Trik Memiliki Rumah Impian

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana trik memiliki rumah impian. Memiliki rumah impian adalah aspirasi banyak orang. Namun, mewujudkan impian ini membutuhkan perencanaan, kerja keras, dan dedikasi.

Definisi Rumah Bagi Anak Muda

Dengan memutuskan aturan realistis yang mempertimbangkan penghasilan, pengeluaran, dan utang. Gunakan kalkulator kemampuan finansial untuk memilih kisaran harga tempat tinggal yang sesuai dengan keuangan.

Identifikasi kebutuhan serta hasrat dalam hal tempat tinggal. Apakah memerlukan banyak ruang, kamar tidur ekstra, atau halaman belakang yang luas, dan buat daftar prioritas buat memandu pencarian.

Luangkan waktu untuk meneliti pasar real estat di daerah yang minati. Hadiri open house, konsultasikan dengan agen real estat, dan bandingkan harga untuk mendapatkan gambaran yang jelas perihal nilai pasar.

Raih impian dengan menerapkan cara cepat membeli tempat tinggal pada usia muda, punya rumah tidak wajib menunggu mapan, bisa wujudkan mulai sekarang. Mempunyai rumah sendiri pada usia belia tentu sebagai impian semua orang.

Rumah adalah keliru satu tolak ukur kesuksesan seorang, karena itu tempat tinggal juga sebagai kebutuhan utama. Memiliki hunian di usia belia cita rasanya terkesan mustahil sebab tingginya harga properti saat ini sudah sangat menggila.

Untungnya terdapat cara membeli tempat tinggal pada usia muda yg bisa dicoba asalkan mau konsisten serta berkomitmen untuk melakukannya demi tempat tinggal yang nyaman di masa depan.

memiliki tempat tinggal merupakan impian poly orang, tapi harga properti yg melambung naik setiap tahunnya menjadi hambatan terbesar bagi kita buat bisa mewujudkannya.

Trik Memiliki Rumah Impian

Dengan mengelola finansial dengan baik serta menahan godaan gaya hidup yang biasanya sulit buat ditolak. Kuatkan niat serta bulatkan tekad untuk mencapai membeli rumah pada usia belia.

  • Lebih Rajin Menabung
    Tak mungkin rasanya mampu membeli rumah tanpa terlebih dahulu menabung, karena gaji atau pendapatan yang dihasilkan setiap bulannya.
    Mulailah menabung yang rutin setiap bulannya dengan cara menyisihkan pendapatan buat dimasukkan dalam tabungan.
    Kurangi waktu nongkrong atau bermain bersama teman yang umumnya hanya menghambur-hamburkan uang saja.
  • Berhenti Mementingkan Ego
    Jika menginginkan sesuatu yang akbar, maka wajib terdapat pengorbanan terlebih dahulu sebelum mendapatkannya.
    Memiliki tempat tinggal di usia muda harus mengorbankan beberapa hal yg mungkin akan meredam ego buat membeli sesuatu yang kurang penting.
  • Menyiapkan Uang buat DP rumah
    Kini saatnya merogoh tindakan dengan membayar uang muka rumah supaya  mempunyai rumah di usia belia bisa terwujud.
    Ajukan KPR supaya cicilan kredit rumah yang diambil mampu terasa lebih ringan sehingga penghasilan atau honor masih bisa mencukupi kebutuhan lainnya.
    Sekaligus bisa membayar cicilan tempat tinggal yang secara sedikit demi sedikit akan lunas nantinya.
  • Cari Tipe rumah sesuai Budget yang dimiliki
    Carilah tipe tempat tinggal yg sinkron dengan budget serta kemampuan finansial supaya bisa segera menerima rumah yang diinginkan, tanpa harus memaksakan ekspektasi yang ada, tapi menerima realita yang sesungguhnya.
    Harga rumah yang sesuai kemampuan juga akan menolong untuk meringankan keadaan finansial dengan perhitungan.
    Bila menentukan membeli rumah dengan cara kredit, sehingga selain bisa mencicil tempat tinggal, kamu juga mampu membeli kebutuhan serta keperluan lainnya.
  • Mencari Penghasilan Tambahan

    Bila ingin cicilan rumah segera lunas dan terselesaikan, maka dengan mencari penghasilan tambahan supaya kredit rumah mampu cepat beres.
    Penghasilan tambahan yang dihasilkan akan meningkatkan kecepatan usaha dan mimpi untuk sesegera mungkin menerima rumah impian. Bahkan mungkin menggunakan penghasilan tambahan, engkau mampu memiliki rumah lebih asal satu.

Berhemat artinya cara paling efektif serta efisien untuk segera mempunyai rumah, sebab uang yang umumnya habiskan buat hanya sekadar nongkrong, belanja baju, atau hal-hal yang masih mampu ditunda terlebih dahulu buat membelinya.

Menata Sudut Minimalis Rumah

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana menata beberapa sudut minimalis pada sebuah rumah. Rumah yang rapi serta teratur adalah impian setiap orang.

Tetapi, tidak seluruh orang dapat mencapai hal tadi. Kebanyakan rumah cenderung mempunyai banyak barang dan perabot sebagai akibatnya sulit untuk menjaga agar tetap rapi serta teratur.

Rumah yang Minimalis

Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meminimaliskan tempat tinggal dan menjadikannya kawasan yang nyaman dan rapi. Buang barang-barang yang sudah tidak terpakai atau tak memiliki nilai yang tinggi.

Orang-orang cenderung menyimpan barang-barang yang jarang dipergunakan, padahal hal ini hanya akan menyita ruang di tempat tinggal. Mulai dengan memilah barang-barang yang masih layak dan tidak.

Jangan terlalu banyak menghias tempat tinggal dengan dekorasi yang tidak terlalu krusial. Meskipun dekorasi bisa memberikan suasana yang indah, terlalu banyak dekorasi hanya akan menambah banyak barang dirumah.

Pilihlah dekorasi yang benar-benar penting dan sinkron dengan tema tempat tinggal. Menjaga kebersihan tempat tinggal juga sangat krusial, sebab rumah yang bersih akan terlihat lebih teratur dan rapi.

Menata Sudut Minimalis Rumah

Selalu membedakan waktu membersihkan tempat tinggal setiap hari, bahkan bila hanya beberapa menit. Hal ini akan menghasilkan rumah tetap teratur dan mengurangi penumpukan barang.

Hindari untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan. Sebelum membeli sesuatu, pertimbangkan terlebih dahulu apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya diinginkan.

Jangan terpengaruh dengan diskon apabila barang tersebut tidak akan dipergunakan dengan baik di tempat tinggal. Diharapkan rumah dapat menjadi tempat yang nyaman dan teratur.

Menata Sudut Minimalis Rumah

Meskipun hidup minimalis bisa didefinisikan sebagai filosofi hidup sederhana. Minimalis  juga dapat diterapkan di banyak area dalam hidup, tetapi bagian primer dari kehidupan minimalis tak jarang adalah tempat tinggal.

Ketika berfikir mengenai bagaimana visual sebuah rumah minimalis, maka akan terfikir rumah berwarna putih terang, memiliki ruang terbuka maupun sirkulasi udara yang cukup, dan memiliki beberapa sudut kosong.

Padahal kenyataannya adalah setiap orang dapat menata sudut minimalis dirumah secara tidak sesuai. Berikut ini terdapat beberapa tips menata sudut minimalis rumah, diantaranya yaitu :

  • Merapikan rumah dengan menyimpan barang-barang yang krusial
    Ketika memiliki waktu untuk mulai merapikan tempat tinggal, peraturan yang mudah dan baik adalah hanya menyimpan barang-barang yang sahih krusial dan bermakna.
    Apabila masih kesulitan memutuskan untuk menyimpan atau membuang sesuatu, fikirkan pertanyaan khusus untuk ditanyakan pada diri sendiri mengenai barang tertentu, misalnya apakah membutuhkannya? Apakah digunakan?
  • Dimulai dengan area yang terlihat
    Memulai dengan area yang terlihat terlebih dahulu, seperti rak, perabot, dan barang-barang di lantai. Setelah itu baru beralih ke area yang tersembunyi pada pada ruangan, misalnya menata laci, lemari, dan lemari.
  • Menemukan tujuan
    Apabila sudah berpikir untuk memulai hidup lebih minimalis di tempat tinggal, maka luangkan waktu untuk merenungkan mengapa melakukannya.
    Apakah sebab ingin menabung lebih banyak uang, sebab ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan famili, atau bahkan sebab ingin pensiun dini dan menikmati masa-masa purna tugas.
    Pada akhirnya hidup minimalis artinya tentang menjalani hidup yang lebih terarah serta memiliki tujuan.
  • Berfokus pada satu ruangan dalam satu waktu

    Bagian tersulit dalam merapikan tempat tinggal ialah mengetahui dari mana memulainya. Satu hal yang tetap ialah akan sangat melelahkan untuk mencoba menangani seluruh sudut rumah sekaligus.
    Oleh sebab itu, lebih baik fokus pada satu ruangan di satu waktu. Arahkan waktu dan tenaga ke ruangan yang paling mudah terlebih dahulu, kemudian gunakan ruangan tersebut menjadi kunci untuk ruangan lain.

Dengan meminimaliskan rumah, dapat membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga lingkungan dari penumpukan barang yang tidak terpakai. Jadi, jangan ragu untuk memulai meminimaliskan rumah dan merasakan perbedaannya.

Menyiasati Kesehatan Fisik Mental

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana menyiasati kesehatan fisik dan mental seseorang. Mengatur pola hidup sehat merupakan cara yang efektif untuk menyehatkan fisik dan mental.

Menyiasati Kesehatan Fisik dan Mental

Fisik dan mental adalah dua aspek yang sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Fisik mencakup kondisi tubuh kita, termasuk bagaimana kita bergerak, makan, dan berolahraga.

Mental mencakup aspek mental, seperti bagaimana menangani tekanan dan menjaga kebahagiaan. Kedua aspek ini merupakan komponen yang sangat penting untuk kesehatan yang baik.

Menyiasati Kesehatan Fisik Mental

Dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, kita dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan dan membantu kita untuk hidup lebih lama dan lebih sehat.

Memulai dengan mengatur pola makan yang sehat dan bergizi, mengonsumsi makanan yang seimbang, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan protein, membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.

Aktivitas fisik juga sangat penting untuk menyehatkan fisik dan mental. Olahraga secara teratur dan melakukan berbagai jenis olahraga, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, dan berlatih yoga, membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Beristirahat yang cukup juga penting. Memastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik, membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Tips Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, agar produktifitas kegiatan maupun bekerja dapat dilakukan dengan maksimal, diantaranya yaitu :

  • Berolahraga Secara Rutin
    Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang memberikan energi positif dan memperbaiki mood. WHO menganjurkan orang berusia 18-64 tahun berolahraga dengan intensitas sedang; 150-300 menit per minggu/sekitar 30 menit-1 jam per hari.
    Salah satu olahraga yang dapat dilakukan untuk self healing adalah yoga. Olahraga bermanfaat untuk kesehatan mental karena bisa membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi stres.
    Yoga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, yaitu meningkatkan kualitas pernapasan, mendorong ketahanan tubuh, membantu fleksibilitas tubuh, melatih otot, serta membuat tubuh menjadi lebih seimbang.
  • Mengonsumsi Makanan Kaya akan Serat
    Kebutuhan akan buah dan sayur sebagai sumber serat alami dapat membantu meredakan kecemasan. Stres bisa menghasilkan hormon kortisol yang memicu penumpukan lemak dan keinginan makan berlebihan.
    Untuk mengatasi stres, masyarakat biasanya mengonsumsi gula secara berlebih untuk meningkatkan hormon dopamin, tanpa disadari hal tersebut malah meningkatkan risiko obesitas.
  • Sempatkan ‘me time’ dengan hobi baru
    Ada banyak pilihan hobi yang dapat dilakukan saat ‘me-time’, contohnya seni dan kerajinan tangan. Melukis atau membuat kerajinan tangan dapat membantu mengembalikan energi positif sehingga produktivitas bisa ikut meningkat.
    Di sisi lain, menulis jurnal harian juga dapat membantu seseorang untuk mengurai emosi-emosi negatif agar lebih mudah dipahami. Selain menulis, perbanyak juga kegiatan membaca buku pengembangan diri.
  • Berlibur

    Memulihkan diri dari tekanan hidup alias self healing merupakan langkah yang penting untuk kesehatan mental. Melakukan self healing juga akan mengembalikan keseimbangan tubuh dan pikiran.
    Terdapat beberapa tanda peringatan awal yang menunjukkan seseorang harus mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental. Misalnya, nafsu makan terganggu, serta produktivitas menurun karena tidak fokus dan lain-lain.
    Artinya perlu menyediakan waktu untuk istirahat dari rutinitas, termasuk bekerja, untuk melakukan kegiatan menyenangkan sehingga pikiran kita bisa recharged kembali.
    Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan saat istirahat dari rutinitas adalah berlibur atau melakukan menginap satu malam di luar kota (staycation). Walau sedang berlibur penting untuk tetap memperhatikan jadwal dan kualitas tidur yang baik.

  • Kualitas dan Durasi Tidur 
    Durasi tidur yang ideal adalah 7-9 jam sehari. Jika durasi ini terpenuhi, maka kinerja tubuh lebih optimal. Jam tidur yang tidak teratur mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga akan lebih mudah terkena penyakit.
    Selain itu, sering tidur larut malam juga dapat menimbulkan obesitas yang bisa memicu komplikasi penyakit lainnya.
  • Mendekorasi rumah
    Bagi sebagian orang, mendekorasi rumah bisa menjadi kegiatan self healing. Menata ulang letak perabotan bisa memberikan suasana baru di rumah. Contohnya, menerapkan penggunaan furnitur multifungsi.
    Agar rumah terlihat lebih rapi sebaiknya singkirkan barang yang sudah tidak dipakai. Mulailah decluttering dari kamar tidur, lemari pakaian dan selanjutnya ke area kamar mandi, dapur, dan ruang tamu.

Kualitas Udara Tempat Tinggal

Kualitas udara yang buruk pada beberapa wilayah di Indonesia ditimbulkan oleh banyak faktor. Mulai dari limbah pabrik, polusi asap kendaraan, serbuk sari, debu, sampai asap yang terbentuk sebagai akibat asal pembakaran hutan. Polusi udara sendiri bisa berasal dari lingkungan luar dan lingkungan di dalam tempat tinggal. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana menaikkan dan menjaga kualitas udara di tempat tinggal.

Kualitas Udara Tempat Tinggal

Anak-anak diketahui lebih rentan terhadap imbas kesehatan yang merugikan akibat polusi udara. Sebab organ pernapasan serta sistem kekebalan tubuh mereka belum matang. Selain itu, keterlibatan pada kegiatan yang berat dan waktu yang lebih lama yang mereka habiskan diluar ruangan juga mampu memicunya.

Studi pada Paediatrics Child Health mengungkapkan, polusi dan pencemaran udara memberikan impak buruk terhadap kondisi kesehatan anak. Dampaknya tak main-main, contohnya seperti dilema di saluran pernapasan, perubahan sistem kekebalan tubuh, dan terjadi peningkatan risiko defisiensi vitamin D dan rakhitis. Bahkan, bisa menaikkan risiko cacat lahir serta menaikkan nomor kematian.

Cara menaikkan Kualitas Udara di Rumah tinggal

Agar kualitas udara dirumah tetap baik danhigienis, berikut ini terdapat beberapa tips untuk menjaga kualitas udara di tempat tinggal yang bisa dilakukan, yaitu :

  1. Sebaiknya tempat tinggal dilengkapi dengan ventilasi udara
    Lebih baik lagi apabila ada jendela udara pada setiap ruangan. Ventilasi udara mempunyai peran penting untuk mengatur pergantian udara di dalam rumah. Pastikan membersihkan ventilasi tempat tinggal secara rutin, sehingga kualitas udara pada pada tempat tinggal tetap terjaga.
    Contohnya buka ventilasi serta pintu setiap pagi; menggunakan kipas angin kamar mandi; atau mengarahkan exhaust untuk mengeluarkan asap dapur ke udara luar ruangan.
  2. Mengontrol sumber polutan
    Cara paling efektif untuk menaikkan kualitas udara dalam ruangan merupakan dengan menghilangkan asal polusi individu atau mengurangi emisinya.
  3. Tidak Merokok
    Pastikan tidak merokok pada area sekitar rumah, terutama di dalam tempat tinggal. Sebab, meski sudah selesai merokok, residu dari asap rokok akan tinggal dan mengendap di tempat tinggal. Ini tetap akan memicu imbas negatif pada kesehatan, bahkan meski kamu telah berusaha membersihkan rumah.
  4. Menanam tumbuhan pada halaman tempat tinggal
    Kebab tanaman pula membantu membersihkan sekaligus memperbaiki kualitas udara pada sekitar tempat tinggal. Mereka menghirup karbondioksida serta melepaskan oksigen yang baik untuk kualitas udara.
  5.  Tidak Membakar Sampah di halaman tempat tinggal
    Lebih baik mengubur sampah daun supaya bisa sebagai pupuk kompos, atau membuangnya dalam karung.
  6. Menggunakan Air Purifier (penjernih udara)
    Penjernih udara sangat efektif untuk menghilangkan partikel polutan pada tempat tinggal. Efektivitas pembersih udara bergantung pada seberapa baik mesin tersebut mengumpulkan polutan dari udara dalam ruangan (dinyatakan sebagai persentase taraf efisiensi) serta seberapa banyak udara yang ditarik melalui elemen pembersih atau penyaringan. Dengan memakai air purifier juga dapat membantu memperbaiki sekaligus menjaga kualitas udara di tempat tinggal tetap terjaga serta higienis.

Disfungsi Keluarga dan Akibatnya

Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai disfungsi keluarga dan akibatnya. Peran keluarga sangat penting dalam kehidupan seorang individu apalagi seorang anak. Akan terjadi banyak sekali masalah jika seorang anak mengalami disfungsi keluarga dalam hidupnya. Berikut ini diberikan contoh kasus disfungsi keluarga, dan apa fungsi keluarga serta karakteristik keluarga disfungsi.

Rio sedang menikmati satu linting ganja di rumah pamannya saat polisi datang menggerebek rumah tersebut. Ia, paman, dan dua orang teman pamannya itu sedang berpesta. Rio tinggal bersama ibunya yang merupakan orang tua tunggal. Ayah dan ibunya bercerai sejak usianya 10 tahun dan telah menikah lagi. Semenjak mengkonsumsi narkoba, Rio kerap menjual barang-barang rumah tangga di rumah milik ibunya seperti gas, tv, dan barang lainnya. Ia mengaku rumah nya kemalingan agar ibunya tidak curiga.

Sementara itu, Nia, 17 tahun, telah menjalani rehabilitasi sosial selama satu bulan di Balai Rehabiilitasi Sosial Anak. Dia dan dua temannya dibawa ke Balai karena terlibat dalam prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur, termasuk dirinya. Sama seperti Rio, ayah dan ibu Nia sudah lama berpisah. Ia diasuh oleh neneknya sejak usia nya 5 tahun. Ibu dan ayahnya sudah menikah lagi dan memiliki keluarga masing-masing. Ia mengaku terpaksa terlibat prostitusi karena butuh uang untuk menghidupi dirinya sendiri. Sejak neneknya meninggal dua tahun lalu, Nia tinggal sendiri dikos-kosan, oleh karena itu dia butuh uang agar bisa bertahan hidup.

Di sisi lain, ada Dio, 16 tahun, yang sudah hidup di jalan sejak dua tahun lalu. Dio memutuskan keluar dari rumah karena tidak tahan atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya. Ia dan adik-adiknya menyaksikan kekerasan yang dilakukan ayah kepada ibunya. Ia bahkan masih ingat bagaimana ayahnya membenturkan kepalanya ke tembok karena ia membela ibunya. Sebelum tinggal di jalan, Dio tinggal di rumah neneknya. Ia kerap mencoba menghubungi ayah atau ibunya untuk sekedar meminta uang jajan. Terakhir ia meminta uang Rp. 50.000 untuk berobat namun tidak digubris. Kekecewaan ini akhirnya membuat Dio memutuskan untuk mengurus hidupnya sendiri dengan turun ke jalan dan menjadi pengamen, uangnya ia gunakan untuk makan, membeli rokok, dan juga membeli obat-obatan terlarang seperti eksimer.

Tiga kasus di atas memiliki satu persamaan, yaitu sama-sama memiliki keluarga yang disfungsional dan lingkungan yang mendukung perilaku negatif. Anak-anak pada kasus di atas berasal dari keluarga dengan latar belakang yang tidak kondusif untuk perkembangan mereka. Dua anak berasal dari keluarga broken home, sedangkan satu anak (walaupun kedua orang tuanya masih bersama) memiliki orang tua yang abusive.

Pada hakikatnya, keluarga adalah unit sosial terkecil yang bertanggung jawab pada stabilitas dan kontinuitas suatu masyarakat. Keluarga menjadi cikal bakal komunitas yang besar. Sulit membayangkan bagaimana suatu komunitas atau masyarakat dapat terbentuk atau bertahan tanpa adanya keluarga.

Disfungsi Keluarga dan Akibatnya

Fungsi Keluarga

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat delapan fungsi keluarga yang menjadi prasyarat, acuan, dan pola hidup setiap keluarga untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas. Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, ekonomi, dan lingkungan.

  • Fungsi agama
    Keluarga adalah tempat penanaman nilai agama sejak dini agar anak tumbuh menjadi karakter yang agamais, beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga juga menjadi tempat pengenalan nilai-nilai budaya bangsa yang sarat akan nilai dan adab ketimuran. Anak kelak akan tumbuh menjadi warga negara Indonesia, dan ini akan melekat padanya, sehingga ia harus memahami bagaimana budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsanya sendiri.
  • Fungsi cinta dan kasih sayang.
    Afeksi dari orang tua adalah kebutuhan paling utama bagi anak-anak. Interaksi yang saling menyayangi dan penuh kasih antar keluarga akan menjadikan keluarga dan rumah sebagai tempat paling berharga bagi anak.
  • Fungsi perlindungan
    Keluarga adalah tempat berlindung dan pelindung paling utama. Anak seharusnya merasakan rasa aman dan nyaman saat bersama keluarga.
  • Fungsi sosialisasi
    Keluarga juga merupakan tempat sosialisasi pertama bagi anak. Di sini lah fungsi keluarga sangat dibutuhkan. Fungsi sosialisasi yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan anak yang cerdas secara kognitif dan membentuk peribadi yang berkarakter mulia.
  • Fungsi lingkungan
    Yaitu fungsi mempromosikan dan mendorong kesadaran anak akan  pentingnya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.
  • Fungsi reproduksi
    Keluarga menjadi tempat untuk memperkenalkan dan menanamkan fungsi reproduksi. Reproduksi yang sehat dan terencana akan melahirkan generasi penerus yang baik dan berkualitas.
  • Fungsi ekonomi
    Orangtua wajib memberikan nafkah atau memenuhi kebutuhan anak secara ekonomi. Keluarga juga merupakan tempat untuk membina dan menanamkan nilai-nilai keuangan. Tidak hanya itu, keluarga diharapkan dapat membina perencanaan keuangan keluarga sehingga terwujud keluarga yang sejahtera.

Apabila keluarga tidak mampu menerapkan fungsi-fungsi di atas, maka keluarga tersebut dapat dikatakan mengalami disfungsi yang berpotensi merusak kekokohan keluarga yang pada akhirnya akan mengganggu tumbuh kembang, dan kepribadian anak.

Karakteristik Keluarga Disfungsi

Menurut Hawari (2004) terdapat beberapa karakteristik keluarga disfungsional, yaitu :

  • Adanya kematian salah satu atau kedua orangtuanya
  • Kedua orangtua berpisah atau bercerai (divorce)
  • Hubungan kedua orangtua tidak baik (poor marriage)
  • Hubungan orangtua dengan anak tidak baik (poor parent–child relationship); Suasana rumah tangga yang tegang dan tanpa kehangatan (high tension and low warmth)
  • Orangtua sibuk dan jarang berada di rumah (parent’s absence)
  • Salah satu atau kedua orangtua memiliki kelainan kepribadian atau gangguan kejiwaan (personality or psychological disorder).

Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara disfungsi keluarga dengan gangguan tingkah laku pada anak. Semakin tinggi tingkat difungsi keluarga, maka semakin tinggi pula resiko anak mengalami gangguan perilaku. Selain itu, ketidakberfungsian keluarga juga berkontribusi pada faktor yang menyebabkan anak terlibat dalam perbuatan kriminal.

Terdapat beberapa situasi keluarga dimana anak-anak beresiko menjadi anak nakal, yaitu dimana anak-anak merasa tidak diterima atau ditolak oleh orang tua, tidak dikontrol  secara memadai oleh orang tua, dan tumbuh di rumah dengan banyak konflik. Penolakan orang tua adalah hal yang paling berpengaruh pada kenakalan remaja. Penolakan ini bisa berbentuk tidak adanya perhatian pada aktivitas sehari-hari anak. Orang tua perlu mengetahui dimana anak berada, dengan siapa, dan apa yang dilakukannya, agar anak merasa diperhatikan.

Meskipun demikian, kenakalan dan tindakaan kriminal yang dilakukan remaja cenderung disebabkan oleh perkembangan normatif yang tidak tuntas. Anak tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, merasa tidak perlu mematuhi standar norma dan niai yang berlaku di masyarakat, dan tidak menunjukkan rasa hormat pada hak dan kesejahteraan orang lain. Selain itu, tidak semua anak-anak yang tumbuh dalam keluarga disfungsional menjadi anak nakal dan berbuat kriminal.

Namun pada akhirnya, keluarga lah yang berperan penting dalam menanamkan nilai moral pada anak. Pengasuhan yang baik adalah tiang dan penyangga yang akan mencegah perilaku negatif dan membantu remaja dalam melindungi diri dari kenakalan yang lebih buruk.

Demikianlah pembahasan mengenai disfungsi keluarga dan akibatnya, semoga dapat menjadi inspirasi para pembaca untuk lebih mengenal lingkungan sekitar.

*nama anak pada kasus disamarkan
Sumber : Pusat Penyuluhan Sosial, Kementerian Sosial