Polutan dan Bagaimana Mencegahnya

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu polutan dan bagaimana upaya mencegahnya, hingga apa saja jenis dari polutan. Kata polutan, polusi dan pencemar tak jarang digunakan untuk mendeskripsikan hal yang sama. Tetapi ketiganya merupakan kata yang tidak selaras.

Polutan dan Bagaimana Mencegahnya

Berdasarkan Encyclopedia Britannica, polusi ialah penambahan zat atau bahan-bahan berbahaya apa pun ke lingkungan yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan dikehidupan. Polutan adalah bahan kimia atau material yang bisa menghambat lingkungan. Polutan tidak hanya berbahaya bagi satu jenis organisme saja, namun jua berdampak jelek bagi seluruh jenis organisme dan ekosistem.

Zat dan bahan berbahaya yg menjadi penyebab polusi dianggap menggunakan pencemar atau polutan. sang karena itu, pencemar serta polutan merupakan hal yg sama, sementara itu polusi artinya masuknya polutan pada lingkungan.

Pengertian Polutan

Polutan merupakan zat yang mampu mengakibatkan pencemaran lingkungan. Suatu zat dinamakan sebagai polutan apabila mempunyai kadar berlebihan dan mengganggu keadaan sekitarnya. Zat tersebut kemudian akan menyebabkan kerugian pada makhluk hidup, salah satunya melalui pencemaran udara.

Pada buku berjudul The Miracle of Jilbab, Anton menyebutkan bahwa udara pada suatu daerah akan dikatakan tercemar apabila memiliki zat asing yang jumlahnya melebihi batas yang wajar. Misalnya, apabila dalam keadaan normal, karbondioksida memiliki manfaat bagi tumbuhan, namun apabila berlebihan, maka akan menghasilkan udara yang tidak sehat untuk dihirup. Contoh lainnya adalah asap kendaraan, asap rokok, asap pabrik serta lainnya yang ikut memberikan polusi pada kehidupan manusia setiap harinya.

Polutan dan Bagaimana Mencegahnya

Untuk dapat meminimalisir keberadaan dari polutan, manusia harus melakukan upaya pencegahan dan penanganan yang lebih lanjut. Salah satu caranya adalah dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali tumbuhan.

Langkah reboisasi tersebut sangatlah disarankan, dikarenakan tanaman bisa menyerap zat polutan, khususnya karbondioksida. Apabila tumbuhan di muka bumi berkurang, maka volume dari karbondioksida di udara bebas pun akan menjadi tidak terkontrol. Hal ini tentu dapat berbahaya bagi keselamatan umat manusia.

Program vegetasi atau pengadaan ruang terbuka hijau juga perlu lebih digalakkan pada setiap penjuru kota di Indonesia. Banyak sekali studi bahkan sudah menyimpulkan bahwa vegetasi dapat menyerap karbondioksida serta bisa menghasilkan oksigen lebih maksimal.

Pada area dengan vegetasi, suhu udara mampu lebih sejuk bahkan bisa sekitar antara 25,50 hingga 30,00 C. Sementara itu, pada area yang tidak bervegetasi, suhu udara cenderung lebih panas berkisar antara 27,70 hingga 33,10 C. Perbedaan tersebut tentunya akan berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup.

Oleh sebab itu, vegetasi wilayah perlu diperluas dengan cara mengandalkan lahan kosong yang terdapat pada daerah perkotaan. Pembangunan yang tidak diharapkan lebih baik ditunda lebih dahulu. Utamakan vegetasi untuk mencegah pencemaran lingkungan semakin parah setiap harinya.

Jenis Polutan

Beberapa jenis polutan yang dapat menghipnotis kualitas lingkungan, antara lain

1. Polutan Udara
Polutan udara adalah polutan yang terdapat di udara seperti asap, debu, gas, serta partikel lainnya yang dapat mengakibatkan pencemaran udara. Hal ini dihasilkan dari aktivitas manusia seperti pabrik, kendaraan bermotor, dan kebakaran hutan.

2. Polutan Air
Polutan air merupakan polutan yang terdapat pada air seperti bahan kimia, limbah domestik, serta limbah industri yang bisa mengganggu kualitas air dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem air.

3. Polutan Tanah
Polutan tanah merupakan polutan yang terdapat di dalam tanah seperti bahan kimia, limbah industri, dan limbah domestik yang bisa merusak struktur tanah hingga mengakibatkan kerusakan pada tanaman maupun binatang.

4. Polutan Cahaya
Polutan cahaya merupakan produksi cahaya secara berlebihan yang dihasilkan oleh perkotaan besar yang akan mengganggu aktivitas dari manusia maupun hewan nokturnal dan pola migrasi burung.

5. Polutan suara
Polutan bunyi merupakan kebisingan dengan kekuatan yang berada diatas 85 desibel, misalnya bunyi konser musik rock, suara pengeboran tanah, bunyi sirine, bunyi mesin pesawat jet, bunyi speaker ataupun sonar dari angkatan laut.

Demikian pembahasan mengenai polutan dan bagaimana cara mencegahnya. Semoga setelah ini semakin banyak manusia sadar bahwa bumi membutuhkan penyegaran melalui reboisasi dan vegetasi.

Tantrum dan Cara Mengatasinya

tantrum? Kondisi inilah yang dinamakan tantrum. Beberapa orang tua menduga tantrum sebagai penyimpangan sikap, sehingga anak dicap nakal atau rewel. Tidak perlu cemas, tantrum merupakan bagian dari tahapan perkembangan anak.

Hampir semua anak, baik laki-laki juga perempuan, mengalami tantrum. Namun, frekuensinya berbeda-beda. Ada anak yang seringkali mengalami kondisi ini, serta ada yang hanya sesekali saja.

Apa itu Tantrum?

Tantrum dan Cara Mengatasinya

Tantrum merupakan ledakan emosi yang tidak terkendali, umumnya dengan perilaku yang tidak menyenangkan dan menghambat. Pada istilah psikologi, kondisi ini dianggap temper tantrum yaitu perilaku marah pada anak-anak, umumnya usia pra sekolah atau 1 sampai dengan 4 tahun.

Riset menunjukkan, tantrum terjadi pada  87 persen anak usia 18-24 bulan, 91 persen anak usia 30-36 bulan, serta 59 % anak usia 42 sampai 48 bulan.

Balita mengekspresikan kemarahannya dengan beraneka macam sikap yang “menghambat” seperti berteriak, menangis, memukul, menendang, bahkan kadang menyakiti diri sendiri.

Meski saat anak mengalami tantrum sulit dikontrol oleh orangtua, tetapi kemarahan yang meledak, menghentak, berteriak, bahkan menjatuhkan diri ke lantai artinya bagian dari tahapan perkembangan anak yang normal.

Apa Penyebab Tantrum pada Anak?

Tantrum adalah cara anak mengkomunikasikan perasaannya. Orangtua bisa belajar dengan tahu penyebab tantrum. Anak yang tantrum umumnya disebabkan oleh rasa kesal, marah, serta frustasi. Ada juga karena anak merasa lelah, lapar, dan tidak nyaman. Tindakan proaktif tersebut terjadi merupakan dampak dari anak sulit untuk mengungkapkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

Tantrum pada anak dapat ditimbulkan oleh banyak hal, bahkan hal yang tampaknya sepele. Namun, terdapat beberapa penyebab tantrum yang paling umum, diantaranya yaitu :

  1. Lapar
    Anak-anak bisa sangat sensitif ketika lapar. Apalagi, balita belum mampu berkata perasaan serta emosinya dengan lugas.
  2. Lelah
    Aktivitas yang sangat padat, meskipun hanya bermain, membuat anak lelah sehingga memicu tantrum.
  3. Overstimulasi
    Stimulasi berlebihan bisa membentuk anak tidak nyaman. misalnya, anak berada pada ruangan yang bising atau digendong banyak orang.
  4. Frustrasi
    Rasa frustasi timbul umumnya sebab keinginannya tidak dipenuhi.
  5. Anak ingin diperhatikan orangtua
    Anak merasa tidak didengar oleh orangtua tetapi dia sulit mengungkapkan emosinya.

Tantrum dan Cara Mengatasinya

Tantrum adalah hal normal pada tahapan perkembangan anak. Akan tetapi, kerap kali tantrum membuat orangtua putus harapan. Lalu, bagaimana cara mengatasi anak tantrum? Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan orang tua saat anak tantrum, yaitu diantaranya :

  • Berikan perhatian cukup dan beri kebanggaan ketika mereka melakukan hal yang baik.
  • Beri anak kendali, contohnya tawarkan pilihan dibandingkan hanya jawaban iya atau tidak.
  • Alihkan perhatiannya, misalnya pindah ke ruang lain, tawarkan mainan, atau nyanyikan lagu.
  • Jangan biarkan sikap seperti memukul, menendang, menggigit, atau melempar barang. Orangtua tidak boleh mentolerir perilaku seperti itu.
  • Pahami waktu-waktu anak tantrum dan bersiap menghadapinya. Misalkan puncak tantrum anak ketika lapar, maka bawa kudapan saat bepergian. Atau, bila anak sering tantrum ketika lelah, prioritaskan tidur siang.
  • Saat orangtua merasa lelah, ambil waktu. Jangan paksakan menghadapi anak tantrum pada saat “frustrasi”.

Demikian pembahasan artikel mengenai tantrum dan cara mengatasinya. Anda tidak perlu khawatir dengan hal ini. Seiring bertambahnya usia, kemampuan berbahasa anak akan semakin meningkat. Selain itu, anak juga lebih bisa untuk mengendalikan emosi sebagai salah satu perkembangan sosial emosional anak usia dini.

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Pada artikel kali ini akan  membahas mengenai pengertian karakter dan kepribadia, bagaimana perbedaan karakter dan kepribadian, dan sifat-sifat dari karakter dan kepribadian.

Pengertian Karakter

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Lance Morrow menyebutkan bahwa karakter menyebarkan nilai dan merupakan karya peradaban. Di sisi lain, Ralph Waldo Emerson menegaskan bahwa karakter lebih tinggi dari kecerdasan. Karakter yang memungkinkan orang untuk bertahan hidup, bertahan dan mengatasi kesedihan mereka dalam dunia yang tepat. Steven Covey menyebut bahwa untuk melakukannya dengan baik, kita harus berbuat baik dan untuk berbuat baik, kita harus menjadi baik lebih dahulu.

Karakter menentukan cara kita bertindak saat kita berpikir bahwa orang lain tak melihat kita. Seperti pepatah lama yang berbunyi, “Karakter adalah apa yang Anda lakukan ketika tidak ada orang yang melihat.” Kebaikan menjadi isi karakter yang baik. Kebaikan terdiri dari : kejujuran, keberanian, keadilan, sampai kasih sayang, menjadi disposisi untuk kita berperilaku secara bermoral. Atas kualitas manusia, karakter ialah objektivitas yang baik.

Pengertian Kepribadian

Kepribadian merupakan suatu tatanan tak kasat mata yang bisa mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Sebuah proses yang terus menerus dan konsisten sepanjang hidup membentuk kepribadian. Ini juga bisa memberi pengaruh terhadap cara pengambilan keputusan.

Sebelum mempertimbangkan kemampuan bekerja, kita cenderung mempertimbangkan kepribadian seseorang terlebih dahulu. Ini sering terlihat dalam dunia kerja, ketika banyak pemimpin yang menempatkan seseorang berdasarkan rasa suka-tak suka, bukan kemampuannya.

Rumus Kepribadian

Karakter dasar sudah mulai dibentuk sejak usia di bawah lima tahun. Menunjukkan bahwa pendidikan dan pola asuh dalam keluarga membentuk karakter dasar yang akan terbawa sampai kita dewasa.

Selanjutnya, karakter dasar biasanya akan mulai mendapat pengaruh eksternal dari berbagai sumber setelah kita melewati usia 5 tahun. Misalnya, dari pengalaman, pendidikan, nilai-nilai, sampai kepercayaan. Meski begitu, karakter dasar akan tetap ada dan tak bisa hilang, sebesar apa pun pengaruh lingkungan kita. Kalaupun tak terlihat lagi, itu karena karakter dasar hanya tertutup oleh pengaruh lingkungan, tak sungguhan hilang.

Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Dalam dunia psikologi, ketika kita berpikir tentang Diri, kepribadian kita adalah segalanya. Itu adalah “kita” dari atas ke bawah: semua perilaku, minat, pemikiran, keyakinan, pengalaman, dan sifat yang membuat kita unik di dunia ini. Sebagian besar model kepribadian modern setuju bahwa fondasi kepribadian adalah kehidupan kita. Pengalaman dan lingkungan membantu kita mengembangkan aspek lain dari kepribadian sejak saat itu.

Dengan kata lain, kita tidak dilahirkan dengan kepribadian tertentu. Ini dapat berubah dan beradaptasi terus-menerus, terutama selama 2 dekade pertama kehidupan. Setelah itu, perubahan kecil kemungkinannya atau tidak begitu signifikan.

Teori kepribadian modern menyarankan kepribadian dimulai dengan temperamen bawaan. Seiring waktu, kita mengembangkan karakter saat terlibat dalam pengalaman sehari-hari, dan begitulah kepribadian kita berkembang. Karakter dan temperamen berbaur dan berkontribusi pada sifat kepribadian kita, tetapi tidak semuanya.

Lebih Penting Karakter atau Kepribadian?

Karakter merupakan salah satu aspek dari kepribadian. Itu dapat mempengaruhi bagian utama kehidupan, seperti pekerjaan, lingkaran sosial, aktivisme, dan kriminalitas. Itu mungkin menentukan banyak pilihan hidup kita. Ini juga penting dalam menentukan hasil dari tujuan dan hubungan pribadi.

Karakter dapat dilihat sebagai esensi, sedangkan kepribadian adalah bagaimana kita mengekspresikan esensi tersebut. Dalam hal ini, mereka saling berpengaruh. Kepribadian memiliki pengaruh yang lebih kuat pada kesehatan secara keseluruhan, tetapi karakter dapat mempengaruhi keputusan hidup sehari-hari dan bersifat sangat krusial.

Sifat-Sifat Karakter dan Kepribadian

Karakter dan kepribadian digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang, keduanya memeriksa aspek yang berbeda dari individu tersebut. Kepribadian seseorang lebih terlihat, sedangkan karakter seseorang terungkap dari waktu ke waktu, melalui berbagai situasi.

Kepribadian lebih mudah dikenali, sebagian besar bersifat statis dan lambat berkembang. Sebaliknya, karakter membutuhkan waktu lebih lama untuk dilihat tetapi lebih mudah untuk diubah. Karena karakter dibentuk oleh keyakinan, dengan usaha dan motivasi yang cukup, mengubah cara pandang dan pandangan seseorang terhadap dunia dapat menyebabkan perubahan karakter seseorang.

Jika seseorang menganggap perubahan di lingkungannya signifikan, maka keyakinannya akan berubah untuk mengakomodasi perubahan tersebut. Misalnya, seseorang yang mungkin memiliki kepribadian pemalu dapat belajar untuk mengubah sikapnya ketika berbicara di depan umum saat berperan sebagai seorang guru. Tuntutan sosial dan eksternal baru menyebabkan pergeseran internal yang mengubah sikap mereka.

Dengan cara ini, meskipun preferensi bawaan individu adalah menjauh dari publik, kepercayaan dan nilai yang membentuk perilaku mereka dapat berevolusi untuk mencerminkan nilai kelompok dan komunitas terdekat mereka. Kesadaran dan kemampuan beradaptasi seperti itu membantu kelangsungan hidup (Kurtus, 2011).

Intinya adalah, terlepas dari pentingnya ciri-ciri kepribadian bawaan, kita dapat mengatasinya seperti yang diminta oleh tuntutan pribadi atau budaya.