Dampak Childfree untuk Kesehatan

 

Di Indonesia, istilah childfree memang belum begitu dipahami oleh masyarakat luas, istilah ini mulai seringkali didengar bahkan menjadi bahasan diskusi pada aneka macam media. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu childfree, bagaimana dampak childfree untuk kesehatan, dan apakah pasangan bisa hidup bahagia dengan dengan prinsip childfree.

Dampak Childfree untuk Kesehatan

Apa itu Childfree?

Berdasarkan laman HeylawEdu, istilah childfree mengacu pada keputusan seseorang ataupun pasangan untuk tidak memiliki keturunan atau tidak mempunyai anak. Selain itu, menurut Oxford Dictionary istilah childfree artinya suatu kondisi dimana seseorang atau pasangan tak memiliki anak karena alasan utama yaitu pilihan.

Keputusan childfree ini digunakan oleh seorang perempuan untuk menentukan kebebasannya sebagai seseorang ibu maupun mengalami proses hamil sampai melahirkan. Sejatinya keputusan seorang perempuan atau pasangan untuk childfree adalah keputusan yang bersifat sangat personal. Meskipun begitu, keputusan ini masih dievaluasi tabu di Indonesia.

Dampak Childfree untuk Kesehatan

Keputusan childfree seorang perempuan dan pasangan, ternyata bisa berdampak pada sisi biologis atau kesehatan. Ada beberapa dampak kesehatan yang dapat dirasakan ketika seseorang perempuan juga pasangan menjalani pernikahan buat childfree.

Menurut sebuah penelitian, perempuan yang tidak memiliki anak memiliki risiko untuk memiliki kesehatan yang lebih jelek dikemudian hari. Tak hanya itu saja, kondisi kesehatan ini juga akan menaikkan risiko kematian dini. Keputusan tak mempunyai anak, juga dapat menaikkan risiko terkena kanker payudara.

Saat seorang wanita hamil dan menyusui, risiko dari terkena kanker payudara akan berkurang, karena terjadi perubahan hormonal ketika menjalani fase hamil serta menyusui.

Ketika seseorang wanita hamil, maka akan mengalami peningkatan progesteron serta mengalami penurunan estrogen, sebagai akibatnya hal tersebutlah yang menghasilkan wanita hamil mampu lebih terlindungi dari risiko terkena kanker.

Ketika seorang wanita hamil, maka ada hormon yang memiliki korelasi dengan pertumbuhan kanker yang akan berkurang juga. Oleh sebab itu, wanita yang tidak mengalami fase hamil bisa mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami kanker.

Beberapa penelitian lain menyebutkan, bahwa perempuan yang menentukan untuk childfree akan mempunyai masa hidup yang cenderung lebih panjang, serta gaya hidup yang lebih sehat. Karena mengurus anak merupakan tanggung jawab yang cukup berat dan melelahkan, baik itu secara pikiran juga fisik.

Sehingga, saat mengurus anak, pikiran yang lelah dari seorang ibu akan diikuti dengan penyakit lain seperti psikosomatik. Psikosomatik artinya suatu kondisi dimana tubuh seorang akan merasa sakit, tapi bukan karena luka melainkan sebab emosi atau pikirannya.

Ada baiknya, seseorang yang memilih buat menjalani pernikahan secara childfree, rutin buat mengecek syarat kesehatan supaya bisa mengetahui lebih dini atau bahkan bisa menurunkan risiko dari beberapa penyakit yg telah disebutkan sebelumnya.

Apakah Pasangan dapat hidup bahagia dengan Keputusan Childfree?

Di Indonesia, masyarakat memiliki perspektif budaya kolektif, dimana warga mengharapkan seseorang yang sudah memasuki usia dewasa untuk menikah dan memiliki anak. Oleh karena itu, ketika seseorang menetapkan untuk tak mempunyai anak, maka muncul keheranan bahkan tekanan sosial, dimana masyarakat akan terus menanyakan tentang kehadiran sang anak.

Selain itu, kehadiran anak, terutama bagi kebanyakan masyarakat Indonesia dianggap sebagai ‘pelengkap’ dan penentu pasangan yang telah menikah akan merasa bahagia, menjadi faktor penambah rezeki serta lain sebagainya. Kehadiran anak, tentu akan membawa kebahagiaan tersendiri terutama bagi pasangan yang telah menikah. Meskipun begitu, bukan berarti bahwa pasangan yang memutuskan untuk childfree tidak dapat mencicipi kebahagiaan.

Saat pasangan mempunyai anak, maka tentu saja fokus dari ibu dan ayah akan terbagi. Ayah harus memikirkan bagaimana memperoleh penghasilan yang cukup, karena ada anggota keluarga baru yang kebutuhannya wajib dipenuhi. Sedangkan ibu tentu cenderung lebih fokus pada perkembangan anak. Diantara kesibukan ibu dan ayah, keduanya pun harus sama-sama fokus memantau serta ikut berperan pada perkembangan anak.

Hal ini akan mengakibatkan pasangan cenderung lupa bahkan tidak menerima perhatian secara penuh, terutama apabila dibandingkan dengan masa pernikahan sebelum mempunyai anak.

Ketika tidak mempunyai anak, pasangan akan lebih fokus pada diri sendiri dan pada pasangan. Kemungkinan, romansa pernikahan pun juga bisa terjaga. Meskipun tentu tidak menutup kemungkinan, bila anak bisa menyebabkan kisah cinta pernikahan hilang. Selain waktu, uang dan tenaga yang dikhususkan untuk anak, bisa digunakan untuk membantu mencapai tujuan hidup, bahkan mimpi-mimpi pasangan yang belum terwujud.

Misalnya mengejar karier, liburan keliling dunia, dan lain sebagainya. Tak pelak, saat pasangan memiliki anak, tentu fokus untuk mewujudkan impian akan sedikit lambat, terutama jika hidup secara pas-pasan.

 

Waspada Gejala Kelelahan Ekstrim

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai waspada gejala kelelahan ekstrim. Tidak ada yang salah dengan mewaspadai sesuatu hal, karena bisa jadi hal ini menjadi sangat penting bagi diri. Apalagi jika seseorang mengalami kelelahan eksrrim atau kelelahan yang mendadak.

Kelelahan ialah hal yang lumrah dialami oleh siapa saja karena faktor rutinitas pekerjaan ataupun saat olahraga. Tetapi apabila Anda tiba-tiba merasa lebih lelah dari biasanya saat sedang melakukan rutinitas harian seperti biasanya, kemungkinan Anda mengalami intoleransi aktivitas. Meskipun kelelahan ekstrim hanya terjadi sesekali atau ketika sedang melakukan aktivitas fisik berat, tetapi hal ini tak bisa dianggap sepele. Kelelahan ekstrim bisa menjadi indikasi dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa itu intoleransi aktivitas?

Intoleransi aktivitas (exercise intolerance) merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat menjalankan suatu aktivitas fisik yang pada umumnya dianggap dapat dilakukan oleh kelompok individu dengan jenis kelamin dan usia yang sama.

Intoleransi aktivitas dipicu oleh kelelahan ekstrim akibat kurangnya asupan energi yang ditimbulkan oleh gangguan penggunaan nutrisi makanan dan oksigen. Taraf intoleransi aktivitas dapat bervariasi, artinya kelelahan atau penurunan kapasitas aktivitas dapat timbul pada saat seseorang sedang melakukan pekerjaan sedang ataupun berat — bahkan saat sedang melakukan pekerjaan yg ringan sekalipun.

Waspada Gejala Kelelahan Ekstrim

Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan intoleransi aktivitas

Intoleransi aktivitas dapat dialami oleh seseorang yang menderita penyakit jantung atau gangguan mitokondria menjadi penghasil energi pada tingkat sel. Sindrom mager (malas gerak) total ini juga dapat dialami oleh seseorang yang memiliki sindrom metabolik seperti obesitas serta diabetes. Namun sebagian besar penyebab utama intoleransi aktivitas adalah gagal jantung kongestif.

Gagal jantung kongestif merupakan suatu kondisi dimana kontraksi otot jantung tidak dapat memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan darah serta oksigen dalam tubuh. Kondisi gagal jantung diastolik menyebabkan otot tidak mendapatkan cukup darah yang dibutuhkan saat sedang aktif melakukan pekerjaan, sebagai akibatnya yaitu timbulnya intoleransi aktivitas. Hal ini ditandai dengan penurunan performa dan kapasitas baik dalam berolahraga ataupun melakukan kegiatan sehari-hari.

Tanda dan Gejala Kelelahan Ekstrim

Berikut beberapa hal yg perlu dicurigai menjadi tanda intoleransi kegiatan, diantaranya:

1. Terlalu cepat lelah
Pada individu yang mengalami intoleransi aktivitas, rasa kelelahan ekstrim dapat muncul dalam hitungan menit sejak mulai beraktivitas yang ditandai dengan kehabisan napas dan otot terasa lemas.

2. Otot mudah kram
Kegiatan pemanasan merupakan salah satu cara menghindari kram otot dan menaikkan denyut jantung sesaat sebelum berolahraga. Tetapi apabila Anda mengalami intoleransi aktivitas, aktivitas pemanasan dan olahraga ringan sudah dapat menyebabkan rasa kram. Bahkan rasa nyeri yang ditimbulkan tidak hilang hingga beberapa hari.

3. Perubahan tekanan darah
Intoleransi aktivitas biasanya ditandai dengan perubahan dari tekanan darah normal saat sedang tidak melakukan kegiatan fisik, namun langsung meningkat drastis hingga menjadi tekanan darah tinggi saat berdiri atau berjalan selama beberapa menit.

4. Denyut jantung terlalu rendah
Hal ini didefinisikan sebagai tidak adanya peningkatan denyut jantung yang signifikan saat terjadi peningkatan intensitas kegiatan fisik. Jika denyut jantung terlalu rendah maka hal tersebut menunjukkan kapasitas jantung tidak bisa mencukupi kebutuhan metabolisme yang ditimbulkan oleh peningkatan intensitas aktivitas.

5. Tanda-tanda depresi
Kelelahan mental seperti penurunan konsentrasi dapat dialami seseorang setelah berolahraga, namun apabila seseorang tersebut mengalami intoleransi aktivitas, kelelahan mental tersebut bisa memicu tanda-tanda depresi seperti mudah marah , tidak bertenaga, sedih, cemas serta mengalami disorientasi (salah tujuan).

6. Mengalami cyanosis
Cyanosis merupakan kondisi perubahan rona kulit wajah menjadi pucat akibat gangguan sirkulasi darah atau gangguan distribusi oksigen ketika sedang berolahraga. Cyanosis merupakan kondisi serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Siapa yang berisiko mengalami intoleransi kegiatan?

Intoleransi aktivitas bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang mengalami gangguan kesehatan yang berpotensi merusak aliran darah. Dengan kondisi yang mengalami masalah sindrom metabolik dan gangguan kesehatan jantung, gangguan sistem pernapasan, kardiovaskuler, dan sistem saraf otot serta gangguan akibat tekanan mental yang berdampak pada kondisi fisik serta perilaku.

Tips mengatasi kelelahan ekstrim (intoleransi aktivitas)

Berikut beberapa cara untuk meminimalisir munculnya intoleransi aktivitas terutama jika Anda berisiko mengalaminya :

  • Jangan berhenti berolahraga
    Sesi olahraga tidak perlu terlalu lama, asalkan dapat menaikkan intensitas asupan oksigen seperti melakukan angkat beban beberapa kali dalam seminggu dan dimulai perlahan.
  • Sering beristirahat saat berolahraga
    Olahraga dengan periode istirahat yang sering cenderung aman dan bisa ditoleransi bagi seseorang dengan gangguan jantung dan rasa kelelahan lebih mudah dikenali.
  • Perhatikan kondisi diri Anda
    Latih diri untuk mengenali kondisi fisik ketika mulai merasa kelelahan serta berhenti untuk beristirahat, setidaknya ketika tubuh mulai merasa tidak nyaman.

Demikian pembahasan artikel mengenai waspada gejala kelelahan ekstrim, semoga dapat menambah informasi dan sebagai mawas diri bagi diri sendiri maupun orang disekitar apabila terdapat gejala kelelahan ekstrim seperti disebutkan diatas.

Berdamai dengan Inner Child 

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu inner child, penyebab inner child serta cara berdamai dengan inner child.

Berdamai dengan Inner Child 

Dalam kehidupan manusia, berbagai insiden yang terjadi memiliki makna tersendiri pada setiap individu, baik senang maupun sedih. Insiden bahagia mencakup pengalaman senang dan menyenangkan dengan keluarga, sahabat, ataupun orang sekitar semasa kecil akan menyampaikan dampak positif dikemudian hari.

Sebaliknya, insiden sedih semasa kecil dengan luka yang belum terselesaikan akan menghipnotis bagaimana kita bersikap di masa depan, seperti sikap serta perasaan negatif. Hal ini berkaitan dengan inner child yang ada pada individu itu sendiri.

Menurut  John  Bradshaw (dalam Elia Firda, 2020) inner child  lahir dari adanya pengalaman atau kejadian di masa lalu yang belum terselesaikan.

Mengenai inner child yang terluka, Psikolog Diana Raab (2020)  menuturkan inner child dapat terluka karena adanya pengabaian, trauma atau rasa sakit pada masa anak-anak, namun, banyak dari kita yang tak menyadari dan memilih untuk mengabaikan atau melupakan. Luka tersebut akan terbawa di masa dewasa dan tentu akan mempengaruhi kesehatan mental serta pencapaian aktualisasi diri.

Ciri individu dengan inner child yang terluka yaitu memiliki problem di kepercayaan , keintiman, perilaku adiktif serta kompulsif, serta mempunyai hubungan ketergantungan dengan orang lain.

Hal ini menyebabkan ketika dewasa akan memunculkan perilaku-perilaku pertahanan diri terhadap ‘bahaya’ yang dibuat oleh lingkungan serta merupakan manifestasi dari kehidupan pada masa kecil, seperti sikap yang tidak percaya diri, mudah marah, mempunyai kecemasan tinggi, ketakutan akan disakiti oleh orang lain serta merasa tak aman.

Cara berdamai dengan Inner Child

Menyembuhkan dan memaafkan

Inner child merupakan bagian dari diri kita-menyembuhkannya memang tidak praktis, perlu proses dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tetapi dengan mencoba mengenali, memahami dan mulai untuk menghadapi inner child, itu membantu kita untuk berkembang dan mengeksplor diri menjadi lebih baik. Selain itu, kita bisa menjadi orang dewasa yang bukan hanya secara kronologis namun menjadi dewasa secara psikologis.

Psikolog Diana Raab (2020) mengungkapkan saat kita menyadari adanya kekeliruan dalam diri kita merupakan langkah awal yang tepat untuk penyembuhan diri atau self healing.

Dilansir dari Satu persen (Sembiring, 2020), ada beberapa cara yang bisa dilakukan buat menyembuhkannya :

Menuliskan pengalaman dan perasaan jelek

Dengan menulis kenangan buruk dan rasa sakit masa lalu akan membantu kita mencurahkan segala emosi negatif yang sudah lama dipendam. Meskipun hal tersebut membentuk kita mengingat serta merasakan kembali luka yang dimiliki, namun sesudah melaluinya kita bisa merasa lebih lega dan mencoba untuk menerima serta berdamai dengan luka tersebut.

Membuka Diri

Dalam melakukan proses penyembuhan memerlukan waktu dan proses yang panjang, bahkan bisa berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, krusial bagi kita untuk selalu membuka diri pada setiap proses terhadap kemungkinan adanya hal-hal baru yang akan kita sadari berasal masa lalu.

Melakukan Sesi Ho’oponopono pribadi

Ho’oponopono merupakan proses memaafkan yg berasal asal Hawai, yang membantu kita membangun kembali korelasi dengan orang lain, tak terkecuali dengan inner child.
Langkah yang dilakukan adalah dengan meluangkan waktu menyendiri dan melakukan selftalk :

  • I am sorry”. Katakan pada diri sendiri karena sudah memendam emosi negatif serta tak berusaha menyembuhkannya
  • Please forgive me”. Katakanlah rasa maaf yang mendalam pada inner child kita karena tidak peduli, bahkan mencoba melupakannya. Hal ini bisa membantu menaikkan self love.
  • I love you”. Ungkapkanlah bahwa apapun yg terjadi, kita wajib menyayangi diri kita tanpa syarat. Mencintai diri sendiri karena sudah bertahan sejauh ini.
  • Thank You”. Tunjukanlah rasa syukur terhadap kehidupan yang kita punya, termasuk pengalaman yang telah menghasilkan sosok diri kita yang sekarang, serta rasa syukur pada inner child yang sudah bertahan dari luka yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat membantu kita melepaskan emosi negatif yang kita punya.

Selain melakukan proses diatas, kita juga bisa memvisualisasikan dan membayangkan kembali pengalaman-pengalaman serta perasaan masa lalu. Dengan melakukan upaya ini, kita dapat menjadi lebih lega serta jujur pada diri sendiri. Jika merasa kesulitan saat menghadapi inner child, kita bisa meminta donasi di pakar profesional seperti psikolog untuk membantu menyembuhkannya.

Setiap orang memiliki inner child dengan kapasitas luka dan proses penyembuhan masing-masing. Sadari dan rangkul inner child kita, lalu mencoba untuk memaafkan, dengan memaafkan bukan berarti kita mengalah pada keadaan tetapi menjadi salah satu fase dimana kita mampu melepaskan rasa bersalah, rasa amarah dan rasa benci, baik pada diri kita atau orang lain.

Jika kita mengabaikan inner child juga akan membentuk rasa sakit yang tiada ujungnya sampai dapat diturunkan pada generasi selanjutnya. Tentu saja, kita tidak ingin hal itu terjadi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menerima, memaafkan, dan menyayangi inner child dalam diri kita bagaimanapun keadaannya.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Artikel kali ini akan membahas mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Membaca merupakan jendela dunia, karena dengan membaca akan  mendapatkan informasi dan wawasan dari sesuatu yang telah ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak juga wawasan dan informasi yang kita dapatkan.

Jika melihat dari kehidupan sehari-hari—dan melihat informasi di internet—memang sudah kita ketahui bahwa generasi milenial ini merupakan generasi yang banyak berinteraksi dengan media elektronik. Sehingga mungkin akan terkesan aneh apabila ada generasi milenial yang membaca menggunakan media cetak—entah itu buku, majalah, ataupun koran.

Bagi yang suka membaca buku, pasti pernah mendapat komentar dari teman atau saudara “ih rajin banget”. Padahal buku yang kita baca bisa saja hanya buku hiburan semata.

Keseruan Membaca Buku Cetak

Ada beberapa keseruan membaca buku cetak, diantaranya :

Tidak membuat mata pedas, atau perih dan sejenisnya.

Pada zaman serba digital ini, kita semua tentunya sudah akrab sekali dengan gawai (smartphone), mulai dari bangun tidur, aktifitas harian, sampai menjelang tidur lagi kita sudah pasti susah lepas dari gawai. Sehingga memicu terjadinya mata pedas atau perih. Hal ini dapat dihindari dengan membaca buku, karena dengan membaca buku tidak terdapat radiasi layar seperti pada gawai sehingga lebih ramah bagi mata, baik mata yang sudah lelah ataupun yang masih segar.

Tidak ada notifikasi masuk yang mengganggu dan bisa langsung dilirik.

Ketika kita membaca e-book pada ponsel, umumnya ditengah-tengah aktivitas membaca, ada notifikasi yang masuk. Notifikasi ini sebenarnya cukup mengganggu aktifitas membaca karena selain muncul dorongan untuk segera membukanya, juga mengganggu konsentrasi saat sedang membaca. Sedangkan pada media cetak, tentu tidak akan ada notifikasi seperti itu yang dapat mengganggu aktivitas membaca, kecuali panggilan “alam”.

Merasa puas karena berhasil mengoleksi buku yang diinginkan.

Melihat tumpukan buku tentunya akan terasa bahagia karena perlu waktu lama untuk mengumpulkannya. Selain itu, ketika sedang hari libur dan ketika merasa bosan, kita bisa bersih-bersih koleksi buku yang terkena debu supaya bersih kembali dan bisa lebih tahan lama. Ya, anggap saja bersih-bersih ini sebagi hobi baru

Memiliki perpustakaan pribadi.

Ketika kita butuh hiburan dan sedang merasa bosan, maka bisa melihat koleksi buku-buku, kemudian pilih dan baca salah satu sebagai sarana hiburan selain gawai.

Proses membelinya.

Sebenarnya proses membeli buku cetak bisa dengan 2 macam, yaitu online atau offline dengan datang ke toko. Bagi penggemar buku, akan lebih seru jika membeli dengan cara datang ke toko, sudah pasti disuguhi berbagai macam buku yang dijual.  Langkah pertama sudah pasti adalah mencari buku yang akan dibeli terlebih dahulu. Proses ini menurut cukup seru karena bisa sebagai sarana hiburan (keliling toko). Saat mencaripun jarang sekali langsung menemukan buku yang sedang dicari. Sudah pasti akan menjelajah banyak rak terlebih dahulu untuk mencarinya.

Alih-alih menemukan buku yang sedang dicari, biasanya malah berhenti di salah satu buku yang judulnya terkesan menarik, kemudian mengambil buku tersebut untuk dibaca sekilas. Saat membaca buku yang awalnya tidak diniatkan untuk membelinya, tak jarang malah merasa tertarik karena isinya bagus.

Alih-alih membeli buku yang sedang dicari, karena sudah terlanjur membaca buku yang ternyata isinya menarik, malah bingung sendiri untuk membeli yang mana—yang sejak awal ingin dibeli tapi belum ketemu, atau yang baru saja dibaca.

 

Keseruan inilah yang tidak didapat ketika membeli buku secara online, apalagi e-book. Karena dengan membeli secara online atau membeli e-book, umumnya kita hanya melihat ulasan, harga, dan stok buku, dan tidak merasakan adanya kebimbangan memilih karena telah membaca sekilas dari isinya.

Demikian pembahasan artikel mengenai keseruan membaca buku cetak bagi generasi milenial. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh generasi era milenial saat ini adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca. Karena hal ini dapat membawa manfaat dan keseruan yang tentunya dapat berpengaruh besar atas kehidupan kita.

Kesehatan Mental Pada Anak

Kesehatan mental pada anak merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatian bagi orangtua maupun lingkungan sekitar, karena kesehatan mental tersebut akan berpengaruh pada perkembangan anak yang semakin dewasa. Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai kesehatan mental pada anak dan bagaimana kontribusi bidang psikologi untuk kesehatan mental pada anak.

Kesehatan Mental Pada Anak

Mengapa Kesehatan Mental Pada Anak Penting?

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan, memiliki hubungan interaktif yang kompleks dengan kesehatan fisik mereka dan kemampuan mereka untuk berhasil di sekolah, di tempat kerja, dan di masyarakat. Baik kesehatan fisik maupun mental memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak di dalam dan di luar.

Misalnya, seorang anak laki-laki yang kelebihan berat badan yang diejek tentang berat badannya dapat menarik diri secara sosial dan menjadi depresi dan mungkin enggan bermain dengan orang lain atau berolahraga, yang selanjutnya berkontribusi pada kesehatan fisiknya yang lebih buruk dan sebagai akibatnya kesehatan mentalnya lebih buruk. Isu-isu ini memiliki implikasi jangka panjang pada kemampuan anak-anak dan remaja untuk memenuhi potensi mereka serta konsekuensi bagi kesehatan, pendidikan, tenaga kerja dan sistem peradilan pidana masyarakat kita.

Semua anak dan remaja memiliki hak untuk hidup bahagia, sehat dan berhak mendapatkan akses ke perawatan yang efektif untuk mencegah atau mengobati masalah kesehatan mental yang mungkin mereka kembangkan. Namun, ada sejumlah besar kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan kesenjangan kesehatan terutama terlihat pada anak-anak dan remaja yang tinggal di komunitas berpenghasilan rendah, pemuda etnis minoritas atau mereka yang berkebutuhan khusus.

Berapa Banyak Anak yang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental?

Diperkirakan 15 juta anak muda saat ini dapat didiagnosis dengan gangguan kesehatan mental. Banyak lagi yang berisiko mengalami gangguan karena faktor risiko dalam biologi atau genetika mereka; dalam keluarga, sekolah, dan komunitas mereka; dan di antara rekan-rekan mereka. Ada kebutuhan besar bagi profesional kesehatan mental untuk memberikan perawatan terbaik yang tersedia berdasarkan bukti ilmiah, keahlian klinis yang baik, dan yang mempertimbangkan karakteristik unik anak atau remaja. Namun, diperkirakan hanya sekitar 7 persen dari remaja yang membutuhkan layanan ini menerima bantuan yang sesuai dari profesional kesehatan mental (Dept of Health and Human Services, 2001 — Report of the Surgeon General’s Conference on Children’s Mental Health: A National Action Agenda).

Apa yang Ditawarkan Psikologi?

Penelitian di bidang psikologi telah berkontribusi pada pengembangan pengobatan dan pencegahan gangguan kesehatan mental yang lebih efektif pada anak-anak, remaja, dan keluarga, termasuk program yang menargetkan ibu hamil, anak-anak di lingkungan sekolah, dan transisi remaja ke masa dewasa dan program yang bekerja pada tingkat berikut:

  1. Individu
    Misalnya, terapi atau konseling bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental.
  2. Rekan
    Misalnya, program pembelajaran dengan bantuan teman sebaya yang ditujukan untuk meningkatkan membaca, matematika, dan sains
  3. Keluarga
    Misalnya, pendidikan orang tua tentang kebutuhan anak-anak pada setiap tahap perkembangan
  4. Sekolah
    Misalnya, strategi untuk guru untuk manajemen kelas yang efektif
  5. Masyarakat
    Misalnya, program pencegahan kekerasan yang dikelola melalui komunitas/pusat rekreasi atau gereja.
  6. Sistemik
    Misalnya, koordinasi layanan di bidang kesehatan, peradilan anak, pendidikan, dan sistem perlindungan anak.

Psikolog yang bekerja dengan anak-anak dan remaja juga dilatih untuk mempertimbangkan pertimbangan perkembangan pada:

Identitas, Emosional, Sosial, Kognitif dan Basis Biologis.

Budaya, etnis dan bahasa juga memediasi perilaku anak-anak dan remaja dalam berbagai cara dan akibatnya mempengaruhi metode pencegahan dan pengobatan gangguan kesehatan mental.

Psikolog telah mengembangkan alat untuk menilai risiko dan faktor pelindung untuk kesehatan mental anak-anak dan remaja, untuk menguji mereka untuk masalah perilaku atau emosional, dan untuk terus memantau kemajuan pengobatan.

Psikolog juga telah merancang program yang secara efektif melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat, yaitu, dukungan sosial kritis yang dapat menjamin kesejahteraan yang langgeng bagi anak-anak dan pemuda. Misalnya, satu program yang berpusat pada keluarga yang sukses yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan alkohol pada praremaja melibatkan orang tua dan pengasuh dengan melatih mereka tentang keterampilan mengasuh anak seperti menetapkan batasan, mengungkapkan harapan yang jelas tentang penyalahgunaan zat, komunikasi dan disiplin sementara juga secara bersamaan melatih remaja tentang keterampilan resistensi dan bagaimana mengembangkan sikap negatif terhadap alkohol.

Bagaimana Seseorang Menemukan Psikolog untuk Anak-anak dan Remaja?

Psikolog yang bekerja dengan anak-anak dan remaja dapat ditemukan di banyak tempat :

  1. Sekolah
  2. Pusat kesehatan masyarakat
  3. Rumah sakit yang bekerja sama dengan dokter anak dan psikiater
  4. Pusat penelitian
  5. Praktik swasta

Dampak dan Menjaga Kesehatan Mental

Terdapat banyak dampak dan cara menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja. Apalagi ketika seseorang sedang berada di fase remaja, akan terjadi banyak perubahan didalam diri seseorang, baik perubahan dari lingkungan dalam maupun lingkungan luar.

Perubahan ini dirasa penting untuk diperhatikan oleh pemerintah maupun orang tua, dikarenakan tekanan dari lingkungan dan sosial kepada seorang remaja dapat menjadikan tolok ukur remaja tersebut tumbuh seperti apa. Kita memahami bahwa setiap remaja memiliki sisi mental dan psikologis yang berbeda dalam menghadapi tekanan, ada yang kuat dan ada yang lemah ketika menghadapi sebuah masalah. Kita ingin dari setiap remaja memiliki kesehatan mental yang kuat karena hal tersebut menjadi dasar sehatnya fisik mereka.

Dampak dan Menjaga Kesehatan Mental

Dampak Kesehatan Mental

Terdapat banyak dampak yang dapat dirasakan oleh remaja jika kesehatan mentalnya  terganggu diantaranya yaitu :

  • Menunjukkan perubahan kepribadian.
    Hal ini terjadi ketika seseorang tidak lagi merasa seperti dirinya sendiri, atau merasa dirinya tidak menjadi bagian dari teman-teman mereka, merasa minder, atau insecure untuk dapat bergaul karena merasa berbeda dengan yang lain.
  • Mengalami kecemasan, amarah, dan perubahan suasana hati.
    Sebenarnya kondisi ini wajar dan umum dialami banyak orang, namun perlu di perhatikan bahwa seseorang yang tiba-tiba tidak bisa mengontrol amarahnya dan mengalamai kecemasan yang berlebihan ini menjadi tanda bahwa seseorang tersebut sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
  • Menarik diri atau mengasingkan diri dari lingkungan sosial.
    Ketika seorang remaja tiba-tiba jadi sering menutup diri atau terlalu banyak menghabiskan waktu sendiri tanpa adanya interaksi sosial, hal itu perlu waspada. Karena hal ini dapat menandakan adanya masalah emosional dalam diri yang berisiko mengganggu kesehatan mental.
  • Merasa putus asa atau kewalahan dalam keseharian.
    Merasa diri adalah orang yang sangat terpuruk atau paling sial dalam kehidupan ini, dan pikiran itu terus ada sampai seorang remaja tidak dapat berfikir jernih dan susah untuk konsentrasi dalam melakukan hal-hal di sekitarnya, sampai ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Menjaga dan Memperbaiki

Jika remaja memilki kecenderungan seperti yang telah disebutkan diatas, kita dapat mencari solusi untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan mentalnya. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ada enam cara menjaga dan memperbaiki kesehatan mental, yaitu :

  • Mengelola stres.
    Ada beberapa cara mengelola stres yang bisa dilakukan, misalnya berjalan santai di luar ruangan, berolahraga, meditasi, bertukar pikiran dengan sahabat, atau menulis buku harian.
  • Tetapkan tujuan yang realistis.
    Tetapkan tujuan secara realistis, baik tujuan pribadi maupun profesional. Bila perlu, tuangkan dalam bentuk tulisan atau vision board. Memahami apa tujuan hidup akan membuatmu lebih terarah dalam menentukan cara mencapai tujuan tersebut.
  • Berkumpul dengan orang yang mendukung.
    Menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman dekat atau keluarga dapat membantu melepas penat. Kamu bisa bersenda gurau, meluapkan emosi, atau berbagi cerita dan pengalaman sehingga kamu bisa mendapatkan saran serta dukungan dari mereka.
  • Membantu orang lain.
    Selain bermanfaat bagi orang lain, melakukan kegiatan kerelawanan dapat membuatmu merasa lebih baik dan lebih bermanfaat dalam hidup. Hal ini menghindarkanmu dari kesepian dan rasa tidak berguna. Kamu jadi lebih mawas diri, mudah bersyukur, dan tidak cepat mengeluh atau putus asa.
  • Melakukan hal baru.
    Rutinitas yang monoton dapat membuatmu mudah stres. Cobalah lakukan hal-hal yang baru, seperti mengganti cat dinding rumah, belajar bahasa baru, memperbarui penampilan, atau sekadar mengganti rute pulang-pergi kantor. Melakukan hal baru dapat menyegarkan pikiranmu, bahkan membuatmu lebih semangat dalam menjalani hari.
  • Merawat kesehatan tubuh.
    Pastikan kamu makan beragam makanan sehat, istirahat, dan minum air putih yang cukup, berolahraga, serta menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok.

 

Demikianlah pembahasan mengenai dampak dan menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja. Kita harus mewaspadai sekitar kita jika terdapat beberapa dampak dari gangguan kesehatan mental tersebut.

Pentingnya Menjernihkan Air

Pentingnya menjernihkan air dilakukan karena air menjadi sumber utama dalam setiap aspek kehidupan. Setiap rumah didirikan pada tanah yang berbeda-beda. Tidak ada rumah yang dibangun pada tanah dengan spesifikasi yang sama. Ada rumah yang dibangun pada sebuah tanah yang dulunya adalah rawa dan ada juga yang dibangun pada sebuah tanah yang dahulunya adalah sawah. Perbedaan tanah itulah yang membuat kondisi air di rumah Anda akan menjadi berbeda dan tidak sama. Mungkin ada beberapa dari Anda yang merasakan kondisi air di rumah Anda kurang bersih dan perlu dijernihkan terlebih dahulu.

Pentingnya Menjernihkan Air untuk Kebutuhan Sehari-hari

Dilansir dari Aid Forum, negara-negara maju umumnya bisa mendapatkan air minum bersih langsung di rumahnya masing-masing. Air bersih bisa mereka dapatkan dengan mudah layaknya seperti udara yang kita hirup. Namun, masih ada banyak negara yang tidak mempunyai akses terhadap air bersih yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Indonesia sendiri merupakan salah satu dari banyak negara yang sudah cukup maju dan lebih mudah untuk mendapatkan akses air bersih. Akan tetapi, pembagian air bersih tersebut masih belum merata dan tidak semua rumah bisa mengakses air bersih yang aman untuk digunakan. Selain itu juga, negara kita masih belum sampai pada taraf air keran yang sudah bisa untuk dikonsumsi. Air yang berada pada rumah kita harus dimasak dan dijernihkan terlebih dahulu barulah bisa dikatakan aman untuk dapat dikonsumsi.

Sangat penting untuk menjernihkan air sebelum digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Air yang kotor tentunya akan membawa banyak dampak yang tidak menyehatkan. Di bawah ini terdapat beberapa alasan pentingnya menjernihkan air :

  • Air yang bersih akan aman untuk dikonsumsi dan bisa mencegah berbagai bentuk penyakit kanker di dalam tubuh.
  • Penjernihan air juga akan menghilangkan kandungan klorin yang berbahaya dan bisa membuat tubuh mengalami iritasi.
  • Makanan yang dimasak dengan menggunakan air yang bersih akan terasa lebih enak dan jauh lebih menyehatkan untuk dikonsumsi.
  • Sistem pencernaan pada tubuh Anda akan bekerja lebih ringan sekaligus meminimalisir terjadinya penyakit diare.

Penyebab Menjernihkan Air

Air yang keruh, bau dan kotor merupakan salah satu tanda bahwa air tersebut sudah tercemar. Dilansir dari NRDC, pencemaran air adalah sebuah kondisi di mana terdapat beberapa kandungan kimiawi berbahaya dan mikro organisme didalam aliran air sungai, laut, ataupun badan air lainnya yang menurunkan kualitas air dan membuatnya menjadi beracun dan berbahaya bagi manusia.

pentingnya menjernihkan air

Air yang keruh, bau dan kotor bisa disebabkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan, baik itu limbah rumah tangga ataupun limbah industri pada sungai ataupun sumber air lainnya dan menyebabkan terjadinya pencemaran kemudian berubahnya kondisi air dari bersih menjadi kotor dan berbahaya. Air merupakan bagian kehidupan yang sangat penting. Terutama memiliki air yang jernih di rumah sendiri.

Bakteri atau Virus yang Muncul di Air Keruh, Bau dan Kotor

Virus dan bakteri adalah organisme yang ada di sekitar kita. Air yang tercemar tentunya mempunyai kandungan virus dan bakteri yang sangat berbahaya bagi tubuh. Apabila Anda secara tidak sengaja mengonsumsi air yang mengandung virus dan bakteri maka tubuh Anda bisa mengalami sakit yang sangat berbahaya dan sulit untuk disembuhkan. Di bawah ini beberapa bakteri atau virus yang umumnya ditemui pada air yang kotor :

Coli adalah salah satu jenis bakteri yang paling sering ditemui pada air yang tercemar. Bakteri ini umumnya akan menyerang sistem pencernaan dan bisa menimbulkan diare yang berkepanjangan sehingga akan mengakibatkan dehidrasi bagi siapa saja yang terserang bakteri E. Coli.

Bakteri Salmonella akan menyerang usus dan menyebabkan demam beserta perut keram setidaknya setelah 12 jam terpapar oleh bakteri ini. Apabila tidak segera diobati maka bakteri ini bisa menyebabkan infeksi yang menyebar pada seluruh tubuh dan menyebabkan kematian.

Rotavirus adalah salah satu jenis virus yang sering menjadi penyebab utama terjadinya diare pada anak-anak. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh apabila Anda mengonsumsi air yang tidak diolah dan dimurnikan terlebih dahulu.

Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa

Kesehatan Mental

kesehatan mental

Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menyampaikan bahwa 1 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Menurut WHO saat rangka peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun 2020 pada 10 Oktober, menyatakan bahwa 3 juta orang tewas setiap tahunnya dampak penggunaan alkohol dan setiap 40 detik satu orang meninggal karena bunuh diri.

WHO mencatat negara dengan penghasilan rendah dan menengah, lebih dari 75 % orang dengan gangguan mental, neurologis serta penyalahgunaan zat tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai kondisi mereka.

Dengan segala perubahan yang terjadi karena pandemi virus corona, masyarakat dunia perlu beradaptasi. Kesehatan mental mengacu pada kesejahteraan kognitif, sikap, dan emosional. Hal inilah yang mengatur bagaimana cara orang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Selain itu, kesehatan mental juga bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan atau rekanan, dan kesehatan fisik.

Hasil Survei WHO

Beberapa bulan ke belakang, kesadaran warga Indonesia dalam isu kesehatan mental dinilai terus semakin tinggi. Di Indonesia, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 memunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan tanda-tanda depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

Sementara data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2018 menemukan bahwa prevalensi orang gangguan jiwa berat (skizofrenia/psikosis) semakin tinggi dari 0,15% menjadi 0,18%, sementara prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia 15 tahun keatas meningkat dari 6,1% pada tahun 2013 menjadi 9,8 % pada 2018. sementara itu prevalensi gangguan mental emosional pada remaja berumur >15 tahun sebesar 9,8%. nomor jni semakin tinggi dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 6%.

Kesehatan mental di Indonesia pada saat ini masih tergolong sangat tinggi, terutama pada kalangan remaja sebab mereka masih mempunyai emosi yang tidak stabil dan belum memiliki kemampuan yang baik untuk memecahkan persoalan yang ada. Masa remaja adalah masa dimana mereka sering mengalami stres terutama di kejadian tertentu pada hidup mereka. Oleh karena itu, remaja perlu untuk mendapatkan perhatian lebih karena remaja merupakan aset negara serta generasi penerus bangsa.

Kesehatan mental pada mahasiswa

Kesehatan mental pada mahasiswa dapat ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu faktor genetika, keluarga, pertemanan, gaya hidup, sosial, dan aneka macam faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut dapat mensugesti mahasiswa secara positif maupun negatif. Akan tetapi, masih banyak mahasiswa yang tidak menyadari akibat positif dan negatif yang ditimbulkan berasal faktor-faktor tersebut sehingga mereka lupa akan kesehatan mental mereka.

Mereka lupa untuk serius pada kesehatan mental mereka karena mereka hanya berfokus pada tugas, organisasi, jadwal kuliah, dan tuntutan-tuntutan yg ia terima dari orang-orang di sekitarnya. Regulasi diri dalam belajar yang baik akan membantu mahasiswa untuk memenuhi tuntutan-tuntutan yang dihadapinya. Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol terhadap emosi dan perilakunya di situasi apapun secara mandiri.

Pada awal masa COVID-19, pemerintah resmi menyatakan bahwa seluruh instansi pendidikan akan melaksanakan pembelajaran secara daring (online) di bulan Maret 2020. Berawal dari kuliah daring, kita bisa melihat bagaimana akibat yang ditimbulkan terhadap para mahasiswa melalui kuliah daring tersebut.

Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat krusial bagi mahasiswa baru untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahannya yang baru. Tentunya kehidupan pada lingkungan kampus dan sekolah jauh tidak sama.

Selain mahasiswa baru, mahasiswa lama pun mengalami beberapa dampak yang diakibatkan oleh kuliah daring, terutama bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi. dengan adanya kuliah daring, maka secara otomatis tugas-tugas perkuliahan pun akan semakin banyak.

Tips dan Trik

Menurut paparan WHO pada tahun 2019, belakangan ini stress lebih sering timbul terjadi karena beberapa hal sebagai berikut.
1. Ketakutan serta kecemasan mengenai kesehatan diri juga kesehatan orang lain yang disayangi
2. Perubahan pola tidur dan pola makan
3. Sulit tidur serta konsentrasi
4. Mnggunakan obat-obatan

Maka dari itu berikut tips dan trik yg mampu dilakukan teman-teman Mahasiswa di rumah.

  1. Pendekatan spiritual
    Ketahui hal mana saja yang bisa kita kendalikan serta tidak dapat kita kendalikan dan selalu bersandar kepada sang Maha Kuasa.
  2. Olahraga teratur
    Usahakan untuk melakukan olahraga tiap hari sesuai dengan kebutuhan tubuh. Berolahraga terbukti menurunkan jumlah hormon kortisol sebagai pemicu stress dalam tubuh.
  3. Selalu terhubung dengan dukungan sosial
    Setiap kali ada masalah atau tidak tetap rutin hubungi keluarga. Jika rasa dukungan sosial belum bisa teratasi, jangan ragu untuk menghubungi bantuan tenaga profesional

Penting bagi mahasiswa untuk sama sama menjadi mahasiswa yang tangguh dan sehat mental. Saatnya satu sama lain saling peduli dan menaikkan rasa empati. Dengan beberapa cara diatas besar harapan mampu membantu untuk tetap menjaga kondisi kesehatan mental Mahasiswa.