Pendidikan Karakter Era Milenial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pendidikan karakter yang efektif pada era milenial. Pendidikan Karakter sangat penting ditanamkan pada anak-anak khususnya generasi milenial, karena di era ini banyak anak yang berkarakter baik dan buruk karena faktor lingkungan, gadget, dan lain sebagainya.

Pendidikan karakter akan menumbuhkan sifat peduli kepada sesama dan menjadikan seorang mempunyai kepribadian yg unggul serta pandai bersosial.

Menurut J. Kilber, A. Barclay & D. Ohmer (2014), menyatakan bahwa salah satu ciri yang terbentuk di generasi milenial ialah sebab kecanduan internet.

Karakter generasi milenial timbul dengan ciri yang unik serta tidak sama dengan generasi yang lain. Sebab, generasi milenial terlahir dengan fasilitas teknologi dan kecanggihan yang memanjakan. Namun, akan ada akibat negatif yang timbul, khususnya untuk para remaja yang baru mengenal teknologi, yaitu kecanduan sosial media.

Tanda-tanda Kecanduan Media Sosial

Pendidikan Karakter Era Milenial

Berdasarkan Ivan Goldberg, tanda-tanda kecanduan media sosial diantaranya yaitu :

  • Acapkali lupa waktu, yaitu mengabaikan hal-hal mendasar saat mengakses sosial media terlalu lama.
  • Menarik diri, seperti merasa cepat marah atau tersinggung, depresi ketika internet tidak bisa diakses, merasa kesal jika tidak ada sinyal, smartphone tertinggal.
  • Munculnya kebutuhan konstan, untuk menaikkan waktu yang dihabiskan
  • Kebutuhan peralatan komputer yang ingin dimiliki, dan software yang lebih banyak untuk di akses.
  • Umumnya akan sering berkomentar serta berbohong, acapkali merasa lelah, dan sering menutup diri.

Hal ini adalah dampak negatif yang berasal dari penggunaan internet atau sosial media yang berkepanjangan. Tanda-tanda ini sama halnya dengan seseorang yang kecanduan narkoba.

Manfaat Milenial Menggunakan Teknologi

Tetapi, terdapat beberapa manfaat yang mengakibatkan remaja banyak menggunakan teknologi sebagai gaya hidup milenialnya, manfaat tersebut yaitu :

  • Keberadaan, yaitu setiap manusia ingin diakui keberadaanya, apalagi remaja yang sedang mencari jati diri, dengan media sosial remaja mudah mencari jati dirinya dan diakui keberadaanya.
  • Perhatian, setiap manusia pula membutuhkan perhatian, baik secara pribadi juga tidak pribadi, dan ini akan dihasilkan remaja yg sedang tumbuh menjadi dewasa buat mendapatkan perhatian melalui media sosial.
  • Pendapat, yaitu mengenai sesuatu yang ada dipikiran seseorang tentang suatu hal. serta hal ini membantu para remaja buat saling bertukar pikiran atau pendapat buat mengambil keputusan.
  • Menumbuhkan citra, setiap orang ingin terlihat baik atau memiliki citra yang baik, apalagi remaja yg masih labil, sehingga beliau mudah mendapatkan pencitraan yg instan.
  • Komunikasi serta pengenalan, setiap manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lainnya, baik secara verbal juga non verbal, dan ini bisa dihasilkan melalui media sosial.
  • Ajang buat berprestasi, yaitu bisa juga menjadi wahana perlombaan online, sehingga para remaja bisa menunjukkan kebolehannya melalui media sosial.
  • Menambah wawasan, karena dunia sosial media pastinya berbagai isu yang jarang diketahui banyak orang, tetapi remaja mampu mencari taunya melalui media sosial.
  • Mengeluarkan apa yang dirasakan, kadang seseorang hanya ingin berpendapat tanpa menerima komentar-komentar yang negatif, apalagi masa remaja yang masih sensitif serta mudah tersinggung.

Itulah beberapa dampak positif yang juga dapat ditemukan oleh remaja melalui media sosial. Jadi, gunakanlah kemajuan teknologi tetap pada jalur yang benar.

Cara Membaca Watak Seseorang

Pada artikel kali ini akan membahas tentang cara membaca watak seseorang. Dengan adanya aneka macam watak manusia yang kita temui, tentunya kita ingin memahami bagaimana cara agar kita bisa membaca watak seseorang, agar kita mudah bersosialisasi dan berteman dengan sekitar dan dengan banyak orang.

Cara Membaca Watak Seseorang

Berikut terdapat beberapa cara membaca watak seorang yang perlu kamu ketahui :

Cara Membaca Watak Seseorang

Cara Bersalaman

Secara refleks biasanya seorang akan bersalaman atau berjabat tangan sebagai indikasi perkenalan. Jika waktu berjabat tangan terasa kuat, maka itu menandakan rasa percaya diri yang tinggi pada seorang, serta sebaliknya, bila terasa lemah, menunjukkan kurangnya rasa percaya diri orang tersebut. Jabatan tangan seseorang yang kuat atau erat juga menunjukkan orang tersebut ekspresif, ekstrovert, dan tidak pemalu.

Cara Menghargai waktu

Orang yang aktif biasanya sangat menghargai waktu, dan tidak suka mengulur-ulur saat, dan sebaliknya, seseorang yang tak jarang tidak tepat waktu umumnya dikenal dengan image yang negatif. Namun, dalam kondisi tertentu, seseorang yang sering datang terlambat bukan berarti orang yang tidak mampu menghargai orang lain, hanya saja, mungkin ia memiliki karakter yang kalem, sehingga cara memanage waktunya kurang sempurna.

Cara Memperlakukan Orang Lain

Membaca watak asli seseorang juga bisa kita lihat dari cara ia memperlakukan orang lain, khususnya yg posisinya lebih rendah berasal dirinya. contohnya, cara memperlakukan pelayan toko, pedagang pinggir jalan, tukang parkir, dan lain sebagainya. Perlakuan yg jelek kepada orang-orang yang lebih rendah darinya akan memberi kesan kepada seorang ihwal watak aslinya.

Cara Makan dan Minum

Konon, seorang yang sedang minum serta melihat ke dalam cangkirnya, mengindikasikan orang tersebut orang yg sadar diri, mawas diri, serta orang yg penekanan. saat sedang makan, amatilah beberapa hal berikut :

  • Orang yang makan dengan pelan/lambat, umumnya dikenal orang yang mudah dikontrol dan dapat menghargai hidup.
  • Dengan cara makan pilih-pilih, umumnya ialah tipe orang yang berani mengambil resiko, serta menyukai tantangan.
  • Orang yang cenderung menentukan makanan yang di sukai saja, umumnya orang yang simpel cemas dan mudah emosi.
  • Senang memisahkan makanan pada piring sesuai jenisnya, umumnya ia tipe orang yang detail pada segala hal dan sangat berhati-hati saat melakukan apapun.

Melihat Tulisan Tangan

Umumnya tulisan sebagai ciri khas seseorang untuk mudah dikenali. Dalam ilmu analisa tulisan disebut grafologi. Berikuti terdapat beberapa makna melihat tulisan tangan :

  • Memakai huruf kapital, mengindikasikan bahwa orang tersebut terbuka serta memiliki orientasi, dan menggunakan huruf mungil biasanya mengindikasikan orang tersebut tertutup.
  • Tulisan tangan yg miring kanan atau kiri, menandakan sifat ramah kepada siapa saja.
  • Tulisan tangan yang tegak memberikan sifat yg kaku.

Cara Kontak Mata

Membaca watak seorang juga mampu kita lihat dari cara pandang seseorang saat sedang berbicara dengan lawan bicaranya. Orang yang tak memandang atau kontak mata dengan lawan bicaranya, umumnya orang yang kurang percaya diri dan pemalu. Sebaliknya, orang yang melakukan kontak mata dengan benar ketika sedang berbicara dengan lawan bicaranya, umumnya menunjukkan seseorang yang mempunyai percaya diri yang tinggi serta mudah bersosialisasi.

Cara seorang Berjalan

Gaya seseorang saat berjalan berbeda-beda dan mempunyai makna tersendiri, diantaranya yaitu :

  • Berjalan cepat, mengindikasikan orang yang produktif, senang berpikir dengan logika, namun umumnya orang seperti ini senang bersaing serta cenderung dingin.
  • Jalan dengan berjinjit, menandakan seorang dengan sifat yang introvert, tetapi sopan.
  • Berjalan dengan lambat, mengindikasikan sifat seorang yang lebih tertarik pada orang lain ketimbang pekerjaannya, lebih tertarik urusan pribadi daripada berkarir.
  • Jjalan dengan dada mengarah ke depan, menandakan seseorang yang supel, praktis berteman, serta orang yg menyenangkan.

Reaksi Saat Marah 

Orang yang mudah terpancing emosinya pasti akan mudah marah, bahkan dengan hal-hal yang sepele. Berbeda dengan orang yang penyabar, maka akan cenderung berpikir panjang sebelum bertindak dan lebih bisa mengontrol emosi saat dirinya sedang marah.

Cara Menghadapi Masalah

Tidak berbeda jauh dengan reaksi ketika marah, watak seseorang juga mampu ditinjau ketika ia sedang menghadapi dilema. Apabila ia mempunyai sifat yang sabar, tentunya akan tetap hening serta mencoba mencari solusinya.
Sebaliknya, apabila tidak sabaran, maka akan mudah stres serta selalu mengeluh, yang memungkinkan seseorang salah dalam mengambil keputusan.

Cara Menanggapi Candaan

Orang yang kalem akan menanggapi candaan dengan terbuka serta mudah akrab. Berbeda dengan seseorang yang mudah tersinggung, otomatis akan sulit untuk diajak bercanda, umumnya orang seperti ini merupakan pribadi yang tertutup dan tidak mudah bergaul.

Raut Wajah

Emosi wajah akan gampang terlihat saat kita berbicara, dan ini bisa sebagai ciri khas karakter seorang. Misalnya, banyaknya kerutan di dahi menunjukkan seorang yang banyak berpikir atau rasa khawatir yang berlebihan, garis di sudut mata mengindikasikan dia acapkali tersenyum, atau bila seseorang cemberut mengindikasikan ia sedang merasa kesal, marah atau terdapat hal yang ia tak sukai.

Demikian pembahasan tentang cara membaca watak seseorang, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sedang menggali informasi mengenai kepribadian seseorang.

Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Pada artikel kali ini akan mengenal apa pengertian watak dan apa saja sifat-sifat watak. Pada kehidupan sehari-hari, pastinya kita akan bertemu dengan banyak orang. Pastinya, setiap orang mempunyai watak yg beraneka macam. Watak yang terdapat pada seseorang menjadi karakteristik tersendiri yang membuatnya tidak sama berasal orang lain.

Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Karakteristik dari watak acapkali digambarkan pada sebuah film, novel, atau drama, bahkan sinetron yang tayang di televisi. Watak atau karakter tokoh yang diperankan begitu realistis, sebagai akibatnya penonton pun ikut larut terbawa suasana.

Mungkin untuk sebagian orang, istilah watak sudah tidak asing untuk mereka, dan mereka bisa menganalisa dengan baik karakter setiap orang. Namun terdapat juga orang yang masih belum memahami apa arti watak, sehingga terkadang dalam pergaulan sehari-hari, tak jarang ada persoalan seperti tersinggung dan anti simpatik, disebabkan kita belum mengenali watak yang sesungguhnya.

Untuk itu, perlu sekali seseorang memahami watak orang lain dengan baik, agar bisa menjalin korelasi baik pertemanan, urusan usaha, dan lain sebagainya.

Pengertian Watak

Sederhananya, orang mengatakan watak itu sifat atau diartikan menjadi karakter seseorang. Pengertian watak secara umum adalah sifat, sikap, dan karakter seseorang yang sudah ada sejak orang tersebut lahir, dan mempengaruhi pikiran serta tingkah laku seseorang.

Selain itu, watak juga mampu diartikan sebagai sifat atau karakter bawaan yang membedakan seseorang dengan orang lain. Watak bisa dilihat dari ucapan dan tindakan yang dilakukan seseorang, seperti apakah benar dia seseorang yang penyabar, arogan, licik, baik hati, serta lain sebagainya.

Watak juga bagian fundamental terbentuknya akhlak dan moral seseorang. Setiap orang berakhlak pasti memiliki karakter, dan orang yang berkarakter memiliki filosofi atau semboyan dalam hidupnya. mirip yang diungkapkan oleh Al Mubarak’, bahwa :
“hidup itu sebuah pilihan, Pilihan itu sebuah usaha, dan usaha itu sebuah keindahan”.

Watak atau karakter yang baik juga harus diterapkan mulai sejak dini, anak yag belum paham akan tekanan lingkungan, maka wajib dibekali karakter, akhlak dan moral yang baik.

Menurut Borba (2001), ada tujuh hal utama yang merupakan sifat baik dasar dari moral yang dapat membantu anak bersikap sesuai moral untuk menghadapi tekanan lingkungan. Sifat-sifat tersebut diantaranya yaitu :

  • Empati (Emphaty), yaitu emosi dasar yang memungkinkan anak tahu bagaimana perasaan orang lain.
  • Hati Nurani (Conscince), yaitu suara hati yang membantu anak menetapkan mana yang benar dan mana yang salah.
  • Kontrol Diri (Self-control), yaitu membantu anak mengendalikan dorongannya untuk berpikir sebelum bertindak.
  • Menghargai (Respect), yaitu mendorong anak untuk memperlakukan dan menganggap orang lain itu berharga.
  • Kebaikan (Kindness), yaitu membuat anak lebih memperhatikan kesejahteraan dan perasaan orang lain.
  • Tenggang Rasa (Tolerance), yaitu mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan kualitas tiap individu, seperti perbedaan ras, gender, budaya, suku, dan lain sebagainya.
  • Keadilan (Fairness), yaitu mengarahkan anak untuk memperlakukan orang lain secara layak, adil, serta tidak memihak, sehingga melatih watak anak sebagai orang yang adil dikemudian hari.

Sifat-Sifat Watak

Karakter atau watak juga memiliki sifat-sifat, Ibnu Qayyim (2005) berkata bahwa sifat karakter terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Karakter SDM Unggul
    Mempunyai karakter kuat
    Menguasai ilmu serta teknologi yang berguna
    Memiliki kinerja yang akuntabel
    Memiliki kecerdasan (pintar, cerdik)
    Berkompeten (berilmu)
    Mempunyai prinsip
    Pemberani (maju, progresif)
    Memiliki kesederhanaan
    Tak tergesa-gesa (terjadwal)
    Kinerja yang tepat atau cermat (berhati-hati)
    Waspada
  • Karakter Baik
    Mempunyai kesabaran
    Menjaga kehormatan diri
    Mempunyai keberanian
    Adil
  • Karakter buruk
    Kebodohan
    Kedzaliman
    Syahwat
    Marah
  • Karakter lemah, kuat, buruk dan Baik
    Lemah, contohnya penakut, pemalas, mudah menyerah, cepat kalah, tidak berani mengambil keputusan atau resiko, serta lain sebagainya.
    Karakter kuat, misalnya teguh, ulet , pantang menyerah, memiliki keberanian, dan lainnya.
    Buruk, contohnya licik, egois, serakah, sombong, suka pamer, serta sebagainya.
    Karakter baik, seperti amanah, dapat dianggap, baik hati, rendah hati, serta lain sebagainya.

Demikian pembahasan mengenal pengertian watak & apa saja sifat-sifat dari watak. Semoga semakin menambah pengetahuan dan bermafaat bagi pembaca.

Kreativitas Anak Usia Dini

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian kreativitas dan apa yang disebut anak usia dini.

Pendidikan memiliki makna dasar, memanusiakan insan. Membuat manusia kembali pada fitrahnya. Salah satunya dengan mengembalikan manusia menjadi cerdas dan kreatif guna menjangkau perkembangan hidup yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan berupaya mendorong murid berani menghadapi problematika kehidupan demi menegakkan tugasnya menjadi khalifat di muka bumi.

Kreativitas Anak Usia Dini

Taman kanak-kanak mengemban tugas yang paling mulia, yakni menjaga agar bekal alam anak-anak tidak tercerabut oleh misi-misi orang dewasa. Guru pada Taman Kanak-kanak berperan besar, karena di pundaknya semua benih-benih kebermaknaan dan kemuliaan manusia berada. Di tangan guru yang cerdas dan laras, anak-anak akan dapat tumbuh sebagai insan besar yang berpikir, berjiwa, serta berkarya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi sedemikian penting, sebab

Pendidikan manusia pada 5 tahun pertama sangat menentukan kualitas hidup selanjutnya. Keberhasilan hidup seseorang ditentukan oleh bagaimana ia memperoleh pendidikan, perlakuan, serta kepengasuhan pada awal-awal tahun kehidupannya. Pembentukan berbagai konsep, termasuk konsep diri, konsep hidup, dan konsep belajar ditentukan oleh bagaimana lingkungannya memperlakukan dirinya.

Konsep Anak Usia Dini

Anak Usia Dini ialah mereka yang berada di usia nol sampai delapan tahun.
Konsep AUD (Anak Usia Dini) mencakup bayi, anak-anak pada Taman Penitipan Anak (TPA), kelompok Bermain (PG), taman kanak-kanak, serta Sekolah Dasar Awal. Secara struktural pemerintahan, PAUD (atau PADU) hanya dibatasi sampai pada usia 6 tahun. Meskipun demikian, karena berdasarkan pertimbangan psikologis serta pedagogis anak usia 8 tahun masih memiliki kisaran perkembangan aspek yang “sama” dengan anak di bawah usianya, maka NAEYC mengkategorikanya sebagai AUD.

Kreativitas

Konsep dan bentuk kreativitas AUD dan orang dewasa sangat berbeda. Kreatif
dalam pengertian orang dewasa berarti keberadaan keahlian (expertise), keterampilan (skills), dan motivasi pada diri (intrinsic task motivation). Orang dewasa yang kreatif diindikasikan menjadi individu yang mempunyai keterampilan teknik prima, berkemampuan seni, dan mempunyai bakat.

Mereka juga memiliki gaya karya yang mempesona, keterbukaan ide yang indah, dan konsentrasi serta ketekunan yang luar biasa. Kreativitas pada anak-anak mempunyai karakteristik tersendiri. Kreativitas anak dikoridori oleh
keunikan gagasan dan tumbuhnya khayalan serta fantasi. Anak-anak yang kreatif sensitif terhadap stimulasi. Mereka juga tidak dibatasi oleh frame-frame apapun. Mereka memiliki kebebasan dan keleluasan beraktivitas. Anak kreatif juga cenderung memiliki keasyikan dalam aktivitas. Kreativitas AUD juga ditandai dengan kemampuan menghasilkan imaji mental, konsep berbagai hal yang tidak hadir dihadapannya. AUD juga mempunyai fantasi, khayalan untuk membuat konsep seperti dunia nyata.

Kreativitas anak didorong kefitrahannya sebagai manusia yang berpikir. Anak menjadi kreatif karena mereka membutuhkan pemuasan dorongan emosi. Namun yang paling krusial, kreativitas anak ada karena anak perlu seni manajemen untuk membentuk konsep dan memecahkan masalah sesuai tingkat intelektualnya.

Kreativitas timbul dari kemampuan berfikir divergen, lateral, dan multiarah. Pada belahan otak, kreativitas bersumber pada aktivitas hemisfer kanan. Aktivitas berpikir divergen memiliki ciri-ciri generatif, eksploratif, tidak terprediksi (unpredictable), dan multijawab. Meskibdemikian, proses terjadinya kreativitas juga melibatkan kemampuan berfikir konvergen. Oleh sebab pada anak proses lateralisasi tengah terjadi, maka stimulasi pada belahan otak kanan menjadi sangat esensial serta fundamental.

Syarat Kreativitas

Bagi anak, 2 syarat kreativitas bisa dikatakan memadai, yakni fluency dan
flexibility. seorang anak dapat dikatakan kreatif saat ia menemukan pemecahan atas sebuah konflik. Anak tentu saja melakukan fluency dengan memunculkan aneka macam alternatif pandangan baru. Lebih lanjut anak akan mempertimbangkan berbagai hal untuk menentukan solusi terbaik.

Saat anak hendak “ngundhuh layangan”, maka ia membutuhkan fluency sebagai preparation atau brainstorming. Anak lalu melakukan berbagai pemikiran serta pertimbangan, bagaimana agar layang-layang yg dipetik tidak sobek. Apakah akan mempergunakan penggalah, memancat, atau menarik-narik talinya (atau yang lain). Anak melakukan flexibility karena konteks mulai berbicara. Ternyata, pohon itu dihuni oleh banyak semut hitam. Jika kemudian AUD itu berhasil menuntaskan masalahnya, maka ia dianggap kreatif. Tidak peduli bila solusi akhirnya diilhami oleh pengalaman orang lain. Dalam hal ini, originalitas tidak menjadi faktor utama kreativitas anak.

Ciri-ciri Anak Kreatif

Seorang anak disebut kreatif Jika dia menunjukkan ciri-ciri seperti berikut ini :

  • Bereksplorasi, bereksperimen, memanipulasi, bermain-main, mengajukan
    pertanyaan, menebak, mendiskusikan temuan
  • Menggunakan khayalan saat bermain peran, bermain bahasa, bercerita
  • Berkonsentrasi untuk tugas tunggal dalam waktu cukup lama
  • Menata sesuatu sesuai kesukaan
  • Mengerjakan sesuatu dengan orang dewasa
  • Mengulang untuk tahu lebih jauh

Demikian pembahasan mengenai bagaimana kreativitas bagi anak usia dini. Saat anak usia dini, merupakan hal emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga diharapkan orang tua selalu mendampingi dan mengawasi anak.
Semoga bermanfaat.