Manfaat Melakukan Donor Darah

Setelah membahas mengenai mengidentifikasi kondisi yang menjadi standar untuk melakukan donor danar, maka pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja manfaat yang didapatkan dari melakukan donor darah.

Manfaat Melakukan Donor Darah

Manfaat dari kegiatan donor darah tak hanya diterima oleh orang yang didonorkan, tetapi pendonor juga akan mendapatkan manfaat dari donor darah yang dilakukannya. Berikut ini beberapa manfaat yang didapatkan dari kegiatan donor darah, diantaranya yaitu :

  1. Membantu membakar kalori
    Melalui donor darah, kalori dalam tubuh akan ikut terbakar, sehingga berat badan ikut menurun. Ketika orang dewasa memberikan kurang lebih 450 mililiter darahnya, maka otomatis kalori juga akan ikut terbakar.
  2. Membantu mendeteksi dini penyakit yang ada dalam darah
    Ketika mendonorkan darah, maka darah tersebut dapat dipergunakan untuk pemeriksaan kesehatan, karena darah yang didonorkan akan masuk ke Laboratorium. di dalam laboratorium, darah kamu akan diperiksa. Rekan-rekan medis akan memeriksa apakah kamu mempunyai sebuah penyakit. Bila hasilnya merupakan kamu negative berasal semua penyakit, maka darah kamu bisa disumbangkan. Darah kamu akan disalurkan pada mereka yang membutuhkannya. Jika memang hasilnya tidak baik, maka tim medis akan memberitahukan kepada engkau .
  3. Meningkatkan produksi sel darah baru
    Ketika pendonor rutin melakukan donor darah, maka akan merangsang produksi sel darah yang baru. Oleh sebab itu, produksi darah akan semakin banyak. Tubuh akan menjadi tetap sehat dan merasa melakukan sesuatu secara efisien.
  4. Menurunkan resiko penyakit jantung
    Orang yang rutin melakukan donor darah akan menjadikan jantungnya tetap sehat, karena donor darah akan meningkatkan zat gizi di dalam darah. Sehingga dapat mengurangi resiko mengalami penyakit jantung.
  5. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah

    Manfaat melakukan donor darah yang dilakukan secara rutin akan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang ada didalam tubuh akan menurun akibat dari donor darah.
    Donor darah bisa menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi taraf kekentalan pada darah, ini akan membantu untuk menurunkan kadar LDL. LDL ialah kolesterol yang bisa mengakibatkan dilema pada kesehatan.

  6. Menurunkan resiko terkena penyakit kanker
    Resiko terkena kanker dalam hal ini seperti kanker hati, kanker paru-paru, kanker perut, dan kanker tenggorokan. Hal ini karena zat besi yang hiperbola pada tubuh akan hilang, karena dikeluarkan oleh tubuh melalui donor darah.
    Zat besi yang hiperbola dalam darah merupakan salah satu dilema, karena akan menaikkan radikal bebas yang ada dalam tubuh. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjangkit penyakit kanker dan dilema penuaan.
  7. Mempercepat proses penyembuhan luka
    ketika kamu donor darah, maka akan terjadi sebuah penyesuaian di pada tubuh. Penyesuaian tersebut adalah berkurangnya sel darah merah. Penyesuaian tubuh ini diperlukan saat engkau sedang terluka dan mengakibatkan kurangnya sel darah. Maka dari itu, keliru satu manfaat donor darah ialah dapat menyembuhkan luka menjadi lebih cepat.
  8. Menurunkan resiko penyakit pada pembuluh darah
    Donor darah yang dilakukan secara teratur akan menurunkan tingkat kekentalan dalam darah. Kekentalan darah ini tidak baik, karena dapat berpotensi lebih mudah terkena penyakit pembuluh darah. Gesekan yang terjadi pada pembuluh darah akan merusak sel dinding pembuluh darah, hal ini beresiko menyumbat pembuluh darah.
  9. Berpotensi menjadi lansia yang sehat

    Saat ini banyak lansia yang saat ini memiliki kesehatan yang baik. Meskipun usianya telah lanjut, kesehatannya tetap prima. Salah satunya karena donor darah, dan rutin melakukan donor darah sejak muda. Itulah sebabnya tetap sehat diusia lanjut.

  10. Membuat pikiran menjadi lebih stabil
    Beberapa orang merasa lebih bahagia dan tenang setelah melakukan donor darah, karena secara tak langsung telah membantu orang lain yang membutuhkan darah. Salah satu tujuan donor darah adalah untuk menolong orang. Seseorang yang memiliki tujuan seperti itu memiliki risiko kematian yang rendah.

Mengidentifikasi Kondisi Donor Darah

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mengidentifikasi kondisi seseorang untuk siap melakukan donor darah. Manfaat dari donor darah tak hanya diterima oleh orang yang didonorkan, tetapi pendonor darah juga akan mendapatkan manfaat dari kegiatan donor darah tersebut.

Memahami Defisini Donor Darah

Donor darah merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela, kegiatan ini memiliki manfaat yang cuku besar bagi pendonor maupun bagi yang didonorkan. Karena melalui donor darah, nyawa seseorang bisa diselamatkan.

Darah yang berasal dari setiap pendonor akan dikumpulkan, pengumpulan dilakukan melalui jarum steril yang digunakan hanya sekali pakai. Kemudian, darah akan ditampung pada sebuah kantong steril.

Biasanya, donor darah akan mengambil kurang lebih 500 mililiter darah. Jumlah tersebut merupakan jumlah dari lebih kurang 8% dari total keseluruhan darah yang terdapat dalam tubuh seseorang.

Prosedur dari donor darah ini bisa dilakukan tanpa menyumbangkan komponen darah sepenuhnya, dapat menyumbangkan komponen darah tertentu, misalnya plasma atau trombosit saja.

Jumlah yang diberikan pada pendonor untuk mendonor komponen darah tertentu tentu saja tidak sama, hal ini tergantung pada berat badan dan tinggi badan pendonor. Jumlah trombosit juga akan mempengaruhi jumlah darah yang diambil.

Apakah Donor Darah Diizinkan oleh Pemerintah?

Peraturan mengenai donor darah diatur pada Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2011, tentang pelayanan donor darah yang diatur oleh Palang Merah Indonesia atau PMI sebagai tujuan sosial dan humanisme.

Mekanisme ini berada dibawah pengawasan PMI dan dijamin oleh UU No. 36/2009 perihal Kesehatan, bahwa pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan donor darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, tercantum pada Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 2011 mengenai Pelayanan Darah mendefinisikan Pelayanan darah sebagai upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan humanisme dan tidak untuk komersial.

Penyediaan darah adalah rangkaian aktivitas pengambilan serta pelabelan darah pendonor, pencegahan penularan penyakit, pengolahan darah, dan penyimpanan darah pendonor.

Mengidentifikasi Kondisi yang diperbolehkan untuk Donor Darah

Kegiatan donor darah merupakan salah satu kegiatan yang mulia, tetapi tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Berikut ini beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk melakukan donor darah, diantaranya yaitu :

  • Berat badan minimal 45 kilogram
  • Minimal usia 17 tahun
  • Maksimal berusia 70 tahun
  • Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 sampai dengan 120/80 mmHg
  • Jarak waktu donor darah terakhir minimal 3 bulan atau 12 minggu setelah donor darah terakhir
  • Memiliki kadar hemoglobin kurang lebih 12,5-17 g/dL serta tak lebih dari 20 g/dL
  • Tidak sedang demam dan kondisi lemas
  • Bersedia menyumbangkan darah secara cuma-cuma

Untuk menjadi seorang pendonor darah, harus memperhatikan kesehatan dirinya. Karena hal ini akan menyangkut keselamatan orang lain, maka pendonor tidak boleh sedang menderita sakit tertentu, misalnya seperti kondisi dibawah ini :

  • Memiliki tekanan darah terlalu rendah atau terlalu tinggi
  • Menderita penyakit epilepsi (kejang-kejang)
  • Sedang menjalani pengobatan tertentu, sehingga mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Menderita penyakit menular atau sangat beresiko tertular, misalnya hepatitis, sifilis, HIV/AIDS, dan lain sebagainya.
  • Mempunyai riwayat penggunaan narkoba dalam bentuk suntik
  • Kecanduan minuman keras
  • Memiliki gangguan pendarahan seperti hemofilia