Metode Perhitungan Payroll Karyawan

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana metode perhitungan payroll karyawan dan hal yang bisa mempengaruhi besaran payroll karyawan. Payroll adalah suatu sistem pembayaran gaji karyawan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Sebagai pemilik perusahaan dan juga sebagai karyawan, kita tentu wajib untuk memahami dan mengetahui sistem pembayaran tersebut. Mengapa? Karena nantinya kita akan memperoleh informasi terkait kapan harus menerima dan mendapatkan gaji atau upah. Serta dengan cara apa gaji kita akan dikirimkan atau diberikan kepada karyawan.

Metode Perhitungan Payroll Karyawan

Ketika membayar gaji, setiap perusahaan tentu akan memiliki metode perhitungan sendiri-sendiri yang telah diadaptasi dengan kebutuhan perusahaan. Tetapi, setiap perusahaan wajib mematuhi aturan perhitungan gaji para karyawan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Terdapat 3 metode perhitungan gaji yang harus dipahami oleh perusahaan, diantaranya yaitu :

Metode Perhitungan Payroll Karyawan

  • Metode Netto
    Netto merupakan metode dengan menerapkan jumlah gaji yang akan diterima karyawan dan telah dilakukan pemotongan terkait pajak penghasilan serta iuran jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Metode netto ini akan membuat perusahaan harus menghitung berapa besaran pajak karyawan dan pembayaran iuran agunan sosial untuk para karyawan.
    Sehingga karyawan secara otomatis akan menerima gaji bersih dan tidak perlu menghitung jumlah potongan dari jumlah iuran dan pajak. Penggunaan metode ini dikatakan cukup memberatkan pihak perusahaan, karena mereka harus melakukan pemotongan, membayar pajak dari setiap gaji karyawan dan perhitungan gaji.
  • Metode Gross
    Karyawan harus melakukan perhitungan dan pembayaran sendiri untuk besaran pajaknya. Sebab, dalam metode ini, pihak perusahaan akan menyampaikan dan membayarkan gaji tanpa melakukan pemotongan.
    Jadi, perusahaan yang menggunakan metode ini mewajibkan karyawannya untuk mandiri dalam menghitung, memotong, serta membayar potongan gaji mereka untuk iuran jaminan sosial maupun pajak.
  • Metode Gross Up
    Metode ini pihak perusahaan akan menyampaikan tunjangan pada gaji pegawai sesuai dengan besaran pajak dan pembayaran iuran jaminan sosial seperti BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan.
    Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memakai metode ini akan menanggung semua biaya pajak dan iuran dengan memberikan tunjangan pajak di setiap gaji yang dibayarkan. Tetapi, setiap karyawan wajib membayar kewajiban pajaknya secara mandiri. Setelah para karyawan membayarkan wajib pajaknya, maka mereka harus melaporkannya kepada pihak perusahaan.

Dari ketiga metode tadi, tentu masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, pihak perusahaan bisa memilih sendiri metode mana yang paling sesuai untuk diterapkan saat pembayaran gaji.

Faktor yang bisa Mempengaruhi Besaran Payroll

Ketika melakukan perhitungan gaji pada karyawan, ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi besaran gaji yang akan diterima, diantaranya yaitu :

  • Pendidikan
    Jenjang pendidikan formal minimal harus telah ditempuh oleh calon karyawan. Pendidikan disini sebagai salah satu poin penting dalam menentukan besaran gajinya, terlebih ketika awal-awal masuk kerja.
  • Golongan Jabatan
    Besar atau kecilnya gaji yang diperoleh sesuai dengan golongan jabatan berdasarkan bobot jabatannya atau nilainya. Apabila ada beberapa golongan jabatan yang mempunyai beban tugas dan tanggung jawab yang sama, maka akan dimasukkan ke dalam satu golongan yang sama.
  • Masa Kerja
    Masa kerja seorang karyawan juga mampu mempengaruhi besaran gaji yang dibayarkan setiap bulannya. Semakin lama pengalaman seseorang, maka akan meningkat pula gaji yang akan didapatkan.
  • Kompetensi
    Kompetensi ialah kemampuan karyawan yang mencakup banyak aspek, mulai dari keterampilan, wawasan, dan karakteristik kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang diminta. Pihak perusahaan nantinya akan mempertimbangkan faktor kompetensi karyawan untuk menentukan jumlah gaji yang akan diberikan jika kompetensi karyawan telah sesuai dengan ketentuan jabatan tertentu.

Mempelajari Manfaat Sistem Payroll

Setelah memahami pengertian sistem payroll, maka pada artikel kali ini akan mempelajari manfaat jika menggunakan sistem payroll pada pembayaran gaji karyawan. Baik itu untuk perusahaan kecil maupun perusahaan berskala besar.

Mempelajari Manfaat Sistem Payroll

Berikut ini beberapa manfaat dari sistem payroll, diantaranya yaitu :

Mempelajari Manfaat Sistem Payroll

  1. Mengetahui laporan gaji setiap bulannya
    Payroll akan memberikan gambaran yang sangat rinci untuk para karyawan tentang berapa banyak persentase potongan untuk pajak, BPJS, dan berapa gaji bersih yang akan diterima setiap bulannya. Dengan menggunakan sistem ini, para karyawan juga akan lebih mudah dalam memahami slip gaji yang mereka terima setiap bulannya.
  2. Menghemat waktu
    Sistem payroll dapat menghemat waktu, karena sistem tersebut mampu membantu pihak perusahaan untuk membuat laporan gaji karyawan dengan lebih mudah. Sistem pembayaran upah payroll juga menyediakan aneka macam fitur yang bisa memudahkan pihak perusahaan dalam memproses pembayaran gaji secara lebih efisien.
  3. Menghitung Jumlah gaji dan potongan gaji
    Salah satu fitur pada dalam payroll yang sangat bermanfaat ialah fitur menghitung gaji untuk setiap karyawan. Jika jumlah honor kotor sudah dipengaruhi sebelumnya, maka secara otomatis sistem pembayaran honor tersebut akan menghitung potongan honor.
    Mulai dari pajak, asuransi, BPJS, serta lainnya. Potongan tersebut nantinya akan diinput langsung didalam jumlah gaji kotor sebelum selanjutnya dikirim secara otomatis ke rekening tiap karyawan.
  4. Membuat Formulir Pajak
    Dengan sistem payroll, pihak perusahaan dapat membentuk sebuah formulir pajak yang diperlukan pihak karyawan juga pihak perusahaan. Nantinya, formulir tersebut bisa dikirimkan atau dicetak oleh pihak yang bersangkutan. Akan tetapi sejak ada sistem payroll, proses pembuatan formulir pajak menjadi lebih praktis, efisien dan hemat biaya.
  5. Menyimpan Data Secara Otomatis

    Dengan adanya payroll, yaitu sebuah aplikasi yang dioperasikan langsung oleh sistem, maka pihak perusahaan tak perlu lagi menyiapkan berkas-berkas gaji dan potongan karyawan yang disimpan manual.
    Tidak hanya itu, data-data lama yang sudah disimpan juga dapat dihapus dengan mudah apabila tidak diperlukan lagi. Semua tantangan yang wajib dihadapi oleh pihak perusahaan untuk memenuhi kewajiban mereka dalam membayar kompensasi karyawan bisa diselesaikan dengan lebih mudah dengan sistem payroll.

  6. Bisa disesuaikan dengan Kebutuhan Perusahaan
    Perusahaan bisa menyesuaikan dengan sistem payroll yang akan mereka pilih, sehingga pihak perusahaan dapat mengatakan kebutuhan software payroll di setiap vendornya.
    Pada perusahaan kecil, hanya membutuhkan fitur yang lebih sedikit dibandingkan dengan perusahaan berskala besar.
    Sedangkan bagi pihak perusahaan berskala besar, mereka bisa berinvestasi pada sistem payroll yang bisa terintegrasi dengan aspek perencanaan dan pengelolaan dari daya lainnya seperti pengelolaan perizinan, fungsi absensi, penjadwalan, dan lainnya.
  7. Self-Service
    Sistem software payroll juga bisa memudahkan para karyawan untuk bisa mengakses informasi perihal diri mereka secara langsung. Seperti potongan gaji, saat kerja, insentif, jumlah gaji, serta lainnya.
    Fitur tersebut juga mampu membantu karyawan yang ingin mengajukan suatu hal secara otomatis tanpa perlu membuat surat permohonan yang ditujukan ke pihak HRD.
  8. Pembuatan Laporan sesuai dengan Kebutuhan
    Adanya banyak transaksi yang berhubungan dengan sistem payroll, maka hal tersebut tentu membutuhkan sebuah laporan yang mudah untuk dipahami dan dibaca agar bisa dianalisa.
    Pihak perusahaan bersama pihak akuntansi bisa menyusun sebuah laporan transaksi dengan sistem payroll secara lebih rinci sesuai dengan kebutuhan perusahaan.