Menilik Bakat & Potensi Anak

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai menilik bakat & potensi yang dimiliki oleh anak.

Setiap anak memiliki keistimewaan dan kepintarannya masing-masing. penting untuk tahu ciri dan ciri talenta yang dimiliki setiap anak buat menyebarkan potensi berasal pada dirinya.

Menilik Bakat & Potensi Anak

Krusial bagi para orangtua buat mengusut talenta dan potensi anak secara dini. karena anak-anak sudah menunjukkan majemuk kemampuan yg wajib diidentifikasi serta dikembangkan menggunakan tepat.

Dengan mengetahui talenta dan potensi anak, orangtua bisa membantu anak berkembang secara maksimal serta meraih kesuksesan pada masa depan.

Memeriksa bakat serta potensi anak juga dapat mendorong anak untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya, sehingga mereka dapat menemukan passion yang akan menjadi dasar keberhasilan mereka di masa depan.

Mengusut talenta dan potensi anak bukanlah hal yang simpel dilakukan. Orangtua harus dapat memperhatikan perkembangan anak secara lebih jelasnya, baik dalam hal kognitif, fisik, juga emosional.

Setiap anak mempunyai keunikan dan keistimewaan yang perlu ditemukan dan dikembangkan. Pengembangan bakat dan potensi anak tidak hanya berpusat pada akademik semata.

Menilik Bakat & Potensi Anak

Orangtua harus memperhatikan minat anak di berbagai bidang, mirip seni, musik, olahraga, dan lain-lain. Melalui berbagai kegiatan yang sesuai menggunakan minat serta bakatnya, anak dapat belajar dan tumbuh secara optimal.

Selain itu, menyelidiki talenta dan potensi anak juga bisa membantu orangtua dalam menentukan pendidikan yang tepat bagi anak, sesuai dengan kebutuhan serta bakat yang dimiliki.

Anak juga akan mulai memberikan bakatnya pada bidang tertentu. Jika anak memiliki bakat tertentu, ibu harus memperhatikan bahwa mereka mempunyai emosi, minat, serta pendapat yang bertenaga dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.

Tanda Bakat & Potensi Anak

Terkadang anak-anak berbakat mengalami kesulitan mengelola perasaannya. Talenta bersifat dinamis serta tak tidak aktif. Saat talenta dikenali sedini mungkin, akan membantu berbagi keterampilan menjadi lebih maksimal.

Umumnya Si kecil dapat memberikan bakatnya melalui ciri-ciri yang bisa diidentifikasi., diantaranya yaitu :

  • Tanda-tanda Sosial dan Emosional
    Terdapat sejumlah stereotip tentang talenta, yang tak jarang menghasilkan orang tua percaya bahwa anak-anak berbakat mengalami kesulitan secara sosial serta emosional.
    Mereka mampu menjadi perfeksionis, mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap diri mereka sendiri dan orang lain, dan mempunyai kesukaan humor yang berkembang dengan baik.
    Anak-anak berbakat pula cenderung termotivasi secara intrinsik, maksudnya mereka memutuskan tujuan serta tantangan buat diri mereka sendiri, bukan buat menerima persetujuan berasal orang lain.
  • Tanda-tanda Kognitif
    Ketika mengidentifikasi bakat anak, sekolah mempunyai cara yang berbeda-beda dalam proses identifikasinya. Tetapi, talenta umumnya tercermin dari IQ yang jauh lebih tinggi dibandingkan teman-sahabat sebayanya.
    IQ yang tinggi ini ditunjukkan melalui perkembangan bahasa yang lebih maju, pemikiran abstrak, dan kemampuan memori yang lebih baik. Sedangkan untuk karakteristik kognitif lainnya, anak-anak berbakat mempunyai sifat, minat, dan kemampuan yang bervariasi.
    Contohnya, beberapa anak berbakat sangat jeli, sangat ingin memahami, dan sebagian besar mandiri.
  • Tanda-tanda anak berbakat dari asosiasi nasional

    Seorang ibu wajib melihat waktu anak memperhatikan hal-hal yang diabaikan oleh anak-anak lain atau bahkan orang dewasa. Bila seorang anak acapkali mengganggu dengan menyampaikan pertanyaan secara terus-menerus, ibu mungkin mempunyai anak yang berbakat.
    Seorang anak juga bisa cepat dan praktis melihat korelasi antara pandangan baru, objek, atau kabar, serta mempunyai pemikiran yang lancar serta fleksibel. Bahkan menjadi sangat terampil dalam memecahkan teka-teki.
    Ini bisa menjadi indikasi bahwa bakatnya sudah mulai ada.

Pemikiran anak-anak berbakat cenderung rumit dan asli, mereka juga mempelajari konsep dengan cepat serta dengan sedikit latihan dan pengulangan daripada yang diperlukan oleh sahabat-teman sebayanya.

Beberapa anak berbakat bisa menjadi sensitif, baik secara emosional juga fisik. Mungkin menangisi hal yang diabaikan oleh anak lain atau mengeluh perihal sandang, atau jahitan di kaus kaki yang mengiritasi kulit.

Dengan menilik bakat dan potensi anak sejak dini, orangtua bisa menyampaikan dukungan yang sempurna bagi perkembangan anak. Sehingga, anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan potensi diri yang kuat.

Myers-Briggs Personality Test

Seperti yang kita ketahui, terdapat berbagai cara untuk mengetahui kepribadian seseorang, salah satunya yaitu dengan melakukan Myers-Briggs Personality Test atau biasa disebut MBTI. Melalui MBTI dapat diketahui 16 tipe kepribadian manusia.
Tes ini merupakan psikotes yang digunakan untuk mengukur preferensi psikologis manusia pada penglihatannya terhadap dunia atau lingkungannya dan dalam menentukan keputusan. Selain itu, MBTI digunakan untuk menggambarkan berbagai perbedaan fundamental terhadap tingkah laku manusia yang sehat dan normal.

Myers-Briggs Personality Test

Myers-Briggs Personality Test (MBTI)

Myers-Briggs Personality Test (MBTI) didasarkan atas jenis dan preferensi kepribadian asal Carl Gustav Jung sebagai penulis Psychological Types tahun 1921, kemudian dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers Sejak tahun 1940. MBTI didesain untuk mengukur seberapa besar kecerdasan manusia, mengetahui minat dan talenta, serta tipe kepribadian seorang.

Saat ini, sudah banyak yang menggunakan MBTI untuk mengetahui karakter kepribadian yang diperuntukkan bagi calon karyawan perusahaan atau bahkan yang telah menjadi karyawan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui posisi atau bidang yang pas terhadap pribadi seseorang sehingga dapat menghasilkan potensi karyawan yang optimal.

Menurut Isabel, The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) merupakan salah satu tes kepribadian psikometris yang digunakan dalam hal membantu orang-orang untuk menentukan bidang karir yang tepat untuk dirinya. Tes ini memberikan penjelasan mendalam terhadap kelebihan serta minat bakat seseorang supaya mereka bisa memilih jenis karir yang diminati.

Berdasarkan hasil penelitian dari MacLellan pada penjelasan Christin Reardon tahun 2011, diketahui perbedaan tipe preferensi kepribadian, diantaranya yaitu :

Arah Pusat Perhatian

  • Ekstrovert (E) mempunyai indikator energi utama pada dirinya yaitu lingkungan serta dunia luar, baik orang lain juga suatu benda; bisa mengungkapkan keadaan emosinya; dan membutuhkan hubungan dengan orang lain.
  • Introvert (I) memiliki indikator tenaga utama pada dirinya berasal dari dalam dirinya sendiri, dunia dalam pikiran dan refleksi; hanya mampu menyimpan keadaan emosi; serta membutuhkan kesendirian.

Cara Memperoleh informasi

  • Sensing (S) mempunyai indikator mengumpulkan sesuatu dengan panca indera; bisa melihat sesuatu secara rinci serta spesifik; lebih menyukai menangani suatu hal yang simpel; menjalankan hidup untuk saat ini dan menikmati apapun yang ada disekitarnya; menyukai hal yang nyata dan bisa diukur; menyukai sesuatu yang memiliki mekanisme; dan terkesan materialistis
  • Intuition (N) mempunyai indikator mengumpulkan suatu info dengan cara memakai dugaan dan firasat pada dirinya; melihat segala sesuatu dengan pola dan hubungan; lebih menyukai sesuatu dengan membayangkan kemungkinan secara imajinatif; menjalankan hidupnya untuk mempersiapkan dan mengantisipasi masa depan; menyukai berbagai perubahan; dan terkesan sebagai orang yang plin-plan serta pemimpin.

Cara membuat Keputusan

  • Thinking (T) mempunyai indikator mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan secara logis serta objektif; memutuskan sesuatu dengan pikirannya; menjalankan suatu hal atas dasar logikanya; mementingkan kebenaran dan keadilan; melihat segala sesuatunya sebagai pengamat; kuat dalam perencanaan dan analisa; terlihat seperti seseorang yang terkesan dingin serta merendah.
  • Feeling (F) mempunyai indikator bisa mengambil keputusan atas dasar pertimbangan dari nilai pribadi yang subjektif; menetapkan segala sesuatunya dengan hati; menjalankan suatu hal dengan keyakinan pribadinya; mementingkan suatu hal dengan hubungan dan keharmonisan; melihat sesuatu sebagai partisipan serta terlibat langsung salam situasi; senang memahami orang lain; dan pribadinya terkesan seperti orang yang berpikir tidak jelas dan emosional.

Orientasi terhadap Dunia Luar

  • Judging (J) mempunyai indikator gaya hidupnya terencana dan teratur; pribadi yang menikmati suatu kondisi yang telah ditentukan; menyukai batasan yang jelas serta kategori-kategori; merasa nyaman dengan aneka macam situasi yang sudah pasti atau mempunyai batasan; menangani deadline yang dimilikinya dengan aneka macam perencanaan sebelumnya; dan terkesan menjadi pribadi yang suka menuntut, kaku, gelisah ataupun menegangkan.
  • Perceiving (P) mempunyai indikator gaya hidupnya luwes, spontan, dan simpel menyesuaikan dirinya terhadap situasi juga lingkungannya; menikmati rasa ingin tahu dan kejutan-kejutan; menyukai kebebasan pada menjalankan hidupnya; merasa nyaman jika berada pada situasi yang terbuka; menghadapi deadline pada detik-detik terakhir dan tergesa-gesa; serta terkesan sebagai pribadi yang tidak terorganisir serta tidak bertanggung jawab.

Tipe Kepribadian Myers-Briggs Personality Test

Bila 4 kecenderungan sifat dasar dari manusia dikombinasikan, maka akan menghasilkan 16 tipe kepribadian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Capraro (2002), menunjukkan 16 tipe kepribadian yang dimaksud, yaitu:

  1. ESTJ (Extrovert, Sensing, Thinking, Judging)
  2. ENTJ (Extrovert, Intuition, Thinking, Judging)
  3. ESFJ (Extrovert, Sensing, Feeling, Judging)
  4. ENFJ (Extrovert, Intuition, Feeling, Judging)
  5. ESTP (Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving)
  6. ENTP (Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving)
  7. ESFP (Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving)
  8. ENFP (Extrovert, Intuition, Feeling, Perceiving)
  9. INFP (Introvert, Intuition, Feeling, Perceiving)
  10. ISFP (Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving)
  11. INTP (Introvert, Intuition, Thinking, Perceiving)
  12. ISTP (Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving)
  13. INFJ (Introvert, Intuition, Feeling, Judging)
  14. ISFJ (Introvert, Sensing, Feeling, Judging)
  15. INTJ (Introvert, Intuition, Thinking, Judging)
  16. ISTJ (Introvert, Sensing, Thinking, Judging)

Mengenali Depresi pada Anak

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara mengenali tanda depresi pada anak, mulai dari tanda atau gejala, tanda peringatan depresi, penyebab, dan cara mengatasinya.

Depresi pada anak seringkali kali tak disadari orang tua. Umumnya depresi terjadi pada orang dewasa. Faktornya dapat beragam, mulai dari tekanan pekerjaan, syarat keuangan, penyakit yang tidak kunjung sembuh serta masih banyak lagi. Namun, siapa sangka depresi dapat juga terjadi pada anak-anak.

Mengenali Depresi pada Anak

Anak yang mempunyai riwayat keluarga dengan depresi akan lebih berisiko mengalami depresi. Jika seseorang anak tampak sedih dan kesedihan itu terus berlanjut, akibatnya dapat merusak aktivitas sosial, tugas sekolah, serta kehidupan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut menderita depresi. Menurut WebMD, depresi bisa terjadi pada anak-anak serta remaja. Anak laki-laki lebih rentan mengalami depresi pada usia dibawah 10 tahun. Tetapi pada usia 16 tahun, anak perempuan mempunyai peristiwa depresi yang lebih besar .

Gejala Depresi pada Anak

Gejala depresi pada anak berbeda-beda sehingga tiap anak memiliki tanda dan gejala yang tidak sama. Pada umumnya gejala depresi tidak disadari sebab dianggap menjadi perubahan emosional serta psikologis yang normal. Oleh karena itu, tidak jarang depresi ini tidak terdiagnosis serta tidak diobati. Gejala primer depresi diantaranya pada kesedihan, rasa putus asa, dan perubahan suasana hati. Umumnya anak menunjukkan kesedihan atau suasana hati yang jelek sama halnya dengan orang dewasa yang mengalami depresi.

Mengenali Depresi pada Anak

Berikut ini beberapa gejala yang terjadi saat anak depresi antara lain :

  • Mudah marah
  • Perasaan sedih serta putus asa
  • Menarik diri
  • Kehilangan minat dan ketertarikan pada kegiatan yg disukai
  • Nafsu makan bisa meningkat atau justru menurun
  • Perubahan pola tidur (insomnia atau tidur berlebihan)
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah lelah
  • Perasaan mudah bersalah dan tidak berharga
  • Keluhan fisik, seperti sakit kepala atau sakit perut

Gejala diatas belum tentu sama dialami anak yang satu dengan yang lainnya. Pada kenyataannya, sebagian besar anak mengalami tanda-tanda yang tidak sama, pada waktu yang tidak sama, dan kondisi yang berbeda juga. Meskipun beberapa anak bisa terus beraktifitas baik pada lingkungan yang terstruktur. Umumnya anak dengan depresi berat akan banyak mengalami perubahan nyata, seperti kehilangan minat di sekolah, prestasi akademik menurun, hingga perubahan tampilan.

Indikasi Peringatan Depresi

Orang tua harus sangat waspada terhadap tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa anak mereka berisiko melakukan bunuh diri. Indikasi peringatan sikap bunuh diri pada anak-anak mencakup :

  • Perubahan makan, tidur, berkegiatan
  • Isolasi sosial, termasuk isolasi dari keluarga
  • Bicara tentang bunuh diri, keputusasaan, atau ketidakberdayaan
  • Meningkatnya tindakan dari sikap yang tidak diinginkan (seksual/perilaku)
  • Peningkatan sikap pengambilan risiko
  • Sering terjadi kecelakaan
  • Penyalahgunaan zat (narkoba dan sejenisnya)
  • Fokus pada hal-hal yang tidak wajar dan negatif
  • Bicara perihal kematian
  • Lebih sering menangis atau berkurangnya aktualisasi diri emosional
  • Kecenderungan memberikan barang pada orang lain

Penyebab Depresi Anak

Depresi yang terjadi pada anak bisa ditimbulkan beragam faktor. Salah satunya, yaitu kesehatan fisik, persoalan pada kehidupan, riwayat keluarga, lingkungan, serta faktor genetik. Depresi bukanlah gangguan yang bisa hilang secara spontan tanpa terapi yg sempurna.

Bisakah Depresi Dicegah?

Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan depresi akan lebih berisiko mengalami depresi. Misalnya pada anak dengan orang tua yang menderita depresi, akan cenderung mengalami depresi pada usia yang lebih belia. Selain itu, anak-anak atau remaja yang menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan berisiko lebih besar mengalami depresi.

Cara Mengatasi Depresi Anak

Anda wajib segera menjadwalkan kunjungan ke dokter apabila anak Anda mengalami gejala dan indikasi peringatan depresi seperti diatas selama minimal dua minggu. Kunjungan ke dokter akan membantu pengobatan yang sesuai untuk depresi. Pilihan pengobatan untuk anak-anak dengan depresi  sama seperti pada orang dewasa, yakni psikoterapi (konseling) dan pengobatan. Dokter akan menyarankan psikoterapi terlebih dahulu. Jika tidak terdapat perubahan secara signifikan baru mempertimbangkan obat antidepresan sebagai terapi tambahan. Kombinasi psikoterapi serta pengobatan biasanya paling efektif pada mengobati depresi.

 

Demikian pembahasan mengenai mengenali depresi pada anak. Semoga dapat menambah wawasan pembaca dan semakin waspada apabila terdapat gejala dan indikasi peringatan depresi seperti yang disebutkan diatas. Jika telah terdapat gejala-gejala tersebut, segerakan untuk mengunjungi dokter dan psikiater, sehingga dapat ditangani lebih dini.

Mengenali Ciri Seseorang Depresi

Mengenali Ciri Seseorang Depresi. Depresi merupakan gangguan psikologis yang umum dan banyak diderita oleh orang-orang disekitar kita. Menurut The Awareness Centre menemukan sekitar 264 orang di seluruh dunia menderita depresi. Depresi kebanyakan diderita oleh wanita dibandingkan pria. Pada masa pandemi, di Inggris, 1 dari 5 orang dewasa menderita gejala depresi. Setengah dari populasi orang dewasa yang berusia 55 tahun ke atas setidaknya pernah mengalami depresi.

Ciri seseorang depresi muncul tanpa disadari, sering terlihat pada fase awal seseorang menderita depresi. Ciri depresi memang sulit dikenali secara langsung sehingga perlu waktu untuk mengenalinya. Ini adalah 10 ciri depresi yang muncul tanpa disadari, antara lain:

Mengenali Ciri Seseorang Depresi

  1. Kecemasan yang berlebihan

    Seorang dengan kecemasan yang berlebihan dengan durasi dan frekuensi yang tidak wajar merupakan salah satu tanda depresi. Ada beberapa momen yang dapat memicu munculnya depresi. Misalnya stres karena tingginya beban kerja yang ada di tempat kerjanya.

  2. Perubahan perilaku dan mood secara signifikan

    Perubahan mood yang signifikan dan cenderung cepat merupakan tanda lain ciri penderita depresi. Ketika orang disekitar atau dokter sadar akan perubahan mood tersebut, hal ini dapat dipastikan ada sesuatu yang tidak baik dalam diri Anda. Perubahan mood ini mungkin tidak mudah untuk disadari oleh penderita sehingga perlu adanya bantuan orang lain atau dokter.

  3. Kehilangan minat pada aktivitas favorit

    Seseorang yang mulai mengurangi intensitas dalam melakukan kegiatan favoritnya merupakan ciri-ciri penderita depresi. Misalnya, tidak lagi melakukan work-outsecara rutin atau bahkan tidak ikut berkumpul bersama teman-temannya.

  4. Perubahan pola makan

    Pola makan secara tidak langsung berhubungan dengan kesehatan mental seseorang. Ketika seseorang mengalami kenaikan atau penurunan berat badan tanpa ia sadari dan mulai tidak memerdulikan kalori yang masuk. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak baik secara kondisi mentalnya.

  5. Perubahan tingkat percaya diri

    Setiap orang memiliki hal-hal yang ingin dan perlu untuk dikembangkan dalam dirinya. Namun, ketika seseorang mulai tidak bisa fokus dan menemukan hal apa yang ingin dikembangkan serta terobsesi dengan masa lalunya. Maka orang itu dapat diduga sedang menderita depresi.

  6. Perubahan pola tidur

    Ada banyak hal yang dapat memengaruhi pola tidur seseorang, salah satunya adalah kesehatan diri mereka. Jika seseorang merasa bahwa pola tidurnya mulai tidak normal, maka ada baiknya untuk menggunakan alat monitor pola tidur. Alat monitor itu dapat membantu melihat berapa lama waktu tidur Anda dan berapa banyak energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  7. Rasa sakit secara fisik

    Tubuh manusia secara tidak langsung mampu merespon stres dan perubahaan mood dalam diri seseorang. Jika seseorang sering merasa sakit atau kecapekan secara fisik tanpa diketahui apa penyebabnya, maka kemungkinan ini adalah ciri depresi.

  8. Keinginan untuk bunuh diri

    Pemikiran-pemikiran aneh, seperti ingin menyakiti diri sendiri atau bunuh diri merupakan ciri depresi. Ciri ini merupakan tanda yang tidak boleh dihiraukan.Carilah bantuan dokter untuk membantu menangani depresi yang diderita.

  9. Kesulitan mengikuti kegiatan sekolah

    Kesulitan dalam mengikuti kegiatan di sekolah merupakan ciri depresi yang dapat muncul pada penderita anak-anak atau pelajar lainnya. Contoh perilaku yang ditunjukkan adalah sering datang terlambat, tidak ada energi untuk mengerjakan tugas, dan munculnya perilaku buruk lainnya.

  10. Emosi negatif lebih dominan

    Beberapa orang percaya bahwa emosi negatif selalu berjalan beriringan dengan gangguan depresi. Penderita depresi akan memiliki emosi negatif yang mempengaruhi kehidupannya, yang juga akan berpengaruh kepada orang lain, serta kesehatan emosi dan fisiknya.

Depresi merupakan penyakit mental yang banyak diderita oleh orang-orang di dunia. Ciri orang depresi muncul tanpa disadari oleh penderita itu langsung. Ada beberapa ciri yang perlu untuk diwaspadai, seperti perubahan mood signifikan, perubahan pola tidur, makan hingga muncul pemikiran untuk bunuh diri. Jika Anda mengalami atau melihat orang disekitar Anda memiliki 10 ciri di atas, maka lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter. Demikian penjelasan mengenai cara mengenali ciri seseorang depresi. Semoga dapat menambah pengetahuan para pembaca.