Pada artikel kali ini akan membahas mengenai kecemasan atau aprehensif dalam pandangan ilmu komunikasi. Banyak sekali kalangan umur mulai asal anak-anak, remaja bahkan dewasa tentunya mempunyai kebutuhan buat mengaktualisasi diri.
Dalam mengaktualisasi diri serta ketertarikan buat mengenal dunia serta mencoba hal baru, tentunya tidak terlepas dari yang namanya komunikasi. namun pada prakteknya masih banyak yang dilanda kecemasan berkomunikasi baik itu taraf rendah maupun kecemasan yang tinggi.
Kecemasan dalam Pandangan Komunikasi
Istilah aprehensi komunikasi, bahwa akan terdapat manusia yg memiliki ketakutan buat melakukan komunikasi yg dikenal menjadi communication apprehension.
Orang yang aprehensif pada komunikasi, umumnya akan menarik diri dari pergaulan, berusaha sekecil mungkin berkomunikasi, dan hanya akan berbicara apabila terdesak saja.
Jika kemudian terpaksa berkomunikasi, acapkali pembicaraannya tidak relevan, dan orang yang aprehensif dalam komunikasi, cenderung tidak menarik oleh orang lain. Aprehensi komunikasi mengacu di perasaan takut atau risi terhadap interaksi
Mereka yang mempunyai aprehensi komunikasi akan merasa takut melakukan kesalahan dan dihina waktu terlibat suatu hubungan.
Tetapi dalam hal itu, beberapa ahli ilmu komunikasi menyatakan bahwa aprehensi komunikasi terbagi menjadi dua bagian, yaitu trait aprehensi dan state aprehensi.
Trait aprehensi sering kali di kaitkan menggunakan perasaan ketakutan berkomunikasi dalam seluruh konteks, sedangkan state aprehensi merupakan ketakutan berkomunikasi pada konteks yg spesifik saja.
Kecemasan berkomunikasi disebut serta berhubungan dengan sifat kepribadian, namun akhir-akhir ini aprehensi komunikasi diperluas baik itu berasal sudut pandang sifat maupun situasional.
Dikaitkan dengan sifat kepribadian
State (situasional) didefinisikan menjadi respon situasional yang dialami individu dalam konteks here and now, umumnya mempunyai respon emosi yg negatif, sebelum terjadi komunikasi.
Aprehensi komunikasi state seringkali diasosiasikan menggunakan performansi komunikasi yang terganggu dan tingkat penilaian yang lebih rendah dari pengamat. State aprehensi komunikasi merupakan sesuatu yang dialami oleh kebanyakan orang.
Hampir setiap orang, bahkan pembicara berpengalaman profesional mungkin merasa gugup pada berkomunikasi. Terdapat Aprehensi komunikasi sesuai tipe kepribadian ekstrovert dan introvert.
Ekstrovert artinya tipe pribadi yg suka berteman, menyenangi hubungan sosial menggunakan orang lain, dan serius di the world outside the self. Kebalikannya tipe introvert merupakan mereka yg suka menyendiri, reflektif, serta tidak begitu senang berteman menggunakan banyak orang.
Seseorang yg mempunyai tipe introvert lebih senang mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi mirip halnya membaca, menulis, serta berpikir secara imajinatif.
Jadi agar kita tidak merasa cemas ketika berbicara, ada baiknya kita mengenali diri sendiri menggunakan baik.
Berlatih serta mengasah kretivitas pada berinteraksi baik beserta seseorang juga orang banyak menjadi bagian krusial buat menurunkan taraf kecemasan pada berkomunikasi.
Kecemasan dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Kecemasan adalah respons emosional yang timbul waktu seseorang merasa terancam atau berada pada situasi yg tidak dapat mereka kendalikan. dalam perspektif ilmu komunikasi, kecemasan bisa memiliki dampak yg signifikan pada hubungan dan pengiriman pesan.
Pada konteks komunikasi, kecemasan bisa dipicu sang banyak sekali faktor, misalnya :
- Kekhawatiran ihwal kinerja
- Kegelisahan sosial
- Ketakutan akan penilaian negatif
- Kurangnya persiapan atau pengetahuan
- Tekanan asal pihak luar atau lingkungan
Kecemasan dapat berdampak negatif di komunikasi dengan menyebabkan:
- Gangguan perhatian dan konsentrasi
- Kesulitan mengekspresikan diri secara efektif
- Terhambatnya kemampuan berpikir jelas dan bernalar
- Munculnya sikap mrenghindar
- Berkurangnya kepercayaan diri
Untuk mengelola kecemasan dalam komunikasi, individu dapat menggunakan berbagai seni manajemen, seperti :
- Persiapan yg matang dan mendalam
- Latihan dan simulasiTeknik relaksasi, seperti pernapasan pada serta meditasi
- Menantang pikiran negatif
- Menerima dukungan dari orang lain


