Hal Mendukung Kegiatan Recycle

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan recycle, dan apa saja hasil dari kegiatan recycle tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa recycle merupakan salah satu upaya dalam mengurangi limbah atau sampah dengan cara mengolah limbah tersebut menjadi barang yang berguna. Lalu apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan recyle ?

Hal yang dilakukan untuk mendukung kegiatan Recycle

Dalam mengurangi limbah atau sampah, tentu saja membutuhkan kegiatan yang nyata, tidak hanya soal teori. Sebab, kegiatan inilah yang akan berdampak untuk memberikan perubahan untuk lingkungan sekitar.

Berikut ini beberapa yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan recycle, diantaranya yaitu :

  • Melakukan kegiatan upcycle
    Upcycle merupakan upaya dalam mengurangi sampah dengan melakukan perubahan fungsi baru terhadap barang tersebut tanpa mengubah bentuk aslinya. Kegiatan upcycle ini bisa dilakukan dalam lingkup kecil, yaitu limbah rumah tangga.
  • Hindari membeli barang yang sulit di daur ulang
    Sebisa mungkin untuk menghindari membeli barang yang sulit maupun tidak bisa di daur ulang, karena hal itu akan menambah tumpukan sampah.
  • Mengirim sampah daur ulang
    Jika memiliki sampah yang dapat di daur ulang tetapi tidak memiliki waktu, dapat mengirimkan sampah tersebut ke tempat penampungan daur ulang sampah. Tetapi jangan lupa untuk memisahkan jenis sampah berdasarkan bahan bakunya, misalnya sampah anorganik saja, tanpa ada sampah organik maupun sampah B3.

Hasil Kegiatan Recycle

Recycle merupakan aktivitas yang memproses kembali barang yang telah tidak terpakai. Membentuk sebuah barang melalui proses recycle tergolong mudah, contohnya yaitu tas, baju, tas, taplak meja dan lain sebagainya.

Tentu saja barang-barang tadi di kreasikan dari barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi seperti kain yang sobek, kaleng, plastik bungkus, botol plastik, kardus, hingga sedotan bekas.

Berikut ini beberapa inspirasi yang dapat dijadikan contoh dalam melakukan recycle, diantaranya yaitu :

  • Kardus dan kaleng menjadi mainan
    Dengan mengandalkan sedikit kreativitas, maka sampah tersebut dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai estetik. Misalnya dari limbah kardus dan kaleng yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk mainan mobil-mobilan.
  • Barang bekas menjadi pot tanaman
    Barang bekas yang tidak bisa terurai dapat dimanfaatkan sebagai wadah media tanam. Misalnya kaleng cat, galon, ember bekas dan sebagainya. Selain bisa membentuk lingkungan tempat tinggal   menjadi bersih, mengubah barang bekas juga dapat menghemat uang, karena tidak perlu repot membeli pot tanaman.
  • Menjadi aksesoris maupun pajangan dinding
    Botol plastik bekas bisa diubah menjadi hiasan lampu kamar tidur,  kardus bekas untuk bingkai foto keluarga, dan lain sebagainya. Barang serupa jua bisa kita manfaatkan sehingga bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di lebih kurang rumah kita.
  • Bungkus plastik dijadikan tas
    Beberapa bungkus plastik yang serupa dijahit dan disatukan dengan sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah tas untuk belanja atau membawa barang. Apalagi limbah rumah tangga terdapat bungkus detergen, sabun, dan lain-lain sehingga dapat mengurangi jumlah limbah rumah tangga.

Mempelajari Manfaat Daur Ulang

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mempelajari manfaat daur ulang (recycle). Pembahasan daur ulang kali ini berkaitan dengan daur ulang sampah dalam mengurangi limbah dari kegiatan manusia. Saat ini kegiatan daur ulang ini sudah sangat banyak dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Metode Daur Ulang

Menurut Environment Indonesia, konsep dari 3R (Reduce, Reuse, Recycle) adalah salah satu solusi dalam mengelola sampah. 3R terdiri dari reuse, reduce, serta recycle.

Di samping mengolah sampah menjadi kompos maupun memanfaatkannya menjadi sumber listrik, metode 3R ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik individu maupun kelompok.

Mempelajari Manfaat Daur Ulang

Terdapat 3 metode daur ulang, yaitu :

  • Reuse yaitu menggunakan kembali sampah yang masih bisa dipakai untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya
  • Reduce yaitu upaya untuk mengurangi segala kegiatan yang mengakibatkan sampah
  • Recycle adalah mendaur ulang kembali sampah sebagai barang baru yang berguna untuk manusia.

Memahami Daur Ulang (Recycle)

Sampah menjadi salah satu masalah besar yang belum terpecahkan sampai saat ini, terutama sampah plastik. Berdasarkan hasil data dari Databooks, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki buangan sampah plastik terbesar ke-6 di Asia Tenggara tahun 2019.

Sesuai dengan data tersebut, penggunaan sampah plastik sekali pakai memang masih tergolong tinggi, maka upaya yang dapat dilakukan atas masalah sampah tersebut yaitu recycle.

Recycle merupakan salah satu metode pengelolaan sampah yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah. Dengan memilah sampah yang bisa didaur ulang, maka jumlah limbah bisa sedikit berkurang.

Mengutip dari Sustaination.id, recycle merupakan proses mendaur ulang limbah sampah dengan cara menghancurkan bahan tersebut terlebih dahulu, lalu dibentuk sebagai barang yang baru.

Dalam Kamus besar  Bahasa Indonesia (KBBI), kata daur ulang memiliki arti suatu kegiatan atau pemrosesan kembali bahan yang pernah dipergunakan.

Contohnya jersey Liverpool yang dirancang oleh perusahaan Nike. Jersey tersebut diklaim ramah lingkungan karena didesain oleh 10 botol plastik yang telah di daur ulang.

Hal tersebut menunjukan bahwa recycle merupakan salah satu langkah yang cukup efektif untuk mengurangi jumlah sampah plastik. Semakin sering dilakukan kegiatan recycle terhadap limbah, maka jumlah sampah yang menumpuk dapat berkurang sedikit demi sedikit.

Dengan berkurangnya jumlah sampah, maka lingkungan di sekitar kita menjadi lebih bersih dan dapat terhindar dari berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh sampah. Sebaliknya, jika sampah menumpuk akan mengakibatkan lingkungan tercemar hingga merusak ekosistem makhluk hidup disekitarnya.

Mempelajari Manfaat Daur Ulang

Manfaat dari daur ulang (recycle) untuk lingkungan bisa dirasakan dan berdampak di kehidupan dalam jangka panjang. Berikut ini terdapat beberapa manfaat recycle untuk keberlangsungan lingkungan yang sehat.

  • Mengurangi Tumpukah Sampah
    Dalam proses recycle, bahan yang didaur ulang menjadi produk baru akan menghasilkan sampah dalam jumlah yang lebih sedikit. Oleh sebab itu, bisa membantu mengurangi tumpukan sampah pada TPA yang berpotensi merusak lingkungan.
  • Melindungi Lingkungan
    Kebutuhan untuk ekstraksi sumber daya alam, seperti penebangan, penggalian dan penambangan. Beberapa proses tersebut sangat berpotensi menciptakan polusi udara serta air yang berbahaya. Diharapkan adanya recycle dapat melindungi lingkungan serta ekosistem yang ada di sekitarnya
  • Menghemat Energi dan Sumber Daya
    Bahan bekas yang diubah menjadi produk baru akan mengurangi kebutuhan dari konsumsi sumber daya alam. Sebab, produk baru selalu dirancang dengan mengekstraksi bahan mentah melalui pertambangan dan kehutanan. Penggunaan energi juga dapat dikurangi, daripada menghasilkan produk baru yang berasal dari bahan mentah.

Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Karakteristik tanaman bakau yang unik ternyata memiliki fungsi penting bagi kehidupan. Untuk itu perlu menjaga kelestarian tanaman bakau. Jangan sampai Indonesia kehilangan predikat bergengsi sebagai pemilik hutan mangrove terluas di dunia.

Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Pentingnya Menjaga Kelestarian Tanaman Bakau

Berikut ini beberapa alasan mengapa sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan bakau.

  • Habitat Makhluk hidup
    Dikutip dari Encyclopedia Britannica, tumbuhan bakau secara ekologis menyediakan habitat bagi organisme darat dan laut. Kawasan hutan bakau sebagai kawasan untuk beberapa jenis makhluk hidup dan organisme, seperti ikan, udang, kepiting, serta penyu.
  • Katalis Tanah dari Air laut
    Tanaman bakau yang kerap ditemui di wilayah berpasir bisa sebagai solusi yang sangat jelas untuk melindungi tanah di sekitar laut. Sebab tanah bersentuhan langsung dengan air laut serta dapat masuk ke dalam air secara terus menerus. Dengan adanya tanaman bakau, lapisan tanah akan menjadi lebih padat. Kondisi tersebut bisa menyelamatkan tanah dari gerusan air laut.
  • Membantu Pembentukan Pulau
    Tumbuhan bakau menjadi tumbuhan dikotil yang hidup di air dapat membuat daratan dengan endapan serta tanah yang ditahannya, sehingga dinilai mampu menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Tumbuhan bakau yang tumbuh subur dapat memperluas batas pantai.
  • Menjaga Garis Pantai dari Abrasi
    Kelestarian tumbuhan bakau krusial untuk dijaga sebab bisa mencegah terjadinya abrasi air laut atau pengikisan akibat ombak. Akar dari tumbuhan bakau bisa mengumpulkan sedimen serta lumpur yang dibawa oleh pasang surut ombak. Oleh sebab itu, tanaman bakau bisa menahan tanah tetap pada tempatnya untuk menghindari abrasi. Bila tumbuhan bakau hilang, maka gelombang laut akan mengikis tanah pantai.
  • Menjaga Iklim dan Cuaca
    Tanaman bakau diharapkan untuk menjaga ekosistem perairan pantai, laut, serta darat. Kemudian tanaman bakau bisa membantu manusia memperoleh iklim serta cuaca yang nyaman.
  • Mencegah Intrusi Air laut

    Intrusi air laut diartikan sebagai peristiwa masuknya air laut melalui pori-pori batuan. Peristiwa tersebut bisa sebagai penyebab tercemarnya tanah. Akar tanaman bakau berfungsi untuk menghalau terjadinya intrusi air laut.

  • Menjaga Kualitas Air
    Tumbuhan bakau bisa menyerap nutrisi limpasan untuk menaikkan kualitas air. Tanaman bakau yang tumbuh di sekitar tepian pantai bisa membuat air menjadi jernih.
  • Menyerap Karbon Dioksida
    Tanaman bakau dinilai mampu mengurangi karbon dioksida pada emisi kendaraan bermotor. Tanaman bakau memiliki peran yang krusial dalam mengurangi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Mengembangkan kawasan hutan bakau sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencegah dan mengurangi dampak pemanasan global. Tanaman bakau sebagai ekosistem muara sungai menjadi salah satu penopang pemanasan dari perairan laut.
  • Menahan Kekuatan Ombak
    Akar tanaman bakau dipercaya bisa menahan kekuatan ombak. Tanaman bakau bisa meredam gelombang sehingga ombak menjadi jauh lebih tenang. Kondisi tersebut berakibat tumbuhan bakau menjadi zona peredam badai atau tsunami yang menerpa pantai. Badai siklon yang kerap menerpa pantai akan diredam oleh tanaman bakau untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
  • Mencegah Terjadinya Erosi
    Tumbuhan bakau mempunyai batang silindris bisa melindungi daratan dari hempasan ombak secara langsung. Kawasan darat dan laut dapat dibatasi oleh hutan bakau. Selain mencegah terjadinya pengikisan, kelestarian tumbuhan bakau krusial untuk dijaga demi mencegah terjadinya erosi.
  • Pengembangan Ilmu Pengetahuan

    Hutan bakau dapat difungsikan sebagai daerah pengembangan ilmu pengetahuan bidang perikanan, kelautan, serta kimia. Tanaman bakau kerap dipergunakan menjadi sumber penelitian. Tanaman bakau bisa menaikkan berbagai inovasi ke seluruh dunia.

  • Penyaring Limbah Alami
    Tanaman bakau dapat menjaga kualitas air laut dengan menjadi penyaring limbah alami, karena akar tumbuhan bakau yang tumbuh pada ujung sungai besar dapat meningkatkan kecepatan penguraian limbah organik yang terbawa ke pantai. Ekosistem tumbuhan bakau dengan produktivitas tinggi dapat mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut, seperti minyak, detergen, dan sabun
  • Sumber Daya bagi manusia
    Tumbuhan bakau sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Hutan bakau di tepi pantai merupakan tempat asli sejumlah hewan wilayah perairan, misalnya ikan, kepiting dan binatang lain menjadi sumber daya alam untuk mata pencaharian masyarakat sekitar.
  • Sumber Pakan Ternak
    Tumbuhan bakau yang hidup pada wilayah endapan lumpur bisa sebagai alternatif pengganti makanan ternak. Tanaman bakau yang sudah dihancurkan atau digiling akan menjadi bubuk pakan ternak kaya akan nutrisi. Kandungan nutrisi, seperti mineral, protein, dan kalori dapat menaikkan perkembangan serta pertumbuhan ternak.
  • Sebagai Tujuan Wisata
    Hutan bakau dapat menaikkan standar ekonomi wilayah menjadi objek wisata dan diolah menjadi kerajinan. Hutan bakau dinilai dapat menjadi tujuan wisata bagi banyak sekali wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu, tumbuhan bakau atau mangrove yg termasuk ke dalam famili Rhizophoraceae menyampaikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup serta berkembang di daratan. lalu tempat asli baru tadi dalam kurun waktu yang panjang bisa meluas menjadi pulau sendiri.

Apa Itu Eco Enzyme

Apa itu Eco Enzyme ?

Apa Itu Eco Enzyme? Kali ini kita akan membahas mengenai Eco Enzyme, karena eco enzyme ini merupakan kegiatan yang sangat baik dalam pengolahan sampah organik (sampah rumahan).

Eco enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik. Dari proses fermentasi ini, dihasilkan kandungan disinfektan karena kandungan alkohol dan senyawa kimia asam didalamnya.

Apa Itu Eco Enzyme

Bahan dasarnya ialah sampah-sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran. Kemudian bahan dasar itu dipadu dengan gula dan air. Setelah itu, selebihnya adalah air yang disarankan ter-timbang secara proporsional. Terkait berapa komposisi yang pas untuk kuantitas sampah-gula-air, sejumlah praktisi memiliki referensi ukuran masing-masing. Diantaranya, ada yang menyarankan formula 3 (sampah rumahan) : 1 (gula) : 10 (air). Jadi, pastikan ter-timbang dengan baik.

Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand Dr Rosukon Poompanvong menyebut, eco enzyme sebagai setetes air dari surga. Disebut demikian karena memiliki manfaat yang banyak.

Mampu Mengurai Limbah

Berdasarkan hasil penelitian, cairan eco enzyme bisa digunakan untuk menguraikan limbah. Diperkirakan 1 liter cairan eco enzyme dapat mengurai limbah hingga 1000 liter.  Tidak mengherankan jika cairan ini sedang gencar-gencarnya digunakan untuk proses normalisasi sungai. Diharapkan, dengan penggunaan eco enzyme yang ‘dituang’ ke sungai, lama-kelamaan kondisi sungai bisa kembali normal dan ekosistemnya menjadi ‘sehat’ kembali. Bayangkan bila hal serupa juga dilakukan secara serempak dan dalam skala luas. Misalnya, perusahaan besar atau industri rumahan penghasil limbah melakukan hal yang sama, diharapkan kondisi lingkungan akan mampu membaik meski butuh waktu panjang,

Bagaimana cara membuat eco enzyme?

Eco enzyme dibuat dari kulit buah-buahan seperti semangka, jeruk, pepaya, belimbing. Kulit buah-buahan tadi dicampur dengan molase dan air. Perbandingannya satu liter molase, dicampur dengan 3 Kg kulit buah-buahan dan 10 liter air. Molase adalah ampas dari pembuatan gula pasir berbahan dasar tebu, bahan ini bisa didapat di toko-toko pertanian, harganya bervariasi mulai dari Rp20.000 perliter. Molase juga dapat diganti menggunakan gula aren.

Bahan yang telah tercampur, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup, tapi jangan sampai kedap. Berikan ruang untuk udara masuk di wadah tersebut karena fermentasi menghasilkan gas, sehingga perlu cukup rongga agar gas bisa keluar dari wadah. Proses fermentasi ideal berlangsung selama tiga bulan (90 hari). Karena waktu pemrosesan yang cukup lama, maka pastikan wadah sudah diberi tanda, misalnya tanggal. Sehingga, kita bisa mengetahui kapan persisnya fase awal dan akhir dari proses fermentasi eco enzyme tersebut.

Setelah diendapkan selama tiga bulan, eco enzyme sudah bisa dipanen. Sebelum memanen eco enzyme, persiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan, seperti corong, jerigen, ember bekas cat, saringan, dan gayung. Air dari eco enzyme diambil dengan cara disaring. Sisa kulit buah-buahannya bisa dipakai pupuk organik sampai pengharum ruangan.

Manfaat Eco Enzyme

Eco enzyme bisa dimanfaatkan sebagai penyanitasi tangan atau hand sanitizer, mengepel lantai atau desinfektan, bisa untuk penetral udara di ruangan memakai diffuser, membersihkan kolam air, kaca, permukaan perabot plastik, mencuci buah dan sayuran, dan masih banyak lagi.

Jadi, ada benarnya jika dikatakan bahwa perbaikan lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Yuk, mulai dari sekarang melakukan gerakan kecil secara mandiri membuat eco enzyme dirumah.