Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Pada artikel kali ini akan mengenal apa pengertian watak dan apa saja sifat-sifat watak. Pada kehidupan sehari-hari, pastinya kita akan bertemu dengan banyak orang. Pastinya, setiap orang mempunyai watak yg beraneka macam. Watak yang terdapat pada seseorang menjadi karakteristik tersendiri yang membuatnya tidak sama berasal orang lain.

Mengenal Pengertian & Sifat Watak

Karakteristik dari watak acapkali digambarkan pada sebuah film, novel, atau drama, bahkan sinetron yang tayang di televisi. Watak atau karakter tokoh yang diperankan begitu realistis, sebagai akibatnya penonton pun ikut larut terbawa suasana.

Mungkin untuk sebagian orang, istilah watak sudah tidak asing untuk mereka, dan mereka bisa menganalisa dengan baik karakter setiap orang. Namun terdapat juga orang yang masih belum memahami apa arti watak, sehingga terkadang dalam pergaulan sehari-hari, tak jarang ada persoalan seperti tersinggung dan anti simpatik, disebabkan kita belum mengenali watak yang sesungguhnya.

Untuk itu, perlu sekali seseorang memahami watak orang lain dengan baik, agar bisa menjalin korelasi baik pertemanan, urusan usaha, dan lain sebagainya.

Pengertian Watak

Sederhananya, orang mengatakan watak itu sifat atau diartikan menjadi karakter seseorang. Pengertian watak secara umum adalah sifat, sikap, dan karakter seseorang yang sudah ada sejak orang tersebut lahir, dan mempengaruhi pikiran serta tingkah laku seseorang.

Selain itu, watak juga mampu diartikan sebagai sifat atau karakter bawaan yang membedakan seseorang dengan orang lain. Watak bisa dilihat dari ucapan dan tindakan yang dilakukan seseorang, seperti apakah benar dia seseorang yang penyabar, arogan, licik, baik hati, serta lain sebagainya.

Watak juga bagian fundamental terbentuknya akhlak dan moral seseorang. Setiap orang berakhlak pasti memiliki karakter, dan orang yang berkarakter memiliki filosofi atau semboyan dalam hidupnya. mirip yang diungkapkan oleh Al Mubarak’, bahwa :
“hidup itu sebuah pilihan, Pilihan itu sebuah usaha, dan usaha itu sebuah keindahan”.

Watak atau karakter yang baik juga harus diterapkan mulai sejak dini, anak yag belum paham akan tekanan lingkungan, maka wajib dibekali karakter, akhlak dan moral yang baik.

Menurut Borba (2001), ada tujuh hal utama yang merupakan sifat baik dasar dari moral yang dapat membantu anak bersikap sesuai moral untuk menghadapi tekanan lingkungan. Sifat-sifat tersebut diantaranya yaitu :

  • Empati (Emphaty), yaitu emosi dasar yang memungkinkan anak tahu bagaimana perasaan orang lain.
  • Hati Nurani (Conscince), yaitu suara hati yang membantu anak menetapkan mana yang benar dan mana yang salah.
  • Kontrol Diri (Self-control), yaitu membantu anak mengendalikan dorongannya untuk berpikir sebelum bertindak.
  • Menghargai (Respect), yaitu mendorong anak untuk memperlakukan dan menganggap orang lain itu berharga.
  • Kebaikan (Kindness), yaitu membuat anak lebih memperhatikan kesejahteraan dan perasaan orang lain.
  • Tenggang Rasa (Tolerance), yaitu mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan kualitas tiap individu, seperti perbedaan ras, gender, budaya, suku, dan lain sebagainya.
  • Keadilan (Fairness), yaitu mengarahkan anak untuk memperlakukan orang lain secara layak, adil, serta tidak memihak, sehingga melatih watak anak sebagai orang yang adil dikemudian hari.

Sifat-Sifat Watak

Karakter atau watak juga memiliki sifat-sifat, Ibnu Qayyim (2005) berkata bahwa sifat karakter terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Karakter SDM Unggul
    Mempunyai karakter kuat
    Menguasai ilmu serta teknologi yang berguna
    Memiliki kinerja yang akuntabel
    Memiliki kecerdasan (pintar, cerdik)
    Berkompeten (berilmu)
    Mempunyai prinsip
    Pemberani (maju, progresif)
    Memiliki kesederhanaan
    Tak tergesa-gesa (terjadwal)
    Kinerja yang tepat atau cermat (berhati-hati)
    Waspada
  • Karakter Baik
    Mempunyai kesabaran
    Menjaga kehormatan diri
    Mempunyai keberanian
    Adil
  • Karakter buruk
    Kebodohan
    Kedzaliman
    Syahwat
    Marah
  • Karakter lemah, kuat, buruk dan Baik
    Lemah, contohnya penakut, pemalas, mudah menyerah, cepat kalah, tidak berani mengambil keputusan atau resiko, serta lain sebagainya.
    Karakter kuat, misalnya teguh, ulet , pantang menyerah, memiliki keberanian, dan lainnya.
    Buruk, contohnya licik, egois, serakah, sombong, suka pamer, serta sebagainya.
    Karakter baik, seperti amanah, dapat dianggap, baik hati, rendah hati, serta lain sebagainya.

Demikian pembahasan mengenal pengertian watak & apa saja sifat-sifat dari watak. Semoga semakin menambah pengetahuan dan bermafaat bagi pembaca.

Kreativitas Anak Usia Dini

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian kreativitas dan apa yang disebut anak usia dini.

Pendidikan memiliki makna dasar, memanusiakan insan. Membuat manusia kembali pada fitrahnya. Salah satunya dengan mengembalikan manusia menjadi cerdas dan kreatif guna menjangkau perkembangan hidup yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan berupaya mendorong murid berani menghadapi problematika kehidupan demi menegakkan tugasnya menjadi khalifat di muka bumi.

Kreativitas Anak Usia Dini

Taman kanak-kanak mengemban tugas yang paling mulia, yakni menjaga agar bekal alam anak-anak tidak tercerabut oleh misi-misi orang dewasa. Guru pada Taman Kanak-kanak berperan besar, karena di pundaknya semua benih-benih kebermaknaan dan kemuliaan manusia berada. Di tangan guru yang cerdas dan laras, anak-anak akan dapat tumbuh sebagai insan besar yang berpikir, berjiwa, serta berkarya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi sedemikian penting, sebab

Pendidikan manusia pada 5 tahun pertama sangat menentukan kualitas hidup selanjutnya. Keberhasilan hidup seseorang ditentukan oleh bagaimana ia memperoleh pendidikan, perlakuan, serta kepengasuhan pada awal-awal tahun kehidupannya. Pembentukan berbagai konsep, termasuk konsep diri, konsep hidup, dan konsep belajar ditentukan oleh bagaimana lingkungannya memperlakukan dirinya.

Konsep Anak Usia Dini

Anak Usia Dini ialah mereka yang berada di usia nol sampai delapan tahun.
Konsep AUD (Anak Usia Dini) mencakup bayi, anak-anak pada Taman Penitipan Anak (TPA), kelompok Bermain (PG), taman kanak-kanak, serta Sekolah Dasar Awal. Secara struktural pemerintahan, PAUD (atau PADU) hanya dibatasi sampai pada usia 6 tahun. Meskipun demikian, karena berdasarkan pertimbangan psikologis serta pedagogis anak usia 8 tahun masih memiliki kisaran perkembangan aspek yang “sama” dengan anak di bawah usianya, maka NAEYC mengkategorikanya sebagai AUD.

Kreativitas

Konsep dan bentuk kreativitas AUD dan orang dewasa sangat berbeda. Kreatif
dalam pengertian orang dewasa berarti keberadaan keahlian (expertise), keterampilan (skills), dan motivasi pada diri (intrinsic task motivation). Orang dewasa yang kreatif diindikasikan menjadi individu yang mempunyai keterampilan teknik prima, berkemampuan seni, dan mempunyai bakat.

Mereka juga memiliki gaya karya yang mempesona, keterbukaan ide yang indah, dan konsentrasi serta ketekunan yang luar biasa. Kreativitas pada anak-anak mempunyai karakteristik tersendiri. Kreativitas anak dikoridori oleh
keunikan gagasan dan tumbuhnya khayalan serta fantasi. Anak-anak yang kreatif sensitif terhadap stimulasi. Mereka juga tidak dibatasi oleh frame-frame apapun. Mereka memiliki kebebasan dan keleluasan beraktivitas. Anak kreatif juga cenderung memiliki keasyikan dalam aktivitas. Kreativitas AUD juga ditandai dengan kemampuan menghasilkan imaji mental, konsep berbagai hal yang tidak hadir dihadapannya. AUD juga mempunyai fantasi, khayalan untuk membuat konsep seperti dunia nyata.

Kreativitas anak didorong kefitrahannya sebagai manusia yang berpikir. Anak menjadi kreatif karena mereka membutuhkan pemuasan dorongan emosi. Namun yang paling krusial, kreativitas anak ada karena anak perlu seni manajemen untuk membentuk konsep dan memecahkan masalah sesuai tingkat intelektualnya.

Kreativitas timbul dari kemampuan berfikir divergen, lateral, dan multiarah. Pada belahan otak, kreativitas bersumber pada aktivitas hemisfer kanan. Aktivitas berpikir divergen memiliki ciri-ciri generatif, eksploratif, tidak terprediksi (unpredictable), dan multijawab. Meskibdemikian, proses terjadinya kreativitas juga melibatkan kemampuan berfikir konvergen. Oleh sebab pada anak proses lateralisasi tengah terjadi, maka stimulasi pada belahan otak kanan menjadi sangat esensial serta fundamental.

Syarat Kreativitas

Bagi anak, 2 syarat kreativitas bisa dikatakan memadai, yakni fluency dan
flexibility. seorang anak dapat dikatakan kreatif saat ia menemukan pemecahan atas sebuah konflik. Anak tentu saja melakukan fluency dengan memunculkan aneka macam alternatif pandangan baru. Lebih lanjut anak akan mempertimbangkan berbagai hal untuk menentukan solusi terbaik.

Saat anak hendak “ngundhuh layangan”, maka ia membutuhkan fluency sebagai preparation atau brainstorming. Anak lalu melakukan berbagai pemikiran serta pertimbangan, bagaimana agar layang-layang yg dipetik tidak sobek. Apakah akan mempergunakan penggalah, memancat, atau menarik-narik talinya (atau yang lain). Anak melakukan flexibility karena konteks mulai berbicara. Ternyata, pohon itu dihuni oleh banyak semut hitam. Jika kemudian AUD itu berhasil menuntaskan masalahnya, maka ia dianggap kreatif. Tidak peduli bila solusi akhirnya diilhami oleh pengalaman orang lain. Dalam hal ini, originalitas tidak menjadi faktor utama kreativitas anak.

Ciri-ciri Anak Kreatif

Seorang anak disebut kreatif Jika dia menunjukkan ciri-ciri seperti berikut ini :

  • Bereksplorasi, bereksperimen, memanipulasi, bermain-main, mengajukan
    pertanyaan, menebak, mendiskusikan temuan
  • Menggunakan khayalan saat bermain peran, bermain bahasa, bercerita
  • Berkonsentrasi untuk tugas tunggal dalam waktu cukup lama
  • Menata sesuatu sesuai kesukaan
  • Mengerjakan sesuatu dengan orang dewasa
  • Mengulang untuk tahu lebih jauh

Demikian pembahasan mengenai bagaimana kreativitas bagi anak usia dini. Saat anak usia dini, merupakan hal emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga diharapkan orang tua selalu mendampingi dan mengawasi anak.
Semoga bermanfaat.

Mengasah Kreativitas Anak Usia Dini

Pentingnya mengasah kreativitas anak usia dini, bisa membuat perilakunya menjadi lebih baik. Karena dengan terus mengasah kreativitasnya, semakin banyak ide yang muncul di kepala anak-anak dan semakin banyak mereka menemukan solusi atas ide-ide tersebut.

Mengasah Kreativitas Anak Usia Dini

 

Kreativitas merupakan hal yang penting untuk dikembangkan sedari dini. Ketika si Kecil tumbuh menjadi anak kreatif, ia dapat menyelesaikan masalah dengan baik, senang mempelajari hal baru, dan berpikir out of the box. Namun, mengasah kreativitas anak usia dini tidaklah selalu mudah.

Seorang Ibu perlu mengetahui cara-cara yang benar dalam mengembangkan kreativitas si Kecil, serta mengetahui apa saja manfaat yang akan ia dapat.

Cara Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini

Ibu mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak usia dini? Tak sesulit yang Ibu kira, kok. Lewat kegiatan sehari-hari, Ibu bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan kreativitas si Kecil. Apa saja?

1. Bermain
Bermain merupakan dunia si Kecil. Lewat bermain, kreativitas si Kecil akan terbentuk. Bermain dalam bentuk apapun, baik aktif maupun pasif, baik dengan alat maupun tanpa alat, dapat menumbuhkan kreativitas si Kecil.

Misalnya saja lewat permainan menyusun balok kayu, si Kecil akan belajar bagaimana cara menyusun atau membangun balok kayu menjadi sebuah bentuk sesuai dengan imajinasinya. Atau bermain ayunan, bisa memunculkan imajinasi si Kecil saat ia berayun di udara, dan juga membantu melatih motorik kasar saat ia mengayunkan kakinya.

2. Kegiatan kreatif
Selain bermain, Ibu bisa mengasah kreativitas anak lewat kegiatan sehari-hari, seperti menggambar, melipat kertas, bermain game, bermain puzzle, bernyanyi, bercerita, dan masih banyak lagi.

Lakukan kegiatan yang beragam setiap harinya untuk memberikan pengalaman baru kepada si Kecil. Tak hanya membuat si Kecil bersemangat menjalani harinya, tetapi juga dapat meningkatkan atau merangsang imajinasi anak sehingga kreativitasnya semakin meningkat.

3. Mengajak si Kecil mengobrol
Luangkan waktu untuk mengajak si Kecil mengobrol. Tak hanya berguna untuk meningkatkan perbendaharaan kata-kata si Kecil, mengobrol juga akan membantu anak dalam memahami sesuatu.

Tak hanya mengobrol, Ibu juga juga dapat mengajak si Kecil melakukan kegiatan membaca bersama, membacakan mendongeng, bercerita pengalaman, mengajukan tanya jawab, bernyanyi, dan kegiatan lainnya yang merangsang si Kecil untuk berbicara dan mengungkapkan keingintahuannya.

Pentingnya Mengasah Kreativitas Anak Usia Dini

Mengasah kreativitas anak usia dini sangatlah penting sebagai bekal bagi masa depan si Kecil. Saat anak melakukan aktivitas berkreasi, baik itu menggambar, membuat prakarya, bermain musik, menari, berlatih drama, dan sebagainya, secara tidak langsung ia juga belajar banyak hal.

Berikut adalah 5 manfaat yang bisa dipelajari anak saat Ibu mengasah kreativitasnya sejak dini.

1. Keterampilan komunikasi meningkat

Saat anak berkreasi, ia harus mengomunikasikan kreasinya kepada orang lain. Misal, saat anak menggambar sesuatu, Ibu pasti akan bertanya, “Gambar apa itu?” Nah, si Kecil tentu harus mengungkapkan makna di balik kreasinya tersebut kepada Ibu.

Di sini, ia akan belajar untuk berkomunikasi dengan baik. Tak hanya kemampuan berbahasanya yang meningkat, tapi ia juga mengembangkan keterampilan mendengarkan orang lain, mengekspresikan perasaan, dan perhatian terhadap detail.

2. Meningkatkan rasa percaya diri

Si Kecil yang terbiasa mengasah kreativitasnya sejak dini, ia akan mengembangkan kemampuan untuk menemukan idenya sendiri. Hal ini akan membuatnya merasa puas dan bangga, yang berhubungan langsung dengan peningkatan rasa percaya diri.

Dari rasa percaya diri yang dimilikinya ini, si Kecil pun akan lebih berani dalam mengeksplorasi berbagai hal baru di sekitarnya. Ia akan tumbuh menjadi anak yang berani, tidak takut mencoba hal baru, dan adaptif dalam menerima perubahan.

3. Mengasah logika

Mengasah kreativitas anak sejak dini akan membuat si Kecil terbiasa untuk berpikir, membangun koneksi, menyelesaikan masalahnya, dan pada akhirnya mengasah logika. Bagaimana prinsipnya? Kegiatan kreatif pada dasarnya berisi banyak tantangan untuk diselesaikan dengan ide-ide. Ketika ia mencoba membuat sesuatu dan gagal, si Kecil akan berusaha mencoba berbagai solusi untuk mendapatkan hasil – paling tidak mendekati – yang diinginkannya. Cara berpikir ini membuat anak terbiasa berpikir secara logis dan bukan mengedepankan amarah.

4. Meningkatkan daya imajinasi

Anak-anak yang mengasah kreativitasnya sejak dini akan memiliki kemampuan berimajinasi yang lebih baik. Imajinasi ini penting sebagai bekal untuk masa depannya, karena imajinasi akan membantu seseorang dalam hal pembelajaran, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan diri.

Si Kecil yang sudah terlatih kreativitasnya sejak dini, tidak akan takut bereksperimen karena ia tahu bahwa orangtuanya akan selalu mendukung apapun pilihannya, bahkan ketika pilihannya di luar kelaziman sekalipun.

5. Meningkatkan koordinasi mata dan tangan

Saat anak berlatih mengasah kreativitas sejak dini, ia akan mengembangkan keterampilan motorik halus, yang salah satunya adalah koordinasi mata dan tangan. Misal, saat anak memegang pensil warna, membuat coretan, atau menggunting kertas, ia tak hanya mengembangkan ketangkasan, tetapi juga kemampuan menyeimbangkan apa yang dilihat dan dikerjakan oleh tangannya. Dalam jangka waktu tertentu, anak akan mampu membandingkan bahan atau ukuran berbeda dalam waktu singkat.

Makanan Pengidap Asam Lambung

Dengan banyaknya penyebab dan risiko dari asam lambung, penderitanya sangat dianjurkan untuk dapat memilah makanan aman untuk pengidap asam lambung ini. Seperti kita ketahui, ada banyak sekali faktor yang memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan, salah satunya ialah makanan. Buah-buahan yang mengandung asam, makanan dengan kandungan lemak tinggi, makanan pedas, serta coklat ialah contoh makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung.

Makanan Pengidap Asam Lambung

Bila dilihat-lihat, makanan-makanan tadi umumnya disukai oleh banyak orang, tetapi perlu dihindari oleh para pengidap asam lambung sebab akan berisiko membuat penyakit GERD kambuh kembali. Saat asam lambung naik, para pengidap akan mengalami mual, muntah, perut kembung, munculnya sensasi panas di perut, serta bahkan makanan bisa naik kembali ke kerongkongan.

Makanan Aman untuk Pengidao Asam Lambung

Cara untuk terhindar dari aneka macam gejala tersebut ialah pengidap asam lambung harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Berikut ini makanan sehat yang aman dikonsumsi oleh para pengidap asam lambung, yaitu :

1. Jahe

Tumbuhan rempah ini tidak sekadar memberi kehangatan, namun juga mampu mengurangi risiko munculnya gejala-gejala asam lambung. Dilansir dari Healthline, jahe mempunyai kandungan antiinflamasi untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan serta sebagai obat alami untuk penyakit asam lambung dan maag. Anda bisa mengonsumsi jahe dengan cara diparut atau dipotong, lalu diolah sebagai minuman hangat. Minuman tadi berguna untuk meredakan gejala penyakit asam lambung.

2. Lidah Buaya

Bila mendengar kalimat lidah buaya, pasti Grameds membayangkan kegunannya dalam bidang kecantikan wajah. Ternyata, lidah buaya juga memiliki khasiat sebagai penyembuh alami, salah satunya yakni untuk penyakit asam lambung. Lidah buaya bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman ataupun diubah menjadi cairan pengental atau penggumpal.

3. Oatmeal

Jenis makanan lainnya yg pula dianjurkan buat pengidap asam lambung ialah makanan yang kaya akan serat, contohnya oatmeal. Oatmeal kerap dikonsumsi oleh orang-orang yang tengah menjalankan diet karena memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Bagi pengidap asam lambung, oatmeal bisa mengatasi tanda-tanda penyakit dengan cara menyerap asam lambung, sehingga gejalanya bisa mereda.

4. Pisang

Dianjurkan untuk mengonsumsi pisang secara rutin. Pisang memiliki kandungan pH sekitar 5,6 serta baik untuk menetralisir asam lambung. Selain pisang, buah-buahan lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi, yakni apel, pir, dan melon.

5. Sayuran Hijau

Bicara mengenai makanan sehat pasti tak jauh dari sayur-sayuran. Contoh sayuran yang dianjurkan bagi para pengidap asam lambung yakni brokoli, kembang kol, kentang, timun, selada, buncis, serta asparagus. Sayur-sayuran tersebut mempunyai kandungan serat yang tinggi serta memiliki kandungan yang mampu untuk menurunkan asam lambung.

6. Daging tanpa Lemak

Bagi pengidap asam lambung, usahakan memilih daging yang rendah lemak atau ikan yang mudah untuk dicerna dengan baik oleh lambung. Bagi pengidap asam lambung, pilihlah daging rendah lemak tanpa kulit atau daging-dagingan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau dibakar.

7. Roti

Berdasarkan studi asal Cleveland Clinic, penderita asam lambung masih diperbolehkan untuk mengonsumsi roti. Tapi, jenis roti yang disarankan merupakan roti yang terbuat dari tepung terigu atau dibuat dengan berbagai macam biji-bijian didalamnya. Hal ini dikarenakan jenis roti tersebut kaya akan kandungan vitamin, serat, serta nutrisi yang baik bagi kesehatan lambung.

Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat

Dikutip dari WebMD, berikut ini beberapa tips sederhana yang mampu membantu meredakan asam lambung, diantaranya :

  • Hindari mengonsumsi makanan yang mampu memicu refluks. Hindari makanan tertentu yang memicu mulas, seperti soda, kafein, cokelat, jeruk, tomat, bawang, mint, dan kuliner dengan kandungan lemak tinggi.
  • Makan lebih banyak serat. Serat bisa membantu saluran pencernaan bekerja dengan sehat serta lancar.
  • Atur porsi makan. Hindari makan pada porsi yang besar sekaligus. Cobalah untuk makan lima atau enam porsi mungil dalam sehari.
  • Jangan makan sebelum tidur. Kebiasaan makan sebelum tidur kerap sebagai penyebab naiknya asam lambung. Berhentilah makan setidaknya pada kurun ketika dua atau tiga jam sebelum tidur sebagai akibatnya perut mempunyai kesempatan untuk mengosongkan isinya sebelum anda tidur.
  • Makan perlahan. Jangan makan terburu-buru.
  • Jangan merokok. Merokok mampu mengurangi efektivitas otot yang berguna untuk menjaga asam di lambung. Jadi, berhentilah merokok Jika tak ingin asam lambung kambuh.
  • Kenakan pakaian longgar. Pakaian ketat umumnya menyampaikan tekanan tambahan di perut.
  • Tinggikan kepala. Tumpuk beberapa bantal di bawah tempat tidur supaya kepala menjadi sekitar 6 inci lebih tinggi.

Demikian pembahasan mengenai penyakit asam lambung, dimulai dari penyebabnya, hal-hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit asam lambung, makanan aman untuk pengidap asam lambung, hingga cara menurunkan asam lambung tanpa obat. Semoga bermanfaat.

Kebiasaan Memicu Asam Lambung

Banyak hal yang harus diketahui oleh para pengidap asam lambung perihal penyakit yang diidapnya. Pasalnya, terdapat banyak sekali kebiasaan yang bisa memicu keluarnya asam lambung bahkan memperparahnya, sebagai akibatnya perut terasa perih serta nyeri. Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) mampu menjadikan pengidapnya mengalami rasa nyeri di bagian ulu hati. Seseorang yang mengidap GERD juga bisa mengalami rasa sakit, panas, serta sensasi terbakar di dada yang dapat menjalar hingga ke leher.

Lalu, apa saja kebiasaan yang mampu memicu munculnya penyakit asam lambung?

1. Tak jarang Mengonsumsi buah dan Sayur yang Asam

Buah serta sayuran yang dimaksud adalah jenis yang dapat menyebabkan asam lambung. Maka dari itu, cobalah untuk menghindari jeruk, lemon, anggur, serta buah apapun yang mempunyai sifat asam. Selain itu, hindari juga tomat dan salad yang ditambah dengan cuka. Jangan lupa, buah serta sayuran jenis ini mampu memicu penyakit asam lambung, terutama dikonsumsi saat perut sedang kosong.

2. Senang dengan Makanan dan Minuman Mengandung Gas

Sederhananya anda perlu menghindari makanan yang dapat menyebabkan maupun memperberat tanda-tanda sakit maag. Salah satunya, hindari mengonsumsi berbagai macam makanan dan minuman yang mengandung gas dan terlalu banyak serat. Contohnya, sayuran sawi, nangka, pisang ambon, kol, kedondong, dan buah yang sudah dikeringkan.

3. Porsi yang berlebihan

Bagi anda yang kerap makan dengan porsi berlebih, rasanya perlu lebih waspada. Sebab saat lambung sudah terisi hingga penuh, maka mungkin saja makanan di lambung tersebut akan menekan diafragma. Kondisi ini pada akhirnya bisa membuat orang tersebut mengalami sesak napas. Tidak hanya itu, lambung yang sudah terisi penuh juga dapat memicu makanan kembali naik ke kerongkongan, makan pada jumlah yang berlebih dapat memicu masalah pada sistem pencernaan. Nah, kondisi inilah yang bisa memunculkan gejala kembung, rasa begah, mual, bahkan nyeri perut.

4. Kebiasaan Ngopi

Meminum kopi ialah istiadat umum yang kerap dilakukan oleh banyak orang, namun harus tetap di waspadai sebab minuman ini dapat merangsang pengeluaran asam lambung. Sebenarnya tidak hanya kopi yang harus dihindari oleh para pengidap maag, minuman, mirip sari buah, dan susu full cream juga perlu untuk dihindari.

5. Makanan Bercuka serta Pedas

Makanan pedas ini harus diwaspadai bagi para pengidap maag sebab mampu mengiritasi lapisan di kerongkongan dan mengakibatkan rasa nyeri di ulu hati.
Disamping itu, ada pula makanan yang menjadi sumber karbohidrat dan sebaiknya dihindari oleh para penderita maag yaitu mie, bihun, beras ketan, jagung, ubi, talas, dan dodol.

6. Berbaring setelah Makan

Memiliki istiadat berbaring sehabis makan? Awas kebiasaan ini bisa menjadikan asam lambung naik ke kerongkongan. Saat berbaring tubuh tidak lagi memiliki gravitasi untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di perut. Saat berbaring, makanan yang dikonsumsi justru akan berisiko bocor dan melewati sfingter esofagus. Maka dari itu, hindarilah langsung berbaring seusai makan untuk mencegah naiknya asam lambung.

7. Sering Mengonsumsi makanan Berlemak

Makanan dengan jenis ini bisa memicu peningkatan tekanan asam lambung. Cobalah untuk menghindari kuliner berlemak mirip daging sapi, kentang goreng, keripik kentang, susu, es krim, keju, serta makanan-makanan yang mengandung minyak lainnya.

Kebiasaan Memicu Asam Lambung

Risiko bagi Penderita Asam Lambung

Berbagai faktor risiko yang juga mampu menaikkan risiko seseorang mengalami asam lambung, diantaranya :

  • Kegemukan (obesitas).
  • Mengalami hiatus hernia, yaitu kondisi waktu bagian atas lambung masuk ke rongga dada.
  • Gangguan jaringan ikat, seperti scleroderma.
  • Penundaan pengosongan perut.

Sedangkan faktor-faktor yang mampu memperburuk kondisi asam lambung, yaitu :

  • Makan terlalu malam.
  • Minum minuman yang bisa memicu asam lambung seperti alkohol.
  • Obat-obatan tertentu, mirip aspirin.

Bahaya Penyakit Asam Lambung

Jika penyakit asam lambung tidak segera ditangani hingga tuntas, komplikasi berupa peradangan di saluran esofagus atau kerongkongan dapat terjadi. Seiring dengan berjalannya waktu, peradangan kronis bisa berkembang serta menyebabkan komplikasi seperti berikut ini :

1. Penyempitan kerongkongan (striktur esofagus)

Peradangan yang terjadi di kerongkongan mampu menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Kemudian, jaringan parut tersebut akan mempersempit jalur makanan yang mengakibatkan penderita akan mengalami kesulitan menelan.

2. Luka terbuka pada kerongkongan (borok esofagus)

Asam lambung bisa menghilangkan jaringan di kerongkongan dan mengakibatkan luka menjadi terbuka. Ulkus esofagus bisa berdarah yang nantinya akan mengakibatkan rasa sakit, sehingga pengidap akan merasa kesulitan saat menelan makanan.

3. Perubahan prakanker di esofagus (Barrett’s esophagus)

Kerusakan kerongkongan akibat refluks asam lambung mampu mengakibatkan perubahan jaringan yang melapisi esofagus pada bagian bawah. Perubahan-perubahan ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Melihat bahaya dari penyakit asam lambung yang relatif serius, anda dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter bila mengalami tanda-tanda asam lambung, supaya bisa memperoleh penanganan yang tepat. Penyakit asam lambung sebenarnya mampu diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan generik yang dijual bebas. Meski demikian, beberapa orang yang mengidap GERD parah mungkin membutuhkan obat-obatan yang lebih kuat atau bahkan operasi untuk meringankan tanda-tanda tersebut.

Karakteristik Asam Lambung Naik

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai karakteristik asam lambung naik. Asam lambung naik atau yang dikenal dengan GERD dapat ditandai dengan timbulnya beberapa tanda-tanda. Salah satu tanda yang menjadi karakteristik khusus dari kondisi ini yaitu keluarnya rasa panas serta tidak nyaman dibagian dada. Kondisi ini bisa terjadi pada siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Krusial untuk memahami tentang apa saja yang menjadi karakteristik asam lambung naik.

Karakteristik Asam Lambung Naik

Asam lambung

Asam lambung yang naik ke kerongkongan mampu menyebabkan terjadinya sensasi terbakar pada area dalam dada atau yang juga dinamakan heartburn. Kondisi ini umum diklaim dengan kata GERD. Walaupun penyakit ini tidak menyebabkan kematian, bukan berarti bisa disepelekan. Apabila tak ditangani dengan baik, kondisi ini akan mengakibatkan berbagai komplikasi pada kesehatan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk segera melakukan penanganan untuk mengatasi penyakit GERD. Lantas, apa saja karakteristik dari asam lambung naik?

Sebaiknya, jangan menyepelekan kondisi nyeri dada yang dapat menyebabkan rasa panas atau heartburn yang timbul pasca mengonsumsi makanan juga minuman dengan kandungan kafein tinggi. Bisa jadi kondisi ini ialah faktor yang menyebabkan naiknya asam lambung. Penyakit asam lambung nyatanya kerap kali disalahartikan menjadi penyakit gangguan jantung karena gejala utama dari 2 kondisi tadi hampir sama, yakni ada rasa nyeri pada bagian dada.

Kondisi ini bisa terjadi sebab zat asam yang berasal dari lambung naik sampai ke kerongkongan. Hal tersebut akan menyebabkan dinding kerongkongan sampai mulut mengalami iritasi. Saat hal ini terjadi, maka akan terdapat sensasi panas dan terbakar pada dada atau heartburn serta rasa tidak nyaman di bagian perut. Kondisi ini akan semakin terasa ketika pengidap mengonsumsi makanan atau berbaring.

Karakteristik Asam Lambung Naik

Dikutip dari American Academy of Allergy Asthma and Immunology, selain heartburn serta rasa asam pada mulut, terdapat tanda lain yang menjadi ciri-ciri dari naiknya asam lambung, seperti rasa lebih cepat kenyang, lebih sering bersendawa, sakit tenggorokan, muntah, mual, produksi air liur berlebih, bau mulut, dan mengalami batuk kering.

Meski demikian, kondisi ini masih dianggap lumrah apabila tidak terjadi selama beberapa hari, hanya terjadi sebanyak 1–2 kali dalam kurun waktu satu bulan sesudah mengonsumsi makanan pedas dan berlemak, serta muncul gejala setelah mengonsumsi makanan pada jumlah banyak.

GERD bisa menjadi salah satu pertanda adanya gangguan kesehatan. Hal ini menyebabkan gejala terjadi di kurun waktu yang panjang  menyebabkan muntah yang bercampur dengan darah, rasa nyeri sampai ke rahang, serta disertai dengan sesak napas. Anda bisa segera lakukan pemeriksaan pada tempat tinggal sakit terdekat buat penanganan keluhan yang tengah dialami.

Melemahnya otot pada bagian kerongkongan nyatanya adalah salah satu penyebab mengapa seseorang mampu mengalami penyakit GERD. Pada pengidap asam lambung, otot tidak bisa menutup dengan rapat sehingga mengakibatkan asam lambung naik kembali dan menuju kerongkongan.

Ada berbagai kondisi yang mampu menaikkan risiko melemahnya otot di bagian kerongkongan, seperti usia lanjut, obesitas, kondisi hamil, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, mengonsumsi alkohol, merokok, dan mengalami stres pun bisa menyebabkan otot kerongkongan tak bekerja memakai maksimal.

Tidak sekadar gaya hidup serta pola makan saja, nyatanya asam lambung naik juga mampu disebabkan oleh adanya beberapa penyakit seperti gastroparesis, scleroderma, serta hernia hiatus.

Untuk mencegah risiko dari penyakit ini, cobalah untuk menerapkan gaya hidup sehat setiap hari, mengonsumsi makanan yang tidak memicu sakit tenggorokan, serta lengkapi asupan nutrisi dengan kontribusi suplemen tambahan.

Cegah Stunting Sebelum Genting

Cegah Stunting Sebelum Genting: peran Remaja pada Pencegahan Stunting

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat primer pada Indonesia, karena stunting bukan hanya berarti anak lebih pendek daripada anak seusianya, namun anak yang stunting mengalami perkembangan otak yang juga terhambat. Pada akhirnya, mereka cenderung tidak bisa mengejar pelajaran sekolahnya, yang berdampak pada masa depan serta generasi berikutnya.
Sebagai calon orang tua serta agent of change (agen perubahan), remaja memiliki peran yang penting dalam pencegahan stunting. Dalam buku ini, terdapat banyak sekali ilham menarik asal empat kategori, yaitu pola konsumsi, pola pengasuhan, pelayanan kesehatan dasar, dan kesehatan lingkungan, yang dapat remaja lakukan mulai dari diri sendiri sampai warga sekitar untuk mencegah terjadinya stunting.

Cegah Stunting Sebelum Genting

Boy Situmorang, Tanoto Scholar asal Universitas Sumatera Utara, menuliskan bahwa stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi secara kronis/berkepanjangan dan penyakit infeksi berulang. Kekurangan gizi ini terjadi bukan hanya ketika anak telah lahir, tapi jua semenjak dalam kandungan. Remaja menjadi calon ibu perlu mengetahui hal ini karena pola asupan bunda sudah terbentuk sejak masa remaja. Kebiasaan makan yang kurang baik seperti melewatkan sarapan atau makan malam dan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) atau makanan rendah nutrisi (junk food).

Beri Gizi yang Baik

Boy mengajak remaja untuk mulai mengikuti “panduan Gizi Seimbang” supaya nanti dapat memberikan gizi yang baik untuk anak apabila sebagai ibu. Untuk membantu remaja memulai pola makan yang lebih sehat, Hendriasari dari Universitas Gadjah Mada sudah membuat 21-day challenge atau tantangan selama 3 minggu yang dilengkapi dengan rekomendasi hidangan. Harapannya, menggunakan mencoba memenuhi tantangan selama tiga minggu, remaja bisa membangun kebiasaan baik.

Faktor Lain dari Stunting

Stunting tidak hanya soal kurangnya asupan makan; akan tetapi juga karena penyakit infeksi berulang yang seringkali disebabkan oleh masalah lingkungan. Intan Subadri, Tanoto Scholar asal Institut Teknologi Bandung, membahas mengenai pentingnya akses terhadap air bersih dan sanitasi dengan mengambil Nusa Tenggara Timur menjadi contoh kasus. Menjadi daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, NTT juga kekurangan fasilitas penyediaan air higienis serta sanitasi layak. Di beberapa daerah, rakyat terpaksa meminum air yang mengandung kapur, yang dapat memicu pembentukan batu kapur pada saluran pencernaan. Berbekal kapital ilmu, remaja dapat menjalankan kiprah menjadi agent of change dengan berkontribusi langsung ke rakyat. Dalam hal penyediaan air bersih, misalkan, mahasiswa mampu membantu memberikan ide dan penemuan menarik ke pemerintah terkait solusi sederhana yang bisa segera diaplikasikan pada daerah. Salah satu misalnya dengan mendorong pemerintah membangun filter air rumah tangga agar anak dan orang tua dapat mendapatkan air higienis yang layak.

Buku ini layak dibaca oleh siapa ?

Buku cegah Stunting Sebelum Genting : kiprah Remaja dalam Pencegahan Stunting layak dibaca oleh seluruh kalangan, bahkan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Remaja yang ingin mencari informasi ihwal stunting dan ide menarik untuk berkontribusi pada masyarakat dapat membaca buku ini sebagai sebuah panduan awal. Informasi stunting lebih besar daripada info kesehatan saja, stunting termasuk berita pendidikan, sosial, serta ekonomi, sehingga Indonesia membutuhkan remaja dari banyak sekali latar belakang pendidikan, ekonomi, dan sosial untuk memahami dan turut berkontribusi. Ditulis oleh berbagai remaja dari latar belakang non-kesehatan, buku ini pula menunjukkan bahwa siapapun mampu mengerti wacana stunting dan mampu berperan dalam penanganannya pada Indonesia.

Mencegah Stunting Pada Anak

Pada artikel kali ini akan membahas bagaimana cara mencegah stunting pada anak. Stunting atau anak yang tinggi badannya pendek sebenarnya bukan masalah yang baru di dunia kesehatan. Di Indonesia, stunting adalah masalah gizi pada anak yang belum mampu dituntaskan dengan baik.

Mencegah Stunting Pada Anak

Buktinya, data Pemantauan Status Gizi (PSG) milik Kementerian Kesehatan RI membagikan bahwa jumlah anak pendek di Indonesia cukup tinggi. Terutama Bila jumlahnya dibandingkan menggunakan dilema gizi yg lain mirip anak kurus, gemuk, atau kurang gizi.

berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yg dilakukan di tahun 2021, jumlah stunting di Indonesia merupakan lima,33 juta balita atau 24,4%. Jumlah ini turun berasal tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, pemerintah menargetkan angka stunting pada Indonesia turun menjadi 14% pada tahun 2024 nanti.

Lantas, apakah stunting di anak memang mampu dicegah sejak dini? Tentu saja, pemerintah pun membuahkan pencegahan stunting menjadi acara prioritas demi memenuhi target yg telah ditetapkan.

Beberapa cara buat mencegah stunting dari panduan Penyelenggaraan Indonesia Sehat menggunakan Pendekatan keluarga diantaranya yaitu :

1. Mencegah stunting buat ibu hamil dan yang sedang bersalin

Memantau kesehatan di 1.000 hari pertama kehidupan bayi secara optimal dan penanganannya.
Melakukan investigasi kehamilan (Antenatal Care) secara rutin serta juga terencana.
mak melakukan proses persalinan pada fasilitas kesehatan, mirip puskesmas, bidan, maupun dokter.
anugerah makanan tinggi protein, kalori, serta mikronutrien di bayi (TKPM).
Orang tua wajib melakukan deteksi penyakit menular serta jua penyakit tak menular semenjak dini.
Menghilangkan kemungkinan anak terkena cacingan.
memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan full.
Melakukan diskusi menggunakan dokter kandungan buat pencegahan stunting dengan baik.

2. Mencegah stunting buat anak balita

Memantau pertumbuhan serta perkembangan balita secara rutin.
pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita.
Orang tua harus melakukan stimulasi dini perkembangan anak.
Memastikan anak mendapatkan pelayanan serta perawatan kesehatan yg optimal.
Berdiskusi dengan dokter anak buat menyesuaikan pencegahan stunting dengan kebiasaan anak agar hasilnya lebih aporisma.

3. Mencegah stunting buat anak usia sekolah

Memastikan asupan gizi harian anak terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya.
Mengedukasi anak tentang pengetahuan yang bekerjasama dengan kesehatan dan gizi secara perlahan dan memakai bahasa yang praktis dimengerti.

4. Mencegah stunting buat remaja

Sebenarnya, stunting pada remaja telah tak bisa diobati. tapi, masih ada beberapa perawatan yg bisa dilakukan ketika anak berusia 14 hingga 17 tahun, antara lain mirip:

Mengajarkan anak untuk terbiasa melakukan sikap hayati higienis dan Sehat (PHBS).
Memastikan anak mempunyai pola gizi yang seimbang.
Melarang anak buat merokok serta memakai narkoba.
Mengajarkan kesehatan reproduksi di anak.

5. Mencegah stunting buat dewasa muda

menaikkan pemahaman perihal keluarga Berencana (KB).
Melakukan investigasi penyakit menular dan tidak menular agar bisa terdeteksi sejak dini.
Selalu menerapkan perilaku hayati higienis Sehat (PHBS), pola gizi yang seimbang, tidak merokok, serta tidak menggunakan narkoba.
Selain itu, menurut strategi Nasional akselerasi penurunan stunting yang ditetapkan sang pemerintah, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

Memperhatikan asupan gizi serta nutrisi buat mak hamil serta menyusui, memperhatikan pola makan, serta mengkonsumsi jenis makanan yang beragam serta seimbang.
Melakukan investigasi kesehatan secara rutin buat ibu hamil, bayi, serta balita.
memberikan variasi makanan kepada anak agar si kecil terhindar berasal konflik susah makan.
Selalu menjaga sanitasi lingkungan tempat tinggal .
menerima edukasi ihwal stunting, pola asuh yg baik, serta asupan gizi dan nutrisi yang baik buat tumbuh kembang anak.
Melakukan vaksinasi lengkap sinkron dengan anjuran berasal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) semenjak bayi lahir.

Jadi kesimpulannya, pencegahan stunting dapat dilakukan menggunakan memastikan calon ibu menerima asupan gizi yg baik. waktu anak telah lahir, pastikan anak mendapatkan asupan makanan yg berkualitas.

Bisakah Anak Stunting mendapatkan Pertumbuhan yang Normal?

Sayang sekali, stunting artinya gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan mirip semula. Ini berarti, waktu seseorang anak sudah dinyatakan stunting semenjak balita, pertumbuhannya akan terus melambat sampai beliau dewasa.

pada saat memasuki masa puber, anak tidak dapat mencapai pertumbuhan yg aporisma sebab sejak kecil telah terkena stunting. Meskipun asupan makanannya kaya akan gizi, tetapi pertumbuhannya tidak akan semaksimal anak-anak normal yang lain.

Meski begitu, anak harus permanen menerima asupan banyak sekali kuliner bergizi tinggi buat mencegah anak mengalami syarat yg semakin buruk serta gangguan pertumbuhannya semakin parah.

Kesimpulannya, Jika ingin mencegah stunting maka anak harus menerima nutrisi yang aporisma pada ketika awal-awal kehidupannya. Lebih tepatnya, selama 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Demikian pembahasan mengenai cara mencegah stunting pada anak. Semoga pembahasan pada artikel ini menyadarkan kita bila sebenarnya stunting merupakan konflik yang perlu diberi perhatian spesifik.

Tanda & Dampak Stunting pada Anak

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai tanda & dampak stunting pada anak.
Perlu anda ingat bahwa tidak semua anak balita yang tubuhnya pendek berarti mengalami stunting. Pasalnya, stunting ialah keadaan tubuh yang sangat pendek bila ditinjau dari standar pengukuran tinggi badan dari usia yang ditentukan oleh WHO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa balita bisa dikatakan stunting jika sudah diukur tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar dari WHO, serta hasilnya berada dibawah normal.

Tanda Stunting pada Anak

Stunting bukan masalah kesehatan yang bisa ditebak atau dikira-kira. Untuk memastikannya harus dilakukan pengukuran di dokter, posyandu, atau puskesmas. Selain itu, terdapat ciri-ciri lain yang bisa menjadi indikasi serta tanda-tanda stunting, yaitu :

  • Pertumbuhan yang melambat.
  • Wajah anak terlihat lebih muda dari teman sebayanya.
  • Pertumbuhan gigi terlambat.
  • Kemampuan fokus dan memori belajar anak mempunyai performa yang buruk
  • Pada usia 8 sampai 10 tahun anak menjadi lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang-orang disekitarnya
  • Berat badan balita cenderung menurun
  • Perkembangan tubuh anak terhambat
  • Anak mudah terserang penyakit infeksi

Tanda & Dampak Stunting pada Anak

Dampak Stunting pada Anak

Stunting dapat mensugesti semua pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Dalam jangka pendek, dampak dari stunting terdiri dari perkembangan otak yang terganggu, gangguan metabolisme, kecerdasan, dan pertumbuhan fisiknya.
Sementara itu, dalam jangka panjang stunting yang tak ditangani dengan baik sejak awal dapat mengakibatkan aneka macam dampak, diantaranya yaitu :

  • Membuat kemampuan perkembangan kognitif otak menurun
  • Mudah terjangkit penyakit karena kekebalan tubuhnya lemah
  • Lebih berisiko terkena penyakit metabolik, seperti kegemukan.
  • Anak menjadi kesulitan belajar
  • Dapat menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Ketika sudah dewasa, anak bertubuh pendek akan sulit bersaing pada dunia kerja dan tingkat produktivitasnya cenderung rendah.

Dampak Stunting pada Anak Perempuan

Pada anak perempuan, saat dewasa stunting bisa menimbulkan persoalan kesehatan serta perkembangan di keturunannya. Ini umumnya terjadi pada wanita dewasa yang tinggi badannya kurang dari 145 cm. Ibu hamil yang tinggi badannya dibawah rata-rata akan mengalami perlambatan pertumbuhan rahim, plasenta dan perlambatan peredaran darah ke janin. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tinggi badannya dibawah rata-rata lebih beresiko terkena komplikasi medis yang serius, seperti pertumbuhan yang terhambat, perkembangan saraf dan kemampuan intelektualnya terhambat. kondisi ini terus berlangsung sampai si anak tadi memiliki keturunannya sendiri.

Penanganan Stunting pada Bayi dan Anak

Stunting memang bisa berdampak sampai anak tumbuh dewasa. Berita baiknya, kondisi ini masih mampu ditangani. Menurut Kemenkes RI, sunting sangat dipengaruhi oleh pola asuh, cakupan serta kualitas pelayanan kesehatan, lingkungan, dan juga ketahanan pangan. Maka dari itu, salah satu penanganan pertama pada anak yang didiagnosis stunting ialah dengan memberikan pola asuh yang tepat pada anak.

Pola Asuh yang Tepat

Pola asuh yang tepat meliputi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), serta ASI bersamaan dengan MPASI hingga anak menginjak usia 2 tahun. WHO dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyarankan agar bayi yang berusia 6 sampai 23 bulan menerima makanan Pendamping ASI (MPASI) yang optimal.

Sebaiknya, MPASI yang diberikan pada anak harus mengandung paling tidak 4 jenis atau lebih dari 7 jenis makanan, seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, telur atau dari sumber protein lain, produk olahan susu, vitamin A, serta yang lainnya.
Selain itu, bunda juga harus memperhatikan batas ketentuan Minimum Meal Frequency (MMF) untuk bayi berusia 6 sampai 23 bulan yang diberi ASI dan tidak diberi ASI, serta yang telah menerima MPASI.

Untuk bayi yang diberi ASI umur 6 sampai 8 bulan, MMF-nya dua kali per hari atau lebih. kemudian, bayi yang umurnya 9 sampai 23 bulan, 3 kali per hari atau lebih. Sementara itu untuk bayi yang tidak diberi ASI berusia 6 hingga 23 bulan, MMF-nya 4 kali per hari atau lebih.

Tidak hanya itu, ketersediaan pangan dirumah juga ikut berperan dalam mengatasi stunting pada anak. Misalnya, kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh anak harus ditingkatkan kualitasnya.

Demikian pembahasan mengenai tanda & dampak stunting pada anak, semoga dapat menjadi informasi bagi para orang tua yang sedang sangat memperhatikan tumbuh kembang anak-anak. Semoga bermanfaat.

Mengenal Pengertian & Penyebab Stunting

Pada artikel kali ini akan mengenal lebih jauh pengertian dan penyebab stunting. Pertumbuhan anak bisa dipandang dari berat badan serta tingginya. Normalnya, ke 2 faktor ini berkembang bersama-sama seiring bertambahnya usia anak. Bila tidak, maka akan menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya yaitu stunting.

Mengenal Pengertian & Penyebab Stunting

Belakangan ini tak jarang mendengar ibu-ibu yang mempunyai anak balita membicarakan stunting atau dari pembahasan para praktisi kesehatan pada media sosial. Hal ini lumrah, karena stunting pada anak wajib menjadi perhatian dan diwaspadai oleh orang tua.

Pengertian Stunting

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 72 Tahun 2021, Stunting ialah gangguan tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang. Gangguan ini ditandai  dengan tinggi badan yang berada dibawah standar yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, stunting dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

  1. Stunted yaitu anak balita dengan nilai z-score kurang berasal -2.00 baku Deviasi.

  2. Severely stunted atau anak yang z-score-nya kurang asal -3.00 standar Deviasi.

Dengan kata lain, stunting ialah gangguan pertumbuhan pada balita sehingga perkembangan anak tidak sesuai (lebih pendek) dari standar serta dapat menimbulkan akibat dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Faktor utama yang dapat menyebabkan stunting adalah kurangnya nutrisi. Jadi mampu disimpulkan bahwa tubuh yang pendek merupakan ciri-ciri dari anak kekurangan gizi kronis. Namun perlu diingat, tidak semua anak yang pendek bisa diklaim stunting sedangkan anak stunting sudah pasti pendek.

Salah satu indikatornya ialah standar deviasi yang disebutkan sebelumnya. Ketika tinggi badannya kurang dari -2.00 standar deviasi, maka masuk kategori anak stunting. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua, terutama bila kondisi ini terjadi pada anak yang usianya kurang dari dua tahun.

Penyebab Stunting Pada Anak

Stunting bisa diakibatkan oleh banyak faktor yang terjadi pada masa pertumbuhan balita. Namun, penyebab utamanya dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan

WHO mengatakan bahwa 20% syarat stunting terjadi saat bayi masih berada didalam kandungan, penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan, sebagai akibatnya pertumbuhan janin didalam kandungan menjadi terhambat sampai setelah kelahiran. Maka dari itu, ibu hamil harus memastikan dirinya menerima asupan gizi serta nutrisi yang baik.

2. Kebutuhan gizi anak yang tak tercukupi

Penyebab ini bisa terjadi karena asupan gizi anak saat masih berusia kurang dari dua tahun tidak tercukupi. Asupan gizi ini meliputi makanan pendamping ASI (MPASI) yang kurang berkualitas, anak tidak diberikan ASI, hingga posisi menyusui yang kurang sempurna. Tidak hanya itu, banyak teori menyatakan bahwa asupan makanan yang kurang juga bisa sebagai salah satu faktor penyebab stunting. Terutama asupan makanan yang mengandung protein, mineral zinc, dan zat besi saat anak masih balita.

Stunting biasanya dimulai ketika anak masih berusia 3 bulan. Proses perkembangan ini lalu mulai melambat saat anak menginjak usia 3 tahun. Setelah itu, tinggi badan anak terus bertambah tetapi berada pada bawah standar penilaian tinggi badan sesuai umur (TB/U).Perlu anda ketahui bahwa ada sedikit perbedaan kondisi stunting pada anak usia 2 sampai 3 tahun dengan anak yang usianya lebih dari 3 tahun. Anak-anak berusia 2 hingga 3 tahun yang tinggi badannya dibawah standar mampu mendeskripsikan proses stunting yang sedang berlangsung.

Sedangkan pada anak yang usianya lebih dari 3 tahun, kondisi ini menunjukkan bahwa anak memang telah mengalami kegagalan pertumbuhan atau stunted.

3. Faktor penyebab lainnya

Selain 2 faktor diatas, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan stunting pada anak, diantaranya yaitu :

  • Ibu kurang memiliki pengetahuan mengenai gizi sebelum hamil, ketika hamil, dan sehabis melahirkan
  • Akses pelayanan kesehatan yang terbatas, seperti layanan kehamilan serta setelahmelahirkan.
  • Akses air bersih dan sanitasi yang tidak merata
  • Makanan bergizi masih tergolong mahal sehingga tidak bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat

Demikian pembahasan mengenal pengertian dan penyebab stunting, semoga  pembahasan diatas dapat menambah wawasan mengenai stunting, dan bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi.