Mempelajari Gaya Belajar Kinestetik

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana mempelajari gaya belajar kinestetik.

Gaya belajar kinestetik, atau lebih dikenal dengan kata belajar sesuai gerakan fisik, merupakan salah satu gaya belajar yang cukup unik dan menarik untuk dipelajari.

Bagi orang yang memiliki gaya belajar ini, mereka cenderung lebih praktis untuk mengingat materi yang disampaikan melalui aktivitas fisik serta gerakan tubuh.

Untuk mempelajari gaya belajar kinestetik, diperlukan pemahaman yang mendalam wacana bagaimana otak insan bekerja serta memasak informasi.

Sewaktu seseorang belajar menggunakan gerakan tubuh, otak akan mendapatkan berita dari pengalaman fisik tadi dan menghubungkannya dengan ingatan jangka panjang.

Hal ini membentuk proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien bagi mereka yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Namun, setiap individu mempunyai kombinasi dari beberapa gaya belajar yang tidak sinkron.

Oleh sebab itu, tidak terdapat satu gaya belajar yang lebih baik dibandingkan yang lain. Krusial untuk menemukan gaya belajar yang paling cocok dan efektif bagi diri sendiri.

Mempelajari Gaya Belajar Kinestetik

Untuk mengetahui apakah seorang mempunyai gaya belajar kinestetik, terdapat beberapa ciri yang bisa diperhatikan seperti senang melakukan kegiatan fisik ketika belajar, mudah bosan jika wajib duduk usang di pada kelas, atau lebih banyak belajar melalui praktik daripada membaca buku.

Untuk mempertinggi kemampuan belajar kinestetik, ada beberapa teknik dan taktik yang mampu dicoba. Salah satunya ialah dengan peta konsep atau mind map yang menghubungkan banyak sekali konsep pada bentuk gambar serta rona.

Hal ini akan membantu otak untuk memvisualisasikan informasi dan membentuk koneksi yang lebih kuat antar materi yang dipelajari.

Mempelajari Gaya Belajar Kinestetik

Belajar dengan melakukan kegiatan fisik mirip berjalan sambil mengulang pelajaran juga dapat membantu pemahaman serta memperkuat ingatan jangka panjang.

Dengan mempelajari gaya belajar kinestetik, seseorang tidak hanya akan memahami cara belajar yang lebih baik tapi juga dapat menaikkan rasa percaya diri serta motivasi buat terus belajar.

Gaya belajar kinestetik merupakan metode pembelajaran yang mengutamakan penggunaan alat peraba atau perasaan untuk memasak info serta memperoleh pengetahuan.

Individu menggunakan metode belajar kinestetik umumnya lebih suka belajar melalui tindakan, sentuhan, perasaan, gerakan serta pengalaman eksklusif. Tiap individu memiliki preferensi gaya belajar yg unik.

Sebagian menyukai pendekatan belajar visual, sementara yang lain merasa lebih efektif dengan mengutamakan gerakan tubuh atau gaya belajar kinestetik.

Metode belajar yang melibatkan gerakan fisik, aktivitas praktik serta eksperimen sains sangat mendukung pengembangan pemahaman dan penyerapan ilmu bagi individu menggunakan metode belajar kinestetik. Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan serta efektif.

Ciri-ciri

Gaya belajar kinestetik melibatkan penggunaan gerakan fisik, sentuhan serta pengalaman langsung pada tahu suatu materi. Anak yang mempunyai metode belajar kinestetik, biasanya merasa tidak nyaman jika wajib duduk lama pada dalam kelas.

Secara umum, individu menggunakan metode belajar kinestetik memerlukan lingkungan belajar yang banyak alat, di mana mereka bisa belajar sembari melakukan kegiatan eksklusif.

Pendekatan ini menunjukan bahwa belajar tak hanya terbatas di mendengarkan serta menulis, namun juga melibatkan keterlibatan fisik untuk meningkatkan pemahaman materi.

Ciri-ciri individu dengan keistimewaan gaya belajar kinestetik, diantaranya yaitu :

  • Menyukai penggunaan objek fisik sebagai indera bantu pada proses belajar.
  • Cenderung senang menyentuh segala hal yg ada di sekitarnya.
  • Tertarik pada penggunaan komputer sebagai sarana pembelajaran.
  • Senang bermain-main dengan objek sekitarnya sambil mendengarkan atau mengerjakan sesuatu.
  • Kemampuan mengingat meningkat ketika terlibat secara fisik pada proses pembelajaran.
  • Kesulitan untuk duduk atau berdiam diri pada waktu yang lama.
  • Menikmati kesempatan buat menyusun atau menangani materi pembelajaran secara fisik.
  • Lebih senang melakukan aneka macam kegiatan menggunakan memakai tangan.
  • Kesulitan ketika diminta untuk duduk diam atau berada dalam suatu tempat tanpa aktivitas fisik pada jangka saat usang.
  • Koordinasi tubuh biasanya cukup baik.
  • Mampu memahami konsep-konsep abstrak mirip simbol matematika atau peta.
  • Mengekspresikan minat serta ketertarikan terhadap sesuatu menggunakan cara bekerja antusias secara fisik.

Belajar Mengelola Perasaan Sendiri

Pada artikel kali ini akan memnbahas mengenai bagaimana belajar mengelola perasaan sendiri. Hal ini merupakan keterampilan krusial yg perlu dimiliki oleh setiap individu.

Belajar Mengelola Perasaan Sendiri

Banyak orang menduga bahwa emosi merupakan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, tetapi sebenarnya kita mempunyai kekuatan untuk mengelolanya. Kemampuan untuk mengendalikan serta mengelola emosi yang tepat dapat membawa akibat yang positif bagi diri sendiri dan orang sekitar.

Salah satu kunci untuk belajar mengelola perasaan sendiri merupakan menggunakan menaikkan pencerahan diri. Sadarilah bahwa setiap emosi yang dirasakan memiliki alasan dan penyebabnya sendiri.

Dengan mengetahui hal ini, dapat merenungkan situasi dengan lebih bijaksana dan mencari solusi yang sempurna untuk menangani emosi yang tengah dirasakan. Terdapat 5 emosi dasar yg diketahui yaitu, murka , takut, jijik, sedih dan senang.

Belajar Mengelola Perasaan Sendiri

Terdapat pemicu universal untuk merasakan emosi, manusia bisa murka saat merasa diperlakukan tidak adil. Insan bisa sedih ketika merasa kehilangan.

Insan bisa merasa jijik dengan sesuatu atau takut ketika merasakan bahaya atau terdapat ancaman terhadap keselamatan diri. Pikiran seorang bersifat langsung, namun emosi bersifat universal.

Kita bisa mengetahui emosi seorang, bukan pikirannya yang memicu emosi tadi. Misalnya, Jika terdapat seorang yang takut waktu ditangkap seseorang polisi atau petugas, kita tak bisa tahu apakah dia takut karena tertangkap atau karena dia tidak bersalah.

Rajin berlatihlah untuk menjadi sabar. Emosi negatif sering ada ketika tidak bisa mengontrol keadaan. Dengan menumbuhkan perilaku yang sabar, bisa mengendalikan reaksi emosi yang mungkin muncul pada situasi yg menekan.

Dengan begitu, bisa menghindari keputusan spontan yang mungkin dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Tak kalah pentingnya adalah mempunyai kemampuan untuk mengomunikasikan perasaan dengan baik.

Acapkali, masalah dari berasal ketidaksepahaman antara satu pihak menggunakan pihak lain sebab kurangnya komunikasi yg jelas serta terbuka. Dengan menyampaikan apa yang dirasakan secara amanah dan terbuka, mampu lebih tahu emosi tersebut dan menemukan pemecahan yang lebih efektif.

Beradaptasi dengan Situasi

Beberapa langkah pendekatan yang dapat diadaptasi dengan situasi yang bisa mengakibatkan problem. Dengan mengetahui pemicu emosi, dapat membantu untuk menghindari duduk perkara sejak awal.

  • Memilih situasi
    Hindari keadaan yang dapat memicu emosi. Terlebih emosi yang tidak diinginkan. Jika tahu bahwa kemungkinan besar akan marah waktu sedang terburu-buru atau ketika sedang menunggu seseorang maka persiapkanlah hal itu sejak awal.
  • Memodifikasi situasi
    Mencoba mengubah situasi dengan mencari cara yang sinkron dengan kemampuan sebagai akibatnya cara bisa terselesaikan sesuai dengan yang diinginkan.
  • Mengalihkan penekanan perhatian
    Selalu memperhatikan orang lain waktu berada pada gym, selalu iri ketika rekan kerja menerima kenaikan pangkat. Merasa tertarik kepada mereka selalu merasa heran dan iri pada apa yang seorang mampu capai.
  • Ubah pemikiran
    Mungkin tidak bisa mengganti situasi, tetapi bisa mengubah pemikiran. Bisa membarui pikiran yang mengarah di kesedihan atau ketidakbahagiaan dengan pikiran yang menunjuk pada kegembiraan.
  • Ubah respons
    Langkah terakhir yaitu mengendalikan respon. Jantung mungkin akan berdetak lebih kencang karena sensasi tidak menyenangkan sewaktu merasa cemas atau marah.

Tarik napas pada-pada serta menutup mata untuk menenangkan diri. Hal ini juga berlaku apabila tidak bisa berhenti tertawa saat sedang rapat yang berfokus. Ubah ekspresi paras atau pikirkan hal-hal yg membuat sedih sehingga suasana hati bisa berubah.

Krusial untuk memahami bahwa belajar mengelola perasaan sendiri merupakan proses yang terus menerus. Tidak ada orang yang tepat serta tidak pernah mengalami emosi negatif.

Bagaimana belajar serta bertindak untuk mengatasinya. Dengan kesabaran, pencerahan diri, dan kemauan untuk terus belajar, dapat mengelola emosi dengan lebih baik dan membentuk kehidupan yang lebih baik untuk diri sendiri dan sekitar.

Bentuk Bentuk Akulturasi Budaya

Masyarakat sosiologi mengenal konsep bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang abadi. Hal itu membuktikan bahwa sesuatu yang berhubungan dengan manusia dan budaya tidak akan pernah berhenti bergerak. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian akulturasi, memahami proses akulturasi, hingga bentuk-bentuk akulturasi budaya.

Bentuk Bentuk Akulturasi Budaya

Pengertian Akulturasi

Secara etimologi, akulturasi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yakni acculturate yang berarti “berkembang dan tumbuh bersama”. Akulturasi dapat dimakan sebagai usaha untuk perkembang dan tumbuh bersama. Berawal perubahan dari individu, kemudian bergerak mempengaruhi kelompok.

Koentjaraningrat mengatakan bahwa akulturasi budaya dapat terjadi apabila tercipta interaksi sosial antara budaya asli dengan budaya pendatang untuk kemudian melebur menjadi budaya yang baru tanpa menghilangkan ciri khas atau karakteristi kebudayaan lamanya. Singkatnya, akulturasi yakni percampuran antara kebudayaan luar atau kebudayaan asli berhasil menjadi kebudayaan yang baru.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akulturasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Kesimpulannya, akulturasi lahir dari hasil interaksi manusia berupa pertemuan antar kebudayaan yang bersinggungan secara perlahan menjadi bentuk budaya baru.

Perubahan teknologi dan informasi yang sangat cepat menyumbang pengaruh besar pada perubahan yang terjadi di masyarakat. Informasi yang dimuat di media sosial, media massa, podcast, televisi, radio dan sebagainya turut mempercepat perubahan bagi orang-orang yang mengonsumsi konten tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa informasi yang tersaji di media sosial dan konten-konten dari gawai membawa unsur kebudayaan tertentu. Ketika informasi itu diterima dan dipahami oleh seseorang, secara tidak langsung unsur kebudayaannya dapat mempengaruhi individu atau kelompok.

Perubahan budaya pada suatu masyarakat dapat menjadi hal positif dan juga bisa menjadi hal yang negatif. Hal tersebut yang perlu diperhatikan oleh setiap anggota masyarakat untuk bijak dalam menghadapi budaya yang datang.

Memahami Proses Akulturasi

Akulturasi terjadi dikarenakan pencampuran budaya asing dengan budaya sendiri. Beberapa bidang yang paling sering terjadi akulturasi yakni kuliner, gaya berpakaian, arsitektur sebuah gedung, dan lain-lain. Seperti yang sudah disampaikan di atas, proses akulturasi sangat pelan. Akulturasi membutuhkan waktu bertahun-tahun supaya dapat menghasilkan budaya baru di masyarakat.

Kita tahu sendiri apabila proses akulturasi tidak bisa dilepaskan dari budaya asing atau budaya dari luar masyarakat. Budaya asing yang masuk ke lingkungan masyarakat tidak bisa langsung diterima.

Faktor masyarakat sangat mempengaruhi diterima atau tidak sebuah budaya di lingkungan masyarakat. Alhasil, tidak semua pencampuran budaya dapat menjadi perubahan sosial. Hal itulah yang membuat proses akulturasi memerlukan waktu dan proses.

Bentuk-bentuk Akulturasi Budaya

Proses akulturasi budaya juga terjadi dalam beberapa bentuk. Akulturasi yang terjadi pada suatu masyarakat tidak mesti sama. Akulturasi melahirkan keunikan tersendiri untuk setiap budaya. Alhasil, akulturasi untuk setiap masyarakat belum tentu sama dengan masyarakat lainnya. Bentuk-bentuk akulturasi budaya yang terjadi adalah:

  1. Substitusi
    Substitusi adalah proses akulturasi unsur budaya lama digantikan unsur kebudayaan baru atau pendatang, selama masyarakat mendapatkan nilai tambah dan manfaat dari budaya itu.
  2. Sinkretisme
    Sinkretisme adalah proses terwujudnya kebudayaan yang baru karena adanya percampuran unsur budaya asli dan budaya asing.
  3. Addition
    Addition adalah proses akulturasi budaya yang ditujukan untuk menambah nilai dan manfaat dalam budaya yang baru sebagai hasil dari kombinasi budaya asli dengan budaya pendatang.
  4. Deculturation
    Deculturation yang berarti penggantian memiliki makna di mana budaya lama digantikan sepenuhnya dengan budaya baru.
  5. Originasi
    Proses akulturasi di mana budaya pendatang masuk dan membawa perubahan terhadap budaya asli masyarakat secara signifikan

Kelebihan & Kekurangan Kepribadian INTJ

Setelah membahas mengenai memahami karakteristik kepribadian INTJ, pada artikel kali ini akan membahas apa saja kelebihan & kekurangan dari kepribadian INTJ, apa saja jenis pekerjaan yang sesuai, siapa saja tokoh dengan kepribadian INTJ.

Introversion, yakni dimensi yang menunjukkan preferensi individu untuk bekerja secara mandiri dan lebih banyak mengisi waktu sendirian. Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk pengisian energi setelah bertemu dengan orang lain. Intuition, dimensi ini menggambarkan individu yang memiliki kecenderungan melihat segala hal dari sudut pandang yang luas atau umum dibanding secara detail pada hal-hal yang kecil.

Thinking, individu yang cenderung pada dimensi thinking tidak terlalu memperhatikan sisi emosional yang sifatnya subjektif sehingga lebih menekankan pada kemampuan logika berdasarkan informasi objektif. Judging, dengan dimensi ini, individu lebih suka dengan segala sesuatu yang teratur dan terencana dan menghindari hal-hal yang mendadak atau kurang pasti.

Kelebihan dan Kekurangan Kepribadian INTJ

Terdapat beberapa kelebihan dan  kekurangan dari orang yang mempunyai kepribadian INTJ, diantaranya yaitu :

Kelebihan 

  • Berpikir secara rasional
  • Menyukai sesuatu yang teoritis dan konsep yang tak berbentuk
  • Mempunyai ekspektasi yang tinggi
  • Pintar dalam mendengarkan
  • Menerima kritik dengan baik
  • Percaya diri
  • Individu yang mandiri
  • Pekerja keras serta ambisius
  • Rasa ingin tau yang tinggi.

Kekurangan

  • Cenderung kaku
  • Terkadang terlalu analitis serta menghakimi
  • Terlalu perfeksionis
  • Terlalu kritis
  • Kurang menyukai pembicaraan terkait emosi
  • Seringkali kali tidak berperasaan atau tidak peka
  • Sulit dalam menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis.

Pekerjaan yang Sesuai untuk Kepribadian INTJ

Seseorang dengan kepribadian INTJ memiliki kekuatan dalam berpikir secara logis dengan analisis dan menerapkannya dalam membentuk taktik atau perencanaan. Berikut ialah beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian INTJ, yaitu :

  • Akuntan
  • Arsitek
  • Analis bisnis
  • Auditor keuangan
  • Insinyur
  • Ilmuwan
  • Desain grafis
  • Dokter
  • Hakim
  • Pakar matematika
  • Peneliti
  • Pengajar
  • Pengacara
  • Penulis Freelance
  • Profesor
  • Progamer
  • Psikolog

Tokoh yang memiliki Kepribadian INTJ

Berikut beberapa tokoh populer di dunia dengan kepribadian INTJ, yaitu :

  • Arnold Schwarzenegger
  • Ellon Musk
  • Christoper Nola
  • Friedrich Nietzsche
  • Hilary Clinton
  • Jane Austen
  • Jay Z
  • John Maynard Keynes
  • Ludwig van Beethoven
  • Stephen Hawking
  • Michelle Obama
  • Sir Isaac Newton
  • Vladimir Putin

Fakta Kepribadian INTJ

Kepribadian INTJ merupakan kepribadian yang unik dengan beberapa fakta yang umumnya terdapat pada individu dengan kepribadian ini, yaitu sebagai berikut :

  • INTP adalah kepribadian dengan jumlah persentase dalam populasi manusia pada semua dunia secara umum  menempati urutan ke-3 terkecil dengan hanya sekitar 2,1% saja.
  • Orang dengan kepribadian ini cocok melakukan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan pemahaman informasi kompleks, umumnya ada pada bidang-bidang ilmiah atau teknis.
  • Berdedikasi tinggi pada setiap kegiatan yang dijalani sehingga selalu menjalani dengan sepenuh hati menyelesaikan apa pun yang telah dimulai.
  • Tak jarang diklaim orang yg sifatnya cuek, dingin, dan  tidak suka  bergaul, namun sebenarnya sangat suka menolong serta sebenarnya peduli juga dengan perasaan orang-orang yang menurutnya dekat.
  • Memiliki pola pikir yang lebih berorientasi di masa yang akan datang daripada masa lampau.

Pentingnya Mental Health Awareness

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana pentingnya mental health awareness di lingkungan kerja. Mental health atau kesehatan mental adalah segala kondisi yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, serta sosial. Hal tersebut yang mensugesti cara seorang berpikir, merasa serta bertindak.

Kesehatan mental juga menentukan cara seseorang dalam menangani stres, menghadapi orang lain, serta menentukan pilihan. Kesehatan mental adalah salah satu hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Individu yang dinilai sehat secara mental tidak semata-mata orang yang bebas dari gangguan jiwa.

Pentingnya Mental Health Awareness

Individu yang Sehat

Menurut World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa individu yang sehat secara mental artinya individu yang bisa menyadari setiap potensi yang ia miliki, mampu mengelola stres yang masuk akal, bisa bekerja secara produktif, serta mampu berperan dalam komunitasnya. Oleh sebab itu, kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pada kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu untuk bekerja. Bagi kita yang bekerja menjadi pegawai perkantoran, kita menghabiskan setidaknya sebesar 8 jam dalam satu hari untuk bekerja, dan dilakukan selama 5 hari dalam satu minggu. Bekerja sudah menjadi salah satu dari prioritas utama dalam kehidupan kita, karena memang dri pekerjaan itulah kita mendapatkan penghasilan serta penghidupan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Dalam dunia pekerjaan, tentu kita akan menghadapi situasi up and down. Saat berada di pada kondisi up, kita akan merasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan bisa memberikan kesejahteraan, kepuasan, kebahagiaan, bahkan dapat membuat kita merasa mencapai aktualisasi diri.

Meskipun demikian, tidak jarang kita akan berada dalam kondisi down, misalnya saat kita menghadapi deadline¸ menghadapi tekanan dari atasan atau klien, atau mempunyai rekan kerja yang ‘tidak bersahabat’. Perasaan overwhelmed yang berkelanjutan bisa menghasilkan pekerjaan kita menjadi hal yang korosif bagi kesehatan kita, baik kesehatan fisik maupun mental.

Gangguan mental pada lingkungan kerja sayangnya masih acapkali disebut sebagai sesuatu yang kurang penting, serta bukan bagian dari gangguan kesehatan. Karyawan yang mengalami gangguan mental seringkali kali disebut sebagai orang yang ‘suka mencari perhatian’ atau orang yang ‘lebay’. Stigma itulah yang mengakibatkan orang enggan untuk menceritakan bahwa dirinya mengalami gangguan mental.

Akibat dari Gangguan Mental

Terdapat beberapa akibat dari gangguan kesehatan mental yang tidak kalah besar apabila dibandingkan dengan dampak akibat gangguan kesehatan fisik, dimana, gangguan mental pada karyawan dapat mensugesti performa kerjanya, kapabilitas, produktivitas, dan rekanan dari karyawan tersebut dengan para koleganya.

Selain itu, berdasarkan studi yang ada, karyawan yang mengalami gangguan mental cenderung lebih mungkin menderita gangguan kesehatan fisik, seperti diantaranya nyeri otot, tulang, dan sendi, gangguan pencernaan, gangguan jantung, gangguan pernafasan, gangguan sistem imun, serta beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Kurangnya cakupan perawatan bagi penderita gangguan mental disinyalir diakibatkan oleh adanya stigma negatif akan gangguan mental dan penderitanya, yang secara tidak langsung turut mengakibatkan rendahnya minat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menyediakan perawatan bagi penderita gangguan mental.

Pentingnya Mental Health Awareness di Lingkungan Kerja

Manajemen perusahaan yang baik yang awareness terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja pada hakikatnya akan mempertinggi kesejahteraan dan produktivitas karyawan pada perusahaan tadi. Sesuai studi yang ada, karyawan dengan kesehatan mental yang baik mempunyai taraf produktivitas sebesar 12 – 15% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan karyawan yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan yang memiliki prinsip pentingnya mental health awareness yang baik akan membentuk para karyawannya merasa lebih aman dan nyaman ketika bekerja. Mereka cenderung untuk lebih berani berpendapat, berpikir serta berasional lebih baik, memiliki penekanan kerja yang lebih baik, dan lebih berani untuk mengambil keputusan.

 

Kesehatan Mental Pada Anak

Kesehatan mental pada anak merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatian bagi orangtua maupun lingkungan sekitar, karena kesehatan mental tersebut akan berpengaruh pada perkembangan anak yang semakin dewasa. Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai kesehatan mental pada anak dan bagaimana kontribusi bidang psikologi untuk kesehatan mental pada anak.

Kesehatan Mental Pada Anak

Mengapa Kesehatan Mental Pada Anak Penting?

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan, memiliki hubungan interaktif yang kompleks dengan kesehatan fisik mereka dan kemampuan mereka untuk berhasil di sekolah, di tempat kerja, dan di masyarakat. Baik kesehatan fisik maupun mental memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak di dalam dan di luar.

Misalnya, seorang anak laki-laki yang kelebihan berat badan yang diejek tentang berat badannya dapat menarik diri secara sosial dan menjadi depresi dan mungkin enggan bermain dengan orang lain atau berolahraga, yang selanjutnya berkontribusi pada kesehatan fisiknya yang lebih buruk dan sebagai akibatnya kesehatan mentalnya lebih buruk. Isu-isu ini memiliki implikasi jangka panjang pada kemampuan anak-anak dan remaja untuk memenuhi potensi mereka serta konsekuensi bagi kesehatan, pendidikan, tenaga kerja dan sistem peradilan pidana masyarakat kita.

Semua anak dan remaja memiliki hak untuk hidup bahagia, sehat dan berhak mendapatkan akses ke perawatan yang efektif untuk mencegah atau mengobati masalah kesehatan mental yang mungkin mereka kembangkan. Namun, ada sejumlah besar kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan kesenjangan kesehatan terutama terlihat pada anak-anak dan remaja yang tinggal di komunitas berpenghasilan rendah, pemuda etnis minoritas atau mereka yang berkebutuhan khusus.

Berapa Banyak Anak yang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental?

Diperkirakan 15 juta anak muda saat ini dapat didiagnosis dengan gangguan kesehatan mental. Banyak lagi yang berisiko mengalami gangguan karena faktor risiko dalam biologi atau genetika mereka; dalam keluarga, sekolah, dan komunitas mereka; dan di antara rekan-rekan mereka. Ada kebutuhan besar bagi profesional kesehatan mental untuk memberikan perawatan terbaik yang tersedia berdasarkan bukti ilmiah, keahlian klinis yang baik, dan yang mempertimbangkan karakteristik unik anak atau remaja. Namun, diperkirakan hanya sekitar 7 persen dari remaja yang membutuhkan layanan ini menerima bantuan yang sesuai dari profesional kesehatan mental (Dept of Health and Human Services, 2001 — Report of the Surgeon General’s Conference on Children’s Mental Health: A National Action Agenda).

Apa yang Ditawarkan Psikologi?

Penelitian di bidang psikologi telah berkontribusi pada pengembangan pengobatan dan pencegahan gangguan kesehatan mental yang lebih efektif pada anak-anak, remaja, dan keluarga, termasuk program yang menargetkan ibu hamil, anak-anak di lingkungan sekolah, dan transisi remaja ke masa dewasa dan program yang bekerja pada tingkat berikut:

  1. Individu
    Misalnya, terapi atau konseling bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental.
  2. Rekan
    Misalnya, program pembelajaran dengan bantuan teman sebaya yang ditujukan untuk meningkatkan membaca, matematika, dan sains
  3. Keluarga
    Misalnya, pendidikan orang tua tentang kebutuhan anak-anak pada setiap tahap perkembangan
  4. Sekolah
    Misalnya, strategi untuk guru untuk manajemen kelas yang efektif
  5. Masyarakat
    Misalnya, program pencegahan kekerasan yang dikelola melalui komunitas/pusat rekreasi atau gereja.
  6. Sistemik
    Misalnya, koordinasi layanan di bidang kesehatan, peradilan anak, pendidikan, dan sistem perlindungan anak.

Psikolog yang bekerja dengan anak-anak dan remaja juga dilatih untuk mempertimbangkan pertimbangan perkembangan pada:

Identitas, Emosional, Sosial, Kognitif dan Basis Biologis.

Budaya, etnis dan bahasa juga memediasi perilaku anak-anak dan remaja dalam berbagai cara dan akibatnya mempengaruhi metode pencegahan dan pengobatan gangguan kesehatan mental.

Psikolog telah mengembangkan alat untuk menilai risiko dan faktor pelindung untuk kesehatan mental anak-anak dan remaja, untuk menguji mereka untuk masalah perilaku atau emosional, dan untuk terus memantau kemajuan pengobatan.

Psikolog juga telah merancang program yang secara efektif melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat, yaitu, dukungan sosial kritis yang dapat menjamin kesejahteraan yang langgeng bagi anak-anak dan pemuda. Misalnya, satu program yang berpusat pada keluarga yang sukses yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan alkohol pada praremaja melibatkan orang tua dan pengasuh dengan melatih mereka tentang keterampilan mengasuh anak seperti menetapkan batasan, mengungkapkan harapan yang jelas tentang penyalahgunaan zat, komunikasi dan disiplin sementara juga secara bersamaan melatih remaja tentang keterampilan resistensi dan bagaimana mengembangkan sikap negatif terhadap alkohol.

Bagaimana Seseorang Menemukan Psikolog untuk Anak-anak dan Remaja?

Psikolog yang bekerja dengan anak-anak dan remaja dapat ditemukan di banyak tempat :

  1. Sekolah
  2. Pusat kesehatan masyarakat
  3. Rumah sakit yang bekerja sama dengan dokter anak dan psikiater
  4. Pusat penelitian
  5. Praktik swasta