Cara Menjaga Kesehatan Mental

Artikel kali ini akan membahas mengenai cara menjaga kesehatan mental dan bagaimana dampak dari menjaga kesehatan mental tersebut untuk diri kita sendiri.

Pentingnya menjaga kesehatan mental perlu diketahui sejak dini. Seseorang dengan mental sehat akan berpengaruh pula pada kondisi fisik juga kualitas hidup. Ketika seseorang sejahtera secara psikologis, sosial maupun emosional, maka bisa dikatakan bahwa individu tersebut memiliki mental yang sehat.

Mental yang sehat juga merupakan cikal bakal bagi diri kita untuk terus berkembang. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya kesehatan mental. Ingin tau lebih lanjut mengenai kesehatan mental? Yuk simak terus penjelasan berikut.

1. Penyakit Mental Psikotik

Penyakit mental psikotik yang menyerang seseorang akan menyebabkan orang tersebut sulit membedakan realita dimana individu tersebut akan merasakan halusinasi dan delusi. Beberapa penyakit mental psikotik contohnya gangguan bipolar, depresi berat dengan gejala psikotik, gangguan waham dan juga skizofrenia.

2. Penyakit Mental Non Psikotik

Penyakit mental non psikotik dipicu oleh stress dan juga trauma. Penderita penyakit mental non psikotik akan mengalami gangguan realita dimana mereka memiliki pola pikir yang tidak seharusnya dimiliki. Contoh dari penyakit mental non psikotik ini misalnya depresi, gangguan kepribadian antisosial, gangguan kecemasan umum, serangan panik, fobia, dan juga Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Seseorang bisa dikatakan sehat secara mental jika mampu bekerja dengan produktif, mengelola stres dengan baik, dan berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya. Untuk menjaga kesehatan mental, berikut beberapa cara menjaga kesehatan mental yang bisa Anda coba :

Kelola stres dengan baik

Stres adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga Anda tidak mungkin menghindarinya. Namun, Anda bisa belajar untuk mengelola stres dengan baik, misalnya menonton film, mendengarkan musik, berjalan santai di luar ruangan, dan menulis jurnal. Mengelola stres dengan baik dapat membuat pikiran Anda lebih tenang dan bisa melihat hidup dengan lebih positif. Dengan demikian, stres yang Anda alami bisa mereda.

Akui perasaan dan emosi negatif

Memiliki berbagai emosi, seperti marah, sedih, atau kecewa, adalah hal yang wajar. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengenali dan mengakui perasaan tersebut. Jika Anda sudah mengenali dan mengakui semua emosi negatif yang dialami, Anda bisa meredakannya dengan cara positif, seperti meditasi. Hal ini bertujuan agar emosi dan perasaan negatif tidak berlarut-larut dan membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda.

Tetapkan tujuan yang realistis

Cara menjaga kesehatan mental berikutnya adalah menetapkan tujuan dan target, sehingga membuat hidup Anda lebih terarah dan dapat membantu menjaga kesehatan mental. Agar lebih mudah, Anda bisa mulai menuliskan target dan tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, tulis secara realistis dan sesuaikan dengan waktu dan kemampuan yang Anda miliki.

Cintai tubuh anda sendiri

Saat Anda merawat dan menjaga kesehatan tubuh, itu berarti Anda juga sedang menjaga kesehatan mental. Pastikan Anda tidur yang cukup dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, nasi, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan hindari kebiasaan buruk, seperti minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Memelihara hubungan baik dengan orang lain

Orang yang memiliki hubungan sosial yang baik terbukti lebih mampu mengelola stres dan menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Oleh karena itu, luangkan waktu bersama orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman-teman. Selain itu, Anda juga bisa mencoba kegiatan baru agar memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru.

Membantu orang lain

Membantu orang lain juga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan mental lainnya. Hal ini dikarenakan membantu orang lain tidak hanya bermanfaat untuk orang yang Anda bantu, namun juga bermanfaat untuk diri sendiri. Selain itu, membantu orang lain juga dapat membuat Anda merasa bermanfaat dalam hidup dan menghindarkan dari rasa kesepian, yang pada akhirnya dapat membantu menjaga kesehatan mental Anda.

 

Demikian cara menjaga kesehatan mental, bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika Anda merasa kesulitan menerapkan hal-hal tersebut atau mengalami gejala gangguan mental yang sulit untuk dihadapi sendiri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan mental Anda.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial untuk mendukung pola berfikir dan pandangan bagi generasi milenial. Dampak positif dari membaca buku yang paling dasar adalah menambah pengetahuan. ‘Buku adalah jendela dunia’ merupakan suatu frasa yang sering kita dengar karena dengan membaca buku, imajinasi menjadi terbuka, pikiran menjadi berkelana, dan hal tersebut tentu saja memberikan hasil yang positif untuk meningkatkan kreativitas.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Jika kamu tertarik untuk mencoba mengisi waktu luang dengan membaca buku, kamu bisa membaca buku tentang generasi milenial untuk mencari inspirasi dalam menjalani hidup. Dilansir dari Kompas, dalam hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 disebutkan bahwa generasi Z dan milenial mendominasi komposisi penduduk Indonesia pada saat ini. Buat kamu yang termasuk ke dalam generasi milenial tentunya saat ini sedang dalam masa produktif. Jadi, kamu setiap hari pasti disibukkan dengan bekerja dan menghadapi berbagai permasalahan orang dewasa lainnya.

Dalam artikel kali ini akan merekomendasikan beberapa buku tentang generasi milenial yang bisa kamu jadikan bacaan untuk mencari inspirasi.

Generasi Langgas : Millennials Indonesia (2016, Yoris Sebastian)

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Buku ini bercerita tentang generasi muda Indonesia yang lahir di antara tahun 1980-2000, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan generasi millennials. Generasi inilah yang menentukan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya.

Pola perilaku millennials yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, baik di lingkup pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, sering kali diberi cap kurang baik, seperti generasi instan, generasi copas, hingga generasi nggak mau susah.

Buku ini mencoba untuk memberikan pandangan berbeda bahwa generasi millennials bisa menjadi generasi terbaik yang dimiliki Indonesia jika mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman sesama millennials.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (2016, Mark Manson)

Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson melalui blog nya yang sangat populer telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren di dalam buku hebat ini.Argumennya, : tidak semua orang bisa menjadi luar biasa–ada para pemenang dan pecundang di masyarakat dan beberapa diantaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda.

Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya. Inilah sumber kekuatan yang paling nyata. Tepat saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan dan ketidakpastian – tepat saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan, saat itulah kita mulai menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang selama ini kita cari dengan sekuat tenaga.

Filosofi Teras (2018, Henry Manampiring)

Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, atau filosofi teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, filosofi teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan generasi milenial dan gen-z masa kini.

Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life (2016, Francesc Miralles dan Hector Garcia)

Buku tentang generasi milenial yang satu ini memuat tentang filosofi Jepang yang disebut dengan Ikigai. Secara harfiah Ikigai berarti nilai kehidupan. Memang dalam buku ini pembaca akan diajak untuk mencari tahu rahasia yang dimiliki oleh orang Jepang yang selalu bahagia dan berumur panjang. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang Jepang untuk menjalani kehidupan yang bisa membuat mereka berumur panjang. Misalnya dari memilih makanan, olahraga, serta gaya hidup sehat lainnya.

Selain itu, dalam Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life juga dijelaskan bahwa setiap orang memiliki nilai kehidupan yang berbeda-beda. Jadi, buku ini bisa membantumu mengetahui seperti makna kehidupanmu. Kemudian, kamu juga lebih paham seperti apa cara menjalani kehidupan yang sebaik-baiknya demi hidup yang lebih bahagia.

Generasi Eksplorasi (2019, IDN Times)

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah isinya disusun berdasarkan survei yang langsung dilakukan oleh tim IDN Times.
Generasi millennial adalah generasi yang sedang dalam fase eksplorasi mencari jati diri. Dikenal boros, namun mereka rela bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Merekalah pelukis wajah Indonesia 20-30 tahun ke depan. Apa yang mereka sukai? Nilai apa yang mereka percayai? Bagaimana sikap mereka terhadap politik? Apa yang mereka lakukan ketika sedang online? Buku ini, yang diangkat dari survei, menjawab semua itu. Juga pertanyaan-pertanyaan lain seputar generasi millennial Indonesia.

Demikian beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial, semoga rekomendasi buku di atas bisa membantu para generasi milenial untuk mendapatkan inspirasi sehingga bisa menjadi manusia yang lebih semangat dan lebih baik dalam menjalani kehidupan.