Jenis Pekerjaan untuk Ekstrovert

Setelah membahas mengenai apa itu kepribadian ekstrovert dan bagaimana keistimewaan dan kelemahan dari jenis kepribadian ini, kali ini kita akan membahas beberapa jenis pekerjaan yang sesuai untuk kepribadian ekstrovert.

Seperti yang kita ketahui, kepribadian ekstrovert cenderung menyukai bergaul, banyak bicara, mencari koneksi baru, percaya diri, dan ramah. Mungkin pekerjaan-pekerjaan dibawah ini akan cocok dengan kepribadian ekstrovert, karena dapat lebih mengarah pada kolaborasi untuk mencapai hubungan yang baik. Berikut ini pekerjaan-pekerjaan tersebut :

Jenis Pekerjaan untuk Ekstrovert

Advokat (pengacara)

Seorang advokat tidak hanya menghabiskan waktunya ketika berada di ruang sidang. Mereka bekerja untuk menyampaikan solusi terbaik pada klien, hakim dan kolega, menyelidiki masalah hukum, mengumpulkan bukti, serta menyusun dokumen aturan. Maka dari itu advokat harus sering berkomunikasi secara intensif bersama klien.

Bimbingan Konseling

Pembimbingan konseling ini sangat cocok untuk ekstrovert yang suka menjabarkan dan memberi arahan kepada peserta didik dan orang tua berkaitan dengan persoalan kesehatan, keuangan, psikologis yg akan mempengaruhi kemajuan klien.
Konselor terbaik biasanya memiliki sifat ekstrovert, termasuk kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berempati dengan problem klien, serta memecahkan persoalan yg kompleks melalui diskusi.

Pengajar Bahasa Asing

Seiring makin majunya perkembangan teknologi, semakin melek peluang masa depan dan pastinya dalam memahami bahasa baru. Profesi pengajar bahasa dan sastra asing mengajari berbagai macam kursus, dari kursus pengantar bahasa hingga kursus lanjutan dalam sejarah serta budaya sastra.
Bahasa yang umum untuk pengajaran bahasa serta sastra asing selain bahasa Inggris yaitu bahasa Prancis dan Spanyol, dengan permintaan yg semakin tinggi akan pendalaman bahasa yaitu Bahasa Cina dan Arab. Karier ini ideal untuk orang-orang yang ramah serta percaya diri dengan kecintaan di bahasa serta sastra.

Dokter hewan

Dokter hewan merupakan dokter yang memberikan perawatan kesehatan pada binatang peliharaan, hewan kebun binatang dan hewan agraria. Pekerjaan ini umumnya menangani hewan peliharaan di klinik hewan tempat mereka mendiagnosa serta menangani masalah medis.

Kandidat dokter hewan harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat serta empati, pola pikir yang berorientasi di detail, rasa akuntabilitas yg berdikari, serta kasih sayang yang mendalam terhadap hewan serta pemiliknya.

Psikiater

Psikiater artinya dokter spesialis dalam mendiagnosis, mencegah, menelaah, dan mengobati gangguan mental, emosional, atau perilaku psikologi. Seorang psikiater juga harus mampu sebagai pendengar serta komunikator yang sangat baik serta mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan beragam sifat orang yang tidak mampu kita tebak. Mungkin ini akan menjadi sebuah tantangan bagi ekstrovert. Tugas sehari-hari psikiater termasuk menganalisis data pasien dan mendiagnosis sifat dan taraf gangguan dan meresepkan, mengarahkan, dan memberikan perawatan.

Presenter/Pembawa program

Tidak hanya di televisi, tetapi pembawa acara acapkali terlihat di berbagai event formal/non formal yang sangat penting karena beliau memimpin berjalannya acara dengan menyampaikan struktur acara yang terkadang diselingi menggunakan lelucon ringan, seringnya lelucon ini terbawa berasal alam bawah sadar berasal seorang ekstrovert.

Customer Service

Mengungkapkan informasi perihal perusahaan dan menjawab pertanyaan para pelanggan, dimana setiap harinya selalu bertemu dengan orang baru, untuk menjawab, memecahkan masalah, membentuk masukan, kritik dan saran dari  para pelanggan. Customer service sangat mengandalkan kepribadian ekstrovert dengan bertemu banyak orang, aktif melakukan pemasaran produk dengan penuh semangat.

Public Relation

Hubungan masyarakat ini berperan sebagai jembatan komunikasi dengan menciptakan dan memelihara korelasi yang baik antara atasan dengan klien mereka. Pekerjaan sehari-hari mereka termasuk mengkoordinasikan dan mengembangkan seni manajemen pemasaran, mengarahkan media sosial, menganggarkan uang, dan mengevaluasi peluang kemitraan dengan cara berkomunikasi dengan baik.

Koreografer

Koreografer umumnya melatih asisten dan mengajarkan aransemen pertunjukan mereka kepada penari lain. Sebagai koreografer wajib menjalin komunikasi yang erat dengan pengarah adegan dan staf produksi lainnya. Aktualisasi diri fisik luar berasal dari tarian serta elemen sosial yang lain. Banyak kepribadian ekstrovert membangun seni gerak yang aktif.

Pemandu wisata

Bila ingin jalan-jalan, serta senang momen sejarah ini ialah alasan untuk bergabung menjadi pemandu wisata. Pemandu wisata bekerja mendampingi dan menyampaikan informasi sejarah yang dapat kamu pelajari dengan pengemasan yang unik. Oleh karena itu, mengasah komunikasi bagi seorang ekstrovert sangat menjadi nilai tambah untuk mencari pengetahuan yang lebih baik lagi.

Demikian beberapa jenis pekerjaan yang cocok untuk seseorang yang dominan kepribadian ekstrovert. Tenang, masih ada berbagai pekerjaan yang mampu dilakukan, karena ekstrovert lebih fleksibel serta mudah untuk meningkatkan pandangan baru baru serta menjadikan suatu motivasi untuk terus mengembangkan kelebihan yang dimiliki.

Keistimewaan dan Kelemahan Ekstrovert

Keistimewaan dan Kelemahan Ekstrovert

Setelah kita mengetahui apa itu kepribadian ekstrovert, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai beberapa keistimewaan dan kelemahan kepribadian ekstrovert.

Dalam kepribadian seseorang selalu terdapat keistimewaan dan kelemahan. Tidak ada kepribadian seseorang yang sempurna. Kita akan membahas keistimewaan kepribadian ekstrovert terlebih dahulu.

Keistimewaan Kepribadian Ekstrovert

Terdapat banyak kelebihan kepribadian ekstrovert, diantaranya yaitu :

Berpikiran Terbuka

Ekstrovert sangat terbuka untuk saling bertukar pendapat perihal apapun, oleh sebab itu ia tidak pernah kehabisan topik karena setiap pendapat selalu menjadi pertanyaan yang berkembang dan menerima kritik serta saran dari semua orang. Serta keterbukaan ini menjadikan dirinya seseorang yang penuh keramahan meskipun hanya pertama kali bertemu.

Memandang Orang lain sebagai sumber ide

Karena sangat suka berbicara dengan orang disekitar, terkadang orang yang tidak kenal saat berada disuatu daerah pun diajak bicara, tanpa sadar mungkin ketika berjalan seperti 5 menit padahal sudah berbicara 1 jam. Memiliki rasa penasaran yg tinggi, sampai tidak menyadari berbicara hingga ke banyak sekali topik pembahasan lainnya, dan terkadang pemikiran ekstrovert membuahkan orang-orang tadi sebagai pembawa ide.

Menghibur Orang Lain

Mendadak menjadi seseorang yang menghibur saat kehabisan topik ialah bukan hal yg sulit untuk ekstrovert. Sebab ia acapkali berkumpul dengan orang-orang yang mungkin mempunyai selera humor yang sama, terkadang ekstrovert sangat kreatif untuk berbagi “jokes” yang membuat orang lain menjadi terhibur.

Memperluas Pertemanan

Salah satu jalan keluar dari terlalu banyak menyendiri ialah berinteraksi dengan orang-orang yang akan membuatnya lebih merasa lega, meskipun dia berbicara dengan orang yang tidak dikenal, dan merasa mendapatkan tenaga saat berkumpul dengan orang-orang. Sebab “charge” seseorang ekstrovert itu saat berkumpul.

Menjadi Komunikator Emosional

Seseorang ekstrovert bisa menjadi logis dan rasional, tetapi ia juga cenderung berkomunikasi dengan cara yang lebih emosional & intens. Salah satu kelebihan inilah yang menjadi nilai tambah untuk seorang ekstrovert dengan karir yang lebih baik, mampu bernegosiasi secara santai tetapi pasti. Terkadang banyak pikiran lawan bicara bahwa dia menyampaikan ucapan yang berkesan, padahal ekstrovert ini tidak berniat memberi kesan.

Kelemahan Kepribadian Ekstrovert

Selain keistimewaan, kepribadian ekstrovert juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya yaitu :

Sulit Menjaga Ucapan

Apapun yang ada dipikiran seorang ekstrovert akan terus diucapkan. Bila dia belum puas mengatakan kejujuran yang konkret, maupun wacana kebaikan atau keburukan. Relatif sulit bagi seorang ekstrovert untuk menyaring perkataan tersebut, yang seringkali tidak menyadari bahwa apa yang diucapkan sebagai sebuah kasus kecil bisa menjadi persoalan besar.

Tak jarang Ingin Dipuji

Jika anda mengenal seorang ekstrovert, kalian pasti memahami bahwa mereka suka dipuji didepan umum. Sebab ia merasa lebih dihargai, serta mungkin sebagian orang berpikir bahwa ia suka “pamer” dalam hal apapun. Tetapi sebenarnya yang mereka rasakan merupakan bangga terhadap diri sendiri. Orang ekstrovert tidak takut dengan penilai sifat buruknya, terkadang ia tidak peduli pada pola pikir orang yang iri. Yang penting ia mendapatkan pujian, meski dinilai jelek oleh temannya.

Cepat Bosan

Ekstrovert acapkali kali menyukai hal baru, namun tidak akan lama. Seringnya, hanya beberapa waktu saja dan cepat berubah ke hal yang baru lainnya. Bagi orang lain mungkin melihat seorang ekstrovert  terlihat tidak mempunyai jadwal yg teratur, melakukan beragam hal dengan spontan, tetapi alasan itu karena mereka selalu mencari tantangan baru.

Menyukai masalah Baru

Sebenarnya ekstrovert suka bersuara keras (vocal) dan bangga menggunakan apapun yang ia lakukan mau itu baik ataupun jelek. Memang “keras ketua”, namun disisi lain ekstrovert itu senang dengan duduk perkara untuk  menemukan solusi baru. Dan cara ini dapat membantu dia untuk memecahkan problem menggunakan cara yang positif, seperti : waktu awal dia akan melampiaskan duduk perkara kepada orang-orang dengan lantang, lalu mencoba mulai diskusi mencari solusi dengan orang lain, dan terakhir dia akan memilih/meminta nasihat maupun saran untuk  mengambil keputusan yang tepat. Karena, seorang ekstrovert ketika ia mengatakan apa yang mengganjal pada hatinya, akan merasa lebih lega.

Berbohong / Melebih-lebihkan Cerita

Semua orang pernah berbohong baik sengaja maupun tidak, seorang ekstrovert mungkin lebih sering melebih-lebihkan masalah sehingga akibatnya pesan awal yang seharusnya “A” terkadang tidak tersampaikan sebagaimana mestinya, terdapat perbedaan penyampaian. Karena kelebihannya yang banyak bicara terkadang egois serta ingin menang sendiri.

 

Demikian pembahasan mengenai keistimewaan dan kelemahan dari kepribadian ekstrovert. Kepribadian ekstrovert merupakan orang yang luar baisa, memiliki sifat ramah, mudah bergaul dengan orang lain, memiliki sikap percaya diri yang tinggi, meskipun tak jarang memiliki kelemahan dalam kepribadiannya.

Mencari Tahu Kepribadian Ekstrovert

Artikel kali ini akan membahas mengenai mencari tahu apa itu kepribadian ekstrovert, karena kepribadian ini dimiliki oleh masing-masing individu.

Sifat, ciri, dan kepribadian setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Semakin berkembangnya zaman, beberapa psikolog meneliti perihal kepribadian dengan cara memahami sikap manusia.

Salah satunya adalah pencetus psikologi analitis yaitu Carl Gustav Jung, atau yang lebih akrab dengan panggilan Carl Jung. Dia mendefinisikan kepribadian artinya keseluruhan akan perasaan, pemikiran dan tingkah laku baik sadar maupun tidak.

Mencari Tahu Kepribadian Ekstrovert

Carl Jung mengelompokan kepribadian menjadi 2 yaitu, Introvert dan Ekstrovert.

Sebagaimana pemikiran Carl Jung, Ekstrovert merupakan kepribadian yang lebih cenderung menikmati ruang bebas yang aktif dengan cara berteman dan senang berbicara dengan orang sekitarnya, sebab itu sifat ekstrovert lebih membuka diri serta aktif dalam situasi sosial.

Ciri-ciri Kepribadian Ekstrovert

Banyak hal yg disukai oleh seorang ekstrovert, karena ia sangat berperan aktif di lingkungan masyarakat dengan sifat luwes dan percaya diri. Terdapat beberapa ciri-ciri kepribadian ekstrovert :

  • Senang keramaian & banyak teman
    Ketika bertemu dengan orang, seorang ekstrovert akan sangat antusias dan berbicara dengan santai tanpa memikirkan apa yang menjadi topik pembicaraan.
  • Senang berbicara
    Mengobrol ialah kewajiban seorang ekstrovert, tidak akan pernah habis ide obrolan menyenangkan dengannya. Terkadang rasa penasarannya melewati rasa percaya diri diselingi humor. Kebanyakan ekstrovert memiliki sifat humoris, pandai berteman, cepat adaptasi menyesuaikan diri dilingkungan baru.
  • Ramah & optimis
    Selalu ramah kepada siapapun, merasa sangat senang hatinya jika ada yang menemani. Pikiran terbuka yang tak jarang mengawali keramahan kepada orang yang baru dikenal, dan terkadang teman baru tersebut bisa saja menjadi teman yang berkualitas.
    Pemikirannya serta pembicaraannya yg selalu optimis untuk meyakinkan diri dalam melihat suatu kasus, meskipun tidak memahami alur kedepannya seperti apa.
  • Aktif mengikuti kegiatan
    Tidak aneh rasanya jika seorang ekstrovert mengikuti kegiatan sosial, sebab kehidupan yang ia rasa mendukung adalah hidup dalam keramaian.
  • Senang menjadi pusat perhatian
    Seorang ekstrovert merasa senang jika menjadi pusat perhatian, tidak heran jika publik figur kebanyakan mempunyai kepribadian ekstrovert, meskipun tak semuanya.
  • Cenderung cepat mengambil keputusan
    Sudah sangat jelas ekstrovert lebih banyak berbicara, terkadang ketika mengambil keputusan pun dia asal jawab sebelum dipikirkan jawaban yang terbaik, dan dia tidak takut untuk mengambil resiko yang dia pilih, karena resiko ialah menjadi tantangan yg harus dihadapi di situasi apapun.
  • Percaya diri
    Sangat mudah untuk percaya diri, sebab ekstrovert lebih sering bergerak pada dunia sosial yang penuh keramaian dan perhatian, jarang sekali merasa cemas saat dimanapun berada. Kelebihan ini akan mempermudah dalam membuka koneksi baru sesama ekstrovert.

Hal Apa yang Berpengaruh pada Ekstrovert?

Sebagai kepribadian ekstrovert, dia seringkali tertarik pada aktivitas aktif dan banyak bergerak seperti olahraga, ada waktu luang, serta faktor fisik yang mampu menarik orang lain (ketenaran). Ekstrovert seringkali dikaitkan dengan keterampilan komunikasi, ambisi, keinginan, serta banyak bicara yang akan sangat berperan aktif pada dirinya. Di sisi lain, orang dengan kepribadian ekstrovert memiliki kekurangan dalam hal menimbang keputusan.

 

Demikian pembahasan mengenai mencari tahu apa itu kepribadian ekstrovert, bagaimana ciri-ciri dan hal-hal yang berpengaruh pada kepribadian ekstrovert.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Artikel kali ini akan membahas mengenai cara menjaga kesehatan mental dan bagaimana dampak dari menjaga kesehatan mental tersebut untuk diri kita sendiri.

Pentingnya menjaga kesehatan mental perlu diketahui sejak dini. Seseorang dengan mental sehat akan berpengaruh pula pada kondisi fisik juga kualitas hidup. Ketika seseorang sejahtera secara psikologis, sosial maupun emosional, maka bisa dikatakan bahwa individu tersebut memiliki mental yang sehat.

Mental yang sehat juga merupakan cikal bakal bagi diri kita untuk terus berkembang. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya kesehatan mental. Ingin tau lebih lanjut mengenai kesehatan mental? Yuk simak terus penjelasan berikut.

1. Penyakit Mental Psikotik

Penyakit mental psikotik yang menyerang seseorang akan menyebabkan orang tersebut sulit membedakan realita dimana individu tersebut akan merasakan halusinasi dan delusi. Beberapa penyakit mental psikotik contohnya gangguan bipolar, depresi berat dengan gejala psikotik, gangguan waham dan juga skizofrenia.

2. Penyakit Mental Non Psikotik

Penyakit mental non psikotik dipicu oleh stress dan juga trauma. Penderita penyakit mental non psikotik akan mengalami gangguan realita dimana mereka memiliki pola pikir yang tidak seharusnya dimiliki. Contoh dari penyakit mental non psikotik ini misalnya depresi, gangguan kepribadian antisosial, gangguan kecemasan umum, serangan panik, fobia, dan juga Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Seseorang bisa dikatakan sehat secara mental jika mampu bekerja dengan produktif, mengelola stres dengan baik, dan berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya. Untuk menjaga kesehatan mental, berikut beberapa cara menjaga kesehatan mental yang bisa Anda coba :

Kelola stres dengan baik

Stres adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga Anda tidak mungkin menghindarinya. Namun, Anda bisa belajar untuk mengelola stres dengan baik, misalnya menonton film, mendengarkan musik, berjalan santai di luar ruangan, dan menulis jurnal. Mengelola stres dengan baik dapat membuat pikiran Anda lebih tenang dan bisa melihat hidup dengan lebih positif. Dengan demikian, stres yang Anda alami bisa mereda.

Akui perasaan dan emosi negatif

Memiliki berbagai emosi, seperti marah, sedih, atau kecewa, adalah hal yang wajar. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengenali dan mengakui perasaan tersebut. Jika Anda sudah mengenali dan mengakui semua emosi negatif yang dialami, Anda bisa meredakannya dengan cara positif, seperti meditasi. Hal ini bertujuan agar emosi dan perasaan negatif tidak berlarut-larut dan membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda.

Tetapkan tujuan yang realistis

Cara menjaga kesehatan mental berikutnya adalah menetapkan tujuan dan target, sehingga membuat hidup Anda lebih terarah dan dapat membantu menjaga kesehatan mental. Agar lebih mudah, Anda bisa mulai menuliskan target dan tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, tulis secara realistis dan sesuaikan dengan waktu dan kemampuan yang Anda miliki.

Cintai tubuh anda sendiri

Saat Anda merawat dan menjaga kesehatan tubuh, itu berarti Anda juga sedang menjaga kesehatan mental. Pastikan Anda tidur yang cukup dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, nasi, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan hindari kebiasaan buruk, seperti minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Memelihara hubungan baik dengan orang lain

Orang yang memiliki hubungan sosial yang baik terbukti lebih mampu mengelola stres dan menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Oleh karena itu, luangkan waktu bersama orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman-teman. Selain itu, Anda juga bisa mencoba kegiatan baru agar memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru.

Membantu orang lain

Membantu orang lain juga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan mental lainnya. Hal ini dikarenakan membantu orang lain tidak hanya bermanfaat untuk orang yang Anda bantu, namun juga bermanfaat untuk diri sendiri. Selain itu, membantu orang lain juga dapat membuat Anda merasa bermanfaat dalam hidup dan menghindarkan dari rasa kesepian, yang pada akhirnya dapat membantu menjaga kesehatan mental Anda.

 

Demikian cara menjaga kesehatan mental, bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika Anda merasa kesulitan menerapkan hal-hal tersebut atau mengalami gejala gangguan mental yang sulit untuk dihadapi sendiri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan mental Anda.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial untuk mendukung pola berfikir dan pandangan bagi generasi milenial. Dampak positif dari membaca buku yang paling dasar adalah menambah pengetahuan. ‘Buku adalah jendela dunia’ merupakan suatu frasa yang sering kita dengar karena dengan membaca buku, imajinasi menjadi terbuka, pikiran menjadi berkelana, dan hal tersebut tentu saja memberikan hasil yang positif untuk meningkatkan kreativitas.

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Jika kamu tertarik untuk mencoba mengisi waktu luang dengan membaca buku, kamu bisa membaca buku tentang generasi milenial untuk mencari inspirasi dalam menjalani hidup. Dilansir dari Kompas, dalam hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 disebutkan bahwa generasi Z dan milenial mendominasi komposisi penduduk Indonesia pada saat ini. Buat kamu yang termasuk ke dalam generasi milenial tentunya saat ini sedang dalam masa produktif. Jadi, kamu setiap hari pasti disibukkan dengan bekerja dan menghadapi berbagai permasalahan orang dewasa lainnya.

Dalam artikel kali ini akan merekomendasikan beberapa buku tentang generasi milenial yang bisa kamu jadikan bacaan untuk mencari inspirasi.

Generasi Langgas : Millennials Indonesia (2016, Yoris Sebastian)

Rekomendasi Buku bagi Generasi Milenial

Buku ini bercerita tentang generasi muda Indonesia yang lahir di antara tahun 1980-2000, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan generasi millennials. Generasi inilah yang menentukan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya.

Pola perilaku millennials yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, baik di lingkup pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, sering kali diberi cap kurang baik, seperti generasi instan, generasi copas, hingga generasi nggak mau susah.

Buku ini mencoba untuk memberikan pandangan berbeda bahwa generasi millennials bisa menjadi generasi terbaik yang dimiliki Indonesia jika mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman sesama millennials.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (2016, Mark Manson)

Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson melalui blog nya yang sangat populer telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren di dalam buku hebat ini.Argumennya, : tidak semua orang bisa menjadi luar biasa–ada para pemenang dan pecundang di masyarakat dan beberapa diantaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda.

Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya. Inilah sumber kekuatan yang paling nyata. Tepat saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan dan ketidakpastian – tepat saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan, saat itulah kita mulai menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang selama ini kita cari dengan sekuat tenaga.

Filosofi Teras (2018, Henry Manampiring)

Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, atau filosofi teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, filosofi teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan generasi milenial dan gen-z masa kini.

Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life (2016, Francesc Miralles dan Hector Garcia)

Buku tentang generasi milenial yang satu ini memuat tentang filosofi Jepang yang disebut dengan Ikigai. Secara harfiah Ikigai berarti nilai kehidupan. Memang dalam buku ini pembaca akan diajak untuk mencari tahu rahasia yang dimiliki oleh orang Jepang yang selalu bahagia dan berumur panjang. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang Jepang untuk menjalani kehidupan yang bisa membuat mereka berumur panjang. Misalnya dari memilih makanan, olahraga, serta gaya hidup sehat lainnya.

Selain itu, dalam Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life juga dijelaskan bahwa setiap orang memiliki nilai kehidupan yang berbeda-beda. Jadi, buku ini bisa membantumu mengetahui seperti makna kehidupanmu. Kemudian, kamu juga lebih paham seperti apa cara menjalani kehidupan yang sebaik-baiknya demi hidup yang lebih bahagia.

Generasi Eksplorasi (2019, IDN Times)

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah isinya disusun berdasarkan survei yang langsung dilakukan oleh tim IDN Times.
Generasi millennial adalah generasi yang sedang dalam fase eksplorasi mencari jati diri. Dikenal boros, namun mereka rela bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Merekalah pelukis wajah Indonesia 20-30 tahun ke depan. Apa yang mereka sukai? Nilai apa yang mereka percayai? Bagaimana sikap mereka terhadap politik? Apa yang mereka lakukan ketika sedang online? Buku ini, yang diangkat dari survei, menjawab semua itu. Juga pertanyaan-pertanyaan lain seputar generasi millennial Indonesia.

Demikian beberapa rekomendasi buku bagi generasi milenial, semoga rekomendasi buku di atas bisa membantu para generasi milenial untuk mendapatkan inspirasi sehingga bisa menjadi manusia yang lebih semangat dan lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Artikel kali ini akan membahas mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca merupakan jendela dunia, karena dengan membaca akan  mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan.

Jika melihat dari kehidupan sehari-hari—dan melihat informasi di internet—memang sudah kita ketahui bahwa generasi milenial ini merupakan generasi yang banyak berinteraksi dengan media elektronik. Sehingga mungkin akan terkesan aneh apabila ada generasi milenial yang membaca menggunakan media cetak—entah itu buku, majalah, ataupun koran.

Bagi yang suka membaca buku, pasti pernah mendapat komentar dari teman atau saudara “ih rajin banget”. Padahal buku yang kita baca bisa saja hanya buku hiburan semata.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Ada beberapa keseruan membaca buku cetak, diantaranya :

Tidak membuat mata pedas, atau perih dan sejenisnya.

Pada zaman serba digital ini, kita semua tentunya sudah akrab sekali dengan gawai (smartphone), mulai dari bangun tidur, aktifitas harian, sampai menjelang tidur lagi kita sudah pasti susah lepas dari gawai. Sehingga memicu terjadinya mata pedas atau perih. Hal ini dapat dihindari dengan membaca buku, karena dengan membaca buku tidak terdapat radiasi layar seperti pada gawai sehingga lebih ramah bagi mata, baik mata yang sudah lelah ataupun yang masih segar.

Tidak ada notifikasi masuk yang mengganggu dan bisa langsung dilirik.

Ketika kita membaca e-book pada ponsel, umumnya ditengah-tengah aktivitas membaca, ada notifikasi yang masuk. Notifikasi ini sebenarnya cukup mengganggu aktifitas membaca karena selain muncul dorongan untuk segera membukanya, juga mengganggu konsentrasi saat sedang membaca. Sedangkan pada media cetak, tentu tidak akan ada notifikasi seperti itu yang dapat mengganggu aktivitas membaca, kecuali panggilan “alam”.

Merasa puas karena berhasil mengoleksi buku yang diinginkan.

Melihat tumpukan buku tentunya akan terasa bahagia karena perlu waktu lama untuk mengumpulkannya. Selain itu, ketika sedang hari libur dan ketika merasa bosan, kita bisa bersih-bersih koleksi buku yang terkena debu supaya bersih kembali dan bisa lebih tahan lama. Ya, anggap saja bersih-bersih ini sebagi hobi baru

Memiliki perpustakaan pribadi.

Ketika kita butuh hiburan dan sedang merasa bosan, maka bisa melihat koleksi buku-buku, kemudian pilih dan baca salah satu sebagai sarana hiburan selain gawai.

Proses membelinya.

Sebenarnya proses membeli buku cetak bisa dengan 2 macam, yaitu online atau offline dengan datang ke toko. Bagi penggemar buku, akan lebih seru jika membeli dengan cara datang ke toko, sudah pasti disuguhi berbagai macam buku yang dijual.  Langkah pertama sudah pasti adalah mencari buku yang akan dibeli terlebih dahulu. Proses ini menurut cukup seru karena bisa sebagai sarana hiburan (keliling toko). Saat mencaripun jarang sekali langsung menemukan buku yang sedang dicari. Sudah pasti akan menjelajah banyak rak terlebih dahulu untuk mencarinya.

Alih-alih menemukan buku yang sedang dicari, biasanya malah berhenti di salah satu buku yang judulnya terkesan menarik, kemudian mengambil buku tersebut untuk dibaca sekilas. Saat membaca buku yang awalnya tidak diniatkan untuk membelinya, tak jarang malah merasa tertarik karena isinya bagus.

Alih-alih membeli buku yang sedang dicari, karena sudah terlanjur membaca buku yang ternyata isinya menarik, malah bingung sendiri untuk membeli yang mana—yang sejak awal ingin dibeli tapi belum ketemu, atau yang baru saja dibaca.

 

Keseruan inilah yang tidak didapat ketika membeli buku secara online, apalagi e-book. Karena dengan membeli secara online atau membeli e-book, umumnya kita hanya melihat ulasan, harga, dan stok buku, dan tidak merasakan adanya kebimbangan memilih karena telah membaca sekilas dari isinya.

Demikian pembahasan artikel mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat dan keseruan yang tentunya dapat berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Manfaat Membaca Buku bagi Generasi Milenial

Artikel kali ini akan membahas mengenai manfaat membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan. Tidak jarang orang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia.

Manfaat Membaca Buku bagi Generasi Milenial

Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang akan sangat membantu dan menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan pada zaman sekarang ini, bahkan jarang sekali kita temukan generasi muda yang senang membaca.

Selain dikarenakan menjamurnya perkembangan zaman dengan teknologi yang serba canggih, memanjakan orang dalam mengakses sesuatu di internet. Sehingga mereka lebih sering membaca tulisan di sosial media dibanding membaca tulisan di buku buku. Tak jarang perpustakaan di kampus atau di sekolahan terdapat banyak debu.

Dari sekian pesatnya perubahan konvensional mereka bermigrasi ke sistem online, tetapi masih ada juga sebagian dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.

Bagi seorang kutu buku, mungkin mereka beranggapan bahwa ia termasuk spesies langka saat ini. Mereka di luar sana yang masih dalam zona nyamannya, terlena dengan waktu yang sia sia harusnya mulai berani membuka buku dengan niat menghilangkan kebodohan, sebab apabila orang tersebut tidak mau membaca maka seumur hidup dia tidak akan membaca.

Lalu, apa saja manfaat membaca buku bagi generasi milenial?

Membaca membuat kita berpikir kritis dan berwawasan

Salah satu manfaatnya yaitu mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Saat membaca, kita tidak sekedar mengeja kata demi kata, tetapi memikirkan secara mendalam. Untuk mengingat perkembangan informasi yang cepat, ada baiknya kita membandingkan informasi yang kita terima dengan informasi serupa dari sumber-sumber lain yang terpercaya. Jika kita terbiasa untuk membaca dengan teliti dari berbagai sumber, kita juga melatih diri untuk menyikapi berita secara kritis.

Membaca membuat kita lebih selektif dalam menanggapi sesuatu

Penyebaran informasi sudah banyak dilakukan para pengguna media sosial karena biasanya mereka tidak membaca berulang kali informasi yang mereka dapat. Mereka dengan kepolosannya menyebarkan suatu berita atau peristiwa secara langsung tanpa meyakinkan apakah itu memang benar nyatanya atau kebohongan semata. Ini menjadi penyebab beredar berita yang diragukan kebenarannya (hoax). Iklim provokasi pun tercipta bahkan bisa merusak persepsi seseorang terhadap suatu hal atau peristiwa.Dengan membaca berulang kali, seharusnya informasi yang diterima kita cerna terlebih dahulu. Sebagai pembaca, kita harus terbiasa cermat dan teliti kembali untuk menguji kebenaran informasi tersebut agar informasi yang kita bagikan lebih bermanfaat jika dapat dipercaya kebenarannya

Membaca membuat kita pintar berwawasan berbagai pengetahuan

Ketika kita membaca, informasi yang dibaca mata akan ditransfer ke otak menjadi amunisi, yakni pengetahuan dan wawasan. Semakin banyak yang kita baca, semakin banyak pula pengetahuan dan wawasan kita. Kaya pengetahuan dan wawasan menjadikan kita bijaksana dalam bersikap dan berlaku. Kaya pengetahuan dan wawasan menjadikan kita tidak mudah menghakimi orang lain karena kita memiliki sudut pandang yang luas. Ada banyak manfaat ketika kita kaya pengetahuan dan wawasan yang tentunya lebih berharga dari pada segalanya.

Membaca dapat menambah literasi

Ketika kita membaca buku, kita akan menemui kosakata-kosakata baru; baik teratur, tidak teratur, tertata dan tidak tertata. Kosakata-kosakata yang kita jumpai tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan mutu literasi berbicara kita. Karena sesuai paparan di atas bahwa kegiatan ini bekerja dengan cara mentransfer informasi yang dibaca mata ke otak, kemudian di otak menjadi amunisi, yakni pengetahuan dan wawasan. Otomatis ketika seseorang hendak berbicara, ia akan berbicara sesuai dengan pengetahuan dan wawasannya. Orang yang banyak membaca akan terdidik karena kaya pengetahuan dan wawasan. Sehingga bicaranya pun juga terdidik, tentunya lebih bermutu.

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat yang tentunya berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Demikian pembahasan mengenai manfaat membaca buku bagi generasi milenial yang terlihat sepele tetapi memiliki dampak yang luar biasa jika digemari.

Masalah Serius yang Sering Disepelekan!

Salah satu masalah serius yang sering disepelekan yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan permasalahan yang masih menjadi ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun pada umumnya, orang-orang masih sering menyamakan istilah “cuaca” dan “iklim”. Padahal kedua istilah tersebut berbeda. Bahkan, istilah ilmu yang mempelajari kedua hal tersebut juga berbeda. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Sebelum membahas lebih jauh tentang perubahan iklim, mari kita pahami terlebih dahulu perbedaan antara “cuaca” dan “iklim”.

Masalah Serius yang Sering Disepelekan!

Definisi Cuaca

Terdapat beberapa definisi cuaca dari para ahli:

  • Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu waktu, termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979)
  • Keadaan variabel atmosfer secara keseluruhan di suatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980)
  • Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain; suhu, tekanan angin, kelembaban dan fenomena hujan. Keadaan atmosfer ini harus berada di suatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang relatif pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1087)

Berdasarkan definisi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa cuaca adalah sebuah keadaan atmosfer yang terjadi di suatu wilayah dalam kurun waktu relatif pendek dan memiliki parameter suhu, tekanan angin, kelembaban, dan fenomena hujan.

Definisi Iklim

Terdapat beberapa definisi iklim dari para ahli:

  • Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang. Secara statistik, kejadian ini cukup dapat menunjukan nilai berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979)
  • Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gleen T. Trewartha, 1980)
  • Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain; suhu, tekanan, angin, kelembaban, yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu yang panjang (Gibbs, 1987)

Berdasarkan definisi diatas, bahwa iklim adalah sebuah kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer seperti suhu, tekanan, angin, dan kelembaban yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu yang panjang.

Dari penjabaran kedua definisi tersebut, dapat kita lihat bahwa “cuaca” dan “iklim” merupakan dua hal yang berbeda: Cuaca merujuk kepada keadaan atmosfer di suatu wilayah dalam kurun waktu pendek. Iklim lebih merujuk kepada kebiasaan cuaca dan unsur atmosfer lain yang terjadi di suatu daerah dalam kurun waktu relatif panjang.

Apa Itu Perubahan Iklim?

Perubahan iklim merupakan perubahan kondisi fisik atmosfer bumi yaitu perubahan suhu, dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai lapisan kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik yang terjadi tidak hanya terjadi secara sesaat, tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. IPCC (Intergovernmental Panel in Climate Change) (2001), menjelaskan bahwa perubahan kondisi fisik atmosfer pada bumi terjadi karena proses alam internal, dan kekuatan eksternal seperti ulah manusia yang terus menerus mengubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.

Pemanasan Global merupakan Perubahan Iklim Terburuk Saat Ini

Istilah perubahan iklim (climate change) sering disamakan dengan pemanasan global,  padahal pemanasan global merupakan bagian dari perubahan iklim. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi (troposfer), yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim secara global.

Pemanasan global diakibatkan oleh meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (Karbon Dioksida, Karbon Monoksida, Metana, dan Freon), yang merupakan jenis gas yang dapat menangkap sinar matahari dan mengurungnya di atmosfer bumi.

Gas Rumah Kaca kebanyakan berasal dari ‘sampah’ yang dihasilkan oleh manusia, tepatnya aktivitas memproduksi, mengelola, dan membuang ‘sampah’. Aktivitas tersebut misalnya pembabatan hutan, penggunaan bahan bakar fosil (bensin), asap kendaraan, sampah yang tidak terolah dengan baik dan membusuk di tempat pembuangan sampah dan air limbah.

Meskipun pemanasan global hanyalah satu bagian dari perubahan iklim, saat ini pemanasan global menjadi fenomena perubahan iklim yang harus kita tanggapi dengan cepat dan konsisten. Hal tersebut karena perubahan temperatur yang drastis dan tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak sangat buruk yang signifikan terhadap aktivitas manusia itu sendiri.

Demikian pembahasan mengenai masalah serius yang sering disepelekan banyak orang, padahal setiap perubahan iklim tanpa disadari sangat berdampak pada kehidupan manusia.

Cara Meningkatkan Literasi Anak

Terdapat banyak cara untuk meningkatkan literasi anak, namun sangat perlu diketahui terlebih dahulu pemahaman mengenai apa itu literasi.

Menurut World Economic Forum, literasi merupakan proses yang melibatkan pembentukan makna pada materi-materi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Materi-materi tersebut bisa berbentuk visual, tertulis, suara, nyanyian, atau gambar. Definisinya beragam tergantung pada budaya, nilai personal, maupun teori tertentu.

The Melbourne Institute of Applied Economic and Social Research mengemukakan bahwa kebiasaan membaca sehari-hari pada anak-anak dapat mengembangkan hasil pembelajaran di sekolah, terlepas dari latar belakang keluarga dan lingkungan di rumah.

Hasil program PISA dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga mengisyaratkan bahwa terdapat hubungan kuat antara orang tua yang memberikan cerita-cerita dan kebiasaan membaca pada anak di usia dini dan kemampuan membaca anak di usia 15 tahun.

Cara Meningkatkan Literasi Anak

Lalu, bagaimana cara meningkatkan literasi anak?

Terdapat beberapa hal mudah yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan literasi dan pembelajaran yang lebih tinggi pada anak-anak. Diantaranya yaitu.

  1. Jangan menunggu.

    Bacalah apa yang Anda bisa dengan kuat dan jelas sehingga anak dapat mendengarnya. Anak-anak menjadi terbiasa dengan suara Anda dan nada bahasa yang Anda gunakan saat pendengaran mereka sedang berkembang.

  2. Berbagi cerita saat makan bersama.

    Berilah pertanyaan seperti: “Hari ini apa saja yang kamu lakukan?”. Atau berilah pertanyaan yang merangsang anak untuk mengidentifikasi karakter, masalah, dan penyelesaian, seperti: “Mengapa banyak semut di antara remah-remah roti?” Hal-hal kecil seperti itu dapat membuatnya berpikir, bertanya, dan mencari jawaban. Selain itu, cerita lisan juga merupakan jembatan sebelum ia memulai cerita tertulis nantinya.

  3. Rekam atau tulis cerita-cerita anakmu di ponsel.

    Ubahlah cerita itu menjadi buku, atau animasi (dengan aplikasi). Anak-anak akan melihat bahwa cerita lisan mereka menjadi terdokumentasi. Cerita-cerita ini nantinya bisa ditinjau lagi untuk memperkuat pembelajaran kata-kata, struktur cerita, maupun tata bahasa.

  4. Bercerita tentang pengalaman mereka.

    Minta mereka untuk menceritakan hal yang telah mereka selesaikan, telah mereka lihat, baca, atau dengar. Riset menunjukkan, bahasa lisan anak-anak mendukung pengembangan literasinya, begitu juga sebaliknya.

  5. Bimbing anak melalui permainan literasi.

    Misalnya permainan susun balok alfabet, permainan menghitung, permainan membaca, permainan mewarnai, atau bahkan eksperimen sains sederhana. Kini kita dapat dengan mudah menemukan referensi permainan yang mengasyikkan dan mengedukasi di internet.

  6. Buku, buku, dan buku.

    Untuk bayi dan balita, mulailah dengan buku mengenal bagian-bagian tubuh sederhana, atau mengenalkannya pada binatang-binatang, buku cerita dongeng, dan hal-hal yang paling dekat dengannya yang mengundang interaktivitas si bayi (misal: kenalkan bayi pada dot susu, pada makanannya, dan lain-lain). Jika dirasa sudah mahir, lanjutkan ke buku-buku yang meningkatkan level pengetahuannya. Sambil membacakan buku cerita, orang tua dapat sambil bertanya, “Setelah ini kancil pergi ke mana ya?”. Hal ini dapat merangsang rasa penasaran anak.

  7. Berbicara tentang kata.

    Buatlah kata-kata itu selogis dan serasional mungkin kepada anak. Contohnya, ketika menyebut kata meja, tunjukkanlah wujud meja itu. Ketika menyebut bunyi ayam, tunjukkanlah suara ayam. Dengan begitu, si anak akan mengenal banyak kata-kata dan meningkatkan pemahamannya pada konteks kata-kata yang digunakan pada suatu topik.

  8. Libatkan anak-anak di aktivitas Anda yang menggunakan kemampuan literasi.

    Misal, ketika Anda memiliki daftar belanjaan, ajak anak Anda untuk ikut membuat daftar belanjaan dan mengajaknya ke pasar. Jelaskan apa yang Anda lakukan dan ajak anak untuk ikut berpartisipasi. Semisal saat sedang membeli buah mangga. Buatlah ia turut berinteraksi dengan penjual. Ini merupakan cara seru untuk meningkatkan literasi anak.

  9. Ajaklah ia ke perpustakaan daerah atau TBM yang ada di sekitar tempat tinggal.

    Saat ini terdapat banyak sekali taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di Indonesia. Mereka memiliki banyak program untuk anak dengan pembelajaran yang mengasyikkan. Perpustakaan daerah maupun toko buku juga dapat memberikan dampak yang baik untuk meningkatkan kemampuan literasi anak, dengan bimbingan dan arahan dari orang tua.

Demikian pembahasan mengenai cara meningkatkan literasi pada anak. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menginspirasi para orangtua untuk terus semangat menambah literasi bagi anak-anaknya.

Mengenali Ciri Seseorang Depresi

Mengenali Ciri Seseorang Depresi. Depresi merupakan gangguan psikologis yang umum dan banyak diderita oleh orang-orang disekitar kita. Menurut The Awareness Centre menemukan sekitar 264 orang di seluruh dunia menderita depresi. Depresi kebanyakan diderita oleh wanita dibandingkan pria. Pada masa pandemi, di Inggris, 1 dari 5 orang dewasa menderita gejala depresi. Setengah dari populasi orang dewasa yang berusia 55 tahun ke atas setidaknya pernah mengalami depresi.

Ciri seseorang depresi muncul tanpa disadari, sering terlihat pada fase awal seseorang menderita depresi. Ciri depresi memang sulit dikenali secara langsung sehingga perlu waktu untuk mengenalinya. Ini adalah 10 ciri depresi yang muncul tanpa disadari, antara lain:

Mengenali Ciri Seseorang Depresi

  1. Kecemasan yang berlebihan

    Seorang dengan kecemasan yang berlebihan dengan durasi dan frekuensi yang tidak wajar merupakan salah satu tanda depresi. Ada beberapa momen yang dapat memicu munculnya depresi. Misalnya stres karena tingginya beban kerja yang ada di tempat kerjanya.

  2. Perubahan perilaku dan mood secara signifikan

    Perubahan mood yang signifikan dan cenderung cepat merupakan tanda lain ciri penderita depresi. Ketika orang disekitar atau dokter sadar akan perubahan mood tersebut, hal ini dapat dipastikan ada sesuatu yang tidak baik dalam diri Anda. Perubahan mood ini mungkin tidak mudah untuk disadari oleh penderita sehingga perlu adanya bantuan orang lain atau dokter.

  3. Kehilangan minat pada aktivitas favorit

    Seseorang yang mulai mengurangi intensitas dalam melakukan kegiatan favoritnya merupakan ciri-ciri penderita depresi. Misalnya, tidak lagi melakukan work-outsecara rutin atau bahkan tidak ikut berkumpul bersama teman-temannya.

  4. Perubahan pola makan

    Pola makan secara tidak langsung berhubungan dengan kesehatan mental seseorang. Ketika seseorang mengalami kenaikan atau penurunan berat badan tanpa ia sadari dan mulai tidak memerdulikan kalori yang masuk. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak baik secara kondisi mentalnya.

  5. Perubahan tingkat percaya diri

    Setiap orang memiliki hal-hal yang ingin dan perlu untuk dikembangkan dalam dirinya. Namun, ketika seseorang mulai tidak bisa fokus dan menemukan hal apa yang ingin dikembangkan serta terobsesi dengan masa lalunya. Maka orang itu dapat diduga sedang menderita depresi.

  6. Perubahan pola tidur

    Ada banyak hal yang dapat memengaruhi pola tidur seseorang, salah satunya adalah kesehatan diri mereka. Jika seseorang merasa bahwa pola tidurnya mulai tidak normal, maka ada baiknya untuk menggunakan alat monitor pola tidur. Alat monitor itu dapat membantu melihat berapa lama waktu tidur Anda dan berapa banyak energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  7. Rasa sakit secara fisik

    Tubuh manusia secara tidak langsung mampu merespon stres dan perubahaan mood dalam diri seseorang. Jika seseorang sering merasa sakit atau kecapekan secara fisik tanpa diketahui apa penyebabnya, maka kemungkinan ini adalah ciri depresi.

  8. Keinginan untuk bunuh diri

    Pemikiran-pemikiran aneh, seperti ingin menyakiti diri sendiri atau bunuh diri merupakan ciri depresi. Ciri ini merupakan tanda yang tidak boleh dihiraukan.Carilah bantuan dokter untuk membantu menangani depresi yang diderita.

  9. Kesulitan mengikuti kegiatan sekolah

    Kesulitan dalam mengikuti kegiatan di sekolah merupakan ciri depresi yang dapat muncul pada penderita anak-anak atau pelajar lainnya. Contoh perilaku yang ditunjukkan adalah sering datang terlambat, tidak ada energi untuk mengerjakan tugas, dan munculnya perilaku buruk lainnya.

  10. Emosi negatif lebih dominan

    Beberapa orang percaya bahwa emosi negatif selalu berjalan beriringan dengan gangguan depresi. Penderita depresi akan memiliki emosi negatif yang mempengaruhi kehidupannya, yang juga akan berpengaruh kepada orang lain, serta kesehatan emosi dan fisiknya.

Depresi merupakan penyakit mental yang banyak diderita oleh orang-orang di dunia. Ciri orang depresi muncul tanpa disadari oleh penderita itu langsung. Ada beberapa ciri yang perlu untuk diwaspadai, seperti perubahan mood signifikan, perubahan pola tidur, makan hingga muncul pemikiran untuk bunuh diri. Jika Anda mengalami atau melihat orang disekitar Anda memiliki 10 ciri di atas, maka lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter. Demikian penjelasan mengenai cara mengenali ciri seseorang depresi. Semoga dapat menambah pengetahuan para pembaca.