Pendidikan Meski Salah Jurusan

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai tetap melanjutkan pendidikan meski salah jurusan. Berpikir dua kali sebelum mengambil suatu keputusan adalah tindakan yang bijaksana.

Yakinkan diri sendiri sendiri dengan sebaik-baiknya jika pindah jurusan memang hal yang ingin dilakukan.

Pendidikan Meski Salah Jurusan

Sebab pindah jurusan ialah sebuah pilihan dalam hidup yang mengandung risiko. Belum tentu jua akan lebih betah di jurusan yang baru, siaplah juga dengan resiko yang akan ditimbulkan.

Pertama adanya biaya tambahan dari segi finansial, kedua harus memulai semuanya lagi berasal awal juga keterlambatan lulus dibanding sahabat-temanmu sebelumnya. Setelah bulat tekad, bicaralah baik-baik dengan orang tua.

Jelaskan mengapa ingin mengulang semua dari awal, serta yakinkan mereka akan pilihan ini. Selesainya menerima ijin, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan apabila ingin berpindah jurusan, diantaranya yaitu :

  • Kuliah S1 Lagi pada Jurusan yang Di inginkan
    Meskipun memang tidak banyak yg melakukannya, terutama karena alasan waktu, cobalah kuliah S1 lagi sehabis S1 yg kini selesai. Misalnya, bila baru menemukan passion dibidang medis waktu sedang kuliah Akuntansi. sehabis bergelar S.E., ambillah kuliah lagi di Jurusan Ilmu Gizi.
  • Double Degree
    Kuliah lagi dengan jurusan yang sesuai dengan minat. Program ini bisa memberikan gelar ganda dalam satu periode. Sederhananya, hanya dengan kuliah 3-4 tahun mampu menerima 2 gelar sekaligus.
    Double Degree bisa dilakukan di kampus yang berbeda atau pada kampus yang sama. Beberapa universitas memperlihatkan double degree secara terbuka dengan ketentuan yg secara khusus diatur oleh pihak universitas.
    Perlu dicatat, kuliah pada 2 jurusan secara bersamaan bukanlah hal yang mudah. Selain perhitungan dana, pula harus bisa mengatur waktu serta segala sesuatunya dengan baik termasuk bagaimana agar tak terdapat jadwal kuliah yang berbenturan.
  • Mengikuti Kursus

    Menambah ilmu untuk menunjang karier kedepannya tidak hanya dari kuliah. Bila memang merasa salah memilih jurusan, mampu mengikuti kursus atau workshop. Zaman sekarang tidak sulit untuk menemukan kursus untuk menaikkan soft sklill.
    Lakukan kursus atau workshop baik secara online ataupun offline dengan durasi kursus yang singkat, yaitu kurang lebih tiga-6 bulan.
    Tetapi jika merasa mengikuti kursus atau workshop akan mengeluarkan porto lebih, cobalah untuk mengikuti aktivitas magang atau volunteer yang sinkron dengan minat.
    Selain soft skill serta hard skill yang sudah pasti akan bertambah, mengikuti pengalaman magang di suatu perusahaan/instansi akan memberikan pengalaman di dunia kerja.

  • Lanjutkan Perkuliahan
    Bila sudah berada ditengah semester, bahkan sedang mengerjakan skripsi. Pindah jurusan rasa-cita rasanya bukan solusi yang sempurna.
    Apapun itu, bBila memang telah terlanjur tanggung harus meneruskan kuliah, anggaplah keadaan ini sebagai tantangan melatih diri keluar asal zona nyaman.
    Tidak ada ilmu yang sia-sia dipelajari. Belajarlah untuk menerima.
    Menjalani perkuliahan sampai tuntas jua artinya wujud tanggung jawab serta komitmen akan pendidikan. Bukan hanya pada orang tua, akan tetapi juga kepada diri sendiri.
  • Melanjutkan S2 sesuai Passion
    Kuliah dijurusan yang tidak linear menggunakan bidang ilmu akan menghadirkan tantangan tersendiri. Pendidikan serta pengetahuan tentang Kedokteran yang telah dipelajari selama bertahun-tahun sebelumnya takkan banyak berkaitan dengan Ilmu Akuntansi.
    Akibatnya, harus mampu mengejar banyak ketertinggalan supaya tidak hanya termangu-mangu di kelas.

Bisa jadi orang lain menggunakan waktu yang sama telah melakukan hal-hal besar, tetapi dengan waktu yang dipunya justru masih kebingungan. Jadi segeralah dan jika merasa, jurusan saat ini masih memungkinkan untuk maju, maka majulah.

Katakan Tidak Generasi Sandwich

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai keberanian untuk katakan tidak pada generasi sandwich. Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindar dari adanya generasi sandwich.

Katakan Tidak Generasi Sandwich

Berikut ini terdapat beberapa kategori generasi sandwich yang dibedakan berdasarkan perannya, diantaranya yaitu :

  • The Club Sandwich Generation
    Kelompok ini merupakan orang dewasa berumur 50–60 yang mempunyai tanggung jawab membiayai kakek-nenek (jika masih ada), orang tuanya, anak-anaknya, dan cucu-cucunya (jika memiliki).
  • The Traditional Sandwich Generation
    Kelompok ini biasanya terdiri atas orang dewasa berumur 40 sampai dengan awal 50-an yang masih harus menanggung beban orang tua, sekaligus mempunyai anak-anak yang masih memerlukan dukungan finansial.
  • The Open Faced Sandwich Generation
    Kelompok ini merupakan siapa saja yang terlibat dalam pengurusan orang tua, tetapi bukan secara profesional.

Katakan Tidak pada Generasi Sandwich

Cara menghentikan siklus generasi sandwich memang tidak mudah. Hal tersebut dikarenakan proses pencegahannya membutuhkan konsistensi dan usaha yang lebih besar.

Terdapat beberapa langkah yang dapat diikuti agar mampu untuk katakan tidak pada generasi sandwich, diantaranya yaitu :

  • Mengurangi Gaya Hidup Konsumtif
    Menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial merupakan langkah yang bijak. Namun, tidak ada salahnya mengurangi gaya hidup konsumtif yang dirasa tidak perlu.
    Seorang individu harus dapat menentukan prioritas dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jika mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan sejak muda, dapat menjadi satu penyebab munculnya generasi sandwich.
    Cobalah untuk memulai dalam mengatur keuangan. Banyak rumus yang membantu dalam mengatur keuangan.
    Misalnya, 40% dari total penghasilan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, 30% untuk membayar cicilan yang ada, 20% untuk ditabung, dan 10% untuk beramal.
  • Menyiapkan Program Pensiun
    Selain menabung, program pensiun merupakan salah langkah penting untuk menyiapkan masa tua dan biaya anak-anak. Program pensiun dapat meminimalisir terjadinya generasi sandwich kepada anak. Saat ini, program pensiun tidak hanya terbuka untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi siapa saja dapat mendaftar di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
  • Memiliki Tabungan Rencana
    Tabungan rencana merupakan setoran rutin bulanan dengan fasilitas auto debit dari rekening sumber ke rekening tabungan rencana, sedangkan penarikannya terbatas sesuai ketentuan bank.
    Jenis tabungan rencana sangat bervariasi, seperti wisata, pendidikan, pernikahan, haji atau umrah, dan sebagainya.
    Adanya tabungan rencana ini membuat keuangan dapat dikelola dengan bijak dan disiplin, apalagi tabungan tersebut juga dilengkapi dengan asuransi jiwa sesuai ketentuan masing-masing bank.
  • Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

    Dana pendidikan anak perlu disiapkan untuk mencegah mata rantai generasi sandwich. Orang tua yang memiliki asuransi pendidikan dapat menyiapkan biaya pendidikan anak-anaknya untuk masa mendatang.
    Hal ini tentu saja akan meringankan beban mereka di kemudian hari. Pastikan untuk memperkirakan perhitungan biaya pendidikan anak secara detail, seperti pemilihan sekolah yang disesuaikan dengan kemampuan finansial.

  • Memiliki Asuransi Kesehatan
    Pertambahan usia juga dapat menyebabkan kesehatan menurun. Inilah yang menyebabkan seseorang harus memiliki asuransi kesehatan untuk dirinya sendiri, orang tuanya, dan anak-anaknya.
    Asuransi kesehatan memberikan jaminan rawat inap, rawat jalan, pengobatan gigi, penggantian kacamata, melahirkan, dan sebagainya.
  • Mengajarkan Anak Menabung dan Belajar Mandiri Secara Finansial
    Perilaku gemar menabung perlu diajarkan sejak dini. Orang tua harus mengajarkan anak-anak untuk belajar menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memotivasi anak untuk membeli kebutuhannya dengan uang tabungan.
    Selain menabung di celengan, ajaklah anak untuk membuka tabungan di bank dengan program khusus anak. Hal tersebut cukup efektif untuk membuat anak menjadi bersemangat menabung.

Tips Mengalokasi Honor Bulanan

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tips mengalokasi honor bulanan untuk dapat merasakan masa depan masih dapat berfoya-foya.

Masa Depan Tetap Dapat Berfoya-foya

Masa depan pasti memiliki banyak tantangan yang membutuhkan waktu untuk dipecahkan. Namun seperti yang dikenal, masa depan juga membawa peluang.

Sebagian besar orang di dunia ini masih memiliki harapan untuk menikmati kehidupan dengan lebih baik di masa depan. Salah satunya adalah foya-foya. Foya-foya adalah kegiatan yang menyenangkan dan membawa banyak kenangan.

Sebagian besar orang berpikir bahwa menghabiskan masa depan dengan foya-foya adalah suatu hal yang mustahil karena hidup sering menuntut mereka untuk memikirkan masa depan dengan lebih serius.

Tips Mengalokasi Honor Bulanan

Meskipun demikian, dengan perencanaan yang tepat dan dorongan untuk melawan arus, masa depan masih mampu untuk foya-foya.

Untuk mencapai tujuan foya-foya, sangat penting untuk menentukan prioritas masa depan yang sangat diperlukan. Ini akan memberi jalan bagi orang untuk membuat waktu untuk bersenang-senang dan bertemu teman-teman.

Kegiatan foya-foya dapat menjadi bayangan dari masa depan yang cerah. Sebagian orang bahkan dapat menggunakannya sebagai penggerak untuk menyelesaikan rutinitas rutin mereka.

Karena melakukannya dengan bijaksana dapat menciptakan motivasi dan membantu untuk semangat.

Mempunyai gaji bulanan yang stabil merupakan sebuah keuntungan. Penting untuk mengelola pengeluaran dengan bijak agar keuangan pribadi tetap seimbang.

Membentuk alokasi yang sempurna buat berbagai kebutuhan bisa membantu pada merencanakan keuangan jangka panjang, memastikan ekuilibrium antara kebutuhan dan cita-cita, dan menyisihkan dana untuk masa depan.

Tips Mengalokasi Honor Bulanan

Berikut ini terdapat beberapa pedoman tentang cara terbaik untuk mengalokasikan honor bulanan serta pembagiannya, diantaranya yaitu :

  • Kebutuhan Dasar (50% berasal gaji Bulanan)
    Biaya hidup (40%) : Termasuk dalam kategori ini artinya pengeluaran rutin seperti kuliner, transportasi, dan tagihan utilitas.
    Penting buat menghasilkan aturan yang sesuai menggunakan kebutuhan sehari-hari serta menghindari pengeluaran hiperbola yang tidak dibutuhkan.
  • Hunian (30%)
    Jika membayar sewa atau cicilan rumah, alokasikan kurang lebih 30% dari gaji bulanan untuk biaya ini. Pastikan buat tidak melebihi batas aturan yang telah dipengaruhi.
  • Tabungan serta Investasi (20% dari gaji Bulanan)
    – Tabungan Darurat (5%)

    Penting untuk menyisihkan sebagian kecil honor bulanan buat tabungan darurat yang dapat digunakan dalam keadaan darurat atau buat menghadapi situasi yg tidak terduga.
    – Investasi (15%)
    Membuat investasi yang cerdas bisa membantu pada merencanakan keuangan masa depan.
    Pertimbangkan buat berinvestasi dalam reksa dana, saham, atau properti sesuai menggunakan profil risiko serta tujuan keuangan jangka panjang Anda.
    Kebutuhan Keuangan Jangka Panjang (15% berasal honor Bulanan)
    – Pensiun (5%)
    Masa pensiun artinya termin kehidupan yang perlu dipersiapkan dengan matang. Alokasikan sebagian kecil gaji bulanan buat dana purna tugas atau acara purna tugas yg dapat memberikan proteksi keuangan pada masa tua.
    – Iuran pertanggungan (5%)
    Krusial buat mempunyai perlindungan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan iuran pertanggungan lainnya. Alokasikan lebih kurang 5% berasal honor bulanan untuk membayar premi asuransi yang dibutuhkan.
  • Biaya Pendidikan atau training (5%)

    Jika Anda sedang merencanakan pendidikan lanjutan atau pelatihan buat menaikkan keterampilan, alokasikan sebagian dari gaji bulanan buat biaya ini.

  • Kebutuhan Hiburan dan Peningkatan Diri (15% berasal honor Bulanan)
    – Hiburan serta Liburan (5%)
    Merencanakan liburan atau menghadiri acara hiburan merupakan bagian penting dari hayati yang seimbang. Namun pastikan alokasi buat ini permanen lumrah sinkron dengan aturan yg telah ditetapkan.
    – Pendidikan Non-Formal (5%)
    Investasikan ketika dan uang pada kegiatan yang menaikkan pengetahuan dan keterampilan, mirip kursus, seminar, atau aktivitas seni yang bermanfaat.
    – Donasi serta kegiatan Sosial (5%)
    Memberi pada mereka yg membutuhkan serta berpartisipasi pada aktivitas sosial bisa memberikan kepuasan batin yang mendalam.

Memutuskan alokasi dana buat amal atau aktivitas sosial yang sesuai dengan nilai dan keyakinan eksklusif.

Dengan mengikuti panduan alokasi diatas, Anda dapat memastikan bahwa gaji bulanan Anda digunakan secara efektif buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mengamankan masa depan, memungkinkan menikmati kehidupan dengan seimbang antara kebutuhan, impian, dan tanggung jawab sosial.

Ingatlah bahwa fleksibilitas dalam alokasi sangat penting, terutama ketika menghadapi situasi keuangan yang berubah. Hal terpenting artinya memiliki perencanaan yang kentara serta disiplin dalam melaksanakannya.

Mengundurkan Diri dengan Tepat

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai berbagai alasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dengan tepat. Setelah lama meniti karir, mungkin ada saatnya untuk berfikir mengundurkan diri dari pekerjaan.

Mengundurkan Diri dengan Tepat

Mengundurkan diri tanpa pamit dapat menjadikan seorang karyawan terlihat tidak kompeten dan tidak menghargai kantor tempat bekerja beserta atasan-atasannya.

Apabila ingin mengundurkan diri, buatlah alasan yang masuk akal yang dapat menggambarkan nilai dari seseorang tersebut

Berikut ini merupakan beberapa alasan yang kerap digunakan seseorang untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan tepat, diantaranya yaitu :

  • Burnout
    Burnout merupakan suatu kondisi kelelahan fisik dan mental yang dapat terjadi akibat tekanan yang berlebihan pada pekerjaan, kondisi ini dapat memicu stres pada seseorang.
    Stres dalam bekerja memang seringkali terjadi, penyebabnya yaitu munculnya tuntutan kerja, waktu kerja yang sangat diporsir, dan lain sebagainya.
    Apabila seorang karyawan merasa burnout terhadap pekerjaannya saat ini, maka akan sangat mempengaruhi profesional dan produktifitas dalam suatu pekerjaan atau tanggung jawab.
    Apabila burnout ini terlalu sering terjadi, maka dengan mengundurkan diri dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memulihkan fisik, mental maupun emosi yang selama ini bersifat negatif.
  • Konflik Etika atau Moral
    Permasalahan yang berhubungan dengan etika atau moral mampu terjadi ketika tuntutan dan nilai-nilai kantor tidak sejalan dengan nilai-nilai serta kepercayaan pribadi yang dimiliki.
    Hal ini adalah hal yang masuk akal terjadi pada dunia kerja. Misal, seseorang mendapati nilai-nilai yang diyakininya tidak sejalan dengan visi dan misi tempat dan organisasi bekerjanya.
    Pada hal ini, mengundurkan diri mungkin menjadi keputusan yang berat, namun terkadang perlu dilakukan untuk menjaga integritas pribadi serta pendirian moral.
  • Masalah Kesehatan

    Biasanya perusahaan menyediakan benefit kerja yang dapat membantu karyawannya untuk mengatasi masalah kesehatan, misalnya pertanggungan kesehatan, mempersilahkan cuti, maupun asuransi tambahan.
    Apabila karyawan tersebut mengalami sakit yang cukup parah sehingga tidak dapat maksimal bahkan tidak bisa bekerja lagi, maka karyawan tersebut dapat melakukan pengunduran diri dari pekerjaannya.
    Tidak hanya kesehatan secara fisik, kesehatan mental juga wajib menjadi perhatian khusus bagi karyawan maupun perusahaan. Karena hal ini dapat mengganggu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor.

  • Keluarga
    Alasan keluarga misalnya mengurus orang tua yang sakit, seorang karyawan perempuan yang mengundurkan karena kondisi sedang hamil, akan melahirkan, atau harus mengurus anak secara penuh.
    Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya jasa pengurusan anak yang terjangkau, atau pekerja yang ingin lebih intens hadir pada proses tumbuh-kembang anaknya.
  • Pindah Tempat Tinggal
    Sseorang wajib mengundurkan diri dari pekerjaannya adalah pindah tempat tinggal. Baik menerima tawaran kerja baru dengan kompensasi yang lebih banyak, atau alasan tertentu seperti ikut keluarga.
  • Pengembangan Diri

    Mengundurkan diri dari pekerjaan karena alasan pengembangan diri bisa jadi keputusan yang akan diambil selama perjalanan karier. Mungkin ingin menyebarkan passion, fokus pada keluarga.
    Bagaimanapun, mengundurkan diri dari pekerjaan mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk dapat memfokuskan pengembangan diri dan mencapai work-life balance yang lebih baik.

  • Meneruskan Pendidikan
    Ketika ingin mendapatkan skill serta pengetahuan baru untuk mempertajam kemampuan pada pekerjaan yang hanya bisa didapatkan di institusi-institusi pendidikan tinggi.
    Hal tersebut dapat membantu untuk menerima kesempatan kerja baru.
    Melanjutkan pendidikan untuk menerima gelar Magister atau Doktor mungkin krusial dalam proses pengembangan diri untuk menerima posisi kerja yang lebih tinggi dengan bayaran yang lebih tinggi.
    Para perekrut di pekerjaan-pekerjaan mengharuskan kandidatnya untuk mempunyai gelar atau tunjangan profesi eksklusif sebelum bisa mendaftar.Terkadang, ketika melanjutkan tingkat pendidikan tinggi, perusahaan memberikan posisi dan jadwal kerja yang lebih fleksibel, seperti posisi part time atau pekerjaan WFH (Work From Home).

Pendidikan Karakter Era Milenial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pendidikan karakter yang efektif pada era milenial. Pendidikan Karakter sangat penting ditanamkan pada anak-anak khususnya generasi milenial, karena di era ini banyak anak yang berkarakter baik dan buruk karena faktor lingkungan, gadget, dan lain sebagainya.

Pendidikan karakter akan menumbuhkan sifat peduli kepada sesama dan menjadikan seorang mempunyai kepribadian yg unggul serta pandai bersosial.

Menurut J. Kilber, A. Barclay & D. Ohmer (2014), menyatakan bahwa salah satu ciri yang terbentuk di generasi milenial ialah sebab kecanduan internet.

Karakter generasi milenial timbul dengan ciri yang unik serta tidak sama dengan generasi yang lain. Sebab, generasi milenial terlahir dengan fasilitas teknologi dan kecanggihan yang memanjakan. Namun, akan ada akibat negatif yang timbul, khususnya untuk para remaja yang baru mengenal teknologi, yaitu kecanduan sosial media.

Tanda-tanda Kecanduan Media Sosial

Pendidikan Karakter Era Milenial

Berdasarkan Ivan Goldberg, tanda-tanda kecanduan media sosial diantaranya yaitu :

  • Acapkali lupa waktu, yaitu mengabaikan hal-hal mendasar saat mengakses sosial media terlalu lama.
  • Menarik diri, seperti merasa cepat marah atau tersinggung, depresi ketika internet tidak bisa diakses, merasa kesal jika tidak ada sinyal, smartphone tertinggal.
  • Munculnya kebutuhan konstan, untuk menaikkan waktu yang dihabiskan
  • Kebutuhan peralatan komputer yang ingin dimiliki, dan software yang lebih banyak untuk di akses.
  • Umumnya akan sering berkomentar serta berbohong, acapkali merasa lelah, dan sering menutup diri.

Hal ini adalah dampak negatif yang berasal dari penggunaan internet atau sosial media yang berkepanjangan. Tanda-tanda ini sama halnya dengan seseorang yang kecanduan narkoba.

Manfaat Milenial Menggunakan Teknologi

Tetapi, terdapat beberapa manfaat yang mengakibatkan remaja banyak menggunakan teknologi sebagai gaya hidup milenialnya, manfaat tersebut yaitu :

  • Keberadaan, yaitu setiap manusia ingin diakui keberadaanya, apalagi remaja yang sedang mencari jati diri, dengan media sosial remaja mudah mencari jati dirinya dan diakui keberadaanya.
  • Perhatian, setiap manusia pula membutuhkan perhatian, baik secara pribadi juga tidak pribadi, dan ini akan dihasilkan remaja yg sedang tumbuh menjadi dewasa buat mendapatkan perhatian melalui media sosial.
  • Pendapat, yaitu mengenai sesuatu yang ada dipikiran seseorang tentang suatu hal. serta hal ini membantu para remaja buat saling bertukar pikiran atau pendapat buat mengambil keputusan.
  • Menumbuhkan citra, setiap orang ingin terlihat baik atau memiliki citra yang baik, apalagi remaja yg masih labil, sehingga beliau mudah mendapatkan pencitraan yg instan.
  • Komunikasi serta pengenalan, setiap manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lainnya, baik secara verbal juga non verbal, dan ini bisa dihasilkan melalui media sosial.
  • Ajang buat berprestasi, yaitu bisa juga menjadi wahana perlombaan online, sehingga para remaja bisa menunjukkan kebolehannya melalui media sosial.
  • Menambah wawasan, karena dunia sosial media pastinya berbagai isu yang jarang diketahui banyak orang, tetapi remaja mampu mencari taunya melalui media sosial.
  • Mengeluarkan apa yang dirasakan, kadang seseorang hanya ingin berpendapat tanpa menerima komentar-komentar yang negatif, apalagi masa remaja yang masih sensitif serta mudah tersinggung.

Itulah beberapa dampak positif yang juga dapat ditemukan oleh remaja melalui media sosial. Jadi, gunakanlah kemajuan teknologi tetap pada jalur yang benar.

Kreativitas Anak Usia Dini

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian kreativitas dan apa yang disebut anak usia dini.

Pendidikan memiliki makna dasar, memanusiakan insan. Membuat manusia kembali pada fitrahnya. Salah satunya dengan mengembalikan manusia menjadi cerdas dan kreatif guna menjangkau perkembangan hidup yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan berupaya mendorong murid berani menghadapi problematika kehidupan demi menegakkan tugasnya menjadi khalifat di muka bumi.

Kreativitas Anak Usia Dini

Taman kanak-kanak mengemban tugas yang paling mulia, yakni menjaga agar bekal alam anak-anak tidak tercerabut oleh misi-misi orang dewasa. Guru pada Taman Kanak-kanak berperan besar, karena di pundaknya semua benih-benih kebermaknaan dan kemuliaan manusia berada. Di tangan guru yang cerdas dan laras, anak-anak akan dapat tumbuh sebagai insan besar yang berpikir, berjiwa, serta berkarya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi sedemikian penting, sebab

Pendidikan manusia pada 5 tahun pertama sangat menentukan kualitas hidup selanjutnya. Keberhasilan hidup seseorang ditentukan oleh bagaimana ia memperoleh pendidikan, perlakuan, serta kepengasuhan pada awal-awal tahun kehidupannya. Pembentukan berbagai konsep, termasuk konsep diri, konsep hidup, dan konsep belajar ditentukan oleh bagaimana lingkungannya memperlakukan dirinya.

Konsep Anak Usia Dini

Anak Usia Dini ialah mereka yang berada di usia nol sampai delapan tahun.
Konsep AUD (Anak Usia Dini) mencakup bayi, anak-anak pada Taman Penitipan Anak (TPA), kelompok Bermain (PG), taman kanak-kanak, serta Sekolah Dasar Awal. Secara struktural pemerintahan, PAUD (atau PADU) hanya dibatasi sampai pada usia 6 tahun. Meskipun demikian, karena berdasarkan pertimbangan psikologis serta pedagogis anak usia 8 tahun masih memiliki kisaran perkembangan aspek yang “sama” dengan anak di bawah usianya, maka NAEYC mengkategorikanya sebagai AUD.

Kreativitas

Konsep dan bentuk kreativitas AUD dan orang dewasa sangat berbeda. Kreatif
dalam pengertian orang dewasa berarti keberadaan keahlian (expertise), keterampilan (skills), dan motivasi pada diri (intrinsic task motivation). Orang dewasa yang kreatif diindikasikan menjadi individu yang mempunyai keterampilan teknik prima, berkemampuan seni, dan mempunyai bakat.

Mereka juga memiliki gaya karya yang mempesona, keterbukaan ide yang indah, dan konsentrasi serta ketekunan yang luar biasa. Kreativitas pada anak-anak mempunyai karakteristik tersendiri. Kreativitas anak dikoridori oleh
keunikan gagasan dan tumbuhnya khayalan serta fantasi. Anak-anak yang kreatif sensitif terhadap stimulasi. Mereka juga tidak dibatasi oleh frame-frame apapun. Mereka memiliki kebebasan dan keleluasan beraktivitas. Anak kreatif juga cenderung memiliki keasyikan dalam aktivitas. Kreativitas AUD juga ditandai dengan kemampuan menghasilkan imaji mental, konsep berbagai hal yang tidak hadir dihadapannya. AUD juga mempunyai fantasi, khayalan untuk membuat konsep seperti dunia nyata.

Kreativitas anak didorong kefitrahannya sebagai manusia yang berpikir. Anak menjadi kreatif karena mereka membutuhkan pemuasan dorongan emosi. Namun yang paling krusial, kreativitas anak ada karena anak perlu seni manajemen untuk membentuk konsep dan memecahkan masalah sesuai tingkat intelektualnya.

Kreativitas timbul dari kemampuan berfikir divergen, lateral, dan multiarah. Pada belahan otak, kreativitas bersumber pada aktivitas hemisfer kanan. Aktivitas berpikir divergen memiliki ciri-ciri generatif, eksploratif, tidak terprediksi (unpredictable), dan multijawab. Meskibdemikian, proses terjadinya kreativitas juga melibatkan kemampuan berfikir konvergen. Oleh sebab pada anak proses lateralisasi tengah terjadi, maka stimulasi pada belahan otak kanan menjadi sangat esensial serta fundamental.

Syarat Kreativitas

Bagi anak, 2 syarat kreativitas bisa dikatakan memadai, yakni fluency dan
flexibility. seorang anak dapat dikatakan kreatif saat ia menemukan pemecahan atas sebuah konflik. Anak tentu saja melakukan fluency dengan memunculkan aneka macam alternatif pandangan baru. Lebih lanjut anak akan mempertimbangkan berbagai hal untuk menentukan solusi terbaik.

Saat anak hendak “ngundhuh layangan”, maka ia membutuhkan fluency sebagai preparation atau brainstorming. Anak lalu melakukan berbagai pemikiran serta pertimbangan, bagaimana agar layang-layang yg dipetik tidak sobek. Apakah akan mempergunakan penggalah, memancat, atau menarik-narik talinya (atau yang lain). Anak melakukan flexibility karena konteks mulai berbicara. Ternyata, pohon itu dihuni oleh banyak semut hitam. Jika kemudian AUD itu berhasil menuntaskan masalahnya, maka ia dianggap kreatif. Tidak peduli bila solusi akhirnya diilhami oleh pengalaman orang lain. Dalam hal ini, originalitas tidak menjadi faktor utama kreativitas anak.

Ciri-ciri Anak Kreatif

Seorang anak disebut kreatif Jika dia menunjukkan ciri-ciri seperti berikut ini :

  • Bereksplorasi, bereksperimen, memanipulasi, bermain-main, mengajukan
    pertanyaan, menebak, mendiskusikan temuan
  • Menggunakan khayalan saat bermain peran, bermain bahasa, bercerita
  • Berkonsentrasi untuk tugas tunggal dalam waktu cukup lama
  • Menata sesuatu sesuai kesukaan
  • Mengerjakan sesuatu dengan orang dewasa
  • Mengulang untuk tahu lebih jauh

Demikian pembahasan mengenai bagaimana kreativitas bagi anak usia dini. Saat anak usia dini, merupakan hal emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga diharapkan orang tua selalu mendampingi dan mengawasi anak.
Semoga bermanfaat.

Pendidikan Karakter dan Fungsinya

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu pendidikan karakter dan fungsinya, serta apa saja tujuan dan nilai-nilai pembentuk karakter.

Apa yang dimaksud menggunakan pendidikan karakter? Pengertian pendidikan karakter artinya suatu usaha insan secara sadar serta bersiklus untuk mendidik serta memberdayakan potensi peserta didik guna menciptakan karakter pribadinya sehingga bisa menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Pendidikan karakter ialah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter eksklusif pada peserta didik yang didalamnya terdapat komponen pengetahuan, pencerahan atau kemauan, dan tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara teratur guna penyempurnaan diri ke arah hidup yang lebih baik.

"<yoastmark

Pengertian Pendidikan Karakter dari Para ahli

Agar lebih memahami apa arti character education, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut :

  • T. Ramli

    Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter ialah pendidikan yang mengedepankan esensi serta makna terhadap moral serta akhlak sehingga hal tersebut akan bisa menghasilkan langsung peserta didik yg baik.

  • Thomas Lickona

    Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter merupakan suatu perjuangan yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga beliau bisa tahu, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yg inti.

  • John W. Santrock

    Menurut John W. Santrock, character education ialah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan pribadi pada siswa untuk menanamkan nilai moral dan memberikan pelajaran kepada siswa tentang pengetahuan moral dalam upaya mencegah sikap yang dilarang.

  • Elkind

    Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter merupakan suatu metode pendidikan yg dilakukan oleh tenaga pendidik buat mempengaruhi karakter anak didik. pada hal ini terlihat bahwa pengajar bukan hanya mengajarkan materi pelajaran namun jua mampu menjadi seseorang teladan.

Fungsi Pendidikan Karakter

Secara umum fungsi pendidikan ini artinya untuk membentuk karakter seorang peserta didik sebagai akibatnya menjadi langsung yg bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, serta berperilaku baik.

Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter, diantaranya yaitu :

  • Mengembangkan potensi dasar pada diri manusia sebagai akibatnya sebagai individu yg berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
  • Untuk Membentuk serta memperkuat perilaku rakyat yg multikultur.
  • Menciptakan serta mempertinggi peradaban bangsa yg kompetitif pada korelasi internasional.

Character education seharusnya dilakukan semenjak dini, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan, dan memanfaatkan berbagai media belajar.

Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter merupakan proses untuk membentuk bangsa yg andal, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pada diri siswa wajib ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari agama, Pancasila, dan Budaya. Berikut ini terdapat nilai-nilai pembentuk karakter, diantaranya :

  • Kejujuran
  • Perilaku toleransi
  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Kreatif
  • Kemandirian
  • Sikap demokratis
  • Rasa ingin tau
  • Semangat kebangsaan
  • Cinta tanah air
  • Menghargai prestasi
  • Sikap bersahabat
  • Cinta damai
  • Senang membaca
  • Peduli terhadap lingkungan
  • Peduli sosial
  • Rasa tanggungjawab
  • Religius

Demikian pembahasan mengenai apa itu pendidikan karakter dan fungsinya, serta apa saja tujuan dan nilai-nilai yang menjadi tolak ukur pembentukan karakter. Semoga bermanfaat.

Pentingnya Pendidikan Karakter Anak

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pentingnya pendidikan karakter anak. Secara umum, pengertian karakter adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi sebagai suatu tanda dari kebajikan, kebaikan serta kematangan moral yang dimiliki oleh seseorang. Pembentukan karakter dalam diri seseorang akan terjadi melalui proses pembelajaran sepanjang hidupnya. Maka dengan kata lain, karakter seorang bukanlah bawaan sejak ia lahir, akan tetapi terbentuk karena suatu proses pembelajaran dari lingkungan keluarga dan orang-orang sekitar.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor krusial bagi kemajuan bangsa. Kualitas SDM sangat mempengaruhi kemajuan bangsa, karena SDM yang berkualitas akan membuat sebuah bangsa lebih cepat maju. SDM yang berkualitas tinggi akan lebih praktis untuk diajak maju, dan lebih cepat menyesuaikan perubahan yang terjadi. Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas, salah satunya melalui peningkatan Pendidikan. SDM yang berpendidikan tinggi ialah faktor yang mendasar dalam kehidupan untuk berkembang lebih baik lagi. Pendidikan membuat SDM menjadi berpikiran terbuka, kritis serta selalu ingin berkembang.

Pentingnya Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan pertama yang diterima anak sejak lahir ialah pendidikan yang berasal dari orang tua dirumah. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak. Perilaku orang tua selama dirumah dapat menjadi contoh yang baik sekaligus buruk bagi anak-anak. Menurut G. Gergely dan J.S Watson, anak mulai meniru orang dewasa bahkan dari bayi. Hal itu dikarenakan seorang bayi melihat ekspresi wajah orang tuanya dan mengingatnya di kemudian hari. Untuk itu orang tua hendaknya sudah menanamkan perilaku yang baik dan dapat menunjang karakter dari seorang anak.

Menanamkan Nilai dan Pesan Moral

Pendidikan karakter dapat dikatakan sebagai usaha manusia secara sadar dan terencana dalam hal mendidik sekaligus memberdayakan peserta didik. Pada intinya tujuan dari pendidikan karakter adalah menanamkan nilai atau pesan moral. Pendidikan karakter ini diharapkan bisa membangun generasi bangsa yang bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut diperlukan menanam faktor-faktor pembentuk karakter yang bersumber dari agama, Pancasila, dan budaya.

Pendidikan karakter merupakan aspek krusial yang menunjang perkembangan anak yang harus dilakukan sejak usia dini, yaitu sejak masa kanak-kanak. Hal ini karena saat memasuki usia emas, anak sudah mulai terjadi pembentukan karakter pada individu anak, sehingga diharapkan anak-anak bisa tumbuh menjadi individu yang mandiri dan percaya diri. Pendidikan karakter bisa dilakukan di keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Mengajarkan pendidikan karakter sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Orang tua hanya perlu melatih dan membiasakan anak-anak untuk melakukan hal yang bisa membawa dampak positif. Pendidikan karakter bisa dilakukan di mana saja, dan bisa diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari, seperti menunggu antrian, menghormati orang tua, mengucapkan kata terima kasih dan masih banyak lagi. Barangkali terlihat simpel, namun bisa membawa dampak yang besar bagi perkembangan seorang anak.

Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan

Pendidikan karakter adalah salah satu hal yang penting dalam dunia pendidikan, karena pendidikan karakter dapat menentukan apakah seseorang dapat bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya dan menghormati hak orang lain. Mengajarkan pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar harus mendapat porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan. Hal ini karena karakter juga merupakan aspek yang menentukan kesuksesan seseorang. Kemampuan akademis seseorang yang bagus tidak akan bermakna jika tidak diimbangi dengan karakter yang baik.

Demikian pembahasan mengenai pentingnya pendidikan karakter anak. Pendidikan karakter dapat mendorong anak untuk tumbuh dengan percaya diri, dan diharapkan anak-anak bisa mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan mereka tanpa mengabaikan nilai-nilai positif dan kebaikan.
Semoga bermanfaat.

Cara Meningkatkan Literasi Anak

Terdapat banyak cara untuk meningkatkan literasi anak, namun sangat perlu diketahui terlebih dahulu pemahaman mengenai apa itu literasi.

Menurut World Economic Forum, literasi merupakan proses yang melibatkan pembentukan makna pada materi-materi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Materi-materi tersebut bisa berbentuk visual, tertulis, suara, nyanyian, atau gambar. Definisinya beragam tergantung pada budaya, nilai personal, maupun teori tertentu.

The Melbourne Institute of Applied Economic and Social Research mengemukakan bahwa kebiasaan membaca sehari-hari pada anak-anak dapat mengembangkan hasil pembelajaran di sekolah, terlepas dari latar belakang keluarga dan lingkungan di rumah.

Hasil program PISA dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga mengisyaratkan bahwa terdapat hubungan kuat antara orang tua yang memberikan cerita-cerita dan kebiasaan membaca pada anak di usia dini dan kemampuan membaca anak di usia 15 tahun.

Cara Meningkatkan Literasi Anak

Lalu, bagaimana cara meningkatkan literasi anak?

Terdapat beberapa hal mudah yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan literasi dan pembelajaran yang lebih tinggi pada anak-anak. Diantaranya yaitu.

  1. Jangan menunggu.

    Bacalah apa yang Anda bisa dengan kuat dan jelas sehingga anak dapat mendengarnya. Anak-anak menjadi terbiasa dengan suara Anda dan nada bahasa yang Anda gunakan saat pendengaran mereka sedang berkembang.

  2. Berbagi cerita saat makan bersama.

    Berilah pertanyaan seperti: “Hari ini apa saja yang kamu lakukan?”. Atau berilah pertanyaan yang merangsang anak untuk mengidentifikasi karakter, masalah, dan penyelesaian, seperti: “Mengapa banyak semut di antara remah-remah roti?” Hal-hal kecil seperti itu dapat membuatnya berpikir, bertanya, dan mencari jawaban. Selain itu, cerita lisan juga merupakan jembatan sebelum ia memulai cerita tertulis nantinya.

  3. Rekam atau tulis cerita-cerita anakmu di ponsel.

    Ubahlah cerita itu menjadi buku, atau animasi (dengan aplikasi). Anak-anak akan melihat bahwa cerita lisan mereka menjadi terdokumentasi. Cerita-cerita ini nantinya bisa ditinjau lagi untuk memperkuat pembelajaran kata-kata, struktur cerita, maupun tata bahasa.

  4. Bercerita tentang pengalaman mereka.

    Minta mereka untuk menceritakan hal yang telah mereka selesaikan, telah mereka lihat, baca, atau dengar. Riset menunjukkan, bahasa lisan anak-anak mendukung pengembangan literasinya, begitu juga sebaliknya.

  5. Bimbing anak melalui permainan literasi.

    Misalnya permainan susun balok alfabet, permainan menghitung, permainan membaca, permainan mewarnai, atau bahkan eksperimen sains sederhana. Kini kita dapat dengan mudah menemukan referensi permainan yang mengasyikkan dan mengedukasi di internet.

  6. Buku, buku, dan buku.

    Untuk bayi dan balita, mulailah dengan buku mengenal bagian-bagian tubuh sederhana, atau mengenalkannya pada binatang-binatang, buku cerita dongeng, dan hal-hal yang paling dekat dengannya yang mengundang interaktivitas si bayi (misal: kenalkan bayi pada dot susu, pada makanannya, dan lain-lain). Jika dirasa sudah mahir, lanjutkan ke buku-buku yang meningkatkan level pengetahuannya. Sambil membacakan buku cerita, orang tua dapat sambil bertanya, “Setelah ini kancil pergi ke mana ya?”. Hal ini dapat merangsang rasa penasaran anak.

  7. Berbicara tentang kata.

    Buatlah kata-kata itu selogis dan serasional mungkin kepada anak. Contohnya, ketika menyebut kata meja, tunjukkanlah wujud meja itu. Ketika menyebut bunyi ayam, tunjukkanlah suara ayam. Dengan begitu, si anak akan mengenal banyak kata-kata dan meningkatkan pemahamannya pada konteks kata-kata yang digunakan pada suatu topik.

  8. Libatkan anak-anak di aktivitas Anda yang menggunakan kemampuan literasi.

    Misal, ketika Anda memiliki daftar belanjaan, ajak anak Anda untuk ikut membuat daftar belanjaan dan mengajaknya ke pasar. Jelaskan apa yang Anda lakukan dan ajak anak untuk ikut berpartisipasi. Semisal saat sedang membeli buah mangga. Buatlah ia turut berinteraksi dengan penjual. Ini merupakan cara seru untuk meningkatkan literasi anak.

  9. Ajaklah ia ke perpustakaan daerah atau TBM yang ada di sekitar tempat tinggal.

    Saat ini terdapat banyak sekali taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di Indonesia. Mereka memiliki banyak program untuk anak dengan pembelajaran yang mengasyikkan. Perpustakaan daerah maupun toko buku juga dapat memberikan dampak yang baik untuk meningkatkan kemampuan literasi anak, dengan bimbingan dan arahan dari orang tua.

Demikian pembahasan mengenai cara meningkatkan literasi pada anak. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menginspirasi para orangtua untuk terus semangat menambah literasi bagi anak-anaknya.

Peran Psikologi Pendidikan Bagi Pembelajaran

Peran psikologi pendidikan bagi pembelajaran merupakan hal yang cukup penting. Keterlibatan peserta didik yang menjadi objek lembaga pendidikan mengharuskan psikologi ikut andil di dalamnya untuk mengidentifikasi kriteria atau sistem pendidikan yang layak. Untuk itu di bawah ini akan dijelaskan apa saja peran-peran psikologi bagi pendidikan.

Peran psikologi pendidikan bagi aktivitas pembelajaran

Peran Psikologi Pendidikan Bagi Pembelajaran

Dari keseluruhan peran psikologi di bidang pendidikan, hampir semuanya merupakan peran yang diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mengajar. Hal ini dikarenakan tenaga pendidik sangat menentukan keberhasilan sistem belajar mengajar. Jika sistem tersebut dapat ditingkatkan maka akan berdampak pada kualitas pendidikan itu sendiri. Sehingga peserta didik dapat memperoleh pendidikan yang memadai.

  • Merumuskan tujuan pembelajaran yang tepat

Keberadaan psikologi pendidikan dapat menjadi pedoman dalam perumusan tujuan pembelajaran. Psikologi memberikan akses bagi lembaga pendidikan maupun tenaga pengajar untuk memahami target-target yang relevan terhadap proses kegiatan belajar mengajar.

Langkah ini tidak lepas dari perbedaan karakteristik masing-masing individu yang secara khusus merupakan peserta didik. Perumusan tujuan pembelajaran yang berdasarkan prinsip psikologi bisa membuatnya sesuai dengan semua karakteristik yang ada dan dapat diterima oleh seluruh peserta didik.

  • Menyusun metode pembelajaran yang sesuai

Setelah memahami tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, psikologi pendidikan juga berperan dalam mengatur strategi yang tepat dalam proses kegiatan belajar mengajar. Tentu saja metode tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran apabila didasari atas prinsip psikologi pendidikan.

Adanya psikologi memungkinkan tenaga pengajar mampu mendalami kondisi serta kebutuhan pendidikan. Sehingga penentuan metode atau gaya pembelajaran dapat disesuaikan dengan keunikan masing-masing individu beserta tingkat perkembangan yang dialami peserta didik.

  • Memberikan pendampingan terhadap pendidikan

Psikologi pendidikan dapat juga berperan sebagai bimbingan konseling dalam proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini sejalan dengan tugas serta peran pendidik yang mana tenaga pengajar tidak hanya memberikan pelajaran namun juga bimbingan.

Melalui langkah ketiga ini tenaga pendidik dapat memberikan pendampingan berupa bantuan psikologis melalui hubungan interpersonal antara guru dengan muridnya. Dengan begitu proses eksplorasi terhadap peserta didik dapat dimaksimalkan. Sehingga tenaga pendidik dapat memberikan apa yang dibutuhkan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

  • Menstimulus proses kegiatan belajar mengajar

Dalam proses kegiatan belajar mengajar harus ada stimulus untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Adapun stimulus yang dimaksud dapat berupa fasilitas dan juga motivasi. Dua elemen inti sangat penting ketika bakat dan kecerdasan masing-masing individu sedang dibentuk.

Pengadaan akan fasilitasi maupun motivasi tidak akan berjalan dengan baik jika mengabaikan psikologi pendidikan. Maka dari itu psikologi harus diterapkan sebagai landasan yang dipakai ketika seorang tenaga pendidik menjadi fasilitator sekaligus motivator bagi peserta didiknya.

  • Membangun lingkungan pendidikan yang kondusif

Proses kegiatan belajar mengajar tentu dapat berjalan secara maksimal apabila lingkungan pendidikan dalam keadaan kondusif. Dalam artian efektivitas pembelajaran sangat memadai, hal itu bisa dibuktikan dengan indikator kenyamanan peserta didik selama menempuh pendidikan.

Maka untuk mewujudkan kekondusifan tersebut ada beberapa hal penting sebagai wujud dari peran psikologi pendidikan bagi efektivitas pembelajaran. Hal-hal tersebut meliputi suasana pembelajaran, interaksi atau komunikasi, kebijakan lembaga pendidikan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan bidang pendidikan.

 

Demikian peran psikologi pendidikan bagi pembelajaran. Penerapan psikologi pendidikan dipastikan dapat membuat proses kegiatan belajar mengajar jadi lebih maksimal. Sebaliknya, ketidakadanya juga membuat aktivitas pembelajaran tidak mampu menunjang pendidikan dengan baik.