Manfaat Memiliki Rekening Tabungan

Setelah membahas mengenai apa saja hal yang didapatkan dari menabung, kali ini akan membahas apa saja manfaat dari memiliki beberapa rekening tabungan. Mengapa harus memiliki rekening tabungan? dan mengapa harus memiliki beberapa rekening tabungan? Akan dibahas pada artikel dibawah ini.

Pada saat pertama kali ingin membuka tabungan, kamu pasti memiliki pertanyaan “kira-kira berapa yah jumlah tabungan yang harus dikumpulkan?”. Jika berbicara angka, setiap orang pasti memiliki kemampuan finansial yang berbeda-beda. Menabung harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, agar aktivitas menabung tidak menjadi beban. Jika aktivitas menabung ini menjadi beban, yang ada nantinya akan lupa, malas, hingga kehilangan motivasi untuk menabung.

Manfaat Memiliki Rekening Tabungan

Mengetahui Sumber Pemasukan, Pengeluaran, dan Aset

Salah satu langkah awal yang dapat kamu jalankan untuk mulai menabung adalah harus mengetahui dengan jelas apa saja sumber pemasukan, pengeluaran, dan aset yang sedang dimiliki. Mulai dari gaji bulanan, honor dari hasil kerja sampingan, hasil investasi, hingga menang undian harus mulai dimasukkan ke dalam jumlah pemasukan. Jadi, dapat mengetahui jumlah seluruh pendapatan yang nantinya akan dipisah sesuai dengan pos pengeluaran.

Manfaat Memiliki Beberapa Rekening Tabungan

Setelah mulai menentukan berapa jumlah uang yang wajib disisihkan untuk dimasukkan ke rekening tabungan, maka langkah selanjutnya adalah memiliki rekening tabungan. Usahakan untuk memiliki beberapa rekening tabungan yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Contohnya ada rekening khusus untuk transfer gaji, rekening untuk pengeluaran belanja bulanan, rekening untuk uang cash atau sebagai pegangan sehari-hari, rekening tabungan, rekening investasi, dan yang lain sebagainya, dimana rekening tersebut sinkron dengan pola pengeluaran yang dibuat. Memiliki rekening yang terpisah sesuai dengan pengeluaran akan membuat kita semakin mudah untuk memantau alur keluar masuk uang yang dimiliki.

Memiliki Target Setoran Tabungan

Langkah selanjutnya adalah wajib memiliki target jumlah setoran tabungan per bulan. Biasanya, 10% berasal dari total pemasukan wajib masuk dalam rekening tabungan. Nilai ini bisa diubah hingga mencapai 30%-40% untuk pembaca yang masih sendiri (belum menikah atau tidak memiliki tanggungan). Apabila merasa 10% terlalu besar untuk awal menabung, bisa mulai dari nominal yang kecil terlebih dahulu. Namun dengan catatan, nominal setoran harus terus bertambah setiap bulannya. Jangan malah menjadi lebih kecil.

Konsisten dan Disiplin

Usahakan pertumbuhannya konsisten hingga nilainya mencapai target 10%. Jika telah berhasil mencapai  target 10%, dengan sendirinya nanti pasti akan menaikkan target setoran bulanan tersebut. Kunci menabung hanya konsisten dan disiplin. Jika sudah terbiasa, pasti akan semangat scale up tabungan dengan sendirinya.

Nah, ternyata banyak manfaat dari memiliki beberapa rekening tabungan. Tidak sekedar mengenai bunga tabungan, tabungan juga bisa menentukan nasib seseorang kedepannya. Perencanaan keuangan yang baik selalu dimulai dari kebiasaan menabung. Nanti apabila sudah terbiasa menabung, maka akan lebih mudah untuk belajar investasi. Karena tabungan dan investasi merupakan 2 modal utama untuk kamu bisa hidup damai dan tenang di masa depan.

Yang Didapatkan dari Menabung

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja hal-hal yang didapatkan dari menabung. Apakah anda sudah memiliki tabungan? Kalau sudah, selamat! Andaselangkah lebih maju dari rata-rata orang di Indonesia. Untuk yang belum memiliki tabungan, mari mulai dari sekarang mempertimbangkan untuk mulai menabung.

Mungkin sebagian bertanya-tanya, “tabungan itu bukannya rekening yah?” atau “tabungan itu untuk apa ya?” Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, terlebih dahulu harus paham jika tabungan dan simpanan itu ternyata berbeda.

Yang Didapatkan dari Menabung

Banyak yang beranggapan bahwa tabungan itu adalah uang yang disimpan di rekening bank. Padahal, ada perbedaan yang sangat signifikan antara tabungan dengan simpanan. Hal yang paling mendasar adalah cara pengelolaan uang yang ada dalam rekening tabungan dan rekening simpanan. Rekening simpanan bisa diibaratkan rekening dimana melakukan aktivitas perbankan harian, misalnya untuk tujuan transfer gaji, penarikan ATM untuk belanja bulanan. Sementara itu, rekening tabungan memang ditujukan sebagai tempat khusus untuk menyisihkan pendapatan demi tujuan jangka panjang. Contohnya dana darurat, persiapan liburan, membeli barang yang diinginkan, dan berbagai rencana di tahun berikutnya.

Lalu, apa aja yang bisa didapatkan dari Menabung?

Dengan menabung, kondisi arus keuangan menjadi semakin sehat. Manfaat paling utama dari menabung ialah bakal memiliki perencanaan keuangan. Karena, jika sudah memasukkan dana tabungan pada pos anggaran bulanan, kamu akan mampu menentukan skala prioritas pos mana saja yang wajib dipenuhi dan mampu dihemat. Hal ini akan membuat lebih aware perihal pengeluaran dan pemasukan. Jika contohnya ingin hangout di cafe langganan, tentu akan memiliki pertimbangan apakah uang ini lebih baik ditabung atau digunakan untuk nongkrong. Secara tak sadar, kamu sudah menerapkan manajemen keuangan pada setiap keputusan pembelian. Jika sudah memiliki mindset manajemen keuangan, dijamin arus pemasukan serta pengeluaran menjadi makin sehat dan efisien.

Lebih Baik Menabung atau Investasi ?

Tabungan dan investasi sama-sama membantu untuk mencapai kebebasan finansial. Yang wajib dipahami yaitu tabungan bersifat liquid, sementara investasi itu tidak. Jadi alangkah baiknya memiliki pos tabungan dan investasi yang sejalan. Tabungan diperlukan agar tetap memiliki uang tunai yang siap dipakai apabila keadaan terdesak. Sementara investasi juga dibutuhkan untuk menerima passive income, dan menjaga uang agar tidak tergoda laju inflasi. Perlu diingat, bila tabungan merupakan salah satu dari risk management pada investasi.

Lebih jauh tentang kondisi darurat, suatu saat pasti membutuhkan uang tunai untuk menghadapi keadaan yang terjadi diluar perkiraan kita. Contohnya jika tiba-tiba sakit atau terkena PHK. Dengan adanya tabungan, bisa menghadapi kondisi tersebut tanpa perlu berhutang. Dengan uang yang kamu pisahkan setiap bulannya, nanti suatu saat pasti akan bisa menolong kamu.

Mendapat uang tambahan dari laba bunga tabungan

Selain bisa membantu merencanakan keuangan, tabungan juga bisa membuat kamu menerima pendapatan extra. Meskipun memang bunga tabungan tak sebanyak deposito, menabung di rekening bank masih lebih baik dibandingkan jika hanya menabung di rumah atau brankas. Memang tujuan menabung untuk mengumpulkan uang, namun kalau uang tersebut bisa bertambah lebih banyak dibandingkan yang ditabung, tentu tidak ada salahnya. Upgrade diri agar makin dekat dengan kebebasan finansial.

Tips Preventif Membeli Tanah

Setelah membahas beberapa keunggulan memiliki tanah, pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja tips preventif dalam proses membeli tanah. Disamping keunggulan pada berinvestasi/mempunyai tanah, patut diperhatikan pula resiko yang ada.

Terkait resiko dimaksud bisa dipelajari dari beraneka macam literatur, tetapi jangan mengendurkan kebutuhan penting memiliki tanah. Resiko pada dasarnya bisa diantisipasi dengan cara preventif sebelum membelinya.

Tips Preventif dalam Membeli Tanah

Tips Preventif Membeli Tanah

Kita juga harus mengetahui dengan jelas tanah yang akan kita beli. Terdapat beberapa tips preventif yang mampu diterapkan dalam membeli tanah, diantaranya yaitu :

  • Mempelajari Dokumen Kepemilikan

Dokumen kepemilikan tanah dapat banyak sekali macamnya dari yang terlemah legalitasnya hingga yg paling kuat. Contohnya Akta Pengakuan Hak Atas Tanah (SPHAT) dibandingkan Sertifikat Hak Milik (SHM), tentunya akan lebih kuat SHM.

Secara normalnya demikian, tetapi SHM juga harus ditinjau lebih detil lagi, apakah SHM itu berdiri pada atas hak lain ataukah tidak (umumnya ada tertera dibagian warta pada bagian bawah sertifikat).

  • Minta SKPT ke Kantor Pertanahan

Lebih safety lagi agar legalitas tersebut ditanyakan atau dimintakan referensi registrasi Tanah (SKPT) untuk mengetahui apakah tanah tersebut masih atas nama pemilik pertamanya atau sudah berpindah tangan atas nama pemilik lain, juga untuk mengetahui apakah tanah tersebut sedang diblokir/disita/dijaminkan dengan hak tanggungan.

Permintaan SKPT dimaksud mampu dimintakan oleh calon Pembeli pada Pemilik atau melalui perantara notaris.

  • Minta Perlihatkan Sertifikat Asli

Salah satu kelemahan dalam jual beli tanah adalah menghadirkan sertifikat asli. Terdapat beberapa alasan ketika sertifikat asli sulit ditunjukan oleh pemilik tanah yaitu :

  1. Pemilik tanah tidak yakin dengan calon pembeli, sehingga pemilik enggan menunjukkan dokumen orisinil, atau pemilik khawatir sertifikat akan digandakan/difoto untuk tujuan yang tidak jelas.
  2. Sertifikat orisinil sedang dijadikan agunan kredit oleh pemilik ke pihak kreditur (bank), sebagai akibatnya dia tak mampu menunjukkan aslinya. Hal yang wajib diwaspadai/dicegah ialah debitur/Pemilik tanah (atau ahli warisnya) menjual tanah yang sudah diagunkan tersebut pada pihak lain tanpa sepengetahuan dan seijin pihak bank (secara illegal).
  • Beli Tanah dan Bangunan melalui Lelang

Lelang merupakan penjualan barang yg terbuka buat awam menggunakan penawaran harga secara tertulis dan / atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi, yang didahului dengan Pengumuman Lelang.

Mengingat pasar properti memiliki keunikan tersendiri, maka sebelum membeli lelang sangat dianjurkan untuk melihat barang serta menanyakan detil properti yang akan dibeli kepada kreditur (bank pemohon lelang).

Dengan info yang jelas akan menambah keyakinan pembeli serta mampu mendapatkan prospek kedepan properti yang akan dibeli. Bagi pegawai ataupun karyawan, konsultasi dengan pihak Pemohon Lelang (bank) untuk membeli properti juga bisa menggunakan prosedur kredit yang ditawarkan.

Keunggulan dari Memiliki Tanah

Pada artikel ini akan membahas beberapa keunggulan dari memiliki tanah. Sudah menjadi misteri umum bahwa mempunyai tanah serta tempat tinggal ialah salah satu idaman bagi setiap orang yang mulai menapak usia berumah tangga atau yang sudah bisa berpikir serta bertindak dewasa. Bahkan memiliki properti tersebut ada yang sudah dimulai sejak menerima penghasilan pertama sesuai kemampuan masing-masing. Adapun motif untuk memilki tanah tentunya sangat beragam seperti untuk rumah, untuk bisnis seperti kos-kosan atau persewaan, untuk menyimpan uang agar nilainya tidak turun, untuk diwariskan pada anak keturunan, untuk kepentingan sosial serta sebagainya.

Keunggulan dari Memiliki Tanah

Berinvestasi jenis tanah, tentunya harus dipahami benar seluk-beluknya. Seperti diketahui bahwa tanah merupakan aset non-liquid yang memiliki banyak peraturan/ketentuan hukum yang melekat padanya. Memilki tanah dari segi proses menerima, lalu memanfaatkan, mengalihkan haknya untuk beraneka macam kepentingan telah diatur dengan hukum yang berlaku. Meskipun demikian, tanah, mengingat jumlahnya yang terbatas, sementara pertambahan penduduk yang membutuhkan tempat tinggal semakin semakin tinggi, mengakibatkan luasan tanah semakin langka dan memiliki nilai guna yang semakin tinggi. Oleh sebab itu, tanah dari waktu ke waktu meningkat harganya.

Keunggulan dari Memiliki Tanah

Sebelum membahas tips berinvestasi tanah, berikut terdapat beberapa keunggulan dari memiliki tanah, diantaranya yaitu :

a. Tanah ialah ciri-ciri dan status sosial

Memiliki tanah menjadi salah satu indentitas merupakan hal yang sudah sangat dimaklumi oleh siapapun. Ketika kita memiliki tanah baik dengan cari pembelian, atau pewarisan, maka kita telah mencatatkan ciri-ciri dan status sosial, dikenal di masyarakat sebagai pemilik tanah dimaksud. Sebagai pemilik tentu tidak sama dengan penyewa, karena secara legal pemilik akan menjadi subyek dalam banyak urusan dan kepentingan di masyarakat dimana tanahnya berada.

b. Tanah memiliki nilai yang semakin naik

Mengamati perkembangan harga tanah dari posisi generasi apapun hanya satu jawaban, “naik-naik terus”. Kebanyakan pegawai pemula pada saat itu menganggap harga cash terlalu mahal. Jalan yang ditempuh untuk memilki kebutuhan tempat tinggal ketika itu ialah menggunakan kredit KPR. Tentunya jika harga tanah plus rumah tetap tidak berubah sampai waktu ini, akan sangat mudah sekali terbeli sang pegawai baru. Tetapi kenyataannya pegawai baru di generasi waktu ini juga berat untuk membeli sebuah tempat tinggal baru karena harga ketika ini telah melambung lebih asal 5 kali lipat. Jadi hampir dipastikan bahwa harga tanah akan naik seiring berjalannya saat yang kadang tidak seimbang menggunakan kenaikan income pegawai.

Keuntungan dari perubahan waktu ini banyak dimanfaatkan oleh para pengembang besar yang memilki modal besar ataupun piawai memanfaatkan modal besar dari kreditor. Dengan mempunyai lahan super luas serta proyeksi pengembangan puluhan tahun kedepan dengan sendirinya semakin meningkat nilai tanah yang dimiliki (capital appreciation). Artinya, walaupun tanah itu ideal, syarat normal harganya akan semakin tinggi seiring berjalannya waktu.

c. Tanah memiliki nilai guna yang sangat beragam

Semakin sulitnya memperoleh tanah, kreativitas memanfaatkan tanah/lahan yang dimiliki semakin banyak. Di kota-kota besar banyak pemanfaatan hydroponic dari sempitnya ruang terbatas di rumah-rumah mereka. Demikian pula ruang kamar untuk kos-kosan yang tersusun ke atas menjadi pemandangan yang masuk akal di kota besar. Dengan demikian, memiliki tanah/lahan  menjadi sesuatu yang berharga, mampu membuat nilai tambah secara ekonomi (passive income). Dapat dibayangkan jika pegawai di daerah mempunyai tanah/lahan yang sedikit lebih luas sampai bisa dirancang kolam ikan atau kebun kecil di sekitar tempat tinggal untuk sekedar tanam cabai atau tomat tentunya tetap terdapat nilai tambah.

d. Tanah adalah investasi nyata

Ketika kita membeli/berinvestasi tanah, maka uang yang dikeluarkan telah berganti menjadi tanah yang mampu dipegang, diinjak, ditempati, dan lain sebagainya. Berarti, investasi tanah memiliki agunan yang nyata, tidak dibawa kabur atau hilang karena dilusi juga ilusi. Sepanjang legalitasnya benar, fisiknya dikuasai maka mempunyai tanah patut menjadi pertimbangan yang primer bagi seorang pegawai/karyawan.