Meredam Burnout Saat Bekerja

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara-cara meredam burnout saat bekerja. Burnout ini dapat muncul dikala mendapat tekanan dalam satu waktu saat bekerja. Apabila burnout semakin dipendam, maka akan bisa meledak suatu saat.

Meredam Burnout Saat Bekerja

Memahami Pengertian Burnout

Burnout merupakan kondisi dimana lelahnya fisik dan mental yang dapat menyebabkan seseorang itu menjadi stres yang berkepanjangan di tempat kerja. Burnout tidak boleh dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, sebab termasuk hal yang negatif yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang dalam sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, burnout pada karyawan saat kerja ini seharusnya menjadi pandangan yang cukup penting bagi karyawan maupun bagi perusahaan, agar karyawan dan perusahaan tersebut tetap produktif dan sejahtera.

Biasanya burnout terjadi pada seorang karyawan yang sedang mengerjakan banyak pekerjaan dengan waktu deadline yang mepet, sehingga dipaksa untuk terus bekerja, memiliki beban kerja yang cukup berat, hingga kurangnya apresiasi atas pekerjaan yang sudah dilakukan dari atasan.

Mengidentifikasi Ciri-ciri Burnout

Setiap karyawan pasti pernah merasa kelelahan hingga stres saat bekerja, tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan memicu hadirnya burnout. Perusahaan dan lingkungan sekitar wajib mengetahui ciri-ciri dari seorang karyawan yang mengalami burnout. Berikut ini beberapa ciri-ciri burnout, yaitu :

  1. Kelelahan yang berlebihan atas pekerjaan yang dilakukan, hingga hilangnya semangat dalam bekerja. Hal ini dapat menguras energi yang lebih banyak.
  2. Berkurangnya motivasi dalam bekerja yang dapat menyebabkan seorang karyawan menjadi sulit berkonsentrasi hingga benci dengan pekerjaan yang ditekuni.
  3. Turunnya performa kinerja karyawan yang menyebabkan sulit menyelesaikan tugas-tugas yang sedang dikerjakan, dan hasil pekerjaan yang kurang memuaskan.
  4. Gampang tersulut emosi dan merasa cemas. Seseorang yang sedang merasakan burnout biasanya mudah emosi, hingga sensitif apabila pekerjaan menumpuk dan menambah terus menerus.
  5. Terjadinua penurunan kualitas hidup, termasuk kualitas tidur maupun istirahat, terjadinya gangguan kesehatan, hingga tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
  6. Terjadinya burnout yang terus menerus dapat membuat imun tubuh menurun, sehingga mudah terjangkit penyakit, misalnya sakit kepala, flu, maag, dan lain sebagainya.

Cara Meredam Burnout Saat Bekerja

Setelah mengetahui ciri-ciri burnout saat bekerja, berikut ini beberapa cara untuk meredam burnout saat bekerja, diantaranya yaitu :

  1. Membuat daftar prioritas pekerjaan
    Dengan membuat daftar prioritas pekerjaan, dapat mengetahui pekerjaan yang harus terlebih dahulu selesai dibanding yang kurang penting. Sehingga dapat mengatur waktu pekerjaan dan energi dapat dimanfaatkan dengan baik.
  2. Menyeimbangkan antara pekerjaan dan kepentingan pribadi
    Seimbangnya antara pekerjaan dan kepentingan pribadi dapat menurunkan burnout dalam bekerja, hal ini dapat menjadi salah satu sumber energi yang baik untuk bekerja.
  3. Belajar mengelola stres dengan baik. Adanya tekanan dari pimpinan dan tuntutan pekerjaan yang banyak membuat seorang karyawan mudah mengalami stres. Oleh sebab itu, harus belajar mengelola stres agar seluruh pekerjaan dapat terhandel dengan baik.
  4. Membicarakan keresahan dengan atasan
    Coba untuk membicarakan keresahan segala pekerjaan dengan atasan, meminta solusi atas banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada seorang karyawan.
  5. Menjaga kesehatan fisik dan mental
    Menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari burnout. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi, dan  olahraga teratur.

Menetralkan Penggunaan Media Sosial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tips untuk menetralkan penggunaan media sosial. Belakangan ini, dalam kegiatan sehari-hari hampir tidak dapat dipisahkan dari media sosial, mulai dari berinteraksi dengan sahabat serta keluarga hingga mengecek berbagai info atau tren yang sedang viral.

Padahal faktanya, terlalu sering mengakses media sosial ternyata mampu mengakibatkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Salah satunya adalah kecanduan pada media sosial.

Menetralkan Penggunaan Media Sosial

Tanda-tanda Kecanduan Media Sosial

Penyebab utama dari kecanduan media sosial adalah peningkatan dopamin otak yang menyampaikan dampak kesenangan setelah menggunakan media sosial.

Berikut ini beberapa tanda-tanda kecanduan media sosial, diantaranya yaitu :

  • Selalu beranggapan bahwa jumlah like dan komentar pada postingan media sosial sangat penting.
  • Merasa tertekan atau cemas setelah mengakses media sosial
  • Merasa perlu memeriksa sosial media setiap saat
  • Adanya perasaan FOMO (Fear of Missing Out), yaitu merasa takut ketinggalan informasi yang sedang tren.
  • Mendapatkan masalah pada pekerjaan atau hubungan dengan relasi maupun pasangan atau keluarga
  • Susah konsentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukan, karena sambil menggunakan media sosial.
  • Sering bergadang atau kurangnya waktu istirahat karena mengakses media sosial ketika malam hari.

Tips untuk Menetralkan Penggunaan Media Sosial

Apabila merasakan tanda-tanda kecanduan media sosial seperti yang dijelaskan diatas, jangan lupa untuk menetralkan penggunaan media sosial. Terdapat beberapa cara yang dapat dicoba untuk menetralkan penggunaan media sosial, diantaranya yaitu :

  1. Tetapkan niat sungguh-sungguh untuk menetralkan penggunaan media sosial, misalnya membuat komitmen bagi diri sendiri untuk tidak memeriksa media sosial dalam kurun waktu tertentu
  2. Lakukan perlahan namun pasti, perlahan mengurangi waktu penggunaan media sosial. Misalnya diawal 1 jam bermain media sosial, maka mulai dikurangi menjadi setengah jam, kemudian hanya 15 menit.
  3. Mematikan pemberitahuan hingga menghapus aplikasi
    Dengan tidak adanya pemberitahuan dari aplikasi media sosial, otomatis tidak akan memeriksa media sosial terbaru.
  4. Mempersiapkan aktifitas-aktifitas yang dapat mengalihkan perhatian dari media sosial, lebih baik aktifitas ini bersifat kontinu, agar tidak ada jeda diantara aktifitas tersebut.
  5. Dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap
    Setiap proses pasti membutuhkan waktu dan bertahap. Diharapkan dapat terus berjalan baik dan lebih baik setiap harinya.

Menetralkan penggunaan media sosial pada awalnya memang sulit, apalagi jika telah masuk di fase candu. Percayalah, kualitas hidup akan menjadi lebih baik setelah tidak candu pada penggunaan media sosial.

Manfaat Menetralkan Media Sosial

Ada beberapa manfaat yang akan didapatkan setelah menetralkan penggunaan media sosial, diantaranya yaitu :

  • Memperbaiki dan menjaga silaturahim dan hubungan sosial dengan keluarga maupun orang-orang terdekat.
  • Meningkatkan kualitas tidur, termasuk istirahat
  • Menjaga kesehatan mental diri sendiri, karena dengan media sosial dapat membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang belum tentu bisa tercapai, sehingga kesehatan mental dapat terganggu apabila capaian itu tidak berhasil.
  • Menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga, berenang, dan lain sebagainya.
  • Menaikkan produktivitas dan prestasi kerja, karena dengan meningkatkan produktifitas maka semakin fokus dengan apa yang sedang dikerjakan.

Penggunaan media sosial dapat berdampak baik dan buruk, hanya sebagai pengguna dapat mengatur dan membatasi waktu penggunaan media sosial tersebut dengan bijak. Kecanduan bermain media sosial juga membawa dampak buruk bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Diharapkan untuk tidak lupa menetralkan media sosial, agar hidup lebih berarti untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.

Kebahagiaan Mental yang Sehat

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara menjaga kebahagiaan dengan mental yang sehat. Jika membahas kesehatan, umumnya hanya memperhatikan kesehatan fisik saja. Padahal kenyataannya, kesehatan mental tidak kalah penting. Oleh sebab itu, krusial sekali menjaga kesehatan mental agar tetap sehat dan terjaga.

Kebahagiaan Mental yang Sehat

Ada banyak cara untuk mencari kebahagiaan, tentu saja kebahagiaan dengan tetap memperhatikan mental yang sehat. Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh lingkungan diri sendiri dan sekitar. Berikut ini terdapat beberapa tips untuk menjaga kebahagiaan untuk mental yang sehat, diantaranya yaitu :

  1. Kenali tanda-tanda apabila mengalami mental yang terganggu
    Beberapa orang tidak menyadari kalau kondisi mentalnya sedang tidak baik-baik saja, hanya mengerti jika dirinya sedang tidak mood, atau sedang malas bersosialisasi. Padahal, terdapat beberapa tanda yang bisa diketahui jika mental sedang terganggu. Jangan berlarut dalam kondisi mental yang terganggu, segera cari penyebab dan kemudian mengembalikan keadaan.
  2. Peduli terhadap diri sendiri (self care)
    Terlalu sering mengurusi persoalan anggota keluarga yang lain membuat seseorang lupa terhadap dirinya sendiri. Setidaknya sediakan waktu untuk mengurus diri sendiri, misalnya perawatan wajah dan tubuh.
  3. Makan makanan yang sehat dan bergizi
    Memakan makanan yang sehat dan bergizi secara teratur tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan kesehatan mental. Rasanya akan sangat bahagia bila tubuh sehat, mental juga sehat.
  4. Menghabiskan waktu bersama teman maupun pasangan
    Tanpa banyak pertimbangan apabila ingin menghabiskan waktu bersama teman maupun pasangan, karena hal ini dapat meningkatkan level hormon oksitosin yang berpengaruh untuk kebahagiaan diri sendiri.
  5. Tidak lupa untuk merayakan pencapaian sekecil mungkin

    Dengan merayakan pencapaian yang kecil, hal itu berarti sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat membahagiakan bagi diri sendiri, sehingga kesehatan mental akan tetap terjaga.

  6. Berjemur dibawah sinar matahari pagi
    Seperti diketahui bahwa sinar matahari pagi memiliki vitamin yang bagus untuk kulit, kesehatan, maupun kebahagiaan. Bisa berjemur di waktu pagi sambil berenang, bersepeda, berjalan kaki, maupun bermain dengan anak-anak.
  7. Menyelesaikan tugas
    Dopamin merupakan hormon di pada otak yang mampu mengatur banyak sekali sikap serta kondisi fisik. waktu merasa senang, hormon ini otomatis semakin tinggi. Salah satu yang bisa dilakukan ialah menuntaskan tugas. sempurna banyak tugas yg harus dikerjakan Mama serta belum tentu semuanya bisa selesai. menuntaskan salah satu tugas mampu memberikan rasa lega serta menaikkan dopamine secara alami. selesainya itu, Mama umumnya akan merasa lebih termotivasi.
  8. Meditasi
    Melakukan meditasi mampu jadi galat satu cara mempertinggi serotonin. di pada tubuh, serotonin bermanfaat buat memperbaiki suasana hati agar lebih senang. Berdiam diri pada keadaan hening, berdiskusi dengan isi kepala serta melepas penat yg tertahan pada dada serta ketua dengan meditasi bisa menyampaikan kebahagiaan tersendiri.
  9. Bermain dengan buah hati

    Cobalah bermain bersama buah hati tersayang. Kesampingkan seluruh tekanan dan datanglah dengan hati suka serta pikiran kosong buat bermain bersamanya. Menghabiskan ketika memeluk, bercanda, tertawa serta saling mengatakan rasa cinta bersama anak mampu mempertinggi hormon oksitosin di pada tubuh.

  10. Rajin tertawa
    Satu lagi hormon yang diperlukan tubuh buat mencapai mental yang sehat merupakan endorfin. Hormon ini dikenal menjadi pain killer dan bisa mempertinggi level kebahagiaan seseorang. Cara termudah artinya menggunakan rajin tertawa. Mama bisa berlatih tertawa dengan membaca hal-hal yang lucu, menonton film lucu, dan tidak terlalu berfokus menanggapi hal mungil. Semakin seringkali tertawa, level endorfin bisa menggunakan otomatis semakin tinggi.
  11. Berlatih serta berolahraga
    Dengan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan mental. Sesudah berkeringat dan lelah, tubuh secara alami mengeluarkan hormon endorfin yang bermanfaat buat kesehatan mental.

Demikian pembahasan mengenai beberapa tips menjaga kebahagiaan dengan mental yang sehat. Apabila tidak merasa lebih baik, dapat menghubungi tenaga profesional untuk membantu.

Menjaga Kesehatan Selama Pancaroba

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu musim pancaroba, apa saja tanda-tandanya, dan bagaimana dampaknya bagi manusia, serta tips bagaimana menjaga kesehatan selama musim pancaroba.

Menjaga Kesehatan Selama Pancaroba

Pancaroba

Pancaroba merupakan peralihan atau pertukaran antara musim kemarau dengan musim hujan (atau sebaliknya) yang terjadi pada wilayah yang memiliki iklim tropis. Indonesia termasuk negara dengan iklim tropis, sehingga selalu merasakan musim kemarau, pancaroba, dan musim hujan. Peralihan musim hujan ke musim kemarau ini biasanya terjadi mulai akhir bulan Maret.

Memasuki masa pancaroba, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada orang-orang yang bekerja diluar ruangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peralihan cuaca ini.

Mengenal Tanda-tanda Musim Pancaroba

Alangkah baiknya kita mengenali tanda-tanda musim menuju pancaroba, agar dapat mewaspadai hal-hal yang akan terjadi. Terdapat beberapa tanda untuk mengenali musim pancaroba, diantaranya yaitu adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat, dimana pada pagi hingga siang hari biasanya cerah-berawan dengan kondisi panas yang cukup terik.

Kemudian disusul hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang biasanya terjadi pada siang atau sore hingga malam hari. Hujan dengan intensitas lebat yang didahulukan dengan hembusan angin yang cukup kencang.

Mewaspadai Dampak Ketika Musim Pancaroba

Dengan adanya perubahan cuaca, otomatis mengakibatkan perubahan suhu dan kelembaban udara yang cukup signifikan sehingga dapat memunculkan penyakit-penyakit. Biasanya bakteri dan virus lebih leluasa berkembang biak dan hidup lebih lama dalam lingkungan yang lembab. Apalagi jika didukung oleh kondisi kesehatan dan badan yang tidak optimal, sehingga rentan untuk terjangkit penyakit saat musim pancaroba.

Waspada dan kehati-hatian terhadap potensi cuaca buruk sangat perlu ditingkatkan oleh masyarakat, mengingat dampak peralihan musim ke pancaroba bisa menyebabkan jalan licin, adanya genangan air, banjir bandang, angin kencang hingga pohon tumbang, hingga tanah longsor.

Selain mawas diri selama peralihan musim, kita juga harus mewaspadai beberapa gejala penyakit yang rentan dialami oleh masyarakat, misalnya penyakit flu (influenza), demam, nyeri sendi, gangguan pencernaan, chikungunya, asma, hingga demam berdarah dengue (DBD).

Tips Menjaga Kesehatan Selama Pancaroba

Saat ini Indonesia mulai memasuki musim pancaroba, terjadi ketidaktentuan kondisi cuaca yang mengharuskan kita untuk terus menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit pada musim pancaroba seperti saat ini.

Saat musim pancaroba, tubuh manusia dipaksa untuk terus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga mengakibatkan seseorang yang sedang berada dalam kondisi tubuh yang tidak optimal akan mudah terserang penyakit.

Berikut ini terdapat beberapa tips menjaga kesehatan selama musim pancaroba, diantaranya yaitu :

  1. Membersihkan diri sebelum mulai makan, termasuk mencuci tangan dengan sabun baik sebelum maupun setelah makan, rutin mandi 2 kali dalam sehari.
  2. Rutin untuk memperbanyak minum air putih, setidaknya 1,5 liter setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan dan meningkatkan fokus dalam bekerja
  3. Menetapkan pola makan sehat dan makan tepat waktu secara teratur, dengan memperhatikan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin untuk menghindari makanan cepat saji dan makanan yang tidak higenis serta mengandung banyak minyak.
  4. Mengkonsumsi vitamin C maupun multivitamin.
  5. Olahraga secara teratur, minimal 30 menit setiap hari untuk tetap menjaga kebugaran tubuh.
  6. Istirahat yang cukup, berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengatur suasana hati, agar tetap memiliki kondisi tubuh yang optimal selama musim pancaroba.

Disiplin dalam melakukan perilaku hidup sehat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami tanda-tanda penyakit, agar mendapatkan penanganan sedini dan semaksimal mungkin.

Dengan mengetahui apa itu musim pancaroba dan apa saja tanda serta dampaknya, diharapkan dengan menerapkan tips menjaga kesehatan selama musim pancaroba diatas dapat meminimalkan potensi terserang penyakit selama musim pancaroba, agar aktivitas tetap berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Kacang Mete Bagi Kesehatan

Setelah membahas mengenai kacang mete dan menelusuri manfaatnya, pada artikel kali ini akan membahas mengenai manfaat kacang mete bagi kesehatan.

Kacang Mete Bagi Kesehatan

  • Menjaga Kesehatan Mata

Manfaat kacang mete untuk kesehatan mata tidak perlu diragukan lagi. Menurut artikel yang diterbitkan Health Line, kacang mete mengandung antioksidan berupa zaexanthin serta lutein yang bisa melindungi kerusakan mata. Mengonsumsi secara rutin bisa menghindarkan dari penyakit katarak.

Lutein dan zeacanthin merupakan antioksidan krusial untuk kesehatan mata. Bila dikonsumsi setiap hari, antioksidan ini bisa menjaga penglihatan yang baik dan menjauhkan infeksi yang bisa didapatkan dari lingkungan. Zeaxanthin juga melindungi retinamu dari sinar UX yang berbahaya.

Kacang Mete Bagi Kesehatan

  • Menjaga Kesehatan Darah

Kacang mete kaya akan zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah baru dengan tepat. Inilah mengapa manfaat kacang mete untuk kesehatan darah bisa diandalkan. Tembaga baik dalam kacang mete juga baik dalam menghilangkan radikal bebas dari darah dan tubuh. Mengonsumsi secara teratur akan membantu membersihkan darah.

  • Menjaga Kesehatan Jantung

Kacang mete bisa menurunkan risiko penyakit jantung sekaligus selalu menjaga kesehatan jantung ialah manfaat kacang mete untuk kesehatan. Kacang mete dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) didalam tubuh dengan menguatkan kadar kolesterol baik (HDL).

HDL bertanggung jawab menyerap kolesterol dari jantung serta membawanya ke hati untuk diurai atau dipecah. Mengonsumsi kacang mete sesuai porsi yang tepat bisa mengurangi peradangan serta mengurangi tekanan darah tinggi, yang berefek pada meningkatnya kesehatan jantung.

  • Menjaga Kesehatan Kulit

Kacang mete dapat menghindari kulit dari penuaan dini. Manfaat kacang mete untuk kesehatan kulit ini berasal dari kandungan kolagen yang dapat membantu memperbarui sel-sel kulit mati dan melanin.

Kolagen pula yang menjadikan manfaat kacang mete untuk kesehatan bisa mencegah penuaan dini pada kulit dan mejaga kulit tetap kenyal atau elastis. Selain itu, lemak sehat yang terkandung dalam kacang mete menjaga kulit tetap lembap dan mencegah kekeringan kulit yang dapat mengakibatkan kulit terkelupas.

  • Menjaga Kesehatan Otak

Manfaat kacang mete bisa menjaga kesehatan otak. Khasiat ini berasal dari kandungan asam lemak sehat di dalamnya. Inilah mengapa manfaat kacang mete untuk kesehatan dapat membantu menjaga kesehatan otak serta meningkatkan kegunaannya.

Asam lemak sehat ini bisa membantu otak mengatur suasana hati serta mendukung fungsi kognitif. Itu juga mencegah persoalan otak yang berkaitan dengan masalah penuaan, seperti berkurangnya kemampuan mengingat pada lansia.

Manfaat kacang mete juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif otak. Sekaligus membantu aneka macam proses otak mengatur jalur neurotransmitter dan fluiditas membran dan mendukung transmisi sinaptik.

  • Menjaga Kesehatan Tulang

Manfaat kacang mete juga baik untuk tulang. Hal ini ditimbulkan karena kacang ini kaya kalsium, magnesium, serta kalium. Semua mineral penting ini membantu memperkuat tulang serta mencegah masalah tulang, seperti osteoporosis serta demineralisasi tulang.

  • Menjaga Kesehatan Gigi

Selain rajin membersihkan gigi yang bisa menjaga kesehatan gigi, mengandalkan manfaat kacang mete untuk kesehatan juga salah satunya. Salah satu senyawa yang paling luar dalam kacang mete yaitu asam anakardat. Asam ini bisa membunuh bakteri yang dapat mengakibatkan kerusakan gigi.

Demikian pembahasan mengenai manfaat kacang mete bagi kesehatan. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman pembaca.

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

Dalam lingkungan kerja, krusial bagi perusahaan untuk memberikan dukungan terhadap menjaga kesehatan mental karyawan sebagai upaya menciptakan budaya kerja yang sehat dan positif. Bagi kebanyakan orang, pekerjaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pekerjaan merupakan tempat dimana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendapatkan penghasilan dan menemukan teman. Oleh karena itu, krusial untuk melindungi kesehatan mental karyawan di kantor.

Manfaat Mendukung Kesehatan Mental 

Dengan manajemen yang baik, dukungan terhadap kesehatan mental karyawan bisa menaikkan produktivitas sampai 12%. Manfaat yang mampu dihasilkan dengan mendukung kesehatan mental karyawan antara lain :

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

‍1. Menaikkan Produktivitas

Penelitian menunjukkan bahwa 86% karyawan yang mendapatkan perawatan untuk depresi mengalami peningkatan kinerja, bahkan dapat mengurangi tingkat ketidakhadiran hingga 40%-60%.

2. Meningkatkan Retensi Karyawan

Dikutip dari The Great X Report dari Michael Page Indonesia, sebanyak 68% karyawan di Indonesia bersedia mengorbankan gaji, insentif, atau promosi untuk menerima kesehatan mental dan kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental harus menjadi prioritas bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya. Perusahaan perlu mendukung semua komponen yang dapat membangun lingkungan pekerjaan yang sehat, seperti : kesehatan fisik, emosional serta mental, serta pengembangan profesional.

3. Menurunkan biaya Perawatan

Menurut National Alliance on Mental Illness, tingkat penyakit kardiovaskular dan metabolisme dua kali lebih tinggi pada orang dewasa dengan penyakit mental yang serius. Dengan menjaga kesehatan mental karyawan bisa berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Semakin karyawan senang di tempat kerja, mereka akan lebih sehat secara fisik, yang tentu berdampak positif pada kinerja perusahaan.

Di Indonesia, kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental telah semakin baik, namun masih banyak yang menganggap kesehatan mental merupakan permasalahan abstrak apabila dibandingkan dengan kesehatan fisik yang lebih mudah diidentifikasi. Padahal faktor-faktor eksternal seperti lingkungan kerja jua dapat memicu terganggunya kesehatan mental seseorang, seperti komunikasi antar rekan kerja yang jelek, tugas yang samar-samar, terbatasnya ruang berekspresi, serta lainnya.

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

‍Mengenai kesehatan mental, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk mendukung kesehatan mental masing-masing pegawainya dengan menciptakan lingkungan kerja yg sehat serta jauh asal faktor-faktor eksternal penyebab terganggunya kesehatan mental. ada beberapa cara yg bisa dilakukan perusahaan buat mendukung kesehatan mental karyawan, antara lain yaitu :

1. Tingkatkan kesadaran Kesehatan Mental di tempat kerja

Merupakan langkah awal untuk mendukung kesehatan mental karyawan pada lingkungan kerja. Dengan menyediakan sumber daya untuk membantu karyawan mengenal lebih dalam mengenai kesehatan mental, serta gosip bagi karyawan yang membutuhkan bantuan, karyawan akan lebih nyaman buat menghubungi manajer atau HR Jika menemui kesulitan yg berimbas di kesehatan mental pada lingkup lingkungan kerja.

‍2. Kompensasi yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Dukungan terhadap kesehatan mental karyawan juga bisa ditunjukkan dengan memastikan tunjangan dan kompensasi yang diberikan perusahaan untuk mendukung kesejahteraan mental karyawan. Perusahaan bisa mempertimbangkan untuk menyampaikan fasilitas seperti :

  • Donasi Perencanaan Keuangan
    Tekanan keuangan bisa mengakibatkan stres bagi karyawan, cara ini dapat membantu karyawan untuk mengatur keuangannya untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Program bonus Karyawan
    Memberikan promo khusus karyawan untuk layanan yang mendukung kegiatan refreshing pada luar pekerjaan, seperti keanggotaan gratis tempat gym, bonus refleksi atau akupuntur.

3. Menawarkan Waktu Kerja Fleksibel

Untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan atau yang disebut work-life balance, HR bisa berkontribusi untuk menciptakan kebijakan jam kerja fleksibel, remote working, dan paid time off (PTO). Keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan pribadi memang terkadang sulit untuk diterapkan, terutama bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab kerja yang tinggi. Namun kontribusi HR dalam menetapkan jadwal yang fleksibel bisa meringankan beban kerja yang dirasakan karyawan. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan kesehatan mental.

4. Mengelola Stres di tempat kerja

Stres di tempat kerja berpengaruh pada produktivitas karyawan yang secara tidak langsung berakibat pada terganggunya usaha perusahaan. Meskipun tidak mungkin menghilangkan stres dalam pekerjaan, Anda dapat membantu karyawan untuk mengelola tekanan kerja secara efektif. Langkah-langkah yang bisa diambil antara lain :

  • Memastikan beban kerja sesuai dengan kompetensi karyawan
  • Meminta manajer untuk bertemu secara rutin dengan karyawan untuk menfasilitasi komunikasi 2 arah yang lancar
  • Tidak memberikan toleransi pada diskriminasi, bullying, tindakan negatif dan ilegal.
  • Memberikan apresiasi terhadap keberhasilan karyawan‍

5. Mengadakan aktivitas yang Mendukung Kesehatan Mental

Kolaborasi antara perusahaan serta HR sangat krusial untuk mengurangi stigma dan mengedukasi tenaga kerja mengenai pentingnya kesehatan mental, yaitu dengan mengadakan atau memberikan pelatihan dukungan kesehatan mental. Pelatihan ini dapat dilakukan secara internal dengan menghadirkan konsultan psikolog profesional untuk menjelaskan kontribusi yang mampu dilakukan HR apabila karyawan mengalami stres di lingkungan kerja.

‍Demikian beberapa manfaat dan upaya yang bisa dilakukan HR untuk menjaga kesehatan mental karyawan di lingkungan kerja.

Menjaga Kesehatan Mental Menurut Yankes

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai menjaga kesehatan mental menurut yankes (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan).

Memiliki beban kerja yang terlalu banyak tentu saja dapat mempengaruhi seseorang. Bukan hanya fisik, tetapi mental juga bisa terpengaruh karena perasaan stres yang muncul sebagai dampak dari beban kerja yang disebut terlalu berat. Stres yang terjadi akibat pekerjaan memang terbilang biasa terjadi.

Namun, apabila terus dibiarkan bisa menimbulkan masalah pada kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Perasaan stres berlebih tidak hanya membentuk emosi negatif, tetapi juga membuat tingkat produktivitas seseorang menjadi lebih rendah dan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan.

Menjaga Kesehatan Mental Menurut Yankes

Menjaga mental untuk tetap prima diharapkan semua orang karena efeknya tidak terlihat berbeda dengan dampak secara fisik. Setiap orang wajib tahu beberapa cara yang efektif untuk menjaga kesehatan mental saat mengalami stres berlebihan di lingkungan kerja.

Sebagai tempat dimana terdapat banyak individu menghabiskan sebagian besar waktunya, perusahaan maupun organisasi perlu memperhatikan kondisi lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental pegawai atau karyawannya.

Menjaga Kesehatan Mental menurut Yankes

Berikut terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pegawai supaya dapat menjaga kesehatan mental pada lingkungan kerja, antara lain sebagai berikut :

1. Menjaga keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi (Work-Life Balance)

Pegawai yang ingin menjaga kesehatan mental agar tetap prima saat bekerja haruslah memastikan keseimbangan antara pekerjaan di kantor dengan kehidupan pribadi. Pastikan buat tidak membawa pulang pekerjaan ke tempat tinggal . Tanpa adanya keseimbangan, produktivitas seorang cenderung menurun serta kerap merasa kelelahan dalam bekerja. Menghabiskan waktu dengan keluarga, berolahraga, melakukan hobi, serta mengerjakan hal yang disukai bisa membantu mengurangi stres yang timbul akibat lingkungan kerja.

2. Mengelola Stres

Stres yang berlebihan tentunya dapat dikurangi bila stres bisa dikelola dengan baik. Berolahraga rutin, makan kuliner yg sehat dan disukasi, serta bersantai artinya salah satu aktivitas yang bisa dilakukan supaya stres tidak menimbulkan persoalan lain yang lebih serius.

3. Penekanan Terhadap Hal yang Positif

Penyakit mental termasuk problem yg dapat mengakibatkan problem berfokus. namun, akibat jelek yg timbul dapat dicegah serta diredam. Cobalah buat penekanan terhadap hal positif serta pastikan orang-orang yang ada disekitar benar-benar mendukung segala hal yg kamu lakukan, serta memberi saran diperlukan.

4. Diskusikan Kesehatan Mental pada kantor

Cobalah buat tidak takut berkata dilema yg bekerjasama dengan stres, depresi, kecemasan, serta penyakit mental lainnya di lingkungan pekerjaan. Setiap orang harus memahami bahwa mungkin saja mengalami perasaan stres yg hiperbola sehingga berakibat buruk bagi kesehatan mental.

Demikian pembahasan artikel mengenai menjaga kesehatan mental menurut Yankes. Semoga teman-teman pembaca dapat terinspirasi untuk terus menjaga kesehatan mental teman-teman.

Pentingnya Mental Health Awareness

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana pentingnya mental health awareness di lingkungan kerja. Mental health atau kesehatan mental adalah segala kondisi yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, serta sosial. Hal tersebut yang mensugesti cara seorang berpikir, merasa serta bertindak.

Kesehatan mental juga menentukan cara seseorang dalam menangani stres, menghadapi orang lain, serta menentukan pilihan. Kesehatan mental adalah salah satu hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Individu yang dinilai sehat secara mental tidak semata-mata orang yang bebas dari gangguan jiwa.

Pentingnya Mental Health Awareness

Individu yang Sehat

Menurut World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa individu yang sehat secara mental artinya individu yang bisa menyadari setiap potensi yang ia miliki, mampu mengelola stres yang masuk akal, bisa bekerja secara produktif, serta mampu berperan dalam komunitasnya. Oleh sebab itu, kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pada kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu untuk bekerja. Bagi kita yang bekerja menjadi pegawai perkantoran, kita menghabiskan setidaknya sebesar 8 jam dalam satu hari untuk bekerja, dan dilakukan selama 5 hari dalam satu minggu. Bekerja sudah menjadi salah satu dari prioritas utama dalam kehidupan kita, karena memang dri pekerjaan itulah kita mendapatkan penghasilan serta penghidupan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Dalam dunia pekerjaan, tentu kita akan menghadapi situasi up and down. Saat berada di pada kondisi up, kita akan merasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan bisa memberikan kesejahteraan, kepuasan, kebahagiaan, bahkan dapat membuat kita merasa mencapai aktualisasi diri.

Meskipun demikian, tidak jarang kita akan berada dalam kondisi down, misalnya saat kita menghadapi deadline¸ menghadapi tekanan dari atasan atau klien, atau mempunyai rekan kerja yang ‘tidak bersahabat’. Perasaan overwhelmed yang berkelanjutan bisa menghasilkan pekerjaan kita menjadi hal yang korosif bagi kesehatan kita, baik kesehatan fisik maupun mental.

Gangguan mental pada lingkungan kerja sayangnya masih acapkali disebut sebagai sesuatu yang kurang penting, serta bukan bagian dari gangguan kesehatan. Karyawan yang mengalami gangguan mental seringkali kali disebut sebagai orang yang ‘suka mencari perhatian’ atau orang yang ‘lebay’. Stigma itulah yang mengakibatkan orang enggan untuk menceritakan bahwa dirinya mengalami gangguan mental.

Akibat dari Gangguan Mental

Terdapat beberapa akibat dari gangguan kesehatan mental yang tidak kalah besar apabila dibandingkan dengan dampak akibat gangguan kesehatan fisik, dimana, gangguan mental pada karyawan dapat mensugesti performa kerjanya, kapabilitas, produktivitas, dan rekanan dari karyawan tersebut dengan para koleganya.

Selain itu, berdasarkan studi yang ada, karyawan yang mengalami gangguan mental cenderung lebih mungkin menderita gangguan kesehatan fisik, seperti diantaranya nyeri otot, tulang, dan sendi, gangguan pencernaan, gangguan jantung, gangguan pernafasan, gangguan sistem imun, serta beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Kurangnya cakupan perawatan bagi penderita gangguan mental disinyalir diakibatkan oleh adanya stigma negatif akan gangguan mental dan penderitanya, yang secara tidak langsung turut mengakibatkan rendahnya minat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menyediakan perawatan bagi penderita gangguan mental.

Pentingnya Mental Health Awareness di Lingkungan Kerja

Manajemen perusahaan yang baik yang awareness terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja pada hakikatnya akan mempertinggi kesejahteraan dan produktivitas karyawan pada perusahaan tadi. Sesuai studi yang ada, karyawan dengan kesehatan mental yang baik mempunyai taraf produktivitas sebesar 12 – 15% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan karyawan yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan yang memiliki prinsip pentingnya mental health awareness yang baik akan membentuk para karyawannya merasa lebih aman dan nyaman ketika bekerja. Mereka cenderung untuk lebih berani berpendapat, berpikir serta berasional lebih baik, memiliki penekanan kerja yang lebih baik, dan lebih berani untuk mengambil keputusan.

 

Bagaimana Tanda & Dampak Bullying

Setelah mengetahui apa pengertian bullying, penyebab bullying serta jenis-jenisnya, pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tanda & dampak dari perilaku bullying.

Tanda-tanda Anak Terkena Bullying

Sebagai orang tua atau guru wajib peka terhadap tanda-tanda bullying yang terjadi pada anak. Apabila terlambat menyadari, tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami depresi berat. Berikut ini terdapat beberapa tanda seorang anak terkena bullying :

  • Sering tidur larut malam, bahkan tidak tidur sama sekali
  • Nilai mata pelajaran perlahan menurun
  • Tak berminat makan, pendiam, dan mudah tersinggung
  • Menarik diri berasal pergaulan serta muncul ketakutan terhadap lawan jenis
  • Tidak pernah membicarakan soal pertemanannya di sekolah atau murka saat ditanya hal tersebut
  • Sangat protektif terhadap alat-alat elektronik yang dimilikinya, seperti HP atau komputer
  • Krisis percaya diri dan gaya berpakaian berubah
  • Acapkali meminta uang untuk alasan yang mungkin kurang jelas atau mencurigakan
  • Ada luka memar di wajah, tangan, punggung, dan bagian tubuh lainnya secara tiba-tiba.

Bagaimana Tanda & Dampak Bullying

Dampak dari Perilaku Bullying

Terdapat beberapa imbas atau dampak dari perilaku bullying yang mampu berbahaya untuk kesehatan mental seseorang, yaitu :

  1. Masalah Psikologis
    Korban bully tak jarang menunjukkan adanya gejala masalah psikologis, bahkan setelah perundungan berlangsung. Kondisi yang acapkali muncul ialah depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, korban bully juga mampu mengalami tandagejala psikosomatis, yg membuat problem psikologis memicu gangguan di kesehatan fisik.
  2. Gangguan tidur
    Dampak bullying yang bisa terlihat jelas ialah gangguan tidur. Para korban bullying acapkali kesulitan buat tidur yg nyenyak. Sekalipun bisa tidur, enggak jarang saat tersebut justru dihiasi menggunakan mimpi buruk .
  3. Tidak bisa menyatu dengan orang-orang di sekitar
    Anak dan orang dewasa yang mengalami bullying secara tidak langsung ditempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya. Hal ini membuat korban bully jadi tak jarang merasa kesepian, terabaikan, serta berujung pada turunnya rasa percaya diri.
  4. Gangguan prestasi
    Anak-anak korban bullying cenderung akan mengalami kesulitan pada mencapai prestasi belajar. Mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, acapkali tidak masuk sekolah, dan tidak diikutsertakan pada kegiatan yang terdapat di sekolah.
  5. Dampak jangka panjang
    Dampak bullying sering masih dirasakan korban, meski belasan bahkan puluhan tahun setelah insiden tersebut berlangsung. Akibat bullying dalam jangka panjang ini jarang terlihat, akan tetapi justru inilah yang paling membuat korban merasa lebih tersiksa.

Apabila menjadi salah satu korban bullying, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya yaitu :

  • Temui seseorang yang kamu percaya dan beri tahu pada mereka apa yang terjadi padamu.
  • Jikalau bullying terjadi di sekolah, beri tahu seorang pengajar atau penasihat sekolah dan tanyakan apa yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu. Bisa jadi sekolah memiliki kebijakan tentang bullying dan terdapat langkah-langkah untuk menanganinya.
  • Jangan takut untuk melaporkan tindakan bullying pada pihak berwewenang. Jikalau kamu berani, tandanya kamu menyelamatkan dirimu sendiri dan korban bullying lainnya.
  • Kalau bisa, saat mulai terdapat  tanda-tanda bullying kepadamu tunjukkan sifat berani serta percaya diri supaya pembully berpikir ulang untuk melakukan tidakan itu padamu berulang kali.

Demikian pembahasan mengenai bagaimana tanda & dampak dari perilaku bullying. Semoga kita semakin waspada dengan tanda-tanda bullying yang bisa saja ada di sekitar lingkungan.
Semoga Bermanfaat.

Memahami Bullying dan Penyebabnya

Sikap bullying mengakibatkan seorang anak Sekolah Dasar di Tasikmalaya meninggal dunia. Mirisnya, tindakan tidak terpuji ini seringkali terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari bangku Sekolah Dasar sampai universitas. Namun, korban bullying biasanya takut untuk menceritakan atau meminta pertolongan karena trauma serta ancaman dari pelaku. Meski sudah banyak memakan korban, masih ada saja laporan bullying. Oleh sebab itu, krusial bagi masyarakat untuk memahami apa itu bullying dan apa saja penyebabnya agar mampu melakukan tindakan yang dibutuhkan saat hal itu terjadi. Hal ini karena bullying mempunyai akibat yang serius untuk kesehatan mental korban.

Apa Itu Bullying?

Kementerian Pemberdayaan wanita dan proteksi Anak (Kemenppa) RI menyebutkan bullying atau penindasan/perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Memahami Bullying dan Penyebabnya

Perbuatan yang dimaksud bisa berupa hal-hal yang menyakiti secara fisik, misalnya memukul, mendorong, dan lain-lain. Bisa juga menyakiti secara ekspresi, contohnya mengejek penampilan, menghina kemampuan, dan masih banyak lagi. Tidakan menjauhi dan mengucilkan seorang juga termasuk tindakan bullying.

Bullying tidak hanya terjadi pada orang-orang yang saling kenal atau seringkali bertemu secara pribadi. Di zaman yang telah maju ini, bullying bisa dilakukan lewat telepon, mengirim pesan melalui SMS atau email, dan meninggalkan komentar jelek pada media sosial. Istilah bullying melalui gadget (gawai) biasa dikenal dengan istilah cyberbullying.

Faktor Penyebab Bullying

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang melakukan bullying, diantaranya yaitu :

  1. Faktor Keluarga
    Kehidupan keluarga yang tidak harmonis juga bisa menjadi penyebab muncul pelaku bullying. Orang tua yang tak jarang bertengkar serta melakukan tindakan agresif biasanya mendorong anak melakukan bullying. Orang tua seperti ini juga tidak mampu memberikan pengasuhan yang baik.
  2. Anak dengan Kontrol Diri Rendah
    Pelaku bullying bisa hadir karena kontrol diri yang rendah. Mereka mungkin sebelumnya menjadi korban kekerasan, kemudian menganggap dirinya selalu terancam serta biasanya bertindak menyerang sebelum diserang. Pelaku bullying jelas tidak mempunyai perasaan dan tanggung jawab terhadap tindakan yang sudah dilakukan. Pembully selalu ingin mengontrol, mendominasi, dan tidak menghargai orang lain. Mereka melakukan bullying menjadi bentuk balas dendam.
  3. Rasa Iri
    Rasa iri ini bisa timbul akibat korban mempunyai hal yang sebenarnya sama istimewanya dengan pelaku. Selain itu, seorang juga mungkin melakukan bully untuk menutupi jati dirinya sendiri.
  4. Kurangnya Rasa Empati

    Saat melihat korban, pelaku bullying tidak merasa ikut merasakan apa yang dirasakan korban, sebagian mungkin justru merasa suka saat melihat orang lain takut. Semakin menerima reaksi yang diinginkan, semakin pelaku bullying suka melakukan aksinya.

  5. Mencari Perhatian
    Kadang pelaku bullying tidak sadar jika apa yang dilakukannya termasuk ke dalam penindasan, karena sebenarnya apa yang dilakukannya merupakan mencari perhatian. Jenis yang satu ini paling mudah untuk diatasi. Caranya dengan memberikan perhatian yang positif sebelum pelaku mencari perhatian dengan cara yang negatif.
  6. Kesulitan Mengendalikan Emosi
    Anak yang kesulitan untuk mengatur emosi bisa berpotensi menjadi pelaku bullying. Ketika seseorang merasa marah dan putus harapan, perbuatan menyakiti dan mengintimidasi orang lain bisa saja dilakukan. Jika sulit untuk mengendalikan emosi, maka masalah kecil saja bisa membuat seseorang terprovokasi dan meluapkan emosinya secara berlebihan.
  7. Ada Supporter
    Teman sebaya yang menjadi supporter atau penonton membuat pelaku bullying makin menjadi-jadi. Secara tidak langsung, kehadiran suporter membantu pembully memperoleh dukungan kuasa, popularitas, dan status.
  8. Kebijakan Sekolah
    Kebijakan sekolah mempengaruhi aktivitas, tingkah laku, dan interaksi pelajar di sekolah. Rasa aman serta dihargai adalah dasar pencapaian akademik yang tinggi di sekolah. Bila tidak terpenuhi, pelajar bakal bertindak semena-mena.
    Mereka akan berusaha mengontrol lingkungan dengan melakukan bullying. Jadi, manajemen dan pengawasan disiplin sekolah yang lemah menyebabkan munculnya bullying di sekolah.
  9. Media Massa
    Tidak sepenuhnya media massa menyajikan konten yang mendidik dan sesuai untuk umur anak. Banyak tontonan kekerasan yang ada pada media massa membuat anak terdorong untuk mencontoh dan melakukan hal serupa di sekolah. Peran orang tua juga diperlukan untuk mengontrol konsumsi serta tontonan anak supaya tak ada bibit-bibit pembully.

Demikian pembahasan mengenai memahami bullying dan penyebabnya. Semoga setelah mengetahui informasi ini, dapat menambah wawasan pembaca.