saat mulai terdapat  tanda-tanda bullying kepadamu tunjukkan sifat berani serta percaya diri supaya pembully berpikir ulang untuk melakukan tidakan itu padamu berulang kali.

Demikian pembahasan mengenai bagaimana tanda & dampak dari perilaku bullying. Semoga kita semakin waspada dengan tanda-tanda bullying yang bisa saja ada di sekitar lingkungan.
Semoga Bermanfaat.

Menghadapi Trauma pada Anak

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stress berat. ketika telah mempunyai anak, menjadi orang tua sangat perlu untuk mengetahui gejala trauma yang bisa saja timbul pada anak. Pada artikel kali ini akan membahas tentang apa saja penyebab trauma anak hingga cara membantu menghadapi trauma pada anak.

Menghadapi Trauma pada Anak

Hampir kebanyakan orang pernah mengalami insiden traumatis pada hidupnya dan ini dapat dialami pada masa kanak-kanak. Trauma psikis yang dialami oleh anak bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kehilangan orang terdekat, kecelakaan, sampai perundungan (bullying), kekerasan pada rumah tangga, sampai pelecehan seksual.

Penelitian menunjukkan bahwa trauma berat bisa membahayakan perkembangan otak dan berdampak negatif pada perkembangan sikap dan fisik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda trauma pada anak, sehingga bisa segera ditangani.

Ketika trauma yang dialami anak tak ditangani dengan benar, maka tumbuh kembangnya akan terhambat. Oleh sebab itu, orang tua perlu tahu apa saja gejala yang bisa dialami pada anak yang mengalami trauma berat.

Penyebab Trauma

Terdapat banyak faktor atau insiden yang mampu memicu terjadinya trauma psikis di anak, beberapa diantaranya yaitu :

  • Tinggal beserta orang tua atau pengasuh dengan penyakit mental yang signifikan.
  • Menjadi korban rasisme pada lingkungan sosial.
  • Kehilangan orang yang dicintai karena keadaan, misalnya kematian, perceraian, atau bencana.
  • Bencana maupun terorisme.
  • Kekerasan di rumah, sekolah, atau komunitas sosial.
  • Menyaksikan atau mengalami kekerasan pada rumah tangga.

Tanda Trauma pada Anak

Sama halnya dengan orang dewasa, saat bayi atau balita mengalami insiden yang mengancam jiwa atau traumatis, tentu timbul ketakutan luar biasa. Selain perasaan takut, hal ini juga dapat memunculkan beberapa reaksi umum serta tanda, diantaranya yaitu :

  • Menghindari orang, kawasan, serta hal-hal tertentu
  • Perubahan prestasi akademik
  • Perubahan perilaku
  • Mengalami kekhawatiran atau kecemasan
  • Sulit fokus
  • Hiperaktif
  • Tampak selalu sedih
  • Mengisolasi diri asal keluarga serta sekitarnya
  • Bereaksi berlebihan terhadap situasi yang dulunya bukanlah masalah besar
  • Mengalami gangguan makan
  • Sulit tidur.
  • Emosi yang tidak stabil

Dampak Trauma

Jika tidak ditangani dengan segera, trauma masa kecil bisa memberikan dampak jelek pada jangka panjang. Gambaran pengalaman traumatis mempunyai efek seumur hidup, salah satunya terhadap prestasi akademik anak.

Anak mungkin akan memilih untuk menghindari sekolah dan pekerjaan sekolah, menunjukkan ketidakpedulian, menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap figur otoritas di lingkungan akademik, hingga mengalami penurunan kemampuan akademik secara keseluruhan.

Seiring bertambahnya usia, ini juga dapat bermanifestasi secara fisik. dari pusat Pengendalian Penyakit (CDC), pengalaman traumatis dapat mempertinggi risiko fisik, seperti kanker, penyakit jantung, diabetes hingga bunuh diri.

Membantu Anak Menghadapi Trauma

Melihat buah hati mengalami trauma menyakitkan dalam hidupnya tentu menjadi tamparan keras bagi setiap orang tua. Alih-alih menyalahkan diri sendiri dan keadaan, lebih baik melakukan beberapa hal berikut untuk membantu anak dalam menghadapi traumanya.

  • Perbanyak pengetahuan tentang hal-hal seputar trauma, terutama trauma yang dialami oleh anak. Hal ini juga berlaku bagi pengasuh atau kerabat yang terlibat mengurus anak.
  • Sadari faktor apa yg memicu trauma anak.
  • Pelajari tanda stres pada anak atau tanda yang timbul ketika beliau mengalami trauma, dan bagaimana cara menghadapinya.
  • Bawa anak ke terapis kesehatan mental untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
  • Jika anak direkomendasikan untuk mengonsumsi obat, pastikan ia minum obat secara teratur.
  • Berikan ruang yang aman secara emosional pada anak agar ia dapat mengekspresikan diri saat menghadapi situasi yang memicu trauma.
  • Usahakan untuk tetap merawat diri, baik secara fisik maupun psikis. Bila memang merasa kesulitan, segera cari bantuan dari orang lain atau berkonsultasi dengan terapis.

Menghadapi trauma memang bukan hal yang mudah, terlebih pada usia anak-anak. Jika tidak ditangani dengan sempurna, trauma pada masa kecil bisa berpengaruh terhadap masa depan bahkan fisik anak. Oleh karena itu, kenali tanda-tanda maupun gejala trauma pada anak dan konsultasikan pada terapis untuk penanganan yang tepat.

Dampak Childfree untuk Kesehatan

 

Di Indonesia, istilah childfree memang belum begitu dipahami oleh masyarakat luas, istilah ini mulai seringkali didengar bahkan menjadi bahasan diskusi pada aneka macam media. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu childfree, bagaimana dampak childfree untuk kesehatan, dan apakah pasangan bisa hidup bahagia dengan dengan prinsip childfree.

Dampak Childfree untuk Kesehatan

Apa itu Childfree?

Berdasarkan laman HeylawEdu, istilah childfree mengacu pada keputusan seseorang ataupun pasangan untuk tidak memiliki keturunan atau tidak mempunyai anak. Selain itu, menurut Oxford Dictionary istilah childfree artinya suatu kondisi dimana seseorang atau pasangan tak memiliki anak karena alasan utama yaitu pilihan.

Keputusan childfree ini digunakan oleh seorang perempuan untuk menentukan kebebasannya sebagai seseorang ibu maupun mengalami proses hamil sampai melahirkan. Sejatinya keputusan seorang perempuan atau pasangan untuk childfree adalah keputusan yang bersifat sangat personal. Meskipun begitu, keputusan ini masih dievaluasi tabu di Indonesia.

Dampak Childfree untuk Kesehatan

Keputusan childfree seorang perempuan dan pasangan, ternyata bisa berdampak pada sisi biologis atau kesehatan. Ada beberapa dampak kesehatan yang dapat dirasakan ketika seseorang perempuan juga pasangan menjalani pernikahan buat childfree.

Menurut sebuah penelitian, perempuan yang tidak memiliki anak memiliki risiko untuk memiliki kesehatan yang lebih jelek dikemudian hari. Tak hanya itu saja, kondisi kesehatan ini juga akan menaikkan risiko kematian dini. Keputusan tak mempunyai anak, juga dapat menaikkan risiko terkena kanker payudara.

Saat seorang wanita hamil dan menyusui, risiko dari terkena kanker payudara akan berkurang, karena terjadi perubahan hormonal ketika menjalani fase hamil serta menyusui.

Ketika seseorang wanita hamil, maka akan mengalami peningkatan progesteron serta mengalami penurunan estrogen, sebagai akibatnya hal tersebutlah yang menghasilkan wanita hamil mampu lebih terlindungi dari risiko terkena kanker.

Ketika seorang wanita hamil, maka ada hormon yang memiliki korelasi dengan pertumbuhan kanker yang akan berkurang juga. Oleh sebab itu, wanita yang tidak mengalami fase hamil bisa mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami kanker.

Beberapa penelitian lain menyebutkan, bahwa perempuan yang menentukan untuk childfree akan mempunyai masa hidup yang cenderung lebih panjang, serta gaya hidup yang lebih sehat. Karena mengurus anak merupakan tanggung jawab yang cukup berat dan melelahkan, baik itu secara pikiran juga fisik.

Sehingga, saat mengurus anak, pikiran yang lelah dari seorang ibu akan diikuti dengan penyakit lain seperti psikosomatik. Psikosomatik artinya suatu kondisi dimana tubuh seorang akan merasa sakit, tapi bukan karena luka melainkan sebab emosi atau pikirannya.

Ada baiknya, seseorang yang memilih buat menjalani pernikahan secara childfree, rutin buat mengecek syarat kesehatan supaya bisa mengetahui lebih dini atau bahkan bisa menurunkan risiko dari beberapa penyakit yg telah disebutkan sebelumnya.

Apakah Pasangan dapat hidup bahagia dengan Keputusan Childfree?

Di Indonesia, masyarakat memiliki perspektif budaya kolektif, dimana warga mengharapkan seseorang yang sudah memasuki usia dewasa untuk menikah dan memiliki anak. Oleh karena itu, ketika seseorang menetapkan untuk tak mempunyai anak, maka muncul keheranan bahkan tekanan sosial, dimana masyarakat akan terus menanyakan tentang kehadiran sang anak.

Selain itu, kehadiran anak, terutama bagi kebanyakan masyarakat Indonesia dianggap sebagai ‘pelengkap’ dan penentu pasangan yang telah menikah akan merasa bahagia, menjadi faktor penambah rezeki serta lain sebagainya. Kehadiran anak, tentu akan membawa kebahagiaan tersendiri terutama bagi pasangan yang telah menikah. Meskipun begitu, bukan berarti bahwa pasangan yang memutuskan untuk childfree tidak dapat mencicipi kebahagiaan.

Saat pasangan mempunyai anak, maka tentu saja fokus dari ibu dan ayah akan terbagi. Ayah harus memikirkan bagaimana memperoleh penghasilan yang cukup, karena ada anggota keluarga baru yang kebutuhannya wajib dipenuhi. Sedangkan ibu tentu cenderung lebih fokus pada perkembangan anak. Diantara kesibukan ibu dan ayah, keduanya pun harus sama-sama fokus memantau serta ikut berperan pada perkembangan anak.

Hal ini akan mengakibatkan pasangan cenderung lupa bahkan tidak menerima perhatian secara penuh, terutama apabila dibandingkan dengan masa pernikahan sebelum mempunyai anak.

Ketika tidak mempunyai anak, pasangan akan lebih fokus pada diri sendiri dan pada pasangan. Kemungkinan, romansa pernikahan pun juga bisa terjaga. Meskipun tentu tidak menutup kemungkinan, bila anak bisa menyebabkan kisah cinta pernikahan hilang. Selain waktu, uang dan tenaga yang dikhususkan untuk anak, bisa digunakan untuk membantu mencapai tujuan hidup, bahkan mimpi-mimpi pasangan yang belum terwujud.

Misalnya mengejar karier, liburan keliling dunia, dan lain sebagainya. Tak pelak, saat pasangan memiliki anak, tentu fokus untuk mewujudkan impian akan sedikit lambat, terutama jika hidup secara pas-pasan.

 

Tanda & Dampak Stunting pada Anak

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai tanda & dampak stunting pada anak.
Perlu anda ingat bahwa tidak semua anak balita yang tubuhnya pendek berarti mengalami stunting. Pasalnya, stunting ialah keadaan tubuh yang sangat pendek bila ditinjau dari standar pengukuran tinggi badan dari usia yang ditentukan oleh WHO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa balita bisa dikatakan stunting jika sudah diukur tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar dari WHO, serta hasilnya berada dibawah normal.

Tanda Stunting pada Anak

Stunting bukan masalah kesehatan yang bisa ditebak atau dikira-kira. Untuk memastikannya harus dilakukan pengukuran di dokter, posyandu, atau puskesmas. Selain itu, terdapat ciri-ciri lain yang bisa menjadi indikasi serta tanda-tanda stunting, yaitu :

  • Pertumbuhan yang melambat.
  • Wajah anak terlihat lebih muda dari teman sebayanya.
  • Pertumbuhan gigi terlambat.
  • Kemampuan fokus dan memori belajar anak mempunyai performa yang buruk
  • Pada usia 8 sampai 10 tahun anak menjadi lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang-orang disekitarnya
  • Berat badan balita cenderung menurun
  • Perkembangan tubuh anak terhambat
  • Anak mudah terserang penyakit infeksi

Tanda & Dampak Stunting pada Anak

Dampak Stunting pada Anak

Stunting dapat mensugesti semua pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Dalam jangka pendek, dampak dari stunting terdiri dari perkembangan otak yang terganggu, gangguan metabolisme, kecerdasan, dan pertumbuhan fisiknya.
Sementara itu, dalam jangka panjang stunting yang tak ditangani dengan baik sejak awal dapat mengakibatkan aneka macam dampak, diantaranya yaitu :

  • Membuat kemampuan perkembangan kognitif otak menurun
  • Mudah terjangkit penyakit karena kekebalan tubuhnya lemah
  • Lebih berisiko terkena penyakit metabolik, seperti kegemukan.
  • Anak menjadi kesulitan belajar
  • Dapat menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Ketika sudah dewasa, anak bertubuh pendek akan sulit bersaing pada dunia kerja dan tingkat produktivitasnya cenderung rendah.

Dampak Stunting pada Anak Perempuan

Pada anak perempuan, saat dewasa stunting bisa menimbulkan persoalan kesehatan serta perkembangan di keturunannya. Ini umumnya terjadi pada wanita dewasa yang tinggi badannya kurang dari 145 cm. Ibu hamil yang tinggi badannya dibawah rata-rata akan mengalami perlambatan pertumbuhan rahim, plasenta dan perlambatan peredaran darah ke janin. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tinggi badannya dibawah rata-rata lebih beresiko terkena komplikasi medis yang serius, seperti pertumbuhan yang terhambat, perkembangan saraf dan kemampuan intelektualnya terhambat. kondisi ini terus berlangsung sampai si anak tadi memiliki keturunannya sendiri.

Penanganan Stunting pada Bayi dan Anak

Stunting memang bisa berdampak sampai anak tumbuh dewasa. Berita baiknya, kondisi ini masih mampu ditangani. Menurut Kemenkes RI, sunting sangat dipengaruhi oleh pola asuh, cakupan serta kualitas pelayanan kesehatan, lingkungan, dan juga ketahanan pangan. Maka dari itu, salah satu penanganan pertama pada anak yang didiagnosis stunting ialah dengan memberikan pola asuh yang tepat pada anak.

Pola Asuh yang Tepat

Pola asuh yang tepat meliputi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), serta ASI bersamaan dengan MPASI hingga anak menginjak usia 2 tahun. WHO dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyarankan agar bayi yang berusia 6 sampai 23 bulan menerima makanan Pendamping ASI (MPASI) yang optimal.

Sebaiknya, MPASI yang diberikan pada anak harus mengandung paling tidak 4 jenis atau lebih dari 7 jenis makanan, seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, telur atau dari sumber protein lain, produk olahan susu, vitamin A, serta yang lainnya.
Selain itu, bunda juga harus memperhatikan batas ketentuan Minimum Meal Frequency (MMF) untuk bayi berusia 6 sampai 23 bulan yang diberi ASI dan tidak diberi ASI, serta yang telah menerima MPASI.

Untuk bayi yang diberi ASI umur 6 sampai 8 bulan, MMF-nya dua kali per hari atau lebih. kemudian, bayi yang umurnya 9 sampai 23 bulan, 3 kali per hari atau lebih. Sementara itu untuk bayi yang tidak diberi ASI berusia 6 hingga 23 bulan, MMF-nya 4 kali per hari atau lebih.

Tidak hanya itu, ketersediaan pangan dirumah juga ikut berperan dalam mengatasi stunting pada anak. Misalnya, kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh anak harus ditingkatkan kualitasnya.

Demikian pembahasan mengenai tanda & dampak stunting pada anak, semoga dapat menjadi informasi bagi para orang tua yang sedang sangat memperhatikan tumbuh kembang anak-anak. Semoga bermanfaat.

Dampak Masif Perubahan Iklim

Dampak masif dari perubahan iklim terjadi sangat cepat dan nyata. Ada yang peduli terhadap perubahan iklim ini, ada juga yang tidak peduli dan terus melakukan hal-hal yang mendukung perubahan iklim tersebut. Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai bagaimana dampak masif perubahan iklim.

Dampak Masif Perubahan Iklim

Dampak Masif Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi secara terus menerus, dapat menimbulkan dampak buruk yang sangat masif bagi kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan kita bisa merasakan secara langsung beberapa dampak tersebut, diantaranya yaitu :
– Curah hujan tinggi yang tidak terkendali
– Musim kemarau yang berkepanjangan
– Peningkatan volume air yang signifikan, sebagai akibat dari mencairnya es di kutub
– Bertambahnya kuantitas bencana alam, seperti angin puting beliung
– Berkurangnya sumber air bersih

Cara Mengatasi Perubahan Iklim

Terdapat banyak cara untuk mengatasi dan mengurangi dampak masif perubahan iklim. Salah satu cara termudah yang bisa kita lakukan untuk membantu memperlambat dampak perubahan iklim yaitu dengan mengelola sampah rumah tangga secara bertanggung jawab. Karena, sampah yang tidak terpilah dan berakhir di TPA (tempat pembuangan akhir) akan mengeluarkan gas rumah kaca seperti metana.

Oleh karena itu, dengan mengurangi secara manual jumlah sampah dari sumbernya, memilah sampah sesuai kategorinya, serta mengompos sampah organik, kita bisa membantu membatasi jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan dari sisi kita pribadi.

Berikut beberapa cara singkat dan mudah mengelola sampah yang bisa dicoba langsung di rumah, diantaranya :

  1. Siapkan tempat sampah terpisah untuk sampah organik & anorganik

    Kamu bisa menyiapkan dua tempat sampah dengan warna yang berbeda untuk membedakan sampah organik dan anorganik, sertakan simbol atau tanda untuk menandakan bahwa tempat sampah tersebut tergolong sampah organik atau anorganik.

  2. Ganti alas sampah berbahan plastik menjadi kardus, koran atau cassava bag

    Masukkan sampah ke dalam alas atau kantong sampah berbahan koran, kardus, dan juga cassava bag. Alternatif ini merupakan bahan alas alternatif terbaik, karena dapat terurai dan dikonsumsi oleh mikro organisme dalam tanah dengan cukup cepat.

  3. Mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos

    Kamu dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk berkebun. Ini merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan, dibandingkan dengan hanya dibuang begitu saja. Jika kamu tidak memiliki tanaman atau tidak suka berkebun, kamu dapat menyumbangkan sampah organik maupun kompos ini ke tetangga yang memerlukan, maupun organisasi yang bergerak di bidang perkebunan.

  4. Mendaur ulang sampah anorganik kering

    Untuk sampah anorganik kering, seperti botol, kaleng, dan sebagainya, kamu bisa membuat barang-barang D.I.Y. (Do It Your self) seperti botol bekas menjadi pot tanaman, kaleng menjadi tempat alat tulis dan bumbu. Selain itu, kamu bisa membuat biji plastik, hasil dari botol pastik yang sudah dihancurkan. Kemudian, sampah tersebut dapat diberikan ke bank sampah, karena dapat membantu menambah penghasilan.

  5. Meminimalkan penggunaan plastik

    Kamu bisa mendukung kegiatan ini dengan membawa tas sendiri ketika berbelanja, menggunakan alat bekal makan dan tempat minum sendiri yang bisa digunakan berulang kali. Hal kecil ini sangat dapat mengurangi produksi sampah dalam jumlah besar.

Demikian pembahasan mengenai dampak masif perubahan iklim. Pemanasan global tidak dapat berkurang dengan sendirinya. Kontribusi manusia terhadap kelestarian lingkungan, dapat dimulai dari rumah kita sendiri. Belajar mengolah sampah-sampah rumah, tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga mengasah kreativitas , dan kejelian terhadap setiap barang yang kita beli.
Semoga bermanfaat.