Mengundurkan Diri dengan Tepat

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai berbagai alasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dengan tepat. Setelah lama meniti karir, mungkin ada saatnya untuk berfikir mengundurkan diri dari pekerjaan.

Mengundurkan Diri dengan Tepat

Mengundurkan diri tanpa pamit dapat menjadikan seorang karyawan terlihat tidak kompeten dan tidak menghargai kantor tempat bekerja beserta atasan-atasannya.

Apabila ingin mengundurkan diri, buatlah alasan yang masuk akal yang dapat menggambarkan nilai dari seseorang tersebut

Berikut ini merupakan beberapa alasan yang kerap digunakan seseorang untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan tepat, diantaranya yaitu :

  • Burnout
    Burnout merupakan suatu kondisi kelelahan fisik dan mental yang dapat terjadi akibat tekanan yang berlebihan pada pekerjaan, kondisi ini dapat memicu stres pada seseorang.
    Stres dalam bekerja memang seringkali terjadi, penyebabnya yaitu munculnya tuntutan kerja, waktu kerja yang sangat diporsir, dan lain sebagainya.
    Apabila seorang karyawan merasa burnout terhadap pekerjaannya saat ini, maka akan sangat mempengaruhi profesional dan produktifitas dalam suatu pekerjaan atau tanggung jawab.
    Apabila burnout ini terlalu sering terjadi, maka dengan mengundurkan diri dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memulihkan fisik, mental maupun emosi yang selama ini bersifat negatif.
  • Konflik Etika atau Moral
    Permasalahan yang berhubungan dengan etika atau moral mampu terjadi ketika tuntutan dan nilai-nilai kantor tidak sejalan dengan nilai-nilai serta kepercayaan pribadi yang dimiliki.
    Hal ini adalah hal yang masuk akal terjadi pada dunia kerja. Misal, seseorang mendapati nilai-nilai yang diyakininya tidak sejalan dengan visi dan misi tempat dan organisasi bekerjanya.
    Pada hal ini, mengundurkan diri mungkin menjadi keputusan yang berat, namun terkadang perlu dilakukan untuk menjaga integritas pribadi serta pendirian moral.
  • Masalah Kesehatan

    Biasanya perusahaan menyediakan benefit kerja yang dapat membantu karyawannya untuk mengatasi masalah kesehatan, misalnya pertanggungan kesehatan, mempersilahkan cuti, maupun asuransi tambahan.
    Apabila karyawan tersebut mengalami sakit yang cukup parah sehingga tidak dapat maksimal bahkan tidak bisa bekerja lagi, maka karyawan tersebut dapat melakukan pengunduran diri dari pekerjaannya.
    Tidak hanya kesehatan secara fisik, kesehatan mental juga wajib menjadi perhatian khusus bagi karyawan maupun perusahaan. Karena hal ini dapat mengganggu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor.

  • Keluarga
    Alasan keluarga misalnya mengurus orang tua yang sakit, seorang karyawan perempuan yang mengundurkan karena kondisi sedang hamil, akan melahirkan, atau harus mengurus anak secara penuh.
    Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya jasa pengurusan anak yang terjangkau, atau pekerja yang ingin lebih intens hadir pada proses tumbuh-kembang anaknya.
  • Pindah Tempat Tinggal
    Sseorang wajib mengundurkan diri dari pekerjaannya adalah pindah tempat tinggal. Baik menerima tawaran kerja baru dengan kompensasi yang lebih banyak, atau alasan tertentu seperti ikut keluarga.
  • Pengembangan Diri

    Mengundurkan diri dari pekerjaan karena alasan pengembangan diri bisa jadi keputusan yang akan diambil selama perjalanan karier. Mungkin ingin menyebarkan passion, fokus pada keluarga.
    Bagaimanapun, mengundurkan diri dari pekerjaan mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk dapat memfokuskan pengembangan diri dan mencapai work-life balance yang lebih baik.

  • Meneruskan Pendidikan
    Ketika ingin mendapatkan skill serta pengetahuan baru untuk mempertajam kemampuan pada pekerjaan yang hanya bisa didapatkan di institusi-institusi pendidikan tinggi.
    Hal tersebut dapat membantu untuk menerima kesempatan kerja baru.
    Melanjutkan pendidikan untuk menerima gelar Magister atau Doktor mungkin krusial dalam proses pengembangan diri untuk menerima posisi kerja yang lebih tinggi dengan bayaran yang lebih tinggi.
    Para perekrut di pekerjaan-pekerjaan mengharuskan kandidatnya untuk mempunyai gelar atau tunjangan profesi eksklusif sebelum bisa mendaftar.Terkadang, ketika melanjutkan tingkat pendidikan tinggi, perusahaan memberikan posisi dan jadwal kerja yang lebih fleksibel, seperti posisi part time atau pekerjaan WFH (Work From Home).

Memilih Waktu Untuk Membaca

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memilih waktu yang nikmat untuk membaca buku. Buku merupakan jendela dunia, hal ini sudah menjadi rahasia umum para penikmat buku.

Bagi beberapa orang, membaca buku merupakan salah satu langkah untuk healing atau bersantai sejenak dari padatnya aktifitas. Memilih waktu yang tepat untuk membaca buku bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Memilih Waktu Untuk Membaca

Tetapi setiap orang memiliki pendapat masing-masing mengenai kapan waktu untuk membaca buku yang tepat. Ada yang suka membaca buku sebelum melakukan aktifitas, ada yang setelah bekerja seharian, bahkan menjelang tidur.

Memilih Waktu yang Tepat untuk Membaca Buku

Biasanya orang-orang memilih beberapa waktu dibawah ini untuk membaca buku, hal ini tergantung kesenangan dan kebutuhan masing-masing pembaca, diantaranya yaitu :

  • Dini Hari

Beberapa orang memilih membaca buku ketika dini hari atau sebelum tidur malam. Apabila ingin tidur tetapi mata masih terjaga, dapat mencoba untuk membaca buku, karena terdapat rasa nyaman ketika membaca buku di malam hari.

Waktu ini juga dipercaya untuk menaikkan kualitas tidur. Waktu dini hari memiliki kesunyian dan keheningan yang bagus, sehingga dipercaya dapat memimbulkan suasana yang baik untuk tidur maupun istirahat.

Untuk mempermudah tidur, bisa mencoba membaca buku yang sifatnya ringan, seperti novel atau buku mengenai kesadaran diri sendiri (mindfullness).

  • Pagi hari ketika mentari terbit

Membaca buku ketika akan terbit mentari menjadikan seseorang lebih fokus untuk mengetahui sesuatu hal, karena pada waktu ini suasana masih sangat tenang. Hanya ada suara ayam berkokok dan udara yang masing segar, belum adanya suara kendaaran dijalanan, dan belum adanya suara orang berlalu-lalang.

Waktu ini sangat baik untuk pelatihan fokus dan menimba ilmu. Membaca buku dapat menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan sebelum beraktifitas. Ketika pagi hari juga waktu yang tepat bagi otak untuk lebih cepat memahami bacaan, karena kondisi pikiran masih segar.

  • Ketika Bangun Tidur

Ketika bangun tidur, otak akan berfikir kegiatan apa yang akan dilakukan setelahnya, maka dapat membaca buku. Hal yang wajib dihindari saat bangun tidur yaitu mengoperasikan ponsel, karena dapat memicu rasa malas untuk bangun dari tempat tidur.

Saat bangun tidur merupakan waktu yang paling produktif bagi seseorang, baik bangun tidur pada pagi, siang, sore, maupun malam hari. Kepuasan setelah bangun tidur menjadikan lebih mudah fokus, sehingga baik digunakan untuk membaca buku.

  • Saat Turun Hujan

Banyak orang yang menyukai suasana ketika hujan turun karena bisa memberikan perasaan hangat dan syahdu untuk membaca. Hujan bisa dikatakan obat untuk menenangkan jiwa dan pikiran.

Hujan dapat mengakibatkan suasana sebagai lebih dingin dan damai. Hal ini tentu cocok untuk orang yang suka menghayal dan mencari wangsit saat sela-sela aktivitas kesehariannya. Hujan dapat menjadikan seseorang menjadi lebih sensitif.

Daya pikir otak yang tercipta pada saat hujan turun akan mengalami peningkatan 3 kali lipat karena suasana yg nyaman. Maka dari itu, teman yang cocok ketika hujan adalah buku dan secangkir minuman hangat.

  • Setelah Mandi

Pada waktu engkau bangun di pagi hari, apabila masih merasa ngantuk dan susah untuk diajak beraktivitas, mandi dapat menjadi obat yang mujarab untuk menghilangkan rasa kantuk sekaligus membuat pikiran lebih segar.

Bagi orang yang tidak terlalu menyukai kegiatan membaca buku memiliki anggapan bahwa goresan pena yang mungil dan banyak akan sangat cepat memunculkan rasa kantuk.

Maka dari itu, mandi bisa dipergunakan menjadi obat atau solusi untuk menghilangkan rasa kantuk dan rasa bosan. Beberapa orang juga mengaku bisa mengatasi beraneka macam kendala, sebagai akibatnya lebih fokus untuk memulai baca buku.