Metode Pelatihan Dunia Kerja

Metode Pelatihan Dunia Kerja – Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja. Pelatihan kerja merupakan proses yang membantu para tenaga kerja untuk memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan pikiran, tindakan, kecakapan/skill, pengetahuan, dan sikap yang layak. Berbagai metode dapat digunakan dalam program pelatihan. Apa itu metode pelatihan kerja dan apa saja metode yang sering digunakan, akan dibahas lebih lanjut.

Metode Pelatihan Dunia Kerja

Apa saja Metode Pelatihan Dunia Kerja?

Metode pelatihan kerja secara umum dibagi menjadi dua yaitu on the job training dan off the job training. On the job training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan off the job training, karena program on the job training lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. Sedangkan metode off the job training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang.

Metode Pelatihan Dunia Kerja On The Job Training

On the job training terbagi menjadi enam macam yaitu :

  1. Job instruction training
    Pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan.
  2. Apprenticeship
    Pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Efektif atau tidaknya pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan.
  3. Internship (Magang) dan assistantships
    Pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli.
  4. Job rotation dan transfer
    Job rotation dan transfer adalah proses belajar yang dilakukan untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yaitu: peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh, dan banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru. Tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan dimana jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pelaksanaan dan praktek dalam pekerjaan.
  5. Junior boards dan committee assingments
    Alternatif pelatihan dengan memindahkan peserta pelatihan ke dalam komite untuk bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan administrasi. Dan juga menempatkan peserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam berinteraksi dengan eksekutif yang lain.
  6. Coaching dan counseling
    Pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.

Teknik Off The Job Training

Off the job training dibagi menjadi 13 macam yaitu :

  1. Vestibule training
    Pelatihan dimana dilakukan ditempat yang kondisinya sama seperti tempat aslinya. Pelatihan ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja khusus.
  2. Lecture
    Pelatihan dimana pelatih menyampaikan berbagai macam informasi/ mengajarkan pengetahuan kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.
  3. Independent self-study
    Pelatihan dimana peserta diharapkan bisa melatih diri sendiri misalnya dengan membaca buku, mengambil kursus pada universitas lokal ataupun mengikuti pertemuan profesional.
  4. Visual presentations
    Pelatihan dengan mengunakan televisi, film, video, atau presentasi.
  5. Conferences dan discussion
    Pelatihan ini biasa digunakan untuk pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang Iainnya.
  6. Teleconferencing
    Pelatihan dengan menggunakan satelit, dimana pelatih dan peserta dimungkinkan untuk berada di tempat yang berbeda.
  7. Case studies
    Pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada.
  8. Role playing
    Pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung.
  9. Simulation
    Pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang mirip dengan kondisi pekerjaan, pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill.
  10. Programmed instruction
    Merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional, biasanya menggunakan computer.
  11. Computer-based training
    Merupakan program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer dan peserta, dimana peserta diminta untuk merespon secara langsung selama proses belajar.
  12. Laboratory training
    Pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka antara satu dengan yang lain. Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap perilaku dan perasaan orang lain maupun dalam kelompok.
  13. Programmed group exercise
    Pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan. Program pelatihan kerja disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) , Standar Internasional dan/atau Standar Khusus. SKKNI sendiri disusun berdasarkan kebutuhan lapangan usaha yang sekurang-kurangnya memuat kompetensi teknis, pengetahuan, dan sikap kerja.

Pentingnya Pelatihan dalam Dunia Kerja

Pentingnya pelatihan dalam dunia kerja, hal ini akan sangat berpengaruh bagi sumber daya manusia yang terdapat didalam suatu perusahaan, baik karyawan baru maupun bagi karyawan lama. Pada kesempatan kali ini akan membahas apa itu pelatihan dalam dunia kerja, manfaatnya, serta jenis-jenis pelatihan dalam dunia kerja.

Pentingnya Pelatihan dalam Dunia Kerja

Apa itu Pelatihan Kerja?

Didalam dunia kerja, telinga kita akrab dengan istilah pelatihan kerja atau training. Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan merupakan aset penting bagi perkembangan perusahaan. Untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja para karyawan, banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training. Biasanya training dilakukan sebelum memulai kerja atau pada saat awal masuk kerja.

Menurut Peraturan Pemerintah No.31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, Pelatihan kerja atau yang sekarang biasa kita kenal dengan istilah training adalah seluruh kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Singkatnya,pelatihan kerja merupakan proses mengajarkan pengetahuan dan pengembangan keterampilan bekerja (vocational) serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik sesuai dengan standar.

Pelatihan dapat diadakan di tempat kerja atau di lembaga pelatihan kerja (instansi pemerintah, badan hukum atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan pelatihan kerja) yang sudah ditetapkan.

Manfaat Pelatihan dalam Dunia Kerja

Ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dengan mengikuti pelatihan kerja. Diantaranya yaitu :

  • Mewujudkan pelatihan kerja nasional yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja
  • Memberikan arah dan pedoman dalam penyelenggaraan, pembinaan, dan pengendalian pelatihan kerja
  • Mengoptimalkan pendayagunaan dan pemberdayaan seluruh sumber daya pelatihan kerja.
  • Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja
  • Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.
  • Untuk mempersiapkan promosi ketenagakerjaan pada jabatan yang lebih rumit dan sulit, serta mempersiapkan tenaga kerja pada jabatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan kepengawasan atau manajerial.

Jenis – Jenis Pelatihan dalam Dunia Kerja

  1. Skills training
    Pelatihan keahlian merupakan pelatihan yang sering dijumpai dalam organisasi. Program pelatihannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekurangan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. Kriteria penilaian efektifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
  2. Retraining
    Pelatihan ulang berupaya memberikan keahlian-keahlian yang dibutuhkan para karyawan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin komputer atau akses internet.
  3. Cross functional training
    Pelatihan lintas fungsional melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.
  4. Team training
    Pelatihan tim merupakan pelatihan yang terdiri dari sekelompok individu dimana mereka harus menyelesaikan bersama sebuah pekerjaan demi tujuan bersama dalam tim.
  5. Creativity training
    Pelatihan kreatifitas berlandaskan pada asumsi bahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya.

 

Demikian pembahasan mengenai bagaimana pentingnya pelatihan dalam dunia kerja,. Diharapkan dengan adanya pelatihan dalam dunia kerja dapat meningkatkan produktifitas karyawan maupun perusahaan.

 

Sumber :
Indonesia. Undang – Undang No. 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja
Indonesia. Peraturan Pemerintah No.31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional
Jurnal SDM

Dampak dan Menjaga Kesehatan Mental

Terdapat banyak dampak dan cara menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja. Apalagi ketika seseorang sedang berada di fase remaja, akan terjadi banyak perubahan didalam diri seseorang, baik perubahan dari lingkungan dalam maupun lingkungan luar.

Perubahan ini dirasa penting untuk diperhatikan oleh pemerintah maupun orang tua, dikarenakan tekanan dari lingkungan dan sosial kepada seorang remaja dapat menjadikan tolok ukur remaja tersebut tumbuh seperti apa. Kita memahami bahwa setiap remaja memiliki sisi mental dan psikologis yang berbeda dalam menghadapi tekanan, ada yang kuat dan ada yang lemah ketika menghadapi sebuah masalah. Kita ingin dari setiap remaja memiliki kesehatan mental yang kuat karena hal tersebut menjadi dasar sehatnya fisik mereka.

Dampak dan Menjaga Kesehatan Mental

Dampak Kesehatan Mental

Terdapat banyak dampak yang dapat dirasakan oleh remaja jika kesehatan mentalnya  terganggu diantaranya yaitu :

  • Menunjukkan perubahan kepribadian.
    Hal ini terjadi ketika seseorang tidak lagi merasa seperti dirinya sendiri, atau merasa dirinya tidak menjadi bagian dari teman-teman mereka, merasa minder, atau insecure untuk dapat bergaul karena merasa berbeda dengan yang lain.
  • Mengalami kecemasan, amarah, dan perubahan suasana hati.
    Sebenarnya kondisi ini wajar dan umum dialami banyak orang, namun perlu di perhatikan bahwa seseorang yang tiba-tiba tidak bisa mengontrol amarahnya dan mengalamai kecemasan yang berlebihan ini menjadi tanda bahwa seseorang tersebut sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
  • Menarik diri atau mengasingkan diri dari lingkungan sosial.
    Ketika seorang remaja tiba-tiba jadi sering menutup diri atau terlalu banyak menghabiskan waktu sendiri tanpa adanya interaksi sosial, hal itu perlu waspada. Karena hal ini dapat menandakan adanya masalah emosional dalam diri yang berisiko mengganggu kesehatan mental.
  • Merasa putus asa atau kewalahan dalam keseharian.
    Merasa diri adalah orang yang sangat terpuruk atau paling sial dalam kehidupan ini, dan pikiran itu terus ada sampai seorang remaja tidak dapat berfikir jernih dan susah untuk konsentrasi dalam melakukan hal-hal di sekitarnya, sampai ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Menjaga dan Memperbaiki

Jika remaja memilki kecenderungan seperti yang telah disebutkan diatas, kita dapat mencari solusi untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan mentalnya. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ada enam cara menjaga dan memperbaiki kesehatan mental, yaitu :

  • Mengelola stres.
    Ada beberapa cara mengelola stres yang bisa dilakukan, misalnya berjalan santai di luar ruangan, berolahraga, meditasi, bertukar pikiran dengan sahabat, atau menulis buku harian.
  • Tetapkan tujuan yang realistis.
    Tetapkan tujuan secara realistis, baik tujuan pribadi maupun profesional. Bila perlu, tuangkan dalam bentuk tulisan atau vision board. Memahami apa tujuan hidup akan membuatmu lebih terarah dalam menentukan cara mencapai tujuan tersebut.
  • Berkumpul dengan orang yang mendukung.
    Menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman dekat atau keluarga dapat membantu melepas penat. Kamu bisa bersenda gurau, meluapkan emosi, atau berbagi cerita dan pengalaman sehingga kamu bisa mendapatkan saran serta dukungan dari mereka.
  • Membantu orang lain.
    Selain bermanfaat bagi orang lain, melakukan kegiatan kerelawanan dapat membuatmu merasa lebih baik dan lebih bermanfaat dalam hidup. Hal ini menghindarkanmu dari kesepian dan rasa tidak berguna. Kamu jadi lebih mawas diri, mudah bersyukur, dan tidak cepat mengeluh atau putus asa.
  • Melakukan hal baru.
    Rutinitas yang monoton dapat membuatmu mudah stres. Cobalah lakukan hal-hal yang baru, seperti mengganti cat dinding rumah, belajar bahasa baru, memperbarui penampilan, atau sekadar mengganti rute pulang-pergi kantor. Melakukan hal baru dapat menyegarkan pikiranmu, bahkan membuatmu lebih semangat dalam menjalani hari.
  • Merawat kesehatan tubuh.
    Pastikan kamu makan beragam makanan sehat, istirahat, dan minum air putih yang cukup, berolahraga, serta menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok.

 

Demikianlah pembahasan mengenai dampak dan menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja. Kita harus mewaspadai sekitar kita jika terdapat beberapa dampak dari gangguan kesehatan mental tersebut.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Pentingnya menjaga kesehatan mental akan sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang seorang remaja, karena hal ini akan secara otomatis mengubah pemikiran seorang remaja yang masih labil. Pada kesempatan kali ini, akan membahas apa itu kesehatan mental dan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Isu kesehatan mental menjadi trending topik belakangan ini. Mungkin sebagian orang masih tabu dengan topik kesehatan mental karena seringnya masyarakat kita lebih mementingkan kesehatan fisik dengan berolahraga, baik itu dengan lari/jogging, gym atau melakukan olahraga dari rumah dengan metode work out. Akan tetapi dibalik itu semua belum tentu seseorang memIliki kesadaran dalam merawat kesehatan mental mereka sama baiknya dengan merawat fisik mereka juga.

Kesehatan Mental

Menurut psikoterapis Lynn Lyons, stres pada anak merupakan hal yang normal. Kunci utama untuk membantu mereka mengatasi stres adalah dengan membimbing mereka. “Jika mereka tidak diajarkan bagaimana caranya untuk mengendalikan stres, mereka akan menyelesaikan masalah dengan cara yang salah, seperti makan berlebihan, memakai narkoba, dan mengkonsumsi alkohol”, kata Lynn Lyons.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dimana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, hidup produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.  Pentingnya kesehatan mental yang dikatakan oleh World Health Organization (WHO) melalui definisi kesehatan mereka yang menyatakan: “Kesehatan adalah keadaan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”.

Gangguan Kesehatan Mental Bagi Remaja

Hal yang paling sederhana yang dapat kita temukan dalam ruang lingkup remaja adalah menjadi beban bagi para remaja SMA saat menanti pengumuman kelulusan di universitas yang ia pilih melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ada banyak kasus setiap tahunnya mengenai remaja yang kesehatan mentalnya terganggu karena menunggu pengumumann kelulusan universitas yang ia pilih.

Kesehatan dan kesejahteraan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk genetika, hubungan keluarga, teman sekitar, gaya hidup, pekerjaan, faktor sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan, dan faktor lingkungan lainnya. Walaupun keterkaitan faktor-faktor ini bisa menjadi rumit, dapat dipastikan bahwa kombinasi dari faktor-faktor yang dialami selama masa kanak-kanak dan remaja meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan mental.

Selain faktor yang telah di jelaskan tersebut, menurut kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bahwa secara psikologis seseorang dan remaja khusunya dapat mengalami gangguan Kesehatan mental melalui :

  1. Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
  2. Kehilangan orangtua atau disia-siakan di masa kecil.
  3. Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
  4. Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.

 

Demikian pembahasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental bagi remaja dan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja.

Peran Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak

Peran keluarga dalam tumbuh kembang anak sangat berpengaruh untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

Peran Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak

Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka, dan komunikatif; terdapat batas yang wajar antar usia; menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Selain itu anak akan lebih terhindar dari hal-hal negatif seperti, depresi dan penggunaan narkoba.

Budaya, kepercayaan, tradisi, dan nilai yang dianut dalam suatu keluarga juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada orangtua Cina-Amerika menyebutkan bahwa para orang tua memiliki cukup andil dalam mengatur tingkah laku anaknya, sehingga masalah terkait penyimpangan perilaku pada anak jarang dijumpai.

Pada masa remaja-dewasa muda, orangtua memiliki tugas dan peran baru seiring dengan berubahnya kebutuhan anak pada masa ini. Perubahan yang terjadi pada masa ini adalah perubahan secara fisik, kognitif, dan juga sosial. Anak akan mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada keluarga dan mulai fokus pada kehidupan sosial di luar rumah. Tantangan bagi orangtua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orangtua yang tetap mempertahankan komunikasi yang baik dan hangat memiliki anak dengan luaran lebih baik dalam kehidupan sosialnya, tidak menggunakan narkoba, mengalami gangguan cemas dan depresi yang lebih sedikit daripada anak dengan orangtua yang tidak menjaga komunikasi pada masa remaja-dewasa muda.

Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian.

Mengapa peran keluarga utamanya orangtua sangat penting?

Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.

Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak.   Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.

UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam merawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.

Upaya Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat 12 hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak :

  1. Imunisasi
  2. Pemberian ASI
  3. Makanan pelengkap selain ASI
  4. Micronutrients
  5. Kebersihan
  6. Treated bednets
  7. Asupan makanan dan minuman
  8. Perawatan di rumah
  9. Care-seeking
  10. Adherence
  11. Stimulation
  12. Antenatal care

Kedua belas hal di atas membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat.

Demikian pembahasan mengenai peran keluarga dalam tumbuh kembang anak, semoga artikel ini dapat membantu orang tua maupun calon orang tua untuk memantau tumbuh kembang pada anak.

 

Sumber : Kanal Pengetahuan
Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada

Apa Itu Eco Enzyme

Apa itu Eco Enzyme ?

Apa Itu Eco Enzyme? Kali ini kita akan membahas mengenai Eco Enzyme, karena eco enzyme ini merupakan kegiatan yang sangat baik dalam pengolahan sampah organik (sampah rumahan).

Eco enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik. Dari proses fermentasi ini, dihasilkan kandungan disinfektan karena kandungan alkohol dan senyawa kimia asam didalamnya.

Apa Itu Eco Enzyme

Bahan dasarnya ialah sampah-sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran. Kemudian bahan dasar itu dipadu dengan gula dan air. Setelah itu, selebihnya adalah air yang disarankan ter-timbang secara proporsional. Terkait berapa komposisi yang pas untuk kuantitas sampah-gula-air, sejumlah praktisi memiliki referensi ukuran masing-masing. Diantaranya, ada yang menyarankan formula 3 (sampah rumahan) : 1 (gula) : 10 (air). Jadi, pastikan ter-timbang dengan baik.

Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand Dr Rosukon Poompanvong menyebut, eco enzyme sebagai setetes air dari surga. Disebut demikian karena memiliki manfaat yang banyak.

Mampu Mengurai Limbah

Berdasarkan hasil penelitian, cairan eco enzyme bisa digunakan untuk menguraikan limbah. Diperkirakan 1 liter cairan eco enzyme dapat mengurai limbah hingga 1000 liter.  Tidak mengherankan jika cairan ini sedang gencar-gencarnya digunakan untuk proses normalisasi sungai. Diharapkan, dengan penggunaan eco enzyme yang ‘dituang’ ke sungai, lama-kelamaan kondisi sungai bisa kembali normal dan ekosistemnya menjadi ‘sehat’ kembali. Bayangkan bila hal serupa juga dilakukan secara serempak dan dalam skala luas. Misalnya, perusahaan besar atau industri rumahan penghasil limbah melakukan hal yang sama, diharapkan kondisi lingkungan akan mampu membaik meski butuh waktu panjang,

Bagaimana cara membuat eco enzyme?

Eco enzyme dibuat dari kulit buah-buahan seperti semangka, jeruk, pepaya, belimbing. Kulit buah-buahan tadi dicampur dengan molase dan air. Perbandingannya satu liter molase, dicampur dengan 3 Kg kulit buah-buahan dan 10 liter air. Molase adalah ampas dari pembuatan gula pasir berbahan dasar tebu, bahan ini bisa didapat di toko-toko pertanian, harganya bervariasi mulai dari Rp20.000 perliter. Molase juga dapat diganti menggunakan gula aren.

Bahan yang telah tercampur, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup, tapi jangan sampai kedap. Berikan ruang untuk udara masuk di wadah tersebut karena fermentasi menghasilkan gas, sehingga perlu cukup rongga agar gas bisa keluar dari wadah. Proses fermentasi ideal berlangsung selama tiga bulan (90 hari). Karena waktu pemrosesan yang cukup lama, maka pastikan wadah sudah diberi tanda, misalnya tanggal. Sehingga, kita bisa mengetahui kapan persisnya fase awal dan akhir dari proses fermentasi eco enzyme tersebut.

Setelah diendapkan selama tiga bulan, eco enzyme sudah bisa dipanen. Sebelum memanen eco enzyme, persiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan, seperti corong, jerigen, ember bekas cat, saringan, dan gayung. Air dari eco enzyme diambil dengan cara disaring. Sisa kulit buah-buahannya bisa dipakai pupuk organik sampai pengharum ruangan.

Manfaat Eco Enzyme

Eco enzyme bisa dimanfaatkan sebagai penyanitasi tangan atau hand sanitizer, mengepel lantai atau desinfektan, bisa untuk penetral udara di ruangan memakai diffuser, membersihkan kolam air, kaca, permukaan perabot plastik, mencuci buah dan sayuran, dan masih banyak lagi.

Jadi, ada benarnya jika dikatakan bahwa perbaikan lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Yuk, mulai dari sekarang melakukan gerakan kecil secara mandiri membuat eco enzyme dirumah.

Field Study dan Manfaatnya

Pada kesempatan kali ini admin akan membahas mengenai Field study dan manfaatnya. Kegiatan field study ini banyak dilakukan oleh para siswa mulai dari taman kanak-kanak sampai mahasiwa.

Definisi Field Study

Field Study dan Manfaatnya

Menurut Bevan dan Sharon (2009), field study atau studi lapangan adalah metode pembelajaran melalui pengumpulan data secara langsung dengan pengamatan, wawancara, mencatat, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Field study dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memeriksa permasalahannya di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas, dan untuk mendidik siswa dalam melakukan observasi serta penyelidikan secara natural. Studi lapangan juga menawarkan siswa terkait kesempatan proyek pengumpulan data, teori pengujian, dan intervensi sosial.

Istilah lain dari field study adalah karyawisata (field trip). Menurut Suprijanto (2009), karyawisata biasanya berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat menarik serta membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kunjungan lapangan atau field study. Karyawisata adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan mengajak peserta didik keluar kelas untuk dapat menunjukkan hal-hal atau peristiwa yang ada hubungannya dengan materi, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah.

Berdasarkan beberapa pengertian itu, maka dapat disimpulkan bahwa field study atau fieldtrip atau outdoor learning adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu yang telah ditentukan sebelumnya, dengan melakukan pengamatan yang bertujuan memberikan pengalaman secara langsung.

Tujuan dilaksanakan field study yaitu agar peserta didik memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya dan dapat turut mendalami pekerjaan milik seseorang. Dengan jalan demikian, mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Selain itu, peserta didik akan dapat melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, sekaligus mempelajari beberapa mata pelajaran.

Manfaat Field Study

Beberapa manfaat dari field study menurut Suprijanto (2009: 132-133) adalah:

  1. Memberikan kesempatan untuk dapat mengumpulkan pengalaman dan informasi baru;
  2. Benda-benda dapat diamati dalam bentuk aslinya;
  3. Tiga dimensi, warna alami, dan gerakan gerakan dapat diamati;
  4. Minat dan ketelitian pengamatan anggota dapat ditumbuhkan;
  5. Kesempatan dapat diberikan kepada peserta untuk belajar sambil bekerja;
  6. Prosedur dapat diamati, yang nantinya dapat diterapkan oleh peserta; serta,
  7. Memberi kesempatan kepada peserta untuk menggabungkan pelajaran disekolah dengan yang didapat di lingkungan.

Field study menerapkan prinsip-prinsip pengajaran modern yang mana memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. Peserta didik dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para instruktur maupun guru pembimbing serta mengalami langsung apa yang dilakukan, memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi dan terpadu, serta membuat materi yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat, serta tentunya juga dapat lebih merangsang kreativitas peserta didik.

Demikianlah pembahasan mengenai definisi field study dan manfaatnya, semoga pengetahuan kita selalu bertambah dengan rajin membaca.

Definisi & Fungsi Kebun Percobaan

Definisi & fungsi kebun percobaan merupakan informasi yang sangat penting bagi pendidikan terutama kampus yang memiliki fakultas pertanian, dan juga bagi masyarakat luas yang ingin mencoba untuk membangun kebun percobaan.

Kebun percobaan dapat diartikan sebagai sebidang tanah yang memiliki karakteristik agroekosistem tertentu yang dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung sebagai tempat pengelolaan tanaman dan ternak. Keragaman lahan, agroekosistem, ketinggian dari permukaan laut, dan lokasi kebun percobaan menyebabkan penggunaan dan pemanfaatan yang beragam pula.

Dengan demikian, kebun percobaan berperan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pertanian, selain sebagai wahana untuk menghasilkan pendapatan.

Kebun percobaan berperan sebagai wahana untuk memvisualisasikan tentang kiprah penelitian dari suatu lembaga penelitian, dan juga untuk mengaktualisasikan keunggulan teknologi yang dihasilkan sebelum didiseminasikan kepada pengguna. Kebun percobaan dalam melaksanakan fungsinya perlu memiliki sarana dan prasarana yang memadai, baik untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengkajian maupun untuk kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengkajian

Fungsi Kebun Percobaan

Fungsi kebun percobaan antara lain sebagai lokasi untuk melaksanakan kegiatan litkaji teknologi, sebagai lokasi untuk memproduksi benih sumber, kebun produksi dan juga dapat berfungsi sebagai lokasi untuk menampilkan hasil – hasil penelitian atau sebagai lokasi agrowidyawisata.

  1. Lokasi Penelitian dan Pengkajian
    Lahan kebun percobaan sebagai lokasi untuk kegiatan litkaji perlu dipetakan dan ditata dengan baik dalam bentuk zona atau blok sesuai dengan peruntukannya. Penataan lahan dalam bentuk blok tersebut harus disesuaikan dengan kondisi dan kontur lahan yang ada. Hal tersebut diperlukan untuk memudahkan bagi para peneliti dan pengkaji dalam menentukan rancangan atau perlakuan terhadap tanaman atau komoditas yang diteliti.
  2. Konservasi Koleksi Plasma Nutfah
    Sebagai lokasi konservasi koleksi plasma nutfah yang diperbanyak melalui biji atau setek, lokasi konservasi tersebut dapat berfungsi untuk kegiatan pembaharuan/peremajaan dan pengamatan sifat-sifat kualitatif dan kuantitatif tanaman/ternak. Penentuan lahan untuk untuk koleksi plasma nutfah atau sumberdaya genetik hendaknya disesuaikan dengan karakteristik komoditasnya.
  3. Produksi Benih Sumber
    Lahan yang digunakan untuk produksi benih sumber tersebut perlu dipilih yang kondisinya optimal, seperti tanahnya subur, tofografinya mendatar serta dengan sistem pengairan yang memadai. Penentuan lahan untuk produksi benih sumber memerlukan persyaratan khusus untuk menghindari terjadinya kontaminasi atau pencampuran benih.
  4. Kebun Produksi
    Lahan kebun percobaan tidak semuanya dapat dipergunakan untuk kegiatan litkaji atau koleksi plasma nutfah. Lahan yang tidak dapat dipergunakan untuk kegiatan litkaji, produksi benih sumber atau koleksi plasma nutfah dapat dimanfaatkan sebagai kebun produksi untuk menghasilkan produk-produk komoditas.
  5. Agrowidyawisata
    Penataan kebun percobaan yang memperhatikan keindahan atau estetika dapat berperan sebagai lokasi untuk pengembangan agrowiyawisata, sehingga kebun percobaan tersebut akan memiliki daya tarik khusus bagi para pemerhati penelitian, pelaku agribisnis, petani, pengguna teknologi dan masyarakat umum.

Demikian beberapa informasi mengenai definisi & fungsi kebun percobaan secara umum. Semoga dapat menginspirasi teman-teman pembaca.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Peran keluarga dalam pendidikan anak merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendasar yang harus dimiliki dalam setiap keluarga. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama yang di dapat oleh anak. Lingkungan pendidikan yang pertama membawa pengaruh terhadap anak untuk melanjutkan pendidikan yang akan dialaminya di sekolah dan di masyarakat, dengan kata lain bahwa peran keluarga adalah suatu kewajiban yang harus di berikan kepada anak untuk membentuk kepribadian bagi anak, baik lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

Dalam undang-undang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran  sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif agar memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam maasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia. Dalam undang-undang tersebut sudah sangat jelas bahwa pendidikan sangatlah penting bagi setiap individu untuk pengembangan dirinya.

Dalam lingkungan pendidikan, dikenal dengan adanya pusat pendidikan, yaitu:
1. Lingkungan keluarga
2. Lingkungan sekolah
3. Lingkungan masyarakat

Dari tiga lingkungan tersebut yang memiliki andil besar dalam pendidikan anak adalah lingkungan keluarga, dimana didalam keluarga  bukan hanya sekedar sanak saudara yang memiliki satu darah dan memiliki DNA yang sama pula, namun keluarga merupakan tempat satu-satunya dan paling utama untuk anak-anak berlindung dan mempertahankan diri dari hal yang membahayakan. Mereka mungkin hanya dapat menilai mana hal yang menakutkan atau tidak, bukan hal yang  baik dan buruk.

Dalam lingkungan keluarga peran orang tua sangat di butuhkan oleh anak, terutama dalam pendidikan moral, yang mana sangat dibutuhkan pada masa sekarang. Banyaknya anak-anak yang memiliki kekurangan moral seringkali melupakan peran orang tua dalam pembentukan moral yang baik. Mereka para orang tua justru menyalahkan pendidikan yang ada pada bangku sekolah, hal tersebut karena kurang adanya kesadaran diri bahwa peran keluarga khususnya orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan pendidikan anak.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

Terdapat beberapa peran orang tua yang sangat penting didalam pendidikan anak, diantaranya :

1. Menjadi Guru
Guru yang paling penting adalah guru dari orang tua itu sendiri, dimana orang tua mengajarkan apa yang anak lihat dari saat pertama anak membuka mata.

2. Menjadi Teman
Dengan menjadi teman dalam belajar sangat membantu untuk pengembangan pendidikan anak, karena hal tersebut akan menyenangkan bagi anak.

3. Hakim
Menjadi orang tua harus memiliki ketegasan terhadap anak, orangtua harus memutuskan mana yang terbaik untuk anak sebagai bekal dikemudian hari.

4. Pengawas
Pengawasan terhadap perkembangan pendidikan anak oleh orang tua sangat dibutuhkan, baik itu dilakukan dalam lingkungan keluarga, teman, bahkan di masyarakat.

5. Mengatur Waktu Anak
Orang tua berperan besar dalam mengatur waktu untuk anak, kapan waktu yang tepat untuk bermain dan waktu yang tepat untuk belajar. Dengan begitu anak akan terbiasa mengatur waktu untuk belajar.

6.  Merangkul Anak
Dengan menanamkan kasih sayang kepada anak sejak usia dini akan membuat jalinan orang tua dengan anak menjadi lebih baik.

7. Membimbing Anak
Untuk mendukung pendidikan anak, diperlukan pembimbingan anak.  Dimana anak-anak adalah tahapan awal dalam perkembangan seorang manusia yang belum mengerti apa-apa, sehingga perlu adanya bimbingan yang serius oleh orang tua.

8. Membantu Rencana Pendidikan Anak
Anak-anak terkadang bingung dan tidak tau dengan pilihan, memang pilihan itu kembali pada anak masing-masing. Sebagai orang tua berhak memberikan penjelasan pada anak atas pilihannya.

9. Membangun Sosial Anak
Lingkungan keluarga harus dapat membangun sosial untuk anaknya, karena dengan adanya hubungan sosial yang baik entah itu dalam lingkungan keluarga maupun diluar lingkungan keluarga. Baik tidaknya sosial akan mempengaruhi pendidikan seorang anak.

10. Menciptakan Lingkungan Baik
Pendidikan anak sangat terpengaruh dengan kondisi lingkungan, terutama lingkungan keluarga. Apalagi anak yang masih usia dini, lingkungan yang baik dan harmonis akan membentuk kepribadian anak yang baik.

Pentingnya Menjernihkan Air

Pentingnya menjernihkan air dilakukan karena air menjadi sumber utama dalam setiap aspek kehidupan. Setiap rumah didirikan pada tanah yang berbeda-beda. Tidak ada rumah yang dibangun pada tanah dengan spesifikasi yang sama. Ada rumah yang dibangun pada sebuah tanah yang dulunya adalah rawa dan ada juga yang dibangun pada sebuah tanah yang dahulunya adalah sawah. Perbedaan tanah itulah yang membuat kondisi air di rumah Anda akan menjadi berbeda dan tidak sama. Mungkin ada beberapa dari Anda yang merasakan kondisi air di rumah Anda kurang bersih dan perlu dijernihkan terlebih dahulu.

Pentingnya Menjernihkan Air untuk Kebutuhan Sehari-hari

Dilansir dari Aid Forum, negara-negara maju umumnya bisa mendapatkan air minum bersih langsung di rumahnya masing-masing. Air bersih bisa mereka dapatkan dengan mudah layaknya seperti udara yang kita hirup. Namun, masih ada banyak negara yang tidak mempunyai akses terhadap air bersih yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Indonesia sendiri merupakan salah satu dari banyak negara yang sudah cukup maju dan lebih mudah untuk mendapatkan akses air bersih. Akan tetapi, pembagian air bersih tersebut masih belum merata dan tidak semua rumah bisa mengakses air bersih yang aman untuk digunakan. Selain itu juga, negara kita masih belum sampai pada taraf air keran yang sudah bisa untuk dikonsumsi. Air yang berada pada rumah kita harus dimasak dan dijernihkan terlebih dahulu barulah bisa dikatakan aman untuk dapat dikonsumsi.

Sangat penting untuk menjernihkan air sebelum digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Air yang kotor tentunya akan membawa banyak dampak yang tidak menyehatkan. Di bawah ini terdapat beberapa alasan pentingnya menjernihkan air :

  • Air yang bersih akan aman untuk dikonsumsi dan bisa mencegah berbagai bentuk penyakit kanker di dalam tubuh.
  • Penjernihan air juga akan menghilangkan kandungan klorin yang berbahaya dan bisa membuat tubuh mengalami iritasi.
  • Makanan yang dimasak dengan menggunakan air yang bersih akan terasa lebih enak dan jauh lebih menyehatkan untuk dikonsumsi.
  • Sistem pencernaan pada tubuh Anda akan bekerja lebih ringan sekaligus meminimalisir terjadinya penyakit diare.

Penyebab Menjernihkan Air

Air yang keruh, bau dan kotor merupakan salah satu tanda bahwa air tersebut sudah tercemar. Dilansir dari NRDC, pencemaran air adalah sebuah kondisi di mana terdapat beberapa kandungan kimiawi berbahaya dan mikro organisme didalam aliran air sungai, laut, ataupun badan air lainnya yang menurunkan kualitas air dan membuatnya menjadi beracun dan berbahaya bagi manusia.

pentingnya menjernihkan air

Air yang keruh, bau dan kotor bisa disebabkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan, baik itu limbah rumah tangga ataupun limbah industri pada sungai ataupun sumber air lainnya dan menyebabkan terjadinya pencemaran kemudian berubahnya kondisi air dari bersih menjadi kotor dan berbahaya. Air merupakan bagian kehidupan yang sangat penting. Terutama memiliki air yang jernih di rumah sendiri.

Bakteri atau Virus yang Muncul di Air Keruh, Bau dan Kotor

Virus dan bakteri adalah organisme yang ada di sekitar kita. Air yang tercemar tentunya mempunyai kandungan virus dan bakteri yang sangat berbahaya bagi tubuh. Apabila Anda secara tidak sengaja mengonsumsi air yang mengandung virus dan bakteri maka tubuh Anda bisa mengalami sakit yang sangat berbahaya dan sulit untuk disembuhkan. Di bawah ini beberapa bakteri atau virus yang umumnya ditemui pada air yang kotor :

Coli adalah salah satu jenis bakteri yang paling sering ditemui pada air yang tercemar. Bakteri ini umumnya akan menyerang sistem pencernaan dan bisa menimbulkan diare yang berkepanjangan sehingga akan mengakibatkan dehidrasi bagi siapa saja yang terserang bakteri E. Coli.

Bakteri Salmonella akan menyerang usus dan menyebabkan demam beserta perut keram setidaknya setelah 12 jam terpapar oleh bakteri ini. Apabila tidak segera diobati maka bakteri ini bisa menyebabkan infeksi yang menyebar pada seluruh tubuh dan menyebabkan kematian.

Rotavirus adalah salah satu jenis virus yang sering menjadi penyebab utama terjadinya diare pada anak-anak. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh apabila Anda mengonsumsi air yang tidak diolah dan dimurnikan terlebih dahulu.