Slow Living Pagi Hari

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana slow living ketika pagi hari. Praktik slow living bisa sangat berguna buat diterapkan di pagi hari.

Gaya hidup ini membuat lebih tenang serta fokus sehingga berguna menaikkan produktivitas saat menjalani hari. Sayangnya, rutinitas pagi hari yang serba cepat serta sibuk kadang membentuk kita sulit mewujudkannya.

Melakukan slow living di pagi hari

Slow living sebenarnya bisa diterapkan setiap hari, bagi yang sudah terbiasa. Namun jika masih pemula, bisa mencoba mempraktikkannya di akhir pekan yang tergolong lebih santai.

Pagi bisa sangat sibuk sehingga memperkenalkan rutinitas pagi ala slow living bisa menaikkan produktivitas dan pola pikir secara besar-besaran.

Ini ihwal serius pada perawatan diri dan mengurangi stres; mempromosikan kesejahteraan fisik, emosional, dan mental memulai dengan langkah yang benar.

Slow living pada pagi hari menyampaikan kontrol lebih besar untuk mengatur hari, bukan kebalikannya.

Berikut ini beberapa saran melakukan slow living yang bisa dicoba ketika pagi hari, diantaranya yaitu :

  • Bangun lebih awal
    Slow living diawali menggunakan bangun lebih awal agar tidak terburu-buru memulai hari. Mempunyai lebih banyak waktu untuk menjalani hari dengan hening dan tanpa gangguan.
    Waktu tersebut bisa digunakan untuk melakukan banyak sekali hal lain seperti duduk santai, membaca berita, minum teh atau menikmati mentari terbit. Dilakukan dengan kelambatan yang lembut dan tidak perlu terburu-buru.
    Kebiasaan bangun awal wajib dipertahankan selama setidaknya 21 hari supaya tubuh terbiasa.
  • Siapkan malam sebelumnya
    Pagi hari yang lancar serta bebas stres harus dipersiapkan semenjak malam sebelumnya. Siapkan sandang kerja serta seragam sekolah yang akan dipakai anak dan kemasi tas yang dibawa.
    Susun hidangan sarapan serta bekal, jika perlu persiapkan bahan-bahannya sehingga mampu eksklusif diolah selesainya bangun tidur.
    Membentuk pula banyak keputusan pada pagi hari akan memperlambat serta melelahkan otak sepanjang sisa hari itu. Apalagi sebenarnya mempunyai kemauan serta keterampilan yang terbatas untuk membentuk keputusan setiap hari.
  • Berolahraga

    Olahraga di pagi hari menjadi bagian berasal praktik slow living karena bermanfaat menghasilkan lebih berenergi, merangsang tubuh, serta melancarkan sirkulasi darah.
    Cara yg dianjurkan termasuk berlatih yoga, melakukan peregangan ringan, atau keluar tempat tinggal buat lari atau jalan kaki di bawah sinar matahari pagi.
    Kegiatan fisik memiliki potensi akbar untuk menaikkan kesejahteraan dan tidak perlu menjadi rutinitas kebugaran yang berdampak tinggi yang menghasilkan Anda sakit selama berhari-hari.

  • Mulai hari dengan rasa syukur
    Biasakan untuk memulai hari dengan rasa syukur serta niat positif. Sewaktu bangun, tersenyumlah dan penuhi diri dalam perasaan penghargaan serta syukur sebelum bangun asal tempat tidur.
    Mampu melakukan aneka macam hal yang bisa menginspirasi selama satu jam sebelum setidaknya memulai rutinitas. Baca sesuatu yang menginspirasi. Pikirkan perihal apa yang ingin dicapai hari ini.
    Mampu pula memanfaatkan jurnal rasa syukur untuk mengingat pulang hal-hal baik dalam hidup, apa pun yang kita hadapi. Afirmasi diri, aktivitas fisik yang menyegarkan dan motivasi diri yang membangkitkan semangat.
  • Beraktivitas di luar ruangan
    Hanya dengan 10 menit yang dihabiskan pada bawah sinar matahari dapat membantu meningkatkan serotonin serta menghentikan dari rasa kantuk atau sedih.
    Selain itu, lebih banyak beraktivitas terbukti membantu tidur lebih nyenyak.
  • Hindari pribadi menggunakan ponsel
    Slow living mengajari untuk lebih menghargai eksistensi diri sebagai akibatnya ponsel sebaiknya dijauhkan sesaat. Faktanya, kesamaan eksklusif memakai ponsel setelah bangun tidur menyampaikan banyak sekali dampak negatif yang meracuni diri.
    Otak kreatif paling selaras saat pertama kali bangun di pagi hari, jadi manfaatkan saat ini untuk melatih otak mendapatkan aktivitas.
    Misalnya seperti berolahraga, menghabiskan saat beserta keluarga, mendengarkan podcast, atau bahkan menghasilkan secangkir kopi menggunakan mindfulness.
    Cobalah luangkan waktu beberapa jam setiap pagi tanpa ponsel untuk lebih fokus pada diri sendiri serta tidak terganggu oleh pesan, notifikasi, atau konten media sosial.

Memilih Waktu Untuk Membaca

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memilih waktu yang nikmat untuk membaca buku. Buku merupakan jendela dunia, hal ini sudah menjadi rahasia umum para penikmat buku.

Bagi beberapa orang, membaca buku merupakan salah satu langkah untuk healing atau bersantai sejenak dari padatnya aktifitas. Memilih waktu yang tepat untuk membaca buku bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Memilih Waktu Untuk Membaca

Tetapi setiap orang memiliki pendapat masing-masing mengenai kapan waktu untuk membaca buku yang tepat. Ada yang suka membaca buku sebelum melakukan aktifitas, ada yang setelah bekerja seharian, bahkan menjelang tidur.

Memilih Waktu yang Tepat untuk Membaca Buku

Biasanya orang-orang memilih beberapa waktu dibawah ini untuk membaca buku, hal ini tergantung kesenangan dan kebutuhan masing-masing pembaca, diantaranya yaitu :

  • Dini Hari

Beberapa orang memilih membaca buku ketika dini hari atau sebelum tidur malam. Apabila ingin tidur tetapi mata masih terjaga, dapat mencoba untuk membaca buku, karena terdapat rasa nyaman ketika membaca buku di malam hari.

Waktu ini juga dipercaya untuk menaikkan kualitas tidur. Waktu dini hari memiliki kesunyian dan keheningan yang bagus, sehingga dipercaya dapat memimbulkan suasana yang baik untuk tidur maupun istirahat.

Untuk mempermudah tidur, bisa mencoba membaca buku yang sifatnya ringan, seperti novel atau buku mengenai kesadaran diri sendiri (mindfullness).

  • Pagi hari ketika mentari terbit

Membaca buku ketika akan terbit mentari menjadikan seseorang lebih fokus untuk mengetahui sesuatu hal, karena pada waktu ini suasana masih sangat tenang. Hanya ada suara ayam berkokok dan udara yang masing segar, belum adanya suara kendaaran dijalanan, dan belum adanya suara orang berlalu-lalang.

Waktu ini sangat baik untuk pelatihan fokus dan menimba ilmu. Membaca buku dapat menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan sebelum beraktifitas. Ketika pagi hari juga waktu yang tepat bagi otak untuk lebih cepat memahami bacaan, karena kondisi pikiran masih segar.

  • Ketika Bangun Tidur

Ketika bangun tidur, otak akan berfikir kegiatan apa yang akan dilakukan setelahnya, maka dapat membaca buku. Hal yang wajib dihindari saat bangun tidur yaitu mengoperasikan ponsel, karena dapat memicu rasa malas untuk bangun dari tempat tidur.

Saat bangun tidur merupakan waktu yang paling produktif bagi seseorang, baik bangun tidur pada pagi, siang, sore, maupun malam hari. Kepuasan setelah bangun tidur menjadikan lebih mudah fokus, sehingga baik digunakan untuk membaca buku.

  • Saat Turun Hujan

Banyak orang yang menyukai suasana ketika hujan turun karena bisa memberikan perasaan hangat dan syahdu untuk membaca. Hujan bisa dikatakan obat untuk menenangkan jiwa dan pikiran.

Hujan dapat mengakibatkan suasana sebagai lebih dingin dan damai. Hal ini tentu cocok untuk orang yang suka menghayal dan mencari wangsit saat sela-sela aktivitas kesehariannya. Hujan dapat menjadikan seseorang menjadi lebih sensitif.

Daya pikir otak yang tercipta pada saat hujan turun akan mengalami peningkatan 3 kali lipat karena suasana yg nyaman. Maka dari itu, teman yang cocok ketika hujan adalah buku dan secangkir minuman hangat.

  • Setelah Mandi

Pada waktu engkau bangun di pagi hari, apabila masih merasa ngantuk dan susah untuk diajak beraktivitas, mandi dapat menjadi obat yang mujarab untuk menghilangkan rasa kantuk sekaligus membuat pikiran lebih segar.

Bagi orang yang tidak terlalu menyukai kegiatan membaca buku memiliki anggapan bahwa goresan pena yang mungil dan banyak akan sangat cepat memunculkan rasa kantuk.

Maka dari itu, mandi bisa dipergunakan menjadi obat atau solusi untuk menghilangkan rasa kantuk dan rasa bosan. Beberapa orang juga mengaku bisa mengatasi beraneka macam kendala, sebagai akibatnya lebih fokus untuk memulai baca buku.

Menyadari Berjemur Pagi Hari

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara menyadari berjemur pada saat pagi hari. Kebiasaan berjemur merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan oleh masyarakat ketika di pagi hari.

Menyadari Berjemur Pagi Hari

Menyadari Pentingnya Berjemur di Pagi Hari

Kegiatan berjemur biasanya dilakukan oleh bayi dan orang yang berusia lanjut. Tetapi saat pandemi covid-19 yang cukup lama melanda, berjemur dilakukan mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga orang yang berusia lanjut.

Beberapa studi penelitian mengatakan bahwa menyadari kegiatan berjemur di pagi hari dapat mendatangkan beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh. Kegiatan ini juga merupakan terapi yang bagus untuk kesehatan, karena kandungan baik yang dipancarkan oleh sinar mentari pagi.

Orang-orang yang rajin berjemur ketika pagi biasanya membutuhkan vitamin yang dipancarkan oleh sinar mentari yang menyentuh kulit, oleh sebab itu kebiasaan berjemur ini juga sangat baik untuk anak bayi maupun orang dewasa hingga lanjut usia.

Waktu yang Tepat untuk Berjemur pada Pagi Hari

Sinar mentari pada pagi hari memang dikenal sangat baik untuk tubuh, terutama kulit. Tetapi harus tetap memperhatikan waktu yang akan digunakan untuk berjemur. Meskipun ingin berjemur, tetapi wajib memperhatikan waktu yang digunakan, agar mendapat hasil yang maksimal.

Waktu yang dinilai tepat untuk melakukan kegiatan berjemur dimulai pukul 8 pagi hingga 10 pagi. Bagi beberapa pendapat, berjemur yang dilakukan sebelum pukul 9 pagi dinilai kurang baik, karena gelombang sinar ultraviolet dari mentari belum berkurang.

Sehingga pada beberapa orang memilih untuk berjemur mulai pukul 9 pagi, karena pada saat itu sinar mentari bersifat baik untuk kulit dan gelombang sinar ultraviolet dari mentari mulai berkurang, agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Apabila berjemur mulai pukul 8 pagi, maka sinar mentari belum memiliki kandungan UV B. Seperti diketahui, kandungan UV B inilah kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk berjemur mulai pukul 9 pagi hingga 10 pagi.

Durasi yang Tepat untuk Berjemur

Meskipun bagus untuk kulit, bukan berarti durasi berjemur tidak dibatasi. Durasi yang tepat untuk berjemur yaitu 15 sampai 20 menit saja. Sangat tidak disarankan apabila terlalu lama berjemur, karena dapat membahayakan kulit.

Kulit yang terlalu lama terkena sinar mentari justru akan terbakar, menyebabkan kulit menjadi kering dan kusam, hal ini dinamakan dengan penuaan dini. Kulit yang terlalu lama terkena sinar mentari akan mengganggu jaringan yang ada di lapisan kulit.

Dampak terburuk dari terlalu lama berjemur ialah menjadinya penyakit kanker kulit.

Berjemur pada pagi hari memang dianjurkan, tetapi sebaiknya mengurangi durasi berjemur setiap hari. Cukup dengan waktu yang lebih singkat. Selain itu, kamu juga bisa berjemur di pagi hari sebanyak tiga kali dalam seminggu. Durasi berjemurnya relatif 20 menit saja.

Bagian Tubuh yang terkena Sinar Mentari

Bagian tubuh yang terkena sinar mentari juga wajib menjadi perhatian, karena tidak semua bagian tubuh. Terdapat beberapa bagian tubuh yang sebaiknya terkena sinar mentari, seperti lengan, permukaan tangan kanan dan kiri.

Selain itu, bagian paha dan tungkai bawah juga sebaiknya terkena sinar mentari. Bagian lain yang baik terkena sinar mentari yaitu punggung. Sangat dianjurkan untuk menutupi bagian tubuh yang sensitif terhadap sinar mentari.

Contohnya seperti wajah, sebisa mungkin untuk menutupinya dengan memakai topi atau kain handuk. Selain itu, mata pula termasuk bagian tubuh yang sensitif, dapat menutupi bagian mata dengan kaca mata hitam.