Bahagia di Usia Lansia

Pada artikel kali ini akan membahas apa saja beberapa kebiasaan yang membuat  seseorang menjadi lebih bahagia di usia lansia, yaitu usia 70 tahun dan seterusnya.

Justru, di usia lansia mempunyai kesempatan untuk menemukan kebahagiaan yang mendalam dengan mengadopsi beberapa norma yang sederhana namun kuat.

Tips Bahagia di Usia Lansia

Menua dengan senang ialah tujuan yang sangat didambakan oleh banyak orang. Meskipun penuaan membawa tantangan fisik dan mental, tetapi tetap mungkin untuk menjalani kehidupan yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur pada usia senja.
Bahagia di Usia LansiaBerikut ini terdapat beberapa tips bahagia di usia lansia, diantaranya yaitu :

  • Menjaga sikap Positif
    Perilaku positif sangat penting untuk kebahagiaan. Lansia harus fokus pada hal-hal baik dalam hidup serta bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Dapat memaafkan diri sendiri dan orang lain, serta melepaskan penyesalan.
    Pikiran positif memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membentuk kualitas hidup. Ketika menghadapi tantangan atau kesulitan, cobalah untuk melihat sisi baiknya serta bersyukur atas apa yang dimiliki.
    Latih diri untuk menggantikan pikiran negatif dengan pikiran yang optimis serta penuh asa. Dengan begitu, akan bisa menghadapi segala sesuatu dengan sikap yang lebih baik serta menerima kebahagiaan yang lebih dalam.
  • Melakukan perawatan diri
    Pada usia 70-an dan setelahnya, perawatan diri sebagai semakin krusial. Mulai menghargai tubuh serta pikiran dengan memberikan perhatian yang layak.
    Ini bisa berarti menemukan aktivitas yang menenangkan seperti yoga atau meditasi, menjaga pola makan yang sehat, atau bahkan sekadar menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang dirasakan tanpa merasa bersalah.
  • Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
    Menjaga kesehatan fisik serta mental sangat krusial untuk kebahagiaan secara keseluruhan. Seorang lansia harus mengonsumsi kuliner bergizi, berolahraga secara teratur, serta menerima tidur yang cukup.
    Mencari dukungan kesehatan mental jika diperlukan untuk mengatasi stres, kecemasan, atau depresi.
  • Menyayangi diri sendiri

    Biasanya di usia tua, seringkali terlalu banyak memikirkan kesalahan atau kegagalan masa kemudian. Krusial untuk menghargai diri sendiri sebagaimana adanya serta merangkul segala keunikan dan kelebihan yang dimiliki.

  • Terlibat dalam kegiatan Sosial
    Berinteraksi dengan orang lain sangat krusial untuk kesejahteraan emosional. Lansia bisa terlibat pada kegiatan sosial, bergabung dengan klub, menjadi sukarelawan, atau mengikuti kelas seni.
    Ini memberikan kesempatan untuk terhubung dengan orang lain, mengembangkan pengalaman, dan merasa sebagai bagian dari sebuah komunitas.
  • Menerima perubahan
    Perubahan ialah satu-satunya hal yang konstan dalam hidup. Ketika memasuki usia lansia, mungkin terasa sulit untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik fisik maupun lingkungan sekitar.
    Namun, dengan menerima perubahan, membuka diri terhadap peluang baru serta pengalaman yang menarik. Coba untuk melihat perubahan, dan menjadi bagian dari petualangan hidup yang tidak terduga dan rasakan setiap langkahnya.
  • Mengejar Hobi dan minat
    Mengejar hobi dan minat tertentu bisa menyampaikan kebahagiaan serta kepuasan yang besar. Lansia dapat mengambil kembali hobi, menjelajahi kegiatan baru yang sesuai dengan minat.
  • Prioritaskan kesehatan fisik
    Kesehatan fisik adalah kunci primer untuk menikmati masa tua dengan penuh vitalitas dan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk menjaga tubuh dengan rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga berat badan.
  • Berlatih bersyukur
    Berterima kasih atas setiap momen kecil dalam hidup ialah kunci pertama untuk membuka pintu menuju kebahagiaan yang abadi. Sewaktu mencapai usia lansia, berlatihlah untuk bersyukur atas setiap napas yang masih dihirup.
    Bersyukur secara teratur bisa menaikkan kesejahteraan emosional dan mental seseorang, menjadikannya fondasi yang kokoh untuk menikmati kebahagiaan sejati pada usia tua.
  • Terhubung dengan keluarga dan teman

    Menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat yang dicintai bisa memberikan sukacita yang luar biasa. Lansia wajib memprioritaskan hubungan mereka dan mencari cara untuk terhubung secara teratur.
    Mereka bisa menghadiri acara keluarga, menelepon orang yang dicintai, atau menggunakan teknologi untuk tetap terhubung.

  • Terus belajar
    Proses belajar tak pernah berhenti, bahkan di usia lanjut sekalipun. Selalu cari kesempatan untuk memperluas pengetahuan serta keterampilan, baik melalui membaca buku, mengikuti kursus, atau bahkan mencoba hal-hal baru.
    Dengan tetap belajar, tidak hanya menjaga pikiran tetap tajam, tetapi juga membuka pintu untuk pengalaman baru yang mengasyikkan.
  • Menemukan tujuan
    Penting untuk menyadari bahwa di usia tua, masih memiliki potensi untuk berkembang serta memberikan kontribusi disekitar. Menemukan tujuan baru atau terus mengejar tujuan yang terdapat adalah kunci untuk menjaga semangat serta antusiasme hidup.

Tips Mengalokasi Honor Bulanan

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tips mengalokasi honor bulanan untuk dapat merasakan masa depan masih dapat berfoya-foya.

Masa Depan Tetap Dapat Berfoya-foya

Masa depan pasti memiliki banyak tantangan yang membutuhkan waktu untuk dipecahkan. Namun seperti yang dikenal, masa depan juga membawa peluang.

Sebagian besar orang di dunia ini masih memiliki harapan untuk menikmati kehidupan dengan lebih baik di masa depan. Salah satunya adalah foya-foya. Foya-foya adalah kegiatan yang menyenangkan dan membawa banyak kenangan.

Sebagian besar orang berpikir bahwa menghabiskan masa depan dengan foya-foya adalah suatu hal yang mustahil karena hidup sering menuntut mereka untuk memikirkan masa depan dengan lebih serius.

Tips Mengalokasi Honor Bulanan

Meskipun demikian, dengan perencanaan yang tepat dan dorongan untuk melawan arus, masa depan masih mampu untuk foya-foya.

Untuk mencapai tujuan foya-foya, sangat penting untuk menentukan prioritas masa depan yang sangat diperlukan. Ini akan memberi jalan bagi orang untuk membuat waktu untuk bersenang-senang dan bertemu teman-teman.

Kegiatan foya-foya dapat menjadi bayangan dari masa depan yang cerah. Sebagian orang bahkan dapat menggunakannya sebagai penggerak untuk menyelesaikan rutinitas rutin mereka.

Karena melakukannya dengan bijaksana dapat menciptakan motivasi dan membantu untuk semangat.

Mempunyai gaji bulanan yang stabil merupakan sebuah keuntungan. Penting untuk mengelola pengeluaran dengan bijak agar keuangan pribadi tetap seimbang.

Membentuk alokasi yang sempurna buat berbagai kebutuhan bisa membantu pada merencanakan keuangan jangka panjang, memastikan ekuilibrium antara kebutuhan dan cita-cita, dan menyisihkan dana untuk masa depan.

Tips Mengalokasi Honor Bulanan

Berikut ini terdapat beberapa pedoman tentang cara terbaik untuk mengalokasikan honor bulanan serta pembagiannya, diantaranya yaitu :

  • Kebutuhan Dasar (50% berasal gaji Bulanan)
    Biaya hidup (40%) : Termasuk dalam kategori ini artinya pengeluaran rutin seperti kuliner, transportasi, dan tagihan utilitas.
    Penting buat menghasilkan aturan yang sesuai menggunakan kebutuhan sehari-hari serta menghindari pengeluaran hiperbola yang tidak dibutuhkan.
  • Hunian (30%)
    Jika membayar sewa atau cicilan rumah, alokasikan kurang lebih 30% dari gaji bulanan untuk biaya ini. Pastikan buat tidak melebihi batas aturan yang telah dipengaruhi.
  • Tabungan serta Investasi (20% dari gaji Bulanan)
    – Tabungan Darurat (5%)

    Penting untuk menyisihkan sebagian kecil honor bulanan buat tabungan darurat yang dapat digunakan dalam keadaan darurat atau buat menghadapi situasi yg tidak terduga.
    – Investasi (15%)
    Membuat investasi yang cerdas bisa membantu pada merencanakan keuangan masa depan.
    Pertimbangkan buat berinvestasi dalam reksa dana, saham, atau properti sesuai menggunakan profil risiko serta tujuan keuangan jangka panjang Anda.
    Kebutuhan Keuangan Jangka Panjang (15% berasal honor Bulanan)
    – Pensiun (5%)
    Masa pensiun artinya termin kehidupan yang perlu dipersiapkan dengan matang. Alokasikan sebagian kecil gaji bulanan buat dana purna tugas atau acara purna tugas yg dapat memberikan proteksi keuangan pada masa tua.
    – Iuran pertanggungan (5%)
    Krusial buat mempunyai perlindungan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan iuran pertanggungan lainnya. Alokasikan lebih kurang 5% berasal honor bulanan untuk membayar premi asuransi yang dibutuhkan.
  • Biaya Pendidikan atau training (5%)

    Jika Anda sedang merencanakan pendidikan lanjutan atau pelatihan buat menaikkan keterampilan, alokasikan sebagian dari gaji bulanan buat biaya ini.

  • Kebutuhan Hiburan dan Peningkatan Diri (15% berasal honor Bulanan)
    – Hiburan serta Liburan (5%)
    Merencanakan liburan atau menghadiri acara hiburan merupakan bagian penting dari hayati yang seimbang. Namun pastikan alokasi buat ini permanen lumrah sinkron dengan aturan yg telah ditetapkan.
    – Pendidikan Non-Formal (5%)
    Investasikan ketika dan uang pada kegiatan yang menaikkan pengetahuan dan keterampilan, mirip kursus, seminar, atau aktivitas seni yang bermanfaat.
    – Donasi serta kegiatan Sosial (5%)
    Memberi pada mereka yg membutuhkan serta berpartisipasi pada aktivitas sosial bisa memberikan kepuasan batin yang mendalam.

Memutuskan alokasi dana buat amal atau aktivitas sosial yang sesuai dengan nilai dan keyakinan eksklusif.

Dengan mengikuti panduan alokasi diatas, Anda dapat memastikan bahwa gaji bulanan Anda digunakan secara efektif buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mengamankan masa depan, memungkinkan menikmati kehidupan dengan seimbang antara kebutuhan, impian, dan tanggung jawab sosial.

Ingatlah bahwa fleksibilitas dalam alokasi sangat penting, terutama ketika menghadapi situasi keuangan yang berubah. Hal terpenting artinya memiliki perencanaan yang kentara serta disiplin dalam melaksanakannya.

Memahami Keburukan Anger Issue

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana memahami keburukan anger issue. Tidak bisa kita pungkiri bahwa murka artinya sebuah reaksi alami yang dapat dirasakan oleh seseorang saat menjumpai situasi atau syarat yang tidak ideal.

Memahami Keburukan Anger Issue

Seperti halnya beberapa rencana yang tak berjalan dengan baik, sampai timbul menjadi sebuah respon atas tindakan orang lain yang tidak mengenakkan. Besar kemungkinan Bila engkau mengalami anger issue atau kesulitan pada mengelola kemarahan.

Kesulitan mengelola amarah merupakan salah satu dilema pengendalian amarah yang dapat membuat penderitanya simpel tersinggung serta marah, baik kepada orang lain ataupun di diri mereka sendiri.

Walaupun terlihat sepele, tapi tantrum yg dirasakan oleh orang dewasa ini dapat menyebabkan penderitanya secara tidak sadar mampu melakukan kekerasan saat meluapkan amarahnya.

Pasti akan sangat menyesakkan Jika melakukan kekerasan hanya karena persoalan kecil yg sebenarnya mampu diselesaikan secara baik-baik. Walaupun melegakan, pastinya perlakuan kasar tadi bisa mengakibatkan akibat yg jelek.

Memahami Keburukan Anger Issue

Anger issue artinya sebuah masalah yang bisa membentuk seorang menjadi lebih simpel murka, entah itu kepada orang lain ataupun diri sendiri.

Jika gangguan tadi dibiarkan begitu saja, maka akan berpotensi mengakibatkan penderitanya melakukan aneka macam tindakan kekerasan, baik pada bentuk fisik ataupun lisan.

Anger issue jua dapat meretakkan korelasi sosial. Murka memang reaksi alami dan normal dialami oleh siapapun. Umumnya, marah akan ada sebagai sebuah respon terhadap suatu kejadian yg tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Tetapi hal tersebut sebagai tak wajar jika kita praktis marah hanya hal-hal sepele dan tidak perlu dibesar-besarkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan kita mengalami anger issue.

Tanda-tanda Anger Issues

Apabila dibiarkan begitu saja, pengendalian amarah yang buru tidak hanya akan menyebabkan kekerasan hingga keresahan, tetapi juga mampu memperburuk hubungan sosial antara famili, pertemanan, ataupun rekan kerja.

Oleh sebab itu, dengan mengetahui tanda-tanda dari seorang yang mempunyai gangguan anger issue bisa membantu kita agar bisa berkomunikasi secara baik dengan mereka.

Dengan mengetahui tanda-tanda-tandadari orang-orang yg memiliki problem tadi, kita bisa menggunakan hal itu buat mendeteksi diri sendiri. Apakah kita termasuk kedalam golongan orang-orang yg mempunyai gangguan anger issue atau tidak.

Berikut adalah artinya beberapa tanda-tanda yg dialami oleh orang-orang yang memiliki gangguan dalam mengelola amarah, diantaranya yaitu :

1. Diperhatikan dari Tanda Fisik

Amarah sebenarnya akan mengakibatkan karakteristik fisik yang cukup kentara serta bisa dikenali. Hal tadi terjadi sebab waktu murka, otot wajah kita akan menjadi lebih tegang, jantung akan berdetak lebih kencang, serta otak akan terasa lebih panas.

Itulah alasan mengapa orang bisa menyembunyikan kesedihan tetapi tidak bisa menyembunyikan kemarahan. Pada orang-orang yang mengidap gangguan kesulitan dalam mengelola emosi, tanda-tanda gejala di atas akan sangat acapkali kita jumpai.

Mungkin kita sendiri tidak akan menyadari hal itu Jika kita sendiri yang mengidapnya. Jadi umumnya tanda-tanda tersebut akan terlihat dari cermin ataupun dari kacamata orang lain.

2. Dicermati dari Taraf Emosional

Tanda anger issue atau kesulitan pada mengelola amarah selanjutnya dapat dilihat dari taraf emosionalnya. Walaupun hal tersebut tampak berlangsung begitu saja,

Tetapi terdapat beberapa kondisi yang mengikuti bagaimana respon alamiah tadi ada dari dalam diri seseorang. karena pastinya kemarahan akan muncul dengan aneka macam polemik yang menyertainya.

Berikut ini merupakan beberapa situasi yang kerap dialami oleh penderita anger issue, antara lain :

  • Kerap merasa tertekan
  • Tak jarang merasa stress atau putus harapan
  • Selalu merasa gelisah
  • Selalu merasa bersalah
  • Merasa kewalahan dengan tanggungan yg dimiliki

Kondisi diatas dapat menghasilkan mereka yg mengalami tantrum akan simpel tersinggung oleh berbagai hal yg mereka lihat ataupun dengar. Jadi, buat orang-orang yang secara tidak sengaja berinteraksi menggunakan mereka, akan menganggap bahwa orang yang tadi praktis tersinggung. Bahkan, tak jarang pula hal itu dikaitkan dengan dilema kesehatan mental.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai prioritas penilaian kesejahteraan pegawai. – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peraturan yang berbeda pada setiap bidangnya, termasuk mengatur kesejahteraan pegawai. Dengan adanya peraturan mengenai kesejahteraan pegawai, diharapkan dapat memberikan jaminan dan rasa aman kepada para pegawai.

Apabila kesejahteraan pegawai terjamin, maka otomatis pegawai tersebut akan memberikan feedback yang lebih banyak terhadap perusahaannya. Perkembangan dari sebuah perusahaan atau instansi juga memiliki hubungan dari kesejahteraan yang diterima oleh pegawai.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Memahami Kesejahteraan pegawai

Kesejahteraan pegawai dapat dipahami sebagai kesehatan fisik, mental, emosional dan ekonomi seorang pegawai secara keseluruhan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh banyak aspek, misalnya hubungan pegawai dengan pegawai yang lain, maupun dengan atasan, jam kerja yang berlaku, keputusan yang dibuat, penghasilan, hingga keselamatan kerja pegawainya.

Ada banyak macam aspek yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan pegawai, biasanya tingkat aspek ini berbeda-beda pada setiap pegawai. Hal ini dapat mendukung motivasi pegawai, sehingga mereka menjadi lebih sehat dan produktif dalam bekerja.

Terdapat juga aspek-aspek yang berasal dari luar diri pegawai tersebut yang tentu saja berpengaruh besar terhadap produktifitas pegawai di lingkungan kerja, misalnya sedang diterpa masalah keuangan, stres terhadap beban kerja, hingga kesehatan anggota keluarga.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Berikut ini beberapa prioritas yang dapat digunakan sebagai penilaian dari kesejahteraan karyawan, diantaranya yaitu :

  • Kesehatan fisik
  • Kesehatan mental
  • Kesehatan finansial
  • Keberlangsungan karir yang baik
  • Keamanan sosial
  • Komunitas yang memadai
  • Purpose driven well-being

Dengan adanya prioritas seperti diatas dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pimpinan maupun atasan dalam menilai kesejahteraan pegawainya, sehingga pegawai dan atasan dapat bekerja bersama-sama untuk membangun hingga meningkatkan kesejahteraan pegawainya di perusahaan tersebut.

Manfaat Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Dampak dari adanya penilaian terhadap kesejahteraan pegawai memberikan beberapa manfaat, diantaranya yaitu :

  1. Peranan Pegawai yang semakin terlihat
    Ketika perusahaan membuat sebuah budaya yang lebih tepat untuk kesehatan pegawai, maka pegawai juga akan memberikan hal kerja yang lebih terlihat. Dengan adanya budaya tersebut, akan memperkuat hubungan antara pegawai maupun dengan atasannya, hingga membawa dampak pegawai akan tetap tinggal didaerah mereka bekerja dalam waktu yang lama.
  2. Menaikkan produktifitas pegawai
    Apabila kesejahteraan pegawai terjamin, maka cenderung pegawai lebih produktif dalam bekerja. Hal ini karena pegawai merasa cukup waktu untuk istirahat, bertemu dengan rekan kerja lain, sehingga memiliki motivasi kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  3. Dapat mengurangi biaya kesehatan
    Dengan sejahteranya pegawai, otomatis perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk menjamin kesehatan pegawainya, karena akan berkurangnya pegawai yang sakit ketika bekerja.
  4. Mempererat kerjasama antar pegawai
    Ketika pegawai bekerja membentuk tim, otomatis akan lebih produktif dan kualitas pekerjaan juga menjadi lebih baik. Biasanya menjadi lebih kreatif dan menyebarkan ide-ide yang lebih inovatif.

Salah satu poin krusial supaya para pegawai mampu bertahan dalam kantor kawasan dia bekerja adalah tentang kepuasan. oleh karena itu, penting bagi setiap perusahaan buat bisa memahami apa saja yang diperlukan dalam manajemen kepuasaan setiap pegawai. agar mampu membantu Anda lebih paham akan hal tadi, tidak terdapat salahnya buat membaca buku Manajemen Kepuasan dan Keterikatan Pegawai yg sudah mempunyai poin-poin krusial pada dalamnya.

Menetralkan Penggunaan Media Sosial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tips untuk menetralkan penggunaan media sosial. Belakangan ini, dalam kegiatan sehari-hari hampir tidak dapat dipisahkan dari media sosial, mulai dari berinteraksi dengan sahabat serta keluarga hingga mengecek berbagai info atau tren yang sedang viral.

Padahal faktanya, terlalu sering mengakses media sosial ternyata mampu mengakibatkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Salah satunya adalah kecanduan pada media sosial.

Menetralkan Penggunaan Media Sosial

Tanda-tanda Kecanduan Media Sosial

Penyebab utama dari kecanduan media sosial adalah peningkatan dopamin otak yang menyampaikan dampak kesenangan setelah menggunakan media sosial.

Berikut ini beberapa tanda-tanda kecanduan media sosial, diantaranya yaitu :

  • Selalu beranggapan bahwa jumlah like dan komentar pada postingan media sosial sangat penting.
  • Merasa tertekan atau cemas setelah mengakses media sosial
  • Merasa perlu memeriksa sosial media setiap saat
  • Adanya perasaan FOMO (Fear of Missing Out), yaitu merasa takut ketinggalan informasi yang sedang tren.
  • Mendapatkan masalah pada pekerjaan atau hubungan dengan relasi maupun pasangan atau keluarga
  • Susah konsentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukan, karena sambil menggunakan media sosial.
  • Sering bergadang atau kurangnya waktu istirahat karena mengakses media sosial ketika malam hari.

Tips untuk Menetralkan Penggunaan Media Sosial

Apabila merasakan tanda-tanda kecanduan media sosial seperti yang dijelaskan diatas, jangan lupa untuk menetralkan penggunaan media sosial. Terdapat beberapa cara yang dapat dicoba untuk menetralkan penggunaan media sosial, diantaranya yaitu :

  1. Tetapkan niat sungguh-sungguh untuk menetralkan penggunaan media sosial, misalnya membuat komitmen bagi diri sendiri untuk tidak memeriksa media sosial dalam kurun waktu tertentu
  2. Lakukan perlahan namun pasti, perlahan mengurangi waktu penggunaan media sosial. Misalnya diawal 1 jam bermain media sosial, maka mulai dikurangi menjadi setengah jam, kemudian hanya 15 menit.
  3. Mematikan pemberitahuan hingga menghapus aplikasi
    Dengan tidak adanya pemberitahuan dari aplikasi media sosial, otomatis tidak akan memeriksa media sosial terbaru.
  4. Mempersiapkan aktifitas-aktifitas yang dapat mengalihkan perhatian dari media sosial, lebih baik aktifitas ini bersifat kontinu, agar tidak ada jeda diantara aktifitas tersebut.
  5. Dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap
    Setiap proses pasti membutuhkan waktu dan bertahap. Diharapkan dapat terus berjalan baik dan lebih baik setiap harinya.

Menetralkan penggunaan media sosial pada awalnya memang sulit, apalagi jika telah masuk di fase candu. Percayalah, kualitas hidup akan menjadi lebih baik setelah tidak candu pada penggunaan media sosial.

Manfaat Menetralkan Media Sosial

Ada beberapa manfaat yang akan didapatkan setelah menetralkan penggunaan media sosial, diantaranya yaitu :

  • Memperbaiki dan menjaga silaturahim dan hubungan sosial dengan keluarga maupun orang-orang terdekat.
  • Meningkatkan kualitas tidur, termasuk istirahat
  • Menjaga kesehatan mental diri sendiri, karena dengan media sosial dapat membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang belum tentu bisa tercapai, sehingga kesehatan mental dapat terganggu apabila capaian itu tidak berhasil.
  • Menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga, berenang, dan lain sebagainya.
  • Menaikkan produktivitas dan prestasi kerja, karena dengan meningkatkan produktifitas maka semakin fokus dengan apa yang sedang dikerjakan.

Penggunaan media sosial dapat berdampak baik dan buruk, hanya sebagai pengguna dapat mengatur dan membatasi waktu penggunaan media sosial tersebut dengan bijak. Kecanduan bermain media sosial juga membawa dampak buruk bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Diharapkan untuk tidak lupa menetralkan media sosial, agar hidup lebih berarti untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.

Teori Mengenai Cultural Lag

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai definisi cultural lag, bagaimana teori mengenai cultural lag, dan bagaimana dampak yang ditimbulkan dari cultural lag.

Teori Mengenai Cultural Lag

Definisi Cultural Lag

Cultural lag dalam bahasa Indonesia disebut dengan ketertinggalan budaya. Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Kewarganegaraan Demokratis, ketidakcocokan budaya adalah elemen lain dari budaya yang berubah.

Ketertinggalan budaya ini terjadi karena tidak aktifnya salah satu faktor budaya. Cultural lag juga dikenal sebagai ketidakseimbangan satu faktor budaya untuk mengakomodasi faktor budaya lain yang telah berubah. Sementara itu, William F. Ogburn menjelaskan teori pergeseran budaya dari perspektif sosiologis. Teori tersebut menjelaskan bahwa budidaya dan pertumbuhan pasti akan selalu berbeda. Secara keseluruhan teori, ketertinggalan budaya menjelaskan perbedaan tingkat kemajuan budaya yang berbeda. Dimana budaya tumbuh cepat, sedang budaya yang lain berjalan lambat.

Perbedaan tingkat kemajuan adalah bagian dari mobilitas budaya. Konsep ketertinggalan memiliki beberapa arti tersendiri, seperti periode waktu munculnya penemuan baru dan penerimaan penemuan tersebut.

Ketertinggalan budaya tersebut merupakan bagian dari fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat. Perubahan budaya menggambarkan apa yang terjadi dalam suatu sistem sosial ketika mengalami perubahan dan pengaruhnya tidak seimbang. Seringkali, cultural lag merupakan akibat dari gesekan antara penemuan baru dengan adat istiadat masyarakat sekitar yang ada.

Menurut kamus sosiologi, cultural lag adalah periode antara masuknya perkembangan teknologi baru (budaya material) ke dalam suatu budaya atau suatu masyarakat. Cultural lag dapat didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan suatu budaya untuk mengejar inovasi teknologi. Ketertinggalan budaya juga bisa disebut ketidaksesuaian budaya.

Teori Mengenai Cultural Lag

Istilah cultural lag diciptakan oleh William F. Ogburn pada tahun 1992 dalam bukunya “Changing Society with Respect for Culture and Primitive Nature”. Cultural lag atau ketertinggalan budaya adalah tahap yang terjadi sesaat setelah budaya non-material berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi material yang baru.

Ogburn menemukan bahwa budaya material cenderung berkembang dan maju lebih cepat daripada budaya non-material. Kebudayaan mengacu pada gagasan, kebiasaan, pemikiran, perilaku dan segala sesuatu yang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya memiliki dua sisi, dengan material dan tanpa material.

Aspek material mengacu pada elemen budaya yang lebih nyata, seperti teknologi, pakaian, mobil, telepon, dan apa pun yang dapat dilihat dan disentuh daripada diamati. Aspek tidak berwujud mengacu pada bagian budaya yang tidak berwujud, seperti bahasa, ideologi, norma, nilai, gerak tubuh, budaya modern dll.

Ogburn percaya bahwa budaya material cenderung berkembang pesat, sedangkan norma-norma sosial cenderung menolak perubahan dan berkembang jauh lebih lambat.

Dampak yang Timbul dari Cultural Lag

Perubahan dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan budaya, seringkali membawa dampak. Dampak dari pergeseran budaya adalah menimbulkan goncangan sosial dengan cara berpikir baru, tindakan baru atau aktivitas baru.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai jenis konflik, terutama yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisional. Misalnya, masyarakat dengan cara pandang yang lebih konservatif yang menginginkan budaya lamanya cenderung tetap sama dengan leluhurnya. Sementara itu, kelompok lain dengan visi yang lebih progresif menginginkan budaya mereka berubah seiring waktu.

Ketertinggalan budaya menciptakan masalah bagi masyarakat dengan cara yang berbeda. Perbedaan yang diciptakan oleh budaya lag menimbulkan masalah sosial dan konflik. Efek pergeseran budaya biasanya terjadi ketika ada ilmu atau teknologi baru.

Ketertinggalan budaya dianggap sebagai masalah etika yang penting karena kegagalan untuk mengembangkan konsensus sosial yang luas tentang penggunaan teknologi modern yang tepat dapat menyebabkan runtuhnya solidaritas sosial, dan konflik sosial muncul.

Pentingnya Mental Health Awareness

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana pentingnya mental health awareness di lingkungan kerja. Mental health atau kesehatan mental adalah segala kondisi yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, serta sosial. Hal tersebut yang mensugesti cara seorang berpikir, merasa serta bertindak.

Kesehatan mental juga menentukan cara seseorang dalam menangani stres, menghadapi orang lain, serta menentukan pilihan. Kesehatan mental adalah salah satu hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Individu yang dinilai sehat secara mental tidak semata-mata orang yang bebas dari gangguan jiwa.

Pentingnya Mental Health Awareness

Individu yang Sehat

Menurut World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa individu yang sehat secara mental artinya individu yang bisa menyadari setiap potensi yang ia miliki, mampu mengelola stres yang masuk akal, bisa bekerja secara produktif, serta mampu berperan dalam komunitasnya. Oleh sebab itu, kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pada kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu untuk bekerja. Bagi kita yang bekerja menjadi pegawai perkantoran, kita menghabiskan setidaknya sebesar 8 jam dalam satu hari untuk bekerja, dan dilakukan selama 5 hari dalam satu minggu. Bekerja sudah menjadi salah satu dari prioritas utama dalam kehidupan kita, karena memang dri pekerjaan itulah kita mendapatkan penghasilan serta penghidupan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Dalam dunia pekerjaan, tentu kita akan menghadapi situasi up and down. Saat berada di pada kondisi up, kita akan merasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan bisa memberikan kesejahteraan, kepuasan, kebahagiaan, bahkan dapat membuat kita merasa mencapai aktualisasi diri.

Meskipun demikian, tidak jarang kita akan berada dalam kondisi down, misalnya saat kita menghadapi deadline¸ menghadapi tekanan dari atasan atau klien, atau mempunyai rekan kerja yang ‘tidak bersahabat’. Perasaan overwhelmed yang berkelanjutan bisa menghasilkan pekerjaan kita menjadi hal yang korosif bagi kesehatan kita, baik kesehatan fisik maupun mental.

Gangguan mental pada lingkungan kerja sayangnya masih acapkali disebut sebagai sesuatu yang kurang penting, serta bukan bagian dari gangguan kesehatan. Karyawan yang mengalami gangguan mental seringkali kali disebut sebagai orang yang ‘suka mencari perhatian’ atau orang yang ‘lebay’. Stigma itulah yang mengakibatkan orang enggan untuk menceritakan bahwa dirinya mengalami gangguan mental.

Akibat dari Gangguan Mental

Terdapat beberapa akibat dari gangguan kesehatan mental yang tidak kalah besar apabila dibandingkan dengan dampak akibat gangguan kesehatan fisik, dimana, gangguan mental pada karyawan dapat mensugesti performa kerjanya, kapabilitas, produktivitas, dan rekanan dari karyawan tersebut dengan para koleganya.

Selain itu, berdasarkan studi yang ada, karyawan yang mengalami gangguan mental cenderung lebih mungkin menderita gangguan kesehatan fisik, seperti diantaranya nyeri otot, tulang, dan sendi, gangguan pencernaan, gangguan jantung, gangguan pernafasan, gangguan sistem imun, serta beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Kurangnya cakupan perawatan bagi penderita gangguan mental disinyalir diakibatkan oleh adanya stigma negatif akan gangguan mental dan penderitanya, yang secara tidak langsung turut mengakibatkan rendahnya minat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menyediakan perawatan bagi penderita gangguan mental.

Pentingnya Mental Health Awareness di Lingkungan Kerja

Manajemen perusahaan yang baik yang awareness terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja pada hakikatnya akan mempertinggi kesejahteraan dan produktivitas karyawan pada perusahaan tadi. Sesuai studi yang ada, karyawan dengan kesehatan mental yang baik mempunyai taraf produktivitas sebesar 12 – 15% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan karyawan yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan yang memiliki prinsip pentingnya mental health awareness yang baik akan membentuk para karyawannya merasa lebih aman dan nyaman ketika bekerja. Mereka cenderung untuk lebih berani berpendapat, berpikir serta berasional lebih baik, memiliki penekanan kerja yang lebih baik, dan lebih berani untuk mengambil keputusan.

 

Pendidikan Karakter Era Milenial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pendidikan karakter yang efektif pada era milenial. Pendidikan Karakter sangat penting ditanamkan pada anak-anak khususnya generasi milenial, karena di era ini banyak anak yang berkarakter baik dan buruk karena faktor lingkungan, gadget, dan lain sebagainya.

Pendidikan karakter akan menumbuhkan sifat peduli kepada sesama dan menjadikan seorang mempunyai kepribadian yg unggul serta pandai bersosial.

Menurut J. Kilber, A. Barclay & D. Ohmer (2014), menyatakan bahwa salah satu ciri yang terbentuk di generasi milenial ialah sebab kecanduan internet.

Karakter generasi milenial timbul dengan ciri yang unik serta tidak sama dengan generasi yang lain. Sebab, generasi milenial terlahir dengan fasilitas teknologi dan kecanggihan yang memanjakan. Namun, akan ada akibat negatif yang timbul, khususnya untuk para remaja yang baru mengenal teknologi, yaitu kecanduan sosial media.

Tanda-tanda Kecanduan Media Sosial

Pendidikan Karakter Era Milenial

Berdasarkan Ivan Goldberg, tanda-tanda kecanduan media sosial diantaranya yaitu :

  • Acapkali lupa waktu, yaitu mengabaikan hal-hal mendasar saat mengakses sosial media terlalu lama.
  • Menarik diri, seperti merasa cepat marah atau tersinggung, depresi ketika internet tidak bisa diakses, merasa kesal jika tidak ada sinyal, smartphone tertinggal.
  • Munculnya kebutuhan konstan, untuk menaikkan waktu yang dihabiskan
  • Kebutuhan peralatan komputer yang ingin dimiliki, dan software yang lebih banyak untuk di akses.
  • Umumnya akan sering berkomentar serta berbohong, acapkali merasa lelah, dan sering menutup diri.

Hal ini adalah dampak negatif yang berasal dari penggunaan internet atau sosial media yang berkepanjangan. Tanda-tanda ini sama halnya dengan seseorang yang kecanduan narkoba.

Manfaat Milenial Menggunakan Teknologi

Tetapi, terdapat beberapa manfaat yang mengakibatkan remaja banyak menggunakan teknologi sebagai gaya hidup milenialnya, manfaat tersebut yaitu :

  • Keberadaan, yaitu setiap manusia ingin diakui keberadaanya, apalagi remaja yang sedang mencari jati diri, dengan media sosial remaja mudah mencari jati dirinya dan diakui keberadaanya.
  • Perhatian, setiap manusia pula membutuhkan perhatian, baik secara pribadi juga tidak pribadi, dan ini akan dihasilkan remaja yg sedang tumbuh menjadi dewasa buat mendapatkan perhatian melalui media sosial.
  • Pendapat, yaitu mengenai sesuatu yang ada dipikiran seseorang tentang suatu hal. serta hal ini membantu para remaja buat saling bertukar pikiran atau pendapat buat mengambil keputusan.
  • Menumbuhkan citra, setiap orang ingin terlihat baik atau memiliki citra yang baik, apalagi remaja yg masih labil, sehingga beliau mudah mendapatkan pencitraan yg instan.
  • Komunikasi serta pengenalan, setiap manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lainnya, baik secara verbal juga non verbal, dan ini bisa dihasilkan melalui media sosial.
  • Ajang buat berprestasi, yaitu bisa juga menjadi wahana perlombaan online, sehingga para remaja bisa menunjukkan kebolehannya melalui media sosial.
  • Menambah wawasan, karena dunia sosial media pastinya berbagai isu yang jarang diketahui banyak orang, tetapi remaja mampu mencari taunya melalui media sosial.
  • Mengeluarkan apa yang dirasakan, kadang seseorang hanya ingin berpendapat tanpa menerima komentar-komentar yang negatif, apalagi masa remaja yang masih sensitif serta mudah tersinggung.

Itulah beberapa dampak positif yang juga dapat ditemukan oleh remaja melalui media sosial. Jadi, gunakanlah kemajuan teknologi tetap pada jalur yang benar.

Faktor-faktor Kenakalan Remaja

Setelah membaca apa itu pengertian remaja dan bagaimana karakteristik remaja, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai faktor-faktor kenakalan remaja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja, diantaranya akan dijelaskan pada artikel dibawah ini.

Faktor-faktor kenakalan remaja menurut santrock, sebagai berikut :

faktor-faktor kenakalan remaja

  1. Faktor Kepribadian

    Faktor kepribadian, merupakan faktor yang muncul dari dalam diri remaja. Berkaitan dengan faktor kepribadian, kenakalan remaja selalu diasosiasikan dengan ciri perkembangan mereka yakni rasa ingin tahu, proses identifikasi agar terlihat seperti dewasa dan ingin terlihat gagah.

  2. Faktor Teman sebaya

    Memiliki teman-teman sebaya yang melakukan kenakalan meningkatkan risiko remaja untuk menjadi nakal.Pada sebuah penelitian santrock (1996) terhadap 500 pelaku kenakalan dan 500 remaja yang tidak melakukan kenakalan di Boston, ditemukan persentase kenakalan yang lebih tinggi pada remaja yang memiliki hubungan regular dengan teman sebaya yang melakukan kenakalan.

  3. Faktor Orang tua

    Pengawasan orangtua yang tidak memadai terhadap keberadaan remaja dan penerapan disiplin yang tidak efektif dan tidak sesuai merupakan faktor keluarga yang penting dalam menentukan munculnya kenakalan remaja. Perselisihan dalam keluarga atau stress yang dialami keluarga juga berhubungan dengan kenakalan. Faktor genetik juga termasuk pemicu timbulnya kenakalan remaja, meskipun persentasenya tidak begitu besar.

  4. Kontrol Diri dalam faktor-faktor kenakalan remaja

    Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan untuk mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku. Hasil penelitian yang dilakukan Santrock, menunjukkan bahwa ternyata kontrol diri mempunyai peranan penting dalam kenakalan remaja. Pola asuh orangtua yang efektif di masa kanak- kanak berhubungan dengan dicapainya pengaturan diri oleh anak. Selanjutnya, dengan memiliki keterampilan ini sebagai atribut internal akan berpengaruh pada menurunnya tingkat kenakalan remaja.

  5. Faktor Usia

    Munculnya tingkah laku anti sosial di usia dini berhubungan dengan penyerangan serius nantinya di masa remaja, namun demikian tidak semua anak yang bertingkah laku seperti ini nantinya akan menjadi pelaku kenakalan, seperti hasil penelitian dari McCord (dalam Kartono, 2003) yang menunjukkan bahwa pada usia dewasa, mayoritas remaja nakal tipe terisolir meninggalkan tingkah laku kriminalnya. Paling sedikit 60% dari mereka menghentikan perbuatannya pada usia 21 sampai 23 tahun.

  6. Jenis Kelamin dalam faktor-faktor kenakalan remaja

    Remaja laki-laki lebih banyak melakukan tingkah laku anti sosial daripada perempuan. Menurut catatan kepolisian, pada umumnya jumlah remaja laki-laki yang melakukan kejahatan dalam kelompok gang diperkirakan 50 kali lipat daripada gang remaja perempuan.

  7. Harapan terhadap pendidikan dan nilai-nilai di sekolah

    Remaja yang menjadi pelaku kenakalan seringkali memiliki harapan yang rendah terhadap pendidikan disekolah. Mereka merasa bahwa sekolah tidak begitu bermanfaat untuk kehidupannya sehingga biasanya nilai-nilai mereka terhadap sekolah cenderung rendah. Mereka tidak mempunyai motivasi untuk sekolah.

  8. Kelas Sosial ekonomi

    Ada kecenderungan bahwa pelaku kenakalan lebih banyak berasal dari kelas sosial ekonomi yang lebih rendah dengan perbandingan jumlah remaja nakal di antara daerah perkampungan miskin yang rawan dengan daerah yang memiliki banyak privilege diperkirakan 50:1 (Kartono, 2003).

  9. Kualitas lingkungan sekitar tempat tinggal

    Faktor yang paling berperan menyebabkan timbulnya kecenderungan kenakalan remaja adalah keluarga yang kurang harmonis dan faktor lingkungan terutama teman sebaya yang kurang baik, karena pada masa ini remaja mulai bergerak meninggalkan rumah dan menuju teman sebaya, sehingga minat, nilai, dan norma yang ditanamkan oleh kelompok lebih menentukan perilaku remaja dibandingkan dengan norma, nilai yang ada dalam keluarga dan masyarakat.