Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu pekerja outsourcing, bagaimana sejarahnya, bagaimana sistem kerja outsourcing, hingga jenis pekerjaan apa saja yang mampu dilakukan oleh outsourcing. Berikut pembahasannya.

Pada era modern ini, outsourcing merupakan jalan keluar bagi banyak perusahaan terkait masalah kurangnya sumber daya manusia di kantor mereka. Tenaga kerja outsource diharapkan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang terdapat pada sebuah perusahaan.

Tak hanya itu, merekrut pekerja outsourcing juga dapat menjadi seni manajemen perusahaan untuk mengurangi biaya operasional mereka. Meski demikian, ada sistem kerja yang sedikit berbeda dalam merekrut tenaga kerja outsource. Bahkan, bukan hanya pekerja full-time yang bisa perusahaan jadikan karyawan dari pihak outsourcing.

Apa Itu Outsourcing?

Menurut Investopedia, outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu pada sebuah perusahaan. Outsourcing merupakan sebuah inisiatif yang umumnya dilakukan oleh perusahaan untuk memangkas biaya operasional mereka. Dengan demikian, karyawan yang direkrut dari outsource harus bisa melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari customer service, pekerja manufaktur, sampai administrasi perkantoran.

Para karyawan outsourcing tidak mendapat tunjangan dari pekerjaan yang dilakukannya seperti karyawan pada umumnya, serta waktu kerja tidak pasti sebab tergantung kesepakatan kontrak. Karyawan outsourcing berstatus menjadi pekerja dari perusahaan penyalur tenaga kerja. Dengan kata lain, perusahaan tempat bekerja atau perusahaan pemakai jasa outsourcing, tidak memiliki kewajiban terhadap kesejahteraan karyawan yang bersangkutan.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing

Sejarah Outsourcing

Outsourcing pertama kali dikenal sebagai strategi bisnis di tahun 1989 dan menjadi bagian integral dari ekonomi bisnis sepanjang tahun 1990-an. Seni manajemen outsourcing kian berkembang tiap tahunnya. Karena, para pakar ekonomi berpendapat bahwa outsourcing menciptakan insentif bagi bisnis serta memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya manusia pada tempat yang paling efektif.

Outsourcing juga digadang-gadang bisa membantu menjaga ekonomi pasar bebas pada skala global. waktu merekrut pekerja outsource, perusahaan bisa bekerja sama dengan perusahaan yg menyediakan asal daya manusia tadi. Perusahaan ini dianggap jua sebagai outsource, ialah sebuah institusi penyedia jasa dan energi kerja menggunakan keahlian tertentu buat perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak seterkenal sistem kerja yang kita umumnya kenal, outsourcing terus diminati pada pasar global.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing?

Definisi serta hukum pekerjaan outsourcing tidak disebutkan secara khusus pada UU Ketenagakerjaan. Tetapi, pasal 64 UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa “Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.”

Perekrutan karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan outsource. Nantinya, karyawan outsourcing bekerja untuk perusahaan melalui sistem kontrak yang dibagi menjadi 2, yaitu Perjanjian Kerja waktu tertentu (PKWT) serta Perjanjian Kerja saat tidak tertentu (PKWTT).

Jenis Pekerjaan Outsourcing

Pasal 65 ayat (2) Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan beberapa poin jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pekerja outsourcing, diantaranya yaitu:

  • Dilakukan secara terpisah dari kegiatan primer
  • Dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan
  • Merupakan aktivitas penunjang perusahaan secara keseluruhan
  • Tidak merusak proses produksi secara langsung

Pada dasarnya, karyawan outsourcing hanya mampu direkrut untuk mengerjakan pekerjaan di luar pekerjaan inti perusahaan pengguna jasa.

Menurut Nearshore Technology, beberapa contoh pekerjaan yang mampu dilakukan oleh karyawan outsourcing adalah :

  • Tim Keamanan (Security)
  • Petugas Kebersihan (Cleaning Service)
  • Penyedia makanan (catering)
  • Petugas Call Center
  • Pekerja Manufaktur
  • Kurir atau pengemudi
  • Petugas Manajemen Fasilitas (facility management)

Barcode dan Bagaimana Sejarahnya

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu barcode dan bagaimana sejarahnya, serta siapa penemu barcode dan apa saja keuntungan dan kerugian dari penggunaan barcode. Untuk memudahkan seseorang dalam mengidentifikasi barang, umumnya memakai barcode. Maka dari itu, pada bagian belakang dari suatu produk umumnya ada garis-garis yang dibarengi dengan angka.

Barcode dan Bagaimana Sejarahnya

Apa itu Barcode ?

Barcode adalah sistem identifikasi unik yang terdiri dari garis-garis horizontal serta spasi yang memiliki panjang dan jarak yang berbeda-beda. Barcode bisa dibaca oleh mesin scanner atau kamera, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu data dengan tepat dan cepat.

Pada awalnya, barcode hanya digunakan untuk mengidentifikasi produk-produk di toko-toko kelontong, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, barcode mulai dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk di berbagai bidang.

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Barcode

Memakai barcode mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya yaitu :

  • Dapat mempertinggi efisiensi dan akurasi pada pelayanan di toko,
  • Memudahkan pencarian produk
  • Dapat menyimpan info yang lebih lengkap wacana produk.
  • Proses pencarian dan pelayanan produk dapat dilakukan dengan lebih cepat dan seksama, sehingga bisa menaikkan kepuasan pelanggan dan kelancaran usaha pada toko.

Namun, terdapat beberapa kerugian dari penggunaan barcode :

  • Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli peralatan dan aplikasi yang dibutuhkan
  • Kesulitan dalam membaca barcode yang terbaca buram atau rusak.

Meski begitu, penggunaan barcode masih disebut menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengidentifikasi produk-produk di toko. Dengan barcode, proses pencarian dan pelayanan produk dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat, sehingga dapat menaikkan kepuasan pelanggan dan kelancaran bisnis.

Tokoh Penemu Barcode

Penemu barcode adalah Bernard Silver serta Norman Woodland. Bernard Silver lahir pada 28 Juni 1922 di New York City, Amerika serikat. Beliau ialah seseorang ilmuwan dan insinyur yang terkenal karena penemuannya pada bidang teknologi informasi.

Setelah lulus dari Universitas Columbia pada tahun 1943, Bernard Silver bekerja sebagai insinyur di Badan Riset Pertahanan Nasional (National Defense Research Committee) selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, dia bergabung dengan Drexel Institute of Technology di Philadelphia sebagai asisten profesor matematika.

Di Drexel, Bernard Silver bertemu dengan Norman Woodland, seorang mahasiswa matematika yang sedang mencari inspirasi untuk skripsinya. Mereka mengembangkan ide untuk mengubah informasi teks menjadi garis-garis dan spasi yang bisa dibaca oleh mesin.

Bernard Silver meninggal pada tanggal 24 Mei 1963 di Philadelphia, Amerika Serikat. Beliau dikenal sebagai salah satu penemu barcode yang berjasa dalam mempertinggi efisiensi serta akurasi pada pelayanan di toko-toko kelontong.

Sejarah Barcode

Barcode pertama kali diciptakan oleh Bernard Silver dan Norman Woodland pada tahun 1948. Mereka berhasil menemukan cara untuk mengubah informasi berupa teks menjadi garis-garis dan spasi yang bisa dibaca oleh mesin. Mereka memakai cahaya ultraviolet untuk mengukur jeda antara garis-garis serta spasi pada barcode, sehingga dapat dibaca oleh mesin scanner. Penemuan ini sangat bermanfaat dalam menaikkan efisiensi dan akurasi pada pelayanan di toko-toko kelontong.

Setelah penemuan barcode, Bernard Silver serta Norman Woodland terus mengembangkan teknologi barcode untuk menaikkan kapasitas penyimpanan serta kecepatan pembacaannya. Pada tahun 1952, mereka mendirikan perusahaan yang bernama International Business Machines (IBM) untuk menjual alat-alat serta software barcode kepada toko-toko kelontong di seluruh dunia.

Pada tahun 1973, UPC-A (Universal Product Code) menjadi standar barcode pertama yang digunakan di Amerika serikat. UPC-A dapat menampung hingga 12 karakter alfanumerik, serta umumnya dipergunakan untuk mengidentifikasi produk-produk kecil seperti camilan atau minuman.

Pada tahun 1980-an, teknologi barcode mulai berkembang pesat, terdapat beberapa jenis barcode yang ditemukan, di antaranya adalah Barcode EAN-13, Barcode Code 39, Barcode QR Code, Barcode Code 128, Barcode Datamatrix, Barcode PDF417, dan Barcode MaxiCode. Masing-masing jenis barcode memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga harus dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Demikian pembahasan artikel kali ini mengenai apa itu barcode dan bagaimana sejarahnya, serta siapa penemu barcode dan apa saja keuntungan dan kerugian dari penggunaan barcode. Semoga bermanfaat.

Pengertian & Sejarah Western Union

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian dan sejarah dari western union. Western Union merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pengiriman uang secara global. Perusahaan ini memiliki jaringan agen yang tersebar di lebih dari 200 negara, yang memungkinkan orang-orang di semua dunia untuk mengirim sekaligus menerima uang dengan lebih mudah.

Pengertian Western Union

Western Union ialah sebuah perusahaan yg menyediakan layanan pengiriman uang ke seluruh dunia, termasuk kedalam negeri. Pengguna tidak perlu membuka rekening bank untuk menggunakan layanan Western Union, cukup dengan menunjukkan kartu identitas. Kantor Western Union berpusat di Colorado, Amerika Serikat dan telah beroperasi di lebih dari 200 negara serta wilayah di semua dunia, termasuk Indonesia. Western Union mempunyai lebih dari 500.000 agen yang beredar di seluruh dunia.

Pengertian & Sejarah Western Union

Sejarah Western Union

Pada tahun 1851, New York and Mississippi Valley Printing Telegraph Company didirikan di Rochester, New York oleh Hiram Sibley serta lainnya, dengan tujuan untuk menghasilkan sistem telegraf yang baik dengan operasi yang efisien serta terintegrasi.

Sementara itu, Ezra Cornell membeli kembali perusahaannya yang hampir bangkrut dan menamainya dengan “New York & Western Union Telegraph Company”. Ke 2 perusahaan ini awalnya merupakan pesaing yang sangat ketat, tetapi pada tahun 1856 kedua perusahaan tersebut setuju bahwa bergabung adalah satu-satunya cara untuk tetap tumbuh.

Penggabungan Dua Perusahaan

Hasil dari penggabungan kedua perusahaan ini dinamai “Western Union Telegraph Company”, atas prakarsa asal Cornell. Western Union lalu membeli banyak perusahaan kecil. Hingga pada tahun 1860, jaringan Western Union sudah meliputi sepanjang Pesisir Timur Amerika Serikat sampai Sungai Mississippi, dan dari Great Lakes sampai Sungai Ohio.

Memperkenalkan Layanan Pengiriman Uang

Pda tahun 1871, Western Union memperkenalkan layanan pengiriman uang yang didasarkan pada sistem telegrafnya yang handal. Pada tahun 1879, Western Union meninggalkan bisnis telepon setelah kalah dalam sengketa paten dengan Bell Telephone Company. Karena semakin berkembangnya sistem telepon, telegraf mulai ditinggalkan. Sebagai akibatnya Western Union memfokuskan bisnisnya pada layanan pengiriman uang.

Pada tahun 1900, Western Union telah berhasil mengoperasikan kurang lebih 1,6 juta kilometer jaringan telegraf dan 2 jaringan kabel bawah tanah secara internasional. Pada abad ke-20, Western Union terus tumbuh dengan mengakuisisi lebih dari 500 perusahaan lain serta hampir memonopoli pasar dengan merampungkan pembelian kompetitor utamanya, Postal Telegraph, Inc. pada tahun 1943.

Peran Western Union pada Perang Dunia II

Selama Perang dunia II, keluarga dari tentara yang ikut berperang tak jarang merasa sedih ketika menerima pengantar surat Western Union yang mengantarkan telegram dari Departemen Perang AS yang memberitahukan bahwa tentara tersebut gugur atau hilang di medan perang. pada tahun 1974, Western Union menjadi perusahaan telekomunikasi Amerika serikat pertama yg memiliki satelit komunikasi yg dinamakan Westar. Western Union memakai satelit tadi buat layanan telegram dan teleks ke seluruh agen pada Amerika serikat. Westar pula disewakan ke perusahaan lain buat mengirimkan video, suara, data, dan faksimile.

Pada tahun 1963, Western Union memisahkan divisi sistem kabel serta telegrafnya menjadi perusahaan tersendiri yang dinamakan Western Union International (WUI), yang dijual ke American Securities di tahun yang sama. American Securities lalu menjual WUI ke MCI Communications di tahun 1986 serta dinamakan MCI International, dengan kantor pusat yang dipindah dari New York City ke Rye Brook, New York.

Fokus pada Layanan Pengiriman Uang

Western Union mulai fokus pada layanan pengiriman uang ke luar negeri, dan mengklaim menjadi “layanan tercepat untuk mengirim uang ke seluruh global”. Pada tahun 1987, Investor Bennett S. LeBow mengambil alih kepemilikan Western Union. LeBow lalu menunjuk Robert J. Amman sebagai direktur Western Union.

Pada Mei 2009, Western Union mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Custom House dari Peter Gustavson, dan diselesaikan pada bulan September 2009, Western Union membeli Custom House dengan harga $370 juta. Akibat akuisisi ini, Custom House berganti nama menjadi Western Union Business Solutions. Pada Januari 2011, Western Union mengakuisisi 100% saham di Angelo Costa, sebuah perusahaan pengiriman uang. Angelo Costa sudah mempunyai 7,500 agen di beberapa negara di Eropa.

Pada Juli 2011, Western Union mengakuisisi divisi Pembayaran bisnis dunia milik Travelex dengan harga £606 juta. Pada Oktober 2011, Western Union merampungkan proses akuisisi atas Finint S.r.l., salah satu mitra bisnis pengiriman uang Western Union di Eropa, yg mempunyai 10,000 agen di Italia, Spanyol, serta Inggris.

Demikian pembahasan mengenai pengertian dan sejarah western union. Semoga bermanfaat.