Mencoba Meditasi Menatap Bulan

Artikel kali ini akan membahas mengenai tips mencoba jenis meditasi Vipassana dan menatap bulan. Meditasi merupakan salah satu metode untuk menuntaskan berbagai duduk perkara pada kehidupan.

Hal ini mengajarkan cara untuk tetap fokus, konsentrasi dan menghilangkan tekanan. Meditasi dapat membantu menaikkan kedamaian dalam kehidupan, menyeimbangkan keseimbangan pikiran, tubuh serta jiwa kita.

Mencoba Meditasi Menatap Bulan

Dengan meditasi secara bersiklus, bisa mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan ketenangan diri. Meditasi juga dapat membantu kita memahami diri kita dengan lebih baik.

Meditasi dapat mengetahui bagaimana pikiran kita beroperasi serta mengontrol respon kita terhadap berbagai situasi.

Oleh sebab itu, meditasi bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi banyak sekali masalah serta mencapai kesuksesan dalam kehidupan kita. Berikut ini beberapa macam meditasi yang cukup unik yang dapat dicoba, diantaranya yaitu :

Meditasi Vipassana

Vipassana, merupakan salah satu bentuk meditasi Buddhis tertua, artinya dasar bagi banyak teknik mindfulness modern. istilah “vipassana” berarti melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.

Itulah fokus asal pendekatan ini, yaitu mengamati pikiran serta perasaan ketika hal itu ada tanpa memikirkan atau menghakiminya.

Manfaatnya yaitu orang yang berpartisipasi pada kursus meditasi vipassana melaporkan tingkat stres yang lebih rendah setelah enam bulan dibandingkan mereka yang tidak mengikuti kursus tersebut.

Juga akan mengalami peningkatan kebaikan diri, perhatian, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Memiliki taraf kecemasan dan depresi yang lebih rendah sesudah menyelesaikan kursus meditasi mindfulness selama 40 hari.

Orang yang berlatih meditasi vipassana acapkali melaporkan taraf penerimaan diri yang lebih tinggi dan korelasi yang lebih positif. Meditasi vipassana dapat meningkatkan penekanan dan konsentrasi serta meningkatkan kesadaran diri.

Berikut ini cara berlatih meditasi vipassana menurut Orth, yaitu :

  • Menemukan daerah yang hening dan ambil posisi duduk yang nyaman sebelum memejamkan mata.
  • Ketika menarik serta membuang napas, fokuslah pada gerakan perut membesar dan mengempis.
  • Jika sedang banyak pikiran, perhatikan saja dedaunan yang mengalir pada sungai atau awan melintas di langit tanpa terhanyut olehnya. Juga bisa mencoba menghitung setiap napas masuk dan keluar apabila ini membantu tetap fokus pada pernapasan.
  • Mencoba memberi label pada pikiran, perasaan, atau sensasi apa pun yang ada. Contohnya, mungkin diam-diam mengatakan “perencanaan” ketika mulai memikirkan daftar tugas yang harus dilakukan hari itu.

Bermeditasi setidaknya selama tiga sampai lima menit untuk menerima kegunaannya, meskipun bisa melanjutkannya selama yang diinginkan.

Meditasi Menatap Bulan

Kegiatan menatap bulan bisa memiliki impak penyembuhan pada tubuh. Para praktisi meyakini, seperti tarikan gravitasi bulan yang mensugesti pasang surut air laut, bulan juga bisa mensugesti tubuh insan karena sebagian besar tubuh insan terdiri dari air.

Manfaat dari praktik ini termasuk peningkatan kualitas tidur, relaksasi, konsentrasi, dan memperdalam intuisi. Belum terdapat penelitian ilmiah yang secara tegas mengeksplorasi dampak potensial dari aktivitas menatap bulan.

Meski begitu, hubungan antara fase bulan serta daur menstruasi, yang mendukung keyakinan bahwa menatap bulan dapat membantu mengatur menstruasi. Meditasi di alam terbuka diklaim lebih bermanfaat daripada di pada ruangan.

Sebab paparan alam membantu mengurangi pengembaraan pikiran, menaikkan kehadiran dan pencerahan selama praktik.  Mencoba meditasi menatap bulan, yaitu :

  • Temukan ruang terbuka di luar ruangan dimana bisa melihat bulan, serta duduklah dalam posisi yang nyaman.
  • Tataplah bulan menggunakan penuh rasa ingin tahu, perhatikan bagaimana cahayanya terlihat dan terasa pada paras.
  • Sambil terus menghirup serta menghembuskan napas, bayangkan menghirup cahaya bulan yang menyembuhkan sampai memenuhi semua tubuh.
  • Lanjutkan menatap selama yang engkau inginkan. Lakukan meditasi bulan selama 5 menit mulai pertama kali memulai, namun silakan bermeditasi selama satu jam atau lebih apabila suka.

Masalah Serius yang Sering Disepelekan!

Salah satu masalah serius yang sering disepelekan yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan permasalahan yang masih menjadi ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun pada umumnya, orang-orang masih sering menyamakan istilah “cuaca” dan “iklim”. Padahal kedua istilah tersebut berbeda. Bahkan, istilah ilmu yang mempelajari kedua hal tersebut juga berbeda. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Sebelum membahas lebih jauh tentang perubahan iklim, mari kita pahami terlebih dahulu perbedaan antara “cuaca” dan “iklim”.

Masalah Serius yang Sering Disepelekan!

Definisi Cuaca

Terdapat beberapa definisi cuaca dari para ahli:

  • Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu waktu, termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979)
  • Keadaan variabel atmosfer secara keseluruhan di suatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980)
  • Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain; suhu, tekanan angin, kelembaban dan fenomena hujan. Keadaan atmosfer ini harus berada di suatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang relatif pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1087)

Berdasarkan definisi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa cuaca adalah sebuah keadaan atmosfer yang terjadi di suatu wilayah dalam kurun waktu relatif pendek dan memiliki parameter suhu, tekanan angin, kelembaban, dan fenomena hujan.

Definisi Iklim

Terdapat beberapa definisi iklim dari para ahli:

  • Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang. Secara statistik, kejadian ini cukup dapat menunjukan nilai berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979)
  • Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gleen T. Trewartha, 1980)
  • Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain; suhu, tekanan, angin, kelembaban, yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu yang panjang (Gibbs, 1987)

Berdasarkan definisi diatas, bahwa iklim adalah sebuah kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer seperti suhu, tekanan, angin, dan kelembaban yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu yang panjang.

Dari penjabaran kedua definisi tersebut, dapat kita lihat bahwa “cuaca” dan “iklim” merupakan dua hal yang berbeda: Cuaca merujuk kepada keadaan atmosfer di suatu wilayah dalam kurun waktu pendek. Iklim lebih merujuk kepada kebiasaan cuaca dan unsur atmosfer lain yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu relatif panjang.

Apa Itu Perubahan Iklim?

Perubahan iklim merupakan perubahan kondisi fisik atmosfer bumi yaitu perubahan suhu, dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai lapisan kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik yang terjadi tidak hanya terjadi secara sesaat, tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. IPCC (Intergovernmental Panel in Climate Change) (2001), menjelaskan bahwa perubahan kondisi fisik atmosfer pada bumi terjadi karena proses alam internal, dan kekuatan eksternal seperti ulah manusia yang terus menerus mengubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.

Pemanasan Global merupakan Perubahan Iklim Terburuk Saat Ini

Istilah perubahan iklim (climate change) sering disamakan dengan pemanasan global,  padahal pemanasan global merupakan bagian dari perubahan iklim. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi (troposfer), yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim secara global.

Pemanasan global diakibatkan oleh meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (Karbon Dioksida, Karbon Monoksida, Metana, dan Freon), yang merupakan jenis gas yang dapat menangkap sinar matahari dan mengurungnya di atmosfer bumi.

Gas Rumah Kaca kebanyakan berasal dari ‘sampah’ yang dihasilkan oleh manusia, tepatnya aktivitas memproduksi, mengelola, dan membuang ‘sampah’. Aktivitas tersebut misalnya pembabatan hutan, penggunaan bahan bakar fosil (bensin), asap kendaraan, sampah yang tidak terolah dengan baik dan membusuk di tempat pembuangan sampah dan air limbah.

Meskipun pemanasan global hanyalah satu bagian dari perubahan iklim, saat ini pemanasan global menjadi fenomena perubahan iklim yang harus kita tanggapi dengan cepat dan konsisten. Hal tersebut karena perubahan temperatur yang drastis dan tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak sangat buruk yang signifikan terhadap aktivitas manusia itu sendiri.

Demikian pembahasan mengenai masalah serius yang sering disepelekan banyak orang, padahal setiap perubahan iklim tanpa disadari sangat berdampak pada kehidupan manusia.