Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mencoba Pendekatan Neuro Parenting untuk memahami anak lelaki.
Mencoba Pendekatan Neuro Parenting
Secara kodrat, anak lelaki dan perempuan memang tidak sinkron. Tentunya hal ini jua berpengaruh pada bagaimana pembentukan karakter pada pola asuh dari anak-anak sesuai dengan jenis kelaminnya.
Terdapat sebuah pendekatan parenting yang saat ini cukup populer yaitu neuro parenting, dengan menerapkan pola asuh sesuai disparitas struktur otak yang dimiliki oleh anak lelaki serta wanita.
Neuro parenting atau brain-based parenting merupakan pendekatan dalam parenting yang didasari oleh pemahaman cara kerja otak. Pendekatan ini mengkombinasikan ilmu neurosains serta prinsip psikologi.
Pendekatan parenting ini bermanfaat untuk membantu orang tua untuk mengetahui bagaimana cara kerja otak pada anak dan bagaimana interaksi lingkungan bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya.
Perbedaan Otak Anak Lelaki dan Wanita
Perkembangan otak anak lelaki tidak sinkron dengan anak wanita, mulai dari bahasa, pemrosesan ingatan, visual spasial, aktualisasi diri emosi, sosialisasi paras, pemecahan problem hingga pembuatan keputusan.

Disparitas perkembangan otak anak lelaki dan wanita nantinya bisa menghipnotis bagaimana pola belajar dan kerja otak mulai dari masa kanak-kanak. Masing-masing memakai dominasi bagian otak yang tidak sama.
Wajar jika anak perempuan umumnya akan lebih cepat dalam hal kemampuan linguistik atau bahasa, sedangkan anak lelaki lebih baik dalam kemampuan visual.
Secara anatomi, biochemical dan fungsional otak anak lelaki dan wanita berbeda :
- Anatomi
Otak anak lelaki berbeda pada volume dan berat dibanding dengan anak perempuan. - Biochemical
Otak anak wanita lebih banyak mengandung hormon serotonin sebagai akibatnya anak perempuan biasanya bisa lebih hening daripada anak lelaki. - Fungsional
Perkembangan otak bagian kanan anak lelaki tumbuh serta berkembang lebih cepat dibandingkan otak kirinya karena adanya hormon testosteron yang menghambat pertumbuhan otak kiri.
Menjadikan anak lelaki akan lebih baik pada kemampuan spasial. Maka bisa dipahami bahwa di masa kanak-kanak mereka akan lebih dikuasai dengan otak kanan.
Penguasaan penggunaan otak kanan pada usia anak lelaki hingga kurang lebih usia 18 tahun, maka orang tua jangan heran jika pada usia kanak-kanak sampai remaja anak lelaki masih ingin bermain dan cenderung keras kepala.
Dampak penggunaan dominasi otak kanan akan terlihat pada anak lelaki. Biasanya mereka lebih hebat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Manfaat Mengetahui Pendekatan Neuro Parenting
Setelah mengetahui bagaimana pendekatan neuro parenting dan bagaimana perbedaan otak anak lelaki dan wanita, berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh dari pendekatan neuro parenting, diantaranya yaitu :
- Berdiskusi mengenai minat dan keinginan
Anak lelaki diajak berdiskusi mengenai tentang minat dan keinginan mereka. Berkolaborasi dalam memutuskan tujuan serta mendukung minat mereka bisa membantu perkembangan diri.
Jangan sampai memaksakan kemampuan akademik padahal anak lebih senang berolahraga, robotika, atau bermain game. - Stimulasi Aktivitas yang sesuai
Dengan memahami perkembangan otak anak, orang tua dapat menyusun stimulasi aktivitas serta interaksi yang sesuai.
Anak lelaki akan lebih senang dengan stimulasi aktivitas belajar sembari bermain yang butuh kemampuan spasial, penalaran, dan pemecahan duduk perkara. - Membacakan Buku
Orang tua bisa membacakan buku dan berkomunikasi dengan anak untuk memperluas kosa istilah serta mempertinggi kemampuan bahasa mereka, karena biasanya anak lelaki cenderung kurang dalam kemampuan bahasa. - Respon Positif
Orang tua dapat lebih merespons anak lelaki dengan cara yang positif, lebih memahami serta empatik supaya dapat membuat dasar agama diri dan interaksi sosial yang sehat.








