Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Pada artikel kali ini akan mengenal apa pengertian watak dan apa saja sifat-sifat watak. Pada kehidupan sehari-hari, pastinya kita akan bertemu dengan banyak orang. Pastinya, setiap orang mempunyai watak yg beraneka macam. Watak yang terdapat pada seseorang menjadi karakteristik tersendiri yang membuatnya tidak sama berasal orang lain.

Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Karakteristik dari watak acapkali digambarkan pada sebuah film, novel, atau drama, bahkan sinetron yang tayang di televisi. Watak atau karakter tokoh yang diperankan begitu realistis, sebagai akibatnya penonton pun ikut larut terbawa suasana.

Mungkin untuk sebagian orang, istilah watak sudah tidak asing untuk mereka, dan mereka bisa menganalisa dengan baik karakter setiap orang. Namun terdapat juga orang yang masih belum memahami apa arti watak, sehingga terkadang dalam pergaulan sehari-hari, tak jarang ada persoalan seperti tersinggung dan anti simpatik, disebabkan kita belum mengenali watak yang sesungguhnya.

Untuk itu, perlu sekali seseorang memahami watak orang lain dengan baik, agar bisa menjalin korelasi baik pertemanan, urusan usaha, dan lain sebagainya.

Pengertian Watak

Sederhananya, orang mengatakan watak itu sifat atau diartikan menjadi karakter seseorang. Pengertian watak secara umum adalah sifat, sikap, dan karakter seseorang yang sudah ada sejak orang tersebut lahir, dan mempengaruhi pikiran serta tingkah laku seseorang.

Selain itu, watak juga mampu diartikan sebagai sifat atau karakter bawaan yang membedakan seseorang dengan orang lain. Watak bisa dilihat dari ucapan dan tindakan yang dilakukan seseorang, seperti apakah benar dia seseorang yang penyabar, arogan, licik, baik hati, serta lain sebagainya.

Watak juga bagian fundamental terbentuknya akhlak dan moral seseorang. Setiap orang berakhlak pasti memiliki karakter, dan orang yang berkarakter memiliki filosofi atau semboyan dalam hidupnya. mirip yang diungkapkan oleh Al Mubarak’, bahwa :
“hidup itu sebuah pilihan, Pilihan itu sebuah usaha, dan usaha itu sebuah keindahan”.

Watak atau karakter yang baik juga harus diterapkan mulai sejak dini, anak yag belum paham akan tekanan lingkungan, maka wajib dibekali karakter, akhlak dan moral yang baik.

Menurut Borba (2001), ada tujuh hal utama yang merupakan sifat baik dasar dari moral yang dapat membantu anak bersikap sesuai moral untuk menghadapi tekanan lingkungan. Sifat-sifat tersebut diantaranya yaitu :

  • Empati (Emphaty), yaitu emosi dasar yang memungkinkan anak tahu bagaimana perasaan orang lain.
  • Hati Nurani (Conscince), yaitu suara hati yang membantu anak menetapkan mana yang benar dan mana yang salah.
  • Kontrol Diri (Self-control), yaitu membantu anak mengendalikan dorongannya untuk berpikir sebelum bertindak.
  • Menghargai (Respect), yaitu mendorong anak untuk memperlakukan dan menganggap orang lain itu berharga.
  • Kebaikan (Kindness), yaitu membuat anak lebih memperhatikan kesejahteraan dan perasaan orang lain.
  • Tenggang Rasa (Tolerance), yaitu mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan kualitas tiap individu, seperti perbedaan ras, gender, budaya, suku, dan lain sebagainya.
  • Keadilan (Fairness), yaitu mengarahkan anak untuk memperlakukan orang lain secara layak, adil, serta tidak memihak, sehingga melatih watak anak sebagai orang yang adil dikemudian hari.

Sifat-Sifat Watak

Karakter atau watak juga memiliki sifat-sifat, Ibnu Qayyim (2005) berkata bahwa sifat karakter terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Karakter SDM Unggul
    Mempunyai karakter kuat
    Menguasai ilmu serta teknologi yang berguna
    Memiliki kinerja yang akuntabel
    Memiliki kecerdasan (pintar, cerdik)
    Berkompeten (berilmu)
    Mempunyai prinsip
    Pemberani (maju, progresif)
    Memiliki kesederhanaan
    Tak tergesa-gesa (terjadwal)
    Kinerja yang tepat atau cermat (berhati-hati)
    Waspada
  • Karakter Baik
    Mempunyai kesabaran
    Menjaga kehormatan diri
    Mempunyai keberanian
    Adil
  • Karakter buruk
    Kebodohan
    Kedzaliman
    Syahwat
    Marah
  • Karakter lemah, kuat, buruk dan Baik
    Lemah, contohnya penakut, pemalas, mudah menyerah, cepat kalah, tidak berani mengambil keputusan atau resiko, serta lain sebagainya.
    Karakter kuat, misalnya teguh, ulet , pantang menyerah, memiliki keberanian, dan lainnya.
    Buruk, contohnya licik, egois, serakah, sombong, suka pamer, serta sebagainya.
    Karakter baik, seperti amanah, dapat dianggap, baik hati, rendah hati, serta lain sebagainya.

Demikian pembahasan mengenal pengertian watak & apa saja sifat-sifat dari watak. Semoga semakin menambah pengetahuan dan bermafaat bagi pembaca.

Nilai Nilai pada Karakter

Melanjutkan pembahasan mengenai apa itu karakter, apa saja unsur karakter hingga bagaimana proses pembentukan karakter, artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja nilai-nilai pada karakter, dimulai dari nilai karakter yang berhubungan dengan Tuhan, hingga nilai karakter yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.

Berdasarkan pada pembahasan nilai kepercayaan, adat, peraturan, etika dan akademik, prinsip HAM, sudah teridentifikasi butir dari nilai yang kemudian dikelompokan sebagai 5 nilai utama dari karakter. Kelima nilai karakter tersebut merupakan nilai perilaku manusia pada hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia serta lingkungan kebangsaannya. Berikut penjelasan mengenai kelima nilai tersebut :

Nilai Nilai pada Karakter

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Tuhan

    Karakter ini mempunyai hubungan dengan tuhan yang Maha Esa, nilai-nilai tersebut artinya religius, perkataan serta tindakan yang berasal dari seorang individu yang diupayakan berdasarkan pada nilai ketuhanan dan ajaran agamanya.

  • Nilai Karakter berafiliasi menggunakan Diri Sendiri (Personal)

    Terdapat beberapa bentuk nilai karakter yang memiliki korelasi dengan diri seorang, diantaranya yaitu :
    – Jujur artinya sikap yang berdasarkan pada suatu upaya yang menjadikan diri seseorang menjadi individu yang dapat dianggap pada tindakan, perkataan, pekerjaan pada diri sendiri atau pihak lain.
    – Bertanggung jawab ialah perilaku seorang individu untuk melaksanakan suatu tugas dan kewajiban seperti yang seharusnya ia lakukan pada diri sendiri, rakyat, lingkungan, negara serta Tuhan.
    – Disiplin adalah suatu tindakan yang dapat mengambarkan sikap tertib serta patuh pada banyak sekali macam ketentuan serta peraturan.
    – Kerja keras merupakan suatu sikap yang menerangkan suatu upaya bersungguh-sungguh dalam mengatasi aneka macam hambatan untuk bisa menuntaskan tugas dengan baik.
    – Percaya diri adalah suatu sikap keyakinan diri akan kemampuan pada pemenuhan untuk tercapainya setiap keinginan dan harapan.
    – Berpikir secara logis, kritis dan inovatif. Karakter ini artinya berpikir dan melakukan tindakan secara konkret ataupun dengan memakai nalar untuk dapat menghasilkan cara maupun hasil paling terbaru dari apa yang telah dimiliki.
    – Mandiri merupakan suatu perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain untuk merampungkan tugas.
    – Mempunyai rasa ingin tahu, sehingga seseorang individu selalu berusaha untuk mengetahui lebih dalam serta luas dari apa saja yang sudah ia pelajari, ia lihat serta dengar.
    – Mencintai ilmu adalah cara berpikir, bersikap dan cara berbuat dari seorang individu yang menunjukan perilaku kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang paling tinggi pada pengetahuan.

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Sesama

    Terdapat beberapa nilai karakter yang berafiliasi dengan sesama, diantaranya yaitu :
    – Sadar akan hak juga kewajiban yang dimiliki oleh diri sendiri maupun orang lain.
    – Patuh pada setiap peraturan sosial.
    – Menghargai karya serta prestasi yang berhasil diraih oleh orang lain, terutama      perilaku dan prestasi seseorang yang berguna bagi yang lainnya.
    – Bersikap santun yaitu perbuatan halus serta baik dari sudut pandang tata       ,      bahasa atau tata sikap pada semua orang.
    – Demokratis ialah sikap seseorang yang menilai sama hak maupun kewajiban        dirinya serta orang lain.

  • Nilai Karakter berafiliasi dengan Lingkungan

    Terdapat beberapa nilai karakter yang berkaitan dengan lingkungan, diantaranya yaitu :
    – Peduli pada sosial dan lingkungan, perilaku seorang yang selalu berusaha untuk mencegah kerusakan yang terjadi di lingkungan alam maupun lingkungan sekitarnya, dan selalu memberikan bantuan bagi orang lain yang membutuhkannya.
    – Nilai kebangsaan ialah cara berpikir, bertindak serta suatu wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri sendiri atau kelompoknya.
    – Memiliki jiwa nasionalis, berupa cara berpikir seseorang, bersikap dan berbuat hal yang dapat menandakan kesetiaan, kepedulian maupun penghargaan yang tinggi pada bahasa, lingkungan, sosial, fisik, budaya, ekonomi dan kondisi politik dari bangsanya.
    – Menghargai adanya keberagaman, dengan menghargai adanya keberagaman bisa menyampaikan perasaan hormat pada berbagai macam hal baik itu yg memiliki bentuk fisik, sifat, norma, budaya, agama juga suku seseorang.

Pengertian karakter yaitu seperangkat sifat yang selalu dikagumi menjadi suatu pertanda asal kebajikan, kebaikan dan kematangan moral yang dimiliki oleh seseorang.

Demikian seluruh pembahasan artikel mengenai apa itu karakter, apa saja unsur karakter, bagaimana proses pembentukan karakter dan nilai-nilai apa saja yang berhubungan atau berafiliasi dengan karakter. Semoga dapat menambah pengetahuan, dan bermanfaat.

Keistimewaan dan Kelemahan Ekstrovert

Keistimewaan dan Kelemahan Ekstrovert

Setelah kita mengetahui apa itu kepribadian ekstrovert, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai beberapa keistimewaan dan kelemahan kepribadian ekstrovert.

Dalam kepribadian seseorang selalu terdapat keistimewaan dan kelemahan. Tidak ada kepribadian seseorang yang sempurna. Kita akan membahas keistimewaan kepribadian ekstrovert terlebih dahulu.

Keistimewaan Kepribadian Ekstrovert

Terdapat banyak kelebihan kepribadian ekstrovert, diantaranya yaitu :

Berpikiran Terbuka

Ekstrovert sangat terbuka untuk saling bertukar pendapat perihal apapun, oleh sebab itu ia tidak pernah kehabisan topik karena setiap pendapat selalu menjadi pertanyaan yang berkembang dan menerima kritik serta saran dari semua orang. Serta keterbukaan ini menjadikan dirinya seseorang yang penuh keramahan meskipun hanya pertama kali bertemu.

Memandang Orang lain sebagai sumber ide

Karena sangat suka berbicara dengan orang disekitar, terkadang orang yang tidak kenal saat berada disuatu daerah pun diajak bicara, tanpa sadar mungkin ketika berjalan seperti 5 menit padahal sudah berbicara 1 jam. Memiliki rasa penasaran yg tinggi, sampai tidak menyadari berbicara hingga ke banyak sekali topik pembahasan lainnya, dan terkadang pemikiran ekstrovert membuahkan orang-orang tadi sebagai pembawa ide.

Menghibur Orang Lain

Mendadak menjadi seseorang yang menghibur saat kehabisan topik ialah bukan hal yg sulit untuk ekstrovert. Sebab ia acapkali berkumpul dengan orang-orang yang mungkin mempunyai selera humor yang sama, terkadang ekstrovert sangat kreatif untuk berbagi “jokes” yang membuat orang lain menjadi terhibur.

Memperluas Pertemanan

Salah satu jalan keluar dari terlalu banyak menyendiri ialah berinteraksi dengan orang-orang yang akan membuatnya lebih merasa lega, meskipun dia berbicara dengan orang yang tidak dikenal, dan merasa mendapatkan tenaga saat berkumpul dengan orang-orang. Sebab “charge” seseorang ekstrovert itu saat berkumpul.

Menjadi Komunikator Emosional

Seseorang ekstrovert bisa menjadi logis dan rasional, tetapi ia juga cenderung berkomunikasi dengan cara yang lebih emosional & intens. Salah satu kelebihan inilah yang menjadi nilai tambah untuk seorang ekstrovert dengan karir yang lebih baik, mampu bernegosiasi secara santai tetapi pasti. Terkadang banyak pikiran lawan bicara bahwa dia menyampaikan ucapan yang berkesan, padahal ekstrovert ini tidak berniat memberi kesan.

Kelemahan Kepribadian Ekstrovert

Selain keistimewaan, kepribadian ekstrovert juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya yaitu :

Sulit Menjaga Ucapan

Apapun yang ada dipikiran seorang ekstrovert akan terus diucapkan. Bila dia belum puas mengatakan kejujuran yang konkret, maupun wacana kebaikan atau keburukan. Relatif sulit bagi seorang ekstrovert untuk menyaring perkataan tersebut, yang seringkali tidak menyadari bahwa apa yang diucapkan sebagai sebuah kasus kecil bisa menjadi persoalan besar.

Tak jarang Ingin Dipuji

Jika anda mengenal seorang ekstrovert, kalian pasti memahami bahwa mereka suka dipuji didepan umum. Sebab ia merasa lebih dihargai, serta mungkin sebagian orang berpikir bahwa ia suka “pamer” dalam hal apapun. Tetapi sebenarnya yang mereka rasakan merupakan bangga terhadap diri sendiri. Orang ekstrovert tidak takut dengan penilai sifat buruknya, terkadang ia tidak peduli pada pola pikir orang yang iri. Yang penting ia mendapatkan pujian, meski dinilai jelek oleh temannya.

Cepat Bosan

Ekstrovert acapkali kali menyukai hal baru, namun tidak akan lama. Seringnya, hanya beberapa waktu saja dan cepat berubah ke hal yang baru lainnya. Bagi orang lain mungkin melihat seorang ekstrovert  terlihat tidak mempunyai jadwal yg teratur, melakukan beragam hal dengan spontan, tetapi alasan itu karena mereka selalu mencari tantangan baru.

Menyukai masalah Baru

Sebenarnya ekstrovert suka bersuara keras (vocal) dan bangga menggunakan apapun yang ia lakukan mau itu baik ataupun jelek. Memang “keras ketua”, namun disisi lain ekstrovert itu senang dengan duduk perkara untuk  menemukan solusi baru. Dan cara ini dapat membantu dia untuk memecahkan problem menggunakan cara yang positif, seperti : waktu awal dia akan melampiaskan duduk perkara kepada orang-orang dengan lantang, lalu mencoba mulai diskusi mencari solusi dengan orang lain, dan terakhir dia akan memilih/meminta nasihat maupun saran untuk  mengambil keputusan yang tepat. Karena, seorang ekstrovert ketika ia mengatakan apa yang mengganjal pada hatinya, akan merasa lebih lega.

Berbohong / Melebih-lebihkan Cerita

Semua orang pernah berbohong baik sengaja maupun tidak, seorang ekstrovert mungkin lebih sering melebih-lebihkan masalah sehingga akibatnya pesan awal yang seharusnya “A” terkadang tidak tersampaikan sebagaimana mestinya, terdapat perbedaan penyampaian. Karena kelebihannya yang banyak bicara terkadang egois serta ingin menang sendiri.

 

Demikian pembahasan mengenai keistimewaan dan kelemahan dari kepribadian ekstrovert. Kepribadian ekstrovert merupakan orang yang luar baisa, memiliki sifat ramah, mudah bergaul dengan orang lain, memiliki sikap percaya diri yang tinggi, meskipun tak jarang memiliki kelemahan dalam kepribadiannya.

Mencari Tahu Kepribadian Ekstrovert

Artikel kali ini akan membahas mengenai mencari tahu apa itu kepribadian ekstrovert, karena kepribadian ini dimiliki oleh masing-masing individu.

Sifat, ciri, dan kepribadian setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Semakin berkembangnya zaman, beberapa psikolog meneliti perihal kepribadian dengan cara memahami sikap manusia.

Salah satunya adalah pencetus psikologi analitis yaitu Carl Gustav Jung, atau yang lebih akrab dengan panggilan Carl Jung. Dia mendefinisikan kepribadian artinya keseluruhan akan perasaan, pemikiran dan tingkah laku baik sadar maupun tidak.

Mencari Tahu Kepribadian Ekstrovert

Carl Jung mengelompokan kepribadian menjadi 2 yaitu, Introvert dan Ekstrovert.

Sebagaimana pemikiran Carl Jung, Ekstrovert merupakan kepribadian yang lebih cenderung menikmati ruang bebas yang aktif dengan cara berteman dan senang berbicara dengan orang sekitarnya, sebab itu sifat ekstrovert lebih membuka diri serta aktif dalam situasi sosial.

Ciri-ciri Kepribadian Ekstrovert

Banyak hal yg disukai oleh seorang ekstrovert, karena ia sangat berperan aktif di lingkungan masyarakat dengan sifat luwes dan percaya diri. Terdapat beberapa ciri-ciri kepribadian ekstrovert :

  • Senang keramaian & banyak teman
    Ketika bertemu dengan orang, seorang ekstrovert akan sangat antusias dan berbicara dengan santai tanpa memikirkan apa yang menjadi topik pembicaraan.
  • Senang berbicara
    Mengobrol ialah kewajiban seorang ekstrovert, tidak akan pernah habis ide obrolan menyenangkan dengannya. Terkadang rasa penasarannya melewati rasa percaya diri diselingi humor. Kebanyakan ekstrovert memiliki sifat humoris, pandai berteman, cepat adaptasi menyesuaikan diri dilingkungan baru.
  • Ramah & optimis
    Selalu ramah kepada siapapun, merasa sangat senang hatinya jika ada yang menemani. Pikiran terbuka yang tak jarang mengawali keramahan kepada orang yang baru dikenal, dan terkadang teman baru tersebut bisa saja menjadi teman yang berkualitas.
    Pemikirannya serta pembicaraannya yg selalu optimis untuk meyakinkan diri dalam melihat suatu kasus, meskipun tidak memahami alur kedepannya seperti apa.
  • Aktif mengikuti kegiatan
    Tidak aneh rasanya jika seorang ekstrovert mengikuti kegiatan sosial, sebab kehidupan yang ia rasa mendukung adalah hidup dalam keramaian.
  • Senang menjadi pusat perhatian
    Seorang ekstrovert merasa senang jika menjadi pusat perhatian, tidak heran jika publik figur kebanyakan mempunyai kepribadian ekstrovert, meskipun tak semuanya.
  • Cenderung cepat mengambil keputusan
    Sudah sangat jelas ekstrovert lebih banyak berbicara, terkadang ketika mengambil keputusan pun dia asal jawab sebelum dipikirkan jawaban yang terbaik, dan dia tidak takut untuk mengambil resiko yang dia pilih, karena resiko ialah menjadi tantangan yg harus dihadapi di situasi apapun.
  • Percaya diri
    Sangat mudah untuk percaya diri, sebab ekstrovert lebih sering bergerak pada dunia sosial yang penuh keramaian dan perhatian, jarang sekali merasa cemas saat dimanapun berada. Kelebihan ini akan mempermudah dalam membuka koneksi baru sesama ekstrovert.

Hal Apa yang Berpengaruh pada Ekstrovert?

Sebagai kepribadian ekstrovert, dia seringkali tertarik pada aktivitas aktif dan banyak bergerak seperti olahraga, ada waktu luang, serta faktor fisik yang mampu menarik orang lain (ketenaran). Ekstrovert seringkali dikaitkan dengan keterampilan komunikasi, ambisi, keinginan, serta banyak bicara yang akan sangat berperan aktif pada dirinya. Di sisi lain, orang dengan kepribadian ekstrovert memiliki kekurangan dalam hal menimbang keputusan.

 

Demikian pembahasan mengenai mencari tahu apa itu kepribadian ekstrovert, bagaimana ciri-ciri dan hal-hal yang berpengaruh pada kepribadian ekstrovert.

Faktor-faktor Kenakalan Remaja

Setelah membaca apa itu pengertian remaja dan bagaimana karakteristik remaja, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai faktor-faktor kenakalan remaja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja, diantaranya akan dijelaskan pada artikel dibawah ini.

Faktor-faktor kenakalan remaja menurut santrock, sebagai berikut :

faktor-faktor kenakalan remaja

  1. Faktor Kepribadian

    Faktor kepribadian, merupakan faktor yang muncul dari dalam diri remaja. Berkaitan dengan faktor kepribadian, kenakalan remaja selalu diasosiasikan dengan ciri perkembangan mereka yakni rasa ingin tahu, proses identifikasi agar terlihat seperti dewasa dan ingin terlihat gagah.

  2. Faktor Teman sebaya

    Memiliki teman-teman sebaya yang melakukan kenakalan meningkatkan risiko remaja untuk menjadi nakal.Pada sebuah penelitian santrock (1996) terhadap 500 pelaku kenakalan dan 500 remaja yang tidak melakukan kenakalan di Boston, ditemukan persentase kenakalan yang lebih tinggi pada remaja yang memiliki hubungan regular dengan teman sebaya yang melakukan kenakalan.

  3. Faktor Orang tua

    Pengawasan orangtua yang tidak memadai terhadap keberadaan remaja dan penerapan disiplin yang tidak efektif dan tidak sesuai merupakan faktor keluarga yang penting dalam menentukan munculnya kenakalan remaja. Perselisihan dalam keluarga atau stress yang dialami keluarga juga berhubungan dengan kenakalan. Faktor genetik juga termasuk pemicu timbulnya kenakalan remaja, meskipun persentasenya tidak begitu besar.

  4. Kontrol Diri dalam faktor-faktor kenakalan remaja

    Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan untuk mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku. Hasil penelitian yang dilakukan Santrock, menunjukkan bahwa ternyata kontrol diri mempunyai peranan penting dalam kenakalan remaja. Pola asuh orangtua yang efektif di masa kanak- kanak berhubungan dengan dicapainya pengaturan diri oleh anak. Selanjutnya, dengan memiliki keterampilan ini sebagai atribut internal akan berpengaruh pada menurunnya tingkat kenakalan remaja.

  5. Faktor Usia

    Munculnya tingkah laku anti sosial di usia dini berhubungan dengan penyerangan serius nantinya di masa remaja, namun demikian tidak semua anak yang bertingkah laku seperti ini nantinya akan menjadi pelaku kenakalan, seperti hasil penelitian dari McCord (dalam Kartono, 2003) yang menunjukkan bahwa pada usia dewasa, mayoritas remaja nakal tipe terisolir meninggalkan tingkah laku kriminalnya. Paling sedikit 60% dari mereka menghentikan perbuatannya pada usia 21 sampai 23 tahun.

  6. Jenis Kelamin dalam faktor-faktor kenakalan remaja

    Remaja laki-laki lebih banyak melakukan tingkah laku anti sosial daripada perempuan. Menurut catatan kepolisian, pada umumnya jumlah remaja laki-laki yang melakukan kejahatan dalam kelompok gang diperkirakan 50 kali lipat daripada gang remaja perempuan.

  7. Harapan terhadap pendidikan dan nilai-nilai di sekolah

    Remaja yang menjadi pelaku kenakalan seringkali memiliki harapan yang rendah terhadap pendidikan disekolah. Mereka merasa bahwa sekolah tidak begitu bermanfaat untuk kehidupannya sehingga biasanya nilai-nilai mereka terhadap sekolah cenderung rendah. Mereka tidak mempunyai motivasi untuk sekolah.

  8. Kelas Sosial ekonomi

    Ada kecenderungan bahwa pelaku kenakalan lebih banyak berasal dari kelas sosial ekonomi yang lebih rendah dengan perbandingan jumlah remaja nakal di antara daerah perkampungan miskin yang rawan dengan daerah yang memiliki banyak privilege diperkirakan 50:1 (Kartono, 2003).

  9. Kualitas lingkungan sekitar tempat tinggal

    Faktor yang paling berperan menyebabkan timbulnya kecenderungan kenakalan remaja adalah keluarga yang kurang harmonis dan faktor lingkungan terutama teman sebaya yang kurang baik, karena pada masa ini remaja mulai bergerak meninggalkan rumah dan menuju teman sebaya, sehingga minat, nilai, dan norma yang ditanamkan oleh kelompok lebih menentukan perilaku remaja dibandingkan dengan norma, nilai yang ada dalam keluarga dan masyarakat.