Dampak dan Menjaga Kesehatan Mental

Terdapat banyak dampak dan cara menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja. Apalagi ketika seseorang sedang berada di fase remaja, akan terjadi banyak perubahan didalam diri seseorang, baik perubahan dari lingkungan dalam maupun lingkungan luar.

Perubahan ini dirasa penting untuk diperhatikan oleh pemerintah maupun orang tua, dikarenakan tekanan dari lingkungan dan sosial kepada seorang remaja dapat menjadikan tolok ukur remaja tersebut tumbuh seperti apa. Kita memahami bahwa setiap remaja memiliki sisi mental dan psikologis yang berbeda dalam menghadapi tekanan, ada yang kuat dan ada yang lemah ketika menghadapi sebuah masalah. Kita ingin dari setiap remaja memiliki kesehatan mental yang kuat karena hal tersebut menjadi dasar sehatnya fisik mereka.

Dampak dan Menjaga Kesehatan Mental

Dampak Kesehatan Mental

Terdapat banyak dampak yang dapat dirasakan oleh remaja jika kesehatan mentalnya  terganggu diantaranya yaitu :

  • Menunjukkan perubahan kepribadian.
    Hal ini terjadi ketika seseorang tidak lagi merasa seperti dirinya sendiri, atau merasa dirinya tidak menjadi bagian dari teman-teman mereka, merasa minder, atau insecure untuk dapat bergaul karena merasa berbeda dengan yang lain.
  • Mengalami kecemasan, amarah, dan perubahan suasana hati.
    Sebenarnya kondisi ini wajar dan umum dialami banyak orang, namun perlu di perhatikan bahwa seseorang yang tiba-tiba tidak bisa mengontrol amarahnya dan mengalamai kecemasan yang berlebihan ini menjadi tanda bahwa seseorang tersebut sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
  • Menarik diri atau mengasingkan diri dari lingkungan sosial.
    Ketika seorang remaja tiba-tiba jadi sering menutup diri atau terlalu banyak menghabiskan waktu sendiri tanpa adanya interaksi sosial, hal itu perlu waspada. Karena hal ini dapat menandakan adanya masalah emosional dalam diri yang berisiko mengganggu kesehatan mental.
  • Merasa putus asa atau kewalahan dalam keseharian.
    Merasa diri adalah orang yang sangat terpuruk atau paling sial dalam kehidupan ini, dan pikiran itu terus ada sampai seorang remaja tidak dapat berfikir jernih dan susah untuk konsentrasi dalam melakukan hal-hal di sekitarnya, sampai ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Menjaga dan Memperbaiki

Jika remaja memilki kecenderungan seperti yang telah disebutkan diatas, kita dapat mencari solusi untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan mentalnya. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ada enam cara menjaga dan memperbaiki kesehatan mental, yaitu :

  • Mengelola stres.
    Ada beberapa cara mengelola stres yang bisa dilakukan, misalnya berjalan santai di luar ruangan, berolahraga, meditasi, bertukar pikiran dengan sahabat, atau menulis buku harian.
  • Tetapkan tujuan yang realistis.
    Tetapkan tujuan secara realistis, baik tujuan pribadi maupun profesional. Bila perlu, tuangkan dalam bentuk tulisan atau vision board. Memahami apa tujuan hidup akan membuatmu lebih terarah dalam menentukan cara mencapai tujuan tersebut.
  • Berkumpul dengan orang yang mendukung.
    Menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman dekat atau keluarga dapat membantu melepas penat. Kamu bisa bersenda gurau, meluapkan emosi, atau berbagi cerita dan pengalaman sehingga kamu bisa mendapatkan saran serta dukungan dari mereka.
  • Membantu orang lain.
    Selain bermanfaat bagi orang lain, melakukan kegiatan kerelawanan dapat membuatmu merasa lebih baik dan lebih bermanfaat dalam hidup. Hal ini menghindarkanmu dari kesepian dan rasa tidak berguna. Kamu jadi lebih mawas diri, mudah bersyukur, dan tidak cepat mengeluh atau putus asa.
  • Melakukan hal baru.
    Rutinitas yang monoton dapat membuatmu mudah stres. Cobalah lakukan hal-hal yang baru, seperti mengganti cat dinding rumah, belajar bahasa baru, memperbarui penampilan, atau sekadar mengganti rute pulang-pergi kantor. Melakukan hal baru dapat menyegarkan pikiranmu, bahkan membuatmu lebih semangat dalam menjalani hari.
  • Merawat kesehatan tubuh.
    Pastikan kamu makan beragam makanan sehat, istirahat, dan minum air putih yang cukup, berolahraga, serta menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok.

 

Demikianlah pembahasan mengenai dampak dan menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja. Kita harus mewaspadai sekitar kita jika terdapat beberapa dampak dari gangguan kesehatan mental tersebut.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Pentingnya menjaga kesehatan mental akan sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang seorang remaja, karena hal ini akan secara otomatis mengubah pemikiran seorang remaja yang masih labil. Pada kesempatan kali ini, akan membahas apa itu kesehatan mental dan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Isu kesehatan mental menjadi trending topik belakangan ini. Mungkin sebagian orang masih tabu dengan topik kesehatan mental karena seringnya masyarakat kita lebih mementingkan kesehatan fisik dengan berolahraga, baik itu dengan lari/jogging, gym atau melakukan olahraga dari rumah dengan metode work out. Akan tetapi dibalik itu semua belum tentu seseorang memIliki kesadaran dalam merawat kesehatan mental mereka sama baiknya dengan merawat fisik mereka juga.

Kesehatan Mental

Menurut psikoterapis Lynn Lyons, stres pada anak merupakan hal yang normal. Kunci utama untuk membantu mereka mengatasi stres adalah dengan membimbing mereka. “Jika mereka tidak diajarkan bagaimana caranya untuk mengendalikan stres, mereka akan menyelesaikan masalah dengan cara yang salah, seperti makan berlebihan, memakai narkoba, dan mengkonsumsi alkohol”, kata Lynn Lyons.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dimana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, hidup produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.  Pentingnya kesehatan mental yang dikatakan oleh World Health Organization (WHO) melalui definisi kesehatan mereka yang menyatakan: “Kesehatan adalah keadaan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”.

Gangguan Kesehatan Mental Bagi Remaja

Hal yang paling sederhana yang dapat kita temukan dalam ruang lingkup remaja adalah menjadi beban bagi para remaja SMA saat menanti pengumuman kelulusan di universitas yang ia pilih melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ada banyak kasus setiap tahunnya mengenai remaja yang kesehatan mentalnya terganggu karena menunggu pengumumann kelulusan universitas yang ia pilih.

Kesehatan dan kesejahteraan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk genetika, hubungan keluarga, teman sekitar, gaya hidup, pekerjaan, faktor sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan, dan faktor lingkungan lainnya. Walaupun keterkaitan faktor-faktor ini bisa menjadi rumit, dapat dipastikan bahwa kombinasi dari faktor-faktor yang dialami selama masa kanak-kanak dan remaja meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan mental.

Selain faktor yang telah di jelaskan tersebut, menurut kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bahwa secara psikologis seseorang dan remaja khusunya dapat mengalami gangguan Kesehatan mental melalui :

  1. Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
  2. Kehilangan orangtua atau disia-siakan di masa kecil.
  3. Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
  4. Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.

 

Demikian pembahasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental bagi remaja dan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja.

Peran Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak

Peran keluarga dalam tumbuh kembang anak sangat berpengaruh untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

Peran Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak

Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka, dan komunikatif; terdapat batas yang wajar antar usia; menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Selain itu anak akan lebih terhindar dari hal-hal negatif seperti, depresi dan penggunaan narkoba.

Budaya, kepercayaan, tradisi, dan nilai yang dianut dalam suatu keluarga juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada orangtua Cina-Amerika menyebutkan bahwa para orang tua memiliki cukup andil dalam mengatur tingkah laku anaknya, sehingga masalah terkait penyimpangan perilaku pada anak jarang dijumpai.

Pada masa remaja-dewasa muda, orangtua memiliki tugas dan peran baru seiring dengan berubahnya kebutuhan anak pada masa ini. Perubahan yang terjadi pada masa ini adalah perubahan secara fisik, kognitif, dan juga sosial. Anak akan mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada keluarga dan mulai fokus pada kehidupan sosial di luar rumah. Tantangan bagi orangtua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orangtua yang tetap mempertahankan komunikasi yang baik dan hangat memiliki anak dengan luaran lebih baik dalam kehidupan sosialnya, tidak menggunakan narkoba, mengalami gangguan cemas dan depresi yang lebih sedikit daripada anak dengan orangtua yang tidak menjaga komunikasi pada masa remaja-dewasa muda.

Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian.

Mengapa peran keluarga utamanya orangtua sangat penting?

Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.

Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak.   Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.

UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam merawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.

Upaya Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat 12 hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak :

  1. Imunisasi
  2. Pemberian ASI
  3. Makanan pelengkap selain ASI
  4. Micronutrients
  5. Kebersihan
  6. Treated bednets
  7. Asupan makanan dan minuman
  8. Perawatan di rumah
  9. Care-seeking
  10. Adherence
  11. Stimulation
  12. Antenatal care

Kedua belas hal di atas membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat.

Demikian pembahasan mengenai peran keluarga dalam tumbuh kembang anak, semoga artikel ini dapat membantu orang tua maupun calon orang tua untuk memantau tumbuh kembang pada anak.

 

Sumber : Kanal Pengetahuan
Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada

Apa Itu Eco Enzyme

Apa itu Eco Enzyme ?

Apa Itu Eco Enzyme? Kali ini kita akan membahas mengenai Eco Enzyme, karena eco enzyme ini merupakan kegiatan yang sangat baik dalam pengolahan sampah organik (sampah rumahan).

Eco enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik. Dari proses fermentasi ini, dihasilkan kandungan disinfektan karena kandungan alkohol dan senyawa kimia asam didalamnya.

Apa Itu Eco Enzyme

Bahan dasarnya ialah sampah-sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran. Kemudian bahan dasar itu dipadu dengan gula dan air. Setelah itu, selebihnya adalah air yang disarankan ter-timbang secara proporsional. Terkait berapa komposisi yang pas untuk kuantitas sampah-gula-air, sejumlah praktisi memiliki referensi ukuran masing-masing. Diantaranya, ada yang menyarankan formula 3 (sampah rumahan) : 1 (gula) : 10 (air). Jadi, pastikan ter-timbang dengan baik.

Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand Dr Rosukon Poompanvong menyebut, eco enzyme sebagai setetes air dari surga. Disebut demikian karena memiliki manfaat yang banyak.

Mampu Mengurai Limbah

Berdasarkan hasil penelitian, cairan eco enzyme bisa digunakan untuk menguraikan limbah. Diperkirakan 1 liter cairan eco enzyme dapat mengurai limbah hingga 1000 liter.  Tidak mengherankan jika cairan ini sedang gencar-gencarnya digunakan untuk proses normalisasi sungai. Diharapkan, dengan penggunaan eco enzyme yang ‘dituang’ ke sungai, lama-kelamaan kondisi sungai bisa kembali normal dan ekosistemnya menjadi ‘sehat’ kembali. Bayangkan bila hal serupa juga dilakukan secara serempak dan dalam skala luas. Misalnya, perusahaan besar atau industri rumahan penghasil limbah melakukan hal yang sama, diharapkan kondisi lingkungan akan mampu membaik meski butuh waktu panjang,

Bagaimana cara membuat eco enzyme?

Eco enzyme dibuat dari kulit buah-buahan seperti semangka, jeruk, pepaya, belimbing. Kulit buah-buahan tadi dicampur dengan molase dan air. Perbandingannya satu liter molase, dicampur dengan 3 Kg kulit buah-buahan dan 10 liter air. Molase adalah ampas dari pembuatan gula pasir berbahan dasar tebu, bahan ini bisa didapat di toko-toko pertanian, harganya bervariasi mulai dari Rp20.000 perliter. Molase juga dapat diganti menggunakan gula aren.

Bahan yang telah tercampur, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup, tapi jangan sampai kedap. Berikan ruang untuk udara masuk di wadah tersebut karena fermentasi menghasilkan gas, sehingga perlu cukup rongga agar gas bisa keluar dari wadah. Proses fermentasi ideal berlangsung selama tiga bulan (90 hari). Karena waktu pemrosesan yang cukup lama, maka pastikan wadah sudah diberi tanda, misalnya tanggal. Sehingga, kita bisa mengetahui kapan persisnya fase awal dan akhir dari proses fermentasi eco enzyme tersebut.

Setelah diendapkan selama tiga bulan, eco enzyme sudah bisa dipanen. Sebelum memanen eco enzyme, persiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan, seperti corong, jerigen, ember bekas cat, saringan, dan gayung. Air dari eco enzyme diambil dengan cara disaring. Sisa kulit buah-buahannya bisa dipakai pupuk organik sampai pengharum ruangan.

Manfaat Eco Enzyme

Eco enzyme bisa dimanfaatkan sebagai penyanitasi tangan atau hand sanitizer, mengepel lantai atau desinfektan, bisa untuk penetral udara di ruangan memakai diffuser, membersihkan kolam air, kaca, permukaan perabot plastik, mencuci buah dan sayuran, dan masih banyak lagi.

Jadi, ada benarnya jika dikatakan bahwa perbaikan lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Yuk, mulai dari sekarang melakukan gerakan kecil secara mandiri membuat eco enzyme dirumah.

Field Study dan Manfaatnya

Pada kesempatan kali ini admin akan membahas mengenai Field study dan manfaatnya. Kegiatan field study ini banyak dilakukan oleh para siswa mulai dari taman kanak-kanak sampai mahasiwa.

Definisi Field Study

Field Study dan Manfaatnya

Menurut Bevan dan Sharon (2009), field study atau studi lapangan adalah metode pembelajaran melalui pengumpulan data secara langsung dengan pengamatan, wawancara, mencatat, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Field study dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memeriksa permasalahannya di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas, dan untuk mendidik siswa dalam melakukan observasi serta penyelidikan secara natural. Studi lapangan juga menawarkan siswa terkait kesempatan proyek pengumpulan data, teori pengujian, dan intervensi sosial.

Istilah lain dari field study adalah karyawisata (field trip). Menurut Suprijanto (2009), karyawisata biasanya berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat menarik serta membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kunjungan lapangan atau field study. Karyawisata adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan mengajak peserta didik keluar kelas untuk dapat menunjukkan hal-hal atau peristiwa yang ada hubungannya dengan materi, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah.

Berdasarkan beberapa pengertian itu, maka dapat disimpulkan bahwa field study atau fieldtrip atau outdoor learning adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu yang telah ditentukan sebelumnya, dengan melakukan pengamatan yang bertujuan memberikan pengalaman secara langsung.

Tujuan dilaksanakan field study yaitu agar peserta didik memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya dan dapat turut mendalami pekerjaan milik seseorang. Dengan jalan demikian, mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Selain itu, peserta didik akan dapat melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, sekaligus mempelajari beberapa mata pelajaran.

Manfaat Field Study

Beberapa manfaat dari field study menurut Suprijanto (2009: 132-133) adalah:

  1. Memberikan kesempatan untuk dapat mengumpulkan pengalaman dan informasi baru;
  2. Benda-benda dapat diamati dalam bentuk aslinya;
  3. Tiga dimensi, warna alami, dan gerakan gerakan dapat diamati;
  4. Minat dan ketelitian pengamatan anggota dapat ditumbuhkan;
  5. Kesempatan dapat diberikan kepada peserta untuk belajar sambil bekerja;
  6. Prosedur dapat diamati, yang nantinya dapat diterapkan oleh peserta; serta,
  7. Memberi kesempatan kepada peserta untuk menggabungkan pelajaran disekolah dengan yang didapat di lingkungan.

Field study menerapkan prinsip-prinsip pengajaran modern yang mana memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. Peserta didik dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para instruktur maupun guru pembimbing serta mengalami langsung apa yang dilakukan, memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi dan terpadu, serta membuat materi yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat, serta tentunya juga dapat lebih merangsang kreativitas peserta didik.

Demikianlah pembahasan mengenai definisi field study dan manfaatnya, semoga pengetahuan kita selalu bertambah dengan rajin membaca.

Definisi & Fungsi Kebun Percobaan

Definisi & fungsi kebun percobaan merupakan informasi yang sangat penting bagi pendidikan terutama kampus yang memiliki fakultas pertanian, dan juga bagi masyarakat luas yang ingin mencoba untuk membangun kebun percobaan.

Kebun percobaan dapat diartikan sebagai sebidang tanah yang memiliki karakteristik agroekosistem tertentu yang dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung sebagai tempat pengelolaan tanaman dan ternak. Keragaman lahan, agroekosistem, ketinggian dari permukaan laut, dan lokasi kebun percobaan menyebabkan penggunaan dan pemanfaatan yang beragam pula.

Dengan demikian, kebun percobaan berperan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pertanian, selain sebagai wahana untuk menghasilkan pendapatan.

Kebun percobaan berperan sebagai wahana untuk memvisualisasikan tentang kiprah penelitian dari suatu lembaga penelitian, dan juga untuk mengaktualisasikan keunggulan teknologi yang dihasilkan sebelum didiseminasikan kepada pengguna. Kebun percobaan dalam melaksanakan fungsinya perlu memiliki sarana dan prasarana yang memadai, baik untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengkajian maupun untuk kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengkajian

Fungsi Kebun Percobaan

Fungsi kebun percobaan antara lain sebagai lokasi untuk melaksanakan kegiatan litkaji teknologi, sebagai lokasi untuk memproduksi benih sumber, kebun produksi dan juga dapat berfungsi sebagai lokasi untuk menampilkan hasil – hasil penelitian atau sebagai lokasi agrowidyawisata.

  1. Lokasi Penelitian dan Pengkajian
    Lahan kebun percobaan sebagai lokasi untuk kegiatan litkaji perlu dipetakan dan ditata dengan baik dalam bentuk zona atau blok sesuai dengan peruntukannya. Penataan lahan dalam bentuk blok tersebut harus disesuaikan dengan kondisi dan kontur lahan yang ada. Hal tersebut diperlukan untuk memudahkan bagi para peneliti dan pengkaji dalam menentukan rancangan atau perlakuan terhadap tanaman atau komoditas yang diteliti.
  2. Konservasi Koleksi Plasma Nutfah
    Sebagai lokasi konservasi koleksi plasma nutfah yang diperbanyak melalui biji atau setek, lokasi konservasi tersebut dapat berfungsi untuk kegiatan pembaharuan/peremajaan dan pengamatan sifat-sifat kualitatif dan kuantitatif tanaman/ternak. Penentuan lahan untuk untuk koleksi plasma nutfah atau sumberdaya genetik hendaknya disesuaikan dengan karakteristik komoditasnya.
  3. Produksi Benih Sumber
    Lahan yang digunakan untuk produksi benih sumber tersebut perlu dipilih yang kondisinya optimal, seperti tanahnya subur, tofografinya mendatar serta dengan sistem pengairan yang memadai. Penentuan lahan untuk produksi benih sumber memerlukan persyaratan khusus untuk menghindari terjadinya kontaminasi atau pencampuran benih.
  4. Kebun Produksi
    Lahan kebun percobaan tidak semuanya dapat dipergunakan untuk kegiatan litkaji atau koleksi plasma nutfah. Lahan yang tidak dapat dipergunakan untuk kegiatan litkaji, produksi benih sumber atau koleksi plasma nutfah dapat dimanfaatkan sebagai kebun produksi untuk menghasilkan produk-produk komoditas.
  5. Agrowidyawisata
    Penataan kebun percobaan yang memperhatikan keindahan atau estetika dapat berperan sebagai lokasi untuk pengembangan agrowiyawisata, sehingga kebun percobaan tersebut akan memiliki daya tarik khusus bagi para pemerhati penelitian, pelaku agribisnis, petani, pengguna teknologi dan masyarakat umum.

Demikian beberapa informasi mengenai definisi & fungsi kebun percobaan secara umum. Semoga dapat menginspirasi teman-teman pembaca.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Peran keluarga dalam pendidikan anak merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendasar yang harus dimiliki dalam setiap keluarga. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama yang di dapat oleh anak. Lingkungan pendidikan yang pertama membawa pengaruh terhadap anak untuk melanjutkan pendidikan yang akan dialaminya di sekolah dan di masyarakat, dengan kata lain bahwa peran keluarga adalah suatu kewajiban yang harus di berikan kepada anak untuk membentuk kepribadian bagi anak, baik lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

Dalam undang-undang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran  sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif agar memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam maasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia. Dalam undang-undang tersebut sudah sangat jelas bahwa pendidikan sangatlah penting bagi setiap individu untuk pengembangan dirinya.

Dalam lingkungan pendidikan, dikenal dengan adanya pusat pendidikan, yaitu:
1. Lingkungan keluarga
2. Lingkungan sekolah
3. Lingkungan masyarakat

Dari tiga lingkungan tersebut yang memiliki andil besar dalam pendidikan anak adalah lingkungan keluarga, dimana didalam keluarga  bukan hanya sekedar sanak saudara yang memiliki satu darah dan memiliki DNA yang sama pula, namun keluarga merupakan tempat satu-satunya dan paling utama untuk anak-anak berlindung dan mempertahankan diri dari hal yang membahayakan. Mereka mungkin hanya dapat menilai mana hal yang menakutkan atau tidak, bukan hal yang  baik dan buruk.

Dalam lingkungan keluarga peran orang tua sangat di butuhkan oleh anak, terutama dalam pendidikan moral, yang mana sangat dibutuhkan pada masa sekarang. Banyaknya anak-anak yang memiliki kekurangan moral seringkali melupakan peran orang tua dalam pembentukan moral yang baik. Mereka para orang tua justru menyalahkan pendidikan yang ada pada bangku sekolah, hal tersebut karena kurang adanya kesadaran diri bahwa peran keluarga khususnya orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan pendidikan anak.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

Terdapat beberapa peran orang tua yang sangat penting didalam pendidikan anak, diantaranya :

1. Menjadi Guru
Guru yang paling penting adalah guru dari orang tua itu sendiri, dimana orang tua mengajarkan apa yang anak lihat dari saat pertama anak membuka mata.

2. Menjadi Teman
Dengan menjadi teman dalam belajar sangat membantu untuk pengembangan pendidikan anak, karena hal tersebut akan menyenangkan bagi anak.

3. Hakim
Menjadi orang tua harus memiliki ketegasan terhadap anak, orangtua harus memutuskan mana yang terbaik untuk anak sebagai bekal dikemudian hari.

4. Pengawas
Pengawasan terhadap perkembangan pendidikan anak oleh orang tua sangat dibutuhkan, baik itu dilakukan dalam lingkungan keluarga, teman, bahkan di masyarakat.

5. Mengatur Waktu Anak
Orang tua berperan besar dalam mengatur waktu untuk anak, kapan waktu yang tepat untuk bermain dan waktu yang tepat untuk belajar. Dengan begitu anak akan terbiasa mengatur waktu untuk belajar.

6.  Merangkul Anak
Dengan menanamkan kasih sayang kepada anak sejak usia dini akan membuat jalinan orang tua dengan anak menjadi lebih baik.

7. Membimbing Anak
Untuk mendukung pendidikan anak, diperlukan pembimbingan anak.  Dimana anak-anak adalah tahapan awal dalam perkembangan seorang manusia yang belum mengerti apa-apa, sehingga perlu adanya bimbingan yang serius oleh orang tua.

8. Membantu Rencana Pendidikan Anak
Anak-anak terkadang bingung dan tidak tau dengan pilihan, memang pilihan itu kembali pada anak masing-masing. Sebagai orang tua berhak memberikan penjelasan pada anak atas pilihannya.

9. Membangun Sosial Anak
Lingkungan keluarga harus dapat membangun sosial untuk anaknya, karena dengan adanya hubungan sosial yang baik entah itu dalam lingkungan keluarga maupun diluar lingkungan keluarga. Baik tidaknya sosial akan mempengaruhi pendidikan seorang anak.

10. Menciptakan Lingkungan Baik
Pendidikan anak sangat terpengaruh dengan kondisi lingkungan, terutama lingkungan keluarga. Apalagi anak yang masih usia dini, lingkungan yang baik dan harmonis akan membentuk kepribadian anak yang baik.

Pentingnya Menjernihkan Air

Pentingnya menjernihkan air dilakukan karena air menjadi sumber utama dalam setiap aspek kehidupan. Setiap rumah didirikan pada tanah yang berbeda-beda. Tidak ada rumah yang dibangun pada tanah dengan spesifikasi yang sama. Ada rumah yang dibangun pada sebuah tanah yang dulunya adalah rawa dan ada juga yang dibangun pada sebuah tanah yang dahulunya adalah sawah. Perbedaan tanah itulah yang membuat kondisi air di rumah Anda akan menjadi berbeda dan tidak sama. Mungkin ada beberapa dari Anda yang merasakan kondisi air di rumah Anda kurang bersih dan perlu dijernihkan terlebih dahulu.

Pentingnya Menjernihkan Air untuk Kebutuhan Sehari-hari

Dilansir dari Aid Forum, negara-negara maju umumnya bisa mendapatkan air minum bersih langsung di rumahnya masing-masing. Air bersih bisa mereka dapatkan dengan mudah layaknya seperti udara yang kita hirup. Namun, masih ada banyak negara yang tidak mempunyai akses terhadap air bersih yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Indonesia sendiri merupakan salah satu dari banyak negara yang sudah cukup maju dan lebih mudah untuk mendapatkan akses air bersih. Akan tetapi, pembagian air bersih tersebut masih belum merata dan tidak semua rumah bisa mengakses air bersih yang aman untuk digunakan. Selain itu juga, negara kita masih belum sampai pada taraf air keran yang sudah bisa untuk dikonsumsi. Air yang berada pada rumah kita harus dimasak dan dijernihkan terlebih dahulu barulah bisa dikatakan aman untuk dapat dikonsumsi.

Sangat penting untuk menjernihkan air sebelum digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Air yang kotor tentunya akan membawa banyak dampak yang tidak menyehatkan. Di bawah ini terdapat beberapa alasan pentingnya menjernihkan air :

  • Air yang bersih akan aman untuk dikonsumsi dan bisa mencegah berbagai bentuk penyakit kanker di dalam tubuh.
  • Penjernihan air juga akan menghilangkan kandungan klorin yang berbahaya dan bisa membuat tubuh mengalami iritasi.
  • Makanan yang dimasak dengan menggunakan air yang bersih akan terasa lebih enak dan jauh lebih menyehatkan untuk dikonsumsi.
  • Sistem pencernaan pada tubuh Anda akan bekerja lebih ringan sekaligus meminimalisir terjadinya penyakit diare.

Penyebab Menjernihkan Air

Air yang keruh, bau dan kotor merupakan salah satu tanda bahwa air tersebut sudah tercemar. Dilansir dari NRDC, pencemaran air adalah sebuah kondisi di mana terdapat beberapa kandungan kimiawi berbahaya dan mikro organisme didalam aliran air sungai, laut, ataupun badan air lainnya yang menurunkan kualitas air dan membuatnya menjadi beracun dan berbahaya bagi manusia.

pentingnya menjernihkan air

Air yang keruh, bau dan kotor bisa disebabkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan, baik itu limbah rumah tangga ataupun limbah industri pada sungai ataupun sumber air lainnya dan menyebabkan terjadinya pencemaran kemudian berubahnya kondisi air dari bersih menjadi kotor dan berbahaya. Air merupakan bagian kehidupan yang sangat penting. Terutama memiliki air yang jernih di rumah sendiri.

Bakteri atau Virus yang Muncul di Air Keruh, Bau dan Kotor

Virus dan bakteri adalah organisme yang ada di sekitar kita. Air yang tercemar tentunya mempunyai kandungan virus dan bakteri yang sangat berbahaya bagi tubuh. Apabila Anda secara tidak sengaja mengonsumsi air yang mengandung virus dan bakteri maka tubuh Anda bisa mengalami sakit yang sangat berbahaya dan sulit untuk disembuhkan. Di bawah ini beberapa bakteri atau virus yang umumnya ditemui pada air yang kotor :

Coli adalah salah satu jenis bakteri yang paling sering ditemui pada air yang tercemar. Bakteri ini umumnya akan menyerang sistem pencernaan dan bisa menimbulkan diare yang berkepanjangan sehingga akan mengakibatkan dehidrasi bagi siapa saja yang terserang bakteri E. Coli.

Bakteri Salmonella akan menyerang usus dan menyebabkan demam beserta perut keram setidaknya setelah 12 jam terpapar oleh bakteri ini. Apabila tidak segera diobati maka bakteri ini bisa menyebabkan infeksi yang menyebar pada seluruh tubuh dan menyebabkan kematian.

Rotavirus adalah salah satu jenis virus yang sering menjadi penyebab utama terjadinya diare pada anak-anak. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh apabila Anda mengonsumsi air yang tidak diolah dan dimurnikan terlebih dahulu.

Dampak dan Upaya Menghadapi Perubahan Iklim

Saat ini perubahan iklim dunia sedang sangat cepat, oleh karena itu pada artikel kali ini akan membahas dampak dan upaya menghadapi perubahan iklim. Ayo kita bahas!

dampak dan upaya menghadapi perubahan iklim

Dampak Perubahan Iklim

Pola cuaca merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan yang akan mempengaruhi tanaman, pangan, air yang kita konsumsi, tempat tinggal, serta berbagai aktivitas dan kesehatan manusia. Berikut beberapa diantara dampak negatif yang perlu kamu ketahui:

1. Kepunahan Ekosistem
Kemungkinan terjadinya kepunahan ekosistem yaitu pada spesies hewan dan tumbuhan, yang kemudian akan turut meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal ini kemudian akan berdampak negatif terhadap para organisme-organisme laut, misalnya pada terumbu karang, hingga berbagai spesies yang hidupnya bergantung terhadap organisme tersebut.

2. Pangan dan Hasil Hutan
Hutan turut membantu dalam mencegah terjadinya polusi air hingga menghambat terjadinya erosi, membantu menyimpan pasokan air. Hutan berfungsi sebagai rumah bagi banyak hewan liar, mulai dari serangga, burung, hingga berbagai tanaman.

3. Pesisir dan dataran rendah
Daerah pantai akan kian rentan terhadap naiknya permukaan air laut dan erosi pantai. Kerusakan pesisir ini sendiri kemudian akan diperparah oleh berbagai tekanan manusia di daerah pesisir. Diperkirakan pada tahun 2080 nanti sekitar jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun diakibatkan oleh naiknya permukaan air laut.

4. Sumber dan Manajemen air tawar
Hingga saat ini rata-rata ketersediaan air di daerah aliran air sungai dan daerah tropis basah diperkirakan akan mengalami peningkatkan sekitar 10-40 persen. Sementara pada daerah yang kering, air akan mengalami pengurangan sekitar 10-30% hingga akhirnya berbagai daerah yang kini mengalami kekeringan kemudian akan semakin menjadi parah kondisinya.

5. Industri, permukiman dan masyarakat
Industri, permukiman serta masyarakat yang kian rentan umumnya berada di daerah bantaran sungai dan pesisir serta mereka yang tingkat perekonomiannya terkait erat dengan keberadaan sumber daya yang sensitif terhadap iklim.

6. Kesehatan
Penduduk yang kapasitas beradaptasinya rendah akan kian rentan terhadap berbagai penyakit yang melanda, umumnya adalah gizi buruk, diare, dan berubahnya pola distribusi pada penyakit-penyakit yang ditularkan dari berbagai hewan khususnya serangga.

Upaya yang Dapat Dilakukan dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Meski tingkat emisi rumah kaca terus meningkat, namun terdapat juga banyak peluang untuk menguranginya. Salah satunya adalah dengan melalui perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. Berikut ini beberapa rekomendasi kebijakan dan instrumen yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di bumi, diantaranya:

1. Sektor Energi
Pada sektor energi yang bisa dilakukan adalah mengurangi subsidi bahan bakar fosil, Pajak karbon yang digunakan untuk bahan bakar fosil, serta menggalakkan kebiasaan menggunakan energi terbarukan, tak lupa penetapan harga listrik bagi energi terbarukan, juga subsidi bagi para produsen.

2. Sektor Transportasi
Pada sektor transportasi dengan menggalakkan penggunaan biofuel, mewajibkan penggunaan bahan bakar dengan standar CO2 untuk alat-alat transportasi di jalan raya, STNK, tarif penggunaan jalan serta parkir, dan lebih memilih menggunakan fasilitas angkutan umum.

3. Sektor Gedung
Menerapkan standar dan label terhadap berbagai peralatan, regulasi gedung dan sertifikasi, memperbaiki bagaimana kualitas bangunan yang didirikan, meningkatkan standar bangunan, serta memikirkan kembali perencanaan kota seperti misalnya saja memberikan insentif untuk mini-grid solutions.

4. Sektor Industri
Pada sektor pertanian sendiri sebaiknya diberikan Insentif finansial serta regulasi-regulasi yang akan memudahkan dalam memperbaiki manajemen lahan, irigasi yang efisien, penggunaan pupuk serta mempertahankan kandungan karbon dalam tanah.

5. Sektor Kehutanan
Mempertahankan lahan hutan, manajemen hutan, memperluas area kehutanan, hingga mengurangi penebangan liar yang kerap terjadi. Menanam triliunan pohon untuk meningkatkan ketahanan pangan, menyelamatkan keanekaragaman hayati, membantu mengurangi CO2, membuka mata pencaharian serta menolong ekonomi pedesaan.

6. Sektor Pertanian dan Makanan
Manusia membutuhkan transformasi pangan dalam 12 tahun ke depan, dimana limbah makanan dikurangi, menjalankan diet dan pola hidup sehat melalui penurunan asupan protein hewani.

 

Diharapkan dengan adanya artikel mengenai dampak dan upaya menghadapi perubahan iklim, kita sebagai manusia dapat berpartisipasi untuk membantu memperbaiki kondisi bumi, sehingga iklim dapat secara perlahan berubah menjadi lebih baik.

Perubahan Iklim : Pengertian dan Faktor Penyebabnya

Perubahan iklim merupakan suatu perubahan jangka panjang dalam pola cuaca tertentu di suatu wilayah. Perubahan iklim ini sendiri sering dikaitkan dengan pemanasan global. Pemanasan global adalah kenaikan pada suhu Bumi yang kemudian berlangsung selama satu dekade atau lebih dimana salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim.

Pengertian Perubahan Iklim

Iklim merupakan rata-rata cuaca yang juga menjadi penanda keadaan atmosfer dalam suatu kurun waktu tertentu. Iklim sendiri berubah secara terus menerus karena adanya interaksi antara suatu komponen dan faktor eksternal misalnya saja pada erupsi vulkanik, serta faktor-faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti perubahan penggunaan lahan.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung hingga kemudian mengubah perubahan iklim alami dan struktur dari atmosfer global pada suatu periode waktu yang dapat diperbandingkan. Struktur atmosfer global ini diantaranya struktur material atmosfer bumi berupa gas rumah kaca yang terdiri dari atas nitrogen, karbon dioksida, metana, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, gas rumah kaca sendiri dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap dalam keadaan stabil. Meski demikian, konsentrasi gas rumah kaca sendiri kemudian kian meningkat dan membuat lapisan atmosfer menjadi semakin tebal. Penebalan pada lapisan atmosfer ini kemudian menyebabkan sejumlah panas bumi menjadi terperangkap di atmosfer dan menumpuk.

Faktor Penyebab

1. Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca berasal dari gas-gas rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi sendiri turut berperan, misalnya pada kaca di rumah yang memerangkap panas matahari kemudian menghentikannya agar tidak bocor kembali ke angkasa.

perubahan iklim

2. Peningkatan Emisi
Peningkatan emisi diakibatkan oleh ulah manusia, misalnya pada pembakaran minyak, batu bara, dan gas yang akan menghasilkan dinitrogen oksida dan karbon dioksida. Hal ini juga disebabkan oleh penebangan hutan. Pohon sendiri membantu mengatur iklim dengan menyerap CO2 dari atmosfer. Oleh karena itu, saat terjadi penebangan, efek menguntungkan kemudian hilang dan karbon yang tersimpan di pohon akan dilepaskan ke atmosfer, dan menambah efek rumah kaca di bumi.

3. Pemanasan Global
Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya ialah penghasil CO2 utama. Suhu rata-rata global saat ini sendiri adalah 0,85ºC lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir abad ke-19. Para ilmuwan iklim terkemuka mengemukakan pendapatnya mengenai penyebab pemanasan global adalah aktivitas manusia. Peningkatan 2°C dibanding suhu pada masa pra-industri ini dinilai para ilmuwan sebagai ambang batas. Kemudian, terdapat risiko yang jauh lebih tinggi bahwa perubahan yang berbahaya serta berbagai bencana di lingkungan global kemungkinan akan terjadi. Karenanya hingga saat ini banyak diantara negara lain telah menanamkan kepada warganya tentang pentingnya menjaga pemanasan dibawah 2°C.

4. Perubahan Orbit Bumi
Penyebab terjadinya perubahan iklim selanjutnya berasal dari orbit bumi yang mengalami perubahan. Orbit bumi yang berada di sekitar matahari adalah lingkaran bukannya elips. Kadang ia hampir melingkar dimana jarak Bumi berada kira-kira sama dari Matahari saat ia bergerak mengelilingi orbitnya. Pada waktu lainnya elips lebih menonjol hingga Bumi bergerak lebih dekat dan jauh dari matahari saat mengorbit. Saat Bumi lebih dekat ke matahari sendiri, iklim kemudian akan menjadi lebih hangat.