Perlunya Mewaspadai Darah Rendah

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai perlunya mewaspadai kebiasaan yang dapat memicu darah rendah.

Perlunya Mewaspadai Darah Rendah

Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Ketika tekanan darah berada di bawah rentang tersebut, maka seseorang dapat dikatakan menderita tekanan darah rendah atau hipotensi.

Tekanan darah rendah ditandai dengan beberapa gejala seperti: kelelahan, pusing atau sakit kepala ringan, mual, penurunan kesadaran, pandangan kabur, kurang konsentrasi serta pingsan.

Perlunya Mewaspadai Darah Rendah

Tekanan darah dapat berubah sepanjang waktu, tergantung kondisi dan aktivitas yang dilakukan orang. Kondisi ini merupakan hal yang normal, karena tekanan darah dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pertambahan usia dan keturunan.

Jika mengalami tanda-tanda darah rendah yang terus berulang, sangat penting untuk mencari perawatan yang tepat tergantung penyebab yang mendasarinya.

Terdapat banyak faktor yang bisa memicu hipotensi, salah satunya dapat dipicu oleh gaya hidup atau kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang perlu waspadai sebab bisa menjadi penyebab darah rendah, yaitu :

Dehidrasi (Kurang minum Air Putih)

Norma untuk melupakan minum bisa menjadi faktor primer penyebab darah rendah. Oleh sebab itu, pastikan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan jumlah yang cukup untuk mencegah kondisi tersebut.

Ketika tubuh tidak mempunyai cukup air, maka jumlah darah dalam tubuh (volume darah) akan berkurang. Kondisi tubuh yang kekurangan cairan dapat menyebabkan tekanan darah berada di bawah batas normal.

Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan dengan jumlah yang BesarĀ 

Ketika kita mengonsumsi kuliner dalam porsi besar, maka tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya. Secara langsung, norma tersebut pun memicu tekanan darah menurun.

Pada norma makan, konsumsi makanan pada porsi kecil bisa menghasilkan sistem pencernaan lebih sehat dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Jarang melakukan Olahraga

Kurangnya kegiatan fisik jua bisa berkontribusi di tekanan darah rendah.

Hal itu bisa terjadi karena saat tubuh kekurangan kegiatan fisik, maka elastisitas pembuluh darah dapat berkurang dan memicu tekanan darah rendah.

Diet tidak seimbang

Pola makan atau diet tidak seimbang seperti kekurangan asam folat atau zat besi dapat sebagai penyebab darah rendah.

Karena kekurangan 2 nutrisi tadi bisa mengganggu produksi sel darah merah serta tingkat konsentrasi hemoglobin yang berujung pada anemia.

Sementara itu, kurang darah merupakan faktor yang berkontribusi pada tekanan darah yang tidak normal.

Konsumsi alkohol dan kafein hiperbola

Konsumsi minuman alkohol hiperbola dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang di gilirannya mengakibatkan penurunan pada tekanan darah.

Begitu pun pada berlebihan konsumsi minuman berkafein. efek stimulan dari kafein yg mereda dapat memicu penurunan darah rendah.

Kekurangan nutrisi tertentu

Kurangnya jumlah zat besi, folat, dan vitamin B12 dalam tubuh bisa menyebabkan anemia dan tensi rendah.

Karena tidak mendapatkan ketiga nutrisi tersebut bisa menghambat proses produksi sel darah merah dalam jumlah cukup.

Untuk mengatasinya, perlu mengonsumsi makanan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut, seperti telur, daging, hati sapi, ikan, dan ayam.

Perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem

Cuaca yang terlalu dingin bisa menyebabkan seseorang mengalami hipotermia, yakni penurunan kondisi tubuh drastis hingga di bawah 35 derajat Celsius.

Untuk mengatasinya, usahakan tidak berada di daerah yang suhunya sangat dingin, kenakan pakaian yang sesuai dan hindari mengenakan pakaian basah dalam waktu lama, dan konsumsi makanan dan minuman hangat.

Sementara itu, cuaca yang terlalu panas juga bisa menyebabkan suhu tubuh meningkat hingga 40 derajat Celsius, keringat keluar lebih banyak, dan menurunkan jumlah cairan tubuh.

Minum air putih yang cukup, kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat, serta melakukan kompres dingin ke area tertentu, seperti leher, ketiak, dan selangkangan.

Hindari perubahan posisi mendadak

Duduk atau berdiri dengan cepat dapat menyebabkan perasaan pusing, atau kemungkinan pingsan pada orang dengan tekanan darah rendah. Sebaiknya, jika ingin beranjak dari posisi tidur, cobalah untuk memiringkan badan baru secara perlahan duduk sejenak dan berdiri.