Langkah Pendekatan Pengelolaan Emosi

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja langkah pendekatan pengelolaan emosi. Banyak orang menduga bahwa emosi artinya sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, tetapi sebenarnya kita mempunyai kekuatan untuk mengelolanya.

Kemampuan untuk mengendalikan dan mengelola emosi yang sempurna bisa membawa dampak yg positif bagi diri sendiri maupun orang sekitar. Salah satu kunci belajar mengelola perasaan sendiri ialah dengan menaikkan kesadaran diri.

Menyadari bahwa setiap emosi yang dirasakan memiliki alasan dan penyebabnya sendiri. Dengan memahami hal ini, bisa merenungkan situasi dengan lebih bijaksana serta mencari solusi yang tepat untuk menangani emosi yang tengah dirasakan.

Langkah Pendekatan Pengelolaan Emosi

Terdapat lima langkah pendekatan bagaimana pengelolaan emosi yang dapat diadaptasi dengan situasi yang dapat mengakibatkan masalah. Mengetahui pemicu emosi bisa membantu untuk menghindari persoalan sejak awal.

Dengan melatih diri, dapat mengganti hal negatif menjadi positif serta secara tak langsung akan mendapatkan kepuasaan secara emosional.

Langkah Pendekatan Pengelolaan Emosi

  • Menentukan Situasi
    Menhindari keadaan yang bisa memicu emosi. Apalagi emosi yang tidak diinginkan. Bila tahu bahwa kemungkinan akbar akan marah ketika terburu-buru  maka persiapkanlah hal tersebut di awal.
    Keluarlah dari kawasan tersebut lebih cepat sehingga tidak akan murka. Jika akan murka sewaktu akan menunggu seorang, bicarakan dengan seseorang tadi untuk datang tepat waktu.
  • Memodifikasi situasi
    Ingin mencoba mengurangi rasa kecewa. Contohnya ketika berharap untuk membuat program ulang tahun yang sempurna buat teman atau famili, namun selalu saja terdapat hal yg tidak beres.
    Mungkin saja memberikan sasaran terlalu tinggi. Coba untuk mengubah situasi dengan mencari cara yang sinkron dengan kemampuan sebagai akibatnya acara mampu selesai sesuai dengan yang diinginkan.
    Pula mampu memberikan target atau asa yang tidak terlalu tinggi. Dengan begini, tak akan merasa kecewa dengan apa yang diharapkan.
  • Mengubah pemikiran
    Inti dari emosi terdalam merupakan sebuah keyakinan yang mendorongnya. Merasa sedih saat yakin sudah kehilangan sesuatu, marah waktu menetapkan bahwa tujuan telah gagal.
    Mungkin tidak dapat membarui situasi, tetapi dapat mengganti pemikiran. Bisa mengubah pikiran yang menunjuk pada kesedihan atau ketidakbahagiaan dengan pikiran yang mengarah pada kegembiraan.
  • Mengalihkan penekanan perhatian

    Contohnya, merasa rendah dengan orang-orang yamg ada disekitar. Selalu menduga orang-orang lebih hebat daripada diri sendiri, memperhatikan orang lain saat berada di gym, iri saat rekan kerjamu mendapat promosi.
    Selalu merasa tertarik kepada mereka mirip magnet, selalu merasa heran dan iri pada apa yang dapat mampu capai. Bila begitu, coba alihkan penekanan dari mereka.
    Cobalah fokus untuk diri sendiri atau hal-hal lain, sehingga bisa merasakan lebih percaya diri dengan kemampuan. Rasakan proses diri sendiri sebagai akibatnya merasa bangga pada diri sendiri.

  • Mengendalikan respon
    Langkah terakhir yang dapat dilakukan artinya mengendalikan respons. Jantung mungkin akan berdetak lebih kencang sebab sensasi tidak menyenangkan ketika merasa cemas atau murka.

Cobalah untuk tarik napas dalam-dalam dan menutup mata untuk menenangkan diri. Hal ini juga berlaku apabila tidak bisa berhenti tertawa sewaktu sedang dalam rapat.

Cobalah untuk merubah ekspresi wajah atau pikirkan hal-hal yang membuatmu sedih sebagai akibatnya suasana hati bisa berubah.

Memahami Konsep Frugal Living

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami konsep frugal living. Gaya hidup frugal living semakin mengemuka belakangan ini khususnya setelah berakhir pandemi.

Dalam kondisi yang penuh kebimbangan, masyarakat semakin sadar untuk memikirkan dana darurat lebih krusial daripada menghabiskan dana untuk kebutuhan gaya hidup. Pendemi membuat orang-orang semakin mengukur bagaimana kondisi keuangan, besarnya tugas yang dimiliki, hingga kuat atau lemahnya pondasi keuangan saat menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Konsep Frugal Living

Frugal living merupakan gaya hidup ekonomis atau hemat terhadap pengeluaran agar dapat menyisihkan uang untuk ditabung lebih banyak. Banyak orang beranggapan bahwa frugal living itu pelit, padahal tidak seperti itu konsepnya.

Frugal living dapat diartikan sebagai konsep seseorang untuk mengalokasikan dana yang dimiliki dengan kesadaran dan menggunakan pertimbangan dan analisis yang teliti disertai dengan taktik pencapaian tujuan keuangan yang jelas untuk masa depan.

Memahami Konsep Frugal Living

Saat ini konsep frugal living semakin berkembang, tidak hanya menghubungkan gaya hidup dengan tujuan keuangan jangka pangjang, tetapi juga mengenai keberlangsungan hidup manusia di masa yang akan datang.

Seseorang yang sudah mengadopsi konsep frugal living akan lebih memilih untuk memasak makanan sehat daripada harus membeli makanan dari luar, tidak memikirkan fashion atau gadget yang terus-menerus baru (up to date), membeli produk-produk dalam negeri yang berkualitas tanpa memperdulikan merek.

Biasanya orang-orang ini akan terus menikmati hidup berkualitas dan bahagia dengan standar yang telah mereka tetapkan tanpa harus goyah dengan pendapat orang lain tentang mereka, demi tercapainya tujuan keuangan jangka panjang yang telah ditetapkan.

Upaya Menyelamatkan Bumi

Sebenarnya dengan memahami konsep gaya hidup frugal living secara langsung dapat berkontribusi dalam upaya menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan. Mengapa begitu ?

Karena jumlah penduduk bumi yang semakin meningkat, sumber daya yang semakin terbatas mengharuskan manusia mengadopsi gaya hidup hemat, tidak makan berlebihan, tidak menghasilkan sampah yang tidak perlu, hingga tidak menghamburkan sumber daya dengan percuma.

Penerapan Konsep Frugal Living

Terdapat beberapa langkah yang mudah dilakukan dalam menerapkan konsep frugal living, diantaranya yaitu :

  1. Menganalisis kebutuhan dan keinginan sebelum membelanjakan uang
    Hasil analisis terhadap sikap konsumen menunjukkan bahwa pengeluaran untuk memenuhi gaya hidup jauh lebih besar daripada pengeluaran membeli barang yang diperlukan. Jadi dapat disimpulkan banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli barang yang tidak memiliki manfaat yang sebenarnya diperlukan.
  2. Merasa nyaman untuk tidak terpengaruh tren
    Tren merupakan seni marketing untuk meningkatkan permintaan konsumen. Menghindari daur konsumerisme dan tidak melakukan impulsif buying merupakan perilaku yang harus dijaga dalam menerapkan gaya hidup ini.
  3. Memiliki tujuan keuangan (financial goals) yang masuk akal dan jelas
    Merancang financial goals yang masuk akal dan jelas akan membantu kita untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan keuangan bisa saja seperti membeli tempat tinggal, tabungan pendidikan anak, merencanakan pensiun dini, mengumpulkan dana pernikahan, dan lain sebagainya.
  4. Menghindari hutang konsumtif
    Sebisa mungkin untuk membeli suatu barang dengan kredit, apalagi jika barang ini bukan barang yang dibutuhkan. Karena hal ini dapat mengacaukan kondisi keuangan.
  5. Tanamkan persepsi bahwa hidup bukan untuk saat ini saja
    Konsep frugal living ini tidak hanya untuk kebaikan diri sendiri, tetapi untuk kelangsungan bumi. Masih ada hari esok untuk generasi selanjutnya yang perlu diperjuangkan dan akan menggantungkan hidupnya di bumi.

Hal Mendukung Kegiatan Recycle

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan recycle, dan apa saja hasil dari kegiatan recycle tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa recycle merupakan salah satu upaya dalam mengurangi limbah atau sampah dengan cara mengolah limbah tersebut menjadi barang yang berguna. Lalu apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan recyle ?

Hal yang dilakukan untuk mendukung kegiatan Recycle

Dalam mengurangi limbah atau sampah, tentu saja membutuhkan kegiatan yang nyata, tidak hanya soal teori. Sebab, kegiatan inilah yang akan berdampak untuk memberikan perubahan untuk lingkungan sekitar.

Berikut ini beberapa yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan recycle, diantaranya yaitu :

  • Melakukan kegiatan upcycle
    Upcycle merupakan upaya dalam mengurangi sampah dengan melakukan perubahan fungsi baru terhadap barang tersebut tanpa mengubah bentuk aslinya. Kegiatan upcycle ini bisa dilakukan dalam lingkup kecil, yaitu limbah rumah tangga.
  • Hindari membeli barang yang sulit di daur ulang
    Sebisa mungkin untuk menghindari membeli barang yang sulit maupun tidak bisa di daur ulang, karena hal itu akan menambah tumpukan sampah.
  • Mengirim sampah daur ulang
    Jika memiliki sampah yang dapat di daur ulang tetapi tidak memiliki waktu, dapat mengirimkan sampah tersebut ke tempat penampungan daur ulang sampah. Tetapi jangan lupa untuk memisahkan jenis sampah berdasarkan bahan bakunya, misalnya sampah anorganik saja, tanpa ada sampah organik maupun sampah B3.

Hasil Kegiatan Recycle

Recycle merupakan aktivitas yang memproses kembali barang yang telah tidak terpakai. Membentuk sebuah barang melalui proses recycle tergolong mudah, contohnya yaitu tas, baju, tas, taplak meja dan lain sebagainya.

Tentu saja barang-barang tadi di kreasikan dari barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi seperti kain yang sobek, kaleng, plastik bungkus, botol plastik, kardus, hingga sedotan bekas.

Berikut ini beberapa inspirasi yang dapat dijadikan contoh dalam melakukan recycle, diantaranya yaitu :

  • Kardus dan kaleng menjadi mainan
    Dengan mengandalkan sedikit kreativitas, maka sampah tersebut dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai estetik. Misalnya dari limbah kardus dan kaleng yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk mainan mobil-mobilan.
  • Barang bekas menjadi pot tanaman
    Barang bekas yang tidak bisa terurai dapat dimanfaatkan sebagai wadah media tanam. Misalnya kaleng cat, galon, ember bekas dan sebagainya. Selain bisa membentuk lingkungan tempat tinggal   menjadi bersih, mengubah barang bekas juga dapat menghemat uang, karena tidak perlu repot membeli pot tanaman.
  • Menjadi aksesoris maupun pajangan dinding
    Botol plastik bekas bisa diubah menjadi hiasan lampu kamar tidur,  kardus bekas untuk bingkai foto keluarga, dan lain sebagainya. Barang serupa jua bisa kita manfaatkan sehingga bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di lebih kurang rumah kita.
  • Bungkus plastik dijadikan tas
    Beberapa bungkus plastik yang serupa dijahit dan disatukan dengan sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah tas untuk belanja atau membawa barang. Apalagi limbah rumah tangga terdapat bungkus detergen, sabun, dan lain-lain sehingga dapat mengurangi jumlah limbah rumah tangga.

Dampak dan Upaya Menghadapi Perubahan Iklim

Saat ini perubahan iklim dunia sedang sangat cepat, oleh karena itu pada artikel kali ini akan membahas dampak dan upaya menghadapi perubahan iklim. Ayo kita bahas!

dampak dan upaya menghadapi perubahan iklim

Dampak Perubahan Iklim

Pola cuaca merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan yang akan mempengaruhi tanaman, pangan, air yang kita konsumsi, tempat tinggal, serta berbagai aktivitas dan kesehatan manusia. Berikut beberapa diantara dampak negatif yang perlu kamu ketahui:

1. Kepunahan Ekosistem
Kemungkinan terjadinya kepunahan ekosistem yaitu pada spesies hewan dan tumbuhan, yang kemudian akan turut meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal ini kemudian akan berdampak negatif terhadap para organisme-organisme laut, misalnya pada terumbu karang, hingga berbagai spesies yang hidupnya bergantung terhadap organisme tersebut.

2. Pangan dan Hasil Hutan
Hutan turut membantu dalam mencegah terjadinya polusi air hingga menghambat terjadinya erosi, membantu menyimpan pasokan air. Hutan berfungsi sebagai rumah bagi banyak hewan liar, mulai dari serangga, burung, hingga berbagai tanaman.

3. Pesisir dan dataran rendah
Daerah pantai akan kian rentan terhadap naiknya permukaan air laut dan erosi pantai. Kerusakan pesisir ini sendiri kemudian akan diperparah oleh berbagai tekanan manusia di daerah pesisir. Diperkirakan pada tahun 2080 nanti sekitar jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun diakibatkan oleh naiknya permukaan air laut.

4. Sumber dan Manajemen air tawar
Hingga saat ini rata-rata ketersediaan air di daerah aliran air sungai dan daerah tropis basah diperkirakan akan mengalami peningkatkan sekitar 10-40 persen. Sementara pada daerah yang kering, air akan mengalami pengurangan sekitar 10-30% hingga akhirnya berbagai daerah yang kini mengalami kekeringan kemudian akan semakin menjadi parah kondisinya.

5. Industri, permukiman dan masyarakat
Industri, permukiman serta masyarakat yang kian rentan umumnya berada di daerah bantaran sungai dan pesisir serta mereka yang tingkat perekonomiannya terkait erat dengan keberadaan sumber daya yang sensitif terhadap iklim.

6. Kesehatan
Penduduk yang kapasitas beradaptasinya rendah akan kian rentan terhadap berbagai penyakit yang melanda, umumnya adalah gizi buruk, diare, dan berubahnya pola distribusi pada penyakit-penyakit yang ditularkan dari berbagai hewan khususnya serangga.

Upaya yang Dapat Dilakukan dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Meski tingkat emisi rumah kaca terus meningkat, namun terdapat juga banyak peluang untuk menguranginya. Salah satunya adalah dengan melalui perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. Berikut ini beberapa rekomendasi kebijakan dan instrumen yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di bumi, diantaranya:

1. Sektor Energi
Pada sektor energi yang bisa dilakukan adalah mengurangi subsidi bahan bakar fosil, Pajak karbon yang digunakan untuk bahan bakar fosil, serta menggalakkan kebiasaan menggunakan energi terbarukan, tak lupa penetapan harga listrik bagi energi terbarukan, juga subsidi bagi para produsen.

2. Sektor Transportasi
Pada sektor transportasi dengan menggalakkan penggunaan biofuel, mewajibkan penggunaan bahan bakar dengan standar CO2 untuk alat-alat transportasi di jalan raya, STNK, tarif penggunaan jalan serta parkir, dan lebih memilih menggunakan fasilitas angkutan umum.

3. Sektor Gedung
Menerapkan standar dan label terhadap berbagai peralatan, regulasi gedung dan sertifikasi, memperbaiki bagaimana kualitas bangunan yang didirikan, meningkatkan standar bangunan, serta memikirkan kembali perencanaan kota seperti misalnya saja memberikan insentif untuk mini-grid solutions.

4. Sektor Industri
Pada sektor pertanian sendiri sebaiknya diberikan Insentif finansial serta regulasi-regulasi yang akan memudahkan dalam memperbaiki manajemen lahan, irigasi yang efisien, penggunaan pupuk serta mempertahankan kandungan karbon dalam tanah.

5. Sektor Kehutanan
Mempertahankan lahan hutan, manajemen hutan, memperluas area kehutanan, hingga mengurangi penebangan liar yang kerap terjadi. Menanam triliunan pohon untuk meningkatkan ketahanan pangan, menyelamatkan keanekaragaman hayati, membantu mengurangi CO2, membuka mata pencaharian serta menolong ekonomi pedesaan.

6. Sektor Pertanian dan Makanan
Manusia membutuhkan transformasi pangan dalam 12 tahun ke depan, dimana limbah makanan dikurangi, menjalankan diet dan pola hidup sehat melalui penurunan asupan protein hewani.

 

Diharapkan dengan adanya artikel mengenai dampak dan upaya menghadapi perubahan iklim, kita sebagai manusia dapat berpartisipasi untuk membantu memperbaiki kondisi bumi, sehingga iklim dapat secara perlahan berubah menjadi lebih baik.