Meredam Burnout Saat Bekerja

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara-cara meredam burnout saat bekerja. Burnout ini dapat muncul dikala mendapat tekanan dalam satu waktu saat bekerja. Apabila burnout semakin dipendam, maka akan bisa meledak suatu saat.

Meredam Burnout Saat Bekerja

Memahami Pengertian Burnout

Burnout merupakan kondisi dimana lelahnya fisik dan mental yang dapat menyebabkan seseorang itu menjadi stres yang berkepanjangan di tempat kerja. Burnout tidak boleh dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, sebab termasuk hal yang negatif yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang dalam sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, burnout pada karyawan saat kerja ini seharusnya menjadi pandangan yang cukup penting bagi karyawan maupun bagi perusahaan, agar karyawan dan perusahaan tersebut tetap produktif dan sejahtera.

Biasanya burnout terjadi pada seorang karyawan yang sedang mengerjakan banyak pekerjaan dengan waktu deadline yang mepet, sehingga dipaksa untuk terus bekerja, memiliki beban kerja yang cukup berat, hingga kurangnya apresiasi atas pekerjaan yang sudah dilakukan dari atasan.

Mengidentifikasi Ciri-ciri Burnout

Setiap karyawan pasti pernah merasa kelelahan hingga stres saat bekerja, tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan memicu hadirnya burnout. Perusahaan dan lingkungan sekitar wajib mengetahui ciri-ciri dari seorang karyawan yang mengalami burnout. Berikut ini beberapa ciri-ciri burnout, yaitu :

  1. Kelelahan yang berlebihan atas pekerjaan yang dilakukan, hingga hilangnya semangat dalam bekerja. Hal ini dapat menguras energi yang lebih banyak.
  2. Berkurangnya motivasi dalam bekerja yang dapat menyebabkan seorang karyawan menjadi sulit berkonsentrasi hingga benci dengan pekerjaan yang ditekuni.
  3. Turunnya performa kinerja karyawan yang menyebabkan sulit menyelesaikan tugas-tugas yang sedang dikerjakan, dan hasil pekerjaan yang kurang memuaskan.
  4. Gampang tersulut emosi dan merasa cemas. Seseorang yang sedang merasakan burnout biasanya mudah emosi, hingga sensitif apabila pekerjaan menumpuk dan menambah terus menerus.
  5. Terjadinua penurunan kualitas hidup, termasuk kualitas tidur maupun istirahat, terjadinya gangguan kesehatan, hingga tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
  6. Terjadinya burnout yang terus menerus dapat membuat imun tubuh menurun, sehingga mudah terjangkit penyakit, misalnya sakit kepala, flu, maag, dan lain sebagainya.

Cara Meredam Burnout Saat Bekerja

Setelah mengetahui ciri-ciri burnout saat bekerja, berikut ini beberapa cara untuk meredam burnout saat bekerja, diantaranya yaitu :

  1. Membuat daftar prioritas pekerjaan
    Dengan membuat daftar prioritas pekerjaan, dapat mengetahui pekerjaan yang harus terlebih dahulu selesai dibanding yang kurang penting. Sehingga dapat mengatur waktu pekerjaan dan energi dapat dimanfaatkan dengan baik.
  2. Menyeimbangkan antara pekerjaan dan kepentingan pribadi
    Seimbangnya antara pekerjaan dan kepentingan pribadi dapat menurunkan burnout dalam bekerja, hal ini dapat menjadi salah satu sumber energi yang baik untuk bekerja.
  3. Belajar mengelola stres dengan baik. Adanya tekanan dari pimpinan dan tuntutan pekerjaan yang banyak membuat seorang karyawan mudah mengalami stres. Oleh sebab itu, harus belajar mengelola stres agar seluruh pekerjaan dapat terhandel dengan baik.
  4. Membicarakan keresahan dengan atasan
    Coba untuk membicarakan keresahan segala pekerjaan dengan atasan, meminta solusi atas banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada seorang karyawan.
  5. Menjaga kesehatan fisik dan mental
    Menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari burnout. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi, dan  olahraga teratur.

Olahraga Meningkatkan Harapan Hidup

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai olahraga apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup seseorang. Olahraga merupakan salah satu aktifitas yang seru untuk dilakukan, selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Dalam faktanya, rutin berolahraga dapat mencegah penyakit kronis, hingga dapat memperpanjang usia. Bahkan beberapa tipe olahraga dapat membantu fisik dan hidup menjadi lebih kuat dan berhasil untuk mengulur waktu hidup yang lebih panjang.

Jenis Olahraga Meningkatkan Harapan Hidup

Berdasarkan penelitian, olahraga dipercaya dapat berperan untuk meningkatkan harapan hidup seseorang. Orang-orang yang hampir tidak pernah berolahraga lebih mungkin untuk meninggal lebih cepat dibandingkan dengan orang yang rutin berolahraga.

Olahraga dapat dilakukan dimanapun, mulai dari rumah, lingkungan sekitar tempat tinggal, hingga di fasilitas olahraga yang disediakan. Berikut ini beberapa jenis olahraga yang dipercaya dapat meningkatkan harapan hidup, diantaranya yaitu :

  • Badminton (bulu tangkis)
    Badminton (bulu tangkis atau tepuk bulu) merupakan olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya serta memiliki gagang, yang disebut dengan raket.
    Olahraga ini dimainkan oleh 2 orang maupun 2 pasangan yang saling berlawanan.  Berdasarkan studi, olahraga badminton dapat memperpanjang harapan hidup seseorang yang rutin melakukannya.
  • Bersepeda
    Bersepeda merupakan kegiatan rekreasi sekaligus olahraga dan menjadi salah satu moda transportasi darat. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya perbukitan, medan yang terjal maupun hanya sekadar dipedesaan dan perkotaan saja.
    Berdasarkan penelitian, partisipan yang bersepeda selama empat jam atau lebih setiap minggunya dapat menambah rata-rata 3,7 tahun usia mereka .
  • Berenang

    Berenang merupakan kegiatan yang menuntut untuk aktif bergerak didalam air. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk olahraga maupun rekreasi. Berenang berguna sebagai alat pendidikan, rekreasi yang sehat, menanamkan keberanian, percaya diri, dan sebagai terapi yang direkomendasikan dokter.
    Olahraga ini memiliki segudang manfaat, salah satunya menambah umur. Menurut Guardian, atlet pria yang melakukan olahraga di air, berpotensi memiliki umur yang lebih panjang sebesar 22 persen, attau 3,9 tahun hidup lebih lama daripada mereka yang tidak bergerak.

  • Jogging (jalan santai)
    Olahraga Meningkatkan Harapan Hidup
    Joging atau berlari kecil juga bisa meningkatkan kemungkinan umur panjang hingga 3,2 tahun daripada mereka yang tidak berolahraga. Masih dari sumber yang sama, studi yang didanai Bayes Business School menemukan, pelari jarak jauh memiliki kemungkinan sedikit berumur panjang dibanding mereka yang berlari jarak pendek.
  • Senam
    Dikutip dari Eating Well, olahraga aerobik berupa senam juga bisa meningkatkan harapan hidup seseorang hingga 3,1 tahun dibanding mereka yang tidak.
  • Tenis Lapangan
    Studi menunjukkan bahwa olahraga tenis lapangan bisa memperpanjang umur hingga 9,7 tahun dibanding mereka yang tidak berolahraga. Meskipun begitu, penelitian belum menemukan hubungan antara olahraga tenis dengan kemungkinan umur panjang.
  • Sepak Bola
    Olahraga yang melibatkan kelompok ini terbukti bisa meningkatkan angka harapan hidup hingga 4,7 tahun dibandingkan mereka yang tidak bergerak. Olahraga satu ini menuntut pelaku untuk bergerak lebih aktif.

Durasi Terbaik untuk Olahraga

WHO menyarankan olahraga intensitas sedang sebaiknya dilakukan selama 150-300 menit per minggu. Sementara itu, olahraga dengan intensitas berat pada orang dewasa dianjurkan dilakukan selama 75-150 menit per minggu.

Kendati demikian, yang berolahraga lebih dari anjuran itu justru mampu melampaui level hidup lebih lama. Penelitian itu dilakukan dengan menganalisis lebih dari 116.000 orang dewasa selama 30 tahun dan diterbitkan dalam jurnal American Heart Association Circulation.

Hasilnya, risiko kematian dini menurun pada mereka yang melaporkan berolahraga dengan intensitas berat selama 150-300 menit selaman seminggu. Risiko penurunan kematian dini juga terjadi pada mereka yang memiliki aktivitas sedang selama 300-600 menit per minggu.