Stroke Pada Usia Belia

Pada artikel kali ini akan membahas apa saja penyebab penyakit stroke pada usia belia. Kondisi stroke pada usia belia lebih jarang dibandingkan dengan stroke pada usia tua.

Namun, mereka yang menderita stroke pada usia belia berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi yang lebih parah dan kesehatan masa depan yang lebih buruk.

Stroke pada Usia Belia

Penyebab utama stroke pada usia belia adalah masalah pembekuan darah yang disebabkan oleh penyakit vaskular yang disebut aterosklerosis.

Stroke Pada Usia Belia

Penyakit ini memengaruhi aliran darah di dalam arteri dalam tubuh dan dapat menyebabkan penyumbatan arteri. Hal ini menyebabkan pembekuan darah, yang dapat menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan stroke.

Penyebab lain yang dapat menyebabkan stroke pada usia belia termasuk stimulan narkoba, obat-obatan, penyakit hati dan ginjal, dan gangguan perdarahan di otak. Gejala yang harus diperhatikan termasuk kelemahan di satu sisi tubuh.

Stroke seringkali dianggap menjadi penyakit yang berkaitan dengan usia lanjut, malah saat ini semakin sering terjadi di usia belia.

Terdapat beberapa faktor risiko yang berkontribusi terhadap insiden stroke di kelompok usia ini, serta sebagian besar bisa dikaitkan dengan kebiasaan dan gaya hidup.

Berbagai Penyebab Stroke pada Usia Belia

Penyakit stroke dapat terjadi karena faktor internal maupun faktor eksternal. Berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang menjadi penyebab penyebab stroke pada usia belia yang sebaiknya dihindari, diantaranya yaitu :

  • Riwayat Famili
    Riwayat famili menggunakan riwayat stroke bisa menaikkan risiko Anda, terutama Jika faktor genetik terlibat.
  • Kurangnya kegiatan fisik
    Gaya hidup yang tidak aktif dan kurangnya olahraga bisa menaikkan risiko stroke. Aktivitas fisik yang relatif membantu menjaga berat badan, menaikkan peredaran darah, serta mengontrol tekanan darah.
  • Tekanan Stres yang Tinggi
    Stres yang berkelanjutan bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah serta peradangan pada tubuh, hal ini bisa mengganggu pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
  • Mengkonsumsi Alkohol Berlebihan
    Konsumsi alkohol yang hiperbola bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi serta menaikkan risiko pembekuan darah. Ini bisa menunjuk di stroke, terutama jika mengkonsumsi alkohol tak terkendali.
  • Aturan makan yang jelek
    Kuliner tinggi lemak jenuh, garam, serta gula bisa menaikkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, serta diabetes, yang semuanya merupakanfaktor risiko stroke.
    Kebiasaan makan yang buruk juga bisa mengakibatkan penumpukan plak pada pembuluh darah, sehingga dapat menyumbat peredaran darah ke otak.
  • Merokok

    Merokok mempertinggi tekanan darah, menghambat pembuluh darah, dan menaikkan pembekuan darah, mengurangi kadar oksigen dalam darah, yang semuanya dapat menyebabkan stroke.

  • Obesitas
    Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan darah, merusak metabolisme gula darah, dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang semuanya dapat mengakibatkan stroke.
  • Polusi udara
    Paparan jangka panjang terhadap polusi udara bisa menaikkan risiko stroke, terutama di usia belia. Polusi udara mengandung partikel halus serta bahan kimia yang merusak pembuluh darah dan memicu peradangan pada tubuh.
  • Penyalahgunaan narkoba
    Penyalahgunaan narkoba, terutama amfetamin atau kokain, dapat menaikkan risiko stroke. Narkoba bisa menaikkan tekanan darah, menyebabkan peradangan pembuluh darah, dan mempertinggi risiko pembekuan darah.
  • Ketidakseimbangan hormon
    Beberapa kondisi medis bisa menaikkan risiko stroke. Beberapa syarat yang memengaruhi keseimbangan hormon, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada wanita atau kondisi tiroid yang tak terkontrol.
  • Hipertensi
    Bila tekanan darah tidak terkontrol, risiko stroke akan meningkat.

Krusial untuk segera menyadari risiko dari faktor-faktor ini dan mencari solusi untuk mengurangi risiko stroke.

Solusi melibatkan perubahan gaya hidup, misalnya berhenti merokok, menjaga berat badan dengan baik, mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula darah yang normal, serta menjalani gaya hayati yang aktif.

Konsultasikan dengan dokter untuk menilai risiko serta menerima panduan yang sesuai untuk mengurangi risiko stroke. Stroke bukan hanya masalah usia tua, usia belia pun dapat terkena dampaknya apabila hidup tidak sehat.

Olahraga Setara Jalan Kaki

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja jenis olahraga yang setara dengan jalan kaki. Berjalan merupakan salah satu aktifitas bergerak yang sangat mudah kita lakukan.

Berjalan Kaki

Kita sering kali berjalan untuk mencapai tujuan tertentu seperti berbelanja, ke sekolah, atau ke kerja. Selain itu, berjalan juga bisa digunakan untuk rekreasi seperti berjalan di taman.

Berjalan juga dapat membantu kita untuk menjaga kebugaran karena saat kita berjalan tubuh kita melepaskan zat-zat endorfin yang akan meningkatkan kualitas emosional kita.

Berjalan juga sangat disarankan untuk orang yang ingin menurunkan berat badan karena ketika kita berjalan, kita membakar lebih banyak kalori daripada ketika hanya berdiam diri.

Dengan begitu, berjalan adalah salah satu cara yang baik untuk tetap bugar tidak hanya secara fisik, tapi juga secara mental dan emosional. Berjalan kaki adalah cara yang bagus untuk mudah, bergerak dan relaksasi.

Ini adalah satu-satunnya senaman yang mudah dilakukan, bebas dan tidak memerlukan alat atau peralatan. Anda boleh berjalan kaki di mana sahaja anda, di luar atau di dalam rumah, di jalan raya atau di taman-taman.

Dengan berjalan kaki, anda akan mengurangkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesiti, dan keletihan. Anda juga akan rasakan manfaat lain seperti peningkatan daya tahan dan mendapatkan kesehatan serta kecerdasan tubuh dan badan yang lebih baik.

Selain itu, dengan berjalan kaki, anda juga boleh meluangkan masa untuk berehat dan menghilangkan stress dan tekanan. Berjalan 10.000 langkah per hari dipercaya bisa menaikkan kesehatan seseorang.

Olahraga Setara Jalan Kaki

Namun, buat mencapai tujuan tadi mampu jadi bukan hal yang simpel serta sederhana bagi banyak orang. Apalagi bila mengingat jalan kaki 10.000 langkah itu lebih kurang setara dengan jeda 8 kilometer.

Penelitian teranyar menunjukkan cara yang lebih efisien serta sederhana, untuk menerima manfaat kesehatan yang sama, tanpa harus meluangkan waktu berjalan kaki sejauh itu.

Tips Olahraga Setara dengan Jalan Kaki

Naik tangga merupakan salah satu caranya. Menaiki 50 anak tangga per hari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 20 persen.

Selain itu, manfaat yang sama juga ditemukan ketika pendakian tadi dibagi menjadi segmen-segmen yang lebih mungil sepanjang hari. Ini mendatangkan manfaat lebih dibandingkan dengan mendaki 50 anak tangga sekaligus.

Bila kita memilih satu tangga, kita menaikinya dua-3 kali sehari. Bila bekerja dikantor, pilihlah kamar mandi yang berada di lantai yang tidak selaras.

Selain membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, menaiki tangga juga bisa membantu mengurangi risiko diabetes, dan membantu mempertinggi kekuatan otot. Aktivitas singkat apapun bisa menyampaikan manfaat bagi tubuh.

Studi ini menemukan bahwa hanya dengan 20-25 mnt per hari buat berkecimpung aktif berkegiatan seperti berjalan cepat, jogging, dan bersepeda dapat membantu seorang hidup lebih lama.

Pada sisi lain, orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya buat duduk, baik berbaring atau duduk menggunakan kegiatan kurang dari 20 menit, mengalami peningkatan risiko kematian sebanyak 40 % lebih besar.

Gerakan merupakan kunci sejati untuk menjadikan umur lebih panjang dan hanya perlu beberapa menit sehari buat menerima manfaat itu. Sebaiknya, orang dewasa melakukan 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang per minggu.

Hitungan tersebut setara dengan 30 menit sehari, lima hari per minggu. Orang dewasa melakukan aktivitas penguatan otot selama 2 hari per minggu dan tidak harus melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari.

Kita bisa membuatkan aktivitas tersebut dalam seminggu serta membaginya pada beberapa bagian waktu yang lebih pendek.

Komitmen Pada Slow Living

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai komitmen untuk fokus pada slow living. Meskipun gagasan untuk tetap sibuk sering kali diidolakan dalam masyarakat modern, bukan berarti ini adalah satu-satunya jalan yang dapat diterima untuk membuktikan kehidupan.

Terlibat dalam praktik hidup lambat adalah pilihan yang tepat. Dan itu tidak berarti Anda tetap tidak bisa menyelesaikan pekerjaan atau menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Komitmen Pada Slow Living

Apa Itu Slow Living?

Slow living atau hidup santai adalah cara hidup yang didasarkan pada gagasan pendekatan yang lebih lambat terhadap semua aspek kehidupan sehari-hari.

Tidak apa-apa untuk mengambil langkah mundur untuk memperlambat dan mengurangi tekanan. Ditambah lagi, tubuh dan pikiran Anda akan menjadi lebih baik karenanya. Semakin bahagia dan sehat mampu melakukan apa pun.

Tujuan dari hidup lambat adalah untuk lebih berhati-hati dalam mengatur waktu dan hidup dengan lebih penuh perhatian dan seimbang. Kehidupan yang santai memiliki banyak manfaat, antara lain :

  • Kesehatan fisik dan mental yang lebih baik
  • Lebih sedikit stres
  • Peningkatan produktivitas di tempat kerja
  • Hubungan yang lebih baik
  • Lebih menghargai pengalaman sehari-hari

Sayangnya, banyak orang memilih cara hidup yang sangat berbeda. Orang-orang inipen memilih untuk menuju kepuasan instan dan mencari jawaban dengan cepat. Ini bukan sepenuhnya salah mereka.

Internet, ponsel pintar, dan tablet memainkan peran besar dalam kebutuhan akan kecepatan ini. Misalnya, banyak yang dinyatakan bersalah karena “mencari-cari” suatu penyakit di Google saat kita merasa tidak enak badan.

Orang-orang yang tidak bisa memperlambat hidup dengan keadaan mendesak yang dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Termasuk gangguan tidur, keluhan pencernaan, sakit kepala kronis, penuaan dini, perubahan suasana hati dan banyak lagi.

Memulai Komitmen Pada Slow Living

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memulai berkomitmen pada slow living, sehingga dapat menjadikan beberapa hal menjadi prioritas utama.

  1. Bangun Lebih Awal dan Menikmati Sarapan yang Enak
    Harus memulainya dengan tidur lebih awal. Semakin awal tidur, semakin mudah bangun. Polos dan sederhana. Tidak hanya akan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada hal-hal penting.
    Namun juga mengatur suasana untuk hari produktif saat menyelesaikan sesuatu. Mulailah hari dengan perlahan dan dengan niat. Selain itu, saat sedang sarapan, usahakan untuk tetap fokus pada makanan dan jangan sampai terganggu.
    Pola pikir lebih baik mendengarkan musik yang inspiratif atau sekadar menghabiskan waktu sarapan dalam keheningan total.
  2. Jangan Gunakan Ponsel atau Komputer Kecuali Bekerja
    Tidak apa-apa untuk memeriksa dan menjawab email atau pesan teks, tetapi terus-menerus menggunakan ponsel akan menyebabkan banyak masalah. Ketegangan kepala dan mata sering terjadi.
  3. Terhubung Dengan Keluarga dan Teman Anda
    Ada banyak cara untuk memperkuat hubungan Anda dengan keluarga dan teman.
    Anda dapat mengirim pesan teks, email, menulis surat, menelepon, melakukan obrolan video atau mengunjungi mereka secara langsung.
    Pastikan bahwa ketika menghabiskan waktu bersama orang-orang favorit benar-benar berada di momen tersebut. Benar-benar berada di sana, fokus dan hindari gangguan, termasuk telepon Anda.
  4. Menikmati Saat Berada di Alam Terbuka
    Amati alam dan lingkungan sekitar. Nikmati ketenangan tanaman hijau dan air, hirup udara segar dalam-dalam, rasakan sensasi angin menerpa wajah. Cobalah melakukan ini setidaknya 3-4 hari seminggu.
    Nikmati waktu bersama di alam, yang juga merupakan cara bagus untuk memperkuat hubungan Anda.
  5. Mengemudi Perlahan
    Mengemudi cepat merupakan kebiasaan buruk yang umumnya dikaitkan dengan orang-orang yang menjalani kehidupan serba cepat. Cobalah untuk memperlambat saat Anda mengemudi. Jika Anda khawatir akan terlambat, berangkatlah lebih awal.
    Apabila mengemudi dengan lambat, mungkin akan menikmati perjalanan. Perhatikan sekeliling, putar musik favorit dan jadikan itu waktu yang damai untuk merenungkan hidup Anda.

Menyiasati Kesehatan Fisik Mental

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana menyiasati kesehatan fisik dan mental seseorang. Mengatur pola hidup sehat merupakan cara yang efektif untuk menyehatkan fisik dan mental.

Menyiasati Kesehatan Fisik dan Mental

Fisik dan mental adalah dua aspek yang sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Fisik mencakup kondisi tubuh kita, termasuk bagaimana kita bergerak, makan, dan berolahraga.

Mental mencakup aspek mental, seperti bagaimana menangani tekanan dan menjaga kebahagiaan. Kedua aspek ini merupakan komponen yang sangat penting untuk kesehatan yang baik.

Menyiasati Kesehatan Fisik Mental

Dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, kita dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan dan membantu kita untuk hidup lebih lama dan lebih sehat.

Memulai dengan mengatur pola makan yang sehat dan bergizi, mengonsumsi makanan yang seimbang, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan protein, membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.

Aktivitas fisik juga sangat penting untuk menyehatkan fisik dan mental. Olahraga secara teratur dan melakukan berbagai jenis olahraga, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, dan berlatih yoga, membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Beristirahat yang cukup juga penting. Memastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik, membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Tips Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, agar produktifitas kegiatan maupun bekerja dapat dilakukan dengan maksimal, diantaranya yaitu :

  • Berolahraga Secara Rutin
    Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang memberikan energi positif dan memperbaiki mood. WHO menganjurkan orang berusia 18-64 tahun berolahraga dengan intensitas sedang; 150-300 menit per minggu/sekitar 30 menit-1 jam per hari.
    Salah satu olahraga yang dapat dilakukan untuk self healing adalah yoga. Olahraga bermanfaat untuk kesehatan mental karena bisa membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi stres.
    Yoga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, yaitu meningkatkan kualitas pernapasan, mendorong ketahanan tubuh, membantu fleksibilitas tubuh, melatih otot, serta membuat tubuh menjadi lebih seimbang.
  • Mengonsumsi Makanan Kaya akan Serat
    Kebutuhan akan buah dan sayur sebagai sumber serat alami dapat membantu meredakan kecemasan. Stres bisa menghasilkan hormon kortisol yang memicu penumpukan lemak dan keinginan makan berlebihan.
    Untuk mengatasi stres, masyarakat biasanya mengonsumsi gula secara berlebih untuk meningkatkan hormon dopamin, tanpa disadari hal tersebut malah meningkatkan risiko obesitas.
  • Sempatkan ‘me time’ dengan hobi baru
    Ada banyak pilihan hobi yang dapat dilakukan saat ‘me-time’, contohnya seni dan kerajinan tangan. Melukis atau membuat kerajinan tangan dapat membantu mengembalikan energi positif sehingga produktivitas bisa ikut meningkat.
    Di sisi lain, menulis jurnal harian juga dapat membantu seseorang untuk mengurai emosi-emosi negatif agar lebih mudah dipahami. Selain menulis, perbanyak juga kegiatan membaca buku pengembangan diri.
  • Berlibur

    Memulihkan diri dari tekanan hidup alias self healing merupakan langkah yang penting untuk kesehatan mental. Melakukan self healing juga akan mengembalikan keseimbangan tubuh dan pikiran.
    Terdapat beberapa tanda peringatan awal yang menunjukkan seseorang harus mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental. Misalnya, nafsu makan terganggu, serta produktivitas menurun karena tidak fokus dan lain-lain.
    Artinya perlu menyediakan waktu untuk istirahat dari rutinitas, termasuk bekerja, untuk melakukan kegiatan menyenangkan sehingga pikiran kita bisa recharged kembali.
    Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan saat istirahat dari rutinitas adalah berlibur atau melakukan menginap satu malam di luar kota (staycation). Walau sedang berlibur penting untuk tetap memperhatikan jadwal dan kualitas tidur yang baik.

  • Kualitas dan Durasi Tidur 
    Durasi tidur yang ideal adalah 7-9 jam sehari. Jika durasi ini terpenuhi, maka kinerja tubuh lebih optimal. Jam tidur yang tidak teratur mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga akan lebih mudah terkena penyakit.
    Selain itu, sering tidur larut malam juga dapat menimbulkan obesitas yang bisa memicu komplikasi penyakit lainnya.
  • Mendekorasi rumah
    Bagi sebagian orang, mendekorasi rumah bisa menjadi kegiatan self healing. Menata ulang letak perabotan bisa memberikan suasana baru di rumah. Contohnya, menerapkan penggunaan furnitur multifungsi.
    Agar rumah terlihat lebih rapi sebaiknya singkirkan barang yang sudah tidak dipakai. Mulailah decluttering dari kamar tidur, lemari pakaian dan selanjutnya ke area kamar mandi, dapur, dan ruang tamu.

Memahami Keburukan Anger Issue

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana memahami keburukan anger issue. Tidak bisa kita pungkiri bahwa murka artinya sebuah reaksi alami yang dapat dirasakan oleh seseorang saat menjumpai situasi atau syarat yang tidak ideal.

Memahami Keburukan Anger Issue

Seperti halnya beberapa rencana yang tak berjalan dengan baik, sampai timbul menjadi sebuah respon atas tindakan orang lain yang tidak mengenakkan. Besar kemungkinan Bila engkau mengalami anger issue atau kesulitan pada mengelola kemarahan.

Kesulitan mengelola amarah merupakan salah satu dilema pengendalian amarah yang dapat membuat penderitanya simpel tersinggung serta marah, baik kepada orang lain ataupun di diri mereka sendiri.

Walaupun terlihat sepele, tapi tantrum yg dirasakan oleh orang dewasa ini dapat menyebabkan penderitanya secara tidak sadar mampu melakukan kekerasan saat meluapkan amarahnya.

Pasti akan sangat menyesakkan Jika melakukan kekerasan hanya karena persoalan kecil yg sebenarnya mampu diselesaikan secara baik-baik. Walaupun melegakan, pastinya perlakuan kasar tadi bisa mengakibatkan akibat yg jelek.

Memahami Keburukan Anger Issue

Anger issue artinya sebuah masalah yang bisa membentuk seorang menjadi lebih simpel murka, entah itu kepada orang lain ataupun diri sendiri.

Jika gangguan tadi dibiarkan begitu saja, maka akan berpotensi mengakibatkan penderitanya melakukan aneka macam tindakan kekerasan, baik pada bentuk fisik ataupun lisan.

Anger issue jua dapat meretakkan korelasi sosial. Murka memang reaksi alami dan normal dialami oleh siapapun. Umumnya, marah akan ada sebagai sebuah respon terhadap suatu kejadian yg tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Tetapi hal tersebut sebagai tak wajar jika kita praktis marah hanya hal-hal sepele dan tidak perlu dibesar-besarkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan kita mengalami anger issue.

Tanda-tanda Anger Issues

Apabila dibiarkan begitu saja, pengendalian amarah yang buru tidak hanya akan menyebabkan kekerasan hingga keresahan, tetapi juga mampu memperburuk hubungan sosial antara famili, pertemanan, ataupun rekan kerja.

Oleh sebab itu, dengan mengetahui tanda-tanda dari seorang yang mempunyai gangguan anger issue bisa membantu kita agar bisa berkomunikasi secara baik dengan mereka.

Dengan mengetahui tanda-tanda-tandadari orang-orang yg memiliki problem tadi, kita bisa menggunakan hal itu buat mendeteksi diri sendiri. Apakah kita termasuk kedalam golongan orang-orang yg mempunyai gangguan anger issue atau tidak.

Berikut adalah artinya beberapa tanda-tanda yg dialami oleh orang-orang yang memiliki gangguan dalam mengelola amarah, diantaranya yaitu :

1. Diperhatikan dari Tanda Fisik

Amarah sebenarnya akan mengakibatkan karakteristik fisik yang cukup kentara serta bisa dikenali. Hal tadi terjadi sebab waktu murka, otot wajah kita akan menjadi lebih tegang, jantung akan berdetak lebih kencang, serta otak akan terasa lebih panas.

Itulah alasan mengapa orang bisa menyembunyikan kesedihan tetapi tidak bisa menyembunyikan kemarahan. Pada orang-orang yang mengidap gangguan kesulitan dalam mengelola emosi, tanda-tanda gejala di atas akan sangat acapkali kita jumpai.

Mungkin kita sendiri tidak akan menyadari hal itu Jika kita sendiri yang mengidapnya. Jadi umumnya tanda-tanda tersebut akan terlihat dari cermin ataupun dari kacamata orang lain.

2. Dicermati dari Taraf Emosional

Tanda anger issue atau kesulitan pada mengelola amarah selanjutnya dapat dilihat dari taraf emosionalnya. Walaupun hal tersebut tampak berlangsung begitu saja,

Tetapi terdapat beberapa kondisi yang mengikuti bagaimana respon alamiah tadi ada dari dalam diri seseorang. karena pastinya kemarahan akan muncul dengan aneka macam polemik yang menyertainya.

Berikut ini merupakan beberapa situasi yang kerap dialami oleh penderita anger issue, antara lain :

  • Kerap merasa tertekan
  • Tak jarang merasa stress atau putus harapan
  • Selalu merasa gelisah
  • Selalu merasa bersalah
  • Merasa kewalahan dengan tanggungan yg dimiliki

Kondisi diatas dapat menghasilkan mereka yg mengalami tantrum akan simpel tersinggung oleh berbagai hal yg mereka lihat ataupun dengar. Jadi, buat orang-orang yang secara tidak sengaja berinteraksi menggunakan mereka, akan menganggap bahwa orang yang tadi praktis tersinggung. Bahkan, tak jarang pula hal itu dikaitkan dengan dilema kesehatan mental.

Tanda Memiliki Anger Issue

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja tanda seseorang memiliki anger issue. Anger issue merupakan pengendalian amarah dari diri seseorang.

Ada berbagai macam emosi, salah satunya yaitu emosi murka. Tetapi sesungguhnya, emosi murka itu bukan emosi yang seharusnya tak jarang dinikmati. Oleh sebab itu ada istilah anger issue atau persoalan pengendalian amarah yang bisa dimiliki.

Tanda-Tanda Memiliki Anger Issue

Tanda Memiliki Anger Issue

Berikut ini beberapa tanda seseorang memiliki anger issue yang mudah dibaca, seperti:

  1. MemilikiTanda-tanda Fisik
    Ketika seseorang dengan anger issue merasakan marah, maka emosi, mental, hingga fisik juga akan terganggu. Karena saat marah, tekanan darah dan jantung akan semakin tinggi.
    Hal ini yang menyebabkan otot didalam tubuh menjadi tegang berlebihan. Dalam waktu jangka panjang, amarah yang berlebihan ini dapat menyebabkan anxiety, kesulitan bernapas, sampai penyakit jantung dan stroke.
  2. Tidak tahan dengan kesalahan orang lain.
    Setiap orang orang pasti pernah berbuat salah, tetapi apabila seseorang dengan anger issue tidak akan tahan dengan kesalahan yang dibuat oleh orang lain. Bahkan dengan masalah kecil sekalipun.
    Misalnya ketika marah dengan seseorang karena ketika pergi lupa membelikan titipan, maka akan marah, mendiamkan orang tersebut hingga membencinya.
    Tanda inilah yang paling jelas untuk seorang anger issue, karena  kesalahan tersebut tergolong kecil dan sangat tidak perlu untuk membenci orang lain.
    Hal seperti ini membuat orang lain menjadi berjaga-jaga dalam menjaga perasaan seorang anger issue tersebut agar tidak mudah murka.
  3. Respon lisan dan fisik yang lebih proaktif
    Seorang anger issue umumnya memiliki respon yang lebih proaktif terhadap marah yang dirasakan, baik respon secara lisan maupun fisik.
    Misalnya lebih proaktif secara ekspresi dengan teriak-teriak atau berbicara kotor, maupun respon proaktif secara fisik dengan memukul orang atau membanting sebuah barang.
    Respon proaktif ini dapat sangat berbahaya dan menjadikan dilema bagi orang lain, karena mampu membuat orang sekitar tidak ingin dekat dan berteman dengan seorang anger issue.
  4. Mudah terpancing kemarahan atau kekesalan

    Sangat wajar apabila merasa murka atau kesal terhadap sesuatu, tetapi bukan berarti merasakan hal itu setiap saat.
    Jadi jikalau kita merasa lebih acapkali murka atau kesal dibandingkan merasa suka, tenang, dan rileks, hal ini bisa jadi indikator kalau sebenarnya memiliki anger issue.
    Punya anger issue bukan cuma menjadikannya problem dengan diri sendiri (fisik atau mental), tapi kita pula bisa jadi punya korelasi yang enggak baik dengan orang-orang di kurang lebih kita.

  5. Banyak orang yang menjauhi
    Jikalau ada orang yang terus-terusan murka, tentu saja akan malas bersama orang tersebut. Sama seperti jikalau terus-terusan murka, otomatis orang-orang yang ada disekitar juga pasti tidak akan nyaman.
    Alhasil, mereka pasti tidak ingin berada dekat dengan seorang anger issue tersebut, menghindari sebisa mungkin, sampai menjauhi.
    Kita akan merasa apabila tidak ada orang yang ingin ngobrol lama, mengajak jalan, atau bahkan sekadar chat dan teleponan. Bahkan saat marah pasif (silent treatment), orang-orang juga akan menjauhi.

Bahkan orang-orang yang memiliki anger issue dan menyalurkannya secara fisik juga mampu mendapat duduk perkara hukum sebab perbuatannya yang tidak bertanggung jawab.

Demikian pembahasan mengenai tanda-tanda seseorang memiliki anger issue, hal ini wajib menjadi kewaspadaan bagi orang-orang terdekat, karena dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai prioritas penilaian kesejahteraan pegawai. – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peraturan yang berbeda pada setiap bidangnya, termasuk mengatur kesejahteraan pegawai. Dengan adanya peraturan mengenai kesejahteraan pegawai, diharapkan dapat memberikan jaminan dan rasa aman kepada para pegawai.

Apabila kesejahteraan pegawai terjamin, maka otomatis pegawai tersebut akan memberikan feedback yang lebih banyak terhadap perusahaannya. Perkembangan dari sebuah perusahaan atau instansi juga memiliki hubungan dari kesejahteraan yang diterima oleh pegawai.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Memahami Kesejahteraan pegawai

Kesejahteraan pegawai dapat dipahami sebagai kesehatan fisik, mental, emosional dan ekonomi seorang pegawai secara keseluruhan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh banyak aspek, misalnya hubungan pegawai dengan pegawai yang lain, maupun dengan atasan, jam kerja yang berlaku, keputusan yang dibuat, penghasilan, hingga keselamatan kerja pegawainya.

Ada banyak macam aspek yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan pegawai, biasanya tingkat aspek ini berbeda-beda pada setiap pegawai. Hal ini dapat mendukung motivasi pegawai, sehingga mereka menjadi lebih sehat dan produktif dalam bekerja.

Terdapat juga aspek-aspek yang berasal dari luar diri pegawai tersebut yang tentu saja berpengaruh besar terhadap produktifitas pegawai di lingkungan kerja, misalnya sedang diterpa masalah keuangan, stres terhadap beban kerja, hingga kesehatan anggota keluarga.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Berikut ini beberapa prioritas yang dapat digunakan sebagai penilaian dari kesejahteraan karyawan, diantaranya yaitu :

  • Kesehatan fisik
  • Kesehatan mental
  • Kesehatan finansial
  • Keberlangsungan karir yang baik
  • Keamanan sosial
  • Komunitas yang memadai
  • Purpose driven well-being

Dengan adanya prioritas seperti diatas dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pimpinan maupun atasan dalam menilai kesejahteraan pegawainya, sehingga pegawai dan atasan dapat bekerja bersama-sama untuk membangun hingga meningkatkan kesejahteraan pegawainya di perusahaan tersebut.

Manfaat Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Dampak dari adanya penilaian terhadap kesejahteraan pegawai memberikan beberapa manfaat, diantaranya yaitu :

  1. Peranan Pegawai yang semakin terlihat
    Ketika perusahaan membuat sebuah budaya yang lebih tepat untuk kesehatan pegawai, maka pegawai juga akan memberikan hal kerja yang lebih terlihat. Dengan adanya budaya tersebut, akan memperkuat hubungan antara pegawai maupun dengan atasannya, hingga membawa dampak pegawai akan tetap tinggal didaerah mereka bekerja dalam waktu yang lama.
  2. Menaikkan produktifitas pegawai
    Apabila kesejahteraan pegawai terjamin, maka cenderung pegawai lebih produktif dalam bekerja. Hal ini karena pegawai merasa cukup waktu untuk istirahat, bertemu dengan rekan kerja lain, sehingga memiliki motivasi kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  3. Dapat mengurangi biaya kesehatan
    Dengan sejahteranya pegawai, otomatis perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk menjamin kesehatan pegawainya, karena akan berkurangnya pegawai yang sakit ketika bekerja.
  4. Mempererat kerjasama antar pegawai
    Ketika pegawai bekerja membentuk tim, otomatis akan lebih produktif dan kualitas pekerjaan juga menjadi lebih baik. Biasanya menjadi lebih kreatif dan menyebarkan ide-ide yang lebih inovatif.

Salah satu poin krusial supaya para pegawai mampu bertahan dalam kantor kawasan dia bekerja adalah tentang kepuasan. oleh karena itu, penting bagi setiap perusahaan buat bisa memahami apa saja yang diperlukan dalam manajemen kepuasaan setiap pegawai. agar mampu membantu Anda lebih paham akan hal tadi, tidak terdapat salahnya buat membaca buku Manajemen Kepuasan dan Keterikatan Pegawai yg sudah mempunyai poin-poin krusial pada dalamnya.

Meredam Burnout Saat Bekerja

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara-cara meredam burnout saat bekerja. Burnout ini dapat muncul dikala mendapat tekanan dalam satu waktu saat bekerja. Apabila burnout semakin dipendam, maka akan bisa meledak suatu saat.

Meredam Burnout Saat Bekerja

Memahami Pengertian Burnout

Burnout merupakan kondisi dimana lelahnya fisik dan mental yang dapat menyebabkan seseorang itu menjadi stres yang berkepanjangan di tempat kerja. Burnout tidak boleh dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, sebab termasuk hal yang negatif yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang dalam sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, burnout pada karyawan saat kerja ini seharusnya menjadi pandangan yang cukup penting bagi karyawan maupun bagi perusahaan, agar karyawan dan perusahaan tersebut tetap produktif dan sejahtera.

Biasanya burnout terjadi pada seorang karyawan yang sedang mengerjakan banyak pekerjaan dengan waktu deadline yang mepet, sehingga dipaksa untuk terus bekerja, memiliki beban kerja yang cukup berat, hingga kurangnya apresiasi atas pekerjaan yang sudah dilakukan dari atasan.

Mengidentifikasi Ciri-ciri Burnout

Setiap karyawan pasti pernah merasa kelelahan hingga stres saat bekerja, tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan memicu hadirnya burnout. Perusahaan dan lingkungan sekitar wajib mengetahui ciri-ciri dari seorang karyawan yang mengalami burnout. Berikut ini beberapa ciri-ciri burnout, yaitu :

  1. Kelelahan yang berlebihan atas pekerjaan yang dilakukan, hingga hilangnya semangat dalam bekerja. Hal ini dapat menguras energi yang lebih banyak.
  2. Berkurangnya motivasi dalam bekerja yang dapat menyebabkan seorang karyawan menjadi sulit berkonsentrasi hingga benci dengan pekerjaan yang ditekuni.
  3. Turunnya performa kinerja karyawan yang menyebabkan sulit menyelesaikan tugas-tugas yang sedang dikerjakan, dan hasil pekerjaan yang kurang memuaskan.
  4. Gampang tersulut emosi dan merasa cemas. Seseorang yang sedang merasakan burnout biasanya mudah emosi, hingga sensitif apabila pekerjaan menumpuk dan menambah terus menerus.
  5. Terjadinua penurunan kualitas hidup, termasuk kualitas tidur maupun istirahat, terjadinya gangguan kesehatan, hingga tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
  6. Terjadinya burnout yang terus menerus dapat membuat imun tubuh menurun, sehingga mudah terjangkit penyakit, misalnya sakit kepala, flu, maag, dan lain sebagainya.

Cara Meredam Burnout Saat Bekerja

Setelah mengetahui ciri-ciri burnout saat bekerja, berikut ini beberapa cara untuk meredam burnout saat bekerja, diantaranya yaitu :

  1. Membuat daftar prioritas pekerjaan
    Dengan membuat daftar prioritas pekerjaan, dapat mengetahui pekerjaan yang harus terlebih dahulu selesai dibanding yang kurang penting. Sehingga dapat mengatur waktu pekerjaan dan energi dapat dimanfaatkan dengan baik.
  2. Menyeimbangkan antara pekerjaan dan kepentingan pribadi
    Seimbangnya antara pekerjaan dan kepentingan pribadi dapat menurunkan burnout dalam bekerja, hal ini dapat menjadi salah satu sumber energi yang baik untuk bekerja.
  3. Belajar mengelola stres dengan baik. Adanya tekanan dari pimpinan dan tuntutan pekerjaan yang banyak membuat seorang karyawan mudah mengalami stres. Oleh sebab itu, harus belajar mengelola stres agar seluruh pekerjaan dapat terhandel dengan baik.
  4. Membicarakan keresahan dengan atasan
    Coba untuk membicarakan keresahan segala pekerjaan dengan atasan, meminta solusi atas banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada seorang karyawan.
  5. Menjaga kesehatan fisik dan mental
    Menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari burnout. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi, dan  olahraga teratur.

Mengenal Jenis-Jenis Bullying

Bullying adalah pola perilaku, bukan insiden yang terjadi sekali-kali. Biasanya, pelaku bullying berasal dari status sosial atau posisi kekuasaan yang lebih tinggi, seperti anak-anak yang lebih besar, lebih kuat, atau dianggap populer sehingga bisa menyalahgunakan posisinya. Pada artikel ini akan mengenal  jenis-jenis bullying menurut Kemenppa RI :

Mengenal Jenis-Jenis Bullying

Bullying dengan kontak fisik langsung

Bullying fisik artinya tindakan intimidasi yang dilakukan sebagai usaha mengontrol korban dengan kekuatan yang dimiliki pelaku. Jenis bullying ini seperti tindakan memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang pada ruangan, mencubit, mencakar, memeras, serta mengganggu barang milik orang lain.

Jenis bullying ini memiliki dampak buruk yang terlihat dengan jelas oleh ‘mata telanjang’. Bullying di sekolah yang berkaitan dengn fisik terjadi ketika seseorang melakukan tindak kekerasan untuk mendapatkan kendali atas targetnya. Meski begitu, korban perundungan fisik juga terkadang tidak mengalami bekas-bekas yang bisa dipandang mata.

Bullying dengan kontak verbal langsung

Bullying lisan ialah jenis perundungan dengan memakai kata-kata, pernyataan, serta sebutan atau panggilan yang menghina. Pelaku bullying verbal biasanya akan terus melakukan penghinaan, merendahkan, dan melukai korban. Tindakan mengancam, mempermalukan, merendahkan, Mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put- downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, sampai berbagi berita masuk pada jenis bullying verbal.

Misalnya dicemooh secara lisan oleh orang lain, dengan dipanggil “si kolot”, “si gendut”, “si buruk “, serta sebagainya. Perundung memilih sasaran mereka sesuai caranya melihat, bertindak, atau berperilaku. Penindas verbal biasanya menargetkan anak-anak dengan kebutuhan khusus, misalnya pengidap down syndrome. Bullying verbal sangat sulit untuk diidentifikasi, karena ‘serangan’ hampir selalu terjadi saat tidak ada orang dewasa.

Bullying Non-Verbal langsung

Jenis Bullying non-verbal langsung dilakukan tanpa kata-kata. Namun, pelaku akan melakukan gerakan menghina korban secara langsung, bahkan mengancam dan disertai dengan bully fisik dan lisan. Contoh tindakan bullying non-verbal langsung, seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, hingga mengejek.

Bullying Non-verbal tidak langsung

Bullying non-verbal tidak langsung atau disebut agresi relasional. Ini adalah jenis bullying yang dilakukan secara emosional. Namun, bullying jenis ini kerap luput dari perhatian orang tua serta pengajar di sekolah. Padahal, bullying non-verbal tak langsung punya dampak yang tidak kalah berbahaya. Tindakan mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, hingga mengirimkan surat kaleng juga masuk pada jenis tindakan bullying ini.

Cyber Bullying

Pelaku juga kini menyasar korban di dunia maya dan tindakan ini dianggap dengan cyber bullying. Pelaku bakal menargetkan korban di media online dengan cara menyakiti orang lain melalui rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik, mempermalukan, hingga melecehkan. Biasanya, orang tua serta guru tak menyadari jenis bullying ini. Maraknya penggunaan media sosial serta internet perlu ditanggapi menggunakan bijak.

Contohnya, ketika akun media sosial anak dibanjiri komentar negatif yang menyakitkan atau data pribadi seperti foto serta video disebarkan tanpa seizin anak.Pelaku cyberbullying sering mengatakan hal-hal yang tak berani mereka katakan secara langsung. Teknologi menghasilkan mereka merasa anonim, terisolasi, dan terlepas asal situasi.

Sexual Bullying atau pelecehan seksual

Sexual bullying atau pelecehan seksual biasanya menimpa anak perempuan. Tetapi, korbannya bisa jadi merupakan laki-laki atau anak perempuan lainnya. Sexual bullying adalah tindakan berulang serta berbahaya yang menargetkan seseorang secara seksual.

Contoh sexual bullying ialah komentar kasar, gerakan vulgar, sentuhan tanpa persetujuan ke 2 belah pihak, hingga memanggil seorang dengan nama yang tak pantas. Dalam masalah yang lebih parah, sexual bullying mampu membuka pintu untuk melakukan kekerasan seksual. Penindasan seksual terdiri dari tindakan berulang, berbahaya, serta memalukan yang menargetkan seseorang secara seksual. Biasanya si korban menerima ejekan atau julukan yang bernada seksual atau melecehkan.

 

Demikian pembahasan mengenal jenis-jenis bullying. Dengan adanya pembagian seperti diatas, maka kita dapat semakin mengetahui jenis bullying seperti apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Memahami Bullying dan Penyebabnya

Sikap bullying mengakibatkan seorang anak Sekolah Dasar di Tasikmalaya meninggal dunia. Mirisnya, tindakan tidak terpuji ini seringkali terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari bangku Sekolah Dasar sampai universitas. Namun, korban bullying biasanya takut untuk menceritakan atau meminta pertolongan karena trauma serta ancaman dari pelaku. Meski sudah banyak memakan korban, masih ada saja laporan bullying. Oleh sebab itu, krusial bagi masyarakat untuk memahami apa itu bullying dan apa saja penyebabnya agar mampu melakukan tindakan yang dibutuhkan saat hal itu terjadi. Hal ini karena bullying mempunyai akibat yang serius untuk kesehatan mental korban.

Apa Itu Bullying?

Kementerian Pemberdayaan wanita dan proteksi Anak (Kemenppa) RI menyebutkan bullying atau penindasan/perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Memahami Bullying dan Penyebabnya

Perbuatan yang dimaksud bisa berupa hal-hal yang menyakiti secara fisik, misalnya memukul, mendorong, dan lain-lain. Bisa juga menyakiti secara ekspresi, contohnya mengejek penampilan, menghina kemampuan, dan masih banyak lagi. Tidakan menjauhi dan mengucilkan seorang juga termasuk tindakan bullying.

Bullying tidak hanya terjadi pada orang-orang yang saling kenal atau seringkali bertemu secara pribadi. Di zaman yang telah maju ini, bullying bisa dilakukan lewat telepon, mengirim pesan melalui SMS atau email, dan meninggalkan komentar jelek pada media sosial. Istilah bullying melalui gadget (gawai) biasa dikenal dengan istilah cyberbullying.

Faktor Penyebab Bullying

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang melakukan bullying, diantaranya yaitu :

  1. Faktor Keluarga
    Kehidupan keluarga yang tidak harmonis juga bisa menjadi penyebab muncul pelaku bullying. Orang tua yang tak jarang bertengkar serta melakukan tindakan agresif biasanya mendorong anak melakukan bullying. Orang tua seperti ini juga tidak mampu memberikan pengasuhan yang baik.
  2. Anak dengan Kontrol Diri Rendah
    Pelaku bullying bisa hadir karena kontrol diri yang rendah. Mereka mungkin sebelumnya menjadi korban kekerasan, kemudian menganggap dirinya selalu terancam serta biasanya bertindak menyerang sebelum diserang. Pelaku bullying jelas tidak mempunyai perasaan dan tanggung jawab terhadap tindakan yang sudah dilakukan. Pembully selalu ingin mengontrol, mendominasi, dan tidak menghargai orang lain. Mereka melakukan bullying menjadi bentuk balas dendam.
  3. Rasa Iri
    Rasa iri ini bisa timbul akibat korban mempunyai hal yang sebenarnya sama istimewanya dengan pelaku. Selain itu, seorang juga mungkin melakukan bully untuk menutupi jati dirinya sendiri.
  4. Kurangnya Rasa Empati

    Saat melihat korban, pelaku bullying tidak merasa ikut merasakan apa yang dirasakan korban, sebagian mungkin justru merasa suka saat melihat orang lain takut. Semakin menerima reaksi yang diinginkan, semakin pelaku bullying suka melakukan aksinya.

  5. Mencari Perhatian
    Kadang pelaku bullying tidak sadar jika apa yang dilakukannya termasuk ke dalam penindasan, karena sebenarnya apa yang dilakukannya merupakan mencari perhatian. Jenis yang satu ini paling mudah untuk diatasi. Caranya dengan memberikan perhatian yang positif sebelum pelaku mencari perhatian dengan cara yang negatif.
  6. Kesulitan Mengendalikan Emosi
    Anak yang kesulitan untuk mengatur emosi bisa berpotensi menjadi pelaku bullying. Ketika seseorang merasa marah dan putus harapan, perbuatan menyakiti dan mengintimidasi orang lain bisa saja dilakukan. Jika sulit untuk mengendalikan emosi, maka masalah kecil saja bisa membuat seseorang terprovokasi dan meluapkan emosinya secara berlebihan.
  7. Ada Supporter
    Teman sebaya yang menjadi supporter atau penonton membuat pelaku bullying makin menjadi-jadi. Secara tidak langsung, kehadiran suporter membantu pembully memperoleh dukungan kuasa, popularitas, dan status.
  8. Kebijakan Sekolah
    Kebijakan sekolah mempengaruhi aktivitas, tingkah laku, dan interaksi pelajar di sekolah. Rasa aman serta dihargai adalah dasar pencapaian akademik yang tinggi di sekolah. Bila tidak terpenuhi, pelajar bakal bertindak semena-mena.
    Mereka akan berusaha mengontrol lingkungan dengan melakukan bullying. Jadi, manajemen dan pengawasan disiplin sekolah yang lemah menyebabkan munculnya bullying di sekolah.
  9. Media Massa
    Tidak sepenuhnya media massa menyajikan konten yang mendidik dan sesuai untuk umur anak. Banyak tontonan kekerasan yang ada pada media massa membuat anak terdorong untuk mencontoh dan melakukan hal serupa di sekolah. Peran orang tua juga diperlukan untuk mengontrol konsumsi serta tontonan anak supaya tak ada bibit-bibit pembully.

Demikian pembahasan mengenai memahami bullying dan penyebabnya. Semoga setelah mengetahui informasi ini, dapat menambah wawasan pembaca.