Setelah membahas mengenai konsep frugal living, pada artikel kali ini akan membahas mengenai frugal living VS pelit. Gaya hidup frugal sedang ramai jadi buah bibir masyarakat. Tapi tak sedikit juga yang menyamakan gaya hidup frugal dengan pelit.
Frugal living adalah konsep hidup yang fokus pada prioritas keuangan dan mampu mengatur pengeluaran. Seseorang yang ingin menerapkan gaya hidup frugal harus paham apa tujuan keuangan mereka dan bagaimana mencapai tujuan tersebut.
Jadi dalam menjalani gaya hidup ini harus ada visi dan misi hidup, ada daftar impian dan tujuan hidup untuk masa depan. Konsep ini secara sederhana sering dimaknai sebagai gaya hidup hemat atau irit terhadap pengeluaran agar dapat menabung lebih banyak.
Frugal Living
Frugal living diartikan sebagai konsep dimana seseorang mengalokasikan dana yang dimiliki dengan kesadaran penuh (mindfull), dengan pertimbangan dan analisis yang baik disertai dengan strategi pencapaian tujuan keuangan masa depan yang jelas.
Seseorang yang mengadopsi frugal living akan memilih memasak makanan sehat daripada membeli makanan di luar, membeli produk lokal berkualitas tanpa harus maniak merek, tidak memusingkan fashion atau gadget yang terus menerus up to date.
Namun para penganut frugal living akan terus menikmati hidup berkualitas dengan standar yang mereka tetapkan tanpa harus goyah dengan pendapat orang lain, demi tercapainya tujuan keuangan jangka panjang yang telah ditetapkan.
Jumlah penduduk dunia yang terus meningkat, sumber daya yang semakin terbatas, tidak menghambur-hamburkan sumber daya dengan percuma, tidak makan dengan berlebihan, dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang merusak bumi.
Konsep hidup frugal living secara langsung dapat berhubungan dengan upaya-upaya menyelematkan bumi dari pencemaran lingkungan.
Frugal living ini yang menjadi strategi untuk mencapai visi keuangan tersebut. Gaya hidup ini tidak serta merta membuat seseorang dari makan 3 hari sekali menjadi 1 hari saja. Atau secara ekstrim berhemat seperti memotong anggaran bulanan misalnya Rp10 juta menjadi hanya Rp1 juta per bulan.
Ada langkah-langkah yang harus diterapkan dalam menjalani gaya hidup ini. Misalnya saja evaluasi pengeluaran selama ini, membuat prioritas dalam pengeluaran, bahkan dalam frugal living yang hemat kamu juga perlu investasi.

Menjalani gaya hidup iniĀ akan membuat kamu menghilangkan “keinginan yang lain” dalam anggaran untuk kebutuhan sehari-hari.
Contohnya saja misalnya kamu bisa menghabiskan anggaran untuk kopi Rp50.000 saat hari kerja. Sehingga dalam sebulan kamu bisa menghabiskan Rp1.000.000 untuk segelas kopi setiap hari.
Padahal kamu bisa membeli mesin kopi yang saat ini sudah didapatkan dengan harga Rp900.000 – Rp1.000.000 yang bisa digunakan beberapa tahun. Lalu kopi bubuk seharga Rp 100 ribuan bisa untuk konsumsi 4-5 hari kerja. Sehingga bisa jauh lebih hemat ketimbang beli di toko.
Makna Pelit
Pelit sebenarnya adalah sikap serakah, yang dipikirkan hanyalah keuntungan diri sendiri.
Pelit akan tetap serakah tapi untuk dirinya sendiri, agar uangnya tetap terjaga untuk sifat keserakahan itu, mereka akan malas untuk mengeluarkan dana untuk keperluan yang dianggap bisa mengancam uangnya.
Frugal Living VS Pelit
Jadi perbedaannya adalah tetap ada pemborosan di pribadinya, tidak ada mengukur pengeluaran apalagi menata tujuan keuangan.
Memang sekilas tampak sama karena frugal pada akhirnya memotong pengeluaran yang sebenarnya bisa dicari alternatif demi tujuannya. Begitupun hidup pelit yang lebih selektif untuk pengeluarannya, tapi untuk tujuan ‘happy-happy’.

