Memahami Pengertian Self Acceptance

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami pengertian self acceptance. Secara sederhana, self acceptance adalah penerimaan diri. Menurut Dictionary of Psychology, self acceptance berarti mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun keterbatasan diri. Self acceptance disebut juga sebagai komponen utama kesehatan mental.

Memahami Pengertian Self Acceptance Menurut Para Ahli

Jersild mengatakan bahwa self acceptance adalah kesediaan untuk menerima diri sendiri, termasuk keadaan fisik, psikologis, sosial, dan prestasi seseorang, serta kekuatan dan kelemahannya.

Menurut Cronbach (1963), self acceptance  adalah sikap menilai diri sendiri dan keadaan diri secara objektif dan menerima segala sesuatu tentang diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Paramita & Margaretha menjelaskan self acceptance artinya disertai dengan keinginan dan kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan menerima diri sendiri apa adanya, serta terus menerus mengembangkan diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik secara bertanggung jawab.

Memahami Pengertian Self Acceptance

Ryff  menyatakan bahwa self acceptance adalah sikap positif terhadap diri sendiri, mengakui dan menerima aspek-aspek yang berbeda dari diri sendiri, termasuk sisi baik dan buruk, dan sikap positif terhadap kehidupan yang dijalani.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa self acceptance merupakan suatu kemampuan diri untuk bisa menerima segala keadaan diri dengan sebaik-baiknya tanpa merasa kurang dan bisa mengembangkan diri dengan keadaan yang dimiliki.

Proses Self acceptance

Self acceptance merupakan salah satu proses pembelajaran dalam mencintai diri sendiri, yang di mana sebagai individu, kamu sadar akan kelebihan dan kekuranganmu, dan secara realistis dapat menilai bakat, kemampuan, dan harga diri, serta mempunyai kepuasan terhadap diri sendiri, terlepas dari kekurangan dan pilihan masa lalu.

Saat mempraktikkan self acceptance, maka akan bisa menerima diri sendiri sepenuhnya, baik itu sisi baik maupun buruk, tanpa syarat, tanpa pertanyaan berlebihan, dan tanpa pengecualian.

Selama ini, mungkin banyak orang menekankan bahwa kita harus percaya dengan kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Tentu hal tersebut tidaklah salah. Namun, menerima segala kekurangan diri sendiri juga tidak kalah pentingnya.

Kita harus menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Justru dengan menerima kekurangan diri sendiri, kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan untuk masa depan yang lebih baik.

Perbedaan Self acceptance dengan Self Esteem

Self acceptance adalah bisa menerima diri sendiri apa adanya

Self acceptance seringkali digunakan bergantian dengan istilah self esteem. Namun, keduanya sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

  • Self Esteem

Self-esteem adalah kemampuan untuk menghargai dan menilai kemampuan diri sendiri. Orang yang memiliki self esteem yang baik, akan menganggap bahwa dirinya bermanfaat dan patut untuk melakukan suatu hal, karena memiliki kemampuan.

  • Self Acceptance

Sementara self acceptance, memiliki cakupan yang lebih luas. Seseorang yang bisa mempraktikkan self acceptance, tidak hanya akan punya self esteem yang baik, tapi juga bisa menerima kekurangan sebagai bagian dari dirinya.

Saat sudah bisa mempraktikkan penerimaan diri, maka Anda bisa mencintai diri sendiri apa adanya. Meski begitu, bukan berarti hal ini akan membuat diri berhenti berkembang.

Justru dengan menyadari kelemahan dan kekurangan diri, Anda bisa mulai mengevaluasi diri dan mengetahui hal-hal yang bisa diperbaiki.

Kelebihan & Kekurangan Kepribadian ESFP

Setelah membahas mengenai mengapa kepribadian ESFP dikatakan sebagai penghibur, pada artikel kali ini akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari kepribadian ESFP.

Kelebihan & Kekurangan Kepribadian ESFP

Kelebihan & Kekurangan Kepribadian ESFP

Kelebihan ESFP

Bold – Penghibur tidak dikenal suka menahan diri. Ingin mengalami semua yang bisa dialami, orang dengan tipe kepribadian Penghibur tidak keberatan keluar dari zona nyamannya saat tidak ada orang lain yang mau.

Asli – Tradisi dan harapan adalah sekunder bagi Penghibur, jika ada pertimbangan sama sekali. Kepribadian penghibur suka bereksperimen dengan gaya baru, dan terus-menerus menemukan cara baru untuk menonjol di keramaian.

Estetika dan Kecakapan Pertunjukan – Tidak hanya berhenti pada pakaian, Penghibur juga menyuntikkan kreativitas artistik ke dalam kata-kata dan tindakan mereka. Setiap hari adalah pertunjukan, dan Penghibur suka mengadakan pertunjukan.

Praktis – Bagi Penghibur, dunia dimaksudkan untuk dirasakan dan dialami. Kebenaran lebih aneh daripada fiksi, dan Penghibur lebih suka melihat dan melakukan daripada menjadi filosofis tentang “bagaimana-jika”.

Pengamat – Dengan semua fokus di sini dan saat ini, pada tindakan dan akting, masuk akal bahwa Penghibur adalah orang yang alami dalam hal memperhatikan hal-hal dan perubahan yang nyata dan nyata.

Keterampilan Orang Luar Biasa – Lebih dari hal-hal lain, Penghibur suka memperhatikan orang. Mereka cerewet, jenaka, dan hampir tidak pernah kehabisan bahan untuk didiskusikan. Bagi orang dengan tipe kepribadian ini, kebahagiaan dan kepuasan berasal dari waktu yang mereka habiskan bersama orang yang mereka sukai.

Kekurangan ESFP

Sensitif – Penghibur (terutama yang Turbulen) sangat emosional, dan sangat rentan terhadap kritik – mereka dapat merasa seperti terpojok, terkadang bereaksi buruk. Ini mungkin kelemahan terbesar Penghibur, karena sangat sulit untuk mengatasi kelemahan lain yang terungkap.

Penolakan Konflik – Penghibur terkadang mengabaikan dan menghindari konflik sama sekali. Mereka cenderung mengatakan dan melakukan apa yang diperlukan untuk keluar dari situasi seperti itu, lalu beralih ke sesuatu yang lebih menyenangkan.

Mudah Bosan – Tanpa kegembiraan terus-menerus, Penghibur menemukan cara untuk membuatnya sendiri. Perilaku berisiko, pemuasan diri, dan kesenangan saat ini dibandingkan rencana jangka panjang adalah semua hal yang terlalu sering dilakukan Penghibur.

Perencana Jangka Panjang yang Buruk – Faktanya, kepribadian Penghibur jarang membuat rencana terperinci untuk masa depan. Bagi mereka, hal-hal datang begitu saja, dan mereka jarang repot meluangkan waktu untuk menyusun langkah-langkah dan konsekuensi, dengan keyakinan bahwa hal-hal itu dapat berubah kapan saja – bahkan dengan hal-hal yang dapat direncanakan.

Tidak Fokus – Apa pun yang membutuhkan dedikasi dan fokus jangka panjang merupakan tantangan tersendiri bagi Penghibur. Di bidang akademik, mata pelajaran yang padat dan tidak berubah seperti Sastra Klasik jauh lebih sulit daripada mata pelajaran yang lebih dinamis dan dapat dihubungkan seperti psikologi. Trik bagi Penghibur adalah menemukan kegembiraan sehari-hari dalam tujuan yang lebih luas, dan bertahan dengan hal-hal membosankan yang harus dilakukan.

Karir yang Cocok untuk Kepribadian ESFP

Orang dengan kepribadian ESFP adalah orang yang sangat energik, suka bersenang-senang, tapi mudah bosan. Sebaliknya, individu ESFP akan mampu mengembangkan dirinya dengan maksimal di lingkungan pekerjaan yang fleksibel dan dinamis. Pribadi ESFP juga cocok berkarir pada pekerjaan yang mengharuskannya untuk berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain.

Beberapa karir yang cocok untuk tipe kepribadian ESFP adalah

  • Aktor
  • Chef
  • Event Planner
  • Entrepreneur
  • Konselor
  • Pekerja sosial
  • Pembawa berita
  • Perancang busana
  • Polisi
  • Pramugara/i
  • Psikolog
  • Seniman
  • Sekretaris

Mengapa Dikatakan Kepribadian Penghibur

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai mengapa seseorang dikatakan kepribadian penghibur. ESFP merupakan singkatan dari Extrovert, Sensing, Feeling dan Perceiving yang merupakan salah satu tipe MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Kepribadian ESFP adalah kebalikan dari kepribadian INTJ.

Mengapa Dikatakan Kepribadian Penghibur ?

Mengapa Dikatakan Kepribadian Penghibur

Sebagai seorang extrovert, individu dengan tipe kepribadian ESFP dikenal sebagai seseorang yang dapat memikat dan melibatkan orang-orang yang ada di sekitar mereka, sehingga mereka sering dikatakan sebagai penghibur. Tipe kepribadian ini juga dikenal sebagai seseorang yang spontan, energik, suka bersenang-senang, dan sangat menikmati segala hal yang ada di sekitar mereka.

Jika siapa saja terlihat secara spontan bernyanyi dan menari, itu adalah tipe kepribadian Penghibur. Penghibur mudah terbawa dalam kegembiraan suasana, dan ingin orang lain merasakannya juga. Tidak ada tipe kepribadian lain yang memberikan banyak waktu dan energi mereka seperti Penghibur. Apabila berhubungan dengan masalah menyemangati orang, dan tidak ada tipe kepribadian lain yang melakukannya dengan gaya yang sangat menarik.

Kami Adalah Bintang…

Terlahir sebagai penghibur, mereka sangat suka lampu sorot, tetapi panggungnya adalah dunia. Banyak orang terkenal yang memiliki tipe kepribadian penghibur memang merupakan aktor, tetapi mereka sangat suka menghibur teman mereka juga, mengobrol dengan kejenakaan yang unik dan membumi, menyedot perhatian dan membuat setiap tamasya menjadi mirip pesta. Sangat sosial, Penghibur menikmati hal yang paling sederhana, dan tidak ada hal yang lebih menyenangkan bagi mereka dibandingkan bersenang-senang dengan kawan-kawan mereka.

Tidak hanya bicara saja – Penghibur memiliki rasa estestika yang paling kuat di antara kepribadian yang ada. Dari merawat diri dan pakaian hingga rumah dengan perabotan lengkap, kepribadian Penghibur pandai dalam hal mode. Mengetahui apa yang menarik tepat saat mereka melihatnya, Penghibur tidak takut mengubah sekelilingnya untuk merefleksikan gaya pribadi mereka. Penghibur biasanya ingin tahu, menjelajahi desain dan gaya baru dengan mudah.

Walaupun mungkin tidak selalu seperti itu, Penghibur tahu bahwa tidak semua hal adalah tentang mereka – mereka penuh pengamatan, dan sangat sensitif terhadap emosi orang lain. Orang dengan jenis kepribadian ini seringkali paling dahulu membantu orang lain membicarakan masalah yang menantang, dengan senang memberikan dukungan emosional dan nasihat praktis.

Namun demikian, jika masalahnya adalah tentang mereka, Penghibur lebih suka menghindari konflik daripada mengatasinya secara frontal. Kepribadian Penghibur bisanya sangat menyukai sedikit drama dan gairah, tetapi tidak terlalu banyak ketika mereka menjadi fokus kritik yang dapat ditimbulkan.

Dan Layak untuk Berkelip

Tantangan terbesar yang dihadapi Penghibur adalah bahwa mereka seringkali terlalu berfokus pada kesenangan langsung sehingga mengabaikan tugas dan tanggung jawab yang memungkinkan tercapainya kemudahan tersebut. Analisis yang kompleks, tugas berulang, dan mencocokkan statistik dengan konsekuensi nyata bukanlah kegiatan yang mudah bagi orang dengan tipe kepribadian Penghibur ini.

Mereka lebih tergantung pada keberuntungan atau peluang, atau meminta bantuan dari lingkaran temannya yang luas. Penting bagi Penghibur untuk menantang diri mereka sendiri untuk tetap melacak hal-hal jangka panjang seperti rencana pensiun atau asupan gula – tidak selalu akan ada orang lain yang dapat membantu mengawasi hal seperti ini.

Kepribadian Penghibur mengenali nilai dan kualitas, yang pada dirinya merupakan ciri yang baik. Selain dari kecenderungan mereka menjadi perencana yang buruk, ini dapat menyebabkan mereka hidup melebihi kekayaan mereka, dan kartu kredit sangat berbahaya. Lebih terfokus pada melompat ke peluang daripada merencanakan sasaran jangka panjang, Penghibur mungkin merasa rasa kurang perhatian mereka mengakibatkan sebagian kegiatan menjadi tidak terjangkau.

Penghibur disambut di mana saja ada yang membutuhkan tawa, keriangan, dan rela mencoba sesuatu yang baru dan menyenangkan – dan tidak ada kesenangan yang lebih besar bagi kepribadian Penghibur daripada membawa orang ikut menikmatinya.

Penghibur dapat mengobrol berjam-jam, terkadang dengan segala sesuatu kecuali topik yang memang ingin mereka bicarakan, dan berbagi emosi dengan yang dicintai mereka dalam suka dan duka. Jika mereka dapat ingat untuk mengatur perencanaan mereka, mereka akan selalu siap menyelami semua hal baru dan menarik yang ditawarkan dunia, maka kawan pun berdatangan.

Demikian pembahasan mengenai mengapa seseorang dikatakan kepribadian penghibur. Tidak ada yang dapat membuat orang dengan tipe kepribadian Penghibur merasa sangat tidak bahagia karena menyadari mereka dikekang oleh keadaan, tidak mampu bergabung dengan grup mereka.

Kelebihan & Kekurangan Kepribadian INTJ

Setelah membahas mengenai memahami karakteristik kepribadian INTJ, pada artikel kali ini akan membahas apa saja kelebihan & kekurangan dari kepribadian INTJ, apa saja jenis pekerjaan yang sesuai, siapa saja tokoh dengan kepribadian INTJ.

Introversion, yakni dimensi yang menunjukkan preferensi individu untuk bekerja secara mandiri dan lebih banyak mengisi waktu sendirian. Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk pengisian energi setelah bertemu dengan orang lain. Intuition, dimensi ini menggambarkan individu yang memiliki kecenderungan melihat segala hal dari sudut pandang yang luas atau umum dibanding secara detail pada hal-hal yang kecil.

Thinking, individu yang cenderung pada dimensi thinking tidak terlalu memperhatikan sisi emosional yang sifatnya subjektif sehingga lebih menekankan pada kemampuan logika berdasarkan informasi objektif. Judging, dengan dimensi ini, individu lebih suka dengan segala sesuatu yang teratur dan terencana dan menghindari hal-hal yang mendadak atau kurang pasti.

Kelebihan dan Kekurangan Kepribadian INTJ

Terdapat beberapa kelebihan dan  kekurangan dari orang yang mempunyai kepribadian INTJ, diantaranya yaitu :

Kelebihan 

  • Berpikir secara rasional
  • Menyukai sesuatu yang teoritis dan konsep yang tak berbentuk
  • Mempunyai ekspektasi yang tinggi
  • Pintar dalam mendengarkan
  • Menerima kritik dengan baik
  • Percaya diri
  • Individu yang mandiri
  • Pekerja keras serta ambisius
  • Rasa ingin tau yang tinggi.

Kekurangan

  • Cenderung kaku
  • Terkadang terlalu analitis serta menghakimi
  • Terlalu perfeksionis
  • Terlalu kritis
  • Kurang menyukai pembicaraan terkait emosi
  • Seringkali kali tidak berperasaan atau tidak peka
  • Sulit dalam menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis.

Pekerjaan yang Sesuai untuk Kepribadian INTJ

Seseorang dengan kepribadian INTJ memiliki kekuatan dalam berpikir secara logis dengan analisis dan menerapkannya dalam membentuk taktik atau perencanaan. Berikut ialah beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian INTJ, yaitu :

  • Akuntan
  • Arsitek
  • Analis bisnis
  • Auditor keuangan
  • Insinyur
  • Ilmuwan
  • Desain grafis
  • Dokter
  • Hakim
  • Pakar matematika
  • Peneliti
  • Pengajar
  • Pengacara
  • Penulis Freelance
  • Profesor
  • Progamer
  • Psikolog

Tokoh yang memiliki Kepribadian INTJ

Berikut beberapa tokoh populer di dunia dengan kepribadian INTJ, yaitu :

  • Arnold Schwarzenegger
  • Ellon Musk
  • Christoper Nola
  • Friedrich Nietzsche
  • Hilary Clinton
  • Jane Austen
  • Jay Z
  • John Maynard Keynes
  • Ludwig van Beethoven
  • Stephen Hawking
  • Michelle Obama
  • Sir Isaac Newton
  • Vladimir Putin

Fakta Kepribadian INTJ

Kepribadian INTJ merupakan kepribadian yang unik dengan beberapa fakta yang umumnya terdapat pada individu dengan kepribadian ini, yaitu sebagai berikut :

  • INTP adalah kepribadian dengan jumlah persentase dalam populasi manusia pada semua dunia secara umum  menempati urutan ke-3 terkecil dengan hanya sekitar 2,1% saja.
  • Orang dengan kepribadian ini cocok melakukan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan pemahaman informasi kompleks, umumnya ada pada bidang-bidang ilmiah atau teknis.
  • Berdedikasi tinggi pada setiap kegiatan yang dijalani sehingga selalu menjalani dengan sepenuh hati menyelesaikan apa pun yang telah dimulai.
  • Tak jarang diklaim orang yg sifatnya cuek, dingin, dan  tidak suka  bergaul, namun sebenarnya sangat suka menolong serta sebenarnya peduli juga dengan perasaan orang-orang yang menurutnya dekat.
  • Memiliki pola pikir yang lebih berorientasi di masa yang akan datang daripada masa lampau.

Memahami Karakteristik Kepribadian INTJ

MBTI atau Myer Briggs Type Indicator merupakan salah satu tes yang dapat menunjukkan kepribadian seseorang yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs bersama dengan anaknya yang bernama Isabel Briggs Myers menurut teori kepribadian dari Carl Gustav Jung untuk mengelompokkan kepribadian berdasarkan skala kecenderungan. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai memahami karakteristik dari kepribadian INTJ.

INTJ

Terdapat dimensi Extrovert (E) atau Introversion (I), Sensing (S) atau Intuition (N), Thinking (T) atau Feeling (F), serta Judging (J) atau Perceiving (P) yang dikelompokkan dalam 4 skala kesamaan berbentuk dikotomis atau berlawanan tergantung pada jawaban-jawaban atas pernyataan yang diberikan pada tes MBTI.

Hasilnya, akan ada tipe kepribadian tertentu yang ditunjukkan dengan empat aspek dengan kecenderungan tertentu setelah melakukan tes MBTI. Salah satu hasil dari tes ini ialah kepribadian INTJ.

Memahami Karakteristik Kepribadian INTJ

Apa itu Kepribadian INTJ ?

Kepribadian INTJ terdiri atas introversion, intuition, thinking, serta judging merupakan kepribadian pada seseorang yang lebih introvert dengan kemampuan berfikir intuitif dan cenderung patuh pada hukum.

Selain itu, menurut Very Well Mind, seseorang yang berkepribadian INTJ biasa disebut dengan arsitek atau orang yang penuh seni manajemen. Psikolog bernama David Keirsey memberikan bahwa hanya terdapat sekitar 1-4 % orang didunia yang memiliki tipe kepribadian INTJ.

Jika dijabarkan satu-persatu, kepribadian INTJ bisa dijelaskan menjadi sebagai berikut :

  • Introversion, yakni dimensi yang membagikan preferensi individu untuk bekerja secara mandiri dan  lebih poly mengisi ketika sendirian. Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk pengisian energi sehabis bertemu dengan orang lain.
  • Intuition, dimensi ini mendeskripsikan individu yang memiliki kecenderungan melihat segala hal dari sudut pandang yang luas dibanding secara detail pada hal-hal yang kecil.
  • Thinking, individu yang cenderung pada dimensi thinking tidak terlalu memperhatikan sisi emosional yang sifatnya subjektif sehingga lebih menekankan pada kemampuan nalar sesuai isu objektif.
  • Judging, menggunakan dimensi ini, individu lebih senang dengan segala sesuatu yg teratur serta bersiklus dan menghindari hal-hal yang mendadak atau kurang pasti.

Memahami Karakteristik Kepribadian INTJ

Terdapat beberapa karakteristik khas orang yang mempunyai kepribadian INTJ, yaitu :

  • Orang dengan kepribadian ini lebih menentukan untuk melakukan pekerjaan sendiri dibanding dengan banyak orang sebab kerja tim terasa melelahkan serta menguras banyak energi
  • Melihat segala sesuatu secara menyeluruh atau sesuai gambaran besarnya saja. Selain itu, bisa lebih fokus pada informasi yang tak berbentuk daripada info yang memiliki detail konkrit.
  • Memiliki fokus yang lebih besar pada informasi yang logis dan objektif dibanding emosi yang sifatnya subjektif.
  • Dimensi judging membuat seorang INTJ lebih senang jika segala hal mengenai dirinya terkontrol dan teratur sehingga mereka lebih menekankan pada pembuatan perencanaan dan mereka pun ahli pada hal ini.

Individu yang berkepribadian INTJ sangat unggul dalam penyusunan strategi sesuai analisis untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam jangka pendek sekaligus jangka panjang.

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

Dalam lingkungan kerja, krusial bagi perusahaan untuk memberikan dukungan terhadap menjaga kesehatan mental karyawan sebagai upaya menciptakan budaya kerja yang sehat dan positif. Bagi kebanyakan orang, pekerjaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pekerjaan merupakan tempat dimana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendapatkan penghasilan dan menemukan teman. Oleh karena itu, krusial untuk melindungi kesehatan mental karyawan di kantor.

Manfaat Mendukung Kesehatan Mental 

Dengan manajemen yang baik, dukungan terhadap kesehatan mental karyawan bisa menaikkan produktivitas sampai 12%. Manfaat yang mampu dihasilkan dengan mendukung kesehatan mental karyawan antara lain :

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

‍1. Menaikkan Produktivitas

Penelitian menunjukkan bahwa 86% karyawan yang mendapatkan perawatan untuk depresi mengalami peningkatan kinerja, bahkan dapat mengurangi tingkat ketidakhadiran hingga 40%-60%.

2. Meningkatkan Retensi Karyawan

Dikutip dari The Great X Report dari Michael Page Indonesia, sebanyak 68% karyawan di Indonesia bersedia mengorbankan gaji, insentif, atau promosi untuk menerima kesehatan mental dan kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental harus menjadi prioritas bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya. Perusahaan perlu mendukung semua komponen yang dapat membangun lingkungan pekerjaan yang sehat, seperti : kesehatan fisik, emosional serta mental, serta pengembangan profesional.

3. Menurunkan biaya Perawatan

Menurut National Alliance on Mental Illness, tingkat penyakit kardiovaskular dan metabolisme dua kali lebih tinggi pada orang dewasa dengan penyakit mental yang serius. Dengan menjaga kesehatan mental karyawan bisa berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Semakin karyawan senang di tempat kerja, mereka akan lebih sehat secara fisik, yang tentu berdampak positif pada kinerja perusahaan.

Di Indonesia, kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental telah semakin baik, namun masih banyak yang menganggap kesehatan mental merupakan permasalahan abstrak apabila dibandingkan dengan kesehatan fisik yang lebih mudah diidentifikasi. Padahal faktor-faktor eksternal seperti lingkungan kerja jua dapat memicu terganggunya kesehatan mental seseorang, seperti komunikasi antar rekan kerja yang jelek, tugas yang samar-samar, terbatasnya ruang berekspresi, serta lainnya.

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

‍Mengenai kesehatan mental, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk mendukung kesehatan mental masing-masing pegawainya dengan menciptakan lingkungan kerja yg sehat serta jauh asal faktor-faktor eksternal penyebab terganggunya kesehatan mental. ada beberapa cara yg bisa dilakukan perusahaan buat mendukung kesehatan mental karyawan, antara lain yaitu :

1. Tingkatkan kesadaran Kesehatan Mental di tempat kerja

Merupakan langkah awal untuk mendukung kesehatan mental karyawan pada lingkungan kerja. Dengan menyediakan sumber daya untuk membantu karyawan mengenal lebih dalam mengenai kesehatan mental, serta gosip bagi karyawan yang membutuhkan bantuan, karyawan akan lebih nyaman buat menghubungi manajer atau HR Jika menemui kesulitan yg berimbas di kesehatan mental pada lingkup lingkungan kerja.

‍2. Kompensasi yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Dukungan terhadap kesehatan mental karyawan juga bisa ditunjukkan dengan memastikan tunjangan dan kompensasi yang diberikan perusahaan untuk mendukung kesejahteraan mental karyawan. Perusahaan bisa mempertimbangkan untuk menyampaikan fasilitas seperti :

  • Donasi Perencanaan Keuangan
    Tekanan keuangan bisa mengakibatkan stres bagi karyawan, cara ini dapat membantu karyawan untuk mengatur keuangannya untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Program bonus Karyawan
    Memberikan promo khusus karyawan untuk layanan yang mendukung kegiatan refreshing pada luar pekerjaan, seperti keanggotaan gratis tempat gym, bonus refleksi atau akupuntur.

3. Menawarkan Waktu Kerja Fleksibel

Untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan atau yang disebut work-life balance, HR bisa berkontribusi untuk menciptakan kebijakan jam kerja fleksibel, remote working, dan paid time off (PTO). Keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan pribadi memang terkadang sulit untuk diterapkan, terutama bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab kerja yang tinggi. Namun kontribusi HR dalam menetapkan jadwal yang fleksibel bisa meringankan beban kerja yang dirasakan karyawan. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan kesehatan mental.

4. Mengelola Stres di tempat kerja

Stres di tempat kerja berpengaruh pada produktivitas karyawan yang secara tidak langsung berakibat pada terganggunya usaha perusahaan. Meskipun tidak mungkin menghilangkan stres dalam pekerjaan, Anda dapat membantu karyawan untuk mengelola tekanan kerja secara efektif. Langkah-langkah yang bisa diambil antara lain :

  • Memastikan beban kerja sesuai dengan kompetensi karyawan
  • Meminta manajer untuk bertemu secara rutin dengan karyawan untuk menfasilitasi komunikasi 2 arah yang lancar
  • Tidak memberikan toleransi pada diskriminasi, bullying, tindakan negatif dan ilegal.
  • Memberikan apresiasi terhadap keberhasilan karyawan‍

5. Mengadakan aktivitas yang Mendukung Kesehatan Mental

Kolaborasi antara perusahaan serta HR sangat krusial untuk mengurangi stigma dan mengedukasi tenaga kerja mengenai pentingnya kesehatan mental, yaitu dengan mengadakan atau memberikan pelatihan dukungan kesehatan mental. Pelatihan ini dapat dilakukan secara internal dengan menghadirkan konsultan psikolog profesional untuk menjelaskan kontribusi yang mampu dilakukan HR apabila karyawan mengalami stres di lingkungan kerja.

‍Demikian beberapa manfaat dan upaya yang bisa dilakukan HR untuk menjaga kesehatan mental karyawan di lingkungan kerja.

Menjaga Kesehatan Mental Menurut Yankes

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai menjaga kesehatan mental menurut yankes (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan).

Memiliki beban kerja yang terlalu banyak tentu saja dapat mempengaruhi seseorang. Bukan hanya fisik, tetapi mental juga bisa terpengaruh karena perasaan stres yang muncul sebagai dampak dari beban kerja yang disebut terlalu berat. Stres yang terjadi akibat pekerjaan memang terbilang biasa terjadi.

Namun, apabila terus dibiarkan bisa menimbulkan masalah pada kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Perasaan stres berlebih tidak hanya membentuk emosi negatif, tetapi juga membuat tingkat produktivitas seseorang menjadi lebih rendah dan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan.

Menjaga Kesehatan Mental Menurut Yankes

Menjaga mental untuk tetap prima diharapkan semua orang karena efeknya tidak terlihat berbeda dengan dampak secara fisik. Setiap orang wajib tahu beberapa cara yang efektif untuk menjaga kesehatan mental saat mengalami stres berlebihan di lingkungan kerja.

Sebagai tempat dimana terdapat banyak individu menghabiskan sebagian besar waktunya, perusahaan maupun organisasi perlu memperhatikan kondisi lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental pegawai atau karyawannya.

Menjaga Kesehatan Mental menurut Yankes

Berikut terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pegawai supaya dapat menjaga kesehatan mental pada lingkungan kerja, antara lain sebagai berikut :

1. Menjaga keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi (Work-Life Balance)

Pegawai yang ingin menjaga kesehatan mental agar tetap prima saat bekerja haruslah memastikan keseimbangan antara pekerjaan di kantor dengan kehidupan pribadi. Pastikan buat tidak membawa pulang pekerjaan ke tempat tinggal . Tanpa adanya keseimbangan, produktivitas seorang cenderung menurun serta kerap merasa kelelahan dalam bekerja. Menghabiskan waktu dengan keluarga, berolahraga, melakukan hobi, serta mengerjakan hal yang disukai bisa membantu mengurangi stres yang timbul akibat lingkungan kerja.

2. Mengelola Stres

Stres yang berlebihan tentunya dapat dikurangi bila stres bisa dikelola dengan baik. Berolahraga rutin, makan kuliner yg sehat dan disukasi, serta bersantai artinya salah satu aktivitas yang bisa dilakukan supaya stres tidak menimbulkan persoalan lain yang lebih serius.

3. Penekanan Terhadap Hal yang Positif

Penyakit mental termasuk problem yg dapat mengakibatkan problem berfokus. namun, akibat jelek yg timbul dapat dicegah serta diredam. Cobalah buat penekanan terhadap hal positif serta pastikan orang-orang yang ada disekitar benar-benar mendukung segala hal yg kamu lakukan, serta memberi saran diperlukan.

4. Diskusikan Kesehatan Mental pada kantor

Cobalah buat tidak takut berkata dilema yg bekerjasama dengan stres, depresi, kecemasan, serta penyakit mental lainnya di lingkungan pekerjaan. Setiap orang harus memahami bahwa mungkin saja mengalami perasaan stres yg hiperbola sehingga berakibat buruk bagi kesehatan mental.

Demikian pembahasan artikel mengenai menjaga kesehatan mental menurut Yankes. Semoga teman-teman pembaca dapat terinspirasi untuk terus menjaga kesehatan mental teman-teman.

Mental Health First Aid

Setelah membahas pentingnya mental health awareness, pada artikel kali ini akan membahas mengenai mental health first aid. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung seluruh karyawannya, termasuk mereka yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan perlu memastikan bahwa karyawan tersebut merasa mendapatkan dukungan, bantuan, dan tak mendapatkan diskriminasi dari perusahaan, atasan, dan para koleganya. Menurut data dan studi yang ada, karyawan yang mendapatkan dukungan tersebut cenderung mempunyai pemulihan yang lebih cepat dan baik, serta dapat kembali bekerja dengan produktif kembali.

Dukungan Perusahaan Terhadap Gangguan Mental

Beberapa bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh perusahaan terhadap karyawannya yang mengalami gangguan mental diantaranya ialah memberikan cuti untuk memulihkan kesehatan mentalnya, membantu mencarikan bantuan profesional atau fasilitas perawatan yang diperlukan, menunjukkan working arrangement yang fleksibel, menunjukkan untuk memediasi jika karyawan mempunyai konflik di lingkungan kerja, serta membantu memfasilitasi komunikasi karyawan dengan atasan atau koleganya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah mengadakan edukasi dan sosialisasi terkait mental health awareness kepada para karyawan, sehingga karyawan dapat mengenali pertanda dan tanda-tanda bila dirinya mengalami gangguan mental, serta karyawan tidak perlu merasa khawatir akan potensi diskriminasi dari lingkungan kerjanya bila dirinya menyatakan mengalami gangguan mental.

Pada akhirnya, karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut akan merasa bahwa perusahaan tempatnya bekerja memiliki genuine care pada kesehatan karyawan secara keseluruhan. Para karyawan pun akan lebih produktif serta all-out dalam melaksanakan pekerjaannya.

Mental Health First Aid

Kuswardani Susari Putri, M.Si.,Psikolog menguraikan tentang memberikan Pertolongan Pertama Kesehatan Mental bagi setiap individu yang membutuhkan. Mental Health First Aid merupakan salah satu penanganan paling dini untuk membantu orang-orang disekitar kita yang mengalami masalah terkait gangguan kesehatan mental.

Mental Health First Aid juga sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan mental dan meningkatkan sikap mendukung terhadap individu dengan masalah kesehatan mental. Terdapat beberapa gangguan kesehatan jiwa seperti : depresi, psikotik, penyalahgunaan obat, gangguan makan, dan demensia. Dan kondisi kritis kesehatan jiwa seperti : risiko bunuh diri, mencederai diri, serangan panik, atau pengalaman yang menyebabkan stress berat.

Mental Health First Aid memberikan setiap individu keterampilan serta rencana tindakan, sehingga tahu apa yang harus dilakukan pada setiap situasi. Rencana tindakan Mental Health First Aid tersebut dikenal dengan ALGEE, adalah rencana tindakan langkah demi langkah yang dipergunakan saat menyampaikan dukungan kepada seorang yang mungkin mengalami situasi yang menyusahkan.

ALGEE

A – Approach
Nilai risiko bunuh diri atau bahaya. Mencoba untuk menemukan waktu atau tempat yang cocok untuk memulai dialog dengan orang tersebut, dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan mereka. Apabila orang tersebut tidak ingin menceritakan masalahnya, dorong mereka untuk berbicara dengan seseorang yang mereka percayai.

L – Listen non judgmentally
Banyak orang yang mengalami tantangan atau kesusahan apabila ingin didengar terlebih dahulu, jadi biarkan orang itu berbagi tanpa menghambat mereka. Cobalah untuk mempunyai empati terhadap situasi mereka.

G – Give reassurance and information
Setelah seseorang berbagi pengalaman serta emosinya, bersiaplah untuk memberikan harapan dan fakta yang bermanfaat.

E – Encourage appropriate professional help
Semakin dini seseorang menerima bantuan, semakin baik peluang mereka untuk sembuh. Jadi, penting untuk memberikan bantuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai pilihan yang tersedia bagi mereka.

E – Encourage self-help and other support strategies
Ini termasuk membantu untuk mengidentifikasi hubungan jaringan dukungan mereka, acara dalam komunitas, dan membuat rencana perawatan emosional diri dan fisik yang dipersonalisasikan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana pentingnya mental health awareness di lingkungan kerja. Mental health atau kesehatan mental adalah segala kondisi yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, serta sosial. Hal tersebut yang mensugesti cara seorang berpikir, merasa serta bertindak.

Kesehatan mental juga menentukan cara seseorang dalam menangani stres, menghadapi orang lain, serta menentukan pilihan. Kesehatan mental adalah salah satu hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Individu yang dinilai sehat secara mental tidak semata-mata orang yang bebas dari gangguan jiwa.

Pentingnya Mental Health Awareness

Individu yang Sehat

Menurut World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa individu yang sehat secara mental artinya individu yang bisa menyadari setiap potensi yang ia miliki, mampu mengelola stres yang masuk akal, bisa bekerja secara produktif, serta mampu berperan dalam komunitasnya. Oleh sebab itu, kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pada kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu untuk bekerja. Bagi kita yang bekerja menjadi pegawai perkantoran, kita menghabiskan setidaknya sebesar 8 jam dalam satu hari untuk bekerja, dan dilakukan selama 5 hari dalam satu minggu. Bekerja sudah menjadi salah satu dari prioritas utama dalam kehidupan kita, karena memang dri pekerjaan itulah kita mendapatkan penghasilan serta penghidupan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Dalam dunia pekerjaan, tentu kita akan menghadapi situasi up and down. Saat berada di pada kondisi up, kita akan merasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan bisa memberikan kesejahteraan, kepuasan, kebahagiaan, bahkan dapat membuat kita merasa mencapai aktualisasi diri.

Meskipun demikian, tidak jarang kita akan berada dalam kondisi down, misalnya saat kita menghadapi deadline¸ menghadapi tekanan dari atasan atau klien, atau mempunyai rekan kerja yang ‘tidak bersahabat’. Perasaan overwhelmed yang berkelanjutan bisa menghasilkan pekerjaan kita menjadi hal yang korosif bagi kesehatan kita, baik kesehatan fisik maupun mental.

Gangguan mental pada lingkungan kerja sayangnya masih acapkali disebut sebagai sesuatu yang kurang penting, serta bukan bagian dari gangguan kesehatan. Karyawan yang mengalami gangguan mental seringkali kali disebut sebagai orang yang ‘suka mencari perhatian’ atau orang yang ‘lebay’. Stigma itulah yang mengakibatkan orang enggan untuk menceritakan bahwa dirinya mengalami gangguan mental.

Akibat dari Gangguan Mental

Terdapat beberapa akibat dari gangguan kesehatan mental yang tidak kalah besar apabila dibandingkan dengan dampak akibat gangguan kesehatan fisik, dimana, gangguan mental pada karyawan dapat mensugesti performa kerjanya, kapabilitas, produktivitas, dan rekanan dari karyawan tersebut dengan para koleganya.

Selain itu, berdasarkan studi yang ada, karyawan yang mengalami gangguan mental cenderung lebih mungkin menderita gangguan kesehatan fisik, seperti diantaranya nyeri otot, tulang, dan sendi, gangguan pencernaan, gangguan jantung, gangguan pernafasan, gangguan sistem imun, serta beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Kurangnya cakupan perawatan bagi penderita gangguan mental disinyalir diakibatkan oleh adanya stigma negatif akan gangguan mental dan penderitanya, yang secara tidak langsung turut mengakibatkan rendahnya minat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menyediakan perawatan bagi penderita gangguan mental.

Pentingnya Mental Health Awareness di Lingkungan Kerja

Manajemen perusahaan yang baik yang awareness terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja pada hakikatnya akan mempertinggi kesejahteraan dan produktivitas karyawan pada perusahaan tadi. Sesuai studi yang ada, karyawan dengan kesehatan mental yang baik mempunyai taraf produktivitas sebesar 12 – 15% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan karyawan yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan yang memiliki prinsip pentingnya mental health awareness yang baik akan membentuk para karyawannya merasa lebih aman dan nyaman ketika bekerja. Mereka cenderung untuk lebih berani berpendapat, berpikir serta berasional lebih baik, memiliki penekanan kerja yang lebih baik, dan lebih berani untuk mengambil keputusan.

 

Jenis Pekerjaan Kepribadian INFJ

Setelah mengetahui pengertian kepribadian INJF, pada artikel kali ini akan membahas mengenai jenis pekerjaan kepribadian INFJ.

INFJ

INFJ adalah singkatan dari introversion, intuition, feeling dan judging. Introversion berarti memiliki kepribadian introvert atau yang senang menghabiskan waktunya sendirian. Sementara intuition (intuisi) artinya berfokus pada ide dan konsep (intuitive). Adapun feeling berarti orang yang membuat keputusan berdasarkan emosi dan nilai, sedangkan judging artinya lebih suka sesuatu yang direncanakan dan diatur.

Orang dengan kepribadian ini memiliki kemampuan untuk membaca dan memahami emosi orang lain. Oleh karena itu, orang dengan tipe kepribadian ini sering mendapat julukan The Advocate. Karena seorang advokat seringkali dapat memahami emosi orang lain dengan lebih baik daripada emosinya sendiri.

Kemampuannya inilah yang menjadikan ia tampak ekstrovert pada suatu waktu. Ia tampak pandai berinteraksi dengan orang lain, terutama yang dekat dan terhubung secara emosional. Meski demikian, ia cenderung sangat tertutup ketika harus berbagi mengenai dirinya kepada orang lain.

Selain itu, orang dengan kepribadian ini selalu menangani berbagai hal dengan menggunakan perasaannya, sehingga banyak orang melihatnya sebagai pribadi yang lemah lembut dan perhatian. Namun, ia justru melihat dirinya sebagai individu yang sangat intutif dan kompleks. Ia dikenal sebagai orang yang kreatif dengan kemampuan komunikasi yang baik dan kuat. Kemampuannya inilah yang kerap membuat ia bisa menjadi pemimpin yang baik, meski cenderung bersikap pendiam dan sensitif.

Jenis Pekerjaan Kepribadian INFJ

Jenis Pekerjaan untuk Kepribadian INFJ

Seseorang dengan kepribadian INFJ cenderung senang belajar, terutama mengenai manusia, masyarakat, dan seni. Ia pun lebih suka mempelajari mata pelajaran yang melibatkan teori dan ide abstrak daripada fakta dan informasi yang konkret.

Di sekolah, seseorang dengan kepribadian ini biasanya berprestasi tinggi dan kerap mendapat nilai akademis yang bagus. Ini bisa diraih karena sifat perfeksionis dan upaya kerja kerasnya dalam bidang akademis.

Pada bidang karir, ia cenderung menentukan pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk menggunakan kreativitas, komunikasi lisan dan tertulis yang kuat, visi kemanusiaan, serta kemampuannya untuk membentuk serta menjaga korelasi harmonis. Biasanya, pekerjaan yang dipilih berada di bidang seni karena terdapat kesamaan untuk dapat menggunakan kreativitasnya.

Meski demikian, bidang sains juga kadang dipilih karena ia memiliki kesempatan untuk menggunakan intuisinya dalam memecahkan masalah. Tidak hanya itu, pekerjaan yang berorientasi pada layanan, termasuk advokat atau pengacara juga sangat cocok dengan tipe kepribadian ini.

Selain itu, beberapa jenis pekerjaan lain yang juga cocok untuk kepribadian INFJ adalah :

  • Aktor
  • Penulis
  • Guru
  • Fotografer
  • Pengusaha
  • Musisi
  • Desainer
  • Pustakawan
  • Pekerja sosial
  • Pelatih
  • Psikolog atau terapis
  • Arsitek
  • Dokter